EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label curupmetropolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curupmetropolis. Tampilkan semua postingan

21 Mei 2013

Bekal 50 Kupon, Warga Bengko Dapat Avanza

    Tampak Suja'i warga Bengko yang mendapatkan hadiah kendaraan mewah saat jalan santai

Bekal 50 Kupon, Warga Bengko Dapat Avanza
*Jalan Sehat HUT Kota Curup ke 133

CURUP–Suja’i (41) warga Dusun 2 Desa Bengko Kecamatan Sindang Dataran mengucap syukur ketika ia dipastikan meraih hadiah utama jalan santai HUT Kota Curup ke 133 yang dimotor Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Koran Harian Radar Pat Petulai, kemarin. Bermodalkan 50 lembar kupon jalan santai ini, bapak satu anak ini beruntung mendapatkan 1 unit mobil Toyota Avanza Tipe E.

Sekretaris Daerah (Sekda) RL, Drs Sudirman saat menyerahkan hadiah secara simbolik menilai, hadiah diterima oleh orang yang tepat. Tak dapat dipungkiri, sebagai seorang keluarga petani, Suja’i sangat mendambakan kehadiran kendaraan roda empat.

Hal ini diakui oleh Suja’I yang menegaskan tidak akan menjual mobil tersebut. Ia berjanji akan menggunakannya sebagai alat transportasi keluarga.
“Bapak-bapak tahu sendiri, daerah saya itu masih sangat minim alat transportasi umum dan jauh dari pusat kota. Saya rasa mobil ini akan sangat membantu kami dalam hal transportasi,” ujar Suja’i.

Dikatakan Suja’i, Dirinya tak punya firasat akan mendapatkan hadiah utama dalam jalan sehat tersebut. Hanya saja, niatnya mengikuti jalan sehat memang cukup besar. Berawal dari informasi yang didapatnya bersama kerabatnya bahwa aka nada jalan santai berhadiah dalam HUT Kota Curup. Ia bersama kerabatnya membeli 100 lembar kupon, kemudian dibagi dua. Sebanyak 50 kupon memang diharapkannya dapat mendapat hadiah meskipun hanya hadiah hiburan.

Sementara itu, di bagian lain, jalan sehat sebagai pembuka rangkaian kegiatan HUT Kota Curup dimeriahkan ribuan masyarakat RL. Jalan santai ini dimulai pagi hari start di rumah dinas Bupati RL. Bupati RL, H. Suherman, SE, MM melepas lansung ribuan peserta jalan santai yang berakhir di Panggung Utama HUT Kota Curup di Lapangan Setia Negara.
Selain 1 unit mobil, masyarakat RL yang beruntung lainnya mendapatkan sejumlah hadiah menarik. Seperti 1 unit motor, 1 ekor sapi, 4 unit kulkas dan hadiah menarik lainnya.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menjalin tali silaturahmi di tengah masyarakat yang kompak dalam pembangunan,” kata Suherman. (Ifn/pnc)

18 Mei 2013

Pemkab Siap Bantu Bayi Kembar Siam

Bayi Kembar Siam, buah hati pasangan Siswoyo dan Lia warga Desa Air Putih Kali bandung, Selupu Rejang yang lahir dengan selamat di RSUD Curup. ft ipan
 
Pemkab Siap Bantu Bayi Kembar Siam

CURUP –Bupati Rejang lebong (RL), H Suherman menegaskan Pemkab RL akan membantu biaya operasi bayi kembar siam putri pasangan , Lia Efrianti (21) dan Siswoyo (22) petani RT.5 Air Putih Kali Bandung Kecamatan Selupu Rejang yang dilahirkan pada Senin (13/05) malam lalu.
“Jelas kita akan bantu. Sekda melalui Bagian Administrasi Keuangan akan melakukan telaah pos keuangan mana yang memungkinkan untuk digunakan membantu biaya operasi bayi kembar siam ini,” ujar Suherman, kamis (16/05).

Dijelaskan Suherman, pemberian bantuan juga akan mengalami tahapan proses pengajuan. Pihak keluarga juga diharapkan untuk kooperatif untuk mengajukan proposal bantuan kepada Sekretariat  Daerah RL. “Kita kan masih ada waktu untuk melakukan prosedur, sebab untuk bisa dioperasi kondisi kesehatan bayi juga harus stabil dahulu, setidaknya selama 28 hari,” ujar Suherman.

Rasa simpatik juga di tunjukkan oleh Mardiani, Ketua Sinbat Desa Mojorejo Kecamatan Selupu Rejang. Pihaknya mengaku akan melakukan penggalangan dana dari Masyarakat guna membantu meringankan biaya transportasi bagi bayi kembar siam tersebut menjalankan operasi. “Jelas kami akan melakukan penggalangan dana, selain memang mereka adalah salah satu warga kami, sudah sepatutnya kita membantu sesama manusia,” ujar mardiani.

Sementara, pantauan Musirawas Ekspres, hingga saat ini, bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan buah hati pasangan Lia Efrianti (21) dan Siswoyo (22) masih menjalani perawatan secara Intensif di Sal Anak RSUD Curup dalam kondisi sehat. Sementara, ibu bayi telah dipulangkan ke rumah dan disarankan untuk melakukan rawat jalan, lantaran kondisi sang ibu sudah berangsur membaik.

“Untuk saat ini kondisinya sehat. Kami masih melakukan perawatan intensif terhadap bayi perempuan ini,” ujar dr Yuli, Spesialis Anak yang menangani bayi tersebut.

Dijelaskan Yuli, Tim Medis RSUD Curup hanya bersifat menstabilkan kondisi kesehatan bayi yang belum di beri nama oleh kedua orang tuanya tersebut hingga 28 hari mendatang. Sedangkan, Yuli juga menegaskan pihaknya belum bias memastikan organ tubuh dalam mana saja yang menyatu dari rubuh kedua bayi perempuan kembar siam tersebut.(ifn/dan)

15 Mei 2013

Lia Lahirkan Bayi Kembar Siam



  













KEMBAR SIAM - Bayi Kembar Siam, buah hati pasangan Siswoyo dan Lia warga Desa Air Putih Kali Bandung, Selupu Rejang yang lahir di RSUD Curup  


 


Lia Lahirkan Bayi Kembar Siam

CURUP-Pasangan suami istri Lia Efrianti (21) dan Siswoyo (22), petani warga RT.5 Air Putih Kayu Bandung Kecamatan Selupu Rejang, Senin (13/5) malam, mendapatkan anak pertama mereka dengan kondisi kembar siam. Bayi kembar siam ini lahir melalui operasi Caesar di RSUD Curup sektiar pukul 22.15 WIB, dengan berat badan 4,5 Kg.

Direktur RSUD Curup Almaini, menjelaskan kondisi kesehatan bayi dan ibu bayi yang melahirkan ini dalam kondisi sehat dan selamat. “Ibu dan anak kembarnya selamat. Kini sang bayi masih dalam perawatan kita secara intensif untuk dipantau perkembangan kesehatannya. Proses kelahiran bayi ini pun berjalan lancar, jenis kelamin bayi itu perempuan,” kata Almaini sambil menambahkan, kelahiran menggunakan jasa pelayanan Jampersal.

Almaini menambahkan, penyebab kelahiran kembar siam ini belum dapat di pastikan secara medis. Pasalnya, tenaga medis RSUD Curup masih melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan bayi kembar tersebut. “Secara detil ilmu medisnya saya kurang begitu menguasai namun yang jelas ini boleh dikatakan multi faktor. Makanya yang lebih pas mengetahui masalah tersebut adalah dokter yang menangani operasi kembar siam itu,” kata Almaini.

Dibagian lain, dokter spesialis kebidahan dr Aminullah Sp.OG yang menangani proses operasi mengatakan kondisi ibu bayi dalam keadaan sehat dan selamat. Bahkan, pasca kelahiran fisik ibu bayi tampak seperti ibu melahirkan pada umumnya.

“Bayinya pun lahir dengan selamat namun untuk melihat secara detil kondisi fisik sang bayi kembar siam ini khususnya mengenai organ tubuh yang ada di dalam kedua badan bayi harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk saat ini kita belum bisa berspekulasi terlalu jauh tentang kondisi sang bayi,” tegas Aminullah.
Serupa disampaikan dr Yuli yang menangangani kondisi sang bayi kembar siam pasca dilahirkan. Menurutnya, secara kasat mata kondisi sang bayi ini dalam keadaan sehat meski fisiknya tidak normal yakni perut kedua bayi menyatu.

“Jadi kita belum dapat memastikan apakah perlu dilakukan operasi pemisahan badan kedua sang bayi atau tidak. Karena harus ada langkah medis yang lebih mendalam untuk hal ini dan kita tidak bisa langsung terburu-buru mengambil tindakan operasi pemisahan yang dimaksud,” ujar Yuli.
Sementara, Siswoyo, ayah sang bayi kembar siam mengaku pasrah dengan kondisi kelahiran anaknya yang terbilang tidak normal. Siswoyo berharap, kondisi kesehatan kedua anak pertamanya berjenis laki-laki ini sehat dan tumbuh normal.

“Ya kalau nantinya pihak rumah sakit atau dokter yang menangani kondisi anak saya menyarankan untuk dilakukan operasi tentu akan saya lakukan. Tapi, saya sebagai orang tidak mampu yang hanya mengandalkan pencarian sebagai petani tentu tidak akan mampu untuk membiayai operasi pemisahan anak saya ini. Besar harapan kami nantinya ada pihak-pihak yang dermawan berkenan untuk membantu kami membiayai operasi anak kami ini nantinya.” ujar Siswoyo, kemarin.

Penyebab Kembar Siam
Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran. Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5 persen dan 25 persen dan kebanyakan (75 persen) berjenis kelamin perempuan.

Istilah kembar siam berawal dari pasangan kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam (sekarangThailand). Kasus kembar siam tertua yang tercatat adalah Mary dan Eliza Chulkhurst dari Inggris yang lahir pada tahun 1100-an.

Ada beberapa jenis kembar siam. Thoracopagus: kedua tubuh bersatu di bagian dada (thorax). Jantung selalu terlibat dalam kasus ini. Ketika jantung hanya satu, harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah. (35-40 persen dari seluruh kasus)

Omphalopagus: kedua tubuh bersatu di bagian bawah dada. Umumnya masing-masing tubuh memiliki jantung masing-masing, tetapi biasanya kembar siam jenis ini hanya memiliki satu hati, sistem pencernaan, diafragma dan organ-organ lain  (34 persen dari seluruh kasus).

Xiphopagous: kedua tubuh bersatu di bagian xiphoid cartilage. Pygopagus (iliopagus): bersatu di bagian belakang. (19 persen dari seluruh kasus). Cephalopagus: bersatu di kepala dengan tubuh yang terpisah. Kembar siam jenis ini umumnya tidak bisa bertahan hidup karena kelainan serius di otak. Dikenal juga dengan istilah janiceps (untuk dewa Janus yang bermuka dua) atau syncephalus.

Cephalothoracopagus: Tubuh bersatu di kepala dan thorax. Jenis kembar siam ini umumnya tidak bisa bertahan hidup. (juga dikenal dengan epholothoracopagus atau craniothoracopagus). Craniopagus: tulang tengkorak bersatu dengan tubuh yang terpisah (2 persen).

Craniopagus parasiticus - bagian kepala yang kedua yang tidak memiliki tubuh. Dicephalus: dua kepala, satu tubuh dengan dua kaki dan dua atau tiga atau empat lengan (dibrachius, tribrachius atau tetrabrachius) Abigail dan Brittany Hensel, adalah contoh kembar siam dari Amerika Serikat jenis dicephalus tribrachius.

Ischiopagus: kembar siam anterior yang bersatu di bagian bawah tubuh (6 persen dari seluruh kasus). Ischio-omphalopagus: Kembar siam yang bersatu dengan tulang belakang membentuk huruf-Y. Mereka memiliki empat lengan dan biasanya dua atau tiga kaki. Jenis ini biasanya memiliki satu sistem reproduksi dan sistem pembuangan.

Parapagus: Kembar siam yang bersatu pada bagian bawah tubuh dengan jantung yang seringkali dibagi. (5 persen dari seluruh kasus). Diprosopus: Satu kepala dengan dua wajah pada arah berlawanan.(ifn/dan/net)

13 Mei 2013

Kadispenda Sidak Pasar


 Kadispenda RL, Hj Susilawati SE MM saat sidak di Pasar Atas Curup

Kadispenda Sidak Pasar

CURUP – Guna memaksimalkan kegiatan penataan pasar, Kepala Dispenda Rejang Lebong (RL) melakukan pendekatan kepada sejumlah pedagang yang berdagang di pasar atas curup. Hal ini terungkap saat Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Dispenda RL, serta Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan RL, rabu (08/05).

Pantauan Musirawas Ekspres, Sidak mulai dilakukan pada pukul 11.00 WIB. Saat Sidak, Kadispenda RLsecara satu-persatu menunjungi langsung para pedagang pasar yang akan dipindahkan ke lokasi pasar sementara sepanjang perbaikan dan pembangunan sebanyak 258 los Pasar Atas Curup mendatang.
"Kami sangat berharap dukungan dan pengertian para pedagang. Renovasi auning ini dilakukan demi kerapian dan penataan pasar agar menjadi lebih baik," tegas Susilawati.

Dengan adanya los pasar yang lebih tertata, sambung Susilawati, diharapkan nantinya para pedagang dapat lebih nyaman dan aman dalam menjalani usaha perdagangannya. "Kondisi pasar saat ini sudah banyak yang rusak dan perlu perbaikan. Alhamdulillah pemerintah dengan berbagai upaya bisa mewujudkan penataan pasar ini dengan bantuan anggaran pemerintah pusat," kata Susilawati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag RL Endang Usmansyan, SH mengatakan pihaknya belum menentukan jadwal rencana pelaksanaan relokasi pedagang ke lokasi sementara.
“Saat ini, kami masih melakukan sosialisasi terhadap kegiatan renovasi auning pasar ini kepada para pedagang,” ujar Endang.

Selain itu, lanjut Endang, pihaknya juga masih menunggu jalannya tahpan perlelangan atas kegiatan pembangunan tersebut. “Nanti yang akan kita renovasi tidak hanya auning di pasar atas ini saja, melainkan juga sejumlah auning yang ada di pasar bang mego curup,” tegas Endang. (ifn)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More