21 Mei 2010

Petugas Sensus Gerilya Tengah Malam

*Temukan 8 Gelandangan, 1 Orgil
LUBUKLINGGAU-
Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 mungkin berbeda dengan sensus sebelumnya. Bukan kerena hanya pertanyaan yang diajukan oleh petugas cukup banyak dan secara detail, akan tetapi dasa wisma (gelandangan-red) dan orang gila pun menjadi sasaran pendataan petugas sensus. Untuk pendataan orang-orang tersebut petugas sensus harus gerilya tengha malam.

Penyebabnya karena sulit apabila harus berurusan dengan orang yang berkelainan mental. Seperti yang dialami oleh para petugas sensus yang ditugasi mendata gelandangan dan orang gila (Orgil) petugas mesti mencari cara dan jurus jitu untuk bisa melakukan pendataan kepada mereka. Misalnya pendataan dasa wisma yang tidak diketahui dimana rumahnya sehingga petugas harus rela tengah malam melakukan pendataan di tempat-tempat yang sering digunakan mangkal para dawa wisma itu .

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi kepada Musirawas Ekspres di katornya Kamis (20/5) mengatakan pihaknya membentuk tim khusus yang mendata para dasa wisma dan orang gila tersebut. Ada tujuh orang termasuk dirinya bekerjasama dengan kepolisian, TNI dan Dinas Sosial melakukan penyisiran di area Pasar Inpres, rel kereta api dan emperan pertokoan di atas pukul 01.00 WIB.

Dan hasilnya petugas yang berjumlah tujuh orang itu berhasil mendata delapan orang dasa wisma (tidak memiliki tempat tinggal-red) dan satu orang gila.

Dikatakan Helmi sejauh ini berdasarkan laporan yang masuk dari petugas sensus di lapangan belum ada kesulitan maupun penduduk yang melebihi usia lebih dari 100 tahun.

”Selain itu untuk pendataan di lokalisasi kami juga bekerjasama dengan ketua geng sehingga tidak membuat para PSK takut. Sebab menurutnya ada sejumlah PSK yang hendak didata melarikan diri,” kata Helmi.

Lebih lanjut Helmi mengatakan untuk Sensus Penduduk tahun ini mencakup seluruh komponen dan aspek sosial kemasyarakatan yang didata. Dari bayi hingga orang tua di data. Begitu pun bagi penduduk pendatang seperti warga keturunan Tionghoa menurutnya tidak ada masalah mereka sangat terbuka dengan petugas.

Sedangkan untuk data kependudukan sementara Helmi belum bisa menjelaskannya. Sebab hal itu akan diumumkan langsung oleh presiden setelah semuanya selesai. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat memberikan data secara lengkap dan jujur karena data tersebut untuk program pemerintah dalam pembangunan.

“Dengan memberikan data secara jujur kita akan membantu pemerintah dalam menentukan arah kebijakan secara benar,” jelasnya. (CW-01)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More