EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


02 Maret 2010

Warga Terawas Ngaku Dipukul Oknum Polisi

TERAWAS-Tidak jelas apa penyebabnya Amrulah, warga RT 06 Kelurahan terawas Kecamatan STL Ulu Terawas informasnya diduga dianiaya oleh seseorang oknum polisi. Akibat peristiwa yang terjadi Jumat (26/2) itu Amrulah menderita luka memar di pelipis kiri dan kepaa bagian belakang.

Atas perisiwa tersebut Amrulah melalui anggota LSP LIP (Lembaga Informasi Publik), M Sia meminta jajaran Kepolian dalam hal ini Polres Mura mengusut tuntas peristiwa tersebut dan menindak oknum polisi yang diduga melakukan pemukulan tersebut. Dan peristiwa tersebut menurut M Sia yang kemarin datang ke Graha Pena Linggau sudah dilaporkan ke Polres Mura bahkan telah ada upaya damai.

“Namun yang pasti kami berharap Kapolres Mura dapat bertindak atas peristiwa ini,” kata M Sia. Diceritakan M Sia peristiwa dugaan pemukulan tersebut terjadi Jumat (26/2) sekitar pukul 22.30 WIB.

“Saat itu Amrulah yang merupakan sopir pulang dari tempat keluarganya. Saat berada di jalan menurun dekat Jembatan Lakitan Jalan Lias Sumatera ada mobil rusak. Melihat itu Amrulah turun dan meminta pemilik mobil yang rusak itu maju agar tidak membahayakan pengendara lain,” cerita M Sia.

Tiba-tiba lanjut M Sia datang mobil Mitsubishi Strada dengan Nopol B 1427 JU berhenti dan turun seseorang mengaku oknum anggota Buser Polres Mura.
“Tanpa sebab kemudian oknum tersebut diduga melakukan pemukulan terhadap Amrulah secara berulang-ulang. Dan diantara oknum anggota Buser itu ada yang sempat mengeluarkan tembakan serta mengambil dompet milik Amrullah. Saat dikembalikan ternyata uang Rp 200 ribu sudah tidak ada lagi,” katanya.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede kepada Musirawas Ekspres terkait laporan tersebut, menjelaskan hal-hal yang dituduhkan kepada anggotanya sama sekali tidak benar. “Tidak ada anggota yang memukul korban,” jelasnya.

Dijelaskannya saat itu anggota sedang menlitas dan melihat pelapor sedang mabuk, karena mencurigakan sehingga pelapor diperiksa dan digeledah, apalagi daerah tersebut rawan perampokan. “Dia sempat menantang dan melawan saat hendak diperiksa,” jelasnya.
Anehnya ditambahkan Kasat, saat melaporkan peristiwa tersebut di SPK Polres Musi Rawas pelapor meminta uang Rp 5 Juta untuk berdamai. Sementara mengenai uang-nya, yang katanya hilang, ternyata pelapor mengaku lupa ia meletakkan uang dimana,” pungkas Maruly.

Oknum Polisi Diduga Menipu
SIAL dialami Sutiyo (50) warga Jl Majapahit RT.3 No.141 Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Gara-gara terbujuk rayuan akan untung besar dengan bisnis Tokek, ia harus kehilangan uang Rp 10 juta.
Kejadiannya 8 September 2009 lalu namun baru dilaporkan korban ke Polres Lubuklinggau Senin (1/3) sekitar pukul 10.40 WIB. Adapun yang dilaporkan oknum anggota Polres Musi Rawas inisial AA (43) warga Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, antara korban dan terlapor sudah saling kenal. Hari naas itu, AA datang ke kediaman korban, dan beceritalah mengenai bisnis Tokek yang cukup menjanjikan. Sehingga korban pun terpancing memberikan modal Rp 10 juta, dengan perjanjian mendapatkan bagi hasil bisnis.

Bahkan korban dijanjikan sesudah AA pulang dari Palembang, maka mereka berdua akan pergi ke Bengkulu mengenai bisnis ini. Karena saat itu korban tidak memiliki uang, makanya memakai uang istrinya Rp 5 juta.

Kekurangan uang Rp 5 juta lagi, korban terpaksa meminjam dari seorang rekannya Ahyar Darwis, agar mencukupi Rp 10 juta. Hanya saja setelah uang diberikan tidak ada lagi khabar dari AA, bahkan ia pergi sendiri ke Bengkulu bukannya mengajak korban. Tidak terima dengan perbuatan AA, makanya korban melaporkan kasus ini ke Polres Lubuklinggau. (ME-01/ME-02/CW-02)

Dua Revo Digondol Maling

LUBUKLINGGAU-Aksi pencurian tak kunjung henti di wilayah hukum Polres Lubuklinggau. Bahkan Senin (1/3) diketahui ada dua sepeda motor raib diembat pencuri, yakni di Kelurahan Mesat Seni dan di lereng Bukit Sulap Kelurahan Kaliserayu.

Di Kelurahan Mesat Seni Kecamatan Lubuklinggau Timur II, korbannya adalah Najamudin (23) warga RT.3. Pencurian diketahui sekitar pukul 04.00 WIB saat korban terbangun dari tidurnya, adapun yang hilang adalah sepeda motor Honda Revo Nopol BG 4965 HO.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, awalnya korban terbangun dari tidurnya melihat pintu rumah sudah terbuka. Makanya ia langsung memeriksa isi rumahnya, ternyata sepeda motor sudah raib, dan langsung dilaporkan ke Polres Lubuklinggau.

Sementara itu di lereng Bukit Sulap, korbannya adalah A Yani (37) warga Jalan Veteran Kelurahan Keputraan Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIB, saat korban sedang menyadap karet.

Menurut laporan korban ke Polres Lubuklinggau, ia pagi itu pergi menyadap karet di kebun daerah lereng Bukit Sulap. Untuk mengamankan sepeda motornya, korban memasang kunci gembok di cakram. Namun saat pulang sepeda motor sudah raib, dan kunci gembok sudah dirusak.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap menjelaskan berkaitan dengan maraknya kasus pencurian sepeda motor (curanmor) ini, maka akan dilaksanakan operasi khusus pemberantasan curanmor. (ME-01)

01 Maret 2010

600 Korban Banjir Datangi Posko Kesehatan

*Dominan Terserang Gatal-gatal
LAKITAN-
Banjir yang terjadi di Musi Rawas mulai berdampak pada kesehatan masyarakat. Ratusan warga di Kelurahan Lakitan Kecamatan Muara Lakitan mulai mendatangi Posko Kesehatan untuk berobat. Umumnya keluhan warga adalah menderita penyakit gatal.

Rizal, petugas kesehatan keliling Puskesmas Muara Lakitan yang bertugas di posko banjir setempat mengatakan, sedikitnya sudah 600 warga yang datang berobat, setelah banjir melanda kecamatan tersebut beberapa hari terakhir.

“Sebagian besar, atau sekitar 90 persen keluhan warga menderita gatal-gatal di telapak kaki,” kata Rizal yang juga mengakui, sebagian warga ada yang mulai terserang diare, demam, batuk dan flu. Camat Muara Lakitan, Aan Andrian mengatakan, banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, merendam 11 desa dari 19 desa dan 1 kelurahan di daerah itu, dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai lebih dari 4.000 KK. Yang paling parah menurutnya di Kelurahan Muaralakitan, mencapai sekitar 893 KK.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam beberapa fasilitas umum, seperti rumah sekolah. Karena itu menurutnya, dalam sepekan terakhir sekolah diliburkan, dan dijadwalkan masuk kembali Senin pekan depan. Akses transportasi dari Lubuklinggau hingga Kecamatan Muara Lakitan relatif lancar, karena banjir mulai surut. Beberapa titik lokasi jalan yang terendam banjir di Muara Kelingi dan Muara Lakitan sempat mengakibatkan terputusnya akses transportasi antar provinsi. (ME-06)

Lusa, KPU Buka Pendaftaran Balonbup-Wabup

MUSI RAWAS-Tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai memasuki masa-masa penting. Direncanakan lusa (Rabu, 3/3) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura akan membuka pendaftaran untuk bakal calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati. Makanya akan mulai tergambar jelas berapa pasangan Balonbup-Wabup dan siapa saja yang akan bertarung memperebutkan Mura 1 dan 2 periode 2010-2015.

Ketua KPU Mura, Efriansyah melalui Devisi Tehnis, Nopriansyah, ketika dihubungi Musirawas Ekspres Minggu (28/2) melalui ponselnya menyampaikan informasi tersebut
“Rabu (33/3) mendatang pembukaan pendaftaran balon Bupati-Wakil Bupati dimulai,” ungkap Nopriansyah.

Sesuai jadwal kata Nopriansyah, Rabu (3/3) hingga (11/3) Balon Bupati-Wakil Bupati bisa mengambil formulir pendaftaran. Untuk pengambilan formulir ini bisa diwakilkan dengan tim sukses (Timses) masing-masing. Namun saat pengembalian formulir pendaftaran sesuai dengan ketentuan tidak bisa diwakilkan kepada siapapun, harus dikembalikan sendiri oleh Balon Bupati-Wakil Bupati.

“Pengembalian formulir pendaftaran ditunggu paling lambat Kamis (11/3) pukul 24.00 WIB tanpa pengecualian,” tegasnya. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan KPU No 7 tahun 2010 tentang pencalonan, bahwa formulir pendaftaran harus dikembalikan oleh balon bupati-wakil bupati sendiri.

“Apabila tidak mengembalikan sendiri akan didiskualifikasi,” tegasnya.
Kalaupun balon tidak bisa hadir, mungkin karena sakit, harus dibuktikan dengan surat dari pihak berwenang.
“Kalau sakit harus ada surat keterangan resmi dari rumah sakit. Sakitnya apa, berat atau tidak,” tegasnya.

“Ingat bukan surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan tidak hadir karena sakit, tapi surat resmi dari rumah sakit menegaskan bahwa yang bersangkutan sakit dengan alasan-alasan mendetail mengenai penyakit yang diderita,” terangnya.
Kemudian untuk balon yang dianggap lolos verifikasi, Jumat (12/3) harus mengikuti tes kesehatan di RS Moch Hoesin Palembang.

“Harus tes kesehatan di RS Moch Hoesain Palembang,” katanya.

Diakuinya seyogyanya tes kesehatan untuk Balon Bupati-Wakil Bupati akan dilaksanakan di RS dr Sobirin Mura. Tapi rencana itu berubah, karena berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) di KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) disepakati bahwa tes kesehatan balon bupati-wakil bupati dilaksanakan di RS Moch Hoesin Palembang.(ME-07)

Pemkab Layangkan Surat Kedua ke PT DMIL

*Penyelesaian Sengketa Lahan dengan Warga Karang Dapo
KARANG DAPO-
Pemkab Mura melalui Tim Penyelesaian Sengketa Lahan terus mendesak PT DMIL (Dendy Marker Indah Lestari) untuk memberikan kepastian khususnya memenuhi tuntutan warga Desa Karang Dapo terkait sengketa lahan. Sebab dalam pertemuan terakhir pihak perusahaan berjanji akan memberikan kepastian dalam waktu dekat dan tinggal menunggu persetujuan dari pihak direksi di Singapura.

“Namun ternyata sampai saat ini juga PT DMIL belum memberikan jawaban dan kepastian terkait penyelesaian permasalahan yang sudah makin berlarut-larut. Bahkan kita dalam hal ini Pemkab Mura sudah melayangkan surat kedua kepada PT DMIL sekitar sepuluh hari lalu dan masih juga belum ada jawaban,” tegas Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Mura, Ali Sadikin kepada Musirawas Ekspres. Intinya surat kedua disampaikan menindaklanjuti permintaann PT DMIL terhadap beberapa data dan persyaratan yang dibutuhkan dalam upaya mereka memenuhi kelengkapan dan menyelesaikan tututan warga.

Selain itu juga dalam surat itu Pemkab Mura tetap mendesak PT DMIL memenuhi janjinya untuk sesegera mungkin memberikan jawaban karena alasan akan dibahas di tingkat direksi di Malaysia sudah cukup lama.

“Makannya kita mendesak pihak perusahaan sesegera mungkin memberikan kepastian jawaban. Atau mengirimkan utusan manajemen yang benar-benar bisa memberikan dan mengambil keputusan penyelesaian jangan hanya orang hanya menerima dan kemudian beralasan akan membawanya ke pimpinan yang berwenang. Jadi intinya kita mendesak agar semuanya cepat selesai, ada jawaban pasti dari pihak perusahaan karena masyarakat sudah cukup lama menungggu dan bersabar,” pungkasnya.

Sebelumnya diinformasikan proses penyerahan lahan plasma yang ditutut warga Desa Karang Dapo Kecamatan Karang Dapo masih menunggu keputusan menejemen PT DMIL di Singapura. Atas kondisi tersebut Pemkab Mura terus fokus dalam penyelesaian permasalahan lahan ini karena berdasarkan hasil survei tim yang diturunkan berdasarkan peta desa dan diperbandingkan dengan Izin lokasi yang dimiliki PT DMIL jelas sebagian masuk Desa Karang Dapo. Untuk itu pihaknya berharap kebijakan PT DMIL untuk dapat menyerahkan lahan tersebut karena memang milik warga Karang Dapo. Selain itu juga Pemkab Mura juga menghimbau kepada masyarakat Karang Dapo yang memiliki lahan perkebunan di wilayah tersebut untuk dapat menyiapkan berkas-berkas kepemilikan sehingga nantinya apa bila menejemen PT DMIL menyetujui penyerahan lahan atau ganti rugi lahan, maka pelaksanaan dapat segera diselesaikan. (ME-02)

Siang Hidup Malam Padam

*Lampu Jalan di Terawas
TERAWAS-
Keluhan demi keluhan terus disampaikan masyarakat terhadap kinerja PT PLN. Setelah permasalahan listrik yang byar pet, kemudian jaringan yang belum juga teraliri listrik, keluhan juga disampaikan terkait lampu jalan. Di saat masih banyak lampu jalan yang rusak dan belum menyala, ternyata ada kejadian yang sangat menggelitik.

Tepatnya di Kelurahan Terawas Kecamatan STL Ulu Terawas banyak lampu jalan yang tidak efektif bahkan lebih menjurus kepada pemborosan. Seperti halnya disampaikan salah seorang warga Kelurahan Terawas, Ta lampu jalan di tempatnya kurang bermanfaat.

“Sebab biasanya yang namanya lampu jalan untuk menerangi jalan pada malam hari. Namun di Keluraha Terawas, di sekitar Polsek lampu jalan lintas siang hidup malam padam. Jelas ini membingungkan dan tidak ada gunanya,” kata Ta. Makanya warga meminta pihak terkait dalam hal ini PLN dan juga pemerintah daerah lebih tanggap jangan kondisi ini terus dibiarkan.

“Sebab dari azas manfaat jelas tidak singkron. Harusnya kalau malam hidup tentu jalan akan terang dan meminimalisir tindak kejahatan. Makanya warga resah dengan kondisi ini. Jika memang kenyataannya begini tidak bisa diubah ya sebaiknya dilepas saja lampu jalan ini,” ungkap Ta.

Semantara itu pantauan Musirawas Ekspres, lampu jalan di Kelurahan Terawas pada siang hari terlihat jelas masih menyala. (ME-02)

Pengajuan 10 Izin Pangkalan di Tolak KPP

LUBUKLINGGAU-sedikitnya 10 pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg harus menunda keinginannya memiliki izin pangkalan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. lha kok? Pasalnya pengajuan izin pemilik pangkalan tersebut ditolak Pemkot Lubuklinggau melalui Kantor Pelayanan dan Perizinan (KPP) Kota Lubuklinggau. Ditolaknya pengajuan tersebut karena KPP menganggap berkas persyaratan yang diajukan belum lengkap, diantaranya surat kepemilikan lahan tidak jelas.

Demikian diungkapkan Kepala KPP Kota Lubuklinggau, Safriyadi melalui Kasi Pengolahan dan Pemeriksa Izin, Asep Herdiana kepada Musirawas Ekspres Minggu (28/2) melalui ponselnya.

Diakuinya satu minggu yang lalu ke-10 pemilik pangkalan yang rata- rata berada diwilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur II tersebut telah mengajukan surat rekomendasi dari Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau untuk membuat izin pangkalan gas. Akan tetapi setelah di verifikasi oleh pihak KPP ternyata berkas yang diajukan belum lengkap , sehingga pengajuan tersebut terpaksa di cancel (dibatalkan-red).

Untuk itu pihaknya hari ini, Senin (1/3) akan melakukan peninjauan ulang berkenaan dengan surat kepemilikan lahan pangkalan tersebut sebab di sinyalir pangkalan itu menggunakan lahan milik pemerintah.

"Salah satu di batalkanya pengajuan izin tersebut karena di sinyalir lahan yang digunakan sebagai pangkalan tersebut milik pemerintah, seperti yang berada di beberapa titik wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur II dan Kecamatan Lubuklinggau Barat II," ungkapnya.

Lebih lanjut Asep menjelaskan bahwasanya selain berupaya secara bertahap dengan mensosialisasikan mengenai izin tersebut juga dilakukan verifikasi yang benar- benar jelas, sehingga izin yang dikeluarkan harus berdasarkan survey yang akurat. "Hal itu supaya izin yang dikeluarkan tidak menyalahi aturan seperti masalah kepemilikan lahan sebelum izin di keluarkan pihaknya melakukan survei dan pendataan yang akurat sehingga akan diketahuai apakah pangkalan tersebut layak di keluarkan izin atau tidak," jelasnya.

Selain itu sosialisasi kepada pemilik pangakalan juga terus di lakukan supaya mereka segera membuat izin pangkalan serta memberikan informasi bahwa pengurusan izin seperti SITU, SIUP dan TDP harus ke KPP.

Lebih jauh Asep mengatakan saat ini selain masih banyaknya pangkalan yang belum memiliki izin, yakni lebih dari 100 pangkalan dari 200 pangkalan elpiji yang menjadi fokus sosialisasi juga melakukan sosialisasi kepada pemilik usaha yang memasang reklame , sebab menurutnya hampir 90 persen reklame di Kota Sebiduk Semare ini belum memiliki izin. (CW-01)

PLN Ganti Enam Ribu Meter Kabel LVTC

LUBUKLINGGAU- Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan jaringan listrik diwilayah Kota Lubuklinggau PT.PLN cabang Lahat ranting Lubuklinggau mengganti kabel polos ke kabel bungkus Low voltecd twested cable (LVTC).

Demikian diungkapkan oleh Manejer PT. PLN ranting Lubuklinggau Suharmanto melalui supervisor distribusi Sirajudin kepada Musirawas Ekspres saat meninjau pemasangan kabel di area pertamina Sabtu (27/2) lalu.

Menurut Sirajudin sebanyak enam ribu meter kabel tersebut di pasang di lima gardu induk yakni di gardu 5 depan Pertamina Kelurahan Pasar Permiri kemudian gardu 16 belakang SMK Negeri 1 Lubuklinggau Kelurahan Jogoboyo, selanjutnya di gardu 29 di Pasar Bukit Sulap, di gardu 37 di depan SMA Xaverius dan gardu 35 di jalan Patimura dengan total enam ribu meter kabel.

“Hal itu merupakan program dari PT. PLN sebagai upaya mengurangi tingkat gangguan listrik juga sebagai antisipasi mencegah bahaya yang disebabkan oleh layang-layang, sebab kebel tersebut tidak terbungkus, makanya untuk mengantisipasi adanya gangguan itu kita ganti dengan kabel bungkus," ungkapnya.

Pergantian itu dilakukan, selain disebabkan pelanggan listrik terus bertambah, juga untuk mengatasi kelebihan daya listrik( overload-red). Kemudian pihaknya juga telah menambah tiga travo di tiga gardu yakni di gardu 26 yang berada di dekat stasiun KA, di gardu yang berada di jalan menuju Perumnas Lubuk Tanjung, dan penambahan travo di jalan Bukit Sulap. Penambahn travo tersebut untuk mengantisipasi terjadinaya over load di lokasi tersebut , sebab menurutnya wilayah itu mengalami peningkatan jumlah pelanggan sehingga diprioritaskan.

Namun demikian pihaknya terus melakukan pengecekan di seluruh wilayah Kota Lubuklinggau sehingga lokasi yang sering terjadi pemadaman akibat over load akan kita tambah travo. (CW-01)

Pasal Rokok, Sobat Karib Dibunuh

RUPIT-Hanya karena rokok sebatang, Deni Soleh (16) warga Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit tega menikam sobat (sahabat) karibnya Firdaus Satar (20) juga warga Kelurahan Muara Rupit, hingga tewas. Pembunuhan itu terjadi Jumat (26/2) sekitar pukul 03.30 WIB di KBM Kelurahan Muara Rupit.

Tersangka Deni Soleh pagi itu juga yakni sekitar pukul 04.00 WIB berhasil ditangkap petugas Polsek Rupit di kediamannya. Sementara korban siang harinya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede didampingi Kapolsek Rupit Iptu Amir Hamzah kepada Musirawas Ekspres menjelaskan tersangka dan korban adalah sahabat karib. Bahkan sehari-hari keduanya sering nongkrong bersama, bahkan sudah layaknya saudara.

Dinihari naas itu, keduanya sedang nongkrong di KBM. Saat itu tiba-tiba rokok mereka tinggal sebatang. Rokok itu kebetulan sudah diambil oleh korban terlebih dahulu, sehingga korban kesal dan hendak merebut rokok itu.

Karena beberapa kali saling berebut rokok, akhirnya kedua korban terlibat perang mulut. “Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, keduanya sempat bertengkar mulut gara-gara rokok sebatang itu,” jelasnya.

Dalam pertengkaran itu korban menantang korban. “Informasinya korban membuka pakaiannya dan mengatakan kepada tersangka silakan menikam tubuhnya. Sebenarnya korban hanya bercanda karena tersangka dalah sahabat karibnya,” jelas Kapolsek.

Namun tersangka diduga sudah gelap mata, sehingga langsung mencabut pisau yang dibawahnya. Kemudian menikam tepat mengenai dada sebelah kiri. Tikaman itu membuat korban langsung terkapar, dan akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir kali.

“Pisau tepat mengenai dada kiri korban, dengan lebar luka sekitar 2,5 CM dan kedalaman 16,5 CM. Dan diduga mengenai jantung,” jelas Kapolsek sambil menambahkan tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ME-01)

IRT Nyaris Tewas Dirampok

RUPIT-Aksi perampokan terhadap pengendara sepeda motor kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera, kali ini diantara Desa Noman dan Batu Gajah Kecamatan Rupit. Korbannya seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Hj Rukmana (40) warga Jl Kenanga II Lintas Kelurahan Kenanga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Kejadiannya Minggu (28/2) sekitar pukul 12.30 WIB, menyebabkan korban menderita luka robek dan memar pada kepala sisi kanan, memanjang dari pelipis ke telinga, bahkan harus menjalani perawatan di ruan ICU RS dr Sobirin. Sementara itu sepeda motor Yamaha Nouvo berikut tas berisikan uang Rp 600 Ribu di dalam bagasi motor raib dibawa pelaku.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, korban Hj Rukmana mengendarai sepeda motor Yamaha Nouvo berboncengan dengan Yeice (58) warga Kompleks Perumahan Kokon Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dari Lubuklinggau kondangan ke Desa Noman.

Usai kondangan keduanya meluncur ke Muara Rupit, karena rencananya hendak ke Karang Dapo tempat salah seorang kerabat korban. Namun ketika mendekati wilayah Desa Batu Gajah, tiba-tiba muncul tiga orang tidak dikenal.

“Saat kami melintas tiba-tiba ada tinggal orang muncul dari dalam semak-semak. Mereka langsung menghadang kami, kemudian langsung memukul kepala ibu hajjah (Hj Rukamana, red),” jelas Yeice ketika ditemui Musirawas Ekspres di RS dr Sobirin.

Akibat pukulan di kepalanyanya, menyebabkan Hj Rukmana tidak bisa mengendalikan laju sepeda motor. Imbasnya sepeda motor terbalik melemparkan Hj Rukmana dan Yeice. “Setelah itua dua orang mengembil motor langsung ke arah Rupit, seorang lagi masuk ke semak-semak,” jelasnya.

Sesaat kemudian ditambahkan Yeice, ada bis melintas sehingga keduanya ditolong dan dibawa melapor ke Polsek Rupit. “Bu hajjah sempat dibawa ke RS Rupit, kemudian dirujuk ke Lubuklinggau,” pungkasnya. (CW-02)

27 Februari 2010

Kerugian Banjir Dilapor ke Gubernur dan Menkokesra


*Tiga Jembatan Gantung Dibantu Rp 110 juta
MUSI RAWAS-
Tiga jembatan gantung yang rusak parah di dua kecamatan diinstruksikan untuk segera diperbaiki. Untuk perbaikan tersebut Bupati Mura, H Ridwan Mukti menyiapkan dana Rp 110 juta. Selain itu empat rumah di Dusun Kertoya Desa Mulyo Haryjo yang roboh dibantu masing-masing 5 juta. Pastinya Bupati juga memerintahkan agar seluruh kerugian akibat banjir dilapor ke Gubernur Sumsel dan Menkokesra agar mendapatkan bantuan untuk penanganan pasca banjir.

Penegasan itu disampaikan Bupati setelah Kamis (25/2) melanjutkan penyisiran meninjau banjir di Kecamatan Muara Kelingi setelah sebelumnya di Lakitan dan BTS Ulu. Seperti halnya disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Suryadi NZ kepada Musirawas Ekspres kemarin (26/2). Diungkapkan Suryadi, selama tiga hari mulai Selasa (23/2) hingga Kamis (25/2) Bupati meniyisir desa-desa dalam kabupaten Musi Rawas untuk mengecek langsung kerusakan dan dampak yang ditimbulkan pasca banjir yang melanda 22 desa di Kecamatan Muara Lakitan, Kelingi dan BTS Ulu.

“Penyisiran dimulai Selasa (23/3) di Kecamatan Muara Lakitan dan Kelingi.

Kemudian di Kecamatan BTS Ulu diawali dari Desa Pelawe, Sadu, Pangkalan Tarum dan Kertoya pada (24/2). DIlanjutkan ke Kecamatan Muara Kelingi pada Kamis (25/2) yakni Desa Mandi Aur, Kelurahan Muara Kelingi, Tanjung, Pulau Panggung, Binjai, Lubuk Muda dan Lubuk Tua,” informasi Suryadi. Hasil penyisiran tersebut menurut Bupati pada tiga kecamatan tersebut keadaan air sudah menyusut dan aktifitas masyarakat sudah berjalan. Hanya dibeberapa titik keadaan masih terlihat genangan air seperti Desa Prabumulih, Semeteh dan Bingin Jungut.

“Namun demikian Bupati mengingatkan semua puihak harus tetap selalu waspada menghadapi pasca banjir,” kata Suryadi. Setelah melakukan peniyisiran Bupati langsung menggelar rapat pasca banjir di Pendopo Kabupatenan dihadiri Asisten I dan II serta seluruh kepala dinas, badan, kantor dan bagian.

“Pasca banjir mengakibatkan berbagai sarana prasarana, jalan, jembatan, fasilitas pendidikan dan infrastruktur mengalami kerusakan. Untuk itu Bupati mendesak setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dinas tehnis agar dapat mencurahkan perhatiannya pada upaya penanggulangan pasca banjir, terutama bidang pangan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Serta tetap meningkatkan koordinasi lintas sektoral,” kata Suryadi.

Bupati menginstruksikan kepada dinas teknis untuk segera melakukan tindakan perbaikan dan pembangunan dengan menggunakan dana APBD serta mengupayakan untuk mendapatkan dana APBD Provinsi dan Pusat. Dengan cara melaporkan semua kerusakan dan kerugian akibat banjir kepada Gubernur Sumatera Selatan dan Menkokesra.

Sebagai informasi tambahan menurut Suryadi, akibat banjir jembatan gantung di Desa Pulau Panggung rusak parah sehingga perlu segera diperbaiki agar akses transportasi ke desa tersebut dapat kembali normal. Untuk perbaikan dan pembangunan Jembatan Gantung Pulau Panggung, Bupati menginstruksikan kepada dinas teknis dapat melaksanakan perbaikan dengan melaksanakan perbaikan menganggarkan dana Rp 50 Juta. Untuk Jembatan Gantung Tanjung Rp 35 Juta, sedangkan untuk Jembatan Gantung Desa Pelawe dianggarkan dana Rp 25 Juta.

“Dengan pelaksanaan pekerjaan dilakukan masyarakat setempat dan didampingi dinas PU Bina Marga. Tujuannya agar masyarakat ikut merasa bertanggung jawab memelihara nantinya,” imbuhnya. Selanjutnya hasil penyisiran di Dusun Kertoya Desa Mulyoharjo Kecamatan BTS Ulu Cecar terdapat empat rumah dan satu diantaranya rumah tempat penggilingan padi yang roboh.

Untuk perbaikan masing-Masing rumah tersebut dibantu Rp 5 juta. Bupati berharap bantuan ini dapat dipergunakan untuk membantu membangun tempat tinggal baru di lokasi yang aman.

“Agar akses Kertoya-Mulyoharjo lancar perlu dibangun jembatan gantung yang menghubungkan kedua titik ini,” kata Suryadi mengulangi pernyataan Bupati.
Selain Infrastruktur, Bupati menaruh perhatian khusus di bidang pendidikan. Diinstruksikan kepada dinas pendidikan agar mengambil langkah-langkah segera melaksanakan perbaikan sarana pendidikan seperti ruang kelas dan mobiler sehingga proses belajar mengajar tidak berhenti hanya karena musibah ini.

“Tenaga medis harus siaga dan stok obat-obatan harus tetap tersedia. Hal ini sangat penting dalam menghadapi pasca banjir yang sering mendatangkan penyakit gata-gatal, batuk dan lainnya,” ungkapnya.

Pasca rapat pasca banjir ini, bupati juga menginstruksi beberapa program yang harus dijalankan. Pertama program jangka pendek yakni mengatasi semua dampak banjir baik kecil maupun menengah seperti sarana pendidikan, kesehatan menggunakan dana atnggap darurat. Program jangka panjang seperti perbaikan infrastruktur jalan dan kerusakan yang berskala besar serta rencana relokasi daerah rawan banjir dengan mengupayakan dana bantuan provinsi dan pusat dalam hal ini Menkokesra.

“Selanjutnya Bupati menyampaikan penghargaan dan ucapan terimah kasih kepada insan pers yang ikut menyebarluaskan informasi musibah ini sehingga menimbulkan simpati publik serta semua pihak yang telah bersimpati dan memberikan bantuan di dalam upaya penanggulangan musibah banjir di Kabupaten Musi Rawas,” punkas Suryadi. (ME-02)

Rupit Banjir, Puluhan Remah Terendam

*Dihantam Kayu, Sling Jembatan Gantung Noman Putus
RUPIT-
Setelah Kecamatan BTS Ulu, Muara Kelingi dan Lakitan dilanda banjir hebat, bencana serupa juga melanda Kecamatan Rupit. Tepatnya puluhan rumah warga Noman dan Maur terendam air luapan Sungai Rupit.

Tidak hanya manggenangi rumah warga, banjir juga mengakibatkan sling penahan lantai Jembatan Gantung Noman putus. Bahkan sling tersebut membuat satu rumah apung warga Noman nyaris hanyut tertimpa sling yang putus diterjang kayu besar. Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Noman, Rozali Syawal banjir mulai terjadi sejak Rabu (24/2) lalu.

“Rabu malam hujan semalaman, sehingga air Sungai Rupit naik. Melihat kondisi tersebut warga panik, apalagi ketika air naik ada kayu besar hanyut sehingga membuat sling jembatan yang menghubungi Desa Noman Baru dengan Desa Noman Lama putus,” ungkap Rozali.

Diceritakannya, melihat sling jembatan gantung putus Epi, istri pemilik rumah rakit makin ketakutan sehingga ia pinsan. Kejadian tersebut sontak membuat warga Desa Noman panik karena ketinggian air terus naik bahkan arusnya sangat deras.

“Dengan tali rakit atau rumah diatas air tersebut putus, makanya istri pemilik rumah rakit ini langsung pinsan ketakutan,” terang Rozali Syawal.

Akibat banjir tersebut beberapa warga Desa Noman mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan tidak rawan banjir.

“Ada yang terpaksa naik perahu sambil memantau air yang terus meninggi,” kata Rozali.

Sementara Paskindar, salah seorang warga Desa Noman menjelaskan akibat banjir, membuat banyak perabotan rumah tangga rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi seperti TV dan kursi.
“Air benar-benar tinggi walaupun tidak separah banjir di Kecematan Muara Kelingi,” ungkap Apskindar.

Pjs Kepala Desa Noman Baru, Rissaudi membenarkan kejadian tersebut. Khusus untuk jembatan gantung menurutnya akan segera direhab.
“Karena sudah ada anggaran rehab Jembatan Noman pada APBD Mura 2010,” katanya.
Semantara itu atas kajadian itu staf Humas Setda Mura Mura, Misbahudin Lubis dan A Rifai bersama Rahmatullah meninjau banjir di Desa Noman dan desa Maur.

Sebagai informasi tambahan, banjir di Desa Maur juga membuat rumah anggota DPRD Mura, Muhammad Ruslan tergenang. Sekdes Maur Lama, Baros menjelaskan atas musibah ini masyarakat mengalami kerugian karena tidak bisa beraktivitas khsusnya menyadap karet.

“Dengan kejadian ini ratusan rumah yang terendam, yang paling parah di Dusun lima dan enam,” informasi Baros.

kepala Desa Maur Baru, Zamhari juga menginformasikan untuk di Desa Maur Baru banjir menggenangi beberapa rumah di Dusun satu, dua dan lima.
“Rata-rata air masuk ke rumah hingga ketinggia setengah setengah meter,” informasinya. (ME-04)

Semburan Gas Muncul di Pangkalan Tarum

MUSI RAWAS–Bencana banjir di Desa Pangkalan Tarum Kecamatan BTS Ulu pekan lalu menyisakan rasa was-was warga setempat. Pasalnya salah satu sumur warga Pangkalan Tarum diduga telah menyemburkan gas. Kondisi tersebut cukup menarik perhatian warga dan Pemkab Mura.

Alimun Hakim (38), pemilik sumur mengungkapkan kronologis kejadian berawal adanya semburan kecil dari dasar sumur sedalam 11 meter miliknya dan terdengar suara gemuruh.

“Adanya suara mengundang perhatian warga desa untuk mellihat keanehan di dalam sumur sebab baru kali pertama terjadi akibatnya pihaknya takut untuk mengkonsumsi air sumur untuk keperluan sehari–hari meskipun hingga saat ini belum membahayakan,” katanya.
Dilanjutkannya, sumur yang dibangun dari program pemerintah 2009 lalu untuk saat ini tidak dimanfaatkan dan warga memanfaatkan sumber air milik tetangga.

“Semenjak air sumur mengeluarkan semburan, kami tidak lagi berani menggunakan air dari sumur untuk konsumsi sehari–hari, tapi kami pernah mencoba mencicipi air tersebut sama sebelumnya air terasa dingin dan rasanya tidak berubah,” ujarnya.

Terpisah Ketua BPD Desa Pangkalan Tarum, Mistar Lubis mengungkapkan selain mendapat perhatian masayarakat desa pihaknya juga sudah menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah kecamatan. Selain itu saat meninjau lokasi Banjir Bupati Musi Rawas. H Ridwan Mukti sekaligus meninjau lokasi sumur yang diduga mengeluarkan gas tersebut. Dalam kesempatan itu bupati meminta kepada warga untuk tidak panik dan akan menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan penelitian.

Sementara Pengelola Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Ferry Putera, mengatakan awal pembuatan sumur tidak ada tanda atau gejala awal sumur akan mengeluarkan semburan sehingga kejadian ini juga mengejutkan pihaknya. (ME-06)

Pusri Peduli Korban Banjir

MUSI RAWAS–Bencana alam yang terjadi di sejumlah Kecamatan Kabupaten Musi Rawas (Mura) membuat PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Palembang peduli terhadap warga yang tertimpa musibah tersebut. Hal itu terlihat dari banyaknya bantuan yang langsung diberikan kepada kecamatan yang mengalami bencana banjir.

Pemberian bantuan bencana langsung dibawa dari Palembang dipimpin H Fahrurrozy Bey selaku Koordinator, beserta rombongan. Bermacam-macam jenis bantuan yang diberikan seperti, obat-obatan, makanan, mie, beras, selimut, air mineral dan sebagainya.

“Kami membawa 4 truk yang berisikan sembako untuk diberikan kepada saudara kita yang terkena musibah,” terangnya.

“Ini adalah amanah yang dipesan oleh Pimpinan Perusahaan dengan mendatangkan 4 truk bantuan Sembako dengan rincian, 2 truk untuk Kecamatan Muara Kelingi dan 2 truk untuk Kecamatan Muara Lakitan,” katanya ketika sampai di Kecamatan Muara Beliti.
Sementara itu, Assistan III Setda Mura, H Sulaiman Kohar yang langsung menerima bantuan secara simbolis di Kantor Camat Muara Beliti mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada PT Pusri yang telah peduli terhadap korban banjir.

“Kami sangat berterimah kasih atas bantuannya dan siap mengawal bantuan ini untuk diberikan ke Kecamatan-kecamatan sebagaimana telah diamanahkan,” jelasnya. (ME-01)

Wako lantik 21 pejabat struktural

* Kepala bandiklat dan Stafnya Non-job
LUBUKLINGGAU-
Walikota Lubuklinggau kembali melakukan perombakan pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau.

Sebanyak 21 pejabat eselon III dan IV kembali dilakukan perolingan jabatan, sementara itu beberapa pejabat terpaksa di non-jobkan oleh Walikota .

Acara pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di balai kota Lubuklinggau langsung oleh walikota Lubuklkinggau H. Riduan Effendi, serta dihadiri oleh Asisten, Kepala Badan, Dinas, Kantor dan Camat dilingkungan Pemkot Lubuklinggau.

Akibat perolingan jabatan tersebut empat pejabat pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Kota Lubuklinggau terpaksa di non-jobkan. Diantaranya Kepala bandiklat Kota Lubuklinggau Fahrizal BR, di ganti oleh Surya Dharma sebagai pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Bandiklat Alnurofik di ganti oleh Ahmad Derita, kemudian Kabid Diklat Kepemimpinan Elvandari, di ganti oleh Ratna Dewi, dan Kabid Diklat Teknis Fungsional Bandiklat Kota Lubuklinggau saat ini di jabat oleh Nasrowi sementara Kasubid Diklat Teknis Bandiklat di jabat oleh Suratmin.

Berkenaan dengan pejabat yang di non-jobkan tersebut Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi menjelaskan hal tersebut terpaksa dilakukanya sebab saat di lakukan inpeksi mendadak (Sidak) di kantor tersebut tidak satu pun ada pegawai.

Lebih lanjut Riduan menjelaskan bahwasanya ia tidak mau lagi melakukan mutasi akan tetapi kebutuhan organisai sehingga hal itu harus dilakukan. "Seperti halnya penonjoban keempat pejabat tersebut menurutnya belum memiliki loyalitas dan tanggungjawab dalam kinerja, hal itu dibuktikan sudah waktunya masuk kantor belum hadir di kantor," jelasnya,

Selain itu kepada pejabat yang telah diberikan kepercayaan untuk dapat mejalankan tugas secara profesional dengan terus berupaya meningkatkan kedisiplinan.
Sementara itu pejabat yang dialantik antara lain,Hidayat Zaini sebagai Kepala Bagian Administrasi Perekonomian setda kota Lubuklinggau, Erdeti, Kabag Keuangan pada Sekretariat DPRD kota lubuklinggau, Azma Helmi Sekretaris Badan Kb, dan PP kota Lubuklingau.

Herdawan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Lubuklinggau, Agus Sugianto sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau,Sumadi Arifin sebagai Sekretais Dinas Kesehatan kota Lubukinggau, Deddy Purbaya sebagai Kabid Statistik dan Pelaporan BAPPEDA Kota Lubuklinggau.

Irma Novaridfa, sebagai Kabid Sosial Budaya BAPPEDA Kota Lubuklinggau, Agus Sutrisno, sebagai Kabid Peningkatan Peran Perempuan Badan KB dan PP Kota Lubuklinggau, Amrullah sebagai Kabid informasi dan KB dan PP Kota lubuklinggau, Hatami, sebagai Kabid Akuntansi dan Pelaporan DPPKA Kota lubuklinggau.

Muhammad Kabid Pelatihan dan Produktifitas Kerja Disnaker Kota Lubuklinggau, Maryani Kabid pendidikan luar sekolah Disdik Kota Lubuklinggau , Isman effendi sekretaris korpri Kota Lubuklinggau, Abu sonif Kasi Penertiban Dishubkominfo Kota Lubuklinggau, Asromi Hayati Kasi evaluasi dan pelaporan disdik Kota Lubuklinggau, Zulkipl sebagai Kasi olah raga, pelajar,mahasiswa dan masyarakat Dispora kota Lubuklinggau. CW-01)

Oknum Anggota Brimob Rusak Mobil Angkutan Desa

LUBUKLINGGAU-  Terlokasinya Terminal Tipe B Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara II terus menjadi gejolak di masyarakat terutama sopir angkutan desa (angdes) dan angkutan kota(Angkot).

Belum lama aksi demo bersar-besaran yang dilakukan oleh forum angkutan kota beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat ini giliran forum angkutan desa(angdes) yang tergabung dalam forum Perhimpunan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia,(FPPMI) akan mengelar aksi demo.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh ketua FPPMI Bahed Edi Kuswoyo di dampingi koordinator FPPMI Tolib kepada Musirawas Ekspres kamis (25/2) lalu.

Dikatakanya aksi tersebut mengecam adanya oknum brimob yang berjaga-jaga di terminal Petanang, yang telah melakukan pengrusakan mobil angdes hingga menyebabkan pecah kaca spion dan body mobil tersebut mengalami lecet-lecet.

Menurut Bahed oknum brimob tersebut di tugaskan olah Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menertibkan terminal supaya angdes masuk kedalam terminal.
"Akan tetapi perlu diketahui pada musyawarah yang di laksanakan pada senin(22/2) lalu belum menghasilkan keputusan apakah angdes boleh atau tidak masuk Kota , akan tetapi kenapa di terminal tersebut sudah di jaga oleh brimob, lalu apa wewenang brimob di terminal tersebut," ungkap Bahed.

Lebih lanjut Bahed menjelaskan awal terjadinya pengrusakan mobil tersebut angdes milik sukri, angdes jurusan simpang raya -singkut itu , pada awalnya angdes tersebut dari Kota Lubuklinggau menuju arah Utara ketika sampai diterminal oknum anggota brimob yang berjumlah dua orang tersebut langsung membabi buta melempar mobil angdes dengan menggunakan rambu-rambu lalu lintas ke arah mobil lantas saja hal tersebut hingga menyebabkan mobil milik sukri tersebut mengalami pecah kaca spion dan lecet, atas perlakuan oknum brimob tersebut juga telah menyebabkan dua mobil angdes lainya mengalami lecet-lecet.

Menurur penuturan Bahed hal itu dipicu kerena angdes dari arah kota tersebut membawa penumpang, namun wajar saja sebab Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini dishub belum memutuskan hasil musyawarah pasa senin yang lalu.

"Sehingga sebelum adanya kesepakatan dari hasil musyawarah itu angdes masih akan tetap masuk kota," jelasnya.

Untuk itu kami sangat mengecam pelakuan oknum brimob tersebut yang telah merugikan masyarakat dalam hal ini sopir angdes. Dan berkenaan dengan hal itu juga Sabtu mendatang(hari ini-red) akan melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib atas perbuatan tidak menyenangkan dan merugikan itu, sebab hal itu sudah merupakan perbuatan yang melanggar hukum.

" kita akan berikan deadline waktu dari hari ini hingga Senin (28/2) mendatang apabila sampai deadline waktu tersebut tidak ada upaya baik dari oknum brimob dengan meminta maaf kepada kami maka kami pada senin medatang akan mendesak oknum brimob dengan menggelar aksi besar-besaran ke pihak kepolisian dan pemerintah kota Lubuklinggau, untuk menuntut oknum anggota brimob ke pihak kepolisian dan ke walikota Lubuklinggau supaya meninjau ulang paraturan penertiban terminal tersebut, yang pasti kami sangat mengecam perlakuan oknum anggota brimob tersebut, "tegasnya.

Di tempat yang sama berdasarkan penurutaran salah seorang supir angdes Sukri, bahawasnya akibat penyetopan petugas di terminal yang menyebabkan keragauan angdes berhenti belum lama ini telah memakan korban jiwa, yakni satu orang telah meninggal, dan satu orang telah patah kaki, Hal itu di sebabkan petugas sering memberhentikan mendadak sehingga sopir angdes panik dan akhirnya pengendara yang barada di belakang juga panik akhirnya terjadi tabrakan, ujar sukri.

Sementra itu koordinator FPPNI Tolib, bahwasanya hasil dari musyawarah itu belum ada, berarti untuk sementara sebelum ada kepastian angdes masih mengambil penumpang dari wilayah kota, tapi bukan di pasar melainkan di simpang raya dan simpang kenanga dua, artinya seharusnya yang mesti ditertibkan saat ini adalah angdes yang ngetem di pasar bukan yang di simpang raya dan kenanga 2 sebab secara logika saja pasti penumpang masih naik angkot untuk menuju simpang raya jadi sama sekali tidak merugikan angkot.untuk itu kami minta kebijakan pemkot,pungkasnya. (CW-01)

Pembunuh Istri Keluar RS

LUBUKLINGGAU-Tersangka Ali Jimantap (50) warga Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir, yang diduga membunuh istrinya Holimah (42), Jumat (26/2) sekitar pukul 10.30 WIB keluar dari RS Siti Aisyah. Tersangka keluar dari rumah sakit karena kondisi lukanya mulai membaik, dan memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan oleh polisi.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Harizon Manik mengakui tersangka sudah keluar dari RS Siti Aisyah. “Tersangka sudah dibawa keluar, kini dia diamankan di Mapolres Musi Rawas,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, pihkanya sampai dengan kemarin belum mendapatkan motif dari pembunuhan tersebut. “Dia baru dibawa ke Mapolres dan belum diperiksa. Kemungkinan besok setelah pemeriksaan, akan terungkap apa penyebab ia nekat berbuat seperti itu,” jelas Kapolsek.

Hanya saja ditambahkannya, berdasarkan informasi dari beberapa tetangga, bahwa tersangka sering kesurupan. Informasi tersebut ditambahkannya akan ditindaklanjuti untuk diketahui kebenarannya dan apakah ada kaitannya dengan pembunuhan tersebut.

Sementara informasi lain diterima Musirawas Ekspres, sebelum membunuh istrinya tersangka sempat mengejar dan hendak membunuh anaknya. Namun sang anak berhasil menyelamatkan diri, makanya kemudian menyerang istrinya (korban Holimah, red).

Diketahui Rabu (24/2) sekitar pukul 13.00 WIB di dalam rumah, Ali Jimantap nekat membunuh istrinya Holimah (42). Korban Holimah tewas dengan kondisi menderita sembilan luka tusuk di tubuhnya, diantaranya di leher, bahu kiri, bahu kanan, perut kanan, pelipis kiri dan dada kanan. Tersangka Ali juga menderita luka pada lehernya, ada dugaan ia hendak bunuh diri setelah membunuh istrinya.(ME-01)

Sopir PT CMS Dirampok dan Disandera 2 Bandit

LUBUKLINGGAU-Ace Kurniawan (24) warga Jl Garuda Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (24/2) sekitar pukul 17.00 WIB dirampok dua bandit bersenjatakan pisau. Menyebabkan korban yang merupakan sopir PT Ciwes Mandala Sakti (SMS), kehilangan handphonen Nokia N Gage KD, uang Rp 600 ribu dan STNK serta surat-surat penting.

Kasus ini baru dilaporkan korban ke Polres Lubuklinggau, Kamis (25/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Perampokan tersebut terjadi di Jl Amula Rahayu Kelurahan Marga Rahayu Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, dan korban sempat disandera oleh perampok di tambang pasir Kelurahan Siring Agung Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, hari naas itu korban mengendarai mobil minibus Nopol F 1517 BY membawa beberapa sales menyusuri Jl Amula Rahayu. Kemudian korban berhenti, sementara para sales langsung berkeliling membawa barang-barang yang siap di jajakan ke masyarakat sekitar.

“Awalnya saat saya masih menunggu di Mobil, ada salah satu sales menelpon minta diantarkan lampu carger. Namun kebetulan tidak ada di mobil tepatnya di bawa sales lainnya. Saya kemudian mencarinya berdasarkan peta yang kami miliki,” ujar Ace sambil menjelaskan ia sempat turun dari mobil.

Karena belum ketemu dengan sales itu, Ace kemudian terus mencari hingga ke daerah Kampung Lima Kelurahan Simpang Periuk. Saat itu ia melihat di belakang ada pengendara sepeda motor, namun bersamaan itu ada yang menodongnya dari belakang. “Ternyata di dalam mobil sudah ada orang, ia langsung menempelkan pisau ke leher saya,” jelasnya.

Setelah menodongnya menggunakan pisau, pelaku memintanya menjalankan mobil dengan arah sesuai diperintahkan pelaku. Korban kemudian diarahkan ke Siring Agung, selanjutnya sampai di tambang pasir. Di sana kedua pelaku langsung mengambil dompet dan handphone milik korban.

“Cukup lama saya di sana. Setelah ia mengambil barang-barang milik saya, keduanya langsung pergi mengendarai sepeda motor Honda Revo. Saya pun kembali lagi ke Jl Amula Rahayu menemui para sales,” jelasnya. Perampokan ini dilaporkan ke pimpinannya, selanjutnya Kamis pagi ia diantarkan melapor ke Polres Lubuklinggau. (ME-01)

25 Februari 2010

Ridwan Mukti-Hendra Gunawan Calon Tetap Golkar

MUSI RAWAS-Teka-teki siapa bakal calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) yang akan diusung Partai Golongan Karya (Golkar) terjawab sudah. DPP Golkar memastikan mengusung H Ridwan Mukti, calon incumbent sebagai Cabup berpasangan dengan H Hendra Gunawan sebagai Cawabup untuk maju pada Pemilukada Mura 5 Juni 2010.

Pasangan ini menjadi pasangan resmi pertama yang dipastikan mendaftar ke KPU Mura dengan perahu Golkar. Keduanya dipasangkan partai Golkar karena informasinya dari hasil survey yang dilakukan partai berlambang pohon beringin rindang ini menempati rating tertinggi dibandingkan balon-balon lain yang mendaftar di partai Golkar.

Ketua DPD Golkar Provinsi Sumsel, H Alex Noerdin melalui Sekretaris DPD Golkar Sumsel, Jamratul ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres, kemarin (24/2) melalui ponselnya mengakui informasi tersebut. Dipastikannya DPP Golkar sudah menetapkan akan mengusung calon incumbent, H Ridwan Mukti berpasangan H Hendra Gunawan.

Keduanya diusung Partai Golkar yang diputuskan dalam rapat DPP Golkar, Senin (22/2) lalu. Keputusan tersebut diambil setelah keduanya berdasarkan hasil survey menempati rating tertinggi.

“Dari hasil survey untuk balon bupati, incumbent tertinggi. Sedangkan H Hendra Gunawan menempati rating kelima untuk balon bupati. Tapi untuk wakil, H Hendra Gunawan menempati rating tertinggi dibandingkan balon lainnya,” kata Jumratul. Menilik dari hasil tersebut, rapat memutuskan H Ridwan Mukti sebagai Balon bupati dan H Hendra Gunawan sebagai Balon wakil bupati.

“Harus diketahui bahwa keputusan tersebut tidak ada rekayasa. Pengurus mulai dari DPD Kabupaten, Provinsi dan pusat sportif tidak ada intervensi. Semuanya melalui mekanisme dan sudah sesuai dengan keputusan,” tegasnya. Jamratul juga mengungkapkan bahwa hasil keputusan DPP Golkar itu sudah disampaikan ke ketua DPD Golkar Mura.

Sementara itu ketua DPD Golkar Mura, Lili Martiani Maddari, di sela-sela acara pemberian bantuan korban bencana banjir mengatakan kalau DPP Golkar sudah menetapkan Balon Bupati-Wakil Bupati Mura. Selanjutnya kemungkinan akan dilaksanakan deklarasi pengusungan keduanya pada Selasa, 2 Maret 2010 mendatang.

Bagaimana dengan koalisi? Lili mengatakan untuk koalisi, Golkar selalu membuka diri dengan partai politik tentunya bila ingin berkoalisi.
“Kita terbuka untuk siapa saja yang mau berkoalisi,” tegasnya.

Diakuinya untuk koalisi dengan parpol lain sangat terbuka.
“Untuk menjalin koalisi, Partai Golkar mempunyai aturannya. Bagi siapa saja mau koalisi silahkan saja. Sebaliknya apabila ada yang mau kemungkinan Golkar akan mendekat,” pungkasnya. (ME-07)

17 Rumah Hanyut, 3 Roboh

*Banjir di BTS Ulu
BTS ULU-
Banjir yang melanda delapan desa di Kecamatan BTS Ulu (Cecar), mengakibatkan 308 rumah terendam, 17 rumah roboh dan tiga rumah roboh. Demikian data yang didapatkan Musirawas Ekspres di posko penanganan banjir Kecamatan BTS Ulu, Rabu (24/2).

Selain itu kerugian lainnya yang dialami, satu sekolah dasar ikut terendam, begitu juga dengan Poskesdes dan masjid serta kantor desa. Sejak kemarin (24/2) warga juga sudah mulai melakukan pembersihan di kediaman masing-masing, setelah Selasa (23/2) mulai pukul 14.00 air surut secara bertahap.

Sekretaris Camat BTS Ulu, Indarwanto kepada Musirawas Ekspres di ruangan kerjanya menjelaskan, sebelumnya Kecamatan BTS Ulu sempat terisolir karena satu-satunya jalan masuk ke kecamatan tergenang banjir di empat titik, salah satunya di Jembatan Sungai Musi.

“Namun mulai Selasa (23/2) air surut, sehingga kendaraan bisa berangsur masuk. Sebelumnya menyeberang menggunakan rakit atau perahu,” jelas Indarwanto.

Kemudian soal bantuan, Indarwanto menjelaskan sampai dengan Rabu sudah diterima bantuan cukup banyak, yakni dari Pemkab Musi Rawas berupa 5 ton beras, selanjutnya dari Medco berupa beras, mie instant, minyak goreng dan selimut, dari anggota DPRD Musi Rawas 500 sak beras dan 500 dus mie instant. Kemudian dari M Soleh anggota DPRD Musi Rawas, Rp 2 juta.

“Kami juga minta bantuan dari PT MHP berupa kendaraan operasional, dan dari Pemkab Mura akan datang lagi 5 ton beras. Sementara bantuan berupa obat-obatan juga sudah kami diterima,” jelasnya seraya menambahkan kemarin mendapatkan tambahan bantuan dari Bappeda Mura.

Ditambahkannnya, bantuan ini sebagian sudah didistribusikan ke desa-desa, khususnya yang sudah bisa dilalui kendaraan. Sementara daerah lain yang masih belum bisa diakses, secepatnya akan diberikan bantuan melalui jalur air. “Seperti di Dusun Ketoya harus menyeberang sungai Musi,” jelasnya.

Kemudian secara rincinya kerugian yang dialami masing-masing desa, Pangkalan Tarum 60 rumah terendam (termasuk kantor desa, SD dan Poskesdes), 15 rumah hanyut. Desa Mulyoharjo tepatnya di Dusun Ketoya 20 rumah terendam, tiga roboh satu hanyut.

Sadu, 20 rumah terendam satu hanyut. Pelawe, 100 rumah terendam, masjid ikut terendam.
Selanjutnya Desa Tambangan, empat rumah rusak, jembatan gantung hancur dan sempat terisolasi. Sungai Naik, 12 rumah terendam. Reksa Budi tepatnya di Dusun Ketayu yang rusak adalah kebun padi dan kopi sekitar 27 Ha, terakhir di Lubuk Pauh, 15 rumah terendam.

Sementara itu banjir di Kecamatan Muara Kelingi dan Muara Lakitan kemarin sudah surut. Di Kelurahan Muara Kelingi, pantauan Musirawas Ekspres dari lima RT yang terendam kemarin tinggal tiga Rt lagi yakni Rt1, 2 dan 3. Sementara warga mulai membersihkan rumah mereka khususnya yang sudah tidak lagi tergenang. Selain itu warga juga antri mengambil minyak tanah, air bersih dan bantuan lagi yang terus dibagikan petugas di Posko Bantu dipimpin Camat Muara Kelingi, Musadik Nanguning.

“Bantuan terus berdatangan dan langsung kita bagikan kepada korban banjir secara merata,” kata Musadik. Selain itu mengenai kondisi terakhir menurut mantan Sekcam Sukakarya banjir mulai surut.

“Rumah warga yang terendam mulai berkurang, jalur transfortasi di Muara Kelingi dan menuju ke Lakitan hingga sekayu sudah bisa dilewati walaupun belum lancar sepenuhnya,” ungkap Musadik.
(ME-01/ME-02)

Instruksi Siapkan Lahan 2 Ha

BUPATI Musi Rawas Riduan Mukti usai meninjau beberapa desa yang terkena musibah banjir, menginstruksikan kepada bawahannya agar setiap desa yang berada di tepi Sungai Musi, disiapkan lahan sekitar 2 Ha. Lahan ini nantinya bisa digunakan untuk relokasi rumah-rumah warga yang berada di tepi sungai Musi, guna menghindari bencana banjir.

“Jadi harus disiapkan di masing-masing desa yang berada di tepi Sungai Musi, lahan seluas 2 Ha untuk relokasi warga di tepi sungai. Karena kediaman mereka di tepi sungai sudah tidak memungkinkan lagi untuk di tempati,” jelasnya di hadapan para Asisten, Kepala Dinas, Kantor, Badan, Camat BTS Ulu dan Kades.

Kemudian Bupati juga mengintruksikan agar seluruh korban banjir setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan bantuan 5 Kg beras. “Setiap kepala keluarga agar diberikan bantuan 5 Kg beras,” jelasnya.

Dalan peninjauan ini, Bupati mendatangi Desa Pelawe, Dusun Ketoya, Desa Sadu, Pangkalan Tarum dan desa-desa lainnya. Khusus di Dusun Ketoya, bupati meminta kepada Kepala Dinas PU Cipta Karya menganggarkan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan ke Desa Mulyoharjo. (ME-01)

Minta Fogging

PASKA banjir penyakit mulai mengancam, terutama gatal-gatal dan lainnya seperti malaria dan diare.

“Banjir sudah mulai surut, namun sisa-sisa banjir bisa menyebabkan penyakit,” jelas M Soleh anggota DPRD Musi Rawas yang berdomisili di Kelurahan Muara Kelingi
Menurutnya sampah-sampah yang terbawa arus air saat banjir kini sudah mulai terlihat menumpuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu nyamuk-nyamuk juga semakin banyak, sehingga dikhawatirkan bisa menimbulkan penyakit malaria dan deman berdarah.

“Karena itulah kami mengharapkan Dinas Kesehatan Musi Rawas bisa melakukan fogging di kediaman warga yang terkena banjir dan di daerah sekitarnta, guna mengantisipasi penyakit dari nyamuk akibat banjir,” pungkas M Soleh. (ME-01)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More