*Dominan Terserang Gatal-gatal
LAKITAN-Banjir yang terjadi di Musi Rawas mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Ratusan warga di Kelurahan Lakitan Kecamatan Muara Lakitan mulai mendatangi Posko Kesehatan untuk berobat. Umumnya keluhan warga adalah menderita penyakit gatal.
Rizal, petugas kesehatan keliling Puskesmas Muara Lakitan yang bertugas di posko banjir setempat mengatakan, sedikitnya sudah 600 warga yang datang berobat, setelah banjir melanda kecamatan tersebut beberapa hari terakhir.
“Sebagian besar, atau sekitar 90 persen keluhan warga menderita gatal-gatal di telapak kaki,” kata Rizal yang juga mengakui, sebagian warga ada yang mulai terserang diare, demam, batuk dan flu. Camat Muara Lakitan, Aan Andrian mengatakan, banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, merendam 11 desa dari 19 desa dan 1 kelurahan di daerah itu, dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai lebih dari 4.000 KK. Yang paling parah menurutnya di Kelurahan Muaralakitan, mencapai sekitar 893 KK.
Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam beberapa fasilitas umum, seperti rumah sekolah. Karena itu menurutnya, dalam sepekan terakhir sekolah diliburkan, dan dijadwalkan masuk kembali Senin pekan depan. Akses transportasi dari Lubuklinggau hingga Kecamatan Muara Lakitan relatif lancar, karena banjir mulai surut. Beberapa titik lokasi jalan yang terendam banjir di Muara Kelingi dan Muara Lakitan sempat mengakibatkan terputusnya akses transportasi antar provinsi. (ME-06)
01 Maret 2010
600 Korban Banjir Datangi Posko Kesehatan
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)

0 komentar:
Poskan Komentar