25 Oktober 2008

BMG Sumsel Perkirakan Curah Hujan di Mura Tinggi

*Potensi Banjir Tinggi, Tim Tagana Persiapkan Diri

MUSI RAWAS - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sumatera Selatan menyatakan intensitas curah hujan November 2008 hingga akhir Februari 2009 tinggi, sehingga potensi banjir di Kabupaten Musi Rawas (Mura) sangat terbuka.  

Kepala Dinas Sosial Mura, Drs Marzuki Tamah melalui Kasi Penanggulangan Bencana Alam, Efan Syaifani S.Pd, kepada Musirawas Ekspres, Jumat (24/10) mengatakan informasi tersebut telah mereka pihaknya. Untuk itu tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Mura telah disiagakan di beberapa titik rawan banjir.

"Kita sudah siap, sewaktu-waktu terjadi banjir, tim akan segera turun ke lapangan untuk membantu warga dalam proses evakuasi," kata Efan.

Ditambahkannya, sejauh ini pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap adanya indikasi peningkatan debit air di beberapa sungai utama di Kabupaten Mura, Dan kata Efan kenaikan air sungai masih dianggap dalam tahap wajar.

"Turunnya hujan beberapa hari terakhir mengakibatkan volume air sungai meningkat, tetapi setelah dilakukan pemantauan ketinggian tidak terlalu mengkhawatirkan atau masih dalam tahap kewajaran," terangnya.

Kata Efan sedikitnya 15 anggota tim Tagana yang tersebar di beberepa wilayah kecamatan rawan banjir saat ini terus berkoorodinasi dengan Dinsos Mura guna melaporkan perkembangan terbaru mengenai kemungkinan terjadinya banjir, sama halnya dengan laporan masyarakat terhadap ketinggian air sungai. Hal ini bertujuan agar nantinya dapat memberikan peringatan kepada warga sebelum terjadi banjir.

"Setidaknya warga dapat diberikan peringatan sebelum terjadi banjir, untuk itu warga hendaknya juga melaporkan perkembangan terbaru mengenai kemungkinan banjir di sungai yang ada di desa mereka," jelasnya.

Dilanjutkan Efan, tim Tagana terus memonitoring perkembangan Sungai Rawas, Rupit, Musi dan Kelingi pasca peringatan yang disampaikan pihak BMG Sumsel tersebut agar warga yang tinggal di bantaran sungai dapat diberikan peringatakan dan mempersiapkan diri sebelum banjir melanda desa mereka.

Dijelaskannya untuk saat ini tim Tagana baru memiliki peralatan tenda pleton, tenda regu, perahun karet, rompi renang, peralatan dapur umum, genset, lampu sorot, dan valbet. Tidak hanya itu, lanjut Evan pihaknya saat ini telah mengirimkan surat kepada Menteri RI Cq Dinas

Sosial Provinsi yang ditandatangani oleh Bupati prihal meminta bantuan peralatan penanggulangan bencana. Diantaranya peralatan menyelam 2 unit, perahu dolpin satu unit, perahu karet 3 unit dan mobil box 1unit. 

"Peralatan yang telah dimiliki oleh Dinsos saat ini masih terbatas dengan demikian kami meminta bantuan kepada Mensos untuk memberikan bantuan peralatan untuk penanggulangan bencana," pungkasnya. (ME04)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More