EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


06 Januari 2010

Senin, Paripurna Pembentukan Badan Legislasi dan Anggaran

LUBUKLINGGAU-Direncanakan Senin (11/1) mendatang DPRD Kota Lubuklinggau akan menggelar rapat paripurna pembentukan Badan Legislasi dan Badan Anggaran DPRD Kota Lubuklinggau. indikasi ini terlihat setelah Badan Musyawarah (Banmus) menggelar rapat penjadwalan pembentukan.

Wakil ketua I DPRD Kota Lubuklinggau, Effendi, ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres, Selasa (5/1) diruang kerjanya mengakui bahwa Senin (11/1) mendatang akan dilaksanakan rapat paripurna pembentukan Badan Legislasi (Baleg) dan Badan Anggaran DPRD Kota Lubuklinggau.

Sebagai langkah awal pembentukan Badan Legislasi dan Badan Anggaran tersebut, kemarin anggota Banmus dan pimpinan dewan sudah menggelar pertemuan untuk penjadwalan rapat paripurna tersebut. Hasilnya disepakati Senin (11/1) mendatang paripurna pembentukan baleg dan anggaran dilaksanakan.

Perlu diketahui katanya badan legislasi ini nantinya mempunyai tugas membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) apabila diusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Untuk pembahasan Baleg inilah nantinya yang akan membentuk panitia khusus (Pansus) guna membahas Raperda. “ Pansus yang dibentuk baleg membahas Raperda supaya Raperda tersebut disahkan,”paparnya.

Sementara itu untuk badan anggaran tugasnya adalah melakukan pengkajian masalah Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) yang diusulkan ke DPRD Kota Lubuklinggau. sesuai dengan UU No 27 tahun 2009 tentang susunan kedudukan MPR, DPR, DPRD Kota/Kab.

Karena masih akan dibentuk, kepengurusan baleg dan anggaran ini belum ada. Pengurus baleg dan anggaran ini adalah masing-masing dari utusan fraksi-fraksi dan komisi-komisi. “ Untuk pimpinan dewan bukan otomatis pimpinan baleg dan anggaran,”tegasnya.

Ketua dan pengurus dibentuk dipilih oleh anggota yang diutus oleh fraksi-fraksi dan komisi.

Bagaimana kelengkapan dewan lainnya? Effendi mengatakan untuk alat kelengkapan dewan lainnya seperti badan kehormatan akan dibentuk setelah baleg dan anggaran dibentuk. Dan lagi untuk badan kehormatan ini masih menunggu PP yang belum keluar. (ME-07)

Polres Upayakan Perdamaian

*Kasus ABG Loncat dari SM Swalayan
LUBUKLINGGAU-Polres Lubuklinggau mengupayakan agar kasus dugaan ngutil di SM Swalayan, yang berujung dengan meloncatnya Ayu Wandira (14) warga Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap kepada wartawan, Selasa (5/1).

“Karena alasan kemanusiaan, kami sudah mengarahkan kasus ini pada proses perdamaian. Semoga pihak korban dalam hal ini SM Swalayan, mau menerima perdamaian ini. Apalagi keduanya masih anak-anak,” jelasnya.

Bahkan karena alasan kemanusiaan itulah, rekan Ayu yakni Widia Fera (15) tidak dilakukan penahanan. “Dia sudah kami serahkan ke orang tuanya, dengan alasan kemanusian makanya tidak dilakukan penahanan,” ujar Kasat Reskrim, sambil menjelaskan Fera juga masih sekolah sehingga juga menjadi alasan untuk tidak menahannya.

Berkaitan kasus ini, Kasat menduga juga disebabkan oleh faktor ekonomi. Dimana kedua anak baru gede (ABG) tersebut, ingin juga sama dengan rekan-rekan mereka, sementara financial tidak mencukupi. Sehingga nekat melakukan tindakan tidak terpuji. “Namun hal ini terkadang juga ada yang melakukannya karena penyakit kleptomania,” katanya.

Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres, terkait masalah ini beberapa orang saksi diperiksa oleh penyidik. Salah satunya saksi diperiksa adalah Nurwan, kepala keamanan SM Swalayan. Sementara satpam lainnya terlihat menunggu diluar, sambil menunggu proses pemeriksaan.

Terpisah saat ditemui di RS dr Sobirin, Ayu Wandira mengaku sama sekali tidak berniat mencuri pakaian dalam di SM Swalayan. “Awalnya saya tidak mau mencuri BH pak. Tapi Fera yang mengajak saya. Karena takut dipenjara, akhirnya saya meloncat dari gedung,” katanya sembari menyeringai menahan sakit dibagian tubuhnya.

Senada dikatakan ibu Ayu, Rusmawati (40) mengaku sudah melarang anaknya untuk pergi ke SM Swalayan bersama temannya. “Aku sudah larang dia pergi pak. Tapi masih saja bandel. Sebenarnya dia saya suruh untuk mengusir burung yang makan padi di ladang kami,” pungkasnya.(ME-01)

Keluarga Korban Sodomi Minta Pelaku Diusut

*Sebabkan Korban Trauma
LUBUKLINGGAU-Korban sodomi dengan terlapor SR, oknum PNS Pemkab Musi Rawas yang juga mantan pengurus masjid, Selasa (5/1) sekitar pukul 11.00 WIB mendatangi Polres Lubuklinggau. Korban yang datang adalah SU (16) dan RE (16), keduanya warga Kelurahan Keputraan Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Keduanya datang didampingi orang tua masing-masing, yakni Irawati (36) dan Fatimah (52), juga ditemani Wawan yang sebelumnya mendampingi mereka saat melapor. Kedatangan rombongan ini langsung diterima Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Forliamzons, setelah beberapa saat berdialog korban dan rombongan pun pulang.

Kepada Musirawas Ekspres, orang tua korban menjelaskan pihaknya meminta kepada penyidik Polres Lubuklinggau, agar segera mengusut SR, bahkan bila perlu diproses hingga ke pengadilan. “Kami minta agar dia diproses sesuai hokum yang berlaku, hingga tuntas. Karena saat ini ia masih berkeliaran,” jelas Irawati.

Selain itu dijelaskan Irawati, peristiwa tersebut membuat anaknya trauma, bahkan dahulu jika mendengarkan suara azan terutama saat Dzuhur pasti anaknya akan ketakutan. Pasalnya pada waktu tersebut, biasanya yang azan adalah SR. “Untunglah sekarang dia tidak lagi disana,” jelasnya.

Bukan itu saja, dikatakan Irawati, kejadian ini membuat keluarganya malu. Pasalnya para tetangga sudah mengetahui semua peristiwa itu, namun sebaiknya SR belum juga diproses sesuai dengan hokum yang berlaku. “Makanya kami ingin dia diproses. Apalagi saya sempat bertemu dengan dia di jalan, rasanya jengkel sekali,” katanya.

Senada dikatakan Fatimah, imbas peristiwa itu ia menjadi sakit, karena terus-terusan kepikiran kejadian yang menimpa anaknya. “Saya sampai sakit, karena memikirkan masalah ini,” jelasnya di Mapolres Lubuklinggau.

Sementara itu SU, menceritakan kasus sodomi terhadap dirinya terjadi Juli 2008 lalu, di belakang masjid tepatnya di dalam mobil milik SR. “Dia alasannya hendak mengajak bekerja, ternyata saya diberi minuman hingga mabuk, kemudian disodomi,” jelas SU yang putus sekolah itu. Bahkan setelah disodomi menurutnya ia sempat tiga kali berak darah.

Sedangkan RE, mengakui dua kali disodomi. Pertama kali Agustus 2008 di ruko milik SR daerah Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur I. “Pintu ruko dikunci, kemudian saya dipaksa. Yang kedua September 2009, di belakang masjid,” aku RE yang juga menjelaskan ia diberi uang Rp 25 ribu.

Baik SU dan RE, mengaku tidak berani menceritakan masalah ini ke orang tuanya, karena takut dimarahi. Bahkan dikatakannya ada temannya yang juga disodomi, tapi tidak mau melapor karena takut orang tuanya tahu. “Ada satu lagi tidak ikut melapor,” jelasnya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap ketika dikonfirmasi masalah ini, pihaknya sudah menjelaskan kepada keluarga korban mengenai proses hukum yang sedang mereka lakukan dalam kasus ini, begitu juga dengan kendala-kendalanya. “Yang jelas masih dalam proses penyelidikan, namun memang ada beberapa kendala,” jelasnya.

Sementara itu diketahui selumnya, kepada petugas SR mengakui telah melakukan dua kali sodomi terhadap bocah-bocah itu. (ME-01)

05 Januari 2010

ABG Terjun dari Lantai 3 SM Swalayan

*Cemas Diduga Kedapatan Ngutil 
LUBUKLINGGAU-Kejadian terjun atau jatuh dari gedung bertingkat akhir-akhir ini sering terjadi. Setelah Sabtu (2/1) bocah empat tahun tewas akibat jatuh dari lantai 4 Rusun Tanah Abang, kemudian pria paruh baya juga tewas terjun dari lantai 4 Solo Grand Mall, kejadian hampir serupa terjadi di Lubuklinggau. Tepatnya Senin (4/1) ABG bernama Ayu Wandira (14) nekat terun dari lantai 3 SM Swalayan.

Beruntung Ayu Wandira yang diketahui warga Kelurahan Lubuk Aman Kecamatan Lubuklinggau Barat I masih tertolong. Namun demikian akibat peristiwa itu Ayu mengalami patah tangan kanan, bengkak pada kepala dan sempat tidak sadarkan diri. Aksi nekat tersebut dilakukan Ayu diduga akibat dirinya cemas kepergok ngutil di SM Swalayan oleh Scurity bahkan tertangkap camera. Saat itu ayu bersama temannya bernama Widia Fera (15) warga yang sama.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Musirawas Ekpres di tempat kejadian, ABG tersebut benar-benar cemas dilaporkan ke polisi akibat perbuatannya. Ditambah lagi dia sempat diduga ditampar salah seorang karyawan SM Swalayan.

Kronologisnya, bermula Ayu Wandira dan Widia Fera datang ke SM Swalayan sekitar pukul 14.30 WIB. Mungkin iseng atau apa, saat petugas keamanan dan karyawan lengah keduanya mengambil beberapa barang. Modusnya ABG tersebut mengambil dua baju dan masuk ke kamar ganti. Namun ternyata setelah keluar dari kamar ganti yang dikemballikannya hanya satu, sedangkan yang satu nya lagi ia selipkan dengan cara dipakainya di bagian dalam.

Bukan hanya itu Wida juga diduga mengambil kaca mata yag diselipkan di dalam bajunya. Sedangkan Ayu diduga coba mencuri pakaian dalam (Bra, red) dengan cara membawanya ke kamar ganti langsung memakainya. Namun ternyata aksinya tersebut tertangkap kaamera, sehingga monitoring memberi tahu kepada security.

Selanjutnya scurity langsung menghentikan aksi kedua ABG perempuan ini. Begitu tertangkap tangan keduanya tidak mengakui perbuatannya, sehingga salah seorang karyawan diduga ada yang menampar pelaku Ayu Wandira dan mengancam akan memanggil kedua orang tuanya bahkan melaporkannya ke polisi.

Karena merasa takut, saat Security bernama Nurwan (70) lengah salah satu pelaku Ayu Wandira nekat kabur dengan cara berlari ke lantai tiga. Tidak smapai di situ karena mengetahui tidak ada jalan lain untuk kabor ABG ini nekat terjun bebas dari lantai tiga. Melihat kejadian itu karyawan dan petugas security yang ada terkejut dan langsung membawa Ayu Wandira ke RS dr Sobirin. Sedangkan temannya Widia Fera diserahkaan Polres Lubuklinggau berikut barang bukti untuk diproses. Akibat kejadian tersebut Ayu Wandira harus mendapatkaan perawat medis serius karena mengalami patah tangan kanan dan luka pada bagian kepala.

“Kedua anak itu kedapatan kamera mencuri baju dan BH serta kacamatan. Waktu kami lengah satu diantaranya lari ke lantai tiga,” kata Nahwan, Security SM Swalayan.

Kapolres Lubuklinggua AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim, AKP Jhonson Nadapdap membenarkan adanya petistiwa tersebut.

“Selanjutnya kita telah melakukan pemeriksaan secara intensif,” kata Jhonson. (CW-02)

294 Karyawan Perusahaan di-PHK

Daftar PHK di Kabupaten Mura Selama 2009
No Nama Perusahaan Karyawan yang Di-PHK
1 PT Musi Lestari Makmur (MLM) 274 orang
2 PT Lonsum Belani Elok 10 orang
3 PT. Lonsum Belani Elok Estate 5 orang
4 PT Lonsum Ketapat Bening 1 orang
5 PT. Lonsum Bukit Hijau Estate 1 orang
6 PT. PHML 2 orang
7 PT. Medco 1 orang
Jumlah 294 orang

*Akibat Perusahaan Bangrut, dan Pegawai Nakal
MUSI RAWAS-Sedikitnya 294 karyawan di Kabupaten Mura kurun waktu 2009 terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain disebabkan perusahaan tempat mereka gulung tikar alias bangkrut, PHK yang dilakukan perusahaan akibat ketidakdisiplinan karyawan. Jumlah ini dipasitikan lebih banyak lagi bahkan bisa mencapai 500 karyawan yang di PHK. Sebab diduga banyak perusahaan yang tidak melapor terkait PHK tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mura, Rizal Effendi melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Suaidy Amrie mengatakan selama 2009 tersebut pihaknya telah menyelesaikan delapan perselisihan PHK antar karyawan dan pihak perusahaan.

“pada 2009 PT Musi Lestari Makmur (MLM) mem-PHK 274 karyawannya dengan alasan bangkrut akibat terjadi krisis global awal tahun lalu, namun persoalan PHK massal tersebut sudah diselesaikan secara mediasi dengan perjanjian bersama,” katanya.

Dilanjutkannya selain PT MLM, PT Lonsum Belani Elok telah mem-PHK
sedikitnya 10 orang karyawan. Kemudian Lonsum Belani Elok Estate lima orang, Ketapat Bening satu orang, Bukit Hijau Estate satu orang, PHML dua orang dan PT Medco satu orang.

“Dari perselisihan sengketa yang kita tangani terungkap jika karyawan yang di-PHK tersebut akibat tidak disiplin. Namun sudah diselesaikan melalui Disnakertrans. Sebagaian karyawan yang terkena PHK merupakan karyawan lokal dan dari luar daerah,” katanya.

Suaidy Amrie mengakui jika PHK yang dilakukan pihak perusahaan selama 2009 dilakukan secara biparted. Artinya tidak menggunakan mediasi Disnakertrans sehingga jumlah keseluruahn PHK karyawan di Kabupaten Mura tidak diketahui secara pasti.

Diharapkannya 2010 ini, pihak perusahaan harus menggunakan Undang-undang No 2 tahun 2004 tentang prosedur penyelesaian perselisihan kerja perusahaan jika hendak melakukan PHK terhadap karyawannya.

“Disnakertrasn siap menerima laporan PHK karyawan dan akan ditindaklanjuti melalui mediasi sesuai dengan UU ketenagakerjaan,” pungkasnya. (ME-06)

Pengerjaan Jembatan Gantung PNPM RIS Dikeluhkan

RAWAS ULU-Pengerjaan jembatan gantung dari dana PNPM RIS 2009 di Desa Muara Kuis Kecamatan Rawas Ulu Dikeluhkan warga. Pasalnya hingga akhir 2009 fisik jembatan gantung dengan dana Rp 250 juta tersebut belum rampung dikerjakan.

“Warga menyayangkan hingga awal 2010 ini jembatan gantung belum selesai dikerjakan, padahal sarana tersebut sangat dibutuhkan warga dan sudah dikerjakan cukup lama,” ungkap Kr (43) warga Desa Muara Kuis kepada koran ini.
Ditambahkannya, hingga saat ini pembangunan fisik jembatan baru sebatas tiang, sedangkan sling dan lantai belum terpasang. Selain itu pengecoran tiang penyangga di sisi kiri kanan jembatan diduga tidak sesuai RAB.

“Volume semen pengecoran sangat sedikit dan pengerjaannya sangat lamban, selain itu masyarakat desa tidak dilibatkan. Padahal rencananya dikerjakan secara swadaya, namun pengerjaannya dikerjakan pihak lain,” terangnya.

Sementara itu Dn (55) warga yang sama berharap pembangunan jembatan gantung yang melintasi Sungai Rawas sarana penghubung Dusun Muara Kemang berjarak 75 km itu dapat diselesaikan secepatnya mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak mempersoalkan siapa yang mengerjakan jembatan tersebut yang terpenting bagi kami jembatan tersebut segera selesai agar dapat digunakan warga Dusun Muara Kemang maupun warga Desa Muara Kuis,” katanya.

Untuk itu diharapkan kepada pemerintah untuk dapat meninjau dan mendesak pihak pekerja bangunan jembatan agar segera menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut karena jembatan sangat penting untuk memperlancar akses perekonomian.(ME-06)

Wawako Harapkan Depag Menjadi Departemen Unggulan

LUBUKLINGGAU-Kedepan diharapkan Departemen Agama (Depag) Kota Lubuklinggau dapat membuktikan menjadi departemen unggulan. Sehingga menjadi tauladan bagi departemen-departemen lain. Untuk mewujudkan keinginan tersebut aparaturnya harus terus meningkatkan pengetahuan tentang visi dan misi Kota Lubuklinggau.

Demikian dikatakan Wakil Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, Senin (4/1) saat peringatan Hari Amal Bakti ke 64 di lapangan MTS Negeri Lubuklinggau.

Peningkatan kinerja sangat perlu mengingat aparatur pemerintah adalah sebagai corong dari pemerintah yang bertanggungjawab terhadap masyarakat. Apalagi departemen agama merupakan departemen yang memiliki hubungan vertikal dengan pemerintah daerah.

Selain itu Prana juga meminta dukungan untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi misi menuju masyarakat madani.

Sementara itu Kepala Departemen Agama kota Lubuklinggau dalam sambutan singkatnya menyampaikan mengenai kondisi internal umat beragama diwilayah Kota Lubuklinggau. Menurutnya kondisi umat beragama di bumi sebiduk semare saat ini semakin kondusif. " Kondisi umat beragama diwilayah Kota Lubuklinggau sudah sangat kondusif,"paparnya.

Sedangkan Ketua pelaksana Kegiatan Muslim mengatakan peringatan Hari Amal Bakti Departemen Agama ke 64 ini, pihaknya juga memberikan penghargaan berupa Satya Lencana karya Satya sebagai tanda kehormatan kepada beberapa para pejabat Departemen Agama Kota Lubuklinggau yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun.

Setidaknya ada 31 guru agama dilingkungan Departemen Agama Lubuklinggau yang menerima tanda kehormatan atas masa pengabdian bekerja di Depag. Untuk masa mengabdi 30 tahun dengan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya XXX tahun yakni Hasyim Anwar, Wardiana,Inani Mukti, Sidik Efendi, Rasunah Akhirudin dan Syawalidin.

Kemudian penerima tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya XX tahun yakni Hermawati, Nurhayati, Siti Khodijah, Iskandar Dinata, M. Amin, Maswarni, dan Mardiana. Selanjutnya peneriama tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya X tahun yakni Rusmiyati, Effi Isfiati, Taufah, Santi Mariani, Ernayati, Ahmad Sobri, Sobiana.S eterusnya Artuti, Mustadir,Munauwaroh, Laisa Karlina,Saipul Amri, Muhammad Abdu, Arina Suyety,Epta Rospalena,Syamsuarni, Lindawati dan Sayuthi.

Selain itu juga pihak panitia memberikan bantuan dari pengurus GNOTA kepada empat orang anak, yakni dari MI satu orang, kemudian dari Mts satu orang, dan dari MAN satu orang. Tidak itu saja itu masih dalam memeriahkan peringatan ini panitia juga mengadakan beberapa rangkaian lomba yakni lomba bola Voli, tenis meja, dan bulu tangkis, yang diikuti oleh siswa -siswi Mts dan MAN, serta pegawai Depag.

Lebih lanjut Muslim mengatakan untuk para pemenang pada perlombaan yang dilaksankan sejak tanggal 29 November hingga 6 Desember lalu telah ditetapkan para pemenang yakni untuk kategori Voli putera juara I di raih oleh Mts Negeri kemudian juara II diraih oleh MAN I, kemudian juara III diraih oleh MAN 2. Sementara untuk kategori Voli putri juara I di raih oleh Mts Negeri Lubuklinggau, Juara II diraih oleh MAN 1, kemudian juara III diraih oleh MIN.

Selanjutnya untuk lomba tenis meja, Juara I diraih oleh tim dari MAN 1, juara II diraih oleh Tim dari Mts selanjutnya juara III diraih oleh tim dari MIN. sedangakan untuk kategori lomba Bulu tangkis juara I diraih oleh Mts, juara II diraih oleh utusan dari kantor Depag, kemudian juara III diraih oleh utusan dari KUA."Penyerahan hadiah kepada para pemenang diberikan pada hari puncak peringatan hari amal bakti hari ini Selasa (5/1), ungkapnya.(CW-01)

Garda Muratara Ancam Boikot Pemilukada Mura

* Sudah Disiapkan Stiker, Pamplet Boikot
MUSI RAWAS-Ada kemungkinan masyarakat di 7 kecamatan, seperti Nibung, Karang Dapo, Rawas Ulu, Ulu Rawas, Muara Rupit, Rawas Ilir, Karang Jaya yang termasuk dalam wilayah Musi Rawas Utara (Muratara) tidak ikut andil dalam pemilukada Mura yang direncanakan Juni 2010 mendatang.

Lha kok? Pasalnya Gabungan Rakyat dan Pemuda (Garda) Muratara akan mengkampanyekan pemboikotan pemilukada, apabila sampai akhir pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati tidak ada yang membuat komitmen tertulis pemekaran Muratara.

Demikian ditegaskan Ketua Garda Muratara, Abdul Hamid, didampingi pengurus Garda Muratara Rahmat, kepada Musirawas Ekspres, Senin (4/1) di halaman kantor DPRD Mura.

Dikatakannya mengapa Garda mengancam akan memboikot pemilukada Mura, karena sejauh pengamatan pengurus Garda Muratara tidak satupun dari bakal calon (Balon) yang kemungkinan akan bertarung pada suksesi lima tahun sekali ini yang menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah pemekaran kabupaten Muratara. “ Kami melihat sejauh ini tidak ada satupun balon Bupati-Wakil bupati yang berkomitmen menyelesaikan Muratara,”tegasnya.

Jika balon menginginkan tidak ada pemboikotan diharapkan balon yang akan maju untuk bertarung pada Juni 2010 mendatang harus membuat komitmen secara tertulis apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil bupati akan menyelesaikan masalah pemekaran Muratara. “ Pernyataan itu bukan diungkapkan secara lisan, tetapi dibuat secara tertulis, atau ada hitam putihnya,”tegasnya.

Apabila keinginan masyarakat tersebut tidak ada yang merespon jangan berharap masyarakat Muratara akan ikut andil memilih pemimpin Mura kedepan. Ancaman ini kata Hamid, bukan Cuma gertakan saja. Sebab saat ini pengurus Garda Muratara sudah menyiapkan stiker, pamphlet, spanduk kampanye pemboikotan pemilukada Mura.

“ Kami tidak main-main dalam masalah ini, stiker, pamphlet dan spanduk sudah disiapkan tinggal di sebar dan dipasang lagi untuk pemboikotan pemilukada Mura,”ancamnya. (ME-07)

Oknum Polri Raja Ektasi Didakwa Pasal Berlapis

LUBUKLINGGAU-Imam Sumantri (31) oknum anggota Unit P3D Polres Rejang Lebong, Senin (4/1) sekitar pukul 12.00 WIB disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmadi Edison, Imam didakwa pasal berlapis, yakni pasal 80 ayat (4) hurup b Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan dan pasal 62 Undang-undang RI No 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

Kemudian dijelaskan JPU dalam dakwaannya, terdakwa yang berdomisili di Jl Pematang Jaya RT 09 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II, ditangkap anggota Polres Lubuklinggau Rabu (7/10) dinihari. Awalnya Kaur Bin Ops Reksim Polres Lubuklinggau Ipda Forliamzons, mendapat informasi dari Theni Mariko tentang keberadaan terdakwa, selaku target operasi Polres Lubuklinggau dalam kasus ektasi dan shabu-shabu.

Kemudian Forliamzons bersama Daryani, Dian, Eko, Andisan Mario, Dwi Toryadin, Theni Mariko, Adi Widodo dan Adi Winoto serta Fitra Hadi langsung menuju ke Patok Besi dilakukan penangkapan. Setiba di terdakwa berada di dalam mobil APV bersama dengan dua orang perempuan dan seorang laki-laki sebagai sopir mobil,

Lalu dilakukan penangkapan dan penggeledahan, akan tetapi pada saat dilakukan penggeledahan tidak menemukan benda-benda yang terlarang pada terkecuali menemukan bukti pembayaran kamar nomor 207. An. Bustari Bukhari. Namun waktu itu terdakwa melakukan perlawanan, makanya dibawa ke Polres Lubuklinggau untuk dimintai keterangan.

Setelah diintrogasi ketiga teman terdakwa mengakui kalau kamar kamar 207 merupakan kamar yang telah dipesan oleh Bustari atas permintaan terdakwa. Kemudian dilakukan penggeledahan dan disaksikan oleh dua orang petugas Receptionis Hotel dan teman terdakwa maka ditemukan sebuah kantong kain warna merah muda.

Dibuka isi kantong plastic tersebut berisikan kristal-kristal warna putih, sebuah timbangan digital, patahan-patahan pipet phirek dan delapan buah plastik klip kecil dalam keadaan kosong yang menurut pengakuan teman terdakwa bahwa benda yang ditemukan terdakwa tersebut adalah kepunyaan teman terdakwa.

Lalu benda-benda tersebut dibwa ke Polres Lubuklinggau. Setelah itu Bustari diminta polisi untuk menunjukan rumah terdakwa, setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumah terdakwa maka juga ditemukan barang bukti tiga besi pres alat pembuat pil, sebuah kantong plastic kecil berisikan bubuk warna Orange.

Kemudian benda-benda tersebut dibawa ke Polres Lubuklinggau. Setelah diperlihatkan pada terdakwa, ia telah memproduksi pil ekstasi oplosan, dengan bahan campuran pil decolgen dan biogesik yang ditumbuk dan dihancurkan. Setelah hancur maka dimasukkan kedalam besi sebagai alat pres untuk mencetak pil ekstasi oplosan. Setelah jadi maka terdakwa menjual pil oplosan Rp 50 ribu per butir.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim Mimi Haryani dengan hakim anggota Ahmad Samuar dan Neva Irawan dengan panitera pengganti A. Dewi dan menunda sidang sampai Senin (11/1) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(CW-02)

28 Kasus Selama Operasi Lilin

LUBUKLINGGAU-Selama pelaksanaan operasi lilin (24 Desember 2009 sampai dengan 3 Januari 2010) terjadi 28 kasus atau tindak pidana. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kabag Ops Kompol H Ali Qodar kepada Musirawas Ekspres, Senin (4/1).

Dijelaskannya kendati angka kriminalitas cukup tinggi, namun pelaksanaan operasi lilin berjalan dengan lancar tanpa halangan apa pun. “Intinya dalam operasi lilin ini adalah kenyamanan dan keamanan pelaksanaan Natal dan tahun baru. Dan semua kegiatan lancar-lancar saja,” jelasnya.

Adapun secara rincinya 28 kasus itu, lima kasus pencurian dengan pemberatan (curat), empat kasus pencurian dengan kekerasan (curas), tiga kasus pencurian sepeda motor (curanmor), lima kasus penganiayaan berat (anirat) dan delapan kasus lainnya. “Kasus lainnya itu seperti kasus bunuh diri dengan cara membakar diri pada akhirnya tahun,” jelas H Ali Qodar.

Selain itu juga terdata kejadian kecelakaan lalu lintas, yakni terjadi empat kasus kecelakan selama operasi, dengan rincian korban luka berat satu orang dan empat orang luka ringan. Sementara korban meninggal dunia, selama operasi tidak ada. Sementara itu pelanggaran lalu lintas terjadi sebanyak 253 pelanggar.

“Khusus pelanggaran lalu lintas, dalam rangka program 100 hari Kapolri, maka tidak ada tilang melainkan pemberian teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran. Namun setelah berakhirnya program simpatik ini, maka akan kembali dilakukan penindakan. Tujuan program simpatik untuk memberikan pengertian dan pengetahuan kepada pengendara,” jelasnya.

Ditambahkan Kabag Ops, dibandingan dengan pelaksanaan operasi ketupat (sebelum dan sesudah Idul Fitri, red), kasus kecelakaan di dalam operasi lilin lebih rendah. Hal ini disebabkan jumlah mobilisasi masyarakat lebih sedikit dan lama pelakasanaan operasi juga lebih pendek operasi lilin. (ME-01)

04 Januari 2010

Tanaman Palawija Warga Translok Hancur

*Empat Kecamatan Dilanda Banjir
MUSI RAWAS-Awal 2010 ini, musim banjir kembali melanda beberapa wilayah Kabupaten Mura. Tingginya intensitas hujan sejak satu bulan terakhir menyebabkan meluapnya beberapa sungai besar yang mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Rawas Ilir, Muara Lakitan, Muara Kelingi dan Karang Dapo terendam.

Informasi yang didapatkan Musirawas Ekspres melalui Kades Mandi Angin, Beringin Makmur 1 dan 2, Kelurahan Bingin Teluk, Kades Pauh dan Pauh 1, ketinggian airnya sudah mencapai 20 hingga 60 cm.
“Daerah rendaman akibat luapan sungai Rawas ini terjadi di Translok Pauh dimana ketinggian air mencapai 1 meter lebih, namun sejauh ini belum ada korban jiwa,” kata Kepala Dinas Sosial, Hj Maimunah, Minggu (3/1).

Dilanjutkanya, kejadian yang cukup parah terjadi di Desa Belani yang merendam puluhan rumah. Namun kemarin (3/1) sudah mulai surut. Atas kondisi tersebut kepala desa maupun pihak kecamatan terus memantau perkembangan debit air. Banjir ini juga melanda sentra pertanian yang diantaranya merendam areal persawahan yanng memang merupakan sawah tadan hujan dan merusak perkebunan sayur rakyat dan juga areal perkebunan lainnya. Terkhusus tanaman palawija dan sayur-sayuran milik warga Translok di Pauh.

Menurut Maimunah, mengenai bantuan bencana alam pihaknya masih menunggu permintaan pihak kecamatan. Sebab banjir tahunan yang sering dialami masyarakat terutama warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran Sungai Musi dan Rawas serta Sungai Lakitan ini merupakan bencana yang bisa dikatakan rutin atau biasa.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan melalui Kasubbag Pemberitaan, Hendri Reza Pahlevi mengatakan dari laporan bencana banjir yang mereka terima sudah langsung diteruskan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial agar dapat sesegera mungkin ditanggulangi. Terlebih langkah antisipatif terhadap bencana banjir yang lebih besar lagi.

“Saat ini informasi yang masuk, banjir yang melanda beberapa kecamatan belum menimbulkan korban jiwa dan hanya kantor Kades yang diperkirakan rusak,” katanya.
Menurut Diman, warga Desa Mandi Angin, banjir yang terjadi sejak dua hari ini sudah merendam puluhan hektar sawah serta kebun sayur warga dan juga menghanyutkan tiga ekor kambing milik warga.

“Banjir di desan kami tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja saat ini jalan desa masih tergenang air dan perlahan mulai surut,” pungkasnya.

Sementara itu tingginya curah hujan sejak akhir tahun 2009 mulai meningkatkan debit air di Sungai Musi menyebabkan banjir di Kelurahan Kelingi Kecamatan Muara Kelingi.

“Air mulai naik sejak sore Jumat (1/1) yang mulai merendam RT 1 hingga RT 5 mencapai kedalaman 50 cm,” kata Suhaimi, Warga Kelurahan Kelingi, Sabtu, (2/1).

Naiknya air Sungai Musi yang terjadi akhir- akhir karena hujan di hulu sehingga debit air mulai meningkat, meluap dan merendam desa di sepanjang daerah aliran Sungai Musi. Dilanjutkan Suhaimi, untuk banjir kali ini diluar prediksi masyarakat karena biasanya Sungai Musi mulai meningkat debit airnya pada Februari namun kali ini awal Januari mulai naik.

Namun karena banjir yang terjadi di Sungai Musi ini setiap tahun terjadi masyarakat tidak begitu khawatir dengan adanya banjir kiriman ini dan mereka sudah mengantisifasinya dengan menyimpan perabotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.

Sementara itu Tarnadi (34) warga Rt I Kelurahan Muara Kelingi mengakui sejak sore mereka sudah melihat adanya peningkatan debit air yang sudah mencapai bibir sungai. Makanya masyarakat sudah waspada dengan mengungsikan anak-anak dan probotan rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.

“Saat air mulai naik warga sudah mengantisifasinya karena banjir yang terjadi bukan hal yang luar biasa bagi masyarakat di sepanjang aliran Sungai Musi,” katanya.
Sementara itu Camat Muara kelingi, Musadik Nanguning menuturkan saat ini memang debit air Sungai Musi sudah meningkat, namun belum membahayakan penduduk di sepanjang daerah aliran Sungai Musi.

“Saat ini baru Keluarahan Muara Kelingi yang mulai terendam hingga mencapai 50 Cm namun pada siang harinya sudah mengalami penyurutan hingga 30 cm,” katanya.
Dilanjutkan Musadik sejak memasuki musim hujan pihaknya sudah memberitahukan kepada perangkat desa di sepanjang aliran Sungai Musi untuk waspada. Sejak awal Desember 2009 lalu pihaknya juga sudah mensiagakan Tim Tagana Kecamatan Muara Kelingi. Seandaianya terjadi banjir besar Tim ini dapat siaga dan segera memberikan bantuan.

Selain itu juga menurut Musadik setiap desa juga sudah ada Posko baik dalam pemantauan debit air Sungai Musi maupun antisipasi apabila adanya banjir secara tiba tiba.(ME-06)

Perusahan Perkebunan Belum Memberikan Manfaat

MUSI RAWAS-Keberadaan perkebunan sawit tampaknya selalu merugikan masyarakat yang ada di sekitar kawasan perkebunan. Salah satu bukti munculnya berbagai permasalahan akibat kesalahan awal inventarisir ganti rugi lahan.

“Setiap muncul permasalahan antara perkebunan dan warga yang dirugikan selalu warga. Dan dalam hal ini yang diuntungkan dengan keberadaan perkebunan sawit malah Ketua KUD. Hal ini dapat dilihat dari kondisi riil saat ini,” kata Camat Rupit, Alwi Roham. Banyaknya permasalahan yang ada berujung pada penguasaan lahan plasma milik warga oleh perusahaan di wilayahnya. Misalnya PT Lonsum ada angka kredit dan penyerahan lahan atau program lainnya dimana selalu merugikan warga karena lahan yang ada akan dikuasai perusahaan.

Selain itu juga selama ini pihak perusahaan belum memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pencemaran sungai. Padahal sebagian besar masih memanfaatkan aliran sungai Rupit untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebagian besar warga di Daerah Aliran Sungai (DAS) masih memanfaatkan air sungai untuk MCK, jadi sangat penting untuk memperdulikan dampak lingkungan,” katanya.

Mengenai kondisi lahan yang terkena rencana pembukaan lahan sawit, kata Alwi Roham, lahan di Desa Karang Anyar dan Karang Waru tidak cocok. Sebab warga berharap lebih untuk perkebunan jeruk dan karet sehingga rencana sangat sulit diubah dan ini benar-benar harus disosialisasikan.

Hal yang sama dikeluhkan tokoh masyarakat Desa Beringin Jaya, Aman. Dicontohkannya PT DML di daerahnya sejak lama belum ada kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. Untuk itu diharapkan pemerintah dapat berperan aktif, karena selama ini sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang keberadaan perusahan tersebut.

“Semenjak perusahaan Perkebunan tersebut berdiri tidak ada kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah, baik peningkatan perekonomian rakyat maupun pendapatan desa. Bahkan untuk menanggulangi pengangguran di desa dengan perekrutan karyawanpun tidak dilakukan pihak perusahaan,” katanya.

Sementara Aman Cik, Kepala Desa Bingin Rupit, juga menuturkan PT DMIL, perusahaan perkebunan yang beroperasi sejak tahun 1995 tersebut saat ini sudah memiliki pabrik CPO namun tidak memberikan peningkatan perekonomian maupun pendapatan bagi desa sekitar wilayah perusahan perkebunan.

“Selama ini tidak ada kontribusi pihak perkebunan sawit PT DML baik bagi masyarakt Sekitar maupun untuk kontribusi desa,” katanya.

Padahal menurutnya hampir seluruh hutan yang ada di wilayah desanya mencapai 17 ribu hektar seluruhnya dikuasi pihak PT DML untuk mengembangkan usahanya di wilayah tersebut namun sejak berdirinya hingga kini sangat kurang memanfaatkan masyarakt lokal untuk menjadi pekerja di perusahan tersebut.

Ditambahkanya, hanya beberapa orang warga saja yang diterima bekerja di perusahaan perkebunan tersebut pada hal banyak sekali masyarakat yang masih mengganggur yang membutuhkan pekerjaan sagat sulit diterima berkerja di perusahaan tersebut.

“Di samping itu juga tidak ada satu rupiah pun yang diterima pihak desa dari perusahan sebagai konpensasi beroperasinya perusahaan tersebut di Desa Bingin Rupit,” pungkasnya.(ME-06)

DTPH Buka Info Layanan Publik On Line

*Ditindak Lanjuti dalam 3 x 24 Jam
MUSI RAWAS-Pemkab Mura melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikutura (DTPH) benar-benar serius membangun sektor pertanian. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka mensejahterakan petani dengan cara memberikan jaminan lancarnya aktivitas pertanian di Bumi Lan Serasan Sekentenan ini.

Salah satu langkah yang dilakukan DTPH Mura yakni membuka diri terhadap segala pengaduan mengenai permasalahan, saran dan pertanyaan bidang pertanian dari masyarakat umumnya dan petani khususnya. Caranya yakni dengan mempersiapkan satu nomor HP khusus untuk menerima laporan dan pengaduan tersebut agar bisa cepat ditindaklanjuti. Langkah ini merupakan satu terobosan besar yang dilakukan DTPH Mura dalam menerapkan era transfaransi atau keterbukaan guna membangun sektor pertanian di Kabupaten Mura.

“Dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan dan Hortikutura membuka semacam Info Layanan Publik Pertanian. Teknisnya kita menyediakan satu nomor Hp sebagai tempat atau tujuan laporan masyarakat atau dengan kata lain kita menyediakan sarana untuk pengaduan on line,” ungkap Kepala DTPH Mura, Hendy U Purnoto kepada Musirawas Ekspres. Pastinya disampaikan Hendy, ketika ada masalah atau persoalan mengenai pertanian masyarakat bisa menyampaikan laporan atau sejenis pengaduan ke nomor : 081367355899.

Sebagai bukti keseriusan DTPH Mura terhadap Info Layanan Publik Pertanian ini laporan tidak hanya disampaikan secara formal namun bisa hanya dengan via SMS (short masege service).

“Pengaduan akan ditindaklanjuti secepatnya. Yang pasti akan ditindaklanjuti dalam waktu 3 x 24 jam atau tiga hari, jika menyangkut Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dan kewenangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura),” tegas Hendy.

Selain itu Hendy juga memberikan jaminan untuk menghargai pelapor yakni dengan merahasiakan identitas pengadu. Ini diterapkan agar tidak ada rasa ketakutan dan was-was masyarakat untuk menyampaikan laporan baik itu mengenai masalah pertanian maupun pelayanan jajarana DTPH Mura.

“Yang terpenting kami akan mempercepat dan meningkatkan akurasi tindaklanjut dari pengaduan yang disampaikan. Makanya kepada masyarakat kami memberikan kesempatan seluas-luanya untuk menyampaikan segala uneg-undeg dan informasi dalam upaya membangun pertanian di Kabupaten Mura ini,” pungkas Hendy. (ME-02)

Hasran: Desperindag Disarankan Evaluasi Kinerja Tahun 2009

LUBUKLINGGAU-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau diharapkan dapat meningkatkan kinerja tahun 2010 ini.

Hal ini supaya apa yang belum dilaksanakan tahun 2009 lalu dapat dilaksanakan tahun ini. Tentunya untuk mengetahui kinerja meningkat atau tidak Disperindag harus mengevaluasi kinerja-kinerja yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Demikian dikatakan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) cabang Lubuklinggau, Hasran Akwa,kepada Musirawas Ekspres, Minggu (3/1) melalui ponselnya.

Mengapa harus dievaluasi karena masih banyak pekerjaan-pekerjaan rumah Disperindag yang belum dilaksanakan tahun 2009 lalu.

Diantaranya adalah inspeksi mendadak (Sidak) masalah produk-produk elektornik yang beredar diwilayah Kota Lubuklinggau, yang diduga banyak illegal karena tidak memakai label Standar Nasional Indonesia (SNI). Itu segelintir yang belum dilaksanakan Disperindag tahun lalu, belum lagi permasalahan-permasalahan lain yang berhubungan dengan pengusaha dan konsumen. “ Selain itu juga masih banyak permasalahan-permasalahan lain yang belum diselesaikan tahun 2009 lalu,”ungkapnya.

Ditambahkannya apa alasannya mengharapkan supaya disperindag melakukan evaluasi, supaya ada progress report program yang sudah tercapai dan yang belum tercapai. Karena program-program tersebut keseluruhannya memakai anggaran. Kalau sudah dievaluasi dapat diketahui berapa pengeluaran dana, yang nota benenya adalah uang rakyat sehingga dapat dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun secara moral. “ Program memakai dana, kalau dievaluasi maka anggaran yang telah dipergunakan dapat dipertanggungjawabkan,”pungkasnya. (ME-07)

Wako Bantah Ada Calo PNS

LUBUKLINGGAU- Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi menegaskan saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Lubuklinggau formasi 2009 benar-benar murni. Pernyataan ini dilontarkannya untuk membantah isu yang berkembang ditengah masyarakat bahwa penerimaan CPNSD Kota Lubuklinggau terindikasi ada calo CPNSD.

" Penerimaan CPNSD formasi 2009 benar-benar murni tidak ada calo yang berperan saat penerimaan tersebut,"jelas Riduan, Kamis (31/12) lalu, kepada Musirawas Ekspres.

Mengapa ia beranggapan bahwa penerimaan CPNSD tersebut benar-benar murni, hal ini disebabkan karena ia tidak menerima laporan mengenai calon CPNSD tersebut. " Meski demikian ia sangat menyayangkan jika di kemudian hari terbukti terdapat praktik yang tidak hanya merugikan mayarakat tetapi juga pemerintah,"tegasnya.

Karena hal tersebut juga akan berdampak pada kualitas aparatur pemerintah terhadap penyelenggaraan pemerintahan kedepan.

Untuk itu sejak dulu Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sudah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan tawaran yang nantinya akan merugikan diriya sendiri.

Sebab dalam penerimaan seleksi CPNSD ini yang menentukan lulus atau tidak itu adalah lembaga yang resmi, bukan Walikota atau siapa saja.

Sebagai antisipasi kedepan ia akan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendukung praktik yang merugikan tersebut. " Jangan terpancing dengan tawaran -tawaran untuk menjadi PNS dengan menyetor sejumlah uang," Himbaunya.(CW-01)

Hari ini, Penutupan Pendaftaran Anggota PPK

* Baru 70 Mengembalikan Berkas
MUSI RAWAS-Hingga saat ini sejak dibukanya pendaftaran calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) baru 120 orang yang mendaftar. Dari jumlah tersebut baru 70 orang yang mengembalikan berkas pendaftaran ke sekretariatan kantor KPU Mura. Bila dikalkulasikan apabila Cuma 70 calon yang mengembalikan berkas, anggota PPK untuk pemilihan umum kepala daerah akan kurang. Padahal untuk 21 kecamatan tersebut dibutuhkan 105 anggota PPK.

Ketua KPU Mura, Efriansyah melalui ketua Pokja seleksi PPK, Suherdi, Minggu (3/1) ketika dihubungi Musirawas Ekspres melalui ponselnya mengakui sampai kemarin baru 120 yang mengambil berkas pendaftaran. Dari jumlah tersebut baru 70 calon yang mengembalikan berkas.

Kendati baru sedikit yang mengembalikan atau mengambil, kemungkinan jumlah tersebut pada hari terakhir pendaftaran dan pengembalian berkas akan bertambah. “ Hari ini pendaftaran berakhir, mudah-mudahan dihari terakhir pendaftaran yang mengembalikan berkas akan bertambah,”jelasnya.

Kalaupun yang mengembalikan berkas tidak sesuai dengan kuota untuk PPK di 21 Kecamatan, sebagai antisipasi KPU akan mengirim surat ke Camat supaya menghimbau masyarakatnya untuk menjadi anggota PPK. “ Kemungkinan lain calon anggota PPK yang tidak lolos administrasi akan dipanggil kembali,”ungkapnya.

Masih menurutnya setelah pendaftaran berakhir maka calon anggota PPK tersebut akan diseleksi administrasi kelengkapan persyaratan. Setelah itu calon anggota PPK akan mengikuti tes tertulis, Jumat (8/1) mendatang. “ Setelah itu baru dilaksanakan tes wawancara,”ungkapnya. (ME-07)

Setelah Dipukuli, Korban Dibuang ke Sungai

*Warga Minta Pelaku Ditindak Tegas
KARANG JAYA – Akibat aksi perampokan yang terjadi Sabtu (2/1) pukul 06.00 WIB di jalan umum Desa Sukaraja Kecamatan Karang Jaya tepatnya simpang Desa Lubuk Kumbung, dua korban masih terbaring di RS dr Sobirin. Keduanya adalah Bahadir (47) warga Desa Lubuk Kumbung Kecamatan Karang Jaya dan Sri (18) warga Jalan Puskesmas Taba Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Bahkan korban Bahadir sampai dengan Minggu (3/1) masih tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan di RS dr Sobirin, ia menderita luka di kepalanya hingga menerima 14 jahitan. Sementara korban Sri menderita luka di kepala, bahu kanan, dan memar pada wajah, kini masih menjalani perawatan di ruang Teratai RS dr Sobirin.

Kepada Musirawas Ekspres, Sri menjelaskan saat kejadian mereka sedang dalam perjalanan dari Lubuk Kumbung hendak ke Lubuklinggau. “Kak Bahadir adalah kakak angkat saya, kebetulan saya sejak Jumat (1/1) saya main ke Lubuk Kumbung. Saat itu dia hendak mengantarkan saya pulang ke Lubuklinggau, sekalian hendak mengambil gaji,” jelasnya.

Makanya setelah selesai sarapan, mengendarai sepeda motor Honda Revo Nopol BG 5929 H, keduanya meluncur ke Lubuklinggau. Sampai di tempat kejadian perkara, tiba-tiba ban sepeda motor kempes. “Diperkirakan terkena paku yang sengaja dipasang oleh pelaku,” ujar Sri sambil menjelaskan Bahadir adalah mantan Kepala Sekolah SDN Lubuk Kumbung, dan sekarang menjadi guru biasa.

Karena ban kempes, makanya Bahadir mengendarai sepeda motor pelan. Hal ini menurut Sri justru mempermudah pelaku mengejar mereka, bahkan dengan berlari ketiga pelaku yang muncul secara tiba-tiba sudah mendekat.

“Ketiganya membawa kayu, saya pun memperingatkan Kak Bahadir agar cepat karena ada yang mengejar. Namun karena ban sepeda motornya kempes, sepeda motor tidak bisa melaju cepat. Makanya berhasil dikejar, bahkan mereka memukul saya,” katanya.

Akibat serangan pelaku, sepeda motor oleng hingga mereka terjatuh. Pelaku langsung menyerang Sri, tapi dihalang-halangi oleh Bahadir. “Kak Bahadir akhirnya dipukuli, padahal dia sudah ngomong kalau mau ambil motor, ambilah, tapi masih saja memukuli,” tambah Sri yang saat ditemui masih terbaring di rumah sakit.

Keduanya kemudian jadi bulan-bulanan, hingga Bahadir pun pingsan akibat pukulan telak di kepalanya. “Saya sempat hendak melawan, dengan mengambil kayu, tapi mereka lebih dahulu memukul saya,” terangnya.

Melihat kedua korban tidak berdaya, para pelaku kemudian mengangkat tubuh Bahadir kemudian dimasukkan ke dalam sungai. Sementara itu Sri mereka biarkan saja, kendati masih sadarkan diri. “Mereka mengambil dompet Kak Bahadir kemudian memasukkan tubuhnya ke dalam sungai,” jelas Sri.

Kemudian para pelaku pergi membawa sepeda motor, sementara Sri karena kondisinya masih sadarkan diri langsung menolong Bahadir yang nyaris tenggelam. ”Mungkin kalau tidak saya tarik Kak Bahadir tersebut sudah meninggal, karena tenggelam,” jelas Sri.

Setelah ia berhasil menarik tubuh korban, kemudian ada tiga orang warga dalam perjalanan ke kebun. Ketiga orang itulah yang membawa kedua korban ke Desa Lubuk Kumbung (kediaman Bahadir, red), selanjutnya oleh warga mereka dibawa ke Puskesmas Karang Jaya. Setelah dirawat di puskesmas, baru dirujuk ke RS dr Sobirin.

Terkait aksi perampokan ini, tokoh pemuda Karang Jaya, Dedi Irawan kepada Musirawas Ekspres mengungkapkan aksi perampokan di Karang Jaya beberapa waktu ini semakin menggila. “Memang sering terjadi perampokan. Karena itu kami minta kepada Bapak Kapolres Musi Rawas, agar bisa menindak tegas para pelaku,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus perampokan ini. “Ada beberapa orang yang kami curigai, namun sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.(CW-02)

Data Kecelakaan Selama 2009

Bulan Musi Rawas Lubuklinggau
Laka Tewas Laka Tewas

Januari 12 6 4 1
Februari 5 3 8 1
Maret 12 4 15 1
April 9 6 12 1
Mei 8 4 13 3
Juni 6 4 17 3
Juli 12 6 16 4
Agustus 8 9 22 1
September 13 20 13 1
Oktober 4 2 16 3
November 4 9 25 1
Desember 10 4 13 3
Total 111 77 174 23

Musi Rawas 98 kasus kecelakaan 92 korban tewas
Lubuklinggau 99 kasus kecelakaan 38 korban tewas
Total:
Sumber: Sat Lantas Polres Musi Rawas dan Sat Lantas Polres Lubuklinggau
100 Orang Tewas di Jalan Raya
MUSI RAWAS-Selama 2009 di Lubuklinggau dan Musi Rawas ternyata 100 orang harus menyerahkan nyawanya di jalan raya, kendati jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, yakni mencapai 130 korban jiwa. Diharapkan terus terjadi penurunan pada 2010 ini.
Berdasarkan data yang diterima Musirawas Ekspres dari Satlantas Polres Lubuklinggau selama 2009, terjadi 174 kecelakan lalu lintas dengan korban tewas 23 orang. Jumlah kecelakaannya meningkat dibandingkan tahun lalu, hanya saja jumlah korban tewas menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara di Musi Rawas, terjadi 111 lakalantas dengan korban 77 orang tewas. Jumlah kecelakaan di Musi Rawas seperti dinformasi dari Sat Lantas, jumlahnya kecelakaan meningkat, namun korban tewas menutun.

Berkaitan dengan data ini Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Lantas AKP Syukur Kersana didampingi Kanit Laka Bripka Krisman Yanto menjelaskan meningkatnya jumlah korban tewas karena pada September terjadi peningkatan korban yang signifikan, yakni 20 koban tewas.

“Selama September, banyak korban tewas karena dalam satu kecelakaan korbannya lebih dari satu orang. Selain itu pada saat itu bersamaan dengan arus mudik dan balik pada hari raya Idul Fitri, makanya ada peningkatan jumlah kendaraan,” jelasnya.

Berkaitan hal ini dijelaskan Syukur pihaknya terus melakukan sosilisasi dan penyuluhan kepada pengendara, guna menghindari kecelakaan lalu lintas dan mengurangi resiko kecelakaan. “Inilah pentingnya menggunakan helm standar, penggunaan sabuk pengaman dan perlengkapan keamanan lainnya,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Lantas AKP Ferdinand Heriyanto menjelaskan kecelakaan terbanyak terjadi selama November, namun jumlah korban tewas hanya satu orang. “Kecelakaan di Lubuklinggau cukup tinggi, bahkan meningkat dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Kedepan dijelaskan Ferdinand, pihaknya berharap angka kecelakaan menurun. Makanya pihaknya akan terus melakukan penyuluhan, karena rata-rata kecelakaan disebabkan kelalaian dan ketidaktahuan pengendara. (ME-01)

02 Januari 2010

BiBiduan Tewas Tepanggangduan

*Diduga Bunuh Diri, Takut Dicerai
LUBUKLINGGAU-Malam perggantian tahun di Kelurahan Puncak Kemuning Kecamatan Lubuklinggau Utara II menghebohkan. Bukan karena kegiatan pesta kembang api meriah namun ada peristiwa kebakaran yang merenggut satu nyawa dengan kondisi gosong yakni Rosita (28), warga asal Kecamatan Tebingtinggi, Empat Lawang yang diketahui berprofesi sebagai biduan. Bahkan terkuat dugaan sementara adalah aksi bunuh diri. Sebab rumah korban tidak sepenuhnya terbakar sementara tubuh korban gosong.

Peristiwa yang telah merenggut nyawa tersebut terjadi Jumat (1/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut Kamsani, salah seorang tetangga korban, yang pertama melihat api tersebut adalah Iwan pemilik bedeng, yang juga saat itu terbanun dari tidur di kamar yang beresebelahan dengan kamar korban. Ketika melihat ada api Iwan segera keluar rumah dan berteriak minta tolong. Spontan warga setempat langsung keluar dan berusaha memadamkan api.

Sementara itu Zulkarnain yang juga merupakan tetangga korban mengatakan kejadian dikatahui pertama kali oleh temanya bernama Asep, asal Lubuk Ngin. Kebetulan malam itu Zul, Asep bersama 10 rekanya sedang merayakan tahun baru di belakang rumah korban.

Saat itu sekitar pukul 01.40 WIB, Asep berniat mau buang air kecil di kamar mandi miliki Zulkarnain. Namun belum sempat buang air, Asep melihat api dari sela genteng dari Bedeng yang di tempati korban. Awalnya Asep mengira kalau api tersebut kembang api namun semakain lama semakin terlihat besar. Seketika itu Asep langsung memanggil teman-temanya,

Setelah mereka tahu kebakaran mereka berusaha memadamkan api menggunakan selang dari kamar mandi Zulkarnain yang kebetulan berada di luar rumah. Karena tidak ada teriakan sama sekali dari dalam rumah yang terbakar, warga tidak mengetahui kalau tertnyata ada orang sana. Setelah petugas pemadam kebakaran selesai memadamkan api barulah diketahui kalau ada korban telah terpanggang.

Menurut tetangga korban, Sani pada malam kejaidan korban sendirian di rumah, sementara suminya Dedi Amanan sedang pergi. Korban diketahui merupakan pendatang yang baru 1,5 bulan menyewa bedeng tersebut.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kaur Bin Ops, Ipda Forliamzons ketika dikonfirmasi menjelaskan dugaan sementara korban sengaja bunuh diri di dalam rumahnya. Pasalnya ada informasi dia hendak dicerai oleh suaminya.
Hanya saja belum bisa dipastikan bagaimana cara korban membakar diri dan alat apa yang digunakan.

“Bagaimana cara korban membakar diri belum bisa dipastikan,” jelasnya. (CW-01)

Polres Mura Temukan 2 Lokasi Kebun Ganja

*Tersangka Diancam Hukuman Seumur Hidup
MUSI RAWAS-Kembali, Polres Musi Rawas (Mura) berhasil mengungkap keberadaan kebun ganja. Jika sebelumnya di Kecamatan Selangit, Kamis (31/12) kali ini di SP 4 Desa Setia Marga Kecamatan Karang Dapo dan Dusun Lubuk Perimbun Desa Lubuk Pandang Kecamatan Muara Lakitan.

Selain itu juga diamankan dua orang tersangka pemilik lahan, yakni Helmi (40) warga Desa Setia Marga Kecamatan Karang Dapo serta Sabaruddin Saragih alias Udin (36) warga Dusun Lubuk Perimbun. Dari kedua tersangka diamankan 48 batang ganja siap panen dan sekitar seratus bibit yang disemai dalam polibag.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Herry Nixon’s kepada Musirawas Ekspres, Jumat (1/1) menjelaskan penangkapan kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa keduanya memiliki kebun ganja. Makanya kemudian dilakukan penyelidikan dan berkahir pada pengrebekan terhadap keduanya.

“Sebenarnya sudah lama diincar, karena ada informasi memiliki kebun ganja. Bahkan informasinya ganja yang beredar di seputaran Karang Dapo dan Muara Lakitan berasal dari kebun keduanya,” jelas Kapolres.

Makanya, Kamis sekitar pukul 03.00 WIB petugas melakukan pengrebekan di kediaman tersangka Helmi. Tersangka yang saat itu sedang tidur tidak bisa melarikan diri, kemudian petugas melakukan pengembangan hingga pukul 07.00 WIB giliran Udin yang ditangkap di rumahnya, juga tanpa perlawanan yang berarti. Khusus Udin di samping rumahnya petugas menemukan semai bibit ganja yang di polibag.

Usai menangkap para tersangka, petugas kembali melakukan pengembangan, ternyata menurut keduanya ada orang yang paling berperan yakni YP yang tidak lain anak ketiga Helmi. Hanya saja YP sudah digrebek di beberapa lokasi ternyata sudah melarikan diri.

Petugas kemudian langsung melakukan pemeriksaan di kebun kedua tersangka. Di kebun karet milik helmi seluas 2 Ha, petugas menemukan sekitar 38 batang ganja. Tanaman berbahaya itu ditanam di sela-sela pohon karet, selanjutnya langsung dicabut petugas guna diamankan sebagai barang bukti.

Kemudian di kebun milik Udin, ditemukan sekitar 10 batang pohon ganja. Tanaman berdaun segi lima ini, juga ditaman di sela-sela pohon karet dan padi. Semuanya juga dicabut dan diamankan oleh petugas Polres Musi Rawas selanjutnya diangkut ke Polres Musi Rawas.

Ditambahkan Kasat Reskrim AKP Maruly Perdede, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap tersangka lainnya, dan juga kemungkinan adanya kebun milik tersangka di lokasi lain. Selain itu tersangka juga diancam dengan pasal 111 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika, yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup.(ME-01)
Bibit Asal Aceh, Sudah Pernah Dipanen

KEBERADAAN kebun ganja di 4 Desa Setia Marga Kecamatan Karang Dapo dan di Dusun Lubuk Perimbun Desa Lubuk Pandang Kecamatan Muara Lakitan ternyata sudah cukup lama. Menurut pengakuan Helmi dan Udin, tanaman itu sudah ditanam sejak Agustus 2009 lalu.

Tersangka Udin, kepada petugas menjelaskan ia mendapatkan bibit ganja itu dari YP. “Saat itu dia baru saja pulang dari Aceh, dia membawa cukup banyak sekitar satu kotak korek api bibit,” jelasnya.

Bibit tersebut kemudian disemainya, dari semaian langsung ditanam oleh Udin di kebunnya. Hasilnya kemudian ia jualkan kepada YP seharga Rp 3 juta per Kilogramnya. “Baru satu kali panen pak, yakni 1 Kg, saya jual kepada YP Rp 3 juta,” jelasnya.

Diakuinya memang dalam perjanjian sebelumnya, Udin diberi bibit oleh YP, makanya akan menjualkannya kepada YP. Bahkan ia menyatakan sudah mempersiapkan menanam kembali, makanya sudah melakukan penyemaian bibit di polibag.

Selain itu Udin menjelaskan ia mengetahui kalau menanam ganja melanggar hukum, namun menurut pria perantauan dari Sumatera Utara ini, nekat dilakukannya guna menambah penghasilan. “Untuk menambah penghasilan pak,” tambahnya.

Terpisah tersangka Helmi, mengaku ia tidak menanam ganja tersebut melainkan anaknya YP. Namun diakuinya lahan yang ditanami oleh YP adalah miliknya, dan ia pun mengetahui bahwa YP menanan ganja di sana. “Memang saya mengetahui dia menanamnya,” jelasnya.

Ditambahkan Helmi, ia sudah memberikan peringatan kepada YP agar tidak menanam ganja, namun tidak dihiraukan. “Sudah saya katakan, karena melanggar hukum, tapi dia tidak peduli,” jelasnya.

Selebihnya Helmi mengaku tidak tahu. Hanya saja dijelaskannya YP pergi ke Aceh untuk merantau mencari kerja, kemudian pulang membawa bibit. (ME-01)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More