08 Oktober 2008

Subandio: Kalau Harus Dipindahkan Tidak Masalah


*Soal Kandang Ayam
LUBUKLINGGAU-Keberadaan kandang ayam di Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, yang dianggap meresahkan karena menyebabkan banyaknya lalat, akan ditentukan Kamis (9/10) dalam rapat di Kantor Lurah Petanang Ilir. Jika diputuskan kandang harus dipindahkan, maka mau tidak mau harus pindah.
 Seperti dijelaskan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Lubuklinggau, Ir Subandio Amin M.Si, ia sudah menerima undangan dari kelurahan untuk membahas masalah kandang ayam itu. Kemudian jika dalam pertemuan tersebut akhirnya diputuskan kandang ayam harus dipindahkan, maka mau tidak mau akan dipindahkan.
 “Kita mencari win-win solution, agar kedua belah pihak sama-sama diuntungkan dalam masalah ini. Tapi kalau harus dipindahkan tidak masalah,” jelas Bandio yang juga mengaku sebelumnya kadang tersebut dikelola dirinya, namun kita dikelola pihak lain.
 Sementara itu berdasarkan pantauan Musirawas Ekspres di RT 3 Kelurahan Petanang Ilir tepatnya lokasi kandang ayam, masih cukup banyak lalat mengganggu warga. Seperti dikediaman Yanto (25), lalat saat itu terlihat dimana-mana.
 “Hampir setiap hari seperti ini. Namun jumlahnya sudah cukup berkurang, karena kotoran dari kadang sudah diambil. Tapi kalau kotorannya belum diambil lalat lebih banyak lagi,” jelas Yanto yang kediamannya persis di depan kandang ayam.
 Ia juga menambahkan kotoran ayam biasanya dijual lagi oleh pemilik kandang, dengan harga cukup tinggi. “Jadi dijual ke Curup. Harganya lumayan, makanya tidak segera dibersihkan, kecuali sudah ada yang akan membelinya,” tambah Yanto.
 Pantauan Musirawas Ekspres di salah satu kandang ayam, ternyata ayamnya sudah panen dan kini mulai dikembang biakan ayam baru. Sedangkan kotoran ayam di bawah kandang juga tidak terlihat begitu banyak, karena sudah diberikan sebelumnya, hanya saja lalat masih saja terlihat dimana-mana.
 Mengenai antisipasi agar lalat tidak menyerbu, dijelaskan salah seorang warga, Cepot, kotoran ayam sebaiknya diseprot menggunakan minyak tanah, jika sudah disempot maka kotoran itu tidak bisa digunakan sebagai pupuk kandang. “Tapi resikonya tidak bisa dijual. Hanya saja lalat tidak muncul,” jelasnya.(ME-03)
   

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More