17 Juni 2010

Antrian Makin Parah

Hal Mencurigakan Setelah Adanya Antrian di SPBU
1. Jerigen isi di pengecer hanya sedikit tapi tidak pernah habis
2. Harga di pengecer naik dengan alasan modal naik dan stok terbatas
3. Mobil yang antri mayoritas Angkot dan angkutan umum
4. Kebanyakan mobil jenis carry karena mudah mengeluarkan kembali bensin dari tangki
5. Banyak mobil tahun lama yang kemungkinan sudah memiliki tangki yang dimodifikasi (muatan lebih banyak)
6. Sering terlihat sepeda motor vespa yang juga kemungkinan memiliki tangki yang telah dimodifikasi
7. Beredar isu BBM langka dan bakal naik harga (padahal tidak)
8. Dugaan mobil second di Showroom digunakan untuk antri
Sumber : Pantauan dan dihimpun dari berbagai sumber
*Penanganan Pertamina, Pemerintah dan Polisi ’tak Berhasil’
LUBUKLINGGAU-
Kendati Walikota, Kapolres Kota Lubuklinggau bahkan Pertamina sudah turun tangan, antrian pembelian BBM jenis premium (bensin) di seluruh SPBU dalam Kota Lubuklinggau makin parah. Himbauan, instruksi dan saran yang disampaikan tidak diindahkan. Parahnya lagi antrian pembelian bensin membuat jalan di Lubuklinggau yang merupakan jalan lintas sumatera mengalami kemacetan.

Pantauan Musirawas Ekspres di SPBU Lubuk Kupang yang sebelumnya tidak ada antrian yang mencolok, kemarin (16/6) ikut diserbu pengendara sepeda motor dan mobil. Untuk antrian mobil bahkan hampir mencapai satu kilo meter. Ujung antrian mobil dari arah Lubuklinggau sudah mencapai Rumah Makan Singgalang. Sementara SPBU Taba Jemekeh makin parah, bahkan antrian tetap terjadi saat stok bensin di SPBU ini kosong dan menunggu pengisian dari Depot Pertamina.

”Bingung, semakin dihimbau ternyata antrian makin parah. Maunya orang yang antri itu apa sih?” ungkap Efi, salah seorang warga yang kesal karena harus ikut antri untuk mengisi tangki kendaraannya.

Sementara itu dari penelusuran Musirawas Ekspres dan informasi beberapa sumber, makin banyak hal-hal yang mencurigakan setelah adanya antrian pembelian bensin di SPBU. Diantaranya jerigen kecil isi bensin di pengecer yang makin menjamur hanya terlihat sedikit. Tapi yang membingungkan dan sekaligus mencurigakan tidak pernah habis karena ini menjadi modus pengecer menakut-nakuti pembeli bahwa stok habis sehingga harga tinggi tetap dibeli. Padahal setelah pembeli pergi, pengecer mengeluarkan stok baru namun tetap dengan jumlah sedikit.

Selain itu harga bensin di pengecer naik dengan alasan modal naik dan stok terbatas. Yang lebih jelas lagi, mobil yang antri mayoritas Angkot dan angkutan umum sementara mobil pribadi jumlahnya terbatas. Informasinya, kebanyakan mobil jenis carry yang antri dengan analisa mobil jenis ini mudah mengeluarkan kembali bensin dari tangki. Sehingga setelah mengisi full (penuh), bisa langsung dikeluarkan dan kemudian mobil dengan tangki kosong kembali antri di SPBU.

Pantauan dan masukan dari beberapa sumber banyak mobil tahun lama yang antri dimana mobil ini kemungkinan sudah memiliki tangki yang dimodifikasi dengan muatan bensin lebih banyak. Kemudian sering terlihat sepeda motor vespa yang juga kemungkinan memiliki tangki yang telah dimodifikasi. Didukung pula beredarnya isu BBM langka dan bakal naik harga, padahal tidak. Terakhir katanya mobil di showroom jual beli mobil second digunakan untuk antri di SPBU.

Sementara itu berbagai pihak sudah cepat mengantisipasi dan menindaklanjuti kondisi ini agar antrian bisa dihindarkan. Diantaranya, Tim Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau yang terdiri dari Bagian Ekonomi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau telah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lubuklinggau.

Turut dalam Sidak tersebut Operation Head (OH) PT Pertamina (Persero) Depot Lubuklinggau, H Ayub Pribadi S dan sejumlah staf dua dinas tersebut. Dari hasil Sidak tersebut Ayub Pribadi meminta kepada pihak SPBU untuk mengurangi suplai BBM kepada angkutan kota (Angkot) 20 hingg 30 liter per Angkot. (ME-02)

0 komentar:

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More