26 Januari 2010

Tingkat Pelayanan Kesehatan Masih Rendah

*Ridwan Mukti : Pelayanan Pusksmas Belum Maksimal
MUSI RAWAS-
Rapat koordinasi (Rakor) Forum Desa Siaga yang dilasanakan di eks kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Mura mengungkap banyak kenyataan yang cukup miris. Salah satunya terungkap kalau tingkat pelayanan kesehatan masih sangat rendah. Mulai dari pelayanan kesehatan di Puskesmas, Pustu serta Polindes.

“Dari beberapa kali kunjungan yang saya lakukan ke beberapa Puskesmas, masih banyak Puskesmas yang belum maksimal memberikan pelayanan,” kata Bupati Mura, H Ridwan Mukti, Selasa (25/1). Makanya Ridwan Mukti menginstruksikan ke depan setiap Puskesmas harus dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan harus mendukung Program Desa siaga.

Guna lebih mengefektifkan Desa Siaga kepada Dinas Kesehatan untuk membentuk Satgas Desa Siaga dan diharapkan pada akhir maret 2010 dapat dilaksanakan Apel Siaga Desa Siaga dan Dinas Kesehatan sudah merincikan berapa dana yang dibutuhkan untuk mengaktifkan desa siaga ini. Diakuinya salama ini masyarakat beranggapan permasalahan kesehatan ini hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, padahal kesehatan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat.

Untuk itu ke depan masyarakat diminta untuk terlibat langsung dan berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat khususnya dalam Forum Desa Siaga sehingga keberhasilan pencapaian kesehatan masyarakat di pedesaan akan dapat tercapai.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Mura, Yanuar Saleh beberapa waktu lalu menuturkan anggaran pencegahan penyakit yang dimiliki Dinkes Mura saat ini masih minim. Sehingga untuk menanggulangi penyebaran dan pencegahan penyakit sulit dilakukan.

"Pada tahun 2009 dari Rp 45 miliaran anggaran yang dialokasikan pada Dinkes Mura, anggaran untuk pencegahan penyakit atau tindakan preventif hanya disediakan Rp780 juta, itupun untuk beberapa kegiatan," ujarnya

Dikatakannya, dana sebesar Rp780 juta tersebut dibagi untuk kegiatan imunisasi, surveylance, penyehatan lingkungan dan pendendalian penyakit menular. Akibatnya untuk penanganan sejumlah penyakit yang terjadi didalam masyarakat seperti chikungunya, DBD, malaria, diare dan sebagainya sulit dilaksanakan, karena terbatas anggaran yang cuma 1,75 persen dari total anggaran.

Untuk itu, ke depandia mengharapkan adanya perimbangan biaya yang dialokasikan pihak Pemkab Musi Rawas kepada dinas terkait, dengan perincian berimbang antara tindakan curatif dan preventif dapat dinaikkan minimal masing-masing pos memiliki anggaran sendiri. Sehingga belanja barang maupun program berobat gratis, agar penyakit yang terjadi di masyarakat dapat ditekan melalui pemberantasan sumber-sumber penyakit yang ada di daerah itu.

Perimbangan dana ini sangat diperlukan mengingat dari data yang berhasil dihimpun pihaknya di berbagai puskesmas yang ada di daerah itu hingga November 2009, cenderung terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya, dari 36.223 kasus penyakit naik menjadi 40.614 kasus.

Untuk penyakit yang mengalami peningkatan antara lain untuk penyakit diare berdarah dari 1.608 kasus menjadi 2.036 kasus. Kemudian TB paru dari 702 kasus naik menjadi 1.533 kasus, selanjutnya difteri dari 0 kasus naik menjadi 5 kasus. Kusta MB dari 0 naik menjadi 2 kasus, malaria klinis dari 5.880 naik menjadi 6.359 kasus. Malaria vivak dari 69 kasus naik menjadi 95 kasus. Kemudian influenza dari 11.026 naik menjadi 13.460 kasus, hypertensi dari 3.615 kasus naik menjadi 4.820 kasus dan penyakit filariasis dari 0 kasus naik menjadi 20 kasus.(ME-06)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More