EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


09 Juli 2010

Jambret Bonyok Dihajar Warga

LUBUKLINGGAU-Warga Kelurahan Taba Jemekeh, Kamis (8/7) sekitar pukul 09.42 WIB mengeroyok seorang pelaku pejambretan yang berhasil ditangkap polisi. Tersangkanya adalah Rico Candra Pratama (20) warga Jl Karya II RT.5 NO.166 Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Sementara itu petugas Intelkam Polres Lubuklinggau dari pengembangan, menangkap Darwin (19) juga warga Jl Karya II. Darwin diduga terlibat kasus penjambretan bersama Rico dengan lokasi berbeda. Juga mengamankan Adot, warga Kelurahan Jawa Kanan SS, pemilik sepeda motor untuk jambret.

Rico dikeroyok massa karena melakukan penjambretan tas milik Linda Widiana (22) warga Kelurahan Kali Serayu Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Akibat penjambretan itu, korban yang merupakan mahasiswi Stikes Depkes Lubuklinggau kehilangan tas berisi surat berharga dan uang Rp 650 ribu.

Kronologisnya, korban mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun SP dari rumahnya menuju Kampus Stikes. “Saya membawa dua tas, yang saya letakkan di bahu kiri berisi surat-surat dan uang, juga membawa tas berisi laptop,” katanya.

Ketika sedang melaju di depan Anugrah Kencana Motor (AKM) Jl Yos Sudarso Kelurahan Taba Jemekeh, muncul sepeda motor Revo tanpa nopol. Sepeda motor itu dikemudikan Rico memboncengkan Joko (buron), langsung memepet korban dan menarik tas milik sandang milik korban.

Korban sontak berteriak minta tolong, kebetulan saat itu anggota Satintelkam Polres Lubuklinggau, Brigadisr Robi melintas disana. Ia langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Rico di halaman SMP PGRI 1 Lubuklinggau, hanya saja Joko melarikan diri.

Tersangka kemudian digelandang ke Mapolres Lubuklinggau. Setelah introgasi, petugas Intelkam langsung melakukan pengembangan, akhirnya ditangkaplah Darwin juga diamankan Adot. Bahkan khusus tersangka Darwin kemudian diserahkan ke Polsek Lubuklinggau Timur, karena melakukan aksinya disana.

Khusus terungkapnya pejambretan dilakukan Darwin, setelah korban Anna Tasya (22) warga Kelurahan Taba Jemekeh melakukan identifikasi. Korban ketika didatangkan ke Polres, ia mengenali jaket miliknya digunakan Rico.

Berdasarkan pengakuan Rico jekat itu milik Darwin yang dipinjamnya. Sementara berdasarkan pengakuan Darwin, ia menjambret Anna bersama Joko (buron).
Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Intelkam AKP Bambang Suwono membenarkan penangkapan itu. “Tersangka sudah diserahkan ke reskrim untuk penyidikan lebih lanjut,” jelasnya. (ME-03)

Nozomi VS Xenia, Satu Luka

LUBUKLINGGAU-Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) terjadi antara sepeda motor Nozomi Nopol BG 6264 HC dengan mobil Daihatsu Xenia Nopol B 2643 FY. Kejadiannya di Jl Yos Sudarso dekat Jalan Amula Rahayu Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Selasa (6/7) sekitar pukul 20.45 WIB.

Akibat lakalantas tersebut pengendara sepeda motor Hendri (20) warga Kelurahan Marga Rahayu RT 1 Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, menderita luka lecet pada siku tangan kiri, ia pun dilarikan ke RS Siti Aisyah. Sedangkan Xenia, Heri (23) warga Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, hanya mengalami luka gores.

Kronologis kejadiannya bermula sepeda motor Nozomi yang dikendarai Hendri meluncur dari arah Simpang periuk menuju arah pasar Lubuklinggau. Diduga meluncur dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak dapat mengontrol kendaraannya, makanya ketika sampai di TKP menabrak mobil Xenia yang dikendarai Heri.

Imbasnya sepeda motor yang dikendarai Heri oleng dan terbalik. Sehingga warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berahamburan dan membantu korban serta membawanya ke RS Siti Aisyah untuk mendapatkan perawatan secara Intensif.

Lakalantas ini telah ditangani satlantas Polres Lubuklinggau. Bahkan usai kejadian anggota Satlantas Polres Lubuklinggau langsung melakukan olah TKP dan kedua kendaraan yang mengalami lakalanta tersebut telah diamankan di Mapolres Lubuklinggau untuk proses lebih lanjut.(ME-04)

08 Juli 2010

Gubernur Rekomendasikan RM-HG, Bupati dan Wabup Mura 2010-2015

*Dilantik 5 September 2010
PALEMBANG-H
Ridwan Mukti dan H Hendra Gunawan akan resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) pada 5 September 2010 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat menerima rombongan Ketua DPRD Mura yang menyerahkan hasil Pemilukada Mura kemarin (7/7) di ruang kerja Gubernur Sumsel.

Sebagai penegasan, Gubernur Sumsel langsung menandatangani Surat Rekomendasi yang ditujukan kepada Mendagri dengan nomor : 100/1844/II/2010 tanggal 7 Juli 2010 perihal usul pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas masa jabatan tahun 2010-2015 atas nama saudara H Ridwan Mukti dan saudara H Hendra Gunawan. Selanjutnya surat rekomendasi tersebut langsung dilayangkan kepada Mendagri untuk mendapatkan pengesahan sehingga pelantikan bisa dilaksanakan sesuai jadwal.

“Intinya Gubernur menegaskan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mura terpilih akan dilaksanakan sesuai jadwal 5 September 2010. Sebab pada kenyataannya Pemilukada Mura sudah tidak ada masalah lagi sehingga tahapannya bisa dilanjutkan,” ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Polinmas) Mura, H Rudi Irawan yang ikut dalam rombongan eksekutif dan legisatif menyerahkan hasil Pemilukada Mura kemarin. Surat rekomendasi Gubernur Sumsel itu diterbitkan sejalan dengan Pasal 100 ayat 4 PP No.6 tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan, pengangkatan dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Penyerahan hasil Pemilukada Mura kepada Gubernur Sumsel kemarin dilakukan Ketua DPRD Mura, Sri Hernalini Nita Utama didampingi Waka Suhari dan Herman Mawiek. Selain itu ikut mendampingi empat anggota KPU Mura dan H Ridwan Mukti-H Hendra Gunawan sebagai Cabup-Cawabup Terpilih. Selain menyerahkan surat rekomendasi Gubernur Sumsel perihal usul pengesahan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas masa jabatan tahun 2010-2015 atas nama saudara H Ridwan Mukti dan saudara H Hendra Gunawan, ada mepat lampiran surat penting yang disampaikan.

“Pertama yakni yang dilampirkan Surat Keputusan KPU Mura dengan Nomor : 270/75/KPPS/KPU.MURA/2010 tanggal 8 Juni 2010 tentang penetapan Calih hasil Pemilu kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Mura 2010,” papar Rudi. Selanjutnya lampiran kedua yang sangat penting yakni BA Penetapan Hasil Pemilu Keala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Mura 2010 dengan nomor 270/36/KPU.MURA/2010 tanggal 8 Juni 2010 tentang penetapan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Mura 2010.

Kemudian berkas kelengkapan persyaratan administrasi lainnya Calon Bupati dan Wakil Bupati Mura Terpilih masa jabatan tahun 2010-2015 atas nama saudara H Ridwan Mukti dan saudara H Hendra Gunawan.
“Serta asli putusan MK (Mahkamah Konstitusi) No. 30/PHPU.D-VII/2010 tanggal 1 Juli 2010,” ungkap Rudi.

Saat menerima semua berkas yang diserahkan langsung Ketua DPRD Mura, Gubernur didampingi Asisten I Setprov Sumsel, Mukti Sulaiman dan Kabiro Otda dan Kerjasama, Ahmad Rizali. Dengan telah seesainya semua tahapan penting kini tinggal persiapan untuk melaksanakan pelantikan H Ridwan Mukti-H Hendra Gunawan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mura masa jabatan 2010-2015 yang akan dilaksanakan 5 September 2010 mendatang. Tentunya setelah Mendagri mengeluarkan surat penetapan keduanya sebagai Bupati dan Wabup Mura dan memastikan jadwal pelantikannya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Syahfaz Ratu PN menginformasinya penyerahan hasil Pemilukada Mura dan penetapan calon Bupati dn Wakil Bupati Mura Terpilih kepada Gubernur Sumsel kemarin lancar.
“Rombongan diterima Gubernur Sumsel di ruang kerjanya pukul 13.00 WIB. Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan terima kasih kepada KPU dan DPRD Mura karena Pemilukada Mura telah terlaksana aman dan lancer,” kata Syahfaz didampingi Muzir yang ikut dalam rombongan kemarin. (ME-02)

Sengketa Mura-Muba Dipicu Gubernur

Azis : Gubernur Jangan Membuat Konflik Horizontal
MUSI RAWAS-
Anggota DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia), Abdul Aziz menegaskan seharusnya sengketa batas wilayah Kabupaten Mura dan Muba yang memperebutkan Suban4 tidak perlu terjadi jika Gubernur Sumsel, Alex Noerdin bijak. Namun pada kenyataannya malah sengketa ini mencuat dipicu oleh Gubernur.

“Ternyata akar masalah mencuatnya sengketa Suban4 tepatnya di batas wilayah Mura dengn Muba ini dipicu oleh Gubernur. Tepatnya adanya usulan Gubernur Sumsel terhadap batas wilayah Mura-Muba yang baru,” kata Aziz saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Mura bersama tiga anggota DPD RI lainnya. Seharusnya jika memang Gubernur netral dan bersikap bijak dengan mematuhi Permendagri No 63 tahun 2007 yang menetapkan Suban4 milik Kabupaten Mura tidak akan muncul permasalahan atau bahkan ketegangan antara Kabuaten Mura dan Muba.

“Namun ternyata Gubernur mengajukan usulan batas wilayah baru yang otomatis tidak sejalan dengan Permendagri tersebut. Makanya jelas ini menimbulkan permasalahan. Harusnya Gubernur jangan membuat konflik horizontal,” tegasnya. Selanjutnya atas kondisi tersebut pihaknya lanjut Azis akan mendesak Gubernur Sumsel untuk lebih arif dan lebih netral.

“Kepada Mendagri juga DPD akan meminta agar lebih bijak menyikapi dan menyelesaikan sengketa lahan dan perebutan Suban4 ini,” ungkapnya.

Jika ternyata tidak diindahkan bukan tidak mungkin akan ada semacam mosi tidak percaya terhadap Gubernur Sumsel.

“Sebab pada kenyatannya memang tidak perlu ada masalah. Sebab sudah nyata-nyata ada kekuataan hukum yakni Permendagri No 63 2007 yang menetapkan Suban4 milik Kabuaen Mura. Dipertegas lagi dengan pemberian DBH (dana bagi hasil) Migas kepada Kabupaten Mura pada 2007. Makanya semua harus dihentikan,” kata Azis seraya menambahkan pihaknya juga akan meminta penjelasan dari Pemkab Muba terkait sengketa Suban4 tersebut.

Sementara itu Staf Ahli Bupati Mura Bidang Pemerintahan, HA Murtin menambahkan sengketa Suban4 ini mencuat karena didukung ulah beberapa oknum dan pihak dengan membuat semacam skenario yang rapi.

“Yang pasti diawali adanya pencapokan Suban4 oleh Pemkab Mura dan ditambah dengan ketidaknetralan Gubernur Sumsel. Termasuk adanya mal praktek batas wilayah yang dilakukan oknum pejabat di Departemen Dalam Negeri. Makanya kepada DPD RI masyarakat dan pemerintah Kabupaten Mura menggantungkan harapan besar agar bisa membantu menyelesaikannya sehingga tidak terus berlarut-larut,” ungap Murtin. (ME-02)

Keberadaan Investor Dipertanyakan DPD RI

LAHAT–Empat orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sumsel, Rabu (7/7), berkunjung ke Kabupaten Musi Rawas (Mura). Kunjungan tersebut guna mengetahui program dan kinerja jajaran Pemkab Mura terkhusus mengenai perkembangan sengketa perbatasan wilayah Mura dan Muba tepatnya perebutan Suban4.

Empat anggota DPD RI yang hadir adalah Hj Percha Leanpuri, H Aidil Fitrisyah, Hj Asmawati dan Abdul Aziz. Mereka diterima Plt Sekda Mura, H Sulaiman Kohar didampingi Staf Ahli Bupati Mura bidang Pemerintahan, HA Murtin di Op Room Pemkab Mura. Selain mempertanyakan kelanjutan penyelesaian Sengketa Suban4, Anggota DPD RI ternyata mempertanyakan kebedaraan investor di Kabupaten Mura.

Seperti halnya disampaikan H Aidil Fitrisyah yang memimpin rombongan DPRD RI tersebut. Aidil mempertanyakan eksistensi investor baik itu perusahaan perkebunan maupun tambang yang melakukan aktivitas di Kabupaten Mura.

”Sebab Kabupaten Mura terkenal sebagai daerah yang kya akan sumber daya alamnya Makanya banyak investor yang tertarik, terkhusus untuk perkebunan Sawit dimana katanya sini (Mura, red) ada kebun Lonsum yang terkenal itu,” kata Aidil.
Terhadap kondisi tersebut Aidil meminta pemerintah daerah lebih berhati-hati.

“Semuanya harus dipertegas apakah perusahaan yang kebanyakan dari Malaysia itu sudah mengakomodir masyarakat. Secara jelas lihat dan cari tahu berapa masyarakat lokal yang telah direkrut sebagai karyawan selain untuk karyawan yang mengedepankan skill,” paparnya.

Jika meman ternyata dalam kenyataannya perusahaan belum mengakomodir masyarakat lokal, pemerintah daerah harus mengambil sikap dengan membuat kebijakan yang pro rakyat.

“Misalnya untuk pemberdayaan masyarakat lokal menjadi karyawan di perkebunan pemerintah harus membuat kebijakan tersendiri yang harus dipatuhi perusahaan. Jadi semakin berkembang perusahaan misalnya perkebunan maka masyarakat yang diberyaan dan merasakan manfaatnya semakin banyak pula. Sehingga tidak menimbulkan kesejangan,” pungkasnya.

Selain mempertanyakan keberdan investor tersebut. Aidil juga menyampaikn beberapa program pemerintah mulai dari sektor pendidikan, keagamaan, kesehatan dan pariwisata. (ME-02)

Masyarakat Minta Pemerintah Tarik Tabung Gas Elpiji 3 Kg

* Pengguna Gas Elpiji Beralih ke Mitan
LUBUKLINGGAU
-Masyarakat menilai maraknya kasus meledaknya tabung gas elpiji 3 kg, merupakan kegagalan dari program konversi minyak tanah (Mitan) ke gas elpiji. Karena dinilai gagal, masyarakat merasa khawatir dan beralih ke Mitan sebagai bahan bakar untuk memasak.

"Kita lebih percaya kepada kompor mitan. Meski belum ada kasus meledaknya tabung gas yang diberi pemerintah itu di Kota Lubuklinggau, kita tetap saja khawatir menggunakannya," kata Gusniawati, warga Kelurahan Puncak Kemuning, Rabu (7/7).

Kekhawatiran itu kian meningkat setelah sering terjadi meledaknya tabung gas elpiji 3 kg yang sudah menelan korban jiwa. Gusniwati mengakui ia sempat selama tiga bulan menggunakan tabung gas pemberian pemerintah. Namun sejak dua minggu terakhir ia memilih beralih menggunakan kompor mitan.

Sejumlah warga Kelurahan Megang, Perumnas Lubuk Tanjung dan Kelurahan Ponorogo juga melakukan hal sama. Mereka amat khawatir karena tabung gas elpiji 3 kg seperti tidak standar atau tidak memiliki lebel Standar Nasional Indonesai (SNI). Untuk itu ibu rumah tangga meminta pemerintah kota Lubuklinggau dapat secara ketat mengawasi pendistribusian aksesori gas elpiji, baik tabung, selang maupun regulator di pasaran, sebelum menelan korban jiwa.

"Program konversi mitan ke tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dianggap gagal. Lebih baik ditarik kembali daripada meresahkan warga. Lebih baik menggunakan kompor mitan saja dari pada kita selalu cemas," ujar Linda, seorang ibu rumah tangga di perumnas Lubuk Tanjung.

Sejumlah warga juga tidak menggunakannya meski sudah terlanjur mengambil jatah tabung gas elpiji 3 kg. Mereka menyimpannya agak jauh di belakang rumah untuk menghindari jika terjadi ledakan.

"Jangankan memakainya, menyimpannya saja kita takut," ujar wahyuni , warga Kelurahan Megang.

Sementara itu Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau M. Hidayat Zaini kepada Musirawas Ekspres dikantornya Rabu (7/7) mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pendistribusian gas elpiji 3kg.

Ia juga mengakui berdasarkan inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan dibeberapa toko penjual gas elpiji 3kg masih ada yang belum sesuai dengan prosedur dalam artian ada tabung, selang dan regulator yang tidak ber SNI, meskipun tidak banyak pihaknya sudah menghimbau kepada penjual untuk tidak memperdagangkan produk yang tidak ber SNI tersebut.

Seperti dikatakanya inpeksi dan pengawasan yang dilakukan pihaknya itu terkait dengan maraknya ledakan gas elpiji 3 kg yang terjadi di sejumlah daerah beberapa minggu terakhir ini. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu cemas dalam menggunakan tabung gas elpiji 3 kg.

”Asalkan pengguna terliti sebelum dan sesudah menggunakan pasti aman,”ungkapnya. .

Disamping itu, Hidayat juga mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa menindak adanya peredaran tabung gas yang tidak ber SNI, hal itu mengingat terkait penindakan itu pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari pemerintah pusat.

“Kami belum bisa menindak ataupun menarik aksesori tabung gas, selang dan regulator yang tidak ber SNI sebab belum ada petunjuk resmi dari gubernur,”jelasnya.
Namun pihaknya sudah menghimbau kepada Stasiun Pengisinan Bahan Elpjji (SPBE) untuk tidak mengisi tabung gas yang tidak memiliki label SNI, hal itu sebagai antisipasi terjadinya ledakan yang ditimbulkan karena tidak standarnya tabung tersebut, tegasnya. (ME-06)

LUBUKLINGGAU- Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengelar daganganya di area bazar dan pameran peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi ke 63 yang digelar dilapangan Merdeka Lubuklinggau protes. Pasalnya penarikan biaya keamanan dan retribusi lapak dagangan yang ditarik panitia sangat mahal. Disinyalir kegiatan peringatan hari Koperasi, hanya dimanfaatkan pihak panitia untuk mencari keuntungan dari anggota koperasi dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggelar dagangan di area bazar tersebut.

Betapa tidak untuk stand di pungut biaya sebesar Rp.1,5 juta per stand, sedangkan untuk PKL yang mengelar diluar stand di pungut biaya Rp.700-800 ribu per PKL.

Mirisnya lagi setiap malamnya PKL atau pemilik stand dipungut biaya yang bervariasi oleh oknum yang mengatasnamakan petugas keamanan dengan alasan untuk biaya keamanan.

Seperti diungkapkan Koordinator Serikat Pedagang Kaki Lima (FKLK) Djunaidi kepada Musirawas Ekspres di perkantoran Walikota Lubuklinggau, Rabu (7/7).

Dikatakanya banyak pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan dari pagelaran pameran dan bazar yang diadakan di lapangan Merdeka itu.

Menilik kenyataan itu peringatan HUT Koperasi hanya sebagai kedok saja untuk mencari keuntungan, apalagi Ketua Koperasi SA yang juga seorang anggota DPRD Kota Lubuklinggau semestinya dapat memahami kondisi PKL yang mencari rejeki dari pameran tersebut.

Akan tetapi tidak demikian yang terjadi bahkan sejauh ini bukan hanya pemilik stand saja yang dipungut biaya melainkan juga PKL diluar stand. Tentu hal itu sangat dikeluhkan oleh seluruh PKL yang menggelar daganganya di area bazar itu.

lebih lanjut Djunaidi mengatakan tujuan digelarnya bazar untuk mempromosikan dan membuka peluang penghasilan bagi pedagang kecil di nilai gagal, dan hanya sebagai kedok semata, dengan pungutan biaya yang diambil di setiap stand dan lapak PKL dianggap hanya mencari keuntungan semata.

Terpisah MR salah seorang PKL mainan anak-anak yang menggelar daganganya di area bazar tersebut kepada Musirawas Ekspres mengakui dirinya di pungut biaya Rp.800 ribu selama pemeran tersebut berlangsung. Padahal menurut pria dua anak tersebut dengan tidak membuat stand ia tidak akan dipungut biaya tapi ternyata tetap dipungut.

“Ya bagaiamana lagi, saya mencari biaya untuk anak sekolah, tapi karena biaya untuk lapak sangat mahal sehingga untungnya tidak seberapa,”keluhnya . (ME-06)

Mukhlis: Waspada Penipuan dengan Modus Sertijab

LUBUKLINGGAU- Maraknya penipuan dengan modus undian atau mengatasnamakan pihak tertentu. Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis mennghimbau pada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan penipuan dengan modus tersebut. Apalagi dalam waktu dekat akan ada serah terima jabatan (sertijab) Kapolres.

“Masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan penipun dengan mous undian ataupun modus yang mengatasnamakan pihak tertentu dengan dalih memberikan harapan-harapan dengan tujuan meminta mngrimkan uang. Karena hal tersebut merupakan 100 persen penipuan. Untuk itu masyarakat jika mendapatkan telpon seperti itu jangan langsung percaya dengan hal tersebut dan harus chek dan ricek terlebih dahulu serta konfirmasi ke pihak lain,” ungkapnya.

Seperti halnya setiap pergantian pejabat atau sertijab, sangat sering terjadi penipuan dengan modus mengatasnamakan pejabat baru. Seperti meminta fasilitas dan meminta kiriman uang.

Karena itu, ia mengharapkan tidak mudah percaya dengan penipuan dengan modus tersebut. Apalagi pelaku belum tentu berada di Lubuklinggau, Jika terjadi hal seperti itu diharapkan masyarakat agar melapor atau konfirmasi ke Polres Lubuklinggau,” tuturnya.

Hanya saja diakui Mukhlis, untuk mengungkap pelaku penipuan dengan mous tersebut tidak mudah. Karena dibutuhkan alat khusus untuk penyadapan titik kordinat di mana temapat pelaku menelpon. “Alat tersebut sudah ada, tapi di Jakarta untuk di Polres Lubuklinggau sendiri belum memiliki,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya tak henti-hnti menghimbau pada masyarakat untuk melaporkan terlebih dahulu ke pihak bersangkutan jika mendapatkan telpon serti hal tesbut yang menggunakan identitas palsu seperti itu. “Jangan setelah menngirimkan uang dan tahu penipuan baru melapor,” ungkpanya.(ME-04)

Pencuri di Pesantren Diganjar 29 Bulan

LUBUKLINGGAU-Terbukti melakukan pencurian di perumahan pesantren, Idul Fitri (20) warga Jl Ulak Surung Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II, harus mendekam di penjara. Bahkan dalam Selasa (6/7) ia dihukum dua tahun lima bulan (29 bulan, red), dalam sidang di Pengadilan Negeri Lubuklinggau.

Menurut majelis hakim diketuai Wahyu Widya, Idul Fitri terbukti mencuri di kediaman salah seorang ustazah, yakni Nasrowati. Atau melanggar pasal 363 ayat (1) Ke-5 KUHP. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Ramadhan yang menuntut dua tahun dan enam bulan penjara.

Adapun hal yang meringankan terpidana berlaku sopan di persidangan, menyesali perbuatannya dan mengakui perbuatan. Sedangkan hal yang memberatkan perbuatan terpidana meresahkan masyarakat dan sudah melakukan pencurian sebanyak tiga kali.

Kronologis kasusunya bermula korban Nasroati, Selasa (11/8) sekitar pukul 11.30 WIB sedang mengajar di pesantren Al-Ikhlas. Sementara itu terpidana masuk dalam kompleks pesanteren Al-Ikhlas dengan cara memenjat temok.

Kemudian terpidana memanjat pintu kamar mandi selanjutnya langsung masuk dalam asrama melalui pintu dapur. Selanjutnya mengambi pisau dan membuka lemari, namun tidak menemukan barang berharga.

Bukan itu saja, terpidana juga membuka lemari Nasrowati serta menemukan kalung emas seberat 3,5 suku, gelang emas 2 suku dan mainan kalung 0,5 suku dan uang tunai Rp 3 Juta. Setelah mendapatkan hasil, terpidana keluar dengan cara memanjat kamar mandi dan tembok pesantern Al-Ikhlas.(ME-04)

07 Juli 2010

Tabrakan Beruntun, Satu Tewas Mengenaskan

Empat Kendaraan yang Terlibat Tabrakan Beruntun
1. APV Nopol BG 2683 G
2. Avanza Nopol BG 2643 FY
3. Yamaha Jupiter Z Nopol BG 3813 HK
4. Yamaha Jupiter MX Nopol BG 4018 HK

Korban Tabrakan Beruntun

1. Andre (Tewas) akibat pendarahan pada hidung dan mulut
2. Yanto mendarita patah kaki kiri dan luka lecet pada kaki kanan
3. Hendri menderita luka robek pada bagian lengan kanan
4. Giman menderita luka gores pada bagian kaki kanan

LUBUKLINGGAU-Kecelakaan Lalu lintas (Lakalantas) beruntun yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Jl Yos Sudarso Lubuklinggau. Kali ini tabrakan beruntun terjadi depan rumah makan di Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Selasa (6/7) sekitar pukul 21.30 WIB.

Tabrakan beruntun tersebut melibatkan dua mobil dan dua sepeda motor. Tepatnya mobil APV Nopol BG 2683 G, Avanza Nopol BG 2643 FY dan sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol BG 3813 HK yang dikemudikan Andre (20) warga Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau selatan berboncengan dengan Yanto (22) warga yang sama serta Yamaha Jupiter MX Nopol BG 4018 HK yang dikemudikan Hendri (16) warga Lorong Mortanda Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan berboncengan dengan Giman (15) warga yang sama.

Akibat lakalantas tersebut Andre tewas mengenaskan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena menderita pendarahan pada hidung dan mulutnya. Sedangkan Yanto mendarita patah kaki kiri dan luka lecet pada kaki kanannya. Sementara Hendri menderita luka robek pada bagian lengan kanannya sedangkan Giman menderita luka gores pada bagian kaki kanannya.

Kronologis kejadiannya bermula sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang dikendarai Yanto berboncengan dengan Hendri meluncur dari arah Simpang Periuk menuju arah pasar. Dan rekannya Hendri berboncengan dengan Giman mengendarai sepeda motor Jupiter MX meluncur dari arah yang sama. Sesampai di TKP tapatnya di depan rumah makan yang sedang direnovasi (dulunya Rm Murni) sepeda motor yang meluncur dengan kecepatan tinggi menabrak mobil APV yang diduga hendak mendahului kendaraan di depannya dan meluncur dari arah berlawana.

Sedangkan sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang dikendarai Hendri berboncengan dengan Giman yang juga meluncur dari arah Simpang Periuk menabrak mobil Avanza yang sedang parkir di pinggir jalan. Imbasnya sepeda motor Jupiter Z yang dikendarai Yanto tersebut oleng dan terbalik sehingga Yanto dan Andre terpental dan Andre langsung tewas mengenaskan di TKP. Sedangkan tiga korban lainnya Yanto, Hendri dan Giman bersama dengan dibantu warga sekitar kemudian dibawa ke RS Siti Aisyah termasuk korban Andre.

Sementara pantauan Musirawas Ekspres di TKP, tabrakan beruntun itu sempat memacetkan jalan dan warga sekitar berhamburan melihat kejadian tersebut. Angggota sSatlantas Polres Lubuklinggau yang mengetahui kejadian tersebut langsung meluncur ke TKP dan melakukan olah TKP serta mengatur lalulintas yang sempat macet. Kendaraan yang terlibat lakalantas telah diamankan di Mapolres Lubuklinggau untuk proses lebih lanjut.(ME-04)

Suami Mantan Sekretaris KPU Mura Buron

LUBUKLINGGAU-Kejaksaaan Negeri Lubuklinggau kini kesulitan melakukan pemeriksaan terhadap Junaidi, tersangka turut serta melakukan dugaan korupsi dana Pilgub Sumsel 2008. Pasalnya keberadaan Junaidi yang juga suami dari mantan Plt Sekretaris KPU Musi Rawas, Rahma Istiati, sama sekali tidak diketahui.

Demikian dijelaskan Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (6/7).
“Kami sudah melakukan pemanggilan tiga kali kepada Junaidi, hanya saja ia sama sekali tidak memenuhi panggilan,” jelas Kajari.

Bukan hanya panggilan sebagai tersangka, namun panggilan untuk menjadi saksi di persidengan kasus korupsi Pilgub Sumsel 2008, dengan terdakwa istrinya sendiri Rahma juga tidak diindahkan.

“Dia sudah kami panggil namun tidak hadir dalam persidangan,” tambah Kajari.
Dalam persidangan terdakwa Rahma sebenarnya punya hak menolak Junaidi menjadi saksi karena suaminya. Hanya saja Junaidi harus dihadirkan dalam sidang. Makanya kemudian keterangan Junaidi tetap dibacakan sesuai berita acara pemerikaan (BAP).

Karena itulah dikatakan Kajari, pihaknya meminta kehadiran Junaidi secara sukarela ke kejaksaan untuk diperiksa. Pasalnya kalau sama sekali tidak ada niat baik, pihaknya akan menerbitkan daftar pencarian orang (DPO).

“Kami sudah cek ke rumahnya ternyata sudah tidak ada lagi, begitu juga ketika ditanya kepada ketua RT. Sementara itu di tempatnya bekerja yakni BRI, ternyata ia mengambil pensiun dini sehingga sudah tidak bekerja lagi,” terang Kajari.

Kondisi ini menyebabkan Kejari ke depan akan melakukan pemanggilan dengan upaya paksa.
“Kalau memang tidak datang dan memenuhi panggilan, kita juga akan sebar dan beritahukan kesemua Kejaksaan yang ada di Indonesia. Sehingga tersangka dapat ditangkap dan dilakukan upaya penahanan,” paparnya.

Ditetapkannya Junaidi sebagai tersangka dikatakan Taufik, sesuai dengan pengakuannya sendiri bahwa memang ada dana Rp 1 Miliar masuk ke rekening Junaidi. Ternyata uang itu adalah dana kegiatan Pilgub Sumsel. Padahal dana milik pemerintah dan digunakan untuk kepentingan pemerintah harus masuk ke rekening milik pemerintah, dalam hal ini karena dana untuk KPU maka harus masuk ke rekening milik KPU Musi Rawas.

Masuknya ke rekening milik pribadi ini sudah menyalahi aturan. Dan masuknya dana tersebut diketahui oleh Junaidi, karena adanya penarikan uang dari rekening itu. (ME-03)

Ayo Ikuti Khitanan Massal HUT MurEks ke-2

*Bupati Mura Rencanakan Hadir
TUGUMULYO-
Puncak perayaan HUT Harian Umum Musirawas Ekspres ke-2 pada 18 Juli 2010 nanti tinggal sebelas hari lagi. Pendaftaran untuk peserta beberapa kegiatan yang dilaksanakan memeriahkan HUT MurEks tersebut masih dibuka. Baik untuk khitanan massal, festival lagu dangdut, jalan santai termasuk donor darah.

Untuk itu kepada masyarakat Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura yang ingin berpartisipasi dipersilahkan menghubungi pihak panitia di Graha Pena Linggau Jalan Yos Sudarso No.89 Kelurahan Batu Urip Taba Lubuklinggau.

”Khususnya kepada masyarakat yang ingin mengikutsertakan anaknya dalam khitanan massal diharapkan untuk konfirmasi dan mendaftar. Sebab untuk khitanan mssal yang didukung sepenuhnya PT Triaryani untuk peserta dipersiapkan sebanyak-banyaknya maksimal 200 anak,” kata PU MurEks, Panca Riatno.

Sejauh ini ditambahkanya sudah beberapa anak yang mendaftar untuk ikut dalam khitanan massal.

”Diutamakan memang dalam hal ini anak-anak dari keluarga tidak mampu. Terkhusus anak-anak panti asuhan akan dibantu karena kegiatan ini memang mengedepankan unsur sosialnya,” kata Panca seraya menambahkan sudah ada beberapa anak dari panti asuhan yang mendaftar untuk ikut khitanan massal.

Selain itu ditambahkan, rangkaian kegiatan HUT MurEks kedua mendapatkan perhatian yang cukup besar dari pemerintah baik Pemkot Lubuklinggau maupun Pemkab Mura khususnya Bupati Mura, H Ridwan Mukti.

”Terbukti dari konfirmasi lisan jika memang tidak terbentur dengan kegiatan yang mendesak Pak Bupati akan hadir ikut membuka rangkaian kegiatan yang dimulai dengan Jalan Santai Berhadiah dan kegiatan sosial lainnya,” ungkap Panca.

Sementara itu ditambahkan Ketua Panitia Pelaksana HUT MurEks kedua, Supandri untuk rangkaian kegiatan lain sejauh ini sangat diminati.
”Khususnya untuk Festival Lagu Dangdut ternyata pesertanya membludak. Untuk pendaftar di Graha Pena, Radio Dangdut TPI dan Selebrity Colection hingga hari ini (kemarin, red) sudah cukup banyak,” kata Supandri.

Khusus untuk Festival Dangdut dilaksanakan sesuai rencana yakni dua tahapan. Untuk penyisihan dilaksanakan Sabtu (10/7) di Cafe Mas Ali Hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau.

”Peserta akan menyanyikan dua lagi yakni wajib dan lagu pilihan. Selanjutnya akan ditetapkan 12 finalis yang akan tampil saat grand final Minggu (18/7) di panggung utama Lapangan Sepakbola B Srikaton Tugumulyo,” paparnya.

Keduabelas finalis itu nantinya akan ditampilkan setiap hari di Harian Umum Musirawas Ekspres untuk memberikan kesempatan kepada pembaca guna memilih peserta favorit.

”Untuk peserta favorit ditentukan lewat polling SMS kerjasama dengan Telkomsel,” ungkap Supandri didampingi Hoyul Qoyum, Sekretars Panitia Pelaksana.

Selain itu dalam puncak HUT MurEks tersebut juga dilaksanakan beberapa kegiatan sosial dan hiburan lainnya. Diantaranya yakni Jalan Santai Berhadiah.

”Untuk Jalan Santai Berhadiah ini kita kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mura dengan mengajak siswa,” tambahnya. Bagi peserta jalan santai disiapkan hadiah yang disiapkan oleh sponsor.

Selain itu untuk kegiatan sosial selain pemberian bantuan kepada panti asuhan yang telah dilaksanakan saat malam syukuran di Graha Pena, saat puncak acara di Tugumulyo juga digelar donor darah.

”Aksi donor darah ini tidak lain untuk mendukung pemenuhan darah PMI, mengingat stok darah di PMI sangat sedikit sementara yang membutuhkan sangat banyak. Makanya ini juga termasuk salah satu misi sosial dan kemanusian yang diemban Musirawas Ekspres,” papar Supandri.

Rangkaian acara HUT MurEks kedua ini menurut Supandri didukung oleh banyak pihak. Diantaranya Hotel Hakmaz Taba, Pemkab Mura, Pemkot Lubuklinggau, Dinkes Mura, Diknas Mura, Telkomsel, Toko Elektronik Venus, BNJ Elektronik, Selebrity Colection, Ridho Tenda, Kharisma Indo Motor, Bank Sumsel Babel, PT Triaryani, Bakso Kepala Sapi, Linggau Hotel, PT Indofood Sukses Makmur, PT Indomarco Adi Prima, Metta Indah, Harian Pagi Linggau Pos, Radio Dangdut TPI, Smart 2 Print, Monemas, YLKI Mura-Linggau, CPMK, Pertamina.

”Selain itu ada beberapa sponsor lainnya yang siap mendukung kemeriahan acara HUT MurEks kedua ini,” pungkas Supandri. (ME-02)

BPMPD Rencanakan Outbound Kades

MUSI RAWAS-Dalam proses pembinaan kepada aparatur desa dan kelurahan secara menyeluruh, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas merencanakan out bound lanjutan.
Kegiatan yang dikhususkan bagi kepala desa dan lurah itu akan kembali digelar setelah Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) belum lama ini mengadakan out bound di Desa Sukakarya Kecamatan STL Ulu Terawas yang pada waktu itu hanya menyertakan 80 kepala desa sebagai peserta.

“Setelah beberapa waktu lalu kami menggelar pelatihan peningkatan kapasitas kepala desa se Kabupaten Musirawas (80 kades) di Desa Sukakarya STL Ulu Terawas, kemungkinan besar kami akan menggelar kegiatan lanjutan supaya seluruh kades termasuk lurah mendapat kesempatan mengikuti out bound ini,” kata Kepala BPMD, Mefta Joni.

Diakuinya, hanya saja sejauh ini masih dalam tahap perencanaan, sehingga pihaknya belum bisa memastikan mengenai waktu dan tempat pelaksanaannya.

“Untuk waktunya belum bisa kami pastikan, tapi yang jelas akan kita prioritaskan kegiatan itu bisa dilakukan tahun ini (2010). Karena pada tahun depan (2011) akan digelar kegiatan jambore yang diikuti oleh seluruh kepal desa yang sudah mengikuti out bound dalam angkatan pertama (80 kades),” terang Mefta didampingi Kabid Pemerintah Desa Yulius Adi.

Mefta kembali menjelaskan, kegiatan pelatihan di alam terbuka sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembinaan aparatur desa beberapa waktu lalu sangat penting dilakukan dalam upaya pembinaan secara psikologi, kepemimpinan hingga kedisiplinan.
“Materi pembinaan di lapangan akan lebih menekankan terhadap factor psikologis dalam statusnya sebagai seorang pemimpin, kemudian ada juga pembinaan dengan materi kedisiplinan dalam bertugas,” ujarnya.

Kemudian Yulius Adi menambahkan, Kabupaten Musi Rawas yang memiliki kepala desa dan lurah yang berjumlah 277, maka untuk angkatan kedua kegiatan out bound setidaknya akan diikuti oleh 197 Kades maupun Lurah (277 dikurangi 80 angkatan pertama).

Sementara itu, Bupati Ridwan Mukti dalam kesempatan membuka acara out bound angkatan pertama di Sukakarya Terawas beberapa lalu meminta supaya bentuk kegiatan di lapangan itu bisa disinkronkan dengan materi pembinaan yang sudah disampaikan sebelumnya guna penerapan pelayanan publik yang maksimal.(ME-05)

Bus dan Truk Dilarang Lewat Yos Sudarso- A Yani

LUBUKLINGGAU-sebagai upaya menata dan meningkatkan ketertiban lalulintas didalam wilayah Kota Lubuklinggau, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika (Dishubkominfo) Kota Lubuklinggau kedepan mulai melarang bus, truk dan fuso masuk wilayah Kota. Pelarangan akan dimulai setelah jalan lingkar utara yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan selesai dikerjakan.

" Khusus kendaraan berskala besar seperti bus antar kota antar propinsi dan truk/fuso dilarang melintas didalam kota, dalam artian kendaraan tersebut dialihkan ke jalan lingkar utara. Maksudnya setelah jalan lingkar utara nanti selesai maka tidak ada lagi bus antar kota antar propinsi maupun truk/fuso terlihat berada didalam kota,"kata Kepala Dishubkominfo Kota Lubuklinggau Azhari Juhan kepada Musirawas Ekspres, Selasa (6/7).

Supaya pengalihan nanti berjalan lancer, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan penataan jalur lalu lintas kendaraan skala besar seperti bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan kendaraan angkutan lainya seperti truk dan fuso.

Apalagi pengerjaan jalan lingkar utara tidak lama lagi akan selesai. "
Setelah selesainya jalan tersebut seluruh kendaraan skala besar akan dialihkan ke jalan tersebut, kecuali bus yang menuju kearah Bengkulu,"paparnya.

Untuk trayeknya belum ditentukan, akan tetapi nantinya bagi bus dan truk dari arah Palembang langsung bebelok kearah jalan lingkar utara Kelurahan Sumber Agung lalu tembus di jalan Sukarno-Hata Kelurahan Petanang, sehingga tidak masuk kota lagi.

Menurut Azhari dengan difungsikannya jalan tersebut pihaknya juga akan mengaktifkan terminal Petanang, sehingga disamping dengan mengembangkan wilayah Kecamatan Lubuklinggau Utara pengoperasian terminal petanang akan optimal.

"Kita sosilasasikan dari sekarang supaya para sopir maupun agen bus bersiap untuk merelokasi agenya ke Terminal Petanang,"tegasnya. (ME-06)

Program Padat Karya untuk Mengurangi Pengangguran

LUBUKLINGGAU- Untuk mengurangi pengangguran diwilayah Kota Lubuklinggau, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Lubuklinggau melaksanakan program padat karya di beberapa Kecamatan .

Diantaranya di Kecamatan Lubuklinggau Utara II dengan membangun akses jalan tembus yang menghubungkan dua wilayah yakni Kelurahan Kenanga dan Kelurahan Megang.
Program padat karya di daerah tersebut dilakukan dengan pengerjaan jalan tembus sepanjang 240 meter. Kegiatan padat karya sudah dimulai sejak Senin (14/6) lalu.

Demikian dikatakan Sekretaris Camat Lubuklinggau Utara II, Waidi, kepada Musirawas Ekspres, kemarin (6/7) diruang kerjanya. Dikatakan Waidi, pengerjaannya sempat terhenti karena terkendala masalah ganti rugi lahan. Tapi setelah dilakukan musyawarah dan ada sejumlah donator yang bersedia mengganti rugi tanaman tersebut akhirnya 21 Juni kegiatan pembangunan jalan tersebut kembali diteruskan.

“Untuk pembangunan akses jalan tersebut dikerjakan oleh 48 pekerja yang merupakan warga Kelurahan Kenanga dan Kelurahan Megang, mengingat jalan tersebut berada di dua kelurahan itu,” ungkapnya.

Untuk jalan yang dibangun sepajang 240 meter dengan lebar 4 meter dan timbunan sawah sepanjang 67 meter, merupakan tanah hibah masyarakat setempat.

Terpisah , Ketua Kelompok Padat Karya M. Danil saat di mintai keterangan mengatakan meskipun sempat terkendala masalah ganti rugi tanam tumbuh, namun hal tersebut segara di tindak lanjuti. “Ada dua orang donatur yang bersedia mengganti rugi tanam tumbuh itu, untuk tanam tumbuh pepohonan Rp.250 ribu sedangkan untuk tanam tumbuh padi sebesar Rp.800 ribu,” jelasnya.

Sementara itu untuk bahan-bahan bangunan seperti koral, pasir dan semen menurutnya dari pemerintah. “Kami hanya mengerjakan saja, untuk bahan-bahanya salalu tersedia, begitu juga dengan tanah untuk menimbun. (ME06)

Tabrak Lari, Seorang Terluka

LUBUKLINGGAU-Akibat tabrak lari, Titin Agustina (23) Warga Jl Ramayana RT 5 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II terluka. Tabrak lari itu terjadi Minggu (4/7) sekitar pukul 02.00 WIB di Jl Yos Sudarso Depan Klinik Bersalin Dwi Sari Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Korban Titin Agsutina menderita luka lecet pada bagian tangan dan kaki kiri dan kanan, luka memar pada bagian wajah dan luka robk pada bagian kepala bagian samping kanan. Ia menjalani perawatan di RS Siti Aisyah.

Kronologis kejadiannya, korban Titin mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Nopol BG 6751 HN meluncur dari arah Taba Pingin menuju arah pasar Lubuklinggau sesampai di TKP diduga menghindari lubang sehingga korban mengerem kendaraannya secara mendadak. Bersamaan dengan itu dari arah belakang korban meluncur mobil Pick Up sehingga menyerempet sepeda motor korban.

Imbasnya sepeda motor korban oleng dan terbalik melihat hal tersebut pengemudi mobil Pick Up tersebut langsung tancap gas dan melarikan diri. Semenatara anggota Satlantas Polres Lubuklinggau yang mengetahui kejadian tersbut langsung mluncur ke TKP dan membantu korban dan membawanya ke rumah sakit.(ME-04)

Nyaris Tewas Dikeroyok 8 Perampok

RUPIT-Perampokan sadis terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Maur Baru Kecamatan Rupit, Senin (5/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Korbannya Kisru (40) warga Desa Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti.

Imbas perampokan tersebut korban menderita luka robek pada kaki kanan serta luka-luka memar, ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Rupit. Selain itu korban juga harus kehilangan sepeda motor Honda Grand Nopol B 4941 AL.

Dua jam kemudian yakni sekitar pukul 22.10 WIB, salah seorang pelaku berhasil diringkus petugas. Dia adalah Siraja Munir (20) warga Desa Maur Kecamatan Rupit. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan, kini ia mendekam di sel Mapolsek Rupit.
Kronologisnya, korban mengendarai sepeda motor dari arah Sarolangun menuju Lubuklinggau. Tiba-tiba di Maur Baru diikuti delapan orang pelaku semuanya mengendarai sepeda motor. Kemudian salah seorang pelaku langsung mengeluarkan golok dan menyabet punggung korban.

Sementara pelaku lainnya menerjang kaki kanan korban. Mendapatkan serangan bertubi-tubi dari beberapa arah, korban tak mampu bertahan dan langsung terjungkal dari atas sepeda motornya.

Ketika korban terkapar, seorang pelaku langsung mengambil sepeda motor dan barang berharga. Korbanpun ditinggalkan begitu saja oleh para pelaku.

Dalam kondisi yang terluka korban meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Muara Rupit. Mendapat laporan itu, petugas langsung mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kapolsek Rupit Iptu Amir Hamzah kepada Musirawas Ekspres menjelaskan salah seorang tersangka perampokan berhasil dibekuk aparat. “”Tersangka bersama BB diamankan di Mapolsek Rupit, sedangkan tujuh rekannya masih dikejar,” pungkasnya. (ME-03)

06 Juli 2010

Awas, Banyak Tabung-Regulator Gas Membahayakan

*Temuan Sidak Tim Pemkot
LUBUKLINGGAU-
Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Bagian Ekonomi kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko alat elektronik.
Dari hasil Sidak tersebut tim yang dikoordinatori Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau, M Hidayat Zaini bersama dua intel Kodim 0406 dan sejumlah staf menemukan beberapa regulator, selang, tabung gas 12 kg dan 3 kg tidak ber Standar Nasional Industri (SNI).

Berdasarkan Sidak yang dilakukan di pertokoan pasar inpres dari sedikitnya lima toko ada dua toko diantaranya yang menjual tabung, regulator dan selang tidak ber SNI. Hal serupa ditemukan di Toko Eletronik Pulau Mas ditemukan regulator tidak ber SNI. Namun berdasarkan pengakuan pemilik toko regulator tersebut memiliki kualitas paling baik dari pada regulator yang ber-SNI.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau, M Hidayat Zaini menegaskan Sidak bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya tabung, selang dan regulator palsu sehingga dapat membahayakan konsumen penguna gas elpiji. Sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah pusat untuk mengantisipasi peredaran barang tak ber SNI pihaknya terus melakukan pengawasan dengan melakukan Sidak di sejumlah pertokoan terutama yang menjual peralatan gas elpiji.

Dikatakannya, dari hasil Sidak tersebut selain menemukan puluhan tabung, regulator dan selang yang tidak standar, timnya juga mendapatkan keluhan dari penjual tabung gas karena jenis karet yang diberikan oleh PT Pertamina tidak standar. Bahkan terlalu lentur sehingga apabila konsumen tidak teliti dan pas memasang akan menimbulkan kebocoran.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan dalam tahap awal ini pihaknya masih memberikan himbauan kepada para penjual supaya tidak memperdagangkan alat-alat elektronik yang tidak memiliki label SNI. Di samping itu pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat terutama konsumen untuk teliti terhadap barang-barang yang beredar. Demikian juga terhadap penggunaan gas elpiji jangan sampai menggunakan produk yang tidak memiliki label SNI. Hal itu sebagai upaya antisipasi terjadinya hal yang membahayakan konsumen yang disebabkan karena tidak standarnya produk yang digunakan. (ME-06)

Kades Karang Anyar Dibacok Warga

RUPIT-Diduga soal lahan perkebunan sawit, Kades Karang Anyar Kecamatan Rupit, Alamsyah dibacok oleh warganya sendiri inisial RS. Pembacokan itu terjadi di depan kediaman tersangka RS, Minggu (4/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Atas aksi brutal RS itu Kades menderita luka bacok pada punggung sisi kiri.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, sebelumnya RS menolak jumlah ganti rugi lahan miliknya imbas pembukaan perkebunan sawit di Karang Anyar. Karena itulah saat mobil perusahaan sawit melintas, langsung dihadang oleh RS di depan rumahnya.

Mendengarkan informasi itu, Kades yang kebetulan kediamannya di dekat rumah tersangka langsung mendekat. Tujuannya saat itu hendak menyelesaikan masalah, namun RS justru marah kepadanya, bahkan melayangkan parang ke punggung korban.

Usai kejadian itu korban langsung dilarikan ke RS Rupit sedangkan tersangka melarikan diri. Kasus ini langsung ditangani Polsek Rupit, bahkan petugas melakukan pengamanan di lokasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kapolsek Rupit Iptu Amir Hamzah ketika dikonfirmasi Musirawas Eksrpes membenarkan adanya kejadian itu. “Memang ada kejadiannya, hanya saja belum dilaporkan secara resmi oleh korban,” jelasnya.

Mengenai motifnya Kapolsek belum bisa memastikan kepada pelaku belum berhasil diamankan. Hanya saja informasi sementara dikatakan Kapolsek, karena tersangka tidak mendapatkan pekerjaan di calon perkebunan sawit. (ME-03)

‘Nasib’ Sekdes MS-Sukarami di Tangan BPMPD

*Alamsyah : Satu Bulan Melengkapi Berkas
MUSI RAWAS-
Perjuangan Syeh Arpan Sekdes SP 6 Mekar Sari (MS) Kecamatan Muara Kelingi dan Surono Sekdes Sukarami Kecamatan Sumber Harta untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) terus dilakukan. Sejauh ini walaupun masih belum ada kepastian namun ada perkembangan yang positif.

Menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Mura, Alamsyah A Manan nasib kedua Sekdes itu kini berada di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Mura.

”Komisi I DPRD Mura sudah membahas dua Sekdes ini dengan BPMD Mura. Hasilnya sedikit ada kemajuan,” kata Alamsyah.

Ditambahkan Alamsyah, untuk saat ini perjuangan untuk kedua Sekdes dilakukan oleh BPMPD. Tepatnya BPMPD Mura meminta waktu selama setu bulan untuk mengumpulkan data dan melengkapi berkas kedua Skds tersebut. Selain itu juga BPMPD Mura akan mencari tahu apakah kedua Sekdes ini masih berpeluang diangkat menjadi PNS atau tidak.

”Pokoknya kita berikan keleluasan waktu selama satu bulan kepada BPMPD Mura untuk melengkapi berkas dan mengurus segalanya. Semoga semuanya lancar dan kedua Sekdes itu bisa menyusul rekan-rekannya untuk diangkat menjadi menjadi PNS,” ungkapnya. Setelah satu bulan ke depan menurut Alamsyah, Komisi I dan BPMPD Mura kembali akan bertemu untuk membahas semua perkembangan guna menetapkan langkah lanjutan.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan Surat Gubernur Nomor : 140/1381/BPMPD/2010 tentang pengangkatan PNS Syeh Arpan dan Surono, Sekdes dalam Kabupaten Mura Komisi I DPRD Mura telah mengundang kedua Sekdes, Kades, Camat dan juga Kepala BPMPD Kabupaten Mura. Tujuannya untuk meminta penjelasan mengapa kedua Sekdes batal diangkat menjadi PNS dan mencari solusi untuk memperjuangkan keduanya. Sebab jelas-jelas ini adalah hak mereka, makanya eksekutif dan legislatif akan coba membantu memperjuangkannya. (ME-02)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More