EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


23 Februari 2010

Puluhan Sopir Angdes Demo ke Kantor Dishub

*Tuntut Fasilitas Terminal Dilengkapi
LUBUKLINGGAU-
Setidaknya puluhan angkutan pedesaan (Angdes) dari arah Utara yang tergabung dalam forum Perhimpunan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia,( PPMI) kemarin (22/2) menggelar aksi demo mendatangi kantor Dinas Perhubungan , Kominikasi dan Informasi Kota Lubuklinggau.

Belumlah sempat menggelar orasi, perwakilan sopir angdes tersebut di terima oleh Kepala terminal Zamrudin dan Sekretaris Dishubkominfo Tamri. Lalu diadakan dialog yang dihadiri Ketua Organda Sapran, Kepala Sat Pol Pp Alha Warizmi , Sat Lantas Fikri, kemudian Ketua Forum Angkot Lisanudin.

Dalam pertemuan itu Forum Angdes keberatan berbagai tuntutan dari sopir angdes dan banyak menuai keberatan dari pihak forum angkot.
Aksi yang di motori oleh Bahed Edi Kuswoya dan di koordinatori oleh Tolib tersebut menuntut ketidak adilan yang diberlakukan oleh aturan yang telah di terapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubukklinggau dalam menertibkan angdes yang selama ini masuk Kota Lubuklinggau.

Menurut Bahed Semenjak terlokasinya terminal tipe B Petanang pendapatan para sopir menjadi berkurang. Hal itu disebabkan peraturan yang mengharuskan angdes masuk ke terminal, sementara di terminal tersebut fasilitas dan faktor pendukung belum memadai sehingga penumpang enggan untuk diturunkan di terminal.

Tidak hanya itu menurut ketua PPMI kepada Musirawas Ekpres bahwa pihaknya yang tergabung dalam forum aksi demo tersebut menuntut, sebelum terminal petanang lengkap dengan fasilitas, angdes dari arah Utara menuju Kota Lubuklinggau boleh mangkal di tempat biasa seperti Simpang Raya, Wijaya, Terminal Satelit, dan Simpang Kenanga II.

“Ia juga mengharapkan apa yang telah berjalan selama ini tetap berjalan seperti biasa artinya angdes dari arah utara sudah berkomitmen akan menurunkan penumpang di terminal dan setelah itu angdes melaju ke Kota Lubuklinggau guna mencari penumpang yang akan pulang ke arah Utara seperti Singkut, Karang Dapo dan lain sebagainya. Akan tetapi masih tetap naik turun diterminal, kita hanya mencari penumpang saja bongkar muatnya tetap diterminal,” tegasnya.

Lebih lanjut Bahed mengatakan bahwasanya para sopir angdes ini sangat mendukung program penertiban ini sebagai upaya kelancaran arus transportasi di Kota lubuklinggau. Akan tetapi sebelum terminal tipe B tersebut belum memiliki kelengkapan yang memadai seperti sandang , pangan dan kebutuhan lainya maka kami akan tetap mangkal di lokasi selama ini.

“Ia juga menjamin meskipun hal ini tetap berjalan seperti adanya angkot tidak akan dirugikan sebab pada dasarnya untuk menuju tempat mangkal angdes, para penumpang dari pasar masih menggunakan angkot,” jelasnya.

Sementara itu Koordinator aksi Tolib menambahkan mengenai pemansangan rambu-rambu dilarang parkir di sejumlah tempat mangkal seperti Simpang Raya, ia meminta supaya Dishub mengakaji ulang.Apakan itu wilayah bebas lalu lintas atau bukan, pihaknya meminta alasan mengapa dishub memasang rambu tersebut.

Sementara itu dari pihak forum angkot yang diwaliki oleh ketua forum angkutan Kota Lubuklinggau Lisanudin mengatakan upaya yang telah di upayakan oleh Dishub sudah sesuai dengan peraturan daerah tentang penertiban terminal. Untuk itu pihaknya tetap meminta untuk tetap melanjutkan aturan yang telah dijalankan selama penertiban terminal tersebut, yakni angdes tetap tidak diperbolehkan masuk Kota Lubuklinggau.

Ditempat yang sama Kepala Dishub Kominfo, Azhari Juhan di wakili sekretaris Tamri menjelaskan bahwa apa yang telah di usulkan dan disampaikan baik dari forum angdes maupun dari forum angkot berkenaan dengan tuntutan tersebut masih akan disampaikan kepada pimpinan. “Dan akan di musyawarahkan terlebih dahulu. Namun ia berjanji dalam waktu dekat ini sudah ada keputusan, hanya saja perlu ada pengkajian yang benar-bnar matang sehingga keputusan tidak kembali menimbulkan permasalahan,” Jelasnya

Perlu diketahui hasil sementara dalam forum tersebut ialah akan diterapkan peraturan dari jam 09.00 Wib ke atas, angdes dilarang masuk Kota Lubuklinggau. Selanjutnya , bagi mobil barang (angdes yang mengangkut barang-red) yang akan masuk Kota Lubuklinggau atau mengambil barang harus mendapat izin dari petugas terminal dan tidak boleh membawa penumpang, jika hal itu dilanggar maka akan ditindak oleh pihak kepolisian . (CW-01)

Puluhan Santri ikuti lomab MTQ

LUBUKLINGGAU- Sedikitnya 54 santri dari sepuluh kelurahan dilingkungan kecamatan Lubuklinggau utara II mengikuti lomba musabaqoh tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat kecamatan.

Kegiatan yang di selenggarakan di masjid Baitul Kholik kecamatan setempat di buka oleh asisten I Walikota Lubuklinggau Izhar Safawi.

Dalam kesempatan itu izhar mengatakan bahwa kegiatan tersebut hendaknya sebagai wadah meningkatkan syiar islam, selain itu kegiatan yang demikian itu harus dimaknai sebagai upaya menyemarakkan syiar islam dengan nuansa silaturahim di lingkungan msyatrakat sehingga akan mewujdkan hubungan kekeluargaan dan keharmonisan antara masyarakat.

Lebih lanjut izhar mengrapkan dengan terselenggaranya kegiatan tersebut MTQ hendaknya dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap geliat keislaman dengan terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap al-quran.

Selain itu dengan adanya kegiatan yang lebih didominasi oleh anak anak dan remaja tersebut merupakan salah satu regenerasi yang baik dalam menciptakan kultur keislaman di masa depan dengan terus memberikan pembinan dan pemahaman terhadap mereka, jelasnya.

sementara itu camat setempat saiful effendi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu meningkatkan kreatifitas dan dalam rangka meningkatkan kecintaan kita terhadap baca al-quran selain itu sebagai upaya mencegah terjadinya buta aksara al-quran, untuk itu kepada peserta yang hadir hendaknya dapat mengikti perlombaan dengan baik,

Ditempat yang sama ketua panitia pelaksana lomba tersebut Waidi mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari dua malam dan akan dirtutup pada rabu (24/20 mendatang.

Untuk peserta yang mengikuti lomba tersebut merupakan utusan dari sepuluh kelurahan di wilayah kecamatan Lubuklinggau utara II dengan total peserta sebanyak 54 santri. Jelasnya,

Sementara itu sektretaris dewan hakim Sakban mengatakan sistem penilaian yang di berlalukan dalam perlombaan tersebut antara lain tajuid, fasoha, lagu dan suara, dewan hakim yang memberikan penilaian tersebut antara lain Mas Guntur untuk dewan Hakim lagu, kemudian Said dewan hakim Tajuid, Hasan Basri dewan hakim Suara, dan fasoha dewan hakim Imam Nawawi.

Perlu diketahui dalam pembukaan lomba MTQ tingkat kecamatan Lubuklinggau utara II tersebut antara lain , Kabag Kesra setda Kota Lubuklinggau Zainal Abidin Krj, KUA kecamatan, Ketua TP PKK kecamatan dan kelurahan serta perangkatnya, Lurah dilingkungan kecamatan Lubukkinggau Utara II pengurus Masjid, Tohoh Agama, dan Masyarakat setempat. (CW-01)

Lusa, PAN Tentukan Dukungan Balon Bupati-Wakil Bupati

MUSI RAWAS-Lima bakal calon (Balon) Bupati Musi Rawas (Mura) yang berkemungkinan bakal maju pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) 5 Juni mendatang menyampaikan visi dan misi.

Penyampaian visi dan misi balon tersebut dilaksanakan dihadapan panitia penjaringan balon, Partai Amanat Nasional (PAN) Mura. Kegiatan itu dilaksanakan di ballroom Hotel Abadi Kota Lubuklinggau.

Kandidat balon yang pertama menyampaikan visi dan misi yakni Sambas. Penyampaian visi dan misi politisi PAN ini disampaikan sekitar satu jam lebih. Setelah itu penyampaian visi dan misi dari balon Senen Singadilaga dan balon wakilnya, Sudirman Masuli. Seterusnya dilanjutkan dengan penyampaian M Ali dan terakhir Hj Ratnawati Ibnu Amin.

Untuk balon Bupati-Wakil Bupati, Senen Singadilaga-Sudirman Masuli visi Serasan sekata mewujudkan Musi Rawas sejahtera berkualitas dan bermartabat. Sedangkan misinya yang disampaikan ada lima yakni beasiswa program S1 bagi siswa yang berprestasi, meningkatkan sumber daya masyarakat dan aparatur yang beriman dan berkualitas, membangun dan menggerakkan ekonomi kerakyatan, meningkatkan produktifitas pertanian dan terakhir menjunjung tinggi hak asazi manusia.

Sebelum penyampaian visi dan misi, Senen ketika dibincangi Musirawas Ekspres, mengatakan bahwa seluruh misinya itu untuk kesejahteraan masyarakat Mura. seperti membangun dan menggerakan ekonomi kerakyatan. Tentunya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan infrastrukturnya sudah dibangun.

Sementara itu ketua pokja penjaringan Balon, Gabriel H Fuady ketika dibincangi Musirawas Ekspres, Senin (23/2) mengakui bahwa kelima balon tersebut sudah menyampaikan visi dan misi. Kendati sudah menyampaikan visi dan misi tidak seluruhnya balon tersebut akan diusung PAN.

Penentuan balon yang akan diusung oleh PAN ditentukan melalui rapat pleno yang akan dilaksanakan Rabu (24/2) mendatang. “ Kita akan mengumumkan pasangan balon yang akan diusung setelah melalui rapat pleno, yang akan dilaksanakan di ballroom Hotel Abadi Kota Lubuklinggau,”pungkasnya.

Harus diketahui dengan dilaksanakan penyampaian visi dan misi balon ini, PAN sudah mengedepankan asas demokrasi. Artinya balon yang akan diusung oleh PAN sudah melalui tahapan. (ME-07)

Di Rumah Nenek, Spesialis Jambret Diringkus

LUBUKLINGGAU-Tim Buser Polres Lubuklinggau, Minggu (21/2) sekitar pukul 18.30 WIB menangkap Apriansyah (19) warga Jl King No.15 RT.5 Kelurahan Moneng Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Apriansyah ditangkap karena diduga terlibat dalam tujuh kasus penjambretan di wilayah hukum Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap kepada Musirawas Eskpres menjelaskan, pihaknya sudah lama mengejar tersangka namun belum membuahkan hasil. Namun terakhir diketahui ia bersembunyi di rumah neneknya, tepatnya di Desa Air Satan Kecamatan Muara Kelingi.

“Tersangka kami tangkap saat berada di rumah neneknya tanpa perlawanan. Dia juga memiliki rekan pasangan dalam aksi pejambretan yakni AE, GR dan MK, namun ketiganya belum berhasil ditangkap,” jelasnya.

Ditambahkan Kasat Reskrim, salah satu kasus penjambretan dilakukan tersangka Jumat (5/2) di Jl Yos Sudarso depan AHAS Kelurahan Tanah Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Korbannya adalah Vivi Dwi Sonita (20) mahasiswi yang menetap di Jl Cereme No.65 RT.07 Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Modus yang dilakukan tersangka dalam setiap aksinya, adalah mengikuti korban dari belakang, kemudian disaat ada kesempatan, langsung menarik tas milik korban.

Khusus dalam aksi pejambretan terhadap Vivi, tersangka berhasil mengondol tas berisis handphone Nokia 6600 dan uang Rp 50 ribu di dalam tas.

“Tersangka dalam aksinya biasa menggunakan sepeda Suzuki Satria warna bitu dan Yamaha Jupiter Z, kedua sepeda motor kini sudah diamankan di Mapolres,” jelas Kasat sambil menambahkan juga masih dikembangkan, kemungkinan aksi penjambretan lainnya selain tujuh kasus yang diketahui. (ME-01)

Oknum PNS Diduga Serang Rumah Warga

LUBUKLINGGAU-Seorang PNS Pemkot Lubuklinggau inisial AN, warga Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (21/2) sekitar pukul 23.00 WIB dilaporkan ke Polres Lubuklinggau. Pasalnya ia diduga melakukan penyerangan terhadap rumah warga, saat mencari menantunya Sulaiman.

Orang yang melaporkan AN adalah Krisna Destiana, warga Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di rumah korban.

Kronologisnya, bermula memantu AN yakni Sulaiman terlibat pertengkaran dengan istrinya (anak AN, red). Dalam pertengkaran itu, Sulaiman mencekik istrinya hingga menimbulkan luka memar pada leher. Kasus itu pun dilaporkan ke Polres Lubuklinggau.

Namun diduga AN tidak puas hanya melapor, makanya ia mencari Sulaiman. Salah satunya dengan mendatangi kediaman Krisna, dan sempat marah-marah, pasalnya menduga Sulaiman disembunyikan di sana. Karena tidak terima akhirnya AN pun dilaporkan ke polisi.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadadap membenarkan adanya laporan tersebut. (ME-01)

22 Februari 2010

1.718 Rumah di Muara Kelingi Terendam


*Terbesar Setelah Banjir 1992
MUARA KELINGI-Hingga Minggu (21/2) sedikitnya 1.718 rumah (kepala keluarga) atau 7.216 jiwa di delapan desa wilayah Kecamatan Muara Kelingi menjadi korban terendam, dengan kedalaman 3 meter hingga 4 meter. Kendati begitu baru segelintir warga yang mengungsi, baik ke posko atau pun ke tempat-tempat lebih tinggi, kebanyakan masih bertahan di loteng rumah. Sementara banjir di tujuh desa di BTS Ulu makin parah dan di Kecamatan Muara Lakitan sudah merendam rumah di delapan desa.

Camat Muara Kelingi, Musadik Nanguning kepada Musirawas Ekspres menjelaskan, kedelapan daerah yang terendam banjir adalah Kelurahan Muara Kelingi, Desa Binjai, Pulang Panggung, Tanjung, Bingin Jungut, Lubuk Tua, Lubuk Muda dan Mambang.
“Jumlah rumah terendam paling banyak di Muara Kelingi,” jelasnya. (data lengkap lihat tabel)

Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres di Kelurahan Muara Kelingi, lokasi pemukiman warga yang terendam adalah di RT.1 hingga RT.5. Menurut beberapa warga, banjir ini terbesar setelah banjir 1982 lalu.

“2004 lalu pernah banjir tapi tidak sebesar ini. Bahkan rumah saya tidak tenggelam sekarang tenggelam, ini sama dengan banjir besar 1982 lalu,” jelas Wahyudin, warga RT 5.

Ditambahkan Wahyudin, air berasal dari luapan Sungai Musi, dan sejak tiga hari terakhir mulai sedikit demi sedikit masuk ke pemukiman warga.
“Daerah yang rendah seperti RT.1 sudah tiga hari ini tergenang. Namun air terus naik, makanya merambat ke daerah lain yang lebih tinggi,” jelasnya.

Karena rumahnya terendam, Wahyudin mengaku kini bersama keluarganya mengungsi ke rumah kerabatnya yang kebetulan belum tergenang. Diakuinya ia juga tidak bisa mencari nafkah sebagai pencari koral di sungai, makanya sementara ia menjadi ojek perahu bagi warga yang hendak evakuasi barang-barang.

Terpisah Isa (37) warga RT 1 Kelurahan Muara Kelingi, yang ditemui Musirawas Ekspres sambil menggunakan perahu ketek di depan rumahnya, menjelaskan sejak dua hari terakhir ia bersama keluarga terpaksa mengamankan diri di loteng. “Kami sudah dua hari ini tinggal di loteng,” jelasnya.

Ditambahkannya, rata-rata warga berpindah ke loteng rumah, atau pun bagi pemilik rumah panggung tinggal di lantai atas. Tapi jika air terus naik maka mereka harus pindah ke tempat penampungan atau pun ke rumah kerabat.
“Kami baru mulai evakuasi, rencananya ke tepi jalan raya, karena di sana lebih tinggi,” jelasnya.

Lain lagi dengan Neni. Kendati rumahnya baru sedikit tergenang, namun ia sudah siap-siap mengaevakuasi barang-barang. Bahkan di depan rumahnya sudah terpakirkan truk diesel, dan beberapa alat elektronik seperti lemari es, mesin cuci dan TV sudah di dalam bak.

“Kalau air semakin tinggi, saya tinggal pergi saja,” jelasnya.
Sementara itu Sultan A Gani, kini mengungsi di Kantor Camat Muara Kelingi. Ia bersama dua keluarga lainnya, sejak Minggu siang mulai mengungsi, karena bertahan di loteng rumah sudah tidak memungkinkan karena air terus naik.

Sama halnya dengan keluarga Susilawati, Rusnawati dan Mulyani, warga RT.5 ini sejak dua hari terakhir mengungsi ditenda-tenda.

“Kami sampai saat ini belum mendapatkan bantuan apa-apa,” kata Susilawati.
Pantauan Musirawas Ekspres, banjir ini kendati sudah diantisipasi warga, karena musibah musiman namun mereka tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Bahkan para korban terancam kekurangan bahan makanan, karena akses ke keluar rumah terbatas menggunakan perahu, itupun harus membayar kepada ojek perahu dengan harga kisaran Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu per orang.

Terpisah Kapolsek Muara Kelingi, AKP Al Busro saat dihubungi tadi malam, menjelaskan ketinggian air belum menurun dan masih masih menggenangi kediaman warga. Bahkan halaman depan mapolsek juga tergenang, kendati belum sampai masuk ke dalam bangunan Polsek. (ME-01)
Jalan Mura-Muba Putus

BANJIR melanda Muara Kelingi, bukan hanya menggenani pemukiman warga namun jalan raya yang menjadi akses warga juga tergenang. Pantauan Musirawas Ekpres ada empat titik jalan yang tergenang, yakni di Desa Mandi Aur, dekat SPBU, kemudian dua titik di RT 8 Kelurahan Muara Kelingi terakhir di Desa Lubuk Muda.

Khusus di Lubuk Muda, badan jalan yang tergenang banjir paling panjang sekitar 300 meter. Banjir ini membuat akses jalur Musi Rawas ke Musi Banyuasin (Muba) putus total, karena kendaraan sama sekali tidak bisa melintas. Bahkan sebuah truk fuso mogok di tengah banjir ini.

Pengendara yang hendak ke Palembang, kini harus melintasi jalur lintas tengah (Tebing Tinggi-Lahat-Muara Enim-Prabumulih-Indralaya). Bahkan diinformasikan di Desa Lubuk Tua (hendak ke Muara Kelingi dari arah Palembang) antrian kendaraan hingga 3 KM, dan tidak sedikit yang berbalik arah.

Yazid, warga Lubuk Muda menjelaskan, banjir mulai menggenani jalan tersebut mulai Minggu (21/2) dinihari.
“Semakin pagi airnya semakin dalam. Hingga tidak bisa melintas lagi kendaraan di sana,” jelasnya.

Sementara itu beberapa sopir truk, justru memilih menunggu di Rumah Makan. “Saya sudah dari subuh menunggu air surut,” jelas Paimin, sopir truk dari Bengkulu menuju Palembang membawa getah karet, saat ditemui di RM Gemilang Kelurahan Muara Kelingi.

Bahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musi Rawas, Hendi U Purnoto juga terjebak banjir di jalan umum Lubuk Muda. Ia yang saat itu dalam perjalanan pulang dari Palembang ke Lubuklinggau, terpaksa balik arah ke Palembang. “Saya juga ikut terjebak. Karena tidak ada kepastian kapan bisa ewat dan juga kemacetan yang sudah sangat panjang saya balik arah dan menggunakan jalur melewati Lahat untuk bisa ke Lubuklinggau agar besok (hari ini, red) bisa kerja,” jelasnya dihubungi melalui telepon.

Berkaitan dengan putusnya jalur ini, di simpang tiga Muara Beliti telah dipasang tulisan bahwa jalur tersebut putus. Sehingga pengendara yang hendak ke Palembang langsung melintasi Jalinteng.(ME-01)
Bantuan Berdatangan
BENCANA alam banjir di Kecamatan Muara Kelingi ternyata menarik simpatik beberapa pihak untuk memberikan batuan kepada masyarakat. Seperti dijelaskan Camat Muara Kelingi, Musadik Nanguning, organisasi dan perorangan sudah mengkonfirmasikan akan memberikan bantuan kepada masyarakat korban banjir.

“Sudah ada beberapa batuan yang kami terima seperti dari anggota DPRD Musi Rawas M Soleh, dan juga akan ada bantuan lainnya yang sudah dikonfirmasikan ke saya dan kini dalam perjalanan,” jelas Musadik, yang baru saja menerima secara simbolis bantuan dari M Soleh berupa beras kepada masyarakat.

Diakuinya bantuan yang langsung diterima masyarakat belum ada, hanya saja untuk di posko telah dipersiapkan dapur umum dari Dinas Sosial dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan.

“Khusus untuk yang langsung diterima masyarakat, menunggu pendataan,” jelasnya.
Terpisah Anggota DPRD Musi Rawas, M Soleh, menjelaskan ia selaku putra daerah terpanggil untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat. Selain itu menurutnya ia melakukan itu, karena belum ada bantuan yang langsung diterima masyarakat.

“Harapan saya, apa yang lakukan ini, bisa memotivasi anggota dewan lainnya,” jelasnya.

Adapun bantuan yang diberikan M Soleh, khusus warga Kelurahan Muara Kelingi yang kebanjiran, masing-masing KK mendapatkan bantuan 4 Kg beras.
“Jadi 4 Kg beras untuk setiap KK yang rumahnya kebanjiran. Kemudian juga diberikan bantuan ke Desa Binjai, Tanjung dan Lubuk Muda masing-masing 20 dus mie instant,” tambahnya.

Terakhir M Soleh mengharapkan 11 anggota DPRD Musi Rawas asal dapil IV, dan juga SKPD-SKPD secara pribadi memberikan bantuan kepada warga Kecamatan Muara Kelingi yang terkena bencana ini. “Dan ada beberapa rekan yang sudah konfirmasi hendak memberikan batuan seperti Alamsyah,” pungkasnya. (ME-01)


Kertoya ‘Hancur’ dan Terisolir
*Di Lakitan Ketinggian Air lebih 4 Meter

CECAR-Sementara itu untuk di Kecamatan BTS Ulu sedikitnya tujuh desa hingga tadi malam masih terendam. Bahkan ada masyarakat yang kehilangan rumah akibat roboh dan hanyut terbawa arus yang sangat deras. Sementara di Kecamatan Muara Lakitan banjir juga sudah sangat parah dimana ketinggian air ada yang sudah mencapai lebih 4 meter.
Salah satu daerah di BTS Ulu yang paling parah terkena banjir yaknia Dusun Kertoya Desa Mulyo Harjo SP4. Informasi terakhir ketinggian air hampir mencapai tujuh meter. Bahkan lebih parah lagi sudah merobohkan tiga unit rumah dan menghanyutkan satu unit rumah warga di sana.

“Sampai malam ini (tadi malam, red) sudah tiga rumah roboh dan satu rumah hanyut. Sebenarnya siang tadi (kemarin, red) air sudah surut sekitar dua meter tapi malam ini naik lagi bahkan makin parah, atap rumah tidak kelihatan lagi,” ungkap Zahir, warga Kertoya yang mengaku berada di perahu dekat rumahnya yang terendam hingga atap dihubungi via telepon tadi malam.

Akibatnya Kertoya khususnya dan Desa Mulyo Harjo menurutnya menjadi porak-poranda dan terisolir.

“Daerah kami ini jadi terisolir karena memang tidak bisa dijangkau. Jalan putus akibet tergenang dan air sangat tinggi sehingga kendaraan tidak bisa masuk,” katanya.
Sementara itu Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Suryadi NZ didampingi staf dan wartawan Sabtu (20/2) mencoba memantau dan mengunjungi lokasi banjir di BTS Ulu. Namun mereka tidak bisa mencapai lokasi terparah termasuk Kertoya karena akses jalan ke BTS Ulu putus akibat beberapa titik khususnya di dataran rendah dan jembatan tergenang luapan air Sungai Musi.

“Kami tidak bisa sampai ke daerah terparah karena jalan putus. Bahkan jembatan Sungai Musi sudah tergenang,” kata Muzir. (ME-02)

Hasil Survey, Masyarakat Berharap Tukul Maju

*Menjadi Cawabup di Pemilukada Mura 2010
MUSI RAWAS-
Perhelatan akbar pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pemilukada dan Wakada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) semakin dekat. Pastinya siapa-siapa yang dianggap masyarakat pantas menjadi pemimpin sudah mulai mengerucut. Hal ini tidak lain didukung beberapa penjaringan dan survey yang dilakukan berbagai pihak dan cara masing-masing tentunya.

Salah satunya dari survey yang dilakukan salah satu phak ternyata masyarakat Kabupaten Mura menginginkan dan berharap banyak agar salah satu putra terbaik yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Ust HM Tukul LC ikut berjuang dalam Pemilukada dan Wakada Mura 2010. Tepatnya kebanyakan masyarakat ternyata menginginkan Tukul menjadi bakal calon (Balon) Wakil Bupati Mura 2010-2015.

Dan harapan tersebut makin positif setelah disambut oleh kalangan pemuka dan tokoh agama serta tokoh masyarakat di Mura. Salah satunya Ketua Pengajian Jemaah Zikir Hidayatus Sholihin, Abdul Wahid yang menyambut positif harapan tersebut serta mendukung sepenuhnya agar Tukul mau maju dan menjadi pemimpin Mura 2010-2015 mendatang.

Kepada Musirawas Ekspres Minggu (21/2), Abdul Wahid mengatakan keinginan masyarakat tersebut sejalan dengan keinginan pemuka agama.
“Intinya memang benar adanya bahwa masyarakat dan pemuka agama se-Kabupaten Mura sangat menginginkan HM Tukul maju mencalonkan diri,” tegas Abdul Wahid. Salah satu yang menjadi alasan mengapa masyarakat menginginkan Tukul yakni karena kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) itu setelah terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sumsel sama sekali tidak meninggalkan masyarakat namun malah makin intensif merangkul masyarakat. Salah satu bentuk nyata HM Tukul menurutnya selalu melakukan tatap muka dengan masyarakat.

“Kegiatan tersebut dilakukannya walaupun dalam kondisi dewan tidak reses, dan ini jelas salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” tegasnya.
Tidak sampai disana, Tukul juga sangat intens dalam dakwa. Tepatnya memberi ceramah agama atau tausyiah hampir di setiap kegiatannya baik di Mura maupun Kota Lubuklinggau.

“Beliau setelah menjadi wakil rakyat, duduk di kursi dewan tidak berdiam diri duduk saja di balik meja, tapi terus melakukan pertemuan dan tatap muka dengan masyarakat. Itu yang menjadi alasan utama mengapa masyarakat menginginkannya menjadi pemimpin Mura ke depan,” ungkapnya.

Seterusnya dilihat dari suku-nya sudah sangat pas. Karena sudah mewakili suku jawa yang saat ini ada sekitar 65 persen masyarakay Mura. Selanjutnya H M Tukul menurut Abdul Wahid juga berasal dari partai Islam dalam hal ini PKS yang mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi.
Menilik dari kenyataan itu katanya, baiknya HM Tukul maju nanti berpasangan dengan balon dari kalangan birokrat.

“Ini merupakan kehendak dari arus bawah,” tegasnya.
Mengenai kemungkinan dipasangkan dengan balon incumbent, Abdul Wahid mengatakan jika ini terjadi sangat ideal, karena untuk incumbent sudah sangat teruji.

“Pokoknya jika benar dengan incumbent tentu sangat ideal karena HM Tukul mewakili komunitas jawa sedangkan incumbent selaku putra daerah,” tambahnya.

Sementara itu Warsito, warga dari Muratara, wakil kelompok tani, mendukung keinginan masyarakat supaya HM Tukul maju pada bursa pencalonan nanti. Hal ini berakar dari hasil survey dimana hampir seluruh masyarakat menginginkan Tukul maju.

“Hasil survey juga menunjukkan calon Mura 1 adalah orang yang berasal dari Muratara. Nah masalah calon ini masyarakat Muratara berharap kiranya nanti HM Tukul dipasangkan dengan Senen Singadilaga saat pencalonan. Ini pasti pas, satu dari kalangan birokrat dan satu lagi mewakili etnis jawa,” tegasnya. (ME-07)

Korban Banjir Dibayang-bayangi Kelaparan dan Serangan Penyakit

MUARA KELINGI-Banjir yang melanda puluhan desa di Kecamatan BTS Ulu, Muara Kelingi dan Muara Lakitan sudah berlangsung lebih tiga hari. Makanya ribuan masyarakat khususnya yang menjadi korban banjir mulai dihantui berbagai dampak negatif. Mulai dari bayang-bayang kehilangan tempat tinggal, kelaparan bahkan serangan penyakit. Sebab ternyata aliran bantuan belum maksimal bahkan ada yang belum tersentuh bantuan.

Seperti halnya di Dusun Kertoya Desa Mulyo Harjo SP4 Kecamatan BTS Ulu yang menjadi salah satu lokasi terparah dan paling lama teredam. Menurut Zahir, warga setempat masyarakat sudah sangat bingung dan cemas karena banjir hingga tadi malam (21/2) belum juga surut.

“Warga terus-terusan cemas air terus naik. Bantuan sama sekali belum ada dan masyarakat tentu untuk kondisi sekarang ini butuh bantuan akibat tidak ada lagi harta benda khususnya bahan pangan untuk dimakan,” kata Zahir. Diakuinya pada Jum’at (19/2) Camat BTS Ulu datang meninjau lokasi banjir di Kertoya yang mengakibatkan satu rumah hanyut dan tiga hancur akibat roboh diterjang derasnya air banjir.

Selain itu Bidan menurutnya sudah datang ke lokasi banjir. Tapi aparat desa menurutnya tidak terlihat bahkan menurut informasi tidak ada di tempat.
“Masyarakat sekarang sangat butuh perhatian. Bantuan bahan makanan dan juga pelayanan kesehatan,” katanya. Sebab warga sudah ada yang mengalami beberapa gejalan, mulai dari gatal-gatal hingga diare. (ME-02)

Kades Usulkan Gaji Naik

*Hari ini Musrenbang Rampung
MUSI RAWAS-
Penyusunan rencana kegiatan dan anggaran untuk APBD 2011 dalam tahapan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tingkat kecamatan hari ini (Senin, 22/2) rampung. Dan dari rangkaian Musrenbang, selain usulan pembangunan infrastruktur, ada yang cukup menarik dan menjadi bahasan serius.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Mura, H Hendra Gunawan yang menghadiri langsung rangkaian Musrenvang Kecamatan bahasan yang unik dan menjadi perhatian yakni usulan kenaikan gaji Kades (kepala desa) dan perangkatnya.

“Pada intinya usulan yang disampaikan didominasi pembangunan infrastruktur jalan dan sektor perekonomian lainnya. Namun ada satu hal yang menarik, beberapa Kades mengusulkan adanya kenaikan uang kehormatan atau tunjangan aparat perangkat desa (TAPD) untuk tahun-tahun mendatang,” jelas Hendra Gunawan ditemui usai menghadiri Musrenbang Kecamatan Ulu Rawas.

Bahkan ada Kades yang mengusulkan kalau memang bisa gaji Kades beberapa tahun ke depan bisa mencapai Rp 6 juta/bulan atau hampr sama dengan gaji Bupati. Sebab dengan kenaikan tersebut tentunya kinerja Kades akan meningkat dan selain itu opininya jelas menunjukkan kalau Kabupaten Mura adalah daerah yang kaya, makmur dan berkecukupan tentunya.

Menanggapi hal tersebut Hendra Gunawan mengutarakan pihaknya memberikan respon positif. Sebab melihat potensi sumber daya alam Kabupaten Mura bisa memenuhi harapan Kades tersebut tentunya disesuaikan kondisi dan tentunya bertahap. Contoh kecil menurut Hendra, salah satu perjuangan yang bisa mendukung upaya menaikkan gaji Kades yakni memperjuangkan beberapa asset khususnya sumur Migas yang selama ini dikuasai daerah lain.

“Intinya untuk mereaisasikan harapan tersebut kita mengajak para Kades dan seluruh jajarannya, BPD dan juga masyarakat secara keseluruhan untuk sama-sama berdo’a dan mendukung eksekutif bersama legislatif dalam memperjuangkan sumur gas Suban10, 11 dan Durian Maboek 2 kembali menjadi milik Mura dan mempertahankan Suban4 yang memang milik Kabupaten Mura,” tegas Hendra.

Ini sangat berkaitan sebab disampaikan Hendra apa yang dibangu dan ditingkatkan semuanya tergantung sumber pendanaan.
“Kita bersyukur APBD kita (Mura, red) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Insya Allah apabila sumur Migas ini resmi milik Mura maka APBD selanjutnya akan terus meningkat sehingga apa yang diharapkan masyarakat cepat dapat kita penuhi. Dan dengan sendirinya tentu tingkat kesejahteraan rakyat akan terus meningkat,” paparnya. Yang pasti ditambahkannya, 2011 mendatang akan dibahas oleh tim berapa gaji atau TAPD yang ideal bagi Kades dan perangkatnya.
“Yang jelas akan ada kenaikan secara bertahap setiap tahunnya,” tegas Hendra.
*Musrenbang Rampung
Sementara itu ditambahkan Hendra Gunawan sesuai dengan mekanisme perencanaan dari bawah (bottom up planning), dimana pada Februari perencanaan ditingkat kecamatan harus selesai benar-benar terlaksana.

“Alhamdulillah jadwal ini dapat dipenuhi, walaupun ada pergeseran sedikit. Khususnya Musrenbang Kecamatan Rupit yang pelaksanannya dijadwalkan Sabtu (20/2) karena ada sesuatu dan lain hal diundur pada Senin (22/2),” ungkapnya.

Untuk Musrenbang kecamatan penutup ini Hendra kembali menegaskan dirinya akan datang. Sebab kehadirannya penting sehingga bisa langsung sharing, berdiskusi dan menyampaikan informasi penting kepada Kades, perangkatnya, BPD dan pemuka masyarakat serta unsur lainnya. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui dan memahami kondisi pembangunan Kabupaten Mura saat sekarang dan rencana pembangunan ke depan selain dapat langsung menyampaikan usulan pembangunan dengan skala prioritas tentunya,” tegasnya. (ME-02)

Sistem Cash and Carry Pendistribusian Raskin Terkendala

LUBUKLINGGAU-Pemberlakuan ada uang ada barang (system cash and carry-red) yang diberlakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) belum maksimal untuk distribusi beras miskin (Raskin) untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS). Terbukti pemberlakukan system cash and carry banyak menemui kendala. Karena banyak menuai keluhan dari masyarakat. Akibat banyak yang tidak mendapatkan jatah raskin.

Lantaran hal itu tidak dianggap masyarakat membantu meringankan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Apalagi sebagian besar dari RTS tingkat ekonomi sangat rendah sehingga mereka merasa berat jika harus mengeluarkan biaya terlebih dahulu.

Artinya sebagin besar masyarakat tersebut menginginkan pendistribusian raskin itu harus melihat kondisi masyarakat sehingga tidak menimbulkan polemik, dan beban masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dari 10 Kelurahan yang ada diwilayah tersebut belum satu pun yang mendistribusikan raskin kepada RTS. Penyebabnya ya itu tadi, karena masyarakat menginginkan adanya barang terlebih dahulu, sementar bulog menginginkan uang terlebih dahulu.

Seperti diungkapkan Amir warga Kelurahan Puncak Kemuning kepada Musirawas Ekspres. Dikatakannya biasanya ketua Rt memberikan kupon kepada RTS dan nantinya masing -masing RTS akan membawa kupon beserta uangnya.

Terpisah camat Lubuklingau utara II Saiful Effendi ketika dikonfirmasi Musirawas Ekpres di ruang kerjanya sabtu (19/2) lalu mengakui seluruh Kelurahan diwilayahnya RTS belum menerima raskin, sebab yang menjadi kedala adalah sistem cash anda carry yang kebanyakan RTS berat untuk membayar dulu sebelum ada barangnya. " Selain itu RTS yang ada di di wilayahnya yang kurang lebih berjumlah 1800 KK tersebut tergolong dalam ekonomi mengengah kebawah," Ujarnya.

Namun sebagai camat yang bertanggungjawab terhadap warganya ia mengambil kebijakan dan meminta kepada seluruh lurah di wilayahnya supaya membuat surat permohonan yang ditujukan kepada camat supaya merekomendasikan kepada pihak bulog untuk dapat mendistribusikan raskin di wilayahnya.

"Saya sudah meminta kepada lurah supaya membuat surat permohonan yang nanti surat tersebut akan saya lampirkan ketika meminta rekomendasi kepada bulog,mengenai penditribusian raskin ini ,"ujarnya.

Dan kalau tidak ada halangan Senin mandatang(hari ini-red)menurut rencana ia akan mendatangi pihak bulog dengan membawa surat permohonan dari lurah berkenaan dengan pendistribusi raskin tersebut. "Dan atas nama institusi camat saya akan meminta kepada bulog untuk memberi waktu satu minggu untuk melakukan pembayaran raskin tersebut, dan kita harapkan bulog menyetujui pemohonan kami, sebab bagaimana pun raskin harus kita distribusikan sehingga tidak menimbulkan masalah dan pertanyaan di lingkungan masyarakat,"pungkasnya. (CW-01)

Truck Dilarang Parkir Dijalan Yos. Sudarso

LUBUKLINGGAU- Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Pehubungan , Informasi dan Komunikasi telah memasang rambu-rambu truck dilarang parkir di beberapa titik jalan Yos. Sudarso.

Pemasangan rambu-rambu tersebut sebagai upaya menertibkan Kota Lubuklinggau terutama lokasi parkir yang semakin lama berpotensi menyebabkan kemacetan.

Menurut Kepala Dishubkominfo Kota Lubuklinggau Azhari Juhan kepada Msusirawas Ekspres Jumat ( 18/2) lalu mengatakan bahwasanya pihaknya telah memasang rambu-ramnu di beberapa titik parkir di jalan Yos-Sudarso seperti didepan Monako Simpang RCA, kemudian di Kelurahan Taba Jemekeh. Larangan diberlakukan khusus untuk mobil Truck dari pukul 06.00 Wib sampai pukul 17.30 Wib tidak boleh parkir di sepanjang jalan yos sudarso.

Lebih lanjut Azhari mengatakan bahwasanya pemberlakuan sistem baru tersebut merupakan upaya Pemkot Lubuklinggau dalam menertibkan parkir di sepanjang jalan Kota itu.

" Mengingat Kota Lubuklinggau saat ini semakin pesat dengan kendaraan roda empat maka kita berlakukan kebijakan untuk mobil dengan muatan besar seperti truck tidak diizinkan parkir di sepanjang jalan Yos. Suadarso,"tegasnya.

Lebih jauh Azhari mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya sopir truck yang membandel dengan ketentuan tersebut pihaknya melakukan patroli dengan melakukan penyisiran di jalan yos sudarso pada jam-jam tertentu.

"Kita harapkan dengan pemberlakuan peraturan ini kota Lubuklinggau semakin tertata dengan baik terutama lokasi parkiran. Untuk itu kita juga sudah memberikan himbauan kepada petugas parkir untuk tidak memberikan tempat atau melarang kepada sopir truck yang parkir pada waktu yang telah tertera pada papan rambu-rambu tersebut," pungkasnya. (CW-01)

6 Calon Anggota Panwaslu Digodok Dewan


MUSI RAWAS-
Rupanya kesabaran lima anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Rawas (Mura) sudah habis. Setelah tidak ada jawaban dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) mengenai anggota Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), akhirnya KPU Mura mengajukan enam nama calon anggota Panwaslu hasil seleksi KPU ke DPRD Mura. Pengajuan enam nama calon tersebut diterima Wakil Ketua II DPRD Mura, Suhari.

Devisi tehnis KPU Mura, Nopriansyah dihubungi Musirawas Ekspres, melalui ponselnya, Minggu (21/2) mengaku pengajuan itu sudah melalui mekanisme yang benar. Karena beberapa waktu lalu anggota KPU sudah menemui Bawaslu, tapi tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban sesuai dengan petunjuk KPU pusat dan fatwa Mahkamah Agung (MA), maka enam nama hasil seleksi tersebut diajukan ke DPRD Mura untuk digodok menentukan tiga nama menjadi anggota Panwaslu.

“ Benar, Sabtu (20/2) lalu enam nama tersebut sudah diajukan ke DPRD Mura, yang menerimanya adalah Wakil ketua II DPRD Mura, Suhari,”ungkapnya.

Berapa lama tenggang waktu? Nopriansyah mengatakan KPU tidak mempermasalahan berapa lama DPRD Mura menggodok enam nama tersebut menjadi tiga nama yang akan dijadikan anggota Panwaslu. Namun yang jelas sesuai dengan aturan KPU sudah mengajukan enam nama tersebut. “ Kita tidak bicara berapa lama anggota DPRD Mura akan menggodoknya. Terserah saja, yang pasti KPU sudah mengajukan enam nama tadi,”tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Mura, Suhari, ketika dihubungi melalui ponselnya nada sedang sibuk.

Sekedar mengingatkan, sesuai pasal 78 UU No 22 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilu, ayat 1 Tugas dan wewenang Panwaslu Kabupaten/Kota adalah: a.mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota yang meliputi: 1. pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap; 2. pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata cara pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten/kota; 3. proses penetapan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten/kota; 4. penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten/kota;
5. pelaksanaan kampanye; 6. perlengkapan Pemilu dan pendistribusiannya; 7. pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara hasil Pemilu; 8. mengendalikan pengawasan seluruh proses penghitungan suara; 9. pergerakan surat suara dari tingkat TPS sampai ke PPK; 10. proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dari seluruh kecamatan; 11. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan; dan 12. proses penetapan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten/Kota;
b.menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan mengenai Pemilu;
c.menyelesaikan temuan dan laporan sengketa penyelenggaraan Pemilu yang tidak mengandung unsur tindak pidana; d. menyampaikan temuan dan laporan kepada KPU Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti; e. meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang berwenang; f.menyampaikan laporan kepada Bawaslu sebagai dasar untuk mengeluarkan rekomendasi Bawaslu yang berkaitan dengan adanya dugaan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu oleh penyelenggara Pemilu di tingkat kabupaten/kota;
g.mengawasi pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi Bawaslu tentang pengenaan sanksi kepada anggota KPU Kabupaten/Kota, sekretaris dan pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu yang sedang berlangsung; h. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu; dan i. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh undang-undang.

(2) Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Panwaslu Kabupaten/Kota berwenang:a.memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menonaktifkan sementara dan/atau mengenakan sanksi administratif atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g; b. memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan terhadap tindakan yang mengandung unsur tindak pidana Pemilu. (ME-07)

Pasal Tabung Elpiji, Istri Dicekik

LUBUKLINGGAU-Nurmeli (34) warga Jl Kelapa RT.5 Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (21/2) sekitar pukul 16.10 WIB melaporkan suaminya Sulaiman (39) warga yang sama.

Ia nekat melaporkan sang suami, pasalnya korban telah dicekik hingga lehernya memar. Kejadiannya di rumah mereka sekitar pukul 09.00 WIB. Pemicunya adalah persoalan tabung gas elpiji

Kronologis kejadiannya, bermula ketika korban Nurmeli menemui pelaku dengan maksud menanyakan perihal dimana pelaku telah menjual tabung gas beserta kompor gas. Namun pelaku merasa tidak senang sehingga pelaku mencekik leher korban.

Akibat perbuatan tersebut korban mengalami rasa sakit pada bagian leher dan luka lebam. Sehingga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lubuklinggau untuk ditindak lanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku.(CW-02)

Baru Kenal, Handphone Digondol

LUBUKLINGGAU-Sial dialami Ade Candra (22) warga Jl Kali Serayu Gg Sri Mulyo No.105 RT.2 kelurahan Kali Serayu kecamatan Lubuklinggau Utara II. Pasalnya handphone-nya dicuri oleh kenalan barunya, Darusalam (21) warga Desa Setia Marga Kecamatan Karang Dapo. Kejadiannya Minggu (21/2) sekitar pukul 07.30 WIB di Gang Kenari Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kronologis kejadiannya, Sabtu malam Minggu (20/2) korban bertemu dengan Darusalam di kost temanya Rian, tepatnya di Gang Kenari Kelurahan Pasar Satelit. Keduanya saat itu diajak oleh Rian menginap di sana.

Namun saat korban bangun pada pagi harinya, handphone milik korban yang sedang di cas yakni HP Nokia N70 dan Nokia 1202 sudah tidak ada lagi. Sementara Darusalam sudah tidak ada lagi di rumah kost tersebut. Korban pun langsung mencari tersangka di daerah Jl Waringin.

Ternyata di sana korban melihat tersangka sedang membawa handphone miliknya. Korban langsung mendatangi tersangka, merampas handphone miliknya serta membawanya ke Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadpdap membenarkan telah menerima laporan dari korban dan tersangkanya juga sudah diamankan. (CW-02)

20 Februari 2010

Dua Rumah di Mulyo Harjo Hancur Diterjang Banjir

*Puluhan Rumah Terendam Hingga Atap
CECAR-
Setelah sekitar tahun 80-an Kertoya Desa Mulyo Harjo SP4 Kecamatan BTS Ulu (Cecar, red) dilanda banjir hebat, kini bencana tersebut terulang kembali. Sudah sekitar tiga hari Dusun Kertoya terendam dan puncaknya kemarin (19/2) dua rumah warga hancur akibat diterjang banjir akibat meluapnya air Sungai Musi.

Kejadian tersebut sontak membuat warga Kertoya panik karena ketinggian air hingga tadi malam terus meningkat bahkan arusnya sangat besar. Sementara banyak peraboran masih berada di dalam rumah yang mulai goyang dihantam arus air yang begitu deras

“Sampai malam ini (tadi malam, red) kami cemas, sebagian warga mengungsi ke belakang dusun tempat yang lebih tinggi. Ada yang terpaksa naik perahu sambil memantau air yang terus meninggi,” kata Sahir, warga Kertoya dihubungi Musirawas Ekspres via telepon tadi malam.

Diinformasikan Sahir, banjir di dusunnya itu sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Dan kemarin kondisinya sudah sangat parah dimana sekitar 30 rumah warga atau hampir seluruh rumah d dusun itu terendam hingga atap.

“Air benar-benar tinggi, rumah tinggal kelihatan atap. Dua rumah sudah roboh akibat derasnya air,” kata Sahir seraya menambahkan tadi malam hujan masih mengguyur dusunnya tersebut.

Melihat dua rumah roboh warga menurut Sahir makin ketakutan. Makanya dengan berbagai upaya mereka memperkokoh rumah mereka agar tidak roboh diterjang air. Misalnya mengikat rumah ke pohon yang kuat dan terus mengawasinya karena sebagian besar perabot rumah mereka belum diselamatkan atau dievakuasi.
“Warga hanya bisa memantau, melihat rumah karena perabotan masih belum diangkut. Sementara anggota keluarga misalnya anak-anak dan perempuan sudah diungsikan,” katanya.

Dikatakan Sahir yang merupakan staf Humas Setda Mura itu, banjir sudah merata terjadi di desa dalam Kecamatan BTS Ulu. “Tapi di Dusun Kertoya ini paling parah karena wilayanya paling rendah dan berada persis di dekat Sungai Musi,” katanya. Sebenarnya banjir sudah biasa terjadi khususnya saat musim hujan namun tidak separah banjir kali ini. Menurutnya warga sudah melapor ke Camat BTS Ulu dan yang bersangkutan tadi malam berangkat menuju ke lokasi banjir. (ME-02)

Calon dari Golkar Masih Tanda Tanya

*Pendamping Ridwan Mukti Mengerucut Tinggal 2 Nama
MUSI RAWAS–
Calon yang diusung oleh partai berlambang pohon beringin, layaknya tidak perlu lagi ditanyakan. Mengingat H Ridwan Mukti, yakni calon incumbent adalah salah satu simpatisan dan kader militan dari partai Golkar. Namun, yang menjadi pertanyaan siapakah bakal calon wakil Bupati yang akan mendampingi beliau pada masa kepemimpinan periode tahun 2010-2015 mendatang.

Hasran Akwa, anggota tim Pemilukada Partai Golkar menjelaskan kini Golkar sedang menggodok nama-nama yang bakal diusung oleh pohon beringin.

“Baik Bupati maupun wakil Bupati masih digodok dan kita tinggal menunggu persetujuan dari ketua umum, Abu Rizal Bakrie,” ungkapnya di Masjid Agung As Salam, Jumat (19/2).

Ditambahkannya untuk bakal calon wakil bupati memang ada beberapa nama yang telah mendaftar dan mengembalikan berkas antara lain, Hendra Gunawan, Isa Sigit, Sambas, Fauzi Amro, Iskandar Muit, H Alfirmansyah, Joko Iman Sentosa dan  Hasby Basyar. Nah dari keterangan Hasran, ada dua nama yang mulai mengerucut untuk menjadi pendamping pasangan Bupati.

“Masih dirahasiakan. Sudah ada dua nama. Nantilah, tunggu persetujuan dari Ketua Umum Abu Rizal Bakrie,” pintanya. 

Sementara itu di PAN, Jumat (19/2) resmi menutup pengembalian berkas pencalonan. Adapun yang tidak mengembalikan berkas adalah Hermansyah Masyaris. “Kami anggap yang tidak mengembalikan tidak serius dan tentunya tidak akan masuk ke dalam bursa,” jelas Fery Fy, Sekretaris Tim Pemilukada PAN Musi Rawas.
Kandidat yang mengembalikan berkas ditambahkan Fery, selanjutnya akan mengikuti presentasi dari masing-masing calon di Hotel Abadi (bukan Hotel Lintas, red).
“Di sini calon akan menjelaskan visi dan misinya, dan akan menjadi penilaian dari tim untuk menentukan pilihan,” jelasnya.

Terakhir Fery mengingatkan bahwa penentuan pasangan calon dari PAN ditentukan oleh DPD PAN Musi Rawas.

“Makanya tahap demi tahapan kami lakukan, seperti presentasi visi misi yang disertai dengan tanya jawab,” pungkasnya.(ME-01)

Dirjen Kehutanan dan Transmigrasi Kecewakan Warga HTI

MUARA LAKITAN-Janji yang disampaikan petinggi Dirjen Kehutanan dan Dirjen Transmigrasi RI untuk datang ke Musi Rawas 15 Februari lalu tidak terbukti. Akibatnya ratusan warga Trans Hutan Tanaman Industri (HTI) Muara Lakitan di enam desa kecewa.

Janji yang disampaikan petinggi Dirjen Kehutanan dan Transmigrasi tersebut katanya merupakan salah satu langkah untuk menyelesaikan sengketa lahan HTI dengan PT Musi Hutan Persada.

Ketua Komisi I DPRD Mura, Alamsah mengatakan pihaknya Jumat (19/2) telah menghubungi Sobirin dari Dirjen Transmigrasi untuk mengetahui kejelasan rencana kedatangan kedua lembaga pemerintah pusat tersebut. Menurut Alamsah pihaknya mendapat jawaban Pokja bakal hadir pada Minggu pertama Maret mendatang.
Alamsyah mengatakan alasan batalnya Pokja tersebut lantaran ketidaksiapan staf Dirjen Kehutanan untuk hadir pada 15 Febuari lalu dam banyaknya kegiatan yang telah diagendakan.

Sementara itu Muksin, anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) Trans HTI Desa Bumi Makmur (sp 6) mengatakan ketidakhadiran perwakilan Dirjen Kehutanan dan Transmigrasi ini sangat mengecewakan warga.

“Kita telah menyiapkan penyambutan, namun karena tidak jadi datang kita bingung dan meminta kepada Komisi I DPRD Mura untuk menjadwal ulang. Saya berharap janji kedatangan tim Pokja pada minggu pertama bulan Maret nanti dapat terealisasi,” pungkasnya.(ME-06)

SUU akan Surati Mendagri

*Herman : Jatuhkan Sanksi ke Tim Fiktif
MUSI RAWAS-
Ketika Pemkab Mura menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Dalam Negeri (Depdagri) terkait kesimpulan atau putusan kepemilikan Suban4 hasil pengecekan tim pusat, Koordinator SUU, Herman Sawiran memberikan dukungan positif. Bahkan Herman Sawiran yang getol mendukung Pemkab Mura memperjuangkan Suban4 atas upaya klaim atau penyerobotan Pemkab Muba mengambil inisiatif melayangkan surat ke Menteri Dalam Negere (Mendagri) RI.

“Intinya SUU benar-benar puas. Maksudnya atas kepastian Depdagri sudah mengetahui secara riil, secara kasat mata batas-batas wilayah terkait titik koordinat Suban4. Makanya SUU akan menyurati Mendagri agar memberi sanksi kepada tim yang memberikan win-win solution atau dengan kata lain membuat kesepakatan sepihak. Sebab ini jelas satu bentuk scenario tim dirancang dan dibuat dengan modus tim fiktif untuk memuluskan satu tujuan tertentu,” tegas Herman Sawiran.

Secara tegas Herman Sawiran mengungkapkan SUU sangat bersyukur atas kejelasan Tim Depdagri yang turun ke Suban4 bersama Tim Sumsel, Muba dan Mura dengan hasil yang mnggembirakan. Dimana benar suban4 masuk wilayah Mura yang didukung dengan data konkret secara teknis yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Intinya sudah jelas, mau tidak mau harus menerima. Tim apalagi yang akan didatangkan jika masih ada yang belum bisa menerimanya. Apa perlu Gubernur dan Mendagri juga ikut mengecek langusng untuk lebih meyakinkannya,” ungkap Herman.

SUU menurut Herman aplaus kepada Tim Mura yang sudah bermalam-malam, tidur di hutan, menelusuri jalan berlumpur memperjuangkan kepemiikan Suban4. Untuk itu SUU berharap agar Gubernur segera menyadari diri untuk membuat kesepakatan mengakui keberadaan Suban4 tersebut.

“Jika demikian ini baru fair namanya, jangan lagi berlaku sepihak. Kasarnya hak orang lain dengan fakta yang tidak jelas,” tambahnya. Herman juga menambahkan Negara punya konstitusim, masing-masing daerah sudah memiliki wilayah sendiri-sendiri disesuaikan dengan batas-batas yang sudah tercantum dalam lembaran daerah.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah melindungi bukan malah memprovokator masyarakat dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya,” tegas Herman. Dan yang tidak kalah pentingnya masyarakat harus mendukung atas semua hasil Tim Depdagri yang telah turun ke lokasi Suban4.

“Artinya hak kita (Mura), harga diri kita harus dipertahankan,” pungkasnya. (ME-02)

25 Februari Penetapan Angka Kredit Perumahan PNS

LUBUKLINGGAU- Kamis (25/2) mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklkinggau melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau bersama pihak pengembang akan melaksanakan akad kredit program 1000 rumah PNS yang terletak di kelurahan di Durian Rampak Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau Surya Darma kepada Musirawas Ekspres jumat (19/2) diruang kerjanya. Dikatakan Surya bahwa pemkot bersama pihak Bank sumsel, dan pengembang telah melakukan rapat persiapan berkenaan dengan pemantapan akad kredit pada Kamis (25) mendatang, menurut Surya rapat tersebut dilaksanakan diruang asisten II bagian ekonomi dan pembangunan pada Kamis (18/2) lalu.

Lebih lanjut Surya mengatakan pada pelaksaan akad kredit nanti pihaknya akan mengundang PNS yang telah mengajukan untuk mendapatkan perumahan tersebut. Dalam pertemuan itu nantinya pihak Bank Sumsel-Babel akan memaparkan mengenai biaya kredit, sementara itu dari pihak pengembang akan memaparkan sket atau lokasi dan fasilitas rumah tersebut.

Mengingat jumlah PNS yang mengajukan dan telah di ferivikasi sekitar 1000 PNS maka paparan tersebut akan dipusatkan digedung kesenian.

Lebih jauh surya mejelaskan bahwa bagi PNS yang akan melihat rumah tersebut bisa langsung melihat di lokasi , sebab menurut surya pihak pengembang telah membangun sebanyak dua rumah sebagai percontohan. Atau bisa mengambil brosur di bagian ekonomi setda kota Lubuklinggau, jelasnya.

Masih menurut Surya bahwasanya PNS patut bergembira sebab selain mudah untuk mendapatkan rumah tersebut menteri perumahan akan memberikan subsidi sebesar Rp. 7 jutaan dalam bentuk fasilitas, namun pemberian subsidi tersebut setelah kredit berjalan, jelasnya. (CW-01)

Senin Tunjangan Guru Non Sertifikasi di Serahkan

LUBUKLINGGAU- Kabar gembira bagi guru non sertifikasi pasalnya tunjangan yang akhir-akhir ini menjadi tungguan para guru tersebut akan di salurkan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi kepada Musirawas Ekspres sesuai pelaksnaan senam berasama di lapangan Perbakin Kota Lubuklinggau kemarin.

Menurutnya masalah penyaluran tunjangan guru tidak ada masalah, hanya saja saat ini pihknya mesti melakukan konsultasi dengan anggota DPRD kota Lubuklinggau serta badan pemeriksa keuangan berkenaan dengan penyaluran dana tunjangan bagi guru non setifikasi tersebut, jelasnya.

Lebih lanjut Riduan menjelaskan bahwasanya semua ada mekanisme dan tahapanya, selain itu harus berdasarkan prosedur yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, sehingga tidak bisa langsung disalurkan begitu saja, meskipun diakuinya peraturan Walikota sudah ada masih perlu adanya kesepakatan dengan anggora DPRD, tuturnya.

Yang pasti penyaluran tunjang ini tidak akan diperhambat hanya saja secara proses administrasi penyaluran ini harus disahkan didalam angaran belanja daearah, sedangkan pihak pusat baru menyalurkan ke daerah pada tanggal 28 Desember sementara APBD sudah disahkan pada Oktober 2009 lalu, sehingga hal itu yang menjadi kendala keterlambatan penyaluran dana tunjangan itu, untuk itu kita minta masalah ini jangan sampai diputar balikan sehingga tidak menimbulkan gejolak di lingkungan guru, pintanya.

Pun demikian Riduan menegaskan bahwa penyaluran dana tunjangan guru dan tunjangan bagi CPNSD ini akan segera di berikan kalau Sabtu sudah di cairkan maka Senin (22/2) mendatang akan di serahkan , sebab kebijakan penyaluranya dapat diserahkan sebelum APBD perubahan, nanti prosesnya saja yang akan di atur dalam APBD perubahan,tegasnya. (CW-01)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More