16 Oktober 2008

281 JCH Divaksin Meningitis


LUBUKLINGGAU- Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kota Lubuklinggau yakni berjumlah 281, Rabu (15/10) menjalani pemeriksaan kesehatan tahap II, sekaligus pemberian vaksinasi meningitis untuk mengantisipasi supaya JCH tersebut tidak terserang penyakit radang selaput otak. Pemeriksaan kesehatan tahap II dan vaksinasi ini diberikan secara gratis, pasalnya biaya pemeriksaan dan vaksin meningitis ditanggung Pemkot Lubuklinggau
  Vaksinasi ini dilaksanakan RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau, dan secara simbolis dilakukan vaksinasi oleh Walikota Lubuklinggau, Drs H Riduan Effendi SH M.Si kepada salah seorang JCH. Dalam kegiatan itu, Walikota Lubuklinggau memghimbau kepada seluruh JCH yang akan menunaikan ibadah haji, hendaknya mebersihkan hati serta menjaga kesehatan. “Saling tolong menolonglah dengan ihklas selama di tanah suci. Kalau memang ada yang bisa ditolong, harus di tolong,” himbaunya.
  Lebih lanjut orang nomor satu dijajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau ini mengatakan selama menunaikan ibadah haji seluruh JCH harus menjaga kekompakan, dan jangan bersifat sombong. “Bessihkanlah hati, dengan bersih hati jiwa akan sehat,” tambahnya. 
  Sementara itu Direktur RSUD Siti Aisyah, dr H Syarif Abdullah mengatakan pemberian vaksin meningitis dilakukan untuk mencegah JCH jangan sampai terkena radang selaput otak. Pemberian vaksin ini hanya sekali, tapi walaupun satu kali ketahanannya mencapai tiga tahun. 
  Penyakit radang selaput otak tersebut ditambahkannya sangat mudah menular, jika sudah tertular akibatnya sangat fatal. Bahkan apabila ada JCH yang terkena penyakit tersebut maka secara otomatis JCH tadi tidak diperbolehkan masuk ke tanah suci. “Kalau penyakit lain dengan ijin Allah SWT mudah-mudahan masih bisa disembuhkan,” jelasnya.
  Menyinggung masalah pemeriksaan kesehatan, Syarif mengatakan untuk pemeriksaan kesehatan tahap I sudah dilaksanakan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pemeriksaan tahap I merupakan pemeriksaan tahap dasar penyakit yang diderita JCH. 
  Selanjutnya pemeriksaan kesehatan tahap II, pemeriksaan ini dilaksanakan untuk memberitahu kepada JCH yang mempunyai penyakit supaya membeli atau membawa obat. Sebab kalau membeli obat di tanah suci harganya mahal. Dan yang paling penting petunjuk obat tersebut bukan bahasa Indonesia. “Jika JCH mempunyai penyakit beresiko tinggi, obatnya akan diberitahu dan harus dipersiapkan,” ungkapnya. 
  Kepala Kantor Agama Kota Lubuklinggau, Drs H M Asri kepada Musirawas Ekspres menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tahap II ini merupakan syarat yang harus diikuti. Sebab kalau pemeriksaan tahap II tidak diikuti JCH tidak bisa berangkat. 
  Untuk jadwal keberangkatannya, ditambahkan Asri menegaskan tidak bisa memastikannya. Tapi yang jelas untuk gelombang I wilayah Sumsel, 5 November 2008 JCH sudah berangkat. “Untuk Kota Lubuklinggau belum diketahui kapan berangkatnya,” kata Asri. 
  Terpisah Ketua Haji Kota Lubuklinggau, H Edi C Roni mengatakan bahwa yang melakukan pemeriksaan kesehatan tahap II dan pemberian vaksin meningitis sebanyak 281 JCH. Konritnya laki-laki 93 orang, perempuan sebanyak 137 orang. Wanita usia subur sebanyak 87 orang, JCH tertua umur 85 tahun dan termuda umur 24 tahun.(ME-02)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More