EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


26 Januari 2010

Polres Musi Rawas Dipraperadilan


LUBUKLINGGAU-Firmansyah (44), warga Desa Ketapat Air Bening Kecamatan Rawas Ilir melalui kuasa hukumnya Denny Andrianus Siregar dan Arief Sugiarto, mempraperdilan Polres Musi Rawas. Perkara ini Senin (25/1) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau dengan agenda membacakan gugatan pemohon dan jawab termohon.

Dijelaskan dalam siding praperadilan itu, November 2009 LSM Ratu diketuai Hardi datang ke PT Surya Agro Persana. Ia menanyakan permasalahan pencemaran lingkungan, dan dijelaskan pihak perusahaan terkait pencemaran lingkungan sudah tidak ada masalah. Namun penjelasan itu bukan dari PT Surya Agro Persada melainkan diwakili Piter dan Andi dari KUD Ampalau Jaya. Dalam pertemuan itu terjadilah perdebatan.

Saat adanya perdebatan panjang, datanglah Firmansyah selaku tokoh masyarakat, karena ingin mengetahui persoalannya. Tapi oleh LSM Ratu dikatakan hal itu bukan urusan Firmansyah, karena kalimat itu Firmasyah merasa terhina dan marah, sehingga perdebatan semakin panjang. Karena itulah akhirnya ditengahi petugas Polsek Rawas Ilir dan Kades Pauh, sehingga terjadilah perdamaian antara kedua belah pihak.

Kemudian 11 November 2009, termohon ditangkap Polres Musi Rawas atas laporan Hardi sesuai No.LP?223-B/XI/2009/Res Mura tertanggal 6 November 2009. Dalam penangkapan itu menurut Denny Andrianus Siregar dan Arief Sugiarto tanpa surat penangkapan atau surat pemanggilan sebagai saksi atau tersangka.

Selain itu termohon juga tidak memberikan tembusan surat perintah penangkapan kepada keluarga pemohon sebagaimana diharuskan oleh pasal 18 ayat (3) KUHAP. Begitu juga penahan bertentangan dengan pasal 21 KUHAP, sehingga penahanan tersebut merupakan perbuatan sewenang-wenang.

Karena itu pemohon meminta kepada hakim yang menyidangkan praperadilan ini, menyatakan penangkapan atas pemohon tanpa adanya surat perintah penangkapan adalah tidak sah dan batal demi hukum. Serta memerintahkan termohon segera membebaskan pemohon dari tahanan. Serta meminta hakim memerintahkan termohon mengeluarkan surat perintah penghentikan penyidikan (SP3).

Sementara itu termohon yang diwakili Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Maruly Pardede dalam jawabannya menjelaskan bahwa termohon menolak seluruh dalil yang dikemukakan oleh permohon kecuali yang secara tegas diakui oleh termohon.

Kemudian dijelaskan bahwa Polres Musi tidak pernah melakukan penangkapan terhadap Firmansyah pada 11 November 2009 melainkan melakukan penangkapan 11 Desember 2009 berdasarkan laporan dari Hardi. Juga tidak benar pemohon melakukan penangkapan tanpa surat penangkapan.

Penangkapan juga dikarenakan ada bukti permukulan yang cukup. Serta setelah penangkapan dan pemeriksaan dan penahanan, surat perintah penangkapan dan penahanan telah ditembuskan kepada keluarga dalam bentuk surat pemberitahuan diterima dan ditandatangani Andi.

Karena itu menurut Kasat Reskrim penangkapan dan penahanan sah secara hukum, sehingga tidak ada perbuatan melanggar hukum dilakukan termohon. Makanya termohon meminta hakim menolak permohonan untuk seluruhnya, menyatakan penangkapan dan penahanan sah, dan menghukum pemohon membayar biaya perkara.

Usai mendengarkan gugatan dari pemohon dan jawaban dari termohon, hakim A Samuar didampingi panitera pengganti Armen, menunda sidang hingga Selasa (26/1) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (ME-01/CW-02)

‘Lampu Merah’ Mati, Simpang RCA Semrawut


LUBUKLINGGAU-Bagi pengendara baik sepeda motor atapun mobil harus ekstra hati-hati ketika melintas di Simpang RCA. Pasalnya kawasan tersebut dalam dua hari terakhir menjadi semrawut dan rawan kecelakaan. Alasannya sangat mendasar karena Traffic Light atau sering disebut lampu merah di sana mati sama seperti halnya Traffic Light di tempat lainnya.

Akibat tidak berfungsinya Traffic Light arus kendaraan di simpang tiga tersebut menjadi semrawut khususnya siang menjelang sore di saat Satlantas tidak bertugas. Kendaraan saling menerobos untuk belok atau jalan lurus. Yang ditakutkan aksi anak muda yang suka kebut-kebutan dengan leluasa ngebut di persimpangan tersebut tidak harus menunggu lampu hijau seperti biasanya ketika Traffic Light berfungsi. Sementara pagi kondisinya sedikit teratur karena polisi mengatur persimpangan tersebut.

Kondisi ternyata tidak hanya dikeluhkan pengguna jalan tetapi juga anggota Satlantas. Karena mereka harus bekerja keras mengatur lalu lintas yang datang dari arah Jalan A Yani dan Yos Sudarso yang cukup padat.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Lubuklinggau, Azhari Juhan ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres Senin (25/1) tidak berfugsinya Traffic Light karena rusak disebabkan kabel konektor di bawah tanah terputus. Dugaan semenyata kabel tersebut bersentuhan antar kabel paralel seperti sebelumnya.

Menurut Azhari pihaknya sudah berupaya mencari karusakan dan diketahui untuk sementara kerusakan tersebut disebabkan oleh terputusnya kabel konektor di bawah tanah.

“Akan tetapi kita masih terkendala untuk melakukan deteksi apakah kerusakan benar pada kebel konektor, sebab kita masih terkendala dengan hujan yang terus mengguyur kota ini,” kata Azhari.

Yang pasti pihaknya sedang menacari pusat agar traffic light bisa diperbaiki menggunakan peralatan dari Pemprov Sumsel sehingga dapat difungsikan seperti semula.

"Karena trafic light tersebut milik propinsi, sementara Pemkot Lubuklinggau hanya sebagai pemelihara. Untuk perbaikan alat tersebut masih kita ambil dari propinsi,” pungkasnya.(Cw-01)

Tingkat Pelayanan Kesehatan Masih Rendah

*Ridwan Mukti : Pelayanan Pusksmas Belum Maksimal
MUSI RAWAS-
Rapat koordinasi (Rakor) Forum Desa Siaga yang dilasanakan di eks kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Mura mengungkap banyak kenyataan yang cukup miris. Salah satunya terungkap kalau tingkat pelayanan kesehatan masih sangat rendah. Mulai dari pelayanan kesehatan di Puskesmas, Pustu serta Polindes.

“Dari beberapa kali kunjungan yang saya lakukan ke beberapa Puskesmas, masih banyak Puskesmas yang belum maksimal memberikan pelayanan,” kata Bupati Mura, H Ridwan Mukti, Selasa (25/1). Makanya Ridwan Mukti menginstruksikan ke depan setiap Puskesmas harus dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan harus mendukung Program Desa siaga.

Guna lebih mengefektifkan Desa Siaga kepada Dinas Kesehatan untuk membentuk Satgas Desa Siaga dan diharapkan pada akhir maret 2010 dapat dilaksanakan Apel Siaga Desa Siaga dan Dinas Kesehatan sudah merincikan berapa dana yang dibutuhkan untuk mengaktifkan desa siaga ini. Diakuinya salama ini masyarakat beranggapan permasalahan kesehatan ini hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja, padahal kesehatan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat.

Untuk itu ke depan masyarakat diminta untuk terlibat langsung dan berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat khususnya dalam Forum Desa Siaga sehingga keberhasilan pencapaian kesehatan masyarakat di pedesaan akan dapat tercapai.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Mura, Yanuar Saleh beberapa waktu lalu menuturkan anggaran pencegahan penyakit yang dimiliki Dinkes Mura saat ini masih minim. Sehingga untuk menanggulangi penyebaran dan pencegahan penyakit sulit dilakukan.

"Pada tahun 2009 dari Rp 45 miliaran anggaran yang dialokasikan pada Dinkes Mura, anggaran untuk pencegahan penyakit atau tindakan preventif hanya disediakan Rp780 juta, itupun untuk beberapa kegiatan," ujarnya

Dikatakannya, dana sebesar Rp780 juta tersebut dibagi untuk kegiatan imunisasi, surveylance, penyehatan lingkungan dan pendendalian penyakit menular. Akibatnya untuk penanganan sejumlah penyakit yang terjadi didalam masyarakat seperti chikungunya, DBD, malaria, diare dan sebagainya sulit dilaksanakan, karena terbatas anggaran yang cuma 1,75 persen dari total anggaran.

Untuk itu, ke depandia mengharapkan adanya perimbangan biaya yang dialokasikan pihak Pemkab Musi Rawas kepada dinas terkait, dengan perincian berimbang antara tindakan curatif dan preventif dapat dinaikkan minimal masing-masing pos memiliki anggaran sendiri. Sehingga belanja barang maupun program berobat gratis, agar penyakit yang terjadi di masyarakat dapat ditekan melalui pemberantasan sumber-sumber penyakit yang ada di daerah itu.

Perimbangan dana ini sangat diperlukan mengingat dari data yang berhasil dihimpun pihaknya di berbagai puskesmas yang ada di daerah itu hingga November 2009, cenderung terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya, dari 36.223 kasus penyakit naik menjadi 40.614 kasus.

Untuk penyakit yang mengalami peningkatan antara lain untuk penyakit diare berdarah dari 1.608 kasus menjadi 2.036 kasus. Kemudian TB paru dari 702 kasus naik menjadi 1.533 kasus, selanjutnya difteri dari 0 kasus naik menjadi 5 kasus. Kusta MB dari 0 naik menjadi 2 kasus, malaria klinis dari 5.880 naik menjadi 6.359 kasus. Malaria vivak dari 69 kasus naik menjadi 95 kasus. Kemudian influenza dari 11.026 naik menjadi 13.460 kasus, hypertensi dari 3.615 kasus naik menjadi 4.820 kasus dan penyakit filariasis dari 0 kasus naik menjadi 20 kasus.(ME-06)

Puluhan Pegadang Pasar Agropolitan Center Terima Dana Bergulir


*Bunga 0 % Jangka Waktu 17 Bulan
MUSI RAWAS-
Mulai sepinya aktivitas jual beli di kawasan Pasar Agropolitan Center (AC) Muara Beliti langsung disikapi Pemkab Mura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar). Setelah berkomunikasi langsung dengan para pedagang pasar pagi setiap Sabtu di kawasan AC, Kepala Disperindagsar Mura, EC Priscodesi akhirnya mendapatkan satu solusi.

“Jadi setelah saya komunikasi, bertanya langsung kepada pedagang mereka intinya mulai lesu. Salah satu penyebabnya kekurangan modal dan juga pembeli yang berkurang. Nah untuk urusan pembeli sudah dipecahkan dengan kembali digelarnya senam pagi setiap Sabtu di kawasan AC. Sedangkan untuk modal pedagang Disperindagsar memberikan dana bergulir,” jelas Priscodesi didampingi Kabid Pasar, Ali.

Ide dana bergulir tersebut menurut Priscodesi sebenarnya bermuara dari para pedagang tersebut.

“Semuanya berawal dari para pedagang. Mereka musyawarah, kemudian membentuk asosiasi dan selanjutnya mengajukan bantuan. Mulai dari besarnya pinjaman hingga proses pengembalian sudah mereka bahas dan tetapkan sebelumnya,” ungkap Priscodesi.

Dari sana kemudian pihaknya mulai merespon usulan tersebut dan ditetapkan untuk memberikan bantuan bersifat pinjaman lunak dalam program dana bergulir. Dikatakannya untuk tahap pertama dana bergulir diberikan kepada 30 pedagang di Pasar Agropolitan Center. Ke-30 pedagang tersebut kesemuanya adalah anggota Asosiasi Pedagang Pasar Agropolitan Center yang diketuai, Johan pemilik Rumah Makan Desta.

“Jadi semuanya dikoordinir oleh Asosiasi Pedang Pasar Agropolitan Center, mereka semuanya memiliki kartu anggota dan juga kartu untuk pembayaran pengembalian dana bergulir tersebut. Makanya semuanya berjalan sangat lancar, Disperindag hanya menerima pengembalian, teknisnya dilakukan oleh asosiasi,” katanya.

Mengenai dana bergulir yang diberikan kemarin (25/1) di Rumah Makan Desta Agropolitan Center, setiap pedagang mendapatkan Rp 1 juta. Jumlah ini menurut Priscodesi sesuai dengan kesepakatan dalam rembug pedagang dimana jika lancar nantinya mereka akan mengajukan pinjaman dalam jumlah yang lebih besar.
“Sebagai bentuk dukungan stimulan bagi para pedagang pinjaman dana bergulir yang kita sampaikan sama sekali tidak ada bunganya atau bunga nol persen. Selain itu pengembaliannya juga tidak memberatkan,” katanya.

Dana Rp 1 juta itu dikembalikan dalam jangka 17 bulan.
“Teknisnya para pedagang ini akan mencicil Rp 15 ribu setiap minggu atau setiap pelaksanaan pasar pagi di Pasar Agropolitan Center, dengan demikian para pedagang tidak akan terbeban. Untuk pengumpulannya dilakukan oleh pihak asosiasi,” kara Priscodesi.

Selanjutnya dengan telah diberikannya dana bergulir tersebut diharapkan para pedagang makin semangat dengan memaksimalkan dana bantuan ini untuk menambah modal. “Dengan demikian sejalan dengan upaya meramaikan Pasar Agropolitan center, para pedagang juga akan semakin bersemangat sehingga Pasar Agropolitan center akan ramai. Jangka pendek memang minimal setiap pasar pagi pada Sabtu aktivitas jual beli akan ramai dan jangka penjang menghidupkan kawawasa Perdagangan Agropolitan center agar selelau hidup setiap harinya,” pungkas Priscodesi. (ME-02)

Kadis PU Diganti, Kondisi Jalan Masih Memprihatinkan


LUBUKLINGGAU-Pergantian Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lubuklinggau beberapa waktu lalu, ternyata tidak banyak membawa perubahan dari segi infrastruktur jalan. Bahkan sebaliknya kondisi jalan diwilayah Kota Lubuklinggau kondisinya tambah memprihatinkan. Seharusnya pergantian tersebut bisa membawa angina segar adanya perubahan, karena anggaran untuk perbaikan jalan sudah ada.

Sepertinya keinginan tinggal keinginan, karena masih banyak jalan diwilayah sebiduk semare ini banyak yang berlubang seperti jamur dimusim hujan. Berdasarkan pantauan Musirawas Ekspres dilapangan, jalan-jalan yang sudah dipenuhi lubang yakni jalan Depati Said mulai dari depan Kejaksaan Negeri Lubuklinggau sampai dengan depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau. kemudian jalan didepan Kantor Pelayanan dan Perijinan, seterusnya jalan Yos Sudarso tepatnya didepan dealer mitsubhisi.

Belum lagi kondisi jalan yang berada jauh dari pusat Kota Lubuklinggau kondisinyapun sudah sangat memprihatinkan. Kesenjangan itu menyebabkan timbul kecemburuan social ditengah masyarakat, dampak dari tidak meratanya pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. bukti konrit lainnya jalan di Kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II, terkhusus di sepanjang RT 07 hingga RT 08 jalan sangat memprihatinkan.

Menurut salah seorang warga yakni Saryono, kepada Musirawas Ekspres mengatakan sebagai warga Kota Lubuklinggau sangat memprihatinkan melihat kondisi jalan diwilayah Kota Lubuklinggau yang sudah berlubang-lubang.

Belum lagi daerah lainnya yang menginginkan jalan diaspal. Seperti di RT 08 tidak tersentuh sama sekali, bahkan untuk jalan di RT 07 hanya sebagian saja yang di aspal. Padahal didaerah lain sudah ada jalan yang diaspal. Kesenjangan ini tentu saja bisa menimbulkan kecemberuan masyarakat. Yang pada akhirnya masyarakat mengapa pembangunan tidak merata, dan mana anggaran untuk pembangunan jalan dan perbaikan jalan.

Lain lagi yang diungkapkn oleh salah satu guru di salah satu SMP Negeri yang namanya tidak mau disebutkan mengatakan sangat mengeluhkan kondisi jalan yang hingga sekarang belum ada perbaikan ini. Karena diakuinya kondisi tersebut selain menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan. Apalagi belum lama ini akibat jalan jelek dipenuhi lobang ada siswa yang terjatuh dari motornya.

Meskipun tidak menyebabkan luka parah akan tetapi hal ini sebaiknya dapat direspon oleh Pemkot Lubuklinggau untuk segera melakukan perbaikan jalan tersebut ungkapnya.(CW-01)

Raskin 2010 Sudah Mulai Didistribusikan

LUBUKLINGGAU- Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau telah mendistribusikan beras miskin (Raskin) kepada 11.770 Rumah Tangga Sasaran (RTS) diwilayah Kota Lubuklkinggau. Pendistribusiannya sudah dimulai sejak Senin (18/1) lalu. Masing-masing RTS tetap menerima 15 kilo gram.

Demikian diungkapkan Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Lubuklinggau Surya Darma kepada Musirawas Ekspres Senin (25/1) diruang kerjanya.

Dikatakan Surya pihaknya distribusi raskin ke RTS dilakukan melalui lurah di lingkungan Pemkot Lubuklinggau Senin (18/1) lalu. Menurutnya hingga saat ini seluruh kelurahan sudah mengusulkan permohonan kepada Badan Urusan Logistiok(Bulog) Kota Lubuklinggau meminta distribusi raskin tersebut.

Lebih lanjut Surya mengatakan pendistribusian raskin ini berdasarkan Keptususan Gubernur No.50/KPTS/2010 tentang penetapan pagu alokasi program bantuan beras untuk RTS Kabupaten Musi Rawas dan Kota se Sumatera Selatan 2010.

Keputusan Gubernur tersebut kata Surya ditindak lanjuti dengan keputusan Walikota No.57/KPTS/ADM.Eko/2010. Berdasarkan keputusan itu di minta kepada lurah dapat mengkoordinir warganya. Sebab untuk alokasi raskin tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Dikatakannya sebenarnya distribusikan raskin Maret 2009 lalu akan tetapi untuk tahun ini kita distribusikan pada Januari, sehingga tidak terjadi penumpukan beras.

Selain itu raskin ini akan kita distribusikan hingga September 2010 mendatang. dimana tiap-tiap RTS akan mendapatkan 15 kg per, kemudian Oktober ada peningkatan menjadi 21 kg per RTM. Peningkatan itu dilakukan untuk pemerataan jumlah stok yang ada. “Sementara sisa dua bulan lagi akan dikoordinasi dengan pemerintah pusat terlebih dahulu apakah akan diteruskan atau tidak,” ungkapnya.

Perlu diketahui untuk raskin tersebut masyaratak bisa mengambil dengan harga Rp.1600 per kg. Hal itu menurut surya sebagai upaya ,menjaga harga dasar gabah dan beras pada tingkat penggilingan daerah sentra produksi. “Penetapan alokasi sasaran penerima program bantuan beras untuk RTM tahun 2010 agar di pertajam dan diutamakan dengan kelurahan yang sangat miskin pada daerah rawan pangan di daerah perkotaan yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan berupa beras bersubsisi,” ungkap Surya.(CW-01)

KPU Minta Bawaslu Perjelas Kepastian Hukum Anggota Panwaslu

MUSI RAWAS-Teka-teki anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) yang digunakan untuk melakukan pengawasan saat pelaksanaan tahapan sampai hari puncak pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Musi Rawas (Mura) masih belum jelas.

Pasalnya hingga saat ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pusat belum memberikan status hukum mana yang akan dipakai anggota Panwaslu yang dilantik Bawaslu ataukah anggota Panwaslu yang diajukan KPU Mura. Untuk menentukan kepastian hukum tersebut, kemarin (25/1) datang ke Bawaslu memberikan surat mempertanyakan kepastian hukum anggota Panwaslu.

Ketua KPU Mura, Efriansyah melalui devisi tehnis, Nopriansyah, Senin (25/1) ketika dihubungi Musirawas Ekspres melalui ponselnya, mengakui bahwa kedatangan anggota KPU ke Bawaslu untuk memberikan surat ke Bawaslu. Isinya mempertanyakan kepastian hukum masalah anggota Panwaslu pemilukada Mura. “ Kami datang ke Bawaslu, sekaligus mau koordinasi, juga untuk mempertanyakan kepastian hukum anggota Panwaslu,”tegasnya.

Mengapa kita meminta kepastian hukum, karena tahapan pemilukada sudah jalan. Sementara usulan anggota Panwaslu berdasarkan hasil seleksi KPU yang diajukan ke Bawaslu sampai saat ini belum ada kepastiannya. Tentunya untuk panwaslu mesti ada kepastian hukumnya. “ Tahapan sudah berjalan, kepastian hukum anggota panwaslu belum ada dari Bawaslu,”tegasnya.

Dengan mempertanyakan masalah kepastian hukum tersebut, anggota KPU akan mengetahui anggota panwaslu yang mana yang dipakai. Apa yang lama atau anggota panwaslu yang diajukan KPU berdasarkan hasil seleksi. “ Pendeknya kita mendesak Bawaslu kepastian hukum masalah anggota Panwaslu,”tegasnya.

Diakuinya, setelah berada di kantor Bawaslu, anggota KPU langsung ingin bertemu dengan ketua Bawaslu. Tapi saat akan ditemui ketua Bawaslu sedang menggelar rapat pleno. Intinya ingin bertemu tersebut kita minta perjelas masalah surat edaran bersama (SEB) KPU dengan Bawaslu. Dan juga meminta petunjuk masalah anggota Panwaslu. “ Kami ingin mempertanyakan masalah Panwaslu, apakah langkah yang diambil KPU salah. Kalau memang ada kesalahan, letak kesalahannya dimana,”pungkasnya. (ME-07)

Lagi, Bandit Dikeroyok Massa


LUBUKLINGGAU-Aksi anarkis massa kembali terjadi, jika sebelumnya di Pasar Bukit Sulap, Selasa (25/1) sekitar pukul 18.30 WIB terjadi di Pasar Mambo (Jalan Kalimantan, red) Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Namun kali ini tersangka tidak sampai tewas, melainkan babak belur saja.

Tersangkanya adalah Dedi Arianto (27) warga Kampung I Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir. Sementara korbannya Dwi Widodo (19) warga Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo. Adapun benda yang dijambret oleh tersangka adalah handphone Nokia 7610.

Kronologis kejadiannya, korban Dwi Widodo bersama empat orang temannya yakni Sandi (19), Yogi (19), Bowo(19) dan Egi (19) baru pulang dari Palembang menggunakan angkutan kereta api, mereka pun turun di Stasiun SS. Setelah sampai mereka berjalan kaki menuju terminal Jalan Kalimantan guna menumpang angdes jurusan Tugumulyo.

Setiba di terminal mereka langsung menumpang angdes warna kuning. Ketika di dalam angdes, korban mengeluarkan handphone miliknya karena hendak mengirimkan SMS, saat itu tangannya kebetulan dekat dengan jendela.

Ketika itu tiba-tiba dari luar mendadak handphone dirampas oleh Dedi, selanjutnya ia kabur ke arah Jalan Yos Sudarso. Korban dan rekan-rekannya spontan turun dari angdes dan melakukan pengejaran serta berteriak maling….

Mendengar teriakan korban dan rekan-rekannya, warga yang ada di Pasar Mambo ikut melakukan pengejaran. Akhirnya tersangka yang sembunyi di salah satu warung berhasil ditangkap, selanjutnya ia pun menjadi sasaran kekesalan warga.

Usai dipukuli sampai babak belur, tersangka diserahkan ke Polres Lubuklinggau. “Setelah dipukuli, dia diserahkan ke Polres,” jelas Dwi Widodo kepada Musirawas Ekspres di Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadadap didampingi Kaur Bin Ops Ipda Forliamzons membenarkan adanya peristiwa itu.
Sementara itu tersangka menjelaskan ia terpaksa melakukan pencurian, karena sudah dua hari tidak makan. “Saya hanya menginap di stasiun, tidak ikut siapa-siapa di sini. Saya terpaksa Pak karena sudah dua hari tidak makan,” jelasnya.(CW-02)

Hendak Pesta, Pemilik Senpi Rakitan Ditangkap

MUARA KELINGI-Sial dialami Rumania alias Rum (37) dan Yusuf (46) keduanya warga SP 4 Desa Temuan Jaya Kecamatan Muara Kelingi. Saat hendak ke pesta hajatan warga Desa Karya Teladan, Senin (25/1) sekitar pukul 21.45 WIB, keduanya ditangkap polisi.

Mereka ditangkap polisi karena kedapatan membawa senjata api (senpi) rakitan laras pendek dan senjata tajam. Rumania membawa senpi rakitan dengan peluru standar polri kaliber 38 warba putih dan pisau, sedangkan Yusuf membawa senjata tajam berupa pisau.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Al Busro kepada Musirawas Ekspres menjelaskan karena adanya pesta malam di Desa Karya Teladan maka pihaknya melakukan razia di simpang empat menuju kebun bupati.

Setiap orang yang melintas dan dicurigai langsung diperiksa dan digeladah oleh lima orang petugas Polsek dipimpin Kapolsek. Satu persatu warga melintas diperiksa, tak terkecuali Rumania dan Yusuf yang melintas.

Hanya saja saat diperiksa Rumania ternyata membawa senpi rakitan laras pendek bahkan siap ditembakkan karena ada peluru revolver di dalamnya. Sedangkan Yusuf saat digeledah membawa pisau. Keduanya langsung diamankan di Polsek Muara Kelingi.

“Razia yang kami lakukan sebagai bentuk antisipasi, agar tidak terjadi aksi penodongan ataupun hal-hal yang tidak diinginkan pada saat pesta, apalagi saat itu warga sedang terkonsentrasi di satu tempat,” pungkasnya. (ME-01)

25 Januari 2010

Warga Translok Pauh ‘Minggat’

MUSI RAWAS-Sedikitnya 17 Kepala keluarga (KK) yang terdaftar sebagai peserta transmigrasi lokal (Translok) di Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Mura, saat ini terlantar dan nasibnya terombang-ambing. Penyebabnya jatah pemukiman atau jatah hidup (Jadup) yang semestinya milik mereka dikuasi peserta lain yang lebih dahulu tinggal di kawasan itu. Bahkan akibat kondisi ini delapan KK minggat atau terpaksa pulang kampung karena tidak mendapatkan rumah.

Salah seorang peserta Transmigrasi lokal inisial DN mengatakan warga translok 2008 berjumlah 35 KK dimana sejak keberangkatan dari Lubuklinggau sudah terlihat isyarat kuramg maksimalnya pelayanan yang diberikan Disnakertrans.
Dilanjutkan DN setelah di kawasan Translok di Desa Pauh I Kecamatan Rawas Ilir ke-35 KK ternyata menemui permasalahan rumit bahkan kondisi bisa mengakibatkan bentrok fisik antara penghuni lama dan penghuni baru.

“Setelah kami tiba di lokasi ternyata 17 rumah sudah ditempati orang lain yang bukan dari rombongan translok kami. Akibatnya 17 KK nasibnya terombang-ambing karena tidak memiliki rumah yang semestinya mereka diami. Dan saat ini ada delapan KK yang terpaksa pulang karena SK mereka tidak berlaku di lokasi Translok,” kata DN. Dijelaskannya, SK yang diberikan Dinas Transmigrasi Kabupaten Mura kepada 17 KK tersebut ternyata tidak dapat digunakan karena pemukiman sudah ditempati orang lain yang katanya sudah dibeli dari oknum warga, Kades dan oknum pegawai.

“Sebenarnya kami itu bukannya terlantar, makan diberi, namun kami tidak memiliki tempat tinggal padahal kami sudah mengantongi SK dari Dinas. Dari keterangan yang kami peroleh warga yang sudah menempati rumah itu atas perintah dua orang Kades sehingga warga baru tidak berani bersikeras untuk mengambil pemukiman yang sudah memiliki SK tersebut,” terang DN.

Ironisnya, kata DN ada oknum pegawai yang berupaya menghasut warga Translok lama agar mengusir peserta Translok yang baru supaya batal menempati rumahnya.

“Ada oknum yang berusaha mengadu domba agar mengusir warga baru, kami tidak memberikan perlawanan karean nanti bisa terjadi bentrok antara warga lama dan baru. Selanjutnya kami berharap Disnakertrans dapat mengatasi prsoalan ini karena ada oknum pegawai yang diduga ikut terlibat dalam jual beli rumah translok,” pungkasnya. (ME-04)

Sudirman Masuli Kembali Maju dalam Pemilukada Mura


*Daftar ke DPD PAN
MUSI RAWAS–Nama-nama yang bakal ‘bertempur’ pada Pemilukada Musi Rawas 2010, satu persatu mulai bermunculan. Seperti terlihat pada pendaftaran calon bupati dan wakil bupati di DPD PAN Musi Rawas, Sabtu (23/1). Tepatnya, Sudirman Masuli
Kembali memastikan akan maju dalam Pemilukada Mura 2020. Kekalahannya
dalam Pemilukada lima tahun lalu, tak menghalangi niat Sudirman Masuli mencalonkan diri kembali.

Sabtu ia mendaftarkan diri ke DPD PAN Musi Rawas. Hanya saja mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komuniasi dan Informatika serta Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas ini masih merahasiakan ia mendaftarkan diri untuk calon bupati atau wakil bupati.

“Saya hari ini (Sabtu, 23/1) baru sebatas mendaftar. Mengenai saya nanti maju sebagai calon Mura 1 (bupati, red) atau Mura 2 (wakil bupati), saya belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” jelasnya.

Begitu juga dengan pasangannya, ia belum bisa mengungkapkannya secara jelas. Hanya saja dikatakannya, karena ia berasal dari Rawas makanya pasangannya haruslah orang Musi, tentunya sesuai dengan nama Kabupaten Musi Rawas.

“Jadi pasangan saya harus orang musi, agar bisa mewakili semua elemen masyarakat Musi dan Rawas,” jelasnya.

Sudirman juga menjelaskan bahwa ia mencalonkan diri karena banyaknya dukungan dari masyarakat kepadanya untuk mencalon kembali. Selain itu ia juga sudah menyiapkan program ke depan jika terpilih, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat dengan potensi yang ada, tepatnya melalui metode ekonomi kerakyatan.

Terpisah Ketua Tim Pemilukada PAN Musi Rawas, Gabriel H Fuady, kepada Musirawas Ekspres menjelaskan hari pertama membuka pendaftaran sudah ada dua orang yang mendaftarkan diri, yakni Sudirman Masuli dan seseorang dari daerah Musi.
“Baru dua orang, yakni Sudirman Masuli. Dan seseorang dari Musi namun tinggal di Jakarta, dia tidak mengambil sendiri formulirnya, melainkan diwakili seorang kerabatnya. Sementara kami belum bisa mengungkapkan identitasnya, karena dia masih malu untuk tampil di publik,” jelasnya.

Gabriel juga menambahkan bahwa dalam pemilihan calon bupati dan wakil bupati, Tim Pemilukada PAN Musi Rawas bekerja secara idenpenden tanpa adanya intervensi dari DPW ataupun DPP.

“Jadi hasil dari tim ini sifatnya hanya laporan ke DPP dan DPW,” pungkasnya. (ME-01)

Disbun Programkan Peremajaan 1,6 juta Batang Karet

Kelompok Tani Penangkar Karet Binaan Disbun
1. 19 Penangkar di 8 Kecamatan (Muara Beliti, Tugumulyo, Megang Sakti, Karang Jaya, BTS Ulu, Tuah Negeri, Muara Lakitan dan Rawas Ulu)
2. Yang mempunyai TRUP (Tanda Registrasi Usaha Pembenihan) sebanyak 5 penangkar dan 14 penangkar yang belum memiliki TRUP
3. Penangkar yang sudah berjalan/terbina ada 11 penangkar

*Perluasan 1.500 hektar Kebut Karet, Siapkan 187.980 Bibit Sawit
MUSI RAWAS-Pemkab Mura melalui Dinas Perkebunan makin meningkatkan pengembangan sektor perkebunan khususnya karet rakyat sebagai bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mura yang mayoritas petani karet. Setelah harga komoditi andalan Mura ini berangsur merangkak naik yang kemudian makin membuat semangat petani karet, Disbun memberikan dukungan positif.

Selain mengkampanyekan mutu karet untuk mempertahankan harga karet di kisaran tertinggi, Disbun juga memprogramkan peremajaan tanaman yang juga untuk meningkatkan mutu karet Mura. Menurut Kepala Disbun Mura, Suharto Patih untuk tahun ini selain mempersiapkan kebutuhan bibit sawit, pihaknya juga menyediakan bibit karet bermutu untuk program peremajaan dan perluasan lahan.

“Untuk 2010 ini Disbun memprogramkan kebutuhan bibit karet dan sawit rakyat. Untuk bibit karet total kita rencanakan 2.358.000 batang meliputi 750.000 batang untuk perluasan 1.500 hektar serta peremajaan sebanyak 1.608.000 batang atau seluas 3.216 hektar,” papar Suharto. Sedangkan untuk kelapa sawit rakyat Disbun berencana akan menyediakan 187.980 batang untuk 1.446 hektar.

“Upaya ini kita lakukan tidak lain sebagai bentuk pembangunan sektor perkebunan di Kabupaten Mura. Untuk itu diperlukan bibit tanaman yang unggul dan dalam jumlah yang besar. Dalam hal ini untuk penyediaan bibit tanaman perkebunan dapat dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Disbun, perusahaan perkebunan dan penangkar,” ungkapnya. Untuk menjadi agar tanaman yang beredar memenuhi standar atau bersertifikasi, Disbun Mura memberdayakan Balai Pengujian dan Pengawasan Mutu Benih (BP2MB) yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) penunjang Disbun.

“BP2MB yang dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Mura Nomor 26 Tahun 2008 bertugas melakukan pengujian dan pengawasan peredaran mutu benih tanaman perkebunan di Mura,” jelas Suharto seraya menginformasikan Kepala UPT BP2MB adalah Khairudin Badrie dengan sekretariat eks Kantor SRDP. Fungsi BP2MB sendiri disampaikannya cukup banyak. Diantaranya menyusun program kerja di bidang pengujian dan pengawasan mutu benih tanaman perkebunan, meneliti, menguji serta melakukan pengawasan mutu benih.

“BP2MB juga berfungsi sebagai Pembina dan pengawasan peredaran benih tanaman perkebunan, pelaksana sertifikasi, pengujian serta pengawasan peredaran mutu benih tanaman perkebunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya. Kemudian pelaksana koordinasi pemurnian kebun penghasil entres dan kebun penghasil benih dengan balai penelitian. Selanjutnya inventarsasi sumber-sumber benih, pembinaan terhadap penangkar atau kelompok tani dan juga memberikan rekomendasi proses pembuatan Tanda Registrasi Usaha Pembenihan (TRUP) tanaman perkebunan.

Disampaikan Suparto Kelompok Tani Penangkar Karet Binaan Disbun ada 19 Penangkar. Ke19 penangkar tersebut berada di Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo, Megang Sakti, Karang Jaya, BTS Ulu, Tuah Negeri, Muara Lakitan dan Rawas Ulu
“Dari 19 penangkar yang mempunyai TRUP sebanyak 5 penangkar dan 14 penangkar belum memiliki TRUP Sementara penangkar yang sudah berjalan atau terbina ada 11 penangkar,” ungkapnya.

Selanjutnya, Disbun juga sudah menyusun beberapa langkah. Dimuali dengan pendataan penangkar di 21 kecamatan serta melanjutkan pembinaan 19 penangkar yang ada di delapan kecamatan. Kemudian memberikan bantuan biji dan sarana pembibitan kepada penangkar, pelatihan petugas teknis dan PPNS serta bekerja sama denga perusahaan perkebunan skala besar dalam penyediaan, pengawasan dan pengujian mutu benih tanaman perkebunan. (ME-02)

Pulau Kidak Butuh Tower Seluler


MUSI RAWAS-Belum tersedianya jaringan telekomunikasi telepon di Desa Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Mura membuat ratusan Kepala Keluarga (KK) mengalami kesulitan komunikasi. Agar kendala ini terpecahkan masyarakat sangat mendambakan masuknya tower salah satu telepon seluler agar komunisi via telepon bisa mereka lakukan.

“Susah sekali kalau tidak ada jaringan telepon di sini (Pulau Kidak), kami harus pergi dulu ke desa tetangga yang lokasinya berada di atas perbukitan atau dataran tinggi, jaraknya sekitar 1 kilometer lebih dari desa kami. Jadi percuma saja kalau punya handphone (HP) endak bisa dipakai,” ungkap salah satu warga Desa Pulau Kidak, Natar kepada koran ini. Menurut Natar, keinginan ribuan penduduk Desa Pulau Kidak ini telah pernah disampaikan kepada Kades dan camat setempat. Namun sampai saat ini belum direalisasikan.

”Kami merasakan susah kalau malam hari ada keluarga yang sakit keras atau mau melahirkan dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Mau minta tolong sama siapa, jaringan telepon tidak ada. Tidak mungkin harus ke desa tetangga terlebih dahulu mencari sinyal, keburu tak dapat ditolong nanti pasiennya,” ungkapnya.

Lebih jauh dia mengatakan, manfaat keberadaan jaringan telekomunikasi di desa-nya sangatlah bersar, terutama dalam mendukung kemajuan perekenomian desa tersebut. Pasalnya, kata dia, rata-rata kebanyakan warga disini mengantungkan hidupnya dari sektor pekebunan dan pertanian.

”Banyak warga disini menjadi buruh kebun karet dan bertani.
Ya kami cuman berandai-andai saja kalau ada jaringan telepon, engak susahl lagi kalau mau jual hasil kebun dan sawah kami tinggal telepon saja agen-nya biar datang sendiri ngambil ke desa kami,” ujarnya sembari mengatakan, selama ini mereka harus mengantar hasil karet ke agen mengunakan angkot atau motor pribadi.

Natar berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura agar dapat merespon keinginan warga Desa Pulau Kidak menikmati sarana telekomunikasi seluler.

”Paling tidak Pemkab Mura bisa mengajak salah satu operator seluler untuk masuk kesini memnagun tower seluler,” harapnya.

Sementara itu PNS dilingkungan Kecamatan Ulu Rawas mengakui jika pihak kecamatan sejak 2008 lalu namun di Ulu Rawas nampaknya leBih diutamakan pembangunan infrastruktur. sebenarnya sudah ada sekitar satu atau dua tower telepon seluler di beberapa desa. Namun kualitas sinyalnya masih belum mampu menjangkau seluruh wilayah desa di Kecamatan Ulu Rawas.

”Kalau di Simpang Sorulangun sampai ke beberapa desa berikutya dapat ditangkap jelas sinyalnya, tapi memasuki desa seterusnya sinyalnya hilang total,” terangnya.
Mudah-mudahan suatu saat nanti ada operator telepon seluler yang masuk ke kawasan ini, karena Kecamatan Ulu Rawas merupakan salah satu aset daerah wisata di Kabupaten Mura.

”Saya yakin pasti akan ada operator seluler berminat membangun tower,” ujarnya sembari mangatakan sejak dibukanya akses jalan darat pasca keterisoliran, perekonomian berkembang pesat. (ME-06)

Warga Menjerit, Pemkot Belum Gelar OP Beras

LUBUKLINGGAU-Kendati sudah banyak warga sebiduk semare yang menjerit, akibat harga beras sebagai kebutuhan pokok terus menerus mengalami kenaikan. Tapi belum ada tanda-tanda dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau akan menggelar Operasi Pasar (OP) beras untuk mengantisipasi kenaikan harga beras. Bahkan Pemkot Lubuklinggau terkesan tak mau peduli atas keresahan warga sebiduk semare.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau, Surya Darma ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres mengenai OP beras mengatakan pihaknya bukan tidak mau menggelar OP pasar untuk membantu masyarakat mendapatkan beras murah. Hal ini lebih disebabkan karena Pemkot Lubuklinggau belum mendapatkan surat atau petunjuk dari Menteri Perdagangan untuk melakukan OP beras. " Sehingga kita tidak bisa melaksanakanya begitu saja tanpa ada petunjuk yang resmi,"ungkapnya.

Harus diketahui kata Surya OP beras bisa dilaksanakan dengan ketentuan kebutuhan mengalami kenaikan 10 persen hingga 20 persen dalam tiga minggu beturut-turut. Artinya berdasarkan kebijakan terlihat jelas masyarakat sudah sangat kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut. Akan tetapi sejauh berdasarkan hasil monitoring dari Pemerintah, meski harga naik, pasokan masih mencukupi untuk itu OP dilaksanakan. " Sejauh ini masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut, itu tandanya masih dalam tahap normal, tidak perlu dilaksanakan OP beras,"ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindstrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Masnun Syahrin melalui Kabid Perdagangan Ade Oktarianda, mengatakan bahwasanya OP harus berdasarkan petunjuk dari pusat. Jika mengadakan OP tanpa ada dasar yang jelas akan menimbulkan kesenjangan di pasaran. " Saya kira belum perlu untuk dilakukan OP karena berdasarkan pantauan kami stok mecukupi, kecuali jika harga naik dan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan itu maka kita akan adakan OP,"Pungkasnya.

Sebagaimana diketahui beras jenis pandan wangi harga bervariasi yakni dari harga Rp.7 ribu perkilo hingga Rp 7.300 perkilo , dikikuti oleh beras jenis yang lain dengan harga yang sama.

Keadaan ini membuat masyarakat yang memiliki ekonomi rendah merasa berat karena harga kebutuhan pokok yang semakin melambung, sedangkan penghasilan tetap seadanya.

Seperti yang dikeluhkan oleh Martinah warga kelurahan kenanga, mengaku susah dengan terus melonjaknya harga kebutuhan rumah tangga ini, ia berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau akan mengadakan operasi pasar sehingga bisa mandapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. (CW-01)

Ratusan Warga Ikuti Penyembuhan Mutiara Imam

LUBUKLINGGAU-Ketua panitia pelaksana kegiatan penyembuhan alternative Mutiara Imam cabang Kota Luuklinggau, Dedek Baeten SH memerediksi ratusan warga Bumi Sebiduk Semare dan Lan Serasan Sekentenan bakal mendatangi program penyembuhan gratis yang bakal diselenggarakan di Lapangan Merdeka, selama satu bulan penuh.

"Antusias masyarakat yang ingin berobat sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan supaya penyelenggaraan penyembuhan yang dilakukan oleh KH M Yusuf Ismail dipercepat waktunya. Tapi kami dari panitia penyelenggara tetap komitmen untuk memulainya pada tanggal 26 Januari hingga 26 ferbruari, pukul 19.30 Wib hingga selesai," ujarnya, kepada wartawan.

Menurutnya, program penyembuhan gratis bertajuk pesona nada, dakwah dan penyembuhan teknologi rohani tersebut, tidak hanya sekedar memberikan terapi penyembuhan belbagai penyakit dan siraman penyejuk rohani dan penebal iman, akan tetapi masyarakat yang datang juga disuguhi penampilan artis Jakarta, seperti Tatang KDI dan Seni kondang In. "Sama sekali tidak ada biaya seperserpun yang kami pungut, silahkan datang ke lapangan Merdeka untuk penyembuhan penyakit yang selama ini diderita," anjurnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mutiara Imam Pusat Jakarta, KH. M Yusuf Ismail mengungkapkan, sistem penyembuhan penyakit yang mereka lakukan dengan cara amaliah, alamiah dan ilmiah. Dengan kata lain, dengan teknik do'a, ramu-ramuan (herbal,red) dan menyembuhan secara langsung.

"Allah SWT, tidak pernah memberikan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya. Begitu juga dengan penyakit, Insya' Allah dengan seizin-Nya jualah akan dapat sembuh total. Jadi selain diberikan siraman rohani dan penyembuhan secara langsung dari 15 anggota Mutiara Imam, warga yang datang juga akan dibekali ilmu meracik obat dari tumbuh-tumbuhan, sehingga mereka dapat mengobati dirinya sendiri secara teratur dan continue," ungkapnya.

Disamping itu, Ulama berparas putih bersih dan berperawakan tinggi besar serta kerap disapa sebutan Aba ini mengungkapkan, program penyembuhan ini akan dibuka langsung oleh Pembina Yayasan Mutiara Imam Jakarta, M Irsyad Sudiro, mantan ketua badan kehormatan DPR RI . "Insya Allah beliau akan datang membuka program penyembuhan ini. Dan semoga nantinya juga dihadiri unsur pimpinan dan muspida di Kota Lubuklinggau," harapnya.

Ketika ditanya maksud serta tujuan dilaksanakan program penyembuhan diatas, dengan tutur kata lembut serta bersahaja, KH M Yusuf Ismail menyatakan semuanya dilakukan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT dan kebaikan bagi masyarakat luas. "Mutiara Imam sudah berkeliling Indonesia melakukan program penyembuhan ini. Tidak ada maksud lain, hanya sekadar ingin meringankan beban umat yang sedang menderita penyakit dan mengajak mereka lebih mendekatkan diri pada Allah SWT," pungkasnya. (ME-07)

20 Hari Lagi, Syarat Dukungan Calon Independent Diserahkan

MUSI RAWAS-Peluang bakal calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati untuk mengikuti suksesi pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) tinggal 20 hari lagi. Apabila tenggang waktu tersebut tidak ada penyerahan dukungan untuk mencalonkan diri, dianggap calon independent tidak ada.

“ Tinggal 20 hari lagi, bagi balon independent untuk menyerahkan dukungan maju pada pemilukada 5 Juni 2010 mendatang,”kata Efriansyah ketua KPU Mura, melalui Nopriansyah, devisi tehnis, Minggu (24/1) kepada Musirawas Ekspres, melalui ponselnya.

Karena sesuai dengan tahapan bentuk dukungan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) harus diserahkan pertengan Februari 2010 mendatang. Nah, apabila ada yang menyerahkan dukungan tersebut, maka 21 hari menjelang pembukaan pendaftaran balon bupati-wakil bupati syarat dukungan bagi calon independent tadi akan diveripikasi. Apabila berdasarkan veripikasi dianggap memenuhi syarat maka balon tadi bisa mendaftar. Sebaliknya apabila dari hasil veripikasi tidak memenuhi syarat tidak diperbolehkan mendaftar.

Ditambahkannya syarat untuk calon independent harus ada dukungan 24000 dukungan dalam bentuk KTP. Jumlah dukungan tersebut sesuai dengan hasil data DP4 yang saat ini jumlah penduduk kabupaten Mura.

Dikatakannya pembukaan jalur independent ini berdasarkan hasil dari kesepakatan rapat pleno anggota KPU, yang mengacu kepada peraturan perundang-undangan. Untuk jalur independent berdasarkan data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilukada (DP4) yang diserahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, sejumlah 600 ribu. Artinya balon dari jalur independent ini harus mengumpulkan dukungan dalam bentuk KTP sebanyak 24000 KTP. Pun juga dalam bentuk tanda tangan( Surat pernyataan dukungan). Persyaratan yang sudah ditentukan tersebut harus diserahkan pada saat pendaftaran ke kantor KPU Mura. “ Dan juga surat pernyataan itu harus dibuat diatas materai. Tapi tidak keseluruhan Cuma satu lembar surat pernyataan saja,”paparnya. (ME-07)

Dua RX King Tabrakan, Kakek Tewas


MEGANG SAKTI-Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) menelan korban jiwa terjadi di jalan umum perbatasan Desa Mekar Sari Kecamatan Megang Sakti tepatnya dekat Sungai Jawa. Kejadiannya Sabtu (23/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban tewas adalah Abdullah alias Olet (60) warga Desa Mekar Sari. Korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama lima jam di ruang Cempaka RS dr Sobirin, tepatnya pukul 21.00 WIB. Olet tewas dengan kondisi mengeluarkan darah dari telinga dan sebelumnya tidak sadarkan diri.

Sementara itu juga ada korban luka-luka, yakni Aswadi (23) warga Desa Mekar Sari, ia menderita luka pada lutut kanan dan sakit pada dada, ia menjalani perawatan di RS dr Sobirin.

Kemudian Andre alias Aan (17) juga warga Mekar Sari menderita luka pada bagian lutut kanan dan sakit di dada dan Suratno (23) warga yang sama, menderita luka pada bagian dada dan di kepala belakang. Keduanya dirawat di RS Siti Aisyah.

Kronologis kejadiannya, bermula Aswadi membonceng ayahnya (korban Abdullah alias Olet, red) mengendarai sepeda motor Yamaha RX King warna merah meluncur dari rumah hendak menuju ke Suka Mana.

Namun setiba di jalan koral dan lurus tepatnya diantara SP 3 dan SP 2 Blok K dekat Sungai Jawa meluncur sepeda motor RX King dikemudikan oleh Andre membonceng Suratno. Saat itu diduga Aan meluncur dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalur lawan.

Sehingga tabrakan pun tidak dapat terelakkan. Imbasnya keempat-empatnya terpental dan ditolong oleh warga yang melihat serta dilarikan ke rumah sakit. “Sekitar pukul 16.00 WIB tiba di RS dr Sobirin,” ujar kerabat korban Ruslan di ruang Cempaka RS dr Sobirin, sambil menjelaskan kejadian ini sudah ditangani pihak kepolisian.

Karena kondisinya paling parah, korban Olet meninggal dunia setelah menjalani perawatan sekitar lima jam. Ia pun langsung diangkut ke rumah duka di Mekar Sari untuk dimakamkan.(CW-02)

Ibu Bandar Sabu-sabu Diringkus

LUBUKLINGGAU-Saat sedang transaksi seorang bandar sabu-sabu berhasil diringkus Timsus I Polres Lubuklinggau pimpinan Ipda Fikry Ardiansyah. Uniknya bandar satu ini bukannya seorang pria, melainkan seorang ibu bernama Evi Eliani alias Uni Evi (42) warga Kelurahan Pasar Permiri Kecamatan Lubuklinggau Lubuklinggau Barat II.

Tersangka ditangkap Timsus I di kediamannya Sabtu (24/1) sekitar pukul 21.00 WIB saat sedang melakukan transaksi dengan seseorang. Dari tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 6 gram sabu-sabu senilai Rp 16 juta, dua buah handphone Nokia, uang Rp 6,25 juta, dua kantong pipet, dua bungkus plastik bening dan bong.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap kepada Musirawas Ekspres menjelaskan awalnya Timsus I mendapatkan informasi kediaman tersangka sering dijadikan tempat trasaksi sabu-sabu. Makanya malam itu juga petugas langsung mendatangi kediamannya, ternyata saat itu tersangka hendak transaksi dengan Sigit Indra (25) warga Jalan Patimura Kelurahan Mesat Jaya.

Petugas kemudian langsung melakukan pengrebekan. Begitu melihat polisi, Evi langsung menggenggam erat tangannya. Penasaran petugas memintanya memperlihatkan apa yang digenggam. Tiba-tiba Evi hendak memasukkan benda dalam genggamannya itu ke dalam mulut, namun petugas cepat bertindak dan merampas benda itu. Setelah diperiksa ternyata ditemukan sabu-sabu.

Malam itu juga Evi digelandang ke Mapolres Lubuklinggau, ia pun diintrogasi petugas. Usai introgasi petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di kediaman Evi lainnya, yakni di Ruko Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Dari ruko miliknya, petugas mendapatkan kantong-kantong plastik yang diduga untuk bungkus sabu-sabu.

Petugas juga melakukan penggeledahan di kediaman Evi lainnya, yakni di Kelurahan Kaliserayu Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Dari kediamannya satu ini, petugas mengamankan bong (alat hisap sabu-sabu). Semua barang bukti juga diangkut ke Polres Lubuklinggau.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Evi dinyatakan sebagai tersangka, sedangkan Sigit Indra saksi. Karena saat pengrebekan sabu-sabu berada di tangan Evi,” jelas Kasat Reskrim.

Kemudian ditambahkan Kasat, sebenarnya petugas sudah lama mengincar Evi. Pasalnya ia diduga punya hubungan khusus dengan Candra alias Can Putih, Bandar ineks dan sabu-sabu yang ditangkap 7 Desember 2009 lalu. “Dari pengakuan Can, dia belajar menjadi bandar SS dari tersangka Evi. Bahkan informasinya, Can adalah adalah suami keenam tersangka Evi,” ungkapnya.

Selain itu dikatakan Kasat berdasarkan pengakuan Evi, ia membeli sabu-sabu itu dari seseorang di Jakarta seharga Rp 12 juta. Sedangkan untuk mengelabui petugas, jika pesanan tiba di Lubuklinggau, Evi memerintahkan tukang ojek mengambil paketan.

“Tersangka menjual SS seharga Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu, tergantung pemesanan konsumen. Ini terungkap dari banyaknya SMS di ponsel tersangka,” kata Jonson. (ME-01)

23 Januari 2010

Pemuda Maur Tewas Dimassa


*Kepergok Ingin Mencuri Sepeda Motor
LUBUKLINGAU-
Maraknya aksi pencurian sepeda motor membuat warga Lubuklinggau beringas hingga akhirnya berbuat anarkis. Seperti dialami Jimmy (26) warga Desa Maur Baru Kecamatan Rupit, ia tewas dikeroyok massa karena ketahuan mencuri.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Pasar Bukit Sulap Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (22/1) sekitar pukul 20.00 WIB. Tersangka meninggal dunia saat menjalani perawatan di IGD RS dr Sobirin sekitar pukul 20.30 WIB. Tersangka tewas dengan kondisi luka parah di kepala bagian belakang.
Sementara korban pencurian tersebut adalah Heri (23) warga Kelurahan Kaliserayu Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Adapun sepeda motor yang dicuri jenis Yamaha Mio warna merah.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap kepada Musirawas Ekspres menjelaskan, awalnya korban sedang berjualan di Pasar Bukit Sulap. Sementara sepeda motor miliknya diparkirkan sekitar 5 meter dari lapak dagangan.

Awalnya tersangka terlihat duduk-duduk di samping sepeda motor milik korban. Tak lama kemudian terlihat duduk di atas sepeda motor. Setelah memperhatikan kondisi kiri kanan, tersangka memasukkan kunci T ke lubang kunci kontak sepeda motor.

Namun korban melihat semua perbuatan tersangka, makanya langsung berteriak “maling…!” Spontan tersangka meloncat dari sepeda motor hendak melarikan diri, sementara pedagang dan warga sekitar mendengar teriakan juga spontan mengejar.
Kalah dikepung orang banyak apalagi saat kondisi pasar sedang ramai-ramainya, tersangka dengan cepat berhasil ditangkap. Warga yang selama ini kesal karena seringnya terjadi pencurian sepeda motor langsung bertindak beringas.

Mereka memukuli tersangka hingga tak berdaya bahkan terkapar di pasar. Peristiwa ini juga dilaporkan ke Polres Lubuklinggau, sehingga tak lama kemudian petugas Patroli tiba, kemudian membawa Jimmy ke Polres Lubuklinggau.

Karena kondisinya memprihatinkan, makanya Jimmy diangkut ke RS dr Sobirin, sekitar setengah jam menjalani perawatan tersangka meninggal dunia. “Jenazah tersangka sudah diambil oleh keluarganya dan dibawa ke Maur untuk dimakamkan,” pungkas Kasat Reskrim. (CW-02/CW-01)

Perut Ibu Hamil Ditembak Bandit


*Mencoba Memperkosa
LUBUKLINGGAU-Bandit bejat Jumat (22/1) sekitar pukul 02.30 WIB beraksi di RT. 9 Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Tidak berhasil memperkosa ibu hamil bernama Suparti (33), pelaku nekat menembak korban hingga mengenai perut sisi kiri.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, korban yang baru delapan bulan menikah dengan Erwin (31), dinihari itu tidur sendirian di dalam rumah. Sementara Erwin kebetulan sedang di rumah tetangga, untuk menonton televisi.

Sementara itu pelaku, awalnya masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak kunci pintu. Setelah berhasil merusak pintu rumah, pelaku dengan mudah masuk ke dalam rumah dinding papan itu. Diperkirakan ketika masuk ke dalam rumah, pelaku sengaja melepaskan pakaiannya hingga tersisa kolor saja serta menutupi wajahnya menggunakan sebo.

Selanjutnya langsung masuk ke dalam kamar tempat korban tidur. Bandit bejat ini, secara mendadak menutup wajah dan mulut korban. Perbuatan ini sontak membuat korban terbangun, hingga ia langsung berteriak minta tolong. Teriakan korban ternyata membuat panik tersangka, ia pun langsung menembakkan senjata api ke arah korban. Tembakan tersebut tepat mengenai perut sisi kiri dan bersarang di dalam daging. Selanjutnya pelaku langsung melarikan diri. Sementara tetangga dan suami korban langsung berdatangan.

Korban langsung dilarikan ke RS dr Sobirin untuk menjalani pengobatan. Korban berhasil menjalani operasi pengambilan proyektil peluru di perutnya, dan sementara menjalani perawatan di ruang ICU.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim Jonson Nadapdap ketika dikonfirmasi menjelaskan pihaknya menduga tersangka hendak memperkosa korban. Karena pada saat masuk ke dalam kamar dalam kondisi hanya memakai kolor saja.

Selain itu, berkaitan dengan peristiwa ini polisi sudah memeriksa lima orang saksi untuk memperjelaskan kronologis kejadian. “Sudah ada lima saksi kami periksa. Sementara suaminya belum dimintai keterangan karena harus menemani korban di rumah sakit,” jelasnya.

Kemudian Jonson juga mengungkapkan, bahwa pihaknya mencurigai bahwa Suparti adalah korban salah sasaran.

“Ada dugaan salah sasaran, kemungkinan ada orang lain yang hendak diincar, namun pelaku karena tidak mengenali justru menyerang korban,” pungkasnya.(CW-02)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More