EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


20 November 2008

Rumah Tauke Karet Dirampok

* Uang Rp 8 Juta Raib

MUARA KELINGI-Rumah tauke karet, Riswan (35) warga Desa Tanjung kecamatan Muara Kelingi, Selasa (18/11) sekitar pukul 01.00 WIB dirampok. Uang sebanyak Rp 8 juta dan dua unit handphone dibawa kabur pelaku. Perampok yang berjumlah sekitar lima orang berhasil masuk rumah dengan cara mencongkel pintu belakang dengan menggunakan kayu.

Informasi dihimpun Musirawas ekspres menyebutkan perampokan terjadi bermula disaat korban bersama keluarganya sedang tidur lelap.

Saat tertidur pelaku yang diketahui berjumlah lima orang mencongkel pintu belakang menggunakan kayu. Berhasil mencongkel pintu pelaku masuk kedalam rumah.
Setelah berada didalam rumah kelima pelaku mengobrak abrik setiap kamar untuk mencari uang dan barang berharga lainnya.

Saat menggeledah pelaku berhasil menemukan uang Rp 8 juta dan dua unit handphone milik korban. Mendengar ada suara gaduh korban terbangun.

Ketika terbangun korban mengambil pentungan kayu yang diletakan dibawa tempat tidur. Pada saat salah seorang pelaku masuk kedalam kamar korban langsung menghantamkan pentungan kayu tersebut kearah pelaku.

Alhasil pukulan itu mengenai kepala pelaku sehingga mengeluarkan darah segar. Mengetahui aksinya diketahui para pelaku langsung kabur melarikan diri dengan membawa uang milik korban Rp 8 juta dan dua buah hanphone milik korban. Malam itu juga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Kelingi.

Kapolres Mura Herry Nixon's Sik melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Al Busro S.Sos kepada Musirawas Ekspres membenarkan adanya perampokan di rumah milik korban. " Kami sudah menerima laporan dari korban, dari laporan tersebut korban mengakui para pelaku berhasil membawa kabur uang sejumlah Rp 8 juta dan dua buah Hanphone," ungkapnya.

Ditambahkannya pihak Polsek sudah mengantongi identitas pelaku, sekarang masih dalam pengejaran, untuk masalah ini kita akan tindak tegas, siapapun orangnya. (CW-01)

Gembong Ranmor Diringkus Polsek Cecar

BTS ULU -Selasa (18/11) sekitar pukul 22.00 WIB, dua gembong pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berhasil dibekuk aparat Polsek BTS Ulu bekerjasama dengan Polsek Tebing. Dua pelaku ranmor yang dibekuk aparat masing-masing, Sutrisno (19) warga Desa Mulya Harjo SP 4 kecamatan BTS Ulu dan Febri Ardiansyah (16) warga Sp 7 kecamatan yang sama.

Keduanya ditangkap aparat di Desa Batu Raja kecamatan Tebing Tinggi, kabupaten Empat Lawang, setelah dihari yang sama sekitar pukul 03.00 WIB mencuri sepeda motor Yamaha jupiter MX BG 5006 XX milik Bambang Lesmana (43) warga Mess PT Delta Prima Desa Mulyoharjo Sp 4 Kecamatan BTS Ulu.

Informasi yang berhasil dihimpun Musirawas Ekspres pencurian kendaraan bermotor terjadi bermula dari korban bersama isteri dan anaknya sedang nyenyak tidur.

Disaat korban tertidur pulas kedua tersangka masuk melalui pintu belakang. Begitu berada didalam rumah kedua tersangka mengambil sepeda motor milik korban, lalu membawa pergi.
Sekitar pukul 06.30 WIB ketika korban bangun tidur, korban langsung kaget melihat sepeda motor miliknya sudah tidak ada lagi dan melihat pintu belakang terbuka.

Melihat sepeda motor miliknya sudah raib dicuri sekitar pukul 08.00 WIB melaporkan kejadian pencurian itu ke Polsek BTS Ulu . Berdasarkan hasil laporan dari korban Anggota Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek BTS Ulu, Iptu Desli Darsah menghubungi Polsek-Polsek lain untuk melakukan razia supaya mempersempit ruang gerak pelaku membawa sepeda motor milik korban.

Ternyata usaha petugas tidak sia-sia, sekitar pukul 22.00 WIB bertempat di Desa Baturaja Kecamatan Tebing Tinggi saat razia Polisi Polsek Tebing yang dipimpin Kapolsek Iptu Ferizon menangkap kedua tersangka berikut sepeda motor milik korban.

Kapolres Mura AKBP Herry Nixon's Sik melalui Kapolsek BTS Ulu Iptu Desli Darsah membenarkan adanya penangkapan atas kedua pelaku Curanmor. " Setelah mendapat laporan dari korban kami langsung kelapangan, bekerjasama dengan Polsek Tebing berhasil meringkuk kedua tersangka," ungkapnya.(CW-01)

03 November 2008

Polres Lubuklinggau Temukan Rokok Tanpa Cukai

LUBUKLINGGAU–Informasi adanya rokok tanpa cukai dan menggunakan cukai palsu, ternyata bukan hisapan jempol belaka. Terbukti Polres Lubuklinggau dalam razia di beberapa warung dan toko, Jumat-Sabtu (31/10-1/11) menemukan rokok-rokok yang melanggar Undang-undang Cukai.

Dijelaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP H Yohannes Soeharmanto SH SIK melalui Wakapolres, Kompol Sonny MBA SIK, personel yang melakukan razia bukan hanya dari Polres, namun juga langsung oleh anggota Polsek. Razia itu digelar terkait dengan adanya pengaduan warga terhadap rokok yang tak memiliki cukai. 

Hasilnya, setelah merazia beberapa pertokoan di Kota Lubuklinggau, mereka mendapatkan beberapa rokok pabrikan luar Sumatera tidak memiliki cukai. “Sehingga ada beberapa paket rokok kita sita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” terangnya. 

Begitu juga pelanggaran lainnya, yakni pemalsuan pita cukai yang diduga dilakukan oleh perusahaan rokok. “Dalam hal ini yang akan kita periksa adalah pemilik pabrik dan distributor tempat rokok tadi didistribusikan. Mengingat rokok tersebut masuk ke dalam Kota Lubuklinggau melalui salah satu distributor yang ada di Kota Lubuklinggau atau tepatnya di Kelurahan Cereme Taba,” tungkasnya. 

Terkait dengan tidak adanya pita cukai serta adanya pemalsuan pita cukai ini, menurut Wakapolres melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. “Yang kita temukan produk tersebut merupakan produk Kudus, tetapi yang sebenarnya bukan produk Kudus,” ujarnya. 

Tentang penyitaan serta razia yang dilakukan pihaknya sendiri, dalam hal ini Sonny menyatakan sebenarnya cukai rokok adalah pajak terbesar yang menjadi pemasukan bagi negara saat ini. Artinya bila ada pabrikan dan distributor yang melanggar, negara dalam hal ini dipastikan mengalami kerugian yang cukup besar. 

“Pajak tertinggi kita dapatkan dari hasil pajak rokok. Bila pabrik dan distributor pengembang tidak membayar pajak, tentunya akan mengurangi devisa atau pemasukan bagi negara,” kata Sonny.  

Terkait adanya penyalahgunaan serta pemalsuan cukai yang ada setidaknya pemilik pabrik dan distributor dapat dikenakan beberapa sanksi. Saksinya, minimal satu tahun penjara atau maksimal lima tahun penjara, denda minimal dua kali lipat maksimal 10 kali lipat dari cukai.

Terkait dengan maraknya peredaran rokok tersebut, dalam pekan ini rencananya Polres Lubuklinggau kembali akan menggelar razia. “Kita akan terus menggelar razia sehingga, tidak lagi kita dapatkan ada penjualan roko tanpa cukai di kota Lubuklinggau dan penjualan rokok dengan cukai yang palsu,” pungkas Sonny. (ME-03)

Komisi I DPRD Sesalkan Budaya Tawuran Antar Pelajar

LUBUKLINGGAU – Tampaknya budaya tawuran pelajar di perkotaan mulai merambat di Kota Lubuklinggau sehingga kondisi ini mengkhawatirkan berbagai kalangan khususnya para orang tua. Belum lama ini, Jumat (31/10) pelajar SMA Yadika dan SMKN 3 Lubuklinggau terlibat tawuran di Kelurahan Taba Jemekah mengakibatkan dua orang pelajar SMA Yadika terluka. 

Melihat fenomena kekerasan di kalangan pelajar Lubuklinggau ini, Komisi I DPRD Kota Lubuklinggau, Rosmala Dewi SH sangta menyelsalkan prilakukan yang dilakukan kalangan pelajar di Dua Sekolah Menengah atas tersebut.

Menurut Rosmala Dewi, seharusnya pihak pihak sekolah harus segera menyikapi kondisi tersebut agar nantinya tidak melebar ke lingkungan pendidikan lainnya di Kota Sebiduk Semare. Dikatakan Rosmala Dewi, Lembaga pendidikan memiliki tiga peran penting di dunia pendidikan pelajar, pertama kata Rosmala lembaga sekolah mampu meningkatkan kecerdasan spiritual, emosional dan intelegensi anak didiknya.

“Jika tawuran terus terjadi artinya pihak sekolah telah gagal mencapai tiga kecerdasan tersebut, untuk saat ini dinilai pihak sekolah cendrung mengarah kepada penggemblengan kecerdasan itelegensi, atau hanya mengejar dan menerapkan program kurikulum, sedangkan untuk pembinaan kecerdasan spiritual dan emosional tampaknya kurang diperhatikan tenaga pendidik,” jelas Rosmala.

Selaku anggota DPRD Komisi I membidangi pendidikan mengharapkan kepada pihak penyelengara sekolah atau lembaga pendidikan untuk lebih memperhatikan pembinaan mental terhadap anak didiknya, sebab lanjut Rosmala keberhasilan tidak selalu ditentukan dari tingkat kecerdasan intelegensi. 

“Coba lihat beberapa biografi orang-orang sukses, ada yang berhasil mencapai kesuksesan dari kecerdasan intelegensi yang dikategorikan rata-rata atau tidak menampakkan kelebihan, karena orang-orang sukses tersebut telah mendapat kecerdasan intelegensi secara otodidak,” ujar Rosmala.

Menyikapi kondisi ini, sebagai bentuk pemberian efek jerah terhadap siswa yang terlibat tawuran, Rosmala mengatakan, pelajar tersebut mesti mendapat sanksi berupa hukuman, namun bersifat mendidik. 

“Jangan memberikan hukuman yang tidak mendidik, contohnya seperti menjemur di lapangan terbuka, hukuman tersebut dinilai sangat tidak mendidik sebab tidak mendatangkan manfaat positif bagi pelajar lingkungan sekolah, bahkan sanksi itu dapat menciptakan kemunduran mentalitas dan pelajar akan bertambah sulit diatur,”pungkasnya. (ME04)

Kurang Tenaga, 1 Penyuluh Terpaksa Bekerja di Tiga Desa

Zaini : Kita Kekurangan 137 Penyuluh

MUSI RAWAS-Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kabupaten Musi Rawas (Mura), dr Ir Zaini Amin M.Si mengatakan tenaga penyuluh di Kabupaten Mura masih kekurangan sekitar 137 penyuluh dari kebutuhan 362 penyuluh.

Dikatakan Zaini, jumlah penyuluh di Musi Rawas saat ini hanya 225 penyuluh terdiri dari penyuluh peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. “Dari jumlah penyuluh yang ada, dirasakan belum bisa menjangkau setiap desa di Kabupaten Musi Rawas, untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan penambahan penyuluh,” ungkapnya.

Ditambahkan Zaini, dampak dari kurangnya penyuluh tersebut, program penyuluhan dari berbagai sektor berjalan lamban. Dicontohkannya masih banyak desa terpencil yang belum terjangkau oleh program penyuluhan, artinya jumlah penyuluh yang ada tidak seimbang dengan jumlah desa yang ada. 

“Makanya awal 2009 kemungkinan jumlah penyuluh akan ditambah, jika usulan disetujui,” kata Zaini.

Menurunya, jika satu desa ditempatkan satu orang penyuluh maka diyakini dapat meningkatkan produksi komoditas yang ada, karena sesuai petunjuk tehnis, setiap penyuluh harus mendampingi atau memberikan contoh mengelola komoditas di desa masing-masing.

“Untuk saat ini penyuluh mengcover (menangani) dua hingga tiga desa sekaligus. Terkadang diantara desa ada yang belum terjangkau sehingga berbagai kegiatan penyuluhan terhambat,” tungkasnya.

Selanjutnya Zaini mengharapkan agar pelaku pertanian, perkebunan dan perikanan dapat mengerti keterbatasan tenaga penyuluh saat ini, dimana belum optimal memberikan berbagai materi penyuluhan yang dibutuhkan.

“Kita harapkan agar warga dapat mengerti dengan keterbatasan penyuluh, salah satunya belum bisa menjangkau seluruh desa bahkan seluruh dusun yang ada, 2009 kedepan direncanakan akan diadakan penambahan penyuluh,” pungkasnnya. (ME04)

Irigasi di Tugumulyo Dipenuhi Sampah

TUGUMULYO-Tingkat produktifitas persawahan, salah satunya tergantung dengan optimalnya pengairan dalam hal ini sistem irigasi. Namun yang terjadi saat ini fasilitas pendukung utama sektor pertanian padi khususnya yang terdapat di Kecamatan Tugumulyo tersebut sering tercemar limbah sisa pembuangan masyarakat berupa sampah dan limbah kolam air deras. Lebih parah lagi kondisi ini dinsinyalir dibiarkan atau tidak cepat ditindaklanjuti.  

Kondisi ini menuai kritik dari pihak Pemerintahan Kecamatan Tugumulyo, sebab petani dikhawatirkan sampah tersebut akan menyumbat saluran air yang akan mengalir areal persawahan jika limbah terus dibiarkan. 

“Kita sangat gerah dengan kondisi irigasi sekarang ini yang mulai dicemari sampah dan limbah tambak perikanan,” tegas Camat Tugumulyo, David Pulung AP M.Si, melalui Sekcam, A Edy Supriyo BA. 

Sementara itu, salah seorang petani padi, Tarno meluapkan kekesalannya terhap kondisi irigasi yang mulai di penuhi sampah. “Saluran irigasi di daerah ini sebagian besar sudah tertutup semak belukar bahkan ada yang tidak diurus. Kalau tetap dibiarkan seperti ini maka hasil sawah kami akan mengalami penurunan bahkan bisa gagal panen akibat pasokan air dapat berkurang. Belum lagi diperparah dengan banyaknya hama tikus yang mulai menyerang,” jelas Tarno. 

Melihat kondisi ini, Tarno mempertanyakan Pemkab Mura mengenai langkah perawatan saluran irigasi, apakah tahun ini dianggarkan atau tidak.

Jika dianggarkan mengapa banyak saluran irigasi terkesan tidak terawat bahkan dipenuhi sampah. Jika tidak, diharapkan tahun 2009 Pemkab Mura dapat memprioritaskan anggaran perbaikan saluran irigasi.

“Kami masyarakat kecil cuma bisa berharap kepada pemerintah agar saluran irigasi ini tetap terjaga hingga pasokan air bisa cukup dan hasil padi pun melimpah,” harapnya. (ME04)

Pedagang Korban Kebakaran Bingung


LUBUKLINGGAU-Setelah dua minggu, tragedi terbakarnya pasar inpres Kota Lubuklingau, masih banyak pedagang yang bingung, pasalnya mereka tidak tahu harus bekerja apa selain berdagang pecah belah. Sementara bantuan dari pemerintah sampai saat ini belum juga diterima.

Kendati begitu mereka berusaha tetap semangat dan bangkit dari kesedihan. Terbukti Minggu (2/11) sore, beberapa pedagang berupaya membangun kembali tempat jualan mereka yang terbakar. Bahkan sejak pagi hingga Pukul 17.00 WIB mereka terus semangat membangun lapak dari papan.

Hal ini dilakukan, Hanafi, Iwan, Ucok, dan Sujiono dibantu beberapa rekan- rekan lainnya. Mereka lebih memilih untuk tetap berdagang kembali meskipun dengan modal utang pada orang lain. “Kami sebenarnya bingung mau bagaimana lagi, selain berdagang pecah belah dan sejenisnya, karena memang inilah usaha dan mata pencaharian kami sejak dulu, walaupun kami sudah rugi karena barang ludes terbakar, tetapi kami akan tetap semangat berjualan kembali meskipun memang modal untuk jualan terpaksa ngutang dulu” ungkap Hanafi.

Walaupaun mereka telah didaftar oleh Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut. “Kami semua pedagang yang ada disini yang menjadi korban kebakaran ada sekitar 150-an sudah mendaftar pada dinas pasar berikut kerugian materi yang kami derita, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah, karena kami sudah terdesak kebutuhan untuk hidup maka kami berupaya untuk berjualan lagi, walaupun tidak tahu kapan mulai menggelar dagangan yang penting kami membangun tempatnya dulu untuk persiapan “ ujar Hanafi.  

Perasaan sedih dan duka juga masih menyelimuti hati dan wajah para pedagang yang menunggu tindak lanjut pemerintah. “Kalau sedih yo memang kami semua disini sedih dan sangat trauma tetapi mau bagaimana lagi selain berusaha kembali, kami juga pemerintah peduli dengan keadaan kami, minimal ada dana bantuan secepatnya, tetapi sampai saat ini kami belum mendengar adanya bantuan dana pemerintah jadi kami modal sedikit- sedukai saja dulu”, tambah Iwan.

Sebelumnya Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe MM, menjelaskan khusus mengenai bantuan diserahkan ke dinas terkait untuk membahasnya yakni Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar dan Dinas Sosial, yang kemudian akan dirapatkan. 


Sampah Kebakaran Menggunung

Selain tampak berantakan dan bau tidak sedap serta banyak lalat pasca kebakaran Kamis ( 23/ 10) lalu dilokasi terjadinya kebakaran pasar Inpres Lubuklinggau, hingga Minggu ( 2/11) sampah sisa-saia kebakaran masih menumpuk hingga bebentuk seperti gunung karena belum dibersihkan secara keseluruhan.

Untuk itu pedagang disekitar lokasi sampah meminta pada dinas terkait supaya diambil langkah secepatnya. “Kami memohon pada pihak yang terkait supaya ada upaya penanganan yang cepat untuk segera menyingkirkan sampah- sampah yang bertumpuk ini ” ungkap seorang pedagang yang namanya enggan disebut. 

Selain itu mereka juga merasa tidak terganggu. “ terus terang kami yang berdagang dikawasan ini merasa terganggu,” tambahnya.

Sebenarnya ditempat sampah yang menggunung tersebut kalau sudah dibersihkan akan segera digunakan para pedagang untuk berjualan kembali. “Kami ini sudah lama usaha dagang dan untuk biaya hidup sehari- hari juga dari hasil dagang disini, kalau kami tidak segera berjualan kembali dari mana kami bisa memperolah pemasukan, untuk itulah kami secepat mungkin ingin jualan, tetapi lahan untuk tempat jualan masih dipenuhi sampah, jadi sementara kami masih menunggu dulu “ ungkap salah seorang pedagang Nafi. (CW-03) 

Pengajuan PAW Johansyah Tidak Berlaku

Sesuai Rekomendasi Ketum Dewan Syuro PKB 

LUBUKLINGGAU-DPP PKB versi Gusdur menilai pengajuan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) atas nama Johansyah, SH.MM yang diajukan ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau versi Muhaimin Iskadar dinilai tidak berlaku karena tidak mempunyai kekuatan hukum.

 Karena tidak ditetapkan secara bersama-sama, sesuai dengan AD PKB bab IX tentang susunan organisasi partai dan ART PKB Bab III tentang Struktur organisasi. 

Surat dari DPP PKB No 3725/DPP-01/IV/A.I/X/2008 perihal penegasan surat yang dintanda tangani Ketua Umum Dewan Syura, KH Abdurahman Wahid alias Gusdur dan sekretaris jenderal PKB Hj Badriyah Fayumi sudah disampaikan ke DPRD Kota Lubuklinggau. menilik dari surat tersebut posisi Johansyah, SH.MM yang di-PAW kan dalam posisi aman. 

Johansyah kepada Musirawas Ekspres, Jumat (31/10) mengakui bahwa surat dari DPP PKB tersebut sudah disampaikan ke DPRD Kota Lubuklinggau. Dan sekarang sudah berada di unsur pimpinan. Dikatakannya berdasarkan surat tersebut bahwa pengajuan PAW atas dirinya (Johansyah) dianggap tidak berlaku karena tidak ditetapkan secara bersama-sama. 

Dijelaskannya isi surat dari DPP PKB tersebut menyebutkan, surat No 3725/DPP-01/IV/A.I/X/2008 perihal penegasan surat. Bahwa PAW atas nama Johansyah tidak pernah diterbitkan. Surat tersebut hanya ditandatangani oleh ketua umum dan sekretaris dewan tanfids. Sementara dewan syuro tidak pernah diikutsertakan. Oleh karenannya surat tidak sah. Kemudian dijelaskan berdasarkan AD PKB bab IX tentang susunan kepengurusan partai dan ART bab III struktur organisasi, AD pasal 16 dan 17 dewan syuro merupakan pimpinan tertinggi partai yang membuat dan menetapkan pedoman kebijakan utama partai. 

ART pasal 12, DPP PKB merupakan pimpinan tertinggi bersifat kolektif. Ayat 2 mengesahkan komposisi dan personalia DPW dan DPC. Maka dari itu kebijakan PAW, kewenangannya harus ditetapkan secara bersama-sama. Karena DPP adalah pimpinan tertinggi partai yang bersifat kolektif, sebagaimana diatur dalam peraturan partai PKB no 0539/DPP-02/III/A.1/2008 tanggal 28 Januari 2008 tentang tata kerja DPP PKB. 

Dengan dasar tersebut diatas, maka DPP PKB menegaskan bahwa surat dengan nomor 4119/DPP-03/V/A.2/IX/2008 tersebut diatas adalah tidak berlaku, dan tidak mempunyai kekuatan hukum. Oleh karenanya kepada pimpinan DPRD dimohon untuk tidak menindaklanjuti surat tersebut. 

Sementara itu Ketua DPRD Linggau, Elven Asmar, SE melalui Sekretaris Dewan, H Rustam Effendi, SH mengatakan bahwa sampai saat ini proses PAW atas nama Johansyah, SH masih tetap diproses. Hanya saja saat ini unsur pimpinan masih memperlajari masalah surat dari DPP PKB versi Gusdur. 'Kita harus mempelajari karena versi Gusdur dan Muhaimin Iskandar sama-sama diakui,"pungkasnya. (ME-02)  

Pembalap Jogja ‘Jajal’ Bukit Sulap

LUBUKLINGGAU-Beberapa pembalap downhill (sepeda gunung, red) asal Jogjakarta, Minggu (2/11) siang menjajak sirkuit downhill di bukit sulap. Namun trek di bukit sulap ini, ternyata membutuhkan teknik serta skill yang tinggi karena treknya garang dan terjal. Seperti diakui oleh salah satu pembalap sepeda gunung asal Jogja Nur, yang dibincangi wartawan sebelum latihan.

Hanya saja, Nur tidak memulai dari tempat start karena banyaknya orang-orang yang berkerumun di dekat sungai, bahkan menutup jalan. Apalagi bersamaan itu ada lomba lintas alam, selain itu hujan deras membuat trek licin, hingga mau tidak mau pembalap memulai dari tengah-tengah jalur lintasan.

Menurut Nur, medan di Bukit Sulap termasuk berat, bahkan sama halnya dengan medan yang baru-baru ini dilintasinya di Jakarta. “Licin mas, banyak batu tajamnya. Memang perlu hati-hati, bila tidak bisa-bisa kita luka terkenal batu tajam,” ujarnya. Mengenai tantangan yang bakal dilalui pembalap sepeda gunung itu sendiri, di yakini Nur, bahwasanya akan dapat dilalui oleh para pembalap. 

Namun salah satu tempat yang agak rawan menurutnya adanya tanjakan terjal setelah melalui batu cadas pertengahan Bukit Sulap. “Kalau untuk batu cadasnya sendiri, tidak terlalu garang. Hanya saja memang perlu waspada ketika menggelincirkan ban dibatu yang dialiri air tadi, karena bisa-bisa terjatuh,” ujarnya. Nur sendiri, tak banyak cerita. Yang kemudian mengayuhkan sepedanya kearah medan terjal tadi. 

Dari pantuan koran ini dilapangan dari tujuh orang pembalap yang akan menjajal terjalnya Bukit Sulap kemarin siang hanya tiga orang saja yang kemudian mampu menjajal. Sedangkan empat pembalap lainnya berubah pikiran dan kemudian, tidak jadi menjajal medan terjal tersebut. (ME-03)

Masalah Listrik di Kuto Tanjung Teratasi

MUSI RAWAS-Permasalahan penerangan atau listik di salah satu desa terpencil di Kabupaten Mura dalam hal ini Desa Kuto Tanjung Kecamatan Ulu Rawas sedikit terpecahkan. Walaupun belum jaringan listrik di desa tersebut belum dibangun namun sudah ada penyelesaiannya. Pastinya 105 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang disalurkan melalui kementerian negara pembangunan daerah tertinggal (KNPDT) melalui Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Musi Rawas (Mura) telah diserahkan langsung kepada Kades Kuto Tanjung.

Selanjutnya PLTS ini akan dibagikan kepada masyarakat di desa itu sebagai alternatif sarana penerangan bagi seluruh warga desa yang paling ujung di Kecamatan Ulu Rawas tersebut. Bantuan sumber penerangan alternartif ini merupakan salah satu bentuk bukti nyata kepedulian Pemkab Mura yang dalam hal ini melibatkan Dinas Pertambangan dan Energi untuk menuntaskan permasalahan listrik dimana merupakan salah satu program Bupati Mura, Ridwan Mukti.

Selain penyerahan PLTS dilakukan juga acara bimbingan teknis kepada enam teknisi desa agar dapat melakukan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan sendiri serta bertujuan agar usia pemakaian unit PLTS tersebut lebih lama. Selain bimbingan tehnis pemakaian PLTS juga dijelaskan alasan dan pertimbangan pemerintah daerah memilih Desa Kuto Tanjung sebagai daerah pertama penerima bantuan sumber penerangan alternatif tersebut. Salah satunya disebutkan bahwa Desa Kuto Tanjung merupakan kreteria desa terisolir dan kawasan paling ujung di Kecamatan Ulu Rawas.

“Selain desa terisolir, warganya sangat mendambakan listrik. Kami juga mempertimbangkan topografi daerah serta posisi Desa Kuto Tanjung yang sangat jauh dari Gardu Induk Petanang, dimana dengan kondisi dan kenyatan ini maka kemungkinan untuk pemasangan jaringan listrik di daerah ini akan sangat sulit. Karena alasan itulah bantuan unit PLTS dari KNPDT untuk kali pertama ini kami salurkan kepada desa tersebut,” ungkap Kepala Distamben Mura, Ir Nito Maphilindo MM melalui staf kelistrikan, Anwar Sadat.  

 Selanjutnya saat ditanyai kemungkinan akan adanya bantuan serupa dari KNPDT terhadap desa terisolir lainnya, Sadat mengungkapkan Distamben Mura akan tetap megupayakannya.

“Sebenarnya pada proposal awal kami, jumlah desa yang diajukan untuk menerima bantuan ini adalah tujuh desa artinya kami telah mengajukan seluruh desa di Kecamatan Ulu Rawas tersebut kepada KNPDT untuk memberikan bantuan PLTS. Namun untuk saat ini yang disetujui hanya Kuto Tanjung, kemungkinan besar karena juga hendak memperhatikan desa yang terisolir di nusantara. Namun kami akan terus berupaya sekuat tenaga agar seluruh desa di kecamatan Ulu Rawas dapat menikmati fasilitas listrik,” lanjut Sadat.

Mengenai tehnis 105 PLTS tersebut, Sadat mengungkapkan sebetulnya jumlah PLTS itu kurang dari jumlah seluruh keluarga yang ada di Kuto Tanjung dimana terdata 150 KK ditambah dengan kebutuhan untuk penerangan masjid dan daerah penerangan tepian sungai. Sedangkan jumlah PLTS yang diberikan dari pihak KNPDT hanya 105 unit. Namun untuk mengatasi hal ini, Sadat mengungkapkan bahwa solusinya beberapa unit diantaranya dipergunakan untuk kebutuhan dua rumah sekaligus.

“105 unit PLTS yang ada tak cukup untuk mengcover seluruh keluarga yang ada, belum ditambah dengan kebutuhan untuk penerangan masjid dan daerah penerangan tepian sungai, maka akan ada beberapa unit yang akan dibagikan lampunya untuk dua rumah sekaligus,” ungkap Sadat. 

Mengenai cara pembagiannya Sadat menjelaskan bahwa dari setiap unit PLTS bisa digunakan untuk menghidupkan tiga buah lampu atau setara dengan 30 watt sekaligus selama 8 jam. Selanjutnya jika akan dibagikan kepada dua rumah sekaligus maka pembagian lampunya akan menjadi 2 buah lampu untuk PLTS tersebut berada, sedangkan satu buah lampu lagi akan dibagikan ke rumah lainnya. (ME04)

GBR Travel Solusi Perjalanan yang Nyaman

9 Tiket, Satu Kali Gratis

LUBUKLINGGAU-Ingin berpergian ke Palembang baik untuk kepentingan usaha maupun kepentingan keluarga. Kini tidak perlu khawatir di kota Lubuklinggau ini telah hadir travel Gaya Baru Sejahtera (GBS) yang khusus melayani kota Lubuklinggau tujuan Palembang atau sebaliknya.

GBS Travel merupakan usaha travel yang telah buka sejak bulan September 2008, beralamatkan di Jl. Garuda No.1 Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, menyediakan Inova, Kijang LGX dan Avansa full Ac dan musik dengan fasilitas reacleaning seat serta snack.

 Jam keberangkatan GBS adalah pukul 11.00 WIB (siang), 02.00 WIB dan 20.00 WIB. "Perjalanan travel kita lewat sekayu, sehingga jarak tempuhnya lebih pendek, sehingga hemat waktu,"ujar M Edwar, SE pemilik GBS saat ditemui Musirawas Ekspress, Jumat (31/10).

Pria yang akrab di panggil "uwack" ini mengatakan bahwa untuk pemesanan travel bisa cukup lewat telpon dan harga untuk setiap penumpang Rp.120 ribu perorang. 

Pada saat jam keberangkatan travel akan menjemput ke rumah pelanggan dan akan mengantar ke tempat tujuan di alamat yang dituju. "Ini semua diberikan demi kenyamanan pelanggan, sekali berangkat tujuh orang, kita jemput di halaman rumah dan kita antar ke halaman tujuan,"ujar uwack lagi.

"Saya juga menawarkan promo, yaitu dengan sembilan tiket nama yang sama dapat diganti dengan satu kali perjalanan,"janjinya.

GBS Travel selain melayani jasa travel juga melayani jasa pencucian kendaraan. Jas Pencucian kendaraan motor roda dua, dengan harga Rp 7000 setiap kali cuci, mobil minibus Rp.30.000 tiap kali cuci dan truck Rp 50.000 serta fuso Rp.100,000. 

"Fasilitas cucian steam, semua kita bersihkan termasuk bagian dalam mobil seperti karpet. Juga semprot parfum setelah semuanya di bersihkan. Pada cucian kendaraan ini kita juga memberi promo yaitu delapan kali mencuci di steam GBS dapat gratis satu kali cuci,"ujarnya lagi.(CW-02)

Siswa SLB Tewas Terbawa Arus Kelingi

LUBUKLINGGAU-Diduga tidak bisa berenang, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Karnando (15) warga Jl Mangga Besar II, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, tewas terbawa arus sungai Kelingi.  

Korban ditemukan Adi warga setempat ketika hendak membuang air besar, Minggu (1/11) sekitar pukul 05.00 WIB sudah mengapung di sungai kelingi dengan posisi tengkurap. 

Padahal orang tua korban sudah lama mencari. Korban diketahui tewas oleh keluarganya setelah berada di IGD RS dr Sobirin, Mura, saat divisum et revertum. Setelah divisum jenasah korban dibawa ke rumah duka untuk di semayamkan. 

Informasi yang didapat dari masyarakat, saat itu Adi kebetulan hendak buang air besar, melihat ada benda yang mengapung. Ketika melihat benda mengapung belum diketahui apakah mayat atau bukan. 

Merasa penasaran dengan benda tersebut Adi lalu mengambil sebatang kayu dan langsung menarik benda itu. Begitu dekat Adi langsung terkejut benda yang ditarik tadi adalah sesosok tubuh manusia.

Adi yang ketakutan spontan memanggil warga lain. Masyarakat yang mendengar teriakan Adi datang mendekat. Begitu diketahui ada mayat, masyarakat menghubungi pihak Kepolisian. Tak lama berselang aparat dari Polsek Lubuklinggau Utara datang ke TKP dan langsung membawa korban ke RS Dr Sobirin untuk dilakukan Visum Et Refertum.

Sementara Barat (47) orang tua korban kepada Musirawas Ekspres mengatakan kalau anaknya sudah dua hari tidak pulang kerumah. Selama dua hari juga ia mencari tapi tidak ditemukan. "Saya mendapat informasi dari tukang ojek, kalau anaknya yang hilang sudah di RS," ungkap Barat sembari menjelaskan bahwa korban paling takut dengan air.


Kapolres Lubuklinggau AKBP H Yohannes Sik melalui Kasat Reskrim AKP Edwartu mengatakan bahwa korban meninggal dunia karena hanyut terbawa arus sungai kelingi. " Tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,"ungkapnya.(CW-01)

29 Oktober 2008

Dihabisi di Ruang Tengah, Diseret ke Kamar

TRAGEDI pembunuhan dokter gigi (drg) Hj Mansyuro Ibnu yang menggegerkan warga di Simpang Tiga Jalan Kelabat Kelurahan Wira Karya Kecamatan Lubuklinggau Timur II tampaknya sangat tragis. Diduga korban dianiaya dengan sadis hingga meninggal dunia. Gambaran ini terlihat dari lokasi dalam rumah korban dimana Musirawa Ekspres sempat secara eksklusif masuk ke rumah, beberapa saat ketika rumah didobrak.

Awalnya memang tidak banyak yang tahu kondisi sebenarnya rumah dokter gigi senior yang merupakan korban pembubuhan dan dugaan perampokan tersebut. Tepatnya sekitar pukul 15.45 WIB sekitar lima orang warga bersama perawat bernama Noni Wartati yang bisa membantu praktek di rumah korban mendobrak pintu depan. Setelah dua kali mencoba membuka dengan kunci namun tidak terbuka, akhirnya pintu terpaksa didobrak. 

Betapa terkejutnya warga dan perawat itu saat melihat kondisi dalam rumah berantakan dan terdapat darah berceceran. Pantauan Musirawas di pojok rumah tepatnya di ruang tengah berdekatan dengan dapur berceceran darah yang sudah mengering. Tidak hanya itu tampak makanan ringan (roti, red) berserakan yang juga sudah bercampur dengan darah.

Selain itu juga, lantai rumah berceceran darah menuju arah ke kamar korban sebelah kanan tempat ditemukannya korban sudah tergolek meninggal dunia dibalut selimut berlumuran darah. Selain di lantai, bercak darah juga terdapat di dinding, berdekatan dengan genangan darah di lantai.

Masih di ruang tengah tempat ceceran darah, ada sandal milik korban. Dari pemdangan darah yang berceceran tersebut kuat diduga korban diseret pelaku. Tampaknya ruang tengah merupakan tempat pembantaian untuk selanjutnya korban yang sudah tidak bernyawa diseret ke kamar tidur. Di kamar tidur sebelah kiri, tampak lemari yang pintunya terbuka dimana barang-barang ada di sana berserakan di lantai kemungkinan akibat diacak-acak pelaku yang mencari sesuatu. Sementara kondisi ruang tamu dan dapur masih tampak rapi. 

Untuk diketahui, selain perawat sekitar lima orang dewasa ikut masuk ke dalam rumah melihat-lihat kondisi rumah secara langsung termasuk wartawan Musirawas Ekspres. Melihat suasana rumah yang bayak darah, warga mengira telah terjadi perampokan dan pembunuhan sehingga langsung menghubungi kepolisian setempat. Akhirnya polisi datang sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebagai informasi tambahan, asal mulanya dugaan aksi pembunuhan ini diketahui ketika warga mulai penasaran karena pagi (Subuh, red) korban tidak melaksanakan Shalat di masjid. Padahal menurut tetangga sekitar, Hj Mansyuro Ibnu mempunyai kebiasaan melaksanakan Shalat lima waktu di masjid depan rumahnya. “Bu dokter rajin Shalat lima waktu di Masjid,” kata warga.

Karena hingga siang tak juga muncul, akhirnya warga menelpon rumah korban tapi tidak ada jawaban dari rumah yang dituju. Penasaran, akhirnya warga sekitar menelpon perawat yang biasa bertugas di rumah korban. Pada saat datang ke rumah sekitar pukul 15.45, perawat tersebut bingung karena kunci yang dibawanya tidak bisa untuk membuka pintu depan.

Bertambah bingung melihat hal aneh tersebut akhirnya perawat tersebut pergi menemui tetangga depan rumah untuk menanyakan kemana korban dan selanjutnya berinisiatif mendombrak pintu depan untuk memastikan semuanya. (CW-02) 

Ditinggal Rewang, Rumah Terbakar

TUGUMULYO-Sial dialami Suparjo (30), warga Dusun 3 Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo. Saat membantu kerabatnya yang sedang ada hajatan (rewang, red), rumah permanen miliknya dilalap api alias terbakar. Kendati kebakaran tersebut tidak sampai meluluhlantakkan kediaman Suparjo, namun uang Rp 6 juta dan beberapa barang berharga yang tersimpan di dalam rumah dipastikan hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran ini terjadi Selasa (28/10) sekitar pukul 20.30 WIB, saat listrik padam. Berkat kesigapan warga yang bergotong royong, sekitar setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan, bahkan bagian atap rumah pun masih utuh kendati sudah dilalap si jago merah.

Dijelaskan paman korban, Suyatno kepada Musirawas Ekspres, rumah tersebut sebenarnya milik mertuanya. Hanya saja belum lama ini Suparjo bersama istri dan kedua anaknya, pindah ke rumah tersebut untuk menemani sang mertua, sementara rumah miliknya yang berada di samping dihuni oleh kerabat lainnya.

Malam naas itu, Suparjo bersama keluarga pergi meninggalkan rumah dalam kondisi kosong tanpa berpenghubi, karena mereka harus rewang di kediaman seorang kerabat. Diduga sebelum pergi dari rumah, korban menyalakan racun nyamuk bakar, kemudian meletakkannya di atas lemari kayu.

“Diperkirakan racun nyamuk habis, kemudian apinya merambat ke lemari. Di dalam lemari ada simpanan uang Rp 6 juta yang hangus tak tersisa termasuk pakaian-pakaian,” jelas Suyatno.

Api kemudian membesar dan mulai membakar bubungan, saat itulah api terlihat oleh warga. “Api terlihat sudah membesar dari bagian dalam rumah. Sontak warga langsung bergotong royong memadamkannya,” terang Suyatno.

Kebetulan saat sebelum kejadiaan hujan cukup deras sehingga got di depan rumah Suparjo masih banyak terisi air. Kendati air itu bercampur dengan lumpur, warga tetap menggunakannya untuk memamkan api. Selain itu warga langsung menjebol pintu rumah. Menggunakan batang pisang mereka memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

“Kalau barang-barang lain berhasil kami selamatkan. Namun uang dan pakaian di lemari ludes,” tambah Suyatno, yang saat itu masih berkerumun bersama warga di lokasi kebakaran. (ME-03)

51 Anggota Polres Linggau Dapat Penghargaan

Saat Peringatan Sumpah Pemuda
LUBUKLINGGAU-51 anggota Polres Lubuklinggau menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Piagam penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. 

Penghargaan diberikan karena jajaran Polres Lubuklinggau dinilai berhasil memberantas peredaran narkotika dan psikotropika di wilayah Kota Lubuklinggau. Resminya penghargaan diberikan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Lubuklinggau, No 165/KPTS/Kesra/2008 tanggal 24 Oktober 2008 tentang pemberian piagam penghargaan dan dana bantuan operasional dalam pengungkapan kasus narkotika. 

Selain piagam penghargaan, Pemkot juga memberi bantuan operasional untuk memberantas narkotika kepada jajaran Polres Lubuklinggau. Masih dalam rangkaian upacara peringatan Sumpah Pemdua ke-80 Pemkot Lubuklinggau juga memberikan penghargaan kepada atlit berprestasi.

Pemberian penghargaan baik kepada anggota Polres Lubuklinggau maupun atlit berprestasi tersebut langsung dilakukan Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe MM, disaksikan Dandim 0406 Mura, Letkol (Inf) Drs Suryana, Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra SH, Ketua PN Lubuklinggau, Encep Yuliadi SH dan Waka Polres Lubuklinggau, Kompol Sonny MBA.

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe, MM mengatakan Sumpah Pemuda merupakan pondasi bernegara. Berdirinya gerakan Budi Utomo merupakan awal munculnya satu tanah air tanah air Indonesia, satu bangsa bangsa Indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia. 

“Peringataan sumpah pemuda ke-80 terasa istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional dan 10 tahun reformasi sehingga jadi momentum perjuangan pemuda,” ungkap Wawako.  

Berdirinya pergerakan Budi Utomo menurut Wawako yang menjadi Irup (Inspektur Upacara) merupakan awal penyemaian tumbuhnya nilai-nilai kebngsaan dan kesadaran untuk memikirkan bangsa ini. 

Sumpah pemuda kata Wawako merupakan moment kebangkitan di tengah hegomonial penjajahan. “Reformasi yang digagas mahasiswa merupakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang telah terjadi selama era orde baru. Semangat yang terkandung didalam dapat membangkit motivasi, atas dasar itulah peringatan Sumpah Pemuda mengangkat Tema Mewujudkan Pemuda Nasionalis Religius Bangkit Bersatu Munuju Indonesia Sejahtera,” tukas Wawako. 

 Dalam kesempatan itu juga Wawako mengatakan pemberian penghargaan kepada aparat kepolisian merupakan bentyuk motovasi yang diberikan Pemkot Lubuklinggau dalam upaya memberantas Narkoba di Lubuklinggau. Pada saat ini masyarakat sangat berharap bahwa virus yang sangat membahayakan seperti narkotika dapat diberantas. Itu tugas aparat untuk menindak tegas setiap pelakunya. Harapan kita sangat besar, ini bukan tertumpu pada petugas saja tetapi perlu dukungan masyarakat Lubukllinggau. 

Hal yang sama juga dilaksanakan Pemkab Mura dengan leading sektor Dinas Pemuda dan Olahraga. Bertempat di Halaman Pemkab Mura Selasa (28/10) dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-80. Walaupun tidak ada pemberian penghargaan kepada pemuda dan pihak lainnya, namun upacara berlangsung sangat khidmat. Bertindak sebagai Irup, Drs H Komarudin Arya yang merupakan Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Mura. (ME-02)

Warga Diminta Pahami UU Parpol, Ormas dan LSM

PURWODADI-Badan Kesbang Politik dan Linmas (Kesbangpol Linmas) Kabupaten Musi Rawas terus melakukan penyuluhan ke seluruh lapisan masyarakat guna mensosialisasikan Perundang-undangan tentang Parpol dan organisasi masyarakat (Ormas). Kepala Badan Kesbangpol Linmas Mura, H Zainal Arifin AS S.Sos mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan yang diadakan setiap tahunnya ini bertujuan meningkatkan persamaan persepsi tentang pembangunan di Kabupaten Mura untuk setiap tingkatan lapisan masyarakat.

”Karena pembangunan melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan bidang dan porsinya masing-masing,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan Bupati Mura pada acara Penyuluhan kepada masyarakat Tentang Parpol, Ormas dan LSM 2008 yang diadakan Oleh Badan Kesbang politik dan Linmas Kabupaten Musi Rawas, selasa (28/10) .

Zainal mengungkapkan bahwa perlu adanya persamaan pemahaman antara pemerintah dengan masyarakat, agar tercipta kondisi yang kondusif dan tidak ada terjadinya benturan antara masyarakat dengan pemerintah. ”Makanya perlu adanya sosialisasi agar tercipta persamaan persepsi dalam membangun Mura. Kita sudah merasakan sendiri pembangunan yang ada sekarang ini, dimana pembangunan infrastruktur dasar telah dilaksanakan sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolir,” ujarnya.

Penyampai materi pada penyuluhan tentang Parpol, Ormas dan LSM yang diadakan di Aula Kecamatan Tugumulyo meliputi utusan Polres, Dinas Sosial dan KPU. Materi yang disampaikan diantaranya Undang Undang No 8 tahun 1985 tentang masalah organisasi kemasyarakatan, undang-undang masalah KPU dan pelaksanaan Pemilu, pembinaan organisasi Sosial Masyarakat dan Kamtibmas

“Acara penyuluhan ini merupakan program tahunan dari Kesbangpol Linmas. Mengingat sebentar lagi Pemilu makanya dalam penyuluhan ini juga disosialisasikan undang-undang tentang Pemilu,” tambahnya. Peserta penyuluhan adalah Kepala Desa, LSM, Partai Politik, Ormas dan perangkat desa.

“Kegiatan penyuluhan ini akan dilaksanakan di 21 kecamatan dan dibagi beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama dilaksanakan di Kecamatan Purwodadi dan diikuti oleh tiga Kecamatan yakni Purwodadi, Tugumulyo dan Sumber Harta,” ujar Zainal.(CW-02) 

Kandang Ayam di Air Satan akan Dikaji Ulang

MUSI RAWAS – Keluhan warga terhadap operasional kandang ayam di Dusun IV Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti ditanggapi serius Pemerintahan Desa Air Satan. Direncanakan dalam waktu dekat, akan digelar pertemuan antara pemilik kandang ayam dengan instansi terkait Pemkab Mura serta warga Air Satan.

“Nanti kita akan mengundang Pemkab Mura untuk membicarakan permasalahan yang ditimbulkan akibat kandang dengan jumlah ribuan ekor ayam tersebut,” kata Kades Air Satan, Ghufron kepada Musirawas Ekspres, Selasa (28/10). Dilanjutkan Ghufron, terkait persoalan tersebut, pemerintah desa tidak berhak menghentikan aktivitas peternakan ayam potong di Dusun IV Desa Air Satan itu. “Makanya kita akan mengundang dinas terkait untuk mencari solusi tepat mengenai persoalan ini, sebab kita tidak ingin merugikan pihak investor,” kata Ghufron.

Sementara itu, Camat Muara Beliti, Kgs Effendi Ferry S.STP M.Si mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui adanya kandang ayam itu. Makanya pihaknya tetap menunggu laporan tertulis dari Pemerintah Desa Air Satan agar nantinya dapat ditindaklanjuti kebenarannya.

“Setahu saya di Air Satan tidak ada kandang ayam dengan kafasitas besar, jikapun ada artinya tidak mengantongi izin. Namun untuk jelasnya kita menunggu laporan tertulis dari Pemerintah Desa Air Satan, jika memang benar maka kita akan bentuk tim khusus,” pungkas Ferry.

Seperti diinformasikan sebelumnya keberadaan kandang ayam menurut warga Desa Air Satan mengakibatkan munculnya ribuan lalat serta bau yang tidak sedap. “Warga khawatir dengan banyaknya yang berasal dari kandang ayam itu, serta baunya yang tidak sedap mengganggu lingkungan, puncaknya di Hari Raya Idul Fitri lalu,” kata warga. (ME04) 

KTP dan KK Gratis Diserbu Warga

Tahap Pertama Jemput Bola di Dua Kecamatan

MUSI RAWAS-Tampaknya antusiasme masyarakat terhadap program Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti, yakni peningkatan pelayanan publik melalui penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) gratis oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) boleh dikatakan cukup tinggi.

Pasalnya, langkah jemput bola terhadap pemberian KTP dan KK gratis kepada warga yang kurang mampu di Kecamatan Tugumulyo yang dipusatkan di Desa F Trikoyo, Selasa (28/10), diserbu oleh ratusan warga setempat.

Dari pantauan koran ini sekitar pukul 10.45 WIB, tampak warga Desa F Trikoyo dan sekitarnya rela berjemur menunggu panggilan dari petugas Disdukcapil untuk difoto secara langsung dan juga untuk memvalidkan data print out yang dikirimkan oleh Disdukcapil beberapa waktu yang lalu.

Kepala Disdukcapil Musi Rawas, HA Rakhman Achmad S.Sos MM, yang memimpin langsung kegiatan jemput bola di Desa F Trikoyo, kepada koran ini memperkirakan warga yang datang ke lokasi perekaman data untuk pembuatan KTP dan KK gratis tersebut lebih kurang 600 warga.

“Kita sudah mengrimkan teleg kepada Camat untuk memberitahukan kepada warga di wilayahnya bahwa kita akan turun menjemput bola hari ini, (kemarin, red),” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ketika sampai di Balai Desa F Trikoyo sekitar pukul 09.00 WIB, tim jemput bola dari Disdukcapil ternyata telah ditunggu oleh warga yang ingin membuat KTP dan KK gratis.

“Kita sangat bersyukur bahwa program pemberian KTP dan KK gratis ini ternyata disambut sangat antusias masyarakat,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan di Kecamatan Tugumulyo, di Kecamatan Megang Sakti kegiatan jemput bola mengenai pembuatan KTP dan KK gratis yang dilaksanakan di kantor Camat Megang Sakti, tampak lengang.

Pantauan koran ini di Kantor Camat Megang Sakti, diperkirakan warga yang datang untuk membuat KTP dan KK gratis tersebut lebih kurang 60 orang. Program jemput bola tahap pertama ini, terangnya, dilakukan pada dua Kecamatan yang diketahui memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dibandingkan dengan Kecamatan yang lain, yakni Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Megang Sakti.

Kendatipun jemput bola tahap pertama ini dilakukan di dua Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, namun pihak Disdukcapil akan siap menjemput bola kedaerah-daerah yang sudah siap untuk melaksanakan penerbitan KTP dan KK gratis tersebut.

“Kalau ada desa yang siap, maka kita akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan data dan juga sekaligu untuk melakukan tahapan penerbitan KTP dan KK gratis di lokasi tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, di Kecamatan Tugumulyo kuota pemberian KTP gratis kepada warga yang kurang mampu adalah sebanyak 9.021 lembar KTP dan kuota KK gratis yakni sebanyak 6.302 lembar KK.

“Kalau di Tugumulyo per Sabtu (25/10) KTP yang sudah tercetak yakni sebanyak 701 lembar KTP gratis dan untuk KK yang sudah tercetak yakni sebanyak 406 lembar KK gratis,” terangnya.

Sedangkan di Kecamatan Megang Sakti, kuota KTP gratis bagi warga yang kurang mampu adalah sebanyak 1.043 lembar dan KK gratis adalah sebanyak 7.015 lembar. “KTP yang sudah di Cetak per Sabtu (25/10) adalah sebanyak 908 lembar sedangkan KK yang sudah tercetak yakni sebanyak 169 lembar,” pungkasnya. (ME04)

Tukang Ojek pun Alih Profesi

Ketika Musim Durian Tiba

Durian salah satu jenis buah andalan yang ada di Lubuklinggau, musimnya satu tahun sekali, semua orang menyukai buah ini tanpa terkecuali, ketika sedang musim buah durian seperti sekarang ini banyak pedagang berjajar di sepanjang jalan untuk menjual buah durian.

Oleh : Eli Susilawati - Ulak Lebar

Indra (23) warga sekitar Jl Depati Said Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dalam kesehariannya biasanya menjadi tukang ojek, tetapi kini harus pindah profesi menjadi penjual durian untuk mencukupi kebutuhan istri dan satu orang anaknya. “Walaupun saya tidak punya pohon durian, jika musim durian seperti sekarang ini saya merasa senang sekali karena saya jadi ikut panen rezeki, dengan berjualan durian, walaupun dari pagi hingga malam saya jalankan “ ungkap Indra.

Menjadi penjual durian musiman sudah dijalani Indra sejak enam tahun yang lalu, disamping pekerjaan sehari- harinya menjadi tukang ojek, tidak sedikit keuntungan yang diperolehnya,. Biasanya ia membeli satu keranjang durian sekitar Rp 90.000 berisi 25 buah, ada yang kecil dan ada yang besar, kemudian dipisahkan dan kemudian untuk dijual dengan harga yang berbeda- beda pula. 

“Karena sekarang sudah musim atau istilahnya banjir durian maka harga sudah termasuk murah, durian ukuran besar saya jual rata- rata Rp.10.000/buah, tetapi kalau yang sedang dan kecil harganya berkisar Rp 4.000 hingga Rp 6.000,” ungkap Indra sambil melayani pembeli.

Selain Indra ada juga Sudirman (38), profesinya juga tidak jauh berbeda disamping kesehariannya menjadi tukang ojek bapak empat anak ini juga mau tidak mau, beralih profesi menjadi penjual durian hingga larut malam, karena menurutnya lebih menguntungkan. Walaupun ada juga kesedihan jika hujan turun.  

“Kalo ari ujan tu na dagangan aku dak laku, tapi kalu dak ujan alhamdulillah bisa bawa berkah “ ungkapnya sambil tersenyum. Dalam sehari paling sedikit 30 buah pasti laku terjual, dan kalau nasib sedang mujur ada pembeli dari luar kota memborong semua durian.

Wajah senang dan gembira menyambut datangnya musim durian juga terlihat dari raut wajah Zainuri, yang biasanya mangkal dikawasan Jalan Depati Said, dengan sabar dan semangat menunggu pembeli yang datang meski harus kepanasan, sebagai tukang ojek menurutnya hasilnya tidak seperti menjual durian, walaupun demikaian kadangkala barang dagangan juga habis terjual tetapi setidaknya keuntungan sudah diperoleh.

Untuk buah durian yang sudah dua hari tidak habis terjual, menurut mereka dibawa pulang dan dibuat tempoyak, jadi menjual durian walaupun tidak habis mereka tidak merasa rugi, sebab masih tetap bisa menghasilkan uang dari hasil penjualan tempoyak.

Bukan hanya tukang ojek yang harus rela dan senang hati beralih profesi jadi penjual durian, Sus warga Kelurahan Lubuk Aman biasanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga berjualan sayur- sayuran keliling, tetapi kini untuk sementara waktu harus melupakan sejenak berkeliling menjajakan sayuran, ia lebih memilih mangkal dipinggir jalan depati Said bersama sekitar 20 orang lainnya dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB untuk menjual durian mulai dua mingguan yang lalu. 

“Saya rela melupakan sejenak berjualan sayuran hanya untuk mencari tambahan biaya hidup sehari- hari saya dengan berjualan durian, karena lebih menguntunkan, walupun tidak laku tetapi tidak terbuang sia- sia seperti sayuran, bisanya jika dalam dua hari tidak laku langsung saya bawa pulang kemudian saya buat tempoyak, kemudian saya jual, akhirnya kan jadi uang lumayanlah dari pada saya nganggur dan hanya mengandalkan suami” jelasnya.*  

Dua Balon Legislatif Diperebutkan Parpol

Hasil Konsultasi KPU

LUBUKLINGGAU-Hasil konsultasi KPU Kota Lubuklinggau dengan Ketua dan Sekretaris Partai Politik (Parpol) sejak Senin (27/10) sudah ada beberapa temuan menarik. Salah satunya ada dua kader Parpol yang diperebutkan dua parpol, yakni antara parpol tempat awal bernaung dan parpol yang kini mengusungnya, serta adanya calon yang belum melengkapi surat penguduran diri dari PNS.

Dijelaskan Divisi Tekhnis KPU Kota Lubuklinggau, Aspuda Ferdiansie SP, informasi mengenai bakal calon legislatif yang loncat pagar tersebut berdasarkan laporan dari PDP. Dimana ada dua kadernya, pada pencalonan legislatif pindah ke PPIB dan Pakar Pangan. “Laporan pertama kita terima Senin, dan yang kedua diterima tadi pagi (Selasa, 28/10, red),” jelasnya.

Dalam laporan itu terungkap, keduanya sudah mengundurkan diri dari PDP, hanya saja SK pemberhentian keduanya belum turun dari PDP. Sehingga ketika keduanya tercantum dalam daftar calon sementara (DCS) partai lain, PDP langsung komplain. “Namun dalam masalah ini, kita tidak mau campur tangan. Jadi kami serahkan agar diselesaikan secara internal partai,” jelasnya.

Hanya saja mereka diberi waktu sampai dengan Kamis (30/10), pasalnya jika sampai dengan hari itu persoalan tersebut belum selesai, bisa saja calon bersangkutan akan dicoret, sebab Jumat (31/10) Daftar Calon Tetap (DCT) sudah diumumkan ke masyarakat. “Begitu juga dengan masalah PNS,” jelasnya.

PNS yang diketahui mantan kepala dinas tersebut, menurut Aspuda belum melampirkan surat keterangan dari Kepala Daerah soal pengunduran diri. “Karena dia belum pensiun, alias baru memasuki masa persiapan pensiun (MPP), makanya surat dari kepala daerah harus tetap dilampirkan,” terangnya.

Hari ini Terakhir Konsultasi

Hari ini (Rabu, 29/10) terakhir jadwal konsultasi KPU Kota Lubuklinggau dengan Ketua dan Sekretaris Parpol soal penetapan DCT. Khusus Selasa (28/10) ada 15 parpol yang diajak konsultasi, sedangkan Senin (27/10) juga 15 parpol yang diajak konsultasi oleh KPU. “Sengaja kejar target, sehingga hari terakhir tinggal sedikit parpol yang diajak konsultasi,” tandasnya. (ME-03)

2009, 42 Desa Tertinggal Berubah Status

MUSI RAWAS – Jumlah daerah tertinggal di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus berkurang. Jika selama ini lebih 150 desa di Bumi Lan Serasan Sekentenan masih tergolong terbelakang, pada tahun ini (2008) dari hasil evaluasi berkurang menjadi 42 desa lagi.

Selanjutnya tahun depan (2009) targetnya 42 desa tersebut berubah status tidak lagi menjadi daerah tertinggal sejalan dengan dihapuskannya status Kabupaten Mura sebagai daerah tertinggal terlebih dengan telah diterimanya ‘Meretas Ketertinggal Award’ oleh Bupati Mura, Ridwan Mukti dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal RI.

Harapan ini tidak terlalu muluk sebab langkah untuk merealisasikannya mulai disusun secara seksama. Yang pasti Pemkab Mura telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi 42 desa tertinggal tersebut yang dimantapkan dengan SK Bupati Mura. “Untuk tim sudah dibentuk, selanjutnya tinggal menunggu SK Bupati untuk memulai langkah evaluasi,” jelas Kepala Badan Pusat Statistis (BPS) Kabupaten Mura, Tardjono Sontopawiro.

Evaluasi menurut Tardjono dilakukan dengan melihat langsung koondisi 42 desa tersebut dan menetapkan apa saja yang menjadi prioritas pembangunan agar statusnya bisa meningkat meninggalkan predikat desa tertinggal.

“Jadi dalam menetapkan kategori tertinggal suatu desa ada rumusan dan point-point tertentu. Untuk itu langkah yang paling tepat adalah meningkatkan point tersebut dengan beberapa langkah pembangunan. Nah inilah yang akan dijalankan Tim Evaluasi dimana hasil kerjanya berupa rekomendasi mengenai langkah yang menjadi prioritas. Ini jelas sangat positif sebab pembangunan benar-benar terarah sesuai dengan kondisi dan tututan masyarakat,” katanya.

Diantaranya yang paling pas yakni pembangunan infrastruktur dasar yang sudah dijalankan Bupati Mura selama ini. “Jadi memang tidak bisa dipungkiri untuk sektor pembangunan khususnya infrastruktur dasar yang sudah dijalankan di Kabupaten Mura sangat tepat dan menjadi modal penting melepaskan status tertinggal suatu daerah,” imbuh Tardjono.

Sebab dengan terbangunnya infrastruktur dasar khususnya jalan maka kegiatan perekonomian akan meningkat dan merangsang peningkatan sektor lainnya. “Jadi memang yang paling utama pembangunan jalan aspal di desa-desa sangat tepat. Termasuk terhadap 42 desa yang masih masuk kategori tertinggal pembangunan jalan aspal juga harus menjadi prioritas selain pembangunan lainnya disesuaikan kondisi desa masing-masing,” tukasnya.

Disampaikannya penilaian terhadap desa tertinggal tersebut terdiri dari 15 variabel. Kembali diingatkannya jika setiap desa yang skornya terendah telah memiliki jalan poros (aspal,red) maka 42 desa tersebut tidak bakal dikategorikan desa tertinggal. 

“Skor jalan poros desa merupakan skor tertinggi, jika semua desa sudah memiliki jalan aspal maka semua Kabupaten Mura akan benar-benar terlepas dari desa tertinggal, berdasarkan data yang didapatkan sedikitnya 26 desa belum diaspal,” katanya.

Sebagai informasi tambahan 42 desa yang masih dikategorikan tertinggal di 21 kecamatan dalam Kabupaten Mura kembali akan dievaluasi untuk disahkan Bupati Mura. Setelah benar-benar disyahkan sebagai daerah tertinggal, selanjutnya datanya akan disampaikan ke pemerintah pusat sebagai tolak ukur program pembangunan 2009 mendatang. Semua ini telah dibahas dalam rapat koordinasi tim up dating penilaian Desa/Kelurahan tertinggal 2008 bersama para camat beberapa waktu lalu.

Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memeriksa kembali desa yang dikategorikan tertinggal oleh tim Up Dating, agar nantinya tidak terjadi kesimpangsiuran data. Selanjutnya dengan adanya daftar desa tertinggal maka nantinya dapat menerapkan semua program desa tertinggal dari pemerintah pusat. (ME-01)

Chain Saw Nyasar, Tangan Nyaris Putus

LINGGAU UTARA-Surono (28) warga Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara sekitar pukul 16.00 WIB dibawa ke IGD RS dr Sobirin Kabupaten Mura dengan tubuh penuh darah. Terlihat luka menganga cukup besar di dada kanan sekitar 15 cm dan di leher serta lengan kiri nyaris putus. Luka yang diderita Surono akibat Chain Saw atau gergaji mesin nyasar yang dioperasikan Vina (34) yang tidak lain saudaranya. 

Diceritakan kerabat korban di IGD RS dr Sobirin kepada Musirawas Ekspres kejadian berdarah yang hampir merenggut nyawa itu murni kecelakaan. "Ceritanya mereka (Surono dan Vina) dengan membuka lahan mereka untuk dijadikan kebun. Dan karena ada beberapa pohon besar maka menggunakan chain saw untuk menebangnya," ungkap kerabat korban.

Awalnya semua berjalan lancar tanpa ada insiden apapun. Pohon-pohon besar sudah ditebang menggunakan chain saw. Dan akhirnya terjadi suatu kejadiaan nass tersebut. Seperti biasa Vina yang mengoperasikan Chain Saw menuju salah satu pohon yang sebenarnya tidak besar.

Agar pohon tumbang berlawanan arah dengan Vina yang mengoperasikan Chain Saw, korban mendorong pohon yang ditebang. Namun ternyata pohon yang ditebang dan didorong arahnya malah berbalik ke Vina. Melihat pohon tumbang ke arahnya, Vina terkejut dan langsung menarik Chain Saw.

Nah saat itulah Chain Saw yang masih menyala nyasar mengenai tubuh korbanm. Pisau gergaji yang tajam langsung menghantam bagian dada kanan dan leher korban serta tangan kiri. Kontan darah segar langsung keluar. Melihat itu Vina dan anggota keluarga lainnya langsung membawa korban ke RS dr Sobirin. (ME-01)

Dugaan Korupsi DAK Segera Disidang

LUBUKLINGGAU-Setelah 18 hari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau membuat rencana surat dakwaan, akhirnya Selasa (28/10) berkas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Mura dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. 

Berkas kedua tersangka DAK masing-masing Saari Zahri (48) warga Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Zulkipli (42) warga Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dilimpahkan langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) E Neser Silalahi, SH dan diterima Panitera Pengganti (PP) Z Abidin Kamal, S.Sos. 

Kendati sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau kedua tersangka tidak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau, sebab status tahanannya menjadi Tahanan Kota.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Encep Yuliadi, SH kepada Musirawas Ekspres mengakui telah menerima berkas dugaan korupsi DAK yang dilimpahkan dari Kejari Lubuklinggau.

"Benar saya sudah menerima berkas DAK,'jelasnya. Tapi untuk sementara belum bisa berkomentar karena belum membaca isi dari surat dakwaan JPU tersebut.

"Berkas baru akan dibaca hari ini, Rabu (29/10). Setelah dibaca baru akan memberi komentar,"tegasnya. 

Terpisah salah satu penasehat hukum kedua tersangka, Insani, SH mengatakan belum mengetahui kalau berkas kedua kliennya sudah dilimpahkan ke PN Lubuklinggau. Alasannya pelimpahan itu tidak disertai dengan tersangkanya. " Belum monitor, sebab biasanya kita akan melihat diregister pidana, siapa hakimnya dan kapan sidangnya,"kata Insani.

Kendati demikian sebagai penasehat hukum pada persidangan perdana akan mengajukan penangguhan penahanan menjadi tahanan Kota Lubuklinggau. "Pengajuan penangguhan tahanan tetap dilakukan pada sidang perdana. Mengenai dikabulkan atau tidak, seluruhnya kewenangan hakim,"pungkasnya.  

Sekedar informasi dua tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Drs H Saari Zahri yang juga Kepala Dinas Permuda dan Olahraga (Kadispora) dan Zulkifli ST berikut berkasnya, Kamis (9/10) lalu dilimpahkan Polres Mura ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau. Namun kedua tersangka bisa sedikit lega karena dengan jaminan keluarga dan pengacara mereka tidak harus meringkuk di balik jeruji besi. Status keduanya tahanan kota sehingga bisa tetap pulang ke rumah.(CW-01/ME-02)  

28 Oktober 2008

Waspada Gula Merah Dicampur Deterjen

LUBUKLINGGAU-Hati-hati mengkonsumsi gula merah. Pasalnya diduga telah beredar gula merah dicampur dengan deterjen saat pembuatannya di Kota Lubuklinggau. Informasinya pemakaian deterjen dilakukan untuk mempercepat proses pengerasan (pencetakan) gula merah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Hj Desilina Tjaja SKM, kepada Musirawas Ekspres, Senin (27/10) di Kantor Diklat Lubuklinggau mengatakan sampai saat ini belum menerima adanya laporan bahwa gula merah dicampur deterjen telah beredar di Lubuklinggau. Namun jika benar sampai beredar, siapa saja yang mengkonsumsi gula merah tersebut bisa terkena penyakit diare dan mencret. Yang terpenting akan merusak pencernaan. 

Ditambahkannya saat ini Dinkes tidak bisa mengatakan kalau gula merah yang beredar di Kota Lubuklinggau dicampur deterjen atau tidak. Kalau memang dicampur, Dinkes akan melihat cara pembuatannya. Jika itu terjadi akan diarahkan kalau bisa pembuatan gula merah tersebut jangan sampai dicampur deterjen. “Kita akan tanya mengapa dicampur dengan deterjen. Selanjutnya kita berikan pengertian dan saran untuk memberi campuran bahan yang tidak membahayakan apabila dikonsumsi pada gulan merah jika memang harus ada campurannya,” jelasnya. 

Untuk itu Dinkes Lubuklinggau menghimbau kalau memang gula merah yang diproduksi dicampur deterjen, hendaknya jangan membuat resah masyarakat. Karena jelas gula merah akan dikonsumsi oleh masyarakat. 

Dari hasil penelusuran sementara keberadaan gula merah informasinya diproduksi oleh pengerajin di luar Lubuklinggau tepatnya pasokan dari Curup, Rejang Lebong. Makanya sulit untuk menjalin koordinasi membahas semuanya. Sebab untuk langkah koordinasi sudah harus melalui jalur provinsi karena memang sudah beda provinsi. “Boleh-boleh saja koordinasi, tapi sejauah ini Curup juga tidak koordinasi dengan kita,” kelitnya. 

“Harus diketahui saat ini kita harus berbicara berdasarkan fakta. Kalau faktanya tidak ada untuk apa turun ke lapangan,” tegasnya. 

Terpisah Ketua YLKI Lubuklinggau, Hasran Akwa SH mengatakan kalau memang ada beredar gula merah dicampur deterjen pihaknya mengeluarkan himbayan kepada pemerintah, terkhusus Dinkes Lubuklinggau untuk melakukan uji sampel produk gula merah. Uji sampul itu dilakukan dengan cara pengecekan melalui laboratorium, sebab selama ini gula merah tidak terpantau karena home industri. 

“Kalau ada hal seperti itu harus cepat antisipasi, sebelum mengganggu konsumen,”pintanya. Selain itu juga YLKI menghimbau kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan hal itu, karena akan ada konsekuensinya apalagi tdak memenuhi standar kesehatan. “YLKI menghimbau kepada konsumen agar teliti membeli barang, baik produk lokal atau dari perusahaan home industri. Karena khawatir banyak produk yang beredar tidak memenuhi standar kesehatan,” pungkasnya. (ME-02) 

Dampak Gula Merah Campur Deterjen Bagi Kesehatan
1. Mengakibatkan Diare
2. Mencret
3. Merusak pencernaan

Sekwan Mura Diperiksa Selama 5 Jam

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Korpri

LUBUKLINGGAU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan Korpri senilai Rp 1 M hasil audit BPK tahun 2006. Jika sebelumnya mantan Kabag Keuangan dan Kasubag Anggaran Setda Mura yang dimintai keterangan, kemarin (Senin, 27/10) giliran Sekretaris DPRD (Sekwan) Mura, Drs H M Isa Sigit MM yang dimintai keterangan oleh Kejari Lubuklinggau. Bahkan pemeriksaan cukup alot memakan waktu sekitar lima jam.

Isa Sigit yang juga mantan Kepala Dinsos Mura ini datang ke Kejari Lubuklinggau sekitar pukul 10.00 WIB menegenakan Pakaian Dinas Harian (PDH), langsung masuk ke ruang Kasi Intelijen. Di dalam ruang Kasi Intelejen informasinya Isa Sigit dicerca beberapa pertanyaan seputar kasus dugaan korupsi Korpri Rp 1 M hasil audit BPK tahun 2006. Diperkirakan Sekwan dimintai keterangan bukan sebagai saksi, tapi dimintai keterangan untuk pengumpulan data. 

Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra SH, kepada Musirawas Ekspres, Senin (276/10) di ruang kerjanya mengakui Kejari Lubuklinggau meminta keterangan kepada Sekwan, Drs H M Isa Sigit, MM karena kapasitasnya pernah sebagai wakil ketua Korpri Mura. "Benar, Kejari memeriksa Sekwan Mura untuk dimintai keterangan sebagai upaya pengumpulan data. Disamping itu untuk memastikan apakah yang bersangkutan tahu atau tidak masalah aliran dana korpri," jelasnya. 

Selain melakukan pengumpulan data, Kejari Lubuklinggau juga meminta bantuan BPKP untuk melakukan audit seputar dana korpri tersebut. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak. 

Siapa lagi yang akan diperiksa? Taufik menegaskan untuk pemeriksaan selanjutnya masih akan melihat aliran dananya terhenti dimana. Kalau berdasarkan penyelidikan masih diperlukan pemanggilan, maka akan dilakukan pemanggilan. “Siapa yang akan dipanggil belum diketahui," kelitnya.

Dalam kesempatan itu juga Taufik mengatakan berdasarkan penyelidikan hanya terjadi kesalahan prosedur administrasi, tidak bisa dikatakan korupsi. Makanya penyelidikan dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab masalah aliran dana tersebut. "Kalau rekomendasi dari BPK minta diperbaiki belum tentu dikatakan korupsi,” tegasnya. 

Sebagai informasi, awal mula kasus ini mencuat berawal dari laporan sejumlah LSM asal Kabupaten Mura seperti LSM Gelombang Ummat, Persatuan Guru Intelektual Indonesia (PGII), Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat dan Lembaga Misi Reclassering Republik Indonesia, kepada Kejari Lubuklinggau dan bahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. 

Salah satu Ketua LSM yang getol agar kasus ini ditindaklanjuti, Ahmad Jamaluddin didampingi Sekretaris Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat, Mulyadi mengungkapkan berkas kasus ini juga sudah disampaikan ke Kejari Lubuklinggau pada 8 September 2008 lalu dan telah ditindaklajuti pihak Kejari setempat dengan telah memeriksa beberapa saksi. 

Lebih lanjut Ahmad memaparkan, munculnya dugaan kasus korupsi ini berawal dari didapatnya hasil audit BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Mura tahun anggaran 2006 di Lubuklinggau dengan nomor surat: 154.a.1/S/XIV.2/07/2007 tanggal 4 Juli 2007. Dimana dari hasil audit itu, lanjut dia, terdapat realisasi bantuan keungan menyalahi ketentuan."Dimana salah satu oraganisasi yang mendapat bantuan tersebut adalah Korpri dengan mendapat kucuran dana segar sebanyak dua kali sebesar Rp 1.085.533.000,-,"ungkapnya. 

Adapun modus operandi korupsi, papar dia, dengan cara, Pemkab Mura pada satuan kerja Sekda mengucurkan dana bantuan kepada Korpri sebagai suatu organisasi kemasyarakatan sebanyak dua kali dan diberikan secara terus menerus sebesar Rp 1.085.533.000,- yang mana menurut hasil audit BPK RI hal tersebut tidak sesuai peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keungan daerah pasal 4 ayat 1 dan Kepmendagri No 29 tahun 2002 pasal 55 ayat 2. 

Serta, sambung dia, lampiran II surat edaran Mendagari No 903/2429/SJ tentang tekhnis penyusunan APBD/perubahan dan APBD tahun 2006 butir A angka 4 huruf d.3b bantuan keuagan 1,2 dan 3. Padahal, kata dia, bahwa Korpri sebagai organisasi yang beranggotakan seluruh PNS di lingkungan kerja Pemkab Mura biaya untuk operasional dan penunjang seluruh kegiatan organisasi telah menarik iuran yang dipotong langsung dari gaji setiap PNS di lingkungan kerja Pemkab Mura dengan besaran Rp 1.000 sampai Rp 15.000 berdasaekan golongan dan jabatan PNS bersangkutan. 

Anehnya lagi, kata Achmad, berdasarkan hasil investigas mereka pada 11 Agustus 2008 lalu ternyata salah satu pengurus inti Korpri Sekda Kabupaten Mura tidak mengetahui adanya dana bantuan Rp1.085.533.000,- tersebut. "Kemungkinan besar bendahara Korpri saat itu juga tidak mengetahui adanya bantuan itu, lantaran dia (bendahara Korpri) sedang berurusan dengan aparat pengak hukum dan terjerat kasus hukum," tandasnya. 

Dari data dan hasil investigasi mereka selama ini, maka dirinya beserta rekan-rekan LSM lain menduga kuat telah terjadi tindakan korupsi di Sekda Mura pada organisasi Korpi tahun 2006 lalu."Kami menduga mantan Sekda Kabupaten Mura saat itu yang juga merangkap sebagai Ketua Korpri Kabupaten Mura telah berusaha untuk memperkaya diri sendiri termasuk keluarga, dan para kroninya dengan sengaja menyalahgunakan wewenang yang ada padanya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 pasal 3 Jo No UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan penyelahgunaan jabatan atau wewenang,"katanya. (ME-02) 

Organisasi Pemuda Sempat Mati Suri

LUBUKLINGGAU-Organisasi kepemudaan di Kota Lubuklinggau menurut Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe MM, sempat mati suri. Oleh karena itulah dengan momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Pktober 2008, ia berharap pemuda agar kembali semangat dan kembali aktif di organisasi kepemudaan. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota kepada wartawan di gedung Badan Diklat Kota Lubuklinggau, Senin (27/10). 

“Pemuda kita ini sudah penuh dengan semangat. Tapi semangat itu harus diaktulisasikan, untuk mengaktulisasikannya ada satu kendala yakni dana. Berkaitan dengan pendanaan itu artinya kemandirian pemuda sangat dituntut,” jelas SN Prana Putra Sohe yang bisa dipanggil Nanan.

Selanjutnya Wawako kembali menjelaskan, organisasi pemuda sempat mati suri, karena kebablasan di era reformasi. “Banyak wadah kepemudaan yang sudah pudar, dan hilang sedemikian rupa. Makanya kita ingin semangat pemuda itu kembali ke dalam wadahnya masing-masing,” jelasnya.

Wadah organisasi tersebut, diharapkan bisa menjadi tempat pemuda untuk bisa bernaung untuk meaktulisasikan diri. “Ada IMM, Pemuda Ansror dan lain-lain agar bakit kembali. Artinya jangan hanya tinggal nama saja. Karena kebablasan saat reformasi, dimana beberap organisasi disangka menjadi underbonde dari salah satu parpol atau pemerintah,” jelasnya.

Kemudian ditambahkannya, organisasi sangat penting untuk mengakomodir potensi dari pemuda. Seperti agama mengakomodir di bidang keagamaan dan sebagainya. “Sebenarnya organisasi pemuda di Lubuklinggau cukupa aktif, bahkan lebih baik dari derah lain, namun diharapkan lebih aktif lagi,” tandasnya

Terakhir Nanan juga berharap, dengan aktifnya pemuda di organisansi, maka bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga bisa menjauhkan diri dari narkoba. “Mereka aktif di organisasi kepemudaan masih termasuk aman dari narkoba. Kalau di luar organisasi agak berat,” tambahnya, yang mengaku sumpah pemuda berarti, memberikan semangat hidup untuk bangkit demi pembangunan daerah, dan pemuda bukan hanya sebagai penerus bangsa namun juga sebagai pelurus bangsa. (ME-03)

Tanpa Sentuhan Pembangunan, Tetap Jadi Tujuan Rekreasi Keluarga

Melihat Dari Dekat Bendungan T2 Purwakarta

Sebagai daerah yang luas Kabupaten Mura memiliki banyak potensi wisata yang menjanjikan. Satu satunya yakni Bendungan T2 Purwakarya yang lebih akrab disebut Dam T. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat tempat wisata ini menjadi pilihan keluarga walaupun sejauh ini masih cukup alami belum tersentuh pembangunan.

Oleh : RATIH D LUKITASARI-PURWODADI

Bendungan T2 Purwakarya sesuai namanya terletak di Desa T2 Purwakarya Kecamatan Purwodadi. Bangunan ini merupakan bendungan yang memiliki nilai jual dan nilai wisata yang tinggi terlepas dari fungsinya yang vital dalam mengairi areal persawahan guna mendukung Mura Lumbungan Beras sebagai daerah utama penyokong Lumbung Pangan Nasional.

Bendungan ini mengaliri areal persawahan yang ada disekitarnya, dan merupakan bendungan yang dibuat untuk irigasi sawah. Dengan bendungan ini arus air mengalir begitu deras dan lancar. Selain itu menjadikan satu pemandangan indah untuk dinikmati karena nampak seperti air terjun. Ditambah lagi pada atas bendungan ini dibuat jembatan gantung sehingga semakin memperindah kawasan ini. Kalau saja di sekitar daerah ini dibangun beberapa fasilitan pendukung wisata, bukan tidak mungkin lokasi ini menjadi aset wisata terbesar bagi Kabupaten Mura. Sebab dilihat dari lokasinya sangat tepat dibangun kawasan permainan dan fikni berlatar belakang alami.

Masyarakat yang datang ke Bendungan T2 Purwakarya ini bisa menikmati pemandangan alam disekitar yang masih hijau nan alami. Tumbuhan yang hijau dan areal persawahan disekitar jembatan T2 Purwakarya semakin memperindah pemandangan. Pemandangan ini sangat cocok untuk masyarakat yang ingin berekreasi melepas stress setelah terjebak dalam rutinitas dan kesibukan setiap harinya.

Di sekitar areal Bendungan T2 Purwakarya ini ada tanah lapang yang ditumbuhi ruput hijau. Sangat cocok digunakan untuk keluarga maupun muda-mudi yang ingin piknik di sana. 
Dengan membawa tikar ataupun karpet dan alasa lainnya suasana liburan di Bendungan T 2 makin asyik.

Beralaskan tikar satu keluarga besar atau kelompok pertemanan bisa makan bersama secara lesehan dengan dikelilingi tumbuhan dan suasana pedesaan ditambah lagi air terjun dari bendungan. Pemandangan ini sangat pas untuk melepas stress dan bergembira ria bersama keluarga maupun teman-teman. 

Selain pas digunakan untuk piknik, tanah lapang inipun juga cocok digunakan untuk berkemah. 
“Tempatnya enak buat nongkrong sama teman-teman sambil ngobrol,” ujar Sisilia, salah satu pengunjung dari Kota Lubuklinggau, saat ditemui Musirawas Ekspres, Minggu (26/10). 

Sisilia juga mengungkapkan bahwa Bendungan T2 memiliki pemandangan yang indah dan juga arus yang deras pada bendungan menambah nilai lebih. “Kalo pada hari minggu atau hari besar dan hari libur lainnya Bendungan T2 ini ramai dikunjungi orang. Biasanya dari orang sekitar sini maupun dari oralng luar daerah,” ujar Budi salah satu warga yang tinggal di sekitar Bendungan T2 Purwakarya. *

Aktivitas Warga Air Satan Kembali Normal

Hari Kedua Pasca Angin Puting Beliung

MUARA BELITI – Aktivitas hari kedua pasca Bencana Angin Puting Beliung di Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti pada Sabtu (25/10) pukul 18.00 WIB, beranggsur-angsur normal kembali. Dipastikan hampir seluruh rumah kategori rusak ringan sudah diperbaiki pemiliknya. Hanya saja penerang listrik masih dalam tahap perbaikan. Hal ini juga berkat langkah cepat tanggap Pemkab Mura melalui Tim Tagana yang sudah datang tidak beberapa lama setelah kejadian.

Pantauan Musirawas Ekspres Senin (27/10) di lokasi bencana angin puting beliung, rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan ringan (atap,red) sudah diperbaiki. Namun perbaikan tetap dilakukan dua warga pemilik rumah yang mengalami kerusakan total. Selain itu, aktivitas pertanian, di persawahan dan kolam ikan air deras sudah berlangsung seperti biasa dimana sebagian petani tetap melakukan aktivitas pemanenan di area persawahan.

“Sebagian rumah sudah diperbaiki, karena hanya mengalami kerusakan pada atap rumah, sehingga mudah untuk diperbaiki. Hingga hari ini (kemarin, red) warga kembali melanjutkan pekerjaannya, seperti memanen padi, mengurus kolam ikan air desar, dan rapat di pemerintahan desa,” kata Tarjo warga Desa Air Satan ditemui koran ini.

Kades Air Satan, Ghufron membenarkan aktivitas warga Air Satan sudah kembali normal, dimana rumah yang mengalami kerusakan ringan sudah selesai diperbaiki. “Berdasarkan pengecekan ulang, sedikitnya empat rumah mengalami rusak berat lebih sedikit dari pendataan sementara dimana mencapai 49 rumah,” kata Ghufron.

Selain itu, lanjutnya bantuan Sembako dari Dinas Sosial kemarin telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan akibat terkena bencana puting beliung. “Bantuan Sembako kemarin sudah disalurkan, saat ini dua rumah yang kategori rusak total tetap membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Mul, warga Desa Air Satan, pasca hari kedua angin puting beliung kepada koran ini mengungkapkan, kerusakan yang ditimbulkan tersebut dirasa wajar karena tinggi putaran angin yang ditimbulkan mencapai 10 meter lebih.

“Di saat angin menghantam pohan dan rumah penduduk, saya berada di luar rumah dan dapat menyaksikan langusung bagaimana angin puting beliung itu menumbangkan tiang listrik, pepohonan dan menerbangkan atap perumahan penduduk, bahkan batang karet banyak yang tumbang,” kata Mul.

Diceritakan Mul, putaran angin sangat jelas terlihat olehnya karena meskipun gelap namun angin tersebut terlihat sangat terang, dan mengeluarkan suara yang sangat keras. “Putaran angin saat itu sangat keras, tinggiinya sekitar 10 meter lebih, saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah disaat rumah saya diterpa angin,” kata Mul.

Sementara itu hari ini (Selasa, 28/10) Bupati Mura, Ridwan Mukti dijadwalkan akan mengunjungi lokasi bencana. Demikian dikatakan Kabag Humas Mura, H Rudi Irawan S.Sos M.Si melalui Kasubag Pemberitaan, Hendri, kepada Musirawas Ekspres.

“Setelah dari Bengkulu, bupati akan langsung menuju lokasi bencana di Desa Air Satan, untuk meninjau langsung kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung tersebut,” kata Hendri.

Diinformasikan sebelumnya, akibat terjangan angin putting beliung tersebut sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat ditempati. 49 rumah dikategorikan rusak berat, dan 10 rumah rusak ringan, serta sedikitnya empat tiang listrik dan 150 pohon ukuran besar roboh serta empat tiang listrik lagi dalam posisi condong. (ME04)

17 Desa akan Laksanakan Pilkades

MUSI RAWAS-Tujuh belas kepala desa (Kades) di wilayah Kabupaten Musi Rawas saat ini sudah habis masa jabatan. Makanya untuk 17 desa tersebut wajib digelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Demikian dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Mura, H Yuzakkir SH M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pemberdayaan Desa dan Kelurahan, Musadik, kepada Musirawas Ekspres. 

“Untuk sementara, terdata 17 Kades dinyatakan telah habis masa jabatan dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilkades. Pastinya pergantian Kades akan dilakukan sesuai aturan dan mekanismes yang ada,” ungkapnya. Ditambahkan Musadik, dari 17 desa yang akan melaksanakan Pilkades, sembilan desa diantaranya telah memasuki tahap pembentukan Panitia Pilkades dan delapan desa sedang dalam tahap verifikasi berkas calon kepala desa (Cakades).

Sesuai data dari BPMD, delapan desa yang akan melaksanakan Pilkades dan sudah memasuki tahap verifikasi berkas calon meliputi Desa Lubuk Kumbung dengan mepat kandidat, Prabu Menang satu, Napal Melintang satu, Durian Remuk dua, Suka Jaya satu, Suko Worno dua, Yudha Karya tiga, dan Pian Jaya dua, .

“Kita terus mendata para Kades yang habis masa jabatannya agar segera dapat dilaksanakan tahapan Pilkades,” jelasnya. Mengenai berkas Cakades, Musadik menjelaskan semuanya kemungkinan besar tidak tidak terdapat persoalan karena telah melalui beberapa proses tahapan di tingkat Panitia Cakades desa masing-masing.

“Karena selama ini dalam menilai berkas yang ada dilakukan secara teliti, kalau pun ada kemungkinan kesalahan panitia Pilkades di lapangan,” jelasnya. (ME04) 

Pemkab Mura Usulkan OP Beras Kepada Menteri Perdagangan

Priskodesi : Khusus Daerah Bukan Penghasil Beras
MUSI RAWAS – Krisis global atau krisis ekonomi dunia saat ini yang mengakibatkan anjloknya harga buah sawit dan karet dampaknya sangat terasa bagi masyarakat Kabupaten Mura. Pasalnya masyarakat Bumi Lan Serasan Sekentenan ini dominan sebagai petani karet dan sawit yang tentunya sangat tergantung dengan harga jual dua komoditi tersebut.

Alhasil paceklik kecil mulai terbentuk khususnya bagi petani karet dan sawit. Daya beli masyarakat khususnya petani kedua komoditi jauh menurun. Jika sebelumnya saat harga jual karet dan sawit tinggi mereka sangat konsumtif bahkan berlomba-lomba membeli barang lux termasuk kendaraan. Namun kini tidak lagi bahkan mereka siap-siap merelakan kendaraan ditarik pihak dealer karena tidak sanggup membayar angsuran. Bahkan untuk membeli kebutuhan pokok khususnya beras mereka kesulitan. 

Terkait kondisi tersebut Pemkab Mura sudah mengambil langkah guna membantu masyarakat. Menurut Kepala Bagian Ekonomi Setda Mura, Drs EC Priskodesi langkah paling konkret yang akan dilakukan yakni melakukan operasi pasar (OP) beras dengan harga murah. “Rencana OP beras ini merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Mura, Ridwan Mukti menyikapi krisis global saat ini. Dimana yang paling penting pemerintah berupaya membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok setiap hari,” jelas Priskodesi.

Hanya saja OP Beras ini tidak bisa serta merta dilakukan, namun perlu persiapan matang dan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat. “Dalam hal ini karena semuanya terkait dengan krisis global yang terjadi hampir di seluruh dunia maka penanganannya merupakan kebijakan pemerintah pusat. Hanya saja langkah dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah. Untuk itulah kita mengajukan usulan OP Beras tersebut dan meminta persetujuan secara langsung,” katanya.

Lebih tepat dilanjutkan Priskodesi pihaknya sudah melayangkan surat langsung kepada Menteri Perdagangan RI terkait usulan OP Beras. “Untuk saat ini kita tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Perdagangan. Dan biasanya jika disetujui akan langsung diteruskan kepada Bulog untuk teknis pendistribusiannya yang tentunya berkoordinasi langsung dengan Pemkab Mura,” tambahnya.

Sejauh ini memang belum ada jawaban, namun pihaknya berupaya semaksimal mungkin dengan melakukan lobi agar OP Beras bisa dilakukan mengingat hal ini sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan. “Mudah-mudahan, intinya kita berdo’a agar usulan ini bisa dipenuhi. Jika demikian teknisnya akan langsung kita susun. Terutama OP Beras akan dilaksanakan di daerah-daerah penghasil karet dan sawit. Maksudnya daerah yang mayoritas merupakan kebun sawit dan karet bukannya penghasil beras,” katanya.

Mengapa dipilih daerah tersebut, sebab karena tidak ada produksi beras masyarakat setempat tentu kesulitan mendapatkan beras. “Makanya pemerintah daerah berupaya membantu dengan mengadakan OP Beras di daerah yang bukan penghasil beras,” tukasnya.  

Selanjutnya mengenai pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) yang sempat macet akibat banyak tunggakan, menurut Priskodesi saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Kades dan perangkat pemerintahan sudah mulai melunasi tunggakan untuk kemudian mengambil jatah Raskin untuk didistribusikan. “Dengan mulai lancarnya pendistribusian Raskin diharapkan dapat membantu masyarakat di saat krisis global sekarang ini,” pungkasnya.  (ME-01) 


Bantuan untuk Pedagang ‘Kebakaran’ Belum Jelas

LUBUKLINGGAU-Pemkot Lubuklinggau belum memastikan bagaimana bentuk bantuan yang akan diberikan kepada pedagang Blok A dan Blok B Pasar Inpres yang terbakar Kamis (23/10) lalu. Pasalnya masalah ini akan dibahas dahulu antara instansi terkait, yakni Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar dan Dinas Sosial.

Hal ini seperti dijelaskan Wakil Walikota Lubuklinggau Drs SN Prana Putra Sohe MM kepada Musirawas Ekspres usai membuka pelatihan di Badan Diklat Kota Lubuklinggau, Senin (27/10). “Saya sudah meminta data ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar mengenai jumlah pedagang yang petaknya terbakar, dan juga bentuk kerusakannya,” jelasnya.

Bentuk kerusakan yang dimaskud, apakah bangunan hingga barang ludes terbakar, atau hanya bangunan saja sementara barang masih bisa diselamatkan. “Berdasarkan kerusahan dan kerugian yang mereka alami itulah, nantinya akan kita rekomendasikan apa bentuk bantuannya,” jelasnya lagi.

Hanya saja ditambahkan Wawako karena permasalahan ini sudah diserahkan ke instansi masing-masing sesuai dengan tupoksinya, maka untuk mengatur segala sesuatu berkaitan pemberian bantuan tersebut adalah kewenangan Dinas Sosial dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar. “Yang jelas dalam waktu dekat, akan kita rapatkan apa bentuk bantuk yang diberikan,” terangnya.


Kamis Komisi II Undang Dinas Pasar 

Sementara itu Komisis II DPRD Kota Lubuklinggau, Senin (27/10) melakukan rapat secara internal membahas langkah-langkah apa yang akan dilakukan berkaitan dengan peristiwa tersebut. Salah satu hasil rekomendasi pertemuan tersebut, yakni melakukan pertemuan dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar.

“Tadi kita sudah melakukan pertemuan internal. Hasilnya Komisi II, Kamis (30/10) pukul 10.00 WIB mengundang Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar, guna mendengarkan informasi lanjutan perihal pasar,” tandas Sekretaris Komisi II DPRD Lubuklinggau, Hasbi Asidiki S.Ag.

Selain itu dalam pembahasan itu, pihaknya juga akan meminta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar agar segera memberikan bantuan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. “Jangan sampai mereka rugi secara berlarut-larut, apalagi saat ini sedang krisis global,” pungas Hasbi. (ME-03)

Jembatan Gantung Ulak Lebar Memprihatinkan


LUBUKLINGGAU-Kondisi jembatan gantung di RT 6 Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, saat ini sungguh memprihatinkan. Pasalnya papan bagian dasar jembatan banyak yang lapuk bahkan ada yang bolong-bolong.

Hal ini sangat ditakutkan oleh warga, pasalnya jembatan ini sehari-hari digunakan warga sebagai jalur menuju kebun mereka di lereng Bukit Sulap. Bahkan pantauan Musirawas Ekspres, jembatan ini sungguh mengerikan karena lubang menganga dimana-mana.

“Senarnya pembangunan jembatan ini belum genap satu tahun, tetapi kondisinya sudah tidak layak lagi, karena sudah sering orang yang melintas kadang- kadang ada yang sampai terjatuh masuk dalam lubang jembatan yang bolong” ungkap Nuri warga setempat.

Ditambahkannya Nuri, warga sekitar yang hampir setiap hari melintasi jembatan gantung tersebut untuk pergi ke kebun di kawasan Talang Ketua, dan sering merasa khawatir kalau ambruk, karena memang kayunya sudah rapuh semua. “Dahulu gara-gara bolong ada seorang anak jatuh, dan tewas hanyut,” terangnya. (CW-03)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More