*Konfercab PDID Mura Deadlock, Suyitno Ketua PDIP Linggau
MUSI RAWAS-Perseteruan antara ketua DPC PDI-Perjuangan, Hj Ratnawati Ibnu Amin dengan Ketua DPC PDI-Perjuangan hasil musyawarah Pengurus Anak Cabang (PAC), Sonny Rahmat Widodo terus berlanjut. Bahkan keduanya seakan bersitegang hingga di Konferensi Cabang (Konfercab) PDI-Perjuangan, Minggu (31/1) di Ballroom Hotel Abadi Lubuklinggau. Alhasil Konfercab tidak membuahkan hasil alias deadlock yang kemudian diambil alih DPP PDIP.
Bahkan hingga tadi malam pukul 24.00 WIB belum diketahui kepastian hasil Konfercab PDIP Mura tersebut. Sementara untuk Konfercab PDIP Kota Lubuklinggau sangat lancar dan kemudian menetapkan Suyitno sebagai Ketua DPC PDIP Kota Lubuklinggau 2010-2015.
Kembali mengenai KOnfercab PDIP Mura yang deadlock, akar permasalahnnya tidak lain baik Ratnawati maupun Sonny yang sudah mulai tegang saat penetapan Ketua DPRD Mura sama-sama ngotot ingin memimpin DPC PDI-Perjuangan 2010-2015. Walaupun berdasarkan hasil pemilihan ditingkat PAC disebutkan sudah secara de facto siapa pemenangnya yang berhak menduduki kursi ketua DPC dalam hal ini Sonny yang diketahi menang dengan 11 dukungan atas Ratnawati dengan 10 dukungan dari PAC. Saking memanasnya konfercab tersebut petinggi-petinggi PDI-Perjuangan dari DPP PDI-Perjuangan, Dudhie Makmud Murod dan juga DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sumsel harus turun tangan langsung.
Karena tidak ada keputusan final, rapat yang seyogyanya dimulai pukul 14.00 WIB molor hingga pukul 17.00 WIB lebih. Kendati sudah lima jam belum dilaksanakan belum ada kesepakatan antara Sonny Rahmat Widodo dengan Hj Ratnawati Ibnu Amin.
Tepat pukul 18.00 WIB seluruh rombongan baik dari DPP, DPD maupun DPC serta pihak-pihak yang berseteru keluar dari hotel Abadi naik mobil masing-masing tanpa diketahui kemana perginya.
Koordinator Wilayah Linggau-Mura, DPD PDI-Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Darmadi Djufri ketika dibincangi Musirawas Ekspres, di lobi hotel mengatakan keluarnya petinggi-petinggi PDI-Perjuangan itu sebagai silaturahmi. Namun demikian menurut Darmadi sebenarnya pertemuan itu tidaklah alot, karena berlangsung dengan biasa-biasa saja.
“Kalau kandidatnya biasa-biasa saja. Partainya juga biasa-biasa saja. Tapi yang agak luar biasa pengunjung,” katanya.
Dikatakannya lamanya pelaksanaan Konfercab dengan segala pernak-perniknya menandakan bahwa PDI-Perjuangan merupakan partai besar. Sebab banyak yang ingin ikut, bergabung, ini menurutnya membuat bangga. Tapi sebelumnya kalau PDI-Perjuangan melaksanakan konfercab sepi tidak ada yang mau ikut, malahan untuk mencari ketua partai saja sulit.
“Dulu untuk mencari ketua partai saja sulit. Tapi sekarang sudah banyak yang ikut,” jelasnya.
Apakah konfercab ini akan dilanjutkan? Darmadi mengatakan dilanjutkan atau tidak Konfercab tergantung sepenuhnya dengan keputusan DPP PDI-Perjuangan.
“Kalau kata DPP diteruskan ya kita teruskan. Sebaliknya kalau kata DPP dipending (tunda, red) ya kita pending, apapun bentuknya dari DPP akan dilaksanakan,” ungkapnya.
Darmadi mengatakan ini merupakan bentuk demokrasi, ada hal-hal yang perlu dipelihara agar konsolidasi tidak rusak. Dan mereka ingin merespon semua kepentingan terhadap partai agar bisa menjadi satu. Karena pihaknya tidak ingin setelah Konfercab PDI-Perjuangan menjadi terpecah-pecah.
“Kita ingin setelah Konfercab semua kader bersatu lagi tidak ada perbedaan,” pintanya.
Indikasi ada salah satu kandidat memegang surat DPP, Darmadi mengatakan tidak ada. Menurutnya tidak ada salah satu kandidat mendapat surat rekomendasi dari DPP PDI-Perjuangan. Sebab DPP tidak boleh merekomendasikan ketua terpilih. DPP hanya mempunyai kewenangan untuk memimpin Konfercab, kemudian melaksanakan standar Konfercab yang sudah diputuskan PAC.
Sampai kapan kondisi ini akan berlanjut, Darmadi juga mengatakan sampai ada keputusan dari DPP PDI-Perjuangan.
“Sampai DPP memberi putusan kapan akan dilanjutkan,” pungkasnya.
Sementara itu untuk pelaksanaan konfercab PDI-Perjuangan Kota Lubuklinggau tetap berlangsung dengan lancar tanpa kendala. Hasil konfercab tetap mengumumkan nama Suyitno menjadi ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Lubuklinggau periode 2010-2015. (ME-07)
Buang Air Kecil pun Dikawal
Ada hal menarik terjadi saat akan dimulainya pelaksanaan Konfercab PDI-Perjuangan Mura di Hotel Abadi. Masing-masing calon mulai memasang strategi dan seluruh Timses dikerahkan. Kemungkinan para calon ini takut kalau peserta yang sudah mendukung dalam rapat PAC berbalik mendukung kandidat lain.
Salah satu bukti ketakutan itu terlihat saat akan berlangsungnya Konfercab. Salah satu Timses kandidat sepertinya sudah diperintahkan agar peserta Konfercab yang notabenenya pendukung mereka mulai dari dalam ruangan sampai keluar langsung mendapat pengawalan. Uniknya saat peserta ini mau buang air kecil, mulai dari dalam ruangan sampai ke kamar mandi juga mendapat pengawalan ketat.
Peserta yang perempuan mendapat pengawalan dari perempuan. Sebaliknya peserta yang laki-laki juga mendapat pengawalan dari Timses laki-laki. Bahkan pengawal ini duduk di depan ruangan dan di dalam ruangan Konfercab. (ME-07)
Ibnu Amin Turun Gunung
Dari informasi dan penelusuran Musirawas Ekspres, alotnya pelaksanaan Konfercab PDI-Perjuangan Mura karena masing-masing calon baik Sonny Rahmat Widodo maupun Hj Ratnawati Ibnu Amin dengan penengah DPD dan DPP PDI-Perjuangan belum ada kata sepakat. Berdasarkan rumor yang beredar awalnya sudah ada deal Hj Ratnawati Ibnu Amin akan diangkat menjadi Korwil di DPD PDI-Perjuangan Sumsel, sementara Sonny Rahmat Widodo Ketua DPC PDI-Perjuangan Mura.
Menurut sumber resmi Musirawas Ekspres, permasalahan itulah yang menyebabkan Konfercab molor. Karena kedua-duanya tetap tidak mau mengalah. Karena tidak mau mengalah DPD dan DPP mengundang mantan Bupati Mura, H Ibnu Amin hadir ke Hotel Abadi Lubuklinggau. Sesampai di Hotel Abadi Ibnu Amin yang merupakan suami Hj Ratnawati ini langsung menuju lift. Selanjutnya naik keatas, namun tidak diketahui lantai berapa. Tapi berdasarkan imformasi Ibnu Amin bertemu DPD dan DPP PDI-Perjuangan, untuk membicarakan keinginan DPP PDI-Perjuangan.
*Dua Lantai Berbeda
Sementara itu, sebelum Konfercab dimulai dua kandidat mulai beradu strategi untuk memantapkan seluruh dukungan. Untuk Sonny Rahmat Widodo berada di lantai 2 Hotel Abadi Lubuklinggau sebaliknya Hj Ratnawati Ibnu Amin berada di lantai lima.
Karena Konfercab belum juga dimulai peserta yang memakai baju bertuliskan nama calon yang didukung mendapat pengawalan naik ke lantai entah lantai berapa atas perintah dari pengurus DPP. Tidak lama berselang salah seorang peserta Konfercab keluar dari lift bersama dengan peserta lainnya langsung ‘ngamuk’ berbicara lantang.
“Konfercab bukan dilantai atas, tapi dilantai bawah. Untuk apa dipanggil ke atas kalau cuma bisik-bisik tanpa ada kepastian,” ungkapnya.
Setelah berada di ruangan pelaksanaan Konfercab peserta tadi dipanggil ke atas oleh calon dukungan mereka masing-masing. Untuk pendukung Hj Ratnawati Ibnu Amin naik kelantai lima dan pendukung Sonny Rahmat Widodo berada di lantai dua. Tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi pembicaraan mereka-mereka itu. (ME-07)
01 Februari 2010
Ratnawati dan Sonny ‘Bersitegang’, DPP Ambil Alih
Hari ini, 3 Kepala Daerah Ujicoba Penerbangan
MUSI RAWAS-Sesuai jadwal hari ini tiga kepada daerah masing-masing Bupati Mura, Walikota Lubuklinggau dan Bupati Empat Lawang akan memimpin rombongan untuk melaksanakan ujicoba penerbangan dari Bandara Silampari. Ketiga kepala daerah yang telah satu tujuan menganggarkan dana untuk pengembangan Bandara Silampari ini akan memantapkan rencana pembukaan jalur penerbangan umum (domestic) Lubuklinggau-Cengkareng, Jakarta yang sudah lama diidam-idamkan masyarakat.
“Rencananya pak Bupati Mura, H Ridwan Mukti, Wako Linggau H Riduan Effendi dan Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni ikut dalam pesawat milik Maskapai Penerbangan Riau Airlines yang akan melakukan ujicoba penerbangan dari Bandara Silampari,” ungkap Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Suryadi NZ kepada Musirawas Ekspres kemarin (31/1). Menurutnya ujicoba penerbangan akan dilakukan bolak-balik Linggau-Jakarta. Maksudnya take off dari Bandara Silampari sekitar pukul 08.00 WIB kemudian landing di Bandara Sukarno Hata Cengkareng, Jakarta untuk kemudian istirahat sekitar dua jam. Setelah itu take off dari Cengkareng untuk kemudian landing kembali di Bandara Silampari.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Kabupaten Mura, Ari Narsa mengungkapkan semua persiapan ujicoba penerbangan dianggap beres.
“Persiapan sudah maksimal dan tidak ada masalah. Pastinya Minggu (31/1) semuanya sudah final, maksudnya persipan selesai, tinggal lagi pelaksanaan ujicoba penerbangan Lubuklinggau-Cengkareng dan sebaliknya Senin (1/2) Sebelum penerbangan dilaksanakan ada semacam kegiatan seremonial di Bandara,” jelas Ari Narsa kepada Musirawas Ekspres kemarin (31/1).
Kembali disampaikan Ari Narsa, ujicoba penerbangan dilakukan menindaklanjuti telah terbitnya sertifikat Bandara Silampari Kabupaten Mura dari Departemen Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Udara tertanggal 16 November 2009, yang ditandatangani Dirjend Perhubungan Udara, Herry Bakti yang diterima pada 15 Januari 2010 lalu, dengan status penerbangan umum (domestik).
Penerbitan sertifikat Bandarara ini berdasarkan surat yang dibuat oleh Dishubkominfo Mura pada tanggal 18 Juli 2009 lalu perihal permohonan penerbitan sertifikat bandar udara Silampari. Dimana kemudian dilakukan verifikasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 2-5 Oktober 2009. Hasilnya Bandara Silampari dinilai telah memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan dengan catatan sebagaimana tercantum dalam "Term Of Certificate".
Di dalam sertifikat ini juga menyebutkan penerbitannya berdasarkan UU No.1/2009, tentang penerbangan dan peraturan menteri perhubungan No.KM 24/2009 tentang peraturan keselamatan penerbangan sipil bagian 139 (CASR 139), tentang bandar udara (aerodrome), pemegang Bandara wajib memenuhi semua peraturan dan ketentuan keselamatan penerbangan. (ME-02)
Warga Kelingi IV b Batal Portal Jalan
MUARA KELINGI-PT London Sumatera (Lonsum) yang beroperasi di Kecamatan Muara Kelingi berkomitmen memperbaiki kerusakan jalan Simpang Jatun. Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat kesepakatan ditandatangani tiga Kades, Sekdes, BPD di wilayah Kelingi IV b.
“Awalnya warga wilayah Kelingi IV B meliputi Desa Karya Sakti, Tugu Sempurna dan Marga Sakti berencana akan memortal jalan Simpang Jatun menuju tujuh desa Kelingi IV B. Namun setelah diadakan pertemuan difasilitasi Camat Muara Kelingi, Sabtu (30/1), kedua belah pihak sepakat melakukan perbaikan jalan,” kata Camat Muara Kelingi, Musadik Nanguning kepada koran ini, Minggu (31/1). Musadik melanjutkan berdasarkan hasil kesepakatan tersebut warga tujuh desa di wilayah Kelingi IV b yang diketuai Alpian, Kades Karya Sakti menyatakan siap membantu PT Lonsum memperbaiki jalan Simpang Jatun.
Sedangkan PT Lonsum sesuai hasil kesepakatan menyatakan pihak perusahaan siap memperbaiki kerusakan jalan, melakukan pembuatan siring pembuangan air pada titik jalan yang rusak. Selain itu PT Lonsum mengakui mulai menimbun Sirtu pada lubang dan jalan yang rusak, memesan batu gunung, telah menyiapkan alat berat pada jalan yang rusak dan siap dihubungi jika diperlukan.
“Kami mohon bantuan dan partisipasi dalam wilayah Kelingi IVB selama melakukan perbaikan jalan,” kata perwakilan PT Lonsum.
Yang pasti warga diwakili Kades mengaku lega dengan adanya kesepakatan khususnya kepastian perbaikan jalan tersebut.
“Setelah difasilitasi pihak kecamatan Muara Kelingi, persoalan kerusakan jalan Simpang Jatun akan diperbaiki PT Lonsum Serta didukung warga di wilayah Kelingi IV b,” pungkasnya. (ME-06) Lihat Selengkapnya......
Jalan Surulangun–Muara Kulam Selesai Diperbaiki
“Adanya pemberitaan mengenai rusaknya jalan di Ulu Rawas tidak benar, apalagi adanya desa yang terisolir. Saat ini kerusakan jalan poros yang disebabkan hujan di Kecamatan Ulu Rawas sudah dipebaiki,” kata KUPT PU Bina Marga Mura wilayah III, Syarfa’i dihubungi koran ini, Minggu (31/1). Syarfa’i mengakui jika hujan yang mengguyur secara terus menerus mampu mempengaruhi fisik jalan ditambahnya aktivitas transportasi di kawasan tersebut.
“Selama ini KUPT wilayan III terus melakukan pengawasan terhadap jalan di Ulu Rawas jika ditemukanan adanya kerusakan perbaikan akan dilakukan agar aktivitas perekonomian warga Ulu Rawas tidak terganggu,” terangnya. Bahkan lanjut Syarfai, saat ini alat berat sudah masuk ke Ulu Rawas. Artinya pemadatan jalan koral di Ulu Rawas sudah bisa dilakukan.
“Jika ada jalan yang terputus kemungkinan besar terjadi pada kontruksi jembatan mengingat letak jalan berada di pinggir Sunga Rawas,” tegasnya. (ME-06) Lihat Selengkapnya......
Harga Beras Tetap Tinggi, Masyarakat Terus Mengeluh
LUBUKLINGGAU-Hingga saat ini harga beras diwilayah Kota Lubuklinggau terus saja mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Tentu saja kenaikan itu menyebabkan masyarakat di wilayah sebiduk semare semakin mengeluh dan terhimpit. Uniknya kendati harga beras tinggi belum ada tanda-tanda dari Pemerintah setempat untuk melaksanakan Operasi Pasar (OP) beras. Jurus jitu dikeluarkan kenaikan harga beras lebih disebabkan karena sudah memasuki musim penghujan sehingga panen menjadi terlambat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Masnun Syahrin melalui Kasi Perlindungan Konsumen Moh Noviendy, kepada Musirawas Ekspres, Sabtu (30/1) lalu mengakui kenaikan harga beras disebabkan musim penghujan berkepanjangan mendera Lubuklinggau hingga menyebabkan panen menjadi terhambat.
" Masih tingginya harga beras di pasaran dipangaruhi oleh musim hujan bekepanjangan hingga menyebabkan musim panen terhambat,"jelasnya.
Mengapa karena pengaruh musim hujan, karena berdasarkan monitoring petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau stok beras ditingkat distributor mencukupi.
" Setidaknya dari lima distributor yang ada diwilayah kota Lubuklingau tidak pernah kekurangan stok," ungkapnya.
Bahkan berdasarkan pengalaman setiap distributor biasanya menyiapkan stok lebih dari kebutuhan masyarakat, sehingga jika terjadi keterlambatan musim panen stok masih ada untuk menghadapi musim panen berikutnya.
Ada indikasi distributor menimbun beras? Noviendy membantah ada distributor menimbun beras sebab sejauh ini stok mencukupi. " Menurut saya tidak ada, hanya saja masalahnya musim hujan ini suplai dari daerah penghasil beras yakni Pelembang dan Jawa mengalami pengurangan", jelasnya.
Perlu diketahui kenaikan harga beras ini masih dalam tingkat kewajaran. Terkecuali kalau pada tingkat distributor kekurangan stok dan kenaikan hingga 15-20 persen itu baru dipertanyakan ada apa.
Tapi sejauh ini ditingkat distributor masih wajar. Masalah kenaikan harga tersebut lebih pada ditingkat pengecer bukan pada distributor. (CW01)
Pemkot Panggil Pemilik Warnet Tanpa Izin
LUBUKLINGGAU- Sedikitnya 35 warung internet (warnet) yang ada diwilayah Kota Lubuklinggau hari ini (Senin,1/2) telah diundang untuk hadir di kantor Pelayanan dan Perizinan (KPP)Kota Lubuklinggau. Diundangnya pemilik warnet tersebut sebagai tindak lanjut masalah adanya pemilik warnet yang belum memiliki izin.
Demikian diungkapkan Kepala KPP Kota Lubuklinggau Sapriyadi melalui Kasi Pengolahan dan Pemeriksa izin Asep Herdiana kepada Musirawas Ekspres Sabtu (30/1) di kantornya.
" Surat tersebut menindak lanjuti masalah belum adanya izin dari pemilik warnet terhadap usahanya tersebut, sehingga kita perlu memberikan sosialisasi kepada mereka mengenai peraturan dalam mendirikan usaha," jelasnya.
Meski diakui dari 35 pemilik warnet tersebut sudah sebagian yang telah membuat izin. Akan tetapi jumlah tersebut belum mancapai 20 persenya. Padahal setiap pelaku usaha wajib membuat izin tetlebih dahulu sebelum mendirikan usaha.
Perlu diketahui untuk izin yang harus di buat adalah surat izin tempat usaha (SITU) kemudian surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan tanda daftar perusahaan (TDP)
Menurut Asep belum adanya izin pemilik warnet tersebut kemungkinan karena belum mengerti sepenuhnya, bagaimana prosedur dari pembuantan izin tersebut. Kalau masalah biaya sebenarnya tidak begitu besar, untuk pembuatan SITU jenis usaha besar RP. 75 ribu, usaha menengah Rp.40 ribu dan usaha kecil hanya Rp. 25 ribu.
Sementara itu untuk pembuatan SIUP usaha besar Rp.200 ribu, usaha menengah Rp.100 ribu, dan usaha kecil Rp.50 ribu, sedangkan untuk pembuatan TDP usaha besar Rp. 100 ribu, usaha menengah Rp.50 ribu dan usaha kecil hanya 10 ribu. (CW-01)
Sekda Pastikan Maju Rebut Kursi Mura 1
MUSI RAWAS-Perebutan kursi I dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Musi Rawas (Mura) dipastikan ketat. Setelah sebelumnya, tiga bakal calon (Balon) memastikan diri mendaftarkan diri maju melalui perahu Partai Amanat Nasional (PAN), kini giliran Sekretaris Daerah (Sekda) Mura, Senen Singadilaga memastikan diri bakal mencalonkan diri.
Kendati demikian, dirinya belum memastikan perahu partai mana yang bakal dilamar dan calon pendampingnya. “Insya’ Allah saya pastikan maju dalam pilkada nanti. Saya nyalon sebagai Mura I, bukan Mura II. Ini demi perubahan di Kabupaten Mura. Tolong do,akan saja ya,” ujarnya dihadapan wartawan ketika ditemui usia mengikuti pembukaan konfercab PDI Perjuangan Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura, di Ball room Hotel Abadi, Minggu (31/01).
Disoal mengenai perahu partai yang bakal digunakan dan pasangannya, dengan senyum sumringah penuh arti dirinya mengatakan dapat melalui partai mana saja dan sudah memiliki pasangan yang tetap. “Kalau partai pengusung saya belum dapat memastikan, tapi soal siapa pasangan saya, itu sudah ada. Nanti rekan-rekan wartawan akan tahu sendiri,” ungkapnya penuh tanda tanya.
Sebelumnya, tiga balon bupati sudah lebih dahulu mengambil formulir pendaftaran disekretariat DPD PAN Mura. Balonpub pertama yang mengembalikan formulir pinangannya berasal dari kalangan birokrasi, Sudirman Masuli, dilanjutkan Balonbup dari kalangan politisi, Idil Wahyudin Noor.
“Sampai sekarang sudah 2 balonbup yang mengisi dan mengembalikan formulir untuk memakai perahu PAN. Satu balonbup lagi dalam waktu dekat akan segera mengambil dan mengembalikan formulir. Kami mempersilahkan kepada siapapun, tidak hanya kader partai saja. Tetapi kita harapkan calon yang mendaftar dapat langsung mengandeng pasangannya. Karena kita tidak akan menentukan siapa yang akan berpasangan dengan siapa, tetapi kita serahkan sepenuhnya kepada mereka.” kata Ketua tim 9 pemilukada PAN Mura, Gabriel H. Fuady.
Dari para calon yang telah mendaftarkan diri tersebut, akan dilakukan survey oleh tim yang telah dibentuk oleh partai mengenai popularitasnya dikalangan masyarakat. Selain itu kemampuan financial juga akan menjadi salah satu syarat yang mutlak harus dipenuhi. “Dalam memenangkan pilkada diperlukan perencanaan yang cermat dan sistematis, organisasi yang solid, kader yang militant dan berkualitas. Apalagi PAN merupakan partai yang bersifat terbuka dan majemuk serta mandiri,” katanya.
Sementara itu, balonbup Idil Wahyudin Noor mengaku merasa terpanggil untuk maju menjadi Bupati Mura periode mendatang karena ingin memercepat kemakmuran rakyat Mura. “Fokus visi dan misi saya pada percepatan pembangunan dan memajukan ekonomi kerakyatan masyarakat Mura. Ditambah lagi sikap dukungan yang mengalir warga Nahdatul Ulama (NU) dan para Dewan Masjid Mura membuat saya lebih Optimis lagi dalam pembangunan Kabupaten Mura kedepan,” katanya lagi. (ME-07)
Saksi Uang Palsu Ditahan
LUBUKLINGGAU-Sat Reskrim Polres Lubuklinggau ternyata menahan Burhanudin 30) warga Jalan Prumnas Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Diketahui sebelumnya dia adalah saksi dalam kasus uang palsu dengan tersangka Dedi Brother (30) warga Jalan Depati Said Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklingau Barat II.
Ternyata Burhanuddin, ditahan bukannya dalam kasus uang palsu tersebut melakukan dalam kasus kepemilikan senjata tajam. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres.
“Memang Burhanudin kami tahan, hanya saja ia bukannya dalam kasus kepemilikan uang palsu, melainkan kasus senjata tajam. Pasalnya saat ditangkap dia membawa senjata tajam. Sementara dalam kasus uang palsu dia tetap sebagai saksi,” jelasnya Minggu (31/1).
Diketahui sebelumnya, Burhan ditangkap polisi bersamaan dengan Dedi, saat dipancing melakukan transaksi uang palsu Rp 2 juta yang dibayar dengan uang asli Rp 400 ribu. Dalam pengrebekan Jumat (29/1) sekitar pukul 01.00 WIB itu, polisi mendapatkan serta uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 41 lembar (Rp 2.050.000). (ME-01)
Light On Membantu Konsentrasi dan Reaksi Pandang
Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Lantas AKP Syukur Kersana menjelaskan sepeda motor merupakan alat transportasi yang kurang aman, dengan pengertian kendaraan tanpa pelindung secara utuh sehingga apabila terjadi kecelakaan akan terjadi benturan langsung dengan tubuh pengendara.
Bahkan hasil analisa 85 persen yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor, karena itulah dalam undang-undang lalu lintas yang baru (UU No.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan), diatur kewajiban pengendara sepeda motor menyalakan lampu pada siang hari. Tujuannya agar lebih meningkatkan kosentrasi, reaksi pandang, antisipasi dan sikap pengemudi lain di jalan raya.
Juga untuk mengurangi resiko fatalitas akibat kecelakaan, pengendara sepeda motor juga diwajibkan menggunakan helm standar sesuai dengan SNI (standar nasional Indonesia) yang dapat melindungi bagian kepala, telinga sampai dagu dari akibat kefatalan kecelakaan lalu lintas.
Kemudian upaya yang sudah dilakukan, yakni memasang billboard di Jalinsum Km 6-7 Desa Pedang Kecamatan Muara Beliti dan di Jalan umum Desa D Tegal rejo Kecamatan Tugumulyo bertuliskan “Sepeda Motor wajib menyalakan Lampu pada siang hari”.
Serta dilakukan penyuluhan langsung di jalan raya, ke sekolah-sekolah, instansi,memasang spanduk, billboard, melalui radio bahkan juga melalui jejaring facebook. Selanjutnya Kasat Lantas mengharapkan agar setiap pengendara sepeda motor, khususnya yang melintasi wilayah Musi Rawas senantiasa mengikuti dan mematuhi peraturan-perundang-undangan lalu lintas yang berlaku sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009.(ME-01) Lihat Selengkapnya......
KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)



