01 Juli 2010

Presedium Muratara Siap Ungkap Aliran Dana

MUSI RAWAS-Presedium Muratara gerah dengan tudingan soal penggunaan dana, apalagi sampai-sampai dilaporkan ke Polres Musi Rawas. Makanya dalam waktu dekat Presidium Muratara akan mengungkapkan secara transparan mengenai dana yang masuk dan keluar dari presidium.

Seperti dijelaskan Wakil Sekretaris Muratara Syaiful. Menurut Syaiful pihaknya meminta kepada masyarakat Muratara dan semua elemen agar bersabar, karena dalam waktu dekat akan mereka beberkan semua dari mana saja dana yang masuk Presidium.

“Juga akan kami jelaskan secara rinci dan akuntabel pengeluaran dana,” jelas Syaiful.

Karena itu juga pihaknya menantang oknum yang melaporkan ke Unit Tipikor Polres Musi Rawas, guna membuktikan dugaan korupsi dana bantuan Muratara.
“Kami sangat menyayangkan ada oknum yang melapor ke Tipikor Polres Musi Rawas,” jelasnya.

Ditambahkan Syaiful, tidak diketahui secara jelas siapa yang melapor tersebut, sehingga pihaknya menganggap pelapor tidak gentlement.

“Terus terang kami seluruh anggota presidium siap bertanggung jawab, kalau memang terbukti, kendati tidak diketahui siapa pelapornya,” tambahnya.

Kemudian Syaiful juga mengkritisi penyataan dari Sarkowi Wijaya saat pertemuan di Lapangan Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit beberapa waktu lalu. Khususnya mengenai ungkapan Presedium Muratara menerima dana dari Walikota Bengkulu, Bupati Empat Lawang, Bupati Sarolangun dan Bupati Muara Bungo, menurut Syaiful itu sama sekali tidak benar.

“Itu adalah fitnah dan sama sekali presidium tidak menerima bantuan dari orang-orang tersebut. Kalaupun ada tentunya akan kami sampaikan pada pada waktunya nanti,” katanya sambil menjelaskan kemungkinan hal ini dilakukan setelah pertemuan dengan DPR RI, dimana Ketua Presedium M Ibrahim saat ini melakukan pertemuan degan Komisi II DPR RI.

Terakhir, Syaiful meminta kepada pihak-pihak yang hendak menghancurkan perjuangan menciptakan Kabupaten Muratara, agar jangan mengatas namakan masyarakat karena masyarakat mana yang dikatakan.

“Juga masyarakat mana yang sudah kami kecewakan. Karena masyarakat mengetahui pasti mana Presedium Muratara yang absah,” pungkasnya. (ME-01)

Syarkowi Klaim Muratara Sudah di DPR RI

Sementara itu HM Syarkowi Wijaya mengatasnamana Presidium Muratara hasil Kongres kepada Musirawas Ekspres menginformasikan perkembangan kelengkapan berkas pembentukan calon Kabupaten Muratara, pemekaran dari Kabupaten Mura. Via telepon Syarkowi menginformasikan bahwa kelengkapan berkas administrasi yang diminta pemerintah pusat sudah dilengkapi.

Bahkan Syarkowi memastikan berkas administrasi tersebut sudah sampai ke Komisi II DPR RI dan DPD RI.

“Alhamdulillah kelengkapan administrasi calon Kabupaten Muratara semuanya sudah kami sampaikan kepada Komisi II DPR RI dan DPD RI atas nama Presedium Muratara hasil Kongres,” informasi Syarkowi. Menurutnya penyerahan kelengkapan administrasi itu dilakukan bersama Kabag Tata Pemerintahan dari Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumsel yakni H Iskandar Mirza.

“Presedium hasil Kongres yang hadir yakni HM Syarkowi Wijaya, H Ismail Baseri, Lukman Abas, Rozali, Mgs H Nunung, April Ibrahim, Adan Syahri, Iwan, M Mada, M Jamel, Andi Ahmad,” tambahnya. Dengan demikian proses di tingkat pusat khususnya DPR RI menurutnya segera berjalan dan semakin mendekatkan terbentuknya Kabupaten Muratara. (ME-02)

0 komentar:

KELAKAR

KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)