22 Juni 2010

Pemkot Beri Peringatan Manejemen SPBU

*Diduga Sopir Angkot Ikut Menimbun BBM
LUBUKLINGGAU-
Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau kembali memperingatkan pihak manejemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diwilayah Kota Lubuklinggau untuk membatasi pengisian premium khusus angkutan kota (angkot).

Pembatasan pengisian premium tersebut untuk mengantisipasi penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga dilakukan sopir angkot diwilayah Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. Pun juga mobil pribadi, diduga banyak yang dimodif untuk mengisi BBM, yang kemudian dijual ke pengecer.

Peringatan pemberian pembatasan itu dilakukan setelah tim Tim Pemkot yang diketuai Kepala Bagian Ekonomi setda Kota Lubuklinggau
Melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke SPBU Taba Jemekeh, Megang dan Marga Mulya.

Hasil sidak cukup mengejutkan, ternyata sejumlah angkot sengaja melakukan antrian di SPBU berlulang-ulang, bahkan tidak itu saja angkot sengaja melakukan pengisian BBM di seluruh SPBU secara bergantian.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi setda Kota Lubuklinggau Hidayat Zaini seusai sidak, Sabtu (19/6) lalu. Menurutnya pihaknya telah memperingatkan kepada pihak SPBU berkenaan dengan masih terjadinya antrian panjang di sejumlah SPBU tersebut yang didominasi oleh angkot.

Dikatakan Hidayat pembatasan pengisian BBM jenis premium (bensin-red) tersebut untuk menghidarkan adanya penimbunan yang dilakukan angkot tersebut, dan pihak SPBU menyatakan bersedia untuk membatasi pengisian bagi angkot.

Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan apakah ada indikasi penimbunan BBM yang dilakukan oknum sopir angkot. Akan tetapi ia mengakui adanya sopir angkot yang beralih fungsi menjual BBM kepada pengecer.

Seperti halnya masih terjadinya antrian tersebut menurutnya mengindikasikan adanya oknum-oknum yang memnfaatkan kondisi tersebut, terbkuti suplai premium dari pertamima yang biasanya cukup untuk 24 jam, sejak dua minggu terkahir ini hanya sebatas 8 jam saja.

“Kita belum mendatapkan bukti dan inforamasi apakah ada yang melakukan penimbunan BBM, yang kita dapat hanya sebatas adanya sejumlah angkot yang sengaja ngantri berulang-ulang dan berpindah dari SPBU yang satu ke SPBU lainya, kemudian di jual kembali dengan pengecer,”ungkapnya.

Hidayat menambahkan berkenaan dengan masalah antrian panjang tersebut menurutnya saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya kendaraan bermotor di kota Lubuklinggau, selain itu adanya salah satu SPBU di wilayah kota yang belum beroperasi sedangkan kebutuhan BBM meningkat.

Disamping itu berdasarkan informasi SPBU wilayah curup hanya buka sampai pukul 11.00 wib sehingga kendaraan dari arah curup juga mengisi BBM di SPBU kota Lubuklinggau.

”Kemungkinan antrian panjang tersebut lebih dipengaruhi oleh pertambahan kendaraan, jadi bukan kerena adanya penimbunan atau kelangkaan BBM,” jelasnya. (CW-01)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More