06 Januari 2010

Tiga ‘Tongkang’ Angkut 10 Ton Beras Bantuan Banjir



*Koban Banjir di Karang Dapo Dapat 7 Ton
RAWAS ILIR-Satu hari setelah Bupati Mura, H Ridwan Mukti dan Wabup Hj Ratnawati Ibnu Amin meninjau lokasi Banjir, langkah penanganan khususnya bantuan untuk korban banjir langsung disalurkan. Tepatnya Selasa (5/1) tiga kapal tongkang dikerahkan untuk mengangkut 10 ton beras dari Dermaga Rupit ke Kecamatan Rawas Ilir. Selain itu juga secara bersamaan kemarin sudah diberangkatkan truk yang mengangkut 7 ton beras untuk membantu korban banjir di tujuh desa dalam Kecamatan Karang Dapo.
Kepastian penyaluran dana tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi penanggulangan banjir yang dipimpin Staf Ahli Bupati Mura Bidang Politik dan Pemerintahan, HA Murtin di Op Room kemarin. Terungkap juga khusus untuk korban banjir di Rawas Ilir juga diberikan bantuan pakaian layak pakai yang merupakan bantuan warga saat pengumpulan bantuan untuk korban Gempa Padang, Sumbar dan Kerinci, Jambi beberapa waktu lalu.

“Untuk masyarakat di beberapa desa dalam Kecamatan Rawas Ilir yang terkena banjir diberikan bantuan beras total 10 ton. Teknis pengirimannya dari Bulog beras diangkut menggunakan truk hingga ke Dermaga Rupit. Dari sana warga menyediakan tiga Kapal Tongkang dimana biaya sewa ditanggung Dinas Sosial untuk mengangkut beras tersebut ke Bingin Teluk,” tegas Murtin. Pengunaan kapal tongkang terpaksa dlakukan mengingat jalur darat rusak, sulit dilalui khususnya saat musim hujan. Makanya agar distribusi bisa cepat dilakukan beras bantuan dikirim menggunakan kapal tongkang.

“Selanjutnya kepada camat serta kepala desa secepatnya mendata korban banjir untuk memaksimalkan pembagian beras ini. Maksudnya agar bisa merata diterima masyarakat yang memang sangat membutuhkan dimana mereka menjadi korban bencana banjir ini. Jangan sampai nantinya pemberian bantuan ini malah menimbulkan masalah akibat ada warga yang puas dan tidak puas,” kata Murtin. Ditambahkan untuk korban di Kecamatan Karang Dapo dengan perhitungan ada tujuh desa yang terendam banjir maka bantuan beras yang diberikan sebanyak tujuh ton.

“Untuk teknis pembagiannya disesuaikan dengan hasil pendataan pihak kecamatan dan desa. Maksudnya agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya. Untuk ke Karang Dapo karena banjira sudah mulai surt dan akses darat sudha mulai lancar maka pengiriman beras dilakukan dengan truk,” ungkap Murin.

Sementara itu ditambahkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mura, drg Hj Maimunah selain Kecamatan Rawas Ilir dan Karang Dapo ada beberapa kecamatan lain yang juga sudah dilanda banjir. Diantaranya Kecamatan Muara Kelingi, Muara Lakitan, Suka Karya, dan Rupit.

“Namun sejauh ini baru Kecamatan Rawas Ilir dan Karang Dapo yang tergolong parah sehingga membutuhkan bantuan dalam hal ini beras. Sebenarnya kita sudah mempersiapkan beras 20 ton untuk didistribusikan. Namun ternyata dari hasil rapat koordinasi baru 17 ton yang disalurkan,” kata Maimunah.

Selanjutnya Maimunah memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan dan koordinasi dengan para camat. Maksudnya jika banjir kembali terjadi dan memang masyarakatnya membutuhkan bantuan baik penangan maupun bantuan Sembako pihaknya akan cepat mengambil langkah. Khusus untuk beras aman dimana untuk korban bencana setiap kabupaten/kota tentunya termasuk Pemkab Mura mendapatkan jatah beras bantuan 100 ton. Bahkan jika memang memungkinkan bisa meminta tambah tentunya mengikuti prosedur yang ada.

“Kita akan terus koordinasi dengan Bulog untuk memastikan beras aman. Jadi semaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung diambil dan dikirim kepada masyarakat korban bencana yang membutuhkan,” tegas Maimunah.

Kasilog Lubuklinggau-Mura, Meizarni terkait stok beras bantuan tersebut menyatakan kondisinya aman.

“Setiap kabupaten/kota mendapatkan beras 100 ton untuk bantam becana setiap tahunnya. Untuk Kabupaten Mura juga demikian dan kondisinya atau stok di gudang aman. Secara keseluruhan stok ada 1.050 ton jadi benar-benar aman. Walaupun nantinya akan didistribusikan untuk Raskin Januari tapi tidak akan berpengaruh sebab dari Palembang langsung akan mengirimkan penggantinya,” tegas Meizarni.

“Untuk posisi hari ini (kemarin, red) kita siap mengeluarkan 20 ton beras. Nah nantinya jika memang kuota 100 ton sudah habis, pemerintah daerah bisa mengajukan penambahan. Prosesnya pengajuan disampaikan ke Menko Kesra, jika sudah ada persetujuan dari Menko Kesra Bulog akan mengeeluarkan beras tersebut tepatnya untuk bantuan korban bencana alam,” tegasnya.

Sisi lain Kepala Bagian Kesra Setda Mura, H Syahidin mengungkapkan selain beras masyarakat yang menjadi korban banjir bisa mendapatkan bantuan berupa pakaian layak pakai.

“Sebab sejauh ini ada enam karung pakaian layak pakain bantuan dari masyarakat yang belum sempat dikirim ke Kerinci, Jambi pasca gempa bumi. Makanya jika memang ada masyarakat kita yang terkena bencana banjir ini butuh pakaian, bisa dikoordinasikan agar pakaian layak pakai ini bisa dibagikan,” katanya.

Lain halnya disampaikan Camat Karang Dapo, Azhar Ibrahim. Menurut Camat yang ternyata diketahui paling aktif dalam penanggulangan banjir dimana selalu ada di lokasi itu untuk di Karang Dapo warga yang secara langsung menjadi korban banjir dimana rumah mereka terendam berjumlah 252 KK. Namun masyarakat yang menjadi korban secara tidak tidak langsung, makanya mereka juga sangat membutuhkan bantuan dalam hal ini beras.

Banjir di Karang Dapo beberapa waktu lalu tepatnya terjadi di tujuh desa meliputi Desa Kertasari, Rantau Kadam, Karang Dapo I, Kelurahan Karang Dapo. Kemudian Desa Biaro Lama, Biaro Baru dan Aringin.

“Akibat banjir tersebut terdata sekitar 252 rumah terendam, 80 hektar padi gogo atau padi lading terendam dan puluhan hektar tanaman Palawija juga rusak,” ungkap Azhar. (ME-02/ME-06)

Harga Sembako Meroket, Warga Minta OP
Sementara itu akibat banjir yang mulai mengisolasi beberapa desa di Kecamatan Rawas Ilir sudah menimbulkan dampak ekonomi masyarakat. Pastinya sejak akses darat lumpuh total akibat beberapa ruas jalan terendam banjir, distribusi Sembako (sembilan kebutuhan pokok) dan kebutuhan rumah tangga lainnya ke Rawas Ilir juga terhenti. Akibatnya Sembako menjadi langka dan langsung memicu kenaikan harga.

Atas kondisi tersebut warga Rawas Ilir khususnya meminta pemerintah daerah cepat mengambil langkah untuk memecahkan permasalahan tersebut. Maksudnya dengan tetap memperlancar pasokan Sembako agar bisa menekan harga. Salah satu cara yakni dengan operasi pasar (OP).

Seperti halnya disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mura, drg Hj Maimunah. Menurutnya banjir di Rawas Ilir sudah menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakan.

“Makanya diminta kepada dinas terkait agar bisa melaksanakan OP di Rawas Ilir agar masyarakat terbantu dalam memenuhi kebutuhan mereka khususnya pasca banjir saat ini,” kata Maimunah.

Langkah ini juga harus terus dipersiapkan dalam mengantisipasi bencana banjir susulan. Mengingat musim hujan diprediksi masih akan terus berlanjut hingga Februri mendatang.

“Selain itu untuk menanggulangi dampak kesehatan pasca banjir, jajaran Dinas Kesehatan juga diharapkan mulai mengambil langkah. Tim kesehatan segera membuka Posko. Selain itu Pustu, Puskesmas disiagakan termasuk Satkorlak. Ini penting guna mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat,” ungkap Maimunah. (ME-02)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More