EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


02 Januari 2010

Muara Beliti Baru Kebanjiran

MUARA BELITI–Akibat tidak memiliki drainase yang permanen, puluhan rumah warga Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti terendam air hingga mencapai ketinggian 30 centimeter. Menyikapi kondisi ini puluhan warga terpaksa menyelamatkan barang elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Bahkan sebagian warga menyewa mesin penyedot air.

Warga setempat, Bur, mengatakan naiknya debit air disebabkan tingginya curah hujan sejak Kamis (31/12) pukul 23.00 WIB .
“Dataran disini termasuk tinggi, tetapi karena tidak memiliki drainase, air hujan tidak bisa mengalir. Semalam kami sudah mulai berberes lantaran takut, TV, kipas angin dan kursi rusak, kejadian ini kali pertama kali terjadi,” ujar Bur kepada Musirawas Ekspres Jumat (1/1).

Dilanjutkannya, sejak pembangunan kawasan Agropolintan Center, Desa Muara Beliti Baru belum pernah tergenang air. Diduga akibat penimbunan dan tidak dibangunnya drainase, banjir mengancam setiap saat. Diharapkan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, dapat memperhatikan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, dari pantauan koran ini terlihat genangan air hingga pukul 13.00 WIB siang kemarin. Warga yang sejatinya harus mengerjakan ibadah Shalat Jum’at, akibat banjir melanda kampung mereka tidak bisa melaksanakannya .

“Kita hanya minta adanya perhatian dari pemerintah saja pak. Kalau terus menerus hujan, tentu tempat kami akan terus menerus digenangi air. Tapi , kalau dibangun drainase atau tempat pembuangan air, mungkin tingginya curah hujan tidak akan menggenangi rumah kami,” pungkasnya. (ME-06)

Pemkot akan Panggil Penimbun Lahan

LUBUKLINGGAU-Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi akan memanggil pihak yang bertanggung jawab terhadap penyebab banjir di RT 7 Keluarahan Puncak Kemuning Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Demikian dijelaskannya Rabu (30/12) lalu.
Riduan mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil pengusaha yang telah melakukan penimbunan tehadap aliran sungai, hingga menyebabkan banjir di RT 7 kelurahan tersebut. Namun juga akan dipaggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Kantor Lingkungan Hidup, terkait hal itu.

"Nanti akan saya panggil yang melakukan peninmbunan, namun sebelumnya akan dipanggil kepala PU dan Kantor Lingkungan Hidup," jelas Walikota seusai menghadiri acara puncak hari ibu ke- 81 yang dilaksanakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lubuklinggau di Gedung Kesenian Sebiduk Semare.

Apalagi diketahui pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini pemilik lahan, lepas tangan terhadap hal itu, yakni AL. Sehingga Peni, salah satu warga yang menjadi korban banjir, terpaksa melakukan penggalian sendiri menggunakan alat berat.

Diketahui sebelumnya, upaya Peni dan warga belum direspon oleh pemkot dan juga pemilik tanah. Padahal menurut Peni dirinya sudah meminta bantuan dari pemilik tanah, tetapi tidak ada jawaban. Padahal akibat banjir tersebut, menyebabkan kondisi air sumur di wilayah tersebut sudah semakin tercemar, bahkan untuk kebutuhan sehari hari seperti minum dan memasak terpaksa warga harus beli.

Tidak itu saja tercemarnya air tersebut bahkan untuk mandi menyebabkan gatal-gatal. Meski warga sudah berupaya untuk membuat sumur bor akan tetapi hal itu tidak membuat kualitas air lebih baik. (CW-01)

LDII Adakan Sosialisasi Narkoba

LUBUKLINGGAU-Sebagai wujud tanggung jawab terhadap umat Islam agar terbebas dari segala hal yang merusak peradaban kehidupan, Lembaga Da'wah Islam Indonessia (LDII) Kota Lubuklinggau, melakukan sosialisasi narkoba. Sosialisasi ini dilaksanakan Kamis (31/12) sekitar pukul 20.00 WIB di Masjid Al Barokah Kelurahan Mesat Seni Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Kegiatan ini dilaksanakan LDII bekerja sama dengan BNK kota Lubuklinggau, bahkan langsung dibuka oleh Ketua BNK Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe. Adapun narasumber yang memberikan materi dari BNK.

Ketua Pelaksana Kegiatan Hari Suwarno kapada Musirawas Ekspres, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk dapat membina generasi muda, serta memberikan pegetahuan tentang bahaya narkoba yang semakin mengancam. "Sehingga dengan pembinan ini diharapakan para generai muda khususnya di kota Lubuklinggau dapat terbebas dari narkoba," ungkapnya.

Sementara itu Ketua LDII kota Lubuklinggau Eko Budianto mengatakan dalam pergantian tahun ini pihaknya sengaja melaksanakan kegiatan bermakna. "Terselenggaranya kegiatan ini berkat kerja sama dan keterbukaan LDII kepada masyarakat, lurah dan camat setempat serta BNK," jelasnya.

Eko juga mengatakan bahwa LDII yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Sekarang LDII siap dan sangat terbuka untuk bekerjasama dengan semua elemen baik masyarakat maupun pemerintah dalam melaksakan program pemerintah. "Tidak hanya itu supaya program dapat terlaksana dengan baik LDII saat ini juga telah bekerja sama dengan BKRMI kota Lubuklinggau," jelasnya.

Sosialisai narkoba ini dikatakan Eko, merupakan agenda tahunan LDII Kota Lubuklinggau, dengan harapan pengetahauan yang diberikan oleh BNK ini akan dapat memberikan informasi terhadap bahaya narkoba. "Ini merupakan upaya pembinaan terhadap mental remaja agar mengetahui kondisi saat ini yang dituntut kehati-hatian terhadap bahaya narkoba, sebab generasi muda merupakan generasi yang mandiri, sehingga mesti diperhatikann supaya mereka tidak terjerumus kedalam hal yang sesat," jelas Eko.

Selain mengadakan sosialisai LDII juga berupaya memperluas guru ngaji dan majlis ta'lim. Sebab guru ngaji merupakan pondasi yang baik terhadap perkembagan anak-anak sehingga jika dari anak-anak sudah dibina dengan hal- hal yang baik seterusnya akan baik, disamping orang tua juga harus memeberikan perhataian dan pembiaan terhadap anak-anak.

Sementara Ketua BNK Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe dalam kesempatan itu memberikan apresiasi yang tinggi kepada LDII yang memberikan kontribusi yang baik dalam upaya memberatas bahaya narkoba ini. Selain itu, ia juga menghimbau kepada semua jemaah agar selau berhati- hati dan waspada. "Jangan coba-coba dengan narkoba, karena narkoba sama dengan mati," ungkap Nanan.

Lebih lanjut Nanan mengatakan untuk dapat menghindari hal tersebut sebaiknya para generasi muda mesti mengisi di waktu luang dengan kegiatan yang positif, disamping juga ada kepedulian yang tinggi antara sesama untuk saling mengigatkan.

selain itu BNK juga telah meminta kepada seluruh sekolah sekolah untuk mengaktifkan kegiatan ektra kurikuler serta meningkatkan lomba-lomba antar sekolah. Dengan meningkatnya kegiatan yang positif maka akan dapat menghindarkan para pemuda terutama pelajar untuk mendekati narkoba ini, jelas Nanan. (CW-01)

Kantor Camat Linggau Timur II Dibobol Maling

LUBUKLINGGAU-Aksi pencurian benar-benar tidak pandang bulu, termasuk di kantor pemerintahan sekalipun. Terbukti Kamis (31/12) sekitar pukul 02.00 WIB Kantor Camat Lubuklinggau Timur II yang terletak di Kelurahan Mesat Jaya, tepatnya didepan SMAN 5 Lubuklinggau dibobol maling.

Adapun benda-benda yang dicuri adalah satu buah TV 21 Inch merek Sharp, 1 set computer dengan monitor layar LCD 17 inchi, CPU, printer merk HP, mouse, remote TV, remote AC, remote digital, satu set speaker, kain Gorden, dan brankas merk uchida di rusak. Kerugian ditaksir sekitar Rp. 10 Juta.

Orang yang pertama kali mengetahui aksi pencurian adalah petugas jaga, Rahadi (54) warga Jalan Poros Mesat Seni (Rumdin Camat Lubuklinggau Timur II). Rahadi mengetahui kantor sudah dibobol maling sekitar pukul 06.00 WIB.

Menurut cerita Rahadi kepada petugas Polres Lubuklinggau, sekitar pukul 01.00 WIB ia masih berjaga dan sama sekali tidak ada yang mencurigakan. Kemudian ia langsung tidur, dan pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB saat terbangun, ia kembali mengecek kondisi kantor camat.

Betapa kagetnya Rahadi, ia melihat jendela samping kantor sudah terbuka bahkan teralinya sudah putus di rusak pencuri. Selanjutnya Rahadi memeriksa ternyata beberapa benda sudah hilang. Sekitar pukul 09.15 WIB kasus ini dilaporkan ke Polres Lubuklinggau.

Ketika Musirawas Ekspres mengkonfirmasikan masalah ini ke salah seorang yang berjaga-jaga di kantor Camat Lubuklinggau Timur II, ia mengaku tidak tahu menahu adanya pencurian tersebut. “Tanya pak camat saja, saya tidak tahu,” jelasnya.

Hanya saja Camat Lubuklinggau Timur II Hidayat Zaini belum berhasil dikonfirmasi. Ketika didatangi Musirawas Ekspres di kediamannya di Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II, menurut anaknya Hidayat sedang keluar kota. “Papa sedang ke Bengkulu, mungkin Senin baru pulang,” jelas anaknya. (CW-02)

Motor Vs Mobil, 3 Luka-Luka

LUBUKLINGGAU-Tiga orang luka-luka akibat tabrakan antara sepeda motor Supra Fit dengan mobil L300 pick up di simpang tiga antara Jalan Kenanga II dan Jalan Nangka Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (31/12) sekitar pukul 16.00 Wib.

Ketiga korban adalah Johan Sapari (17) warga Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti, mendeita patah kaki kanan dan luka pada pelipis kanan serta tidak sadarkan diri. Kemudian Jeri Efendi alias Ariel (18) warga yang sama, menderita luka pada leher dan sakit di dada. Serta H Ali (60 ) warga Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti, ia menderita luka pada wajah.

Kronologis kejadiannya, Johan Sapari membonceng Jeri Efendi mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit dari arah Megang menuju arah Siring Agung dengan maksud ingin pulang. Sementara itu H Ali mengendarai mobil L300 pick up meluncur dari arah berlawanan.

Ketika tiba di simpang tiga antara Jalan Nangka dan Jalan Kenanga II, terjadilah tabrakan antara kedua kendaraan. Diduga penyebabnya karena mobil hendak membelok ke Jalan Nangka, sementara sepeda motor meluncur cepat memasuki tikungan.
“Pengendara sepeda motor terpental, sedangkan sepeda motornya masuk ke bawh mobil,” jelas Udin, salah seorang warga berada di TKP.

Menurut pantauan Musirawas Ekspres, kejadian tersebut telah ditangani oleh Satlantas Polres Musirawas bahkan setelah kejadian polisi langsung melakukan olah TKP.(CW-02)

31 Desember 2009

Polisi Kantongi Puluhan Nama Pelaku Pembunuhan

*Menantu dan Mertua Resmi Tersangka
BTS ULU-
Setelah melakukan pemeriksaan secara marathon hingga Rabu (30/12) pagi, akhirnya Satreskrim Polres Musi Rawas, mantap menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap Guntur Alamsyah (40). Kedua orang yang kini sudah mendekam di dalam sel adalah Supratman (31) dan mertuanya Margono (38) keduanya warga SP 7 Desa Kota Baru Kecamatan BTS Ulu.

Sementara itu dua orang yang sebelumnya sempat diamankan, yakni Sarju dan Damina, kini ditetapkan sebagai saksi. Pasalnya setelah diperika ternyata keduanya justru berusaha menghalang-halangi para pelaku agar tidak melakukan pengeroyokan.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim, AKP Maruly Pardede didampingi Kaur Bin Ops Ipda Diaz Oktora, kepada Musirawas Ekspres menjelaskan kedua tersangka kini sudah diamankan di sel Mapolres Musi Rawas. “Dua orang sudah pasti kami amankan sebagai tersangka, yakni Supratman dan Margono,” jelasnya.

Kemudian ditambahkannya bahwa kedua tersangka itu juga sudah mengakui perbuatannya, bahkan mereka juga menjelaskan nama-nama orang yang ikut melakukan pengeroyokan tersebut.

“Kami sudah mengantongi nama-nama pelaku lainnya, tepatnya puluhan nama yang sudah disebut oleh kedua tersangka,” jelasnya.

Karena sudah mengantongi nama-nama pelaku lainnya, maka kemungkinan dalam waktu dekat sudah ada tersangka lain yang ditangkap. Apalagi petugas dari Polsek BTS Ulu juga terus melakukan penyelidikan di lapangan. Selain itu, polisi juga sudah mengamankan barang bukti yang digunakan untuk membunuh korban, berupa puluhan kayu. Barang bukti itu didapatkan petugas dari sekitar tempat kejadian perkara.

Mengenai motif pengeroyokan tersebut, ditambakannya sama halnya dengan dugaan semula karena salah paham dan dendam. Dimana awalnya diduga usai menganiaya Supratman korban pergi ke kediaman Bejan. Sementara itu Supratman ke kediaman mertuanya Margono menceritakan kejadian pemukulan itu.

Tak lama muncul puluhan bahkan diinformasikan ratusan orang mencari korban. Akhirnya setelah bertemu di kediaman Bejan, korban diminta keluar. Korban kemudian melarikan diri melalui pintu belakang, namun diketahui oleh massa, sehingga langsung mengejarnya.

Akhirnya di persawahan korban tewas setelah dikeroyok dan dipukuli menggunakan kayu. Korban tewas dengan kondisi menderita luka di kepala belakang, bahkan diperkirakan batok kepalanya pecah akibat pukulan benda tumpul. Kemudian luka di pipi kiri, serta beberapa luka memar seperti di mata kiri, punggung, tangan dan kaki.

Sementara itu kemarin sekitar pukul 11.00 WIB jenasah korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dayang Torek Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Perlu diketahui korban di SP 7 Desa Kota Baru menetap bersama istri mudanya, Siti Nurmalina sedangkan istri tuanya Nanik, menetap di RT 7 Jalan Cereme Dalam Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II. (ME-01)

Bupati Nilai Pelayanan Belum Maksimal

Pejabat Eselon II dan III yang Dilantik
No Nama Jabatan
1. Ir H Nito Maphilindo MM Kepala Dinas PU Pengairan
2. Ir Hendi U Purnoto Kapala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
3. Herry Kasubbag Rumah Tangga Bagian Umum
4. A Zulkasmir Kasubag Penatalaksana Acara

MUSI RAWAS-
Bupati Musi Rawas (Mura), H Ridwan Mukti mengakui memasuki lima tahun kepemimpinanya bentuk pelayanan Pemkab Mura terhadap masyarakat dinilai belum maksimal. Untuk itu pelayanan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan pemerintah daerah tersebut diharapkan ke depan lebih baik.

“Pelayanan yang kita berikan masih jauh dari harapan,” kata Ridwan Mukti pada pelantikan dua pejabat esselon II dan staf Bagian Protokol Setda Mura di Op Room Mura, Rabu (30/12). Ridwan Mukti menyatakan keprihatinannya terhadap banyaknya aparat Pemkab Mura yang terseret kasus hukum, akibat perbuatan yang tidak disengaja dan kelalaian.

Diharapkannya, ke depan PNS Pemkab Mura harus lebih berhati-hati selama melaksanakan tugas. Menurutnya jajaran pegawai Pemkab Mura sebaiknya melakukan konsultasi dengan pimpinannya jika terbentur selama pelaksanaan program.
“Bisa konsultasikan dengan aparat penegak hukum agar tidak melakukan kelalaian yang dapat menyeret kepada kasus hukum,” pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Front Perlawanan Rakyat, Edwar Antoni menyambut positif pernyataan Bupati Mura tersebut. Menurutnya pelayanan pemerintah terhadap masyarakat akan lebih baik jika bupati melakukan reformasi birokrasi dengan penempatan tenaga yang lebih profesional.

Pada kesempatan itu, Ridwan Mukti melantik atau mengukuhkan Ir H Nito Maphilindo MM sebagai Kepala Dinas PU Pengairan, Ir Hendi U Purnoto Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Selain itu melantik Herry sebagai Kasubbag Rumah Tangga Bagian Umum dan A Zulkasmir Kasubag Penatalaksana Acara. (ME-06)

Kesbangpolinmas Siapkan 5.472 Personil Hansip

*Amankan Pilkada Mura
MUSI RAWAS-
Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) menjelang Pilkada Mura 2010 telah mempersiapkan 5.472 personil pertahanan sipil (Hansip).

“Untuk saat ini kita sedang melakukan pendataan terhadap calon Hansip yang dilakukan pihak kecamatan,” kata Kepala Badan Kesbangpolinmas Mura, A Fauzie Bazid didampingi Kasubbag Keuangan dan Perencanaan, Saparudin Rabu (30/12).
Porsi penempatan Hansip menjelang Pilkada Mura yang dijadwalkan Juni 2010 tersebut kata Fauzie 30 hansip di kecamatan dimana per desa/kelurahan ditempatkan 10 orang, artinya per TPS ditugaskan dua orang Hansip. Sedangkan 100 personil akan disiagakan di SKPD yang disediakan SKPD masing-masing.

“Sesuai dengan usulan kita mengajukan Rp 1,2 milyar untuk persiapan Pilkada nanti,” katanya. Untuk saat ini kata Fauzie pihaknya sedang melakukan sosialisasi dan monitorong termasuk mempersipakn desk pilkada yang dipusatkan di Gedung Setda Mura. (ME-06)

441 CPNSD Segera Terima NIP

LUBUKLINGGAU- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lubuklinggau memastikan telah mengajukan berkas 441 CPNSD Kota Lubuklinggau. Artinya CPNSD 2009 dalam waktu dekat akan mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

"Setelah ditandatangani Sekda Lubuklinggau, berkas 441 CPNSD Selasa (29/12) lalu telah diajukan ke BKN untuk kelengkapan mendapatkan NIP CPNSD,"ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah Lubuklinggau Surnadi, Rabu (30/12).

Surnadi mengatakan per 1 Januari 2010 mendatang keterangan Tanda Mulai Tugas (TMT) diperkirakan telah diterima CPNSD 2009.

" Kendati sudah ada TMT, mereka belum bekerja karena setelah pengeluaran NIP akan dilanjutkan dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Lubuklinggau, setelah mengetahui penempatan CPNSD bisa mulai bertugas,"jelasnya.

Surnadi berharap CPNSD dapat mejalankan tugasnya sebagai aparatur pemerintahan secara profesional sesuai latar belakang pendidikan meskipun tidak sesuai dengan wilayah yang diharapkan.
" Mengenai adanya CPNSD mengundurkan diri, kita masih menunggu petunjuk dari BKN pusat , akan tetapi kekosongan formasi akibat mundurnya CPNSD tersebut tidak mutlak harus diganti beradasarkan ranking,"pungkasnya. (CW-01)

Lansia Meriahkan Peringatan Hari Ibu

LUBUKLINGGAU- Peringatan Hari Ibu ke 81 diselenggrarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lubuklinggau dimeriahkan dengan berbagai lomba diikuti kalangan Lansia dan Dharma Wanita Pemkot Lubuklinggau serta organisasi wanita, Rabu (30/12).

Antusias peserta peringatan hari ibu cukup tinggi sebagai langkah untuk meningkatkan tali silaturahmi antar organisasi wanita yang ada di Lubuklinggau. Dengan tema Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Pembangunan Nasional Kita Perkuat Jejaring Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Berkeadilan dan Berkesetaraan Gender, panitia memberikan penghargaan terhadap beberapa orang kader organinsasi wanita yang telah mengabdi lebih dari lima tahun.

Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi dalam kesempatan itu mengharapkan peringatan hari ibu 2009 ini dapat memberikn motivasi terhadap kaum perempuan agar memiliki komitmen yang kuat dalam pembangunan sebagai seorang istri yang harus memberi dukungan kepada suami dalam bertugas dan sebagai seorang ibu bagi anak -anak,

"Dalam melaksanakan pembanguanan peranan kaum ibu sangat dibutuhkan, peran dan fungsi kaum ibu sangat besar," ungkap Riduan.
Peranan besar ibu akan mencipatakan kehidupan stabil dan seimbang, karena itu ibu-ibu harus memikirkan fungsi utama dalam keluarga sehingga tidak terlena dengan karir yang dimilikinya.

Peringatan hari ibu ini ditekankan tentang peran organisasi sebagai langkah yang baik untuk meningkatkan martabat kaum perempuan, di samping untuk selalu siap mengadapi tantangan zaman kedepan yang menuntut ibu mampu berperan aktif jagan konsumtif, sehingga dapat berperan di berbagai aspek pembangunan.

Ditempat yang sama Ketua GOW Lubuklinggau Endang Erwin berharap melalui peringatan hari ibu ini kualitas perempuan semakin baik dan terus maju seiring dengan perkembangan pembangunan.
Perlu diketahui beberapa rangkain yang di perlombakan dalam rangka peringatan hari ibu tersebut yakni lomba Bazar yang menampilkan karya dari oganisasi wanita, kemudian lomba kebaya lansia

Sementara itu ketua tim juri Hj. Maimunah nbersama tim nya telah menetapkan juara I kategori bazar diraih kelompok IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia, juara II kelompok Salimah dan juara III WKRI( Wanita Katolik Indonesia). Sedangkan juara harapan I kecamatan Lubuklinggau Barat II dan harapan II di raih oleh HWK( himpunan wanita karir) dan harapan III Aisyah.

Kemudian lomba Kebaya lansia dari 20 peserta lansia juara I dimenangkan Elyane utusan Wara Kaori Polri, Juara II Dina Riduan utusan dari Kecamatan Lubuklinggau barat I, juara III Yusmawati utusan Lubuklinggau barat II, juara harapan I Sukarni utusan Aisyah, juara harapan II jamilah, harapan III Nurhayati dari badan diklat .

Selain itu GOW juga memeberikan penghargaan abdi tama panca warsa kepada Hj. Hamidah Yunus dari Wirawati catur Panca dan Penghargaan Abdi Tama Panca Warsa V, kemudian Hj. Laila Ardi dari Ikatan Bidan Indonesia dengan penghargaan Abdi Tama Panca Warsa V, selanjutnya Hj. Septiana Zuraida dari PKK dengan penghargaan Abdi Tama Panca Warsa IV. Menurut Mainunah penghargaan tersebut atas keaktifanya dalam organisasi, Ungkapnya.(CW-01)

Pendaftar PPK Membludak

MUSIRAWAS-Dibukanya penjaringan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) pada Senin (28/12), disambut antusias oleh masyarakat Kabupaten Musirawas. Buktinya hingga hari ketiga dibukanya pendaftaran tersebut sudah mencapai ratusan pendaftar.
Berdasarkan pantauan Musirawas Ekspres di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Musirawas, Rabu (30/12), dari 21 Kecamatan yang ada di kabupaten Musirawas, pendaftar sudah mencapai 115 orang lebih.

Menurut Ketua KPUD Musi Rawas, Efriansyah melalui Divisi Teknis KPUD Musi Rawas, Novriansyah mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran bagi kepengurusan PPK sejak tanggal 28 Desember 2009 dan akan ditutup pada tanggal 4 januari 2010 nanti.
“Hingga hari ini (Kemarin-red) pendaftar yang mengambil formulir sudah mencapai 115 pendaftar,”katanya. Ditambahkannya, pihaknya memprediksi hingga batas akhir pendaftaran nanti bisa mencapai 500 pendaftar.

Selanjutnya, Novri juga mengatakan, berdasarkan data yang ada hingga hari ini (Kemarin-red) dari 21 kecamatan, hanya untuk PPK Kecamatan STL Ulu Terawas yang belum ada pendaftarnya. “Sedangkan untuk pendaftar terbanyak dari Kecamatan Muarabeliti dan karang Jaya,” terangnya.

Setelah masa pendaftaran tutup nanti, lanjut Novri, pihaknya akan menyeleksi berkas pendaftar dan direncanakan tanggal 8 Januari 2010 akan digelar tes tertulis.
“Selanjutnya 9 – 10 Januari 2010 kita akan mengoreksi tes tertulis tersebut selanjutnya akan diumumkan pada 11 Januari 2010,” katanya. Ditambahkannya, apabila pesertanya banyak dan membludak akan dirangkingkan hingga 10 besar. Dan kondisi tersebut tergantung banyaknya peminat.

“Setelah diumumkan 10 besarnya, pada 12-13 Januari 2010 akan dilakukan tes wawancara,”ujarnya. Ditambahkannya, penetapan anggota PPK direncanakan pada tanggal 15 Januari 2010 yang selanjutnya pihaknya akan memberikan pembekalan bagi anggota PPK yang baru tersebut untuk kesiapan menghadapi Pilkada Musirawas 2010 nanti.
“Mudah-mudahan setiap proses tahapan yang akan dilakukan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala apapun,” pungkasnya.(ME06)

Terdakwa Korupsi Dana Pilgup Didakwa Pasal Berlapis

*Terdakwa Dirhamsyah Tidak Datang
LUBUKLINGGAU-Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (30/12) sekitar pukul 14.30 WIB menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi dana pemilihan gubernur (pilgub) Sumsel, dengan tersangka Darmadi (38). Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fredy Simanjuntak dan Darmadi, terdakwa didakwa dengan pasal berlapis.

Tepatnya pasal 8 ayat (1) UU RI No.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambh dengan UU RI Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 55 (1) Ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan JPU terungkap, bahwa telah dilaksanakan kegiatan Asuransi untuk Sekretariat KPU, PPK dan PPS dan KPPS untuk Kabupaten Musirawas dalam pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur tahun 2008. Namun kegiatan tersebut tidak terdapat dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) KPU kabupaten Musirawas yang telah ditetapkan oleh KPU propinsi SUM-SEL.

Berdasarkan penawaran tersebut dengan membayar premi Rp 10 ribu per peserta maka peserta akan mendapat jaminan santunan meninggal dunia akibat sakit sebesar Rp 830 ribu, akibat kecelakaan sebesar Rp 4 juta, santunanan cacat tetap total akibat kecelakaan besar Rp 4 juta dan biaya perawatan RS/P 3 K akibat kecelakaan sebesar Rp 1 juta.

Kemudian saksi Dirhamsyah menyatakan kepada terdakwa bagaimana caranya supaya ada seseran (tambahan penghasilan) dari kegiatan asuransi tersebut. darmadi kemudian menyampaikan agar preminya Rp 5 ribu per orang dan bukan Rp 10 ribu dan pertanggung jawaban yang semestinya enam bulan menjadi tiga bulan saja yang langsung disetujui oleh Dirhamsyah.

Selanjutnya Dirhamsyah meminta kepada Darmadi untuk segera dibuatkan perjanjian kerjasama dalam kegiatan asuransi tersebut. Dan darmadi tidak memiliki kewenangan untuk membuat perjanjian kerja sama dan menandatangani perjanjian kerjasama.

Namun karena Dirmansyah meminta untuk dibuatkan perjanjian kerja sama tersebut selanjutnya perjanjiaan kerjasama maka tanpa sepengetahuan saksi Simbolon, District Manager PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya District Lubuklinggau. Darmadi membuat perjanjian kerjasama tersebut selanjutnya membawa ke kantor KPU kabupaten Musirawas untuk ditangani.

Senin, 28 Juli 2008 telah ditandatangani antara perjanjian antara PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya bertemu dengan Rahma Istianti di KPU Musirawas. Bahwa rencananya jumlah peserta Asuransi Asih perlindungan sebanyak 9.204 orang dengan rincian : Anggota PPK 105 orang, Anggota PPS 783 Orang, anggota KPPS 8.288 orang dan staf sekretariat 28 Orang. Jadi seluruhnya berjumlah 9.204 orang dengan jumlah total premi sebesar Rp 90.040.000.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim yang dipimpin Mimi Haryani didampingi hakim anggota Hakim Ahmad Samuar dan Neva Irawan dengan panitera pengganti, ditunda hingga Rabu (13/1) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Selain sidang terhadap Darmadi, seharusnya juga dilaksanakan sidang terhadap Dirhamsyah, hanya saja tidak dilaksanakan karena Dirhamsyah tidak hadir dalam sidang. Uniknya ketidak hadirannya sama sekali tak diketahui penyebabnya. Bahkan beberapa JPU Darmadi menghubungi Dirhamsyah, namun handphonenya tidak diangkat. Makanya sidangnya akan dilaksanakan Rabu (13/1).(CW-02)

Hubungan Korban dengan Tersangka Tidak Direstui

*Kasus Pacar Digagahi
MUARA BELITI-Tersangka yang diduga mengagahi pacar sendiri, RD (16) warga Desa Tanah Periuk Kecamatan Muara Beliti, mengaku perbuatan yang dilakukann dengan korban Kuncup (14)-bukan nama sebenarnya-, warga yang sama atas dasar suka sama suka. Hanya saja hubungan mesra mereka selama ini ditentang oleh keluarga korban.

Demikian dijelaskan Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede didampingi Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Mahyudin. “Hanya saja berdasarkan laporan dari korban, bukannya suka sama suka, melainkan pemerkosaan,” jelasnya, Rabu (30/12).

Jadi berdasarkan keterangan dari tersangka, sebenarnya hubungan mereka cukup lama terjalin. Malam kejadian itu karena adanya acara hajatan warga dengan hiburan orgen tunggal, makanya korban bisa keluar hingga larut malam. Karena itu juga keduanya bisa bertemu, dan berpacaran di belakang rumah orang tua korban.

“Kendati begitu diai tetap diproses sesuai dengan UU No.23 tahun 2003 tentang perlindungan anak, makanya RD diancam dengan pasal 81 ayat (2) UU No.23 tahun 2003 dan atau pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Juga diancam dengan pasal pemerkosaan, karena hasil visum unsur kekerasan,” jelasnya.

Ancaman hukuman kepada tersangka artinya cukup tinggi, karena dalam pasal 81 ayat (2) UU No.23 tahun 2003, dijelaskan maksimal 15 tahun dan minimal tiga tahun dan denda maksimal Rp 300 juta minimal Rp 60 juta.

Diketahui sebelumnya, RD Sabtu (26/12) sekitar pukul 19.00 WIB diserahkan Kades ke Polsek Muara Beliti. Pasalnya anak baru gede (ABG) ini diduga mengagahi Kuncup Rabu (23/12) malam.

Kronologisnya, bermula saat korban dan tersangka yang diinformasikan berpacaran Rabu sekitar pukul 20.30 WIB bertemu di jalan menuju Air Satan. Dari pertemuan tersebut kemudian mereka pergi, tak lama keduanya menuju belakang rumah korban.
Cukup lama keduanya ngobrol di belakang rumah korban itu, bahkan hingga pukul 24.00 WIB. Selama ngobrol ternyata tersangka berhasil merayu korban, agar mau digagahi. Termakan rayuan gobal tersangka, dengan alas karung dan diatas semen septic tank, tersangka mengagahi korban.

Usai merengut keperawanan korban, tersangka pulang begitu juga dengan korban yang masih duduk di kelas dua SMP ini. Awalnya peristiwa ini sama sekali tidak diketahui oleh orang tua korban, hanya saja setelah kejadian korban sering mengeluhkan perutnya sakit.

Karena sakit perut korban tidak kunjung sembuh, orang tuanya membawa Kuncup ke dukun pijat. Namun kepada dukun pijat, Kuncup justru menceritakan apa yang sudah dialaminya. Mendengar cerita itu, sang dukun pun memberitahu orang tua korban.
Tidak terima anaknya digagahi, kejadian tersebut dilaporkan ke Kades Tanah Periuk. Oleh Kades, tersangka dipanggil kemudian diserahkan ke Polsek Muara Beliti agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(ME-01)

30 Desember 2009

Cakades Kalah Tewas Dikeroyok ‘Seratus Orang’


*4 Orang Jadi Tersangka
BTS ULU-Calon Kepala Desa (Kades) SP 7 Kota Baru Kecamatan BTS Ulu, Guntur Alamsyah (40), Selasa (29/12) sekitar pukul 09.00 WIB ditemukan tewas. Calon Kades yang kalah dalam pemilihan Senin (28/12) ini, tewas diduga karena dikeroyok sekitar seratus orang warga.

Korban tewas dengan kondisi menderita luka bacok di kepala belakang, bahkan diperkirakan batok kepalanya pecah akibat pukulan benda tumpul. Kemudian luka bacok di pipi kiri, serta beberapa luka memar seperti di mata kiri, punggung, tangan dan kaki.

Berkaitan dengan kasus pengeroyokan ini, Polsek BTS Ulu telah memeriksa beberapa orang saksi, bahkan sudah empat orang ditetapkan sebagai tersangkanya. Hingga tadi malam pemeriksaan masih dilakukan petugas untuk pengembangan apakah ada tersangka lainnya.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Damina, Margono, Suratman dan Sarju, keempatnya warga Desa Kota Baru. Kini keempatnya diamankan di Mapolsek BTS Ulu, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim, AKP Maruly Pardede dan Kapolsek BTS Ulu, AKP Desli Darsah kepada Musirawas Ekspres menjelaskan mengenai motif pengeroyokan ini karena salah paham.

“Motifnya karena salah paham. Hanya saja kebetulan korban baru saja mencalonkan diri sebagai Kades, namun kalah,” jelasnya.

Kronologisnya dijelaskan Kapolres, sebelum kejadian korban melihat beberapa warga membongkar tarup di depan rumahnya. Tarup itu sengaja dibangun pada saat pemilihan Kades. Korban sempat memarahi seorang temannya bernama Suratman.

“Kepada Suratman korban marah dan berkata, sudahlah tidak usah bantu-bantu katek gunonyo. Selain itu ia juga memukul Suratman, hingga wajahnya luka. Kemungkinan korban kesal karena kalah dalam pemilihan, makanya marah-marah dan memukul Suratman,” jelasnya.

Dengan kondisi terluka Suratman kemudian pergi, kemudian ia meminta pertolongan dan melaporkan kejadian ini ke rekannya Margono. Dan tidak lama kemudian datanglah sekitar 100 orang warga, diduga diantaranya keluarga Suratman ke kediaman korban.

Melihat ratusan orang datang bahkan menyerangnya, korban langsung menyelamatkan diri ke sawah. Namun setelah 100 meter lari, ia berhasil dikejar oleh massa. Ia pun menjadi bulan-bulanan pukulan massa, hingga akhirnya tewas di tengah sawah.

Sementara itu dijelaskan kakak ipar korban, Suryadi, saat ditemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa di sawah dengan posisi tengkurap.
“Saya tidak tahu persis kejadiannya. Tapi karena ada orang ribut-ribut saya pun penarasan ingin tau, ternyata mereka mengeroyok Guntur,” jelasnya.(ME-01)
Dikebumikan di Tempat Istri Tua
Kendati menetap di Desa Kota Baru Kecamatan BTS Ulu, jenazah Guntur Alamsyan kini disemayamkan di rumah duka Jalan Cereme Dalam RT 7 Kelurahan Cereme Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Tepatnya dikediaman istri tua korban, Nanik.

Keluarganya di Lubuklinggau, diantaranya anak-anak dan menantunya sejak sekitar pukul 13.00 WIB menunggu di IGD RS dr Sobirin Lubuklinggau. Mereka terlihat harap-harap cemas, menunggu jenazah korban datang dari BTS Ulu.

“Saya baru tahu sekitar pukul 14.00 WIB ketika pulang kerja. Bersama keluarganya langsung datang ke sini (IGD, red),” jelas Jajat, seorang tetangga korban.

Sekitar pukul 15.00 WIB ketika jenasah korban datang, teriakan histeris pun datang. Bahkan salah seorang anak perempuan korban terlihat histeris. Anaknya yang lain terlihat meratap ketika melihat jenazah ayahnya dibungkus tikar dan berada di dalam bak truk.

Setelah diperiksa dan divisum di IGD RS dr Sobirin Lubuklinggau, jenazah korban pun diangkut keluarganya di RT 7 Kelurahan Cereme Taba. Rencananya korban akan dimakankan Rabu (30/12) di tampat pemakaman umum Keramat.

Sementara itu salah seorang teman korban, Ali Sastro, yang juga Danramil Rawas Ulu, kepada Musirawas Ekspres di IGD RS dr Sobirin, menjelaskan sebelum mengikuti Pilkades korban pernah becerita kepadanya.

“Dia pernah bilang hendak mengikuti pemilihan Kades,” jelasnya.
Ditambahkan perwira dengan tiga balok di bahunya ini, korban mengaku kepadanya memiliki sekitar 250 suara. Namun dijelasknnya kalau hanya 250 suara, maka sulit akan menang.

“Saya sarankan agar mencari suara hingga 350, karena kemungkinan bisa memang lantaran ada empat calon yang maju,” terangnya. (ME-01)

Suasana Tetap Kondusif

Kejadian pembunuhan terhadap Calon Kades SP 7 Kota Baru Kecamatan BTS Ulu, Guntur Alamsyah pasca Pilkades langsung mendapatkan perhatian serius Pemkab Mura. Asisten I Setda Mura, H Anuwar Rasyid saat mendapatkan informasi tersebut langsung memerintahkan Camat BTS Ulu, Nawawi, Kasat Pol PP Paisol dan Kaban Kesbangpolinmas Fauzi meluncur ke lokasi kejadin.

“Pokoknya Kasat Pol PP dan Kepala Badan Kesbangpolinmas saya perintahkan untuk cepat ke lokasi kejadian. Tujuannya tidak lain untuk menjaga agar suasana di sana tetap kondusif,” tegas Anuwar Rasyid. Hasilnya menurut laporan langsung dari lokasi kejadian, suasannya tetap kondusif. Tidak terjadio hal-hal yang bisa memicu persoalan lanjutan.

“Pokoknya tugas kita mengajak masyarakat, pokoknya semua pihak untuk menjaga suasana tetap kondusif. Mengenai proses hukum sepenuhnya kita serahkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (ME-02)

Yudi Fachriansyah Camat Terbaik 2009


MUSI RAWAS-Ajang pemilihan Camat Terbaik se-Kabupaten Mura 2009 berakhir. Hasilnya Yudi Fachriansyah, Camat STL Ulu Terawas dinobatkan menjadi yang terbaik mengungguli 20 camat lainnya. Hasil ini juga mengangkat nama Kecamatan STL Ulu Terawas sebab dalam kurun waktu tiga tahun pemimpinnya menjadi yang terbaik dimana pada 2007 lalu H Rudi Irawan, camat daerah ini juga adalah yang terbaik di Mura.

Asisten I Setda Mura, H Anuwar Rasyid yang merupakan Ketua Tim Penilai Camat Terbaik Tingkat Kabupaten Mura 2009 mengungkapkan keputusan menetapkan Yudi Facriansyah menjadi yang terbaik adalah final.

Dimana semuanya merupakan hasil akhir dari rangkaian penilaian yang telah dilakukan
tim dengan super ketat. “Jadi ditetapkan dalam SK Nomor.574/KPTS/I/2009 tertanggal 24 Desember 2009 tentang Penetapan Camat Terbaik Tingkat Kabupaten Mura 2009, Camat STL ULu Terawas, Yudi Fachriansyah ditetapkan menjadi Camat Terbaik 2009,”
ungkap Anuwar didampingi Kabag Tapem Mura, Ali Sadikin yang merupakan Sekretaris
Tim Penilai.

Selanjutnya sebagai Camat Terbaik Kedua ditetapkan Adi Winata yang merupakan Camat Purwodadi.

Kemudian Nawawi, Camat BTS Ulu adalah Camat Terbaik ketiga.
“Secara terperinci Yudi Fachriansyah mendapatkan point 90,10, Adi Winata 79,31 dan Nawawi 66,58,” papar Anuwar.

Seperti pada pemilihan tahun sebelumnya, ketiga camat terbaik ini akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan juga piagam penghargaan dari Bupati Musi Rawas. Camat

Terbaik pertama mendapatkan uang pembinaan Rp 15 juta, terbaik kedua Rp 10 juta dan terbaik ketiga Rp 5 juta.

Sementara ditambahkan Ali Sadikin, dalam pemilihan Camat Terbaik penilaian dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama yakni quisioner yang disebar kepada sepuluh orang terdiri dari unsur Tripika, tokoh masyarakat dan lainnya dengan persentase penilaian 30 persen.

“Selanjutnya sesi

wawancara 20 persen, prestasi camat 20 persen dan daftar isian tertulis 30 persen,” kata Ali Sadikin.

Semua tahapan tersebut menurutnya dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan dengan SK
Nomor.177/KPTS/I/2009 tanggal 13 Maret 2009 tentang pembentukan tim penilaian camat terbaik tingkat Kabupaten Mura tahun 2009.

Tim Penilai meliputi Sekda sebagai pengarah, Asisten I Ketua, Staf Ahli Pemerintahan Wakil Ketua, Kabag Tapem Sekretaris dengan anggota Inspektur,

Kepala Bappeda, Kepala BKPP dan Kepala Badan PMD.
“Selanjutnya penyerahan hadiah dan piagam kepada Camat terbaik akan dilaksanakan dalam satu acara. Mengenai waktunya akan dikoordinasikan lebih lanjut,” pungkas Ali Sadikin. (ME-02)

Indra Gunawan Menangkan Pilkades Madang

Perolehan Suara Pilkades Madang Kecamatan Sumber Harta
1. Latif Akil : 555 suara
2. Indra Gunawan : 814 suara
Jumlah : 1.369 suara
Suara Tidak Sah : 9 suara

*’Duel Sengit’ Mantan Kades Vs Mantan Pjs Kades
MUSI RAWAS-Pertarungan antara mantan Kades dengan mantan Pjs Kades dalam Pemilihan Kades (Pilkades) Madang Kecamatan Sumber Harta akhirnya dimenangkan mantan Kades. Adalah Indra Gunawan yang merupakan mantan Kades sukses mengungguli mantan Pjs Kades, Latif Akil dalam pesta demokrasi di Desa Madang yang sedari awal sudah menunjukkan tensi persaingan yang sangat tinggi.

Menurut Ketua Panitia, Suharto Pilkades Madang yang molor dan sempat mengalami perubahan jadwal dan pergantian kepanitian dilaksanakan Selasa (29/12).
“Hasil akhir Pilkades Calon dengan nomor urut satu yakni Latif Akil mendapatkan 555 suara sementara calon nomor urut dua, Indra Gunawan mendapatkan 814 suara,” ungkap Suharto kepada Musirawas Ekspres via telepon kemarin (29/12). Dengan demikian Indra Gunawan menjadi pemenang dan ditetapkan sebagai Kades Madang terpilih dari hasil Pilkades.

Disampaikan Suharto pelaksanaan Pikades Madang kemarin pada intinya terlaksana dengan sukses. Pesta demokrasi tersebut dilaksanakan dalam suasana penuh akrab diliputi dengan persaingan yang cukup sehat. Masyarakat Madang menurutnya sangat antusias datang ke TPS untuk menyampaikan hak suara dan mengikuti proses penghitungan suara. Terlebih lagi masyarakat sangat mendukung terciptanya suasana kondusif saat pelaksanaan Pilkades kemarin.

Menurut Suharto untuk pemungutan suara atau sesi pencoblosan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 12.30 WIB.

“Tepat pukul 13.00 WIB dimulai tahapan penghitungan suara yang berakhir pada pukul 15.00 WIB. Semuanya tahapan berjalan lancar, aman dan tertib. Ini semua berkat dukungan semua pihak terkhusus masyarakat Madang,” katanya.

Secara rinci disampaikan Suharto dari hasil penghitungan suara yang disaksikan ratusan warga Madang calon nomor satu yakni Latif Akil mendapatkan 555 suara sementara Indra Gunawan yang merupakan calon dengan nomor urut dua memperoleh 814 suara. Selain itu diketahui ada sembilan suara yang tidak sah,” ungkapnya. Dengan demikian ada 1.378 masyarakat yang menyampaikan aspirasi suaranya dalam Pilkades Madang kemarin.

“DPT (daftar pemilih tetap) pada Pilkades Madang adalah 1.503 dan ada DPT tambahan sebanyak 12 suara,” katanya. Dari sana terlihat jelas bahawa tingkat partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Pilakdes Madang untuk memilih pemimpin enam tahun ke depan cukup tinggi. (ME-02)

Alamsah : Sengketa Suban4 Selesai

MUSI RAWAS-Persoalan sengketa kepemilikan Sumur Migas Suban4 antar Kabupaten Mura dengan Kabupaten Musi Banyuasin sudah selesai. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Mura, Alamsah A Manan. Hal ini didasari dengan fakta yuridis dan historis yang ada bahwa Suban4 masuk ke dalam wilayah Kabupaten Mura.

Menurut Alamsah dengan adanya SK Mendagri No.63 tahun 2007 sebagai fakta yuridis yang tidak terbantahkan dan minilik sejarah dan keadaan masyarakat di daerah itu bahwa secara administratif masuk ke dalam wilayah Mura. Kalau ada tuntutan lain oleh pihak tertentu maka harus dikembalikan pada payung hukumnya yang ada sehingga substansi yang dipersoalkan tidak menjadi bias dan merugikan banyak pihak.

“Persoalan kepemilikan Suban4 saya anggap selesai dan tidak perlu dibesar–besarkan. Sebab payung hukumnya jelas dan substansi yang dipermasalahkan sudah jelas sehingga kepada pihak yang merasa dirugikan, kembalikan kepada pijakan hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Dalam Negeri,” katanya. Menanggapi adanya surat dari Tim Advokasi Kuasa Hukum Pemkab Mura, politisi PIS ini mengatakan hal tersebut sesuatu yang wajar karena sifatnya hanya penegasan. Terkait dengan deadline yang ditentukan dirinya beranggapan itu hanya bagian dari proses kerja dari tim advokasi saja.

“Adanya surat klarifikasi dari kuasa hukum Pemkab Mura maka saya anggap hal tersebut sifatnya untuk penegasan. Tapi dasar dan substansinya tidak ada yang perlu dikhwatirkan lagi,” ujar Alamsah. Ditambahkannya, saat ini seharusnya yang menjadi fokus dari persoalan Suban4 yaitu Pemkab Mura menuntut dana bagi hasil (DBH) dari tahun 2001 hingga 2007 yang jumlahnya hampir mencapai Rp 280 Miliar yang di hasilkan sumur Suban4. Makanya sangat wajar jika Pemkab Mura harus terus memperjuangkan dana tersebut karena dana itu menyangkut uang yang dihasilkan dari daerah ini, artinya uang itu adalah uang rakyat.

“Yang harus tetap diperjuangkan adalah DBH selama tahun 2001 – 2007 yang jumlahnya Rp 280 miliar yang selma ini diterima Muba, dan ini harus ditempuh melalui prosedur yang jelas termasuk melalui jalur hukum,” katanya. Menyangkut adanya anggapan masyarakat bahwa persoalan sengketa Suban4 sudah masuk ranah politik menjelang Pemilukada Mura 2010, Alamsah tidak mau berkomentar banyak. Sebab baginya kalau persoalan ini murni persoalan kepemilikan Suban4 maka proses penyelesaiannya sudah jelas.

“Kalau dikaitkan dengan adanya kepentingan politik menjelang Pemilukada saya tidak melihatnya dari sudut itu, silahkan masyarakat menilainya sendiri. Yang jelas masalah ini jangan sampai membingungkan masyarakat,” tandasnya (ME-06)

Pol PP Akan Tertibkan PNS Keluyuran di Pasar-Pasar

* Saat Jam Dinas
* Untuk Pelajar Dihentikan, Liburan
LUBUKLINGGAU-
Jika selama ini Pol PP Kota Lubuklinggau melakukan penertiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau di pusat-pusat pembelajaan. Kali ini sasaran penertiban PNS yang keluyuran saat jam dinas adalah dipasar-pasar tradisional dalam Kota Lubuklinggau.

Menurut Kakan Pol PP Alha Warizmi, ketika dibincangi Musirawas Ekspres, Senin (28/12) lalu diarea halaman gedung kesenian Kota Lubuklinggau, penertiban PNS yang keluyuran selama jam dinas selama ini sudah menunjukan hasil yang sangat baik.

Indicator ini terlihat sudah tidak ada lagi PNS dilingkungan Pemkot Lubuklinggau yang keluyuran saat jam dinas. “ Penertiban dilaksanakan dinilai cukup berhasil, indikasi ini ditandai dengan tidak adanya PNS yang keluyuran lagi,”terangnya.

Kendati sudah menunjukan hasil yang cukup signipikan bukan berarti penertiban PNS yang keluyuran disaat jam dinas dihentikan. Sebaliknya penertiban akan terus dilaksanakan setiap hari kerja. “ Kita akan terus melakukan penertiban PNS yang keluyuran disaat jam dinas kantor,”ungkapnya.

Malahan saat ini sasaran penertiban lebih melebar lagi. Jika sebelumnya penertiban PNS keluyuran dilakukan di pusat-pusat pembelajaan diwilayah Kota Lubuklinggau, maka seterusnya PNS yang keluyuran di pasar-pasar tradisional juga akan ditertibkan. “ PNS yang keluyuran di pasar tradisional dengan dalih membeli sayur membawa kantong asoy disaat jam dinas akan ditertibkan juga,”tegasnya.

Bila tempat-tempat tadi dilakukan razia PNS, maka diharapkan PNS yang keluyuran pada saat jam dinas sudah tidak ada lagi. Namun demikian ada pengecualian, terkecuali PNS yang keluar sudah membawa surat izin dari SKPD bersangkutan, tentunya ada toleransi dan tidak akan terkena penertiban. “ Tapi kartu izin keluar tersebut harus yang dikeluarkan kantor Pol PP Kota Lubuklinggau,”paparnya.

Bagaimana dengan penertiban siswa? Alha mengatakan untuk sementara waktu penertiban siswa-siswi yang keluyuran pada saat jam belajar dihentikan. Penghentiannya karena saat ini siswa-siswi memasuki masa liburan sekolah. Nah setelah siswa-siswi tadi aktif belajar kembali, maka penertiban akan tetap dilaksanakan. “ Penertiban pelajar sementara dihentikan karena liburan. Usai masa liburan pelajar masuk sekolah maka penertiban akan dilaksanakan kembali,”janjinya.

Menyinggung masalah kalau saat penertiban yang terjaring razia PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura, Alha mengatakan sebenarnya untuk penertiban PNS yang keluyuran saat jam dinas, Pol PP Kabupaten sudah diajak. Tapi sampai saat ini ajakan tersebut belum direspon Pol PP Mura. “ Kita sudah pernah mengajukan kerjasama penertiban PNS, tapi sampai saat ini belum ada jawaban,”pungkasnya. (ME-07)

Pemkot Linggau Akan Tertibkan Mobil Angkutan Plat Hitam

LUBUKLINGGAU-Mobil angkutan plat hitam yang sering beroperasi diwilayah Kota Lubuklinggau rupanya sudah sangat meresahkan. Terbukti Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau akan menertibkan mobil angkutan plat hitam ini. Seiring dengan itu Pemkot Lubuklinggau juga akan uji coba trayek angkutan perkotaan Megang-Terminal Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, Senin (28/12) lalu, usai menghadiri peringatan hari gerak PKK ke 37 kepada Musirawas Ekspres mengakui bahwa Pemkot Lubuklinggau akan menertibkan mobil angkutan plat hitam yang beroperasi diwilayah Kota Lubuklinggau. Tidak itu saja dalam waktu dekat Pemkot Lubuklinggau melalui Dinas Perhubungan akan uji coba trayek Megang-Petanang.

Mengapa harus diuji coba, karena untuk trayek ini tidak segampang seperti yang diperkirakan. Harus benar-benar dipikirkan secara benar supaya trayek itu nantinya berjalan dengan baik. “ Tidak segampang itu masalah trayek harus diuji coba dahulu,”paparnya.

Kembali ke mobil plat hitam, mobil angkutan plat hitam ini nantinya akan ditertibkan kerjasama dengan Sat Lantas Polres Lubuklinggau. Tapi masalah system penertibannya diserahkan ke pihak Polres. “ Kita serahkan ke Polres bagaimana bentuknya untuk penertiban mobil angkutan plat hitam,”imbuhnya.

Kemudian sebagai kepala pemerintahan menghimbau kepada penumpang supaya dalam berpergian menggunakan jasa mobil angkutan umum yang sudah ditentukan pemerintah. Sebab kalau memakai jasa angkutan plat hitam terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan tidak ada asuransinya. “ Kalau memakai mobil angkutan umum yang sudah ditentukan bila terjadi kecelakaan, asuransi kecelakaannya ada dan mudah diurus,”ungkapnya.

Kemudian untuk pengusaha angkutan dihimbau supaya memperhatikan keselamatan penumpang juga, jangan Cuma sekedar mengejar pemasukan.

Lebih jauh ia mengatakan selain trayek dan penertiban mobil plat hitam, terminal-terminal yang ada dipusatkan Kota Lubuklinggau juga nantinya akan ditertibkan. Penertiban dilakukan supaya kedepan tidak ada lagi terminal yang berada dipusat Kota Lubuklinggau. Tentunya penertiban akan dilakukan apabila seluruh terminal sudah berfungsi semua.

Perlu diketahui saat ini untuk terminal pengembangannya baru kea rah Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Kelurahan Petangan Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Sementara untuk di Kecamatan Lubuklinggau Selatan I belum. Nah untuk pengembangan terminal Selatan masih akan melihat situasi dan kondisi.

Bila seluruhnya sudah berfungsi maka bukan Cuma terminal yang ditertibkan, termasuk mobil travel juga akan ditertibkan supaya tidak masuk Kota Lubuklinggau, cukup berhenti diterminal-terminal yang sudah disiapkan Pemkot Lubuklinggau. “ Termasuk travel kalau terminal sudah berfungsi semua akan ditertibkan,”pungkasnya. (ME-07)

Kamis, Ketua, Wakil Ketua DPRD Mura Defenitip Dilantik?

MUSI RAWAS-Keinginan Srie Hernalina Nita Utama dilantik menjadi ketua DPRD Musi Rawas (Mura) periode 2009-2014 bersama Wakil Ketua I, Herman Mawiek dan Wakil Ketua II, Suhari bakal segera terwujud. Terbukti Surat Keputusan (SK) pelantikan sudah ditandatangani Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin. Bahkan SK pelantikan unsure pimpinan dewan tersebut saat ini sudah diterima Wakil Ketua I dan II DPRD Mura.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, ketika dimintai komentar Musirawas Ekspres, Selasa (29/12) usai peletakan batu pertama pembangunan 1000 rumah untuk PNS di Kelurahan Durian Rampak Kecamatan Lubuklinggau Utara I mengakui bahwa ia sudah menandatangani SK pelantikan unsure pimpinan DPRD Mura.

“ Benar SK pelantikan Ketua dan Wakil ketua I dan II DPRD Mura yang diajukan Bupati Mura sudah ditandatanganinya,”tegasnya.

Untuk ketua didalam SK tersebut yakni Srie Hernalina Nita Utama dan Wakil Ketua I, Herman Mawiek serta Wakil Ketua II, Suhari. Bahkan, SK tersebut kemungkinan sudah sampai ke secretariat dewan. “ Mungkin saja SK tersebut saat ini sudah berada di DPRD Mura,”jelasnya.

Terpisah Wakil ketua I, Herman Mawiek didampingi Wakil Ketua II, Suhari, ketika dibincangi Musirawas Ekspres, diruang komisi II, mengakui bahwa mereka sudah menerima SK pelantikan yang ditandatangani Gubenur Sumsel H Alex Noerdin.

SK tersebut kata mereka berdua, No. 812/KPTS/II/2009 tentang peresmian pengangkatan pimpinan DPRD Mura periode 2009-2014. “ SK tersebut satu paket, diterima Senin (28/12) lalu. Isinya memuat Srie Hernalina Nita Utama, Herman Mawiek dan Suhari,”ungkapnya.

Lebih jauh mereka menambahkan bahwa setelah menerima SK pelantikan, kemarin (29/12) unsure pimpinan akan menggelar rapat pimpinan. “ Benar kemarin akan diadakan rapat pimpinan,”terangnya.

Setelah diadakan rapat pimpinan, hari ini, Rabu (30/12) rencananya Badan Musyawarah (Banmus) akan menggelar rapat dengan agenda penjadwalan pelantikan. “ Hari ini Banmus melaksanakan rapat penjadwalan pelantikan,”paparnya.
Bila tidak ada kendala dan disepakati Banmus, pelantikan sendiri kemungkinan akan dilaksanakan Kamis (31/12) mendatang. (ME-07)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More