EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


13 November 2009

Tabrak Lari, Pria Paruh Baya Tewas

RUPIT-Kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali terjadi. Kamis (12/11) sekitar pukul 12.30 WIB terjadi di KM 88-89 Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit. Korban tewas adalah Gani (50) warga Kampung 5 Desa Karang Waru Kecamatan Rupit.

Korban menghembuskan napas terkahirnya sekitar pukul 14.00 WIB dalam perjalanan ke RS dr Sobirin. Luka yang diderita korban tidak terlalu parah, yakni luka pada pergelangan kaki kiri. Sementara itu kendaraan yang menabrak korban diperkirakan Mitsubishi L200 Strada, hanya saja setelah kejadian langsung kabur ke arah Lubuklinggau.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, saat kejadian daerah Karang Anyar dan sekitarnya sedang hujan deras. Korban awalnya mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit melaju dari Karang Anyar menuju tempat tinggalnya di Karang Waru.

Sementara itu dari belakangnya meluncur mobil Mitsubishi L200 Strada. Diduga karena faktor cuaca, pengendara mobil tidak melihat dengan jelas ada sepeda motor dikemudikan korban di depannya. Hingga langsung menabrak korban, menyebabkan pria paru baya itu terpental, sedangkan mobil langsung tabcap gas.

Beberapa warga melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Korban mereka angkut ke RS Rupit guna menjalani pertolongan pertama. Karena kondisinya cukup parah, Gani selanjutnya dirujuk ke RS dr Sobirin, namun begitu sampai ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Setelah divisum korban dibawa pulang ke Karang Waru untuk dikamamkan.
Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon's melalui Kasat Lantas AKP Syukur Kersana didampingi Kanit Laka Bripka Kriman Yanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. "Saat kejadian kondisi jalan basah karena hujan," jelasnya.
Mengenai tersangkanya sampai dengan berita ini naik cetak masih dalam penyelidikan. "Kami masih menyelidiki kendaraan yang menabrak, semoga dalam waktu cepat diketahui indentitasnya," pungkasnya. (ME-01)

Mobil Sekretaris Disperindagsar Tabrakan


LUBUKLINGGAU-Tabrakan antara mobil dinas Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Diperindagsar) Musi Rawas H Alfirmansyah, Toyota Kijang Nopol BG 28 G dengan angkot Nopol BG 2394 G memacetkan lalu lintas di atas Jembatan Kelingi Jalan A Yani Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Kejadiannya Kamis (12/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tidak ada korban luka-luka dalam kecelakaan tersebut, melainkan hanya dua orang siswi yang shock akibat kecelakaan itu. Kedua siswi itu adalah penumpang angkot dengan tujuan Tanjung Raya. Begitu juga dengan mobil dinas tidak ada korban luka-luka.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, awalnya angkot membawa tiga orang penumpang meluncur di Jalan A Yani menuju Tanjung Raya. Ketika melintas turunan sebelum jembatan diperkirakan sopir memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. “Memang sopirnya ngebut,” jelas Ayu salah satu penumpang angkot ketika ditemui di RS dr Sobirin.

Karena itulah dipekirakan sopir tidak bisa mengedalikan laju mobil, hingga melintir ke sisi kiri jembatan. Setelah menghantam dinding jembatan mobil kembali ke arah tengah, hanya saja bersamaan itu muncuk mobil dinas Sekretaris Disperindagsar Musi Rawas.

Tabrakan tidak bisa terelakkan, bagian depan sisi kiri mobil dinas beradu dengan sisi kanan depan angkot. Tak ayal tabrakan di tengah jembatan ini memacetkan lalu lintas bahkan polisi sempat kesulitan mengatur lalu lintas.

Setelah berhasil menepikan kedua mobil, barulah kondisi lalu lintas mulai lancar. Kedua mobil tersebut, selanjutnya diamankan Satlantas Porles Lubuklinggau ke Mapolres. (ME-01)

12 November 2009

Polres Usut Putusnya Jembatan Gantung Batu Urip

*Dugaan Pemkot Linggau Lalai 

LUBUKLINGGAU-Satreskrim Polres Lubuklinggau dalam waktu dekat akan memulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait putusnya jembatan gantung Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap, Rabu (11/11).

Pemeriksaan tersebut dikatakannya berkaitan dengan laporan Front Perlawanan Rakyat (FPR) ke Polres Lubuklinggau Senin (9/11). 

“Laporan dari FPR akan kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Jonson.

Apalagi ditambahkan Kasat Reskrim, menurut laporan dari FPR masyarakat sebelumnya sudah meminta kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU). Makanya masalah itulah yang terlebih dahulu akan ditelusuri. “Akan ditelusuri, apakah memang sudah ada permintaan atau belum. Kalau memang sudah, sampai mana pengajuan dari masyarakat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Jika nantinya semua saksi-saksi sudah diperiksa, ditambahkan Kasat Reskrim akan diketahui apakah kasus ini dikarenakan oleh kelalaian pemerintah atau tidak. Sebagaimana dilaporkan FPR, bahwa ada dugaan kelalaian dari pemerintah, hingga jembatan tersebut putus.

Diketahui sebelumnya FPR melalui Ketua Harian Edwar Antoni melaporkan kasus ini ke Polres Lubuklinggau. Dalam laporannya Edo-begitu Edwar Antoni dipanggil-, menjelaskan jembatan gantung Batu Urip sebagai fasilitas public. Makanya sudah kewajiban pemerintah untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam hal ini Dinas PU.

Sehingga menurut FPR kasus putusnya tali sling jembatan gantung tersebut serta fakta dan keterangan bahwa tali pengikat jembatan gantung sudah aus. Tali pengikat jembatan yang terbuat dari anyaman logam tersebut sudah terlihat ada yang putus dan berkarat dapat diantisipasi segera.

“Hal ini lah yang merupakan akar permasalahan dari putusnya Jembatan tersebut, padahal rakyat telah mengadukan kerusakanya. Dan jelas-jelas ini adalah kelalaian yang mesti dipertanggung Jawabkan secara hukum,” jelas Edo waktu itu.

Ditambahkannya Edo, karena itulah pihaknya menduga telah terjadi sebuah indikasi kelalaian yang melanggar Undang-undang dan perlu diusut untuk memenuhi rasa keadilan dan penegakkan hukum di negeri ini, dimana kelalaian tersebut menyebabkan jatuhnya korban.
“Kami menuntut pertanggung jawaban hukum Kepala Dinas PU, dan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum dengan harapan terpenuhinya rasa keadilan kepada rakyat,” punkas Edo. (ME-01)

Bupati Minta PLN Percepat Akselerasi Pembangkit Listrik

*Atasi Krisis Listrik Sumsel

MUSI RAWAS- Hari ini (12/11) Bupati Musi Rawas (Mura), H Ridwan Mukti akan menemui General Manager (GM) PT PLN (Persero) WS2JB (Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu), Amir Rosidin di Palembang. Langkah ini dilakukan Bupati untuk meminta PLN mempercepat akselerasi pebangunan pembangkit listrik di Kabupaten Mura. 

Menurut Bupati didampingi Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan permintaan agar PLN merespon percepatan akselerasi pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Mura tidak lain sebagai upaya untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Selatan bahkan Indonesia.

“Sebab Pemkab Mura sendiri sudah menyusun langkah untuk ikut membantu mengatasi krisis listrik Sumatera Selatan yakni dengan merencanakan pembangunan beberapa pembangkit listrik memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Mura khususnya gas,” tegas Bupati.

Namun upaya tersebut sedikit terganjal dimana belum mendapatkan rekomendasi atau persetujuan dari PLN sehingga rencana tersebut belum bisa dilaksanakan secepatnya. Makanya Bupati menemui GM PT PLN (Persero) WS2JB untuk membicarakan hal ini.

Sementara ditambahkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, H Zainal Arifin melalui Kabid Migas, Hendriansyah pertemuan Bupati dengan pihak PLN di Palembang khususnya untuk membahas percepatan rencana pembangunan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin gas) di Kecamatan Jayaloka.

“Intinya Bupati akan berkoordinasi dengan GM PT PLN (Persero) WS2JB di Palembang untuk meminta percepatan pembangunan PLTMG di Jayaloka sebagai upaya untuk membantu mengatasi krisis listrik di Sumsel,” jelas Hendriansyah.

Sebab untuk PLTMG 4 x 4 MW di Jayaloka yang akan memanfaatkan gas produksi PT Medco sudah benar-benar siap. Terkhusus mengenai pasokan gas sebagai bahan utama pembangkit PLTMG itu nantinya.

“Kontrak pasokan gas dari PT Medco untuk PLTMG 4 x 4 MW di Jayaloka sudah ditandatangani dalam hal ini antara Medco dengan PD Mura Energi. Makanya untuk pasokan tidak ada masalah sehingga secepatnya diharapkan pembangunan pembangkit listrik ini bisa dilakukan. Untuk itulah Pemkab Mura sangat membutuhkan dukungan dari PLN khususnya untuk mempercepat pembangunan PLTMG tersebut,” pungkasnya. (ME-02)

Dispora Gelar LKS Angkatan VII

MUSI RAWAS-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerjasama dengan PB IKA LKS (Pengurus Bersama Ikatan Alumni Latihan Kepemimpinan Siswa) Musi Rawas menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) angkatan VII.

Kegiatan dilangsungkan di hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau selama empat hari, Kamis-Minggu (12 -15/11 ) diikuti perwakilan siswa SMA, SMK dan MA negeri, swasta di Musi Rawas.  

Ketua pelaksana Yudi Fratama didampingi Pembina Simbolon Hassa dan PPTK Habibullah mengatakan sebagai kader penerus bangsa, pemuda harus memiliki kemampuan fisik, ilmu pengetahuan, iman dan taqwa serta mempunyai semangat jiwa tinggi. Pemuda harus mampu menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia, untuk itu generasi muda harus mampu membina diri sendiri selain mendapatkan pembinaan dan pelatihan.

“Maka dari itu proses pembinaan, pendidikan serta pengembangan generasi muda tidak hanya tanggung jawab orang tua, ini merupakan tanggung jawab pemerintah serta setiap unsur masyarakat dan kegiatan ini harus terus dilakukan guna membantu program pemerintah di bidang pengembangan generasi muda serta pembentukan karakter dan jiwa pemuda itu sendiri,” kata Yudi Fratama.

Sekarang ini, kondisi pemuda semakin terpuruk akibat derasnya peredaran narkoba, pergaulan bebas serta ketidakmampuan anak bangsa mendapatkan pendidikan karena tidak mampu untuk membayar sekolah.

Untuk itu, lanjutnya, kegiatan ini mengambil tema melalui latihan kepemimpinan siswa (LKS) angkatan VII se-kabupaten Musi Rawas kita ciptakan kader-kader calon pemimpinan masa depan yang kritis, modern, bermoral dan religius serta memiliki intelektual tinggi.

Dalam kegiatan ini berdasarkan pancasila sila ke-3, Undang-undang sara 1945 keputuan presiden nomor 3 tahun 1997 tentang badan koordinasi generasi muda serta kerangka dasar latihan kepemimpinan siswa dan keterampilan siswa, keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 04061/VII/1984, keputusan DIRJEn DIKDASMEN no.010/C/kep?1982 18 juli 1982 tentang latihan kepemimpinan siswa dan pembinaan siswa, serta program kerja jangka panjang PB IKA LKS kabupaten Musi Rawas.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatan jiwa kepemimpinan didalam menggerakkan dan mimpin siswa itu sendiri, memperkokoh persatuan dan kesatuan generasi muda, dapat terciptanya persepdi positif, meningkatkan apresiasi, motivasi dan kreatifitas siswa serta membantu program pemerintah dalam pengembangan generasi muda.

Lanjut Yudi dalam kegiatan ini aka diisikan Bupati Musi Rawas, dari Dinas Pendidikan Musi Rawas, Dinas Pemuda dan olaraga, Dinas Kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat, dinas Pariwisata, KNPI, tokoh masyarakat dan pemuda Musi Rawas serta dari PB IKA LKS Provinsi sumsel dan PB IKA LKS Mura.

Pelatihan kepemimpinan itu resmi dibuka bupati Musi Rawas Ridwan mukti. Uniknya, kehadiran Bupati Musi Rawas bukan sekadar membuka materi kepemimpinan itu, namun langsung memberikan materi yakni peran serta pemuda guna mensukseskan pembangunan Musi Rawas sebagai kabupaten Agropolitan center serta pembentukan pemuda yang religius demi mewujudkan Musi Rawas Darussalam. 

“Kesuksesan masa depan sangat ditentukan oleh prinsip dan perilaku masa muda. Ketika kita mampu memanajemen waktu muda dalam mengukir berbagai prestasi, lebih kreatif dan inovatif, maka akan berdampak pada keberhasilan di masa mendatang,”pungkasnya. (ME-04)

Santri Ponpes Mendapat Kesempatan Kuliah Gratis


LUBUKLINGGAU- Tahun ajaran 2010/2011, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali akan memberikan kesempatan kuliah gratis bagi 21 santri Pondok Pesantren (Ponpes) se Sumsel.

21 santri berprestasi lulusan Pondok pesantren tersebut akan mendapat program beasiswa dari pemerintah berupa kesempatan kuliah gratis di perguruan tinggi khusus kemitraan di Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kasi Pembina SMK dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Aridi Akuan melalui Staf Diknas Lubuklinggau Junaidi mengatakan untuk tahun pertama (2009/2010) telah mempunyai 21 mahasasiswa di fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, dengan rincian program Study pendidikan Dokter sebanyak enam orang, kesehatan masyarakat enam orang, ilmu keperawatan dua orang dan studi farmasi Tujuh orang.,

Lanjut Junaidi, khusus lulusan Ponpes sederajat SLTA di Sumsel, untuk biaya hidup dan biaya pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah Sumsel. ”Selama mereka menjalani pendidikan, seluruh biaya hidup dan biaya pendidikan tanggung jawab pemerintah Sumsel kita harapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan santri sebaik mungkin,”pungkasnya. (ME-04)

Jaringan Listrik Dicuri, Negara Rugi Rp 1,3 Milyar

MUSI RAWAS-Jaringan listrik yang dibangun Pemkab Musi Rawas, dalam dua tahun belakangan hilang dicuri orang tidak dikenal. Jaringan yang dicuri kawanan tersebut hingga akhir Juni 2009 tercatat sepanjang 325 ribu meter atau senilai Rp 1,368 Milliar.

“Jaringan yang hilang baik berupa kabel atau konduktor sehingga menyebabkan negara dirugikan Rp 1.368.550.000. Aksi pencurian jaringan listrik yang dibangun pemerintah tersebut terjadi dalam dua tahun belakangan,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distemben) Kabupaten Mura, Zainal Ariffin.

Dikatakannya, jaringan listrik yang hilang tersebut terdapat di 11 kecamatan dalam daerah itu antara lain, di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti sebanyak 35 gawang (50-80 meter) jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dengan nilai Rp 86,625 juta.

Kemudian di Desa SP-9 Bangun Jaya dan Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu, jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 3 KM dengan total kerugian Rp 148,5 juta. Selanjutnya di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu sepanjang 50 meter dengan jenis konduktor LVTC 3x35+25 Sqmm, dengan kerugian Rp 1,750 juta. 

Sedangkan di Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 500 meter dengan kerugian sebesar Rp 24,750 juta. Kemudian di Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, sepanjang 400 meter dengan jenis konduktor AAAC 70 Sqmm kerugian sebanyak Rp6,6 juta. Di Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya sepanjang 2 KM jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dengan total kerugian mencapai Rp 99 juta. Kemudian di Desa Pagar Ayu dan Desa Campur Sari, Kecamatan Megang Sakti, jenis barang yang hilang satu kotak boks panel dan konduktor AAAC 70 Sqmm sepanjang 4,6 KM dengan jumlah kerugian Rp 79,5 juta.

Sedangkan di Kecamatan STL Ulu Terawas merupakan lokasi paling banyak kehilangan jaringan listrik yang menghubungkan dengan Kecamatan Karang Jaya, dan melewati tujuh desa masing-masing Desa Sukakarya, Bandung Raya, Pangkalan, Bukit Ulu, Sukaraja, Suka Menang dan Desa Terusan, dengan total jaringan yang hilang sepanjang 17,5 KM jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dan tiang beton 11 hilang dan 200 tiang lainnya patah dengan total kerugian Rp 866,250 juta. Terakhir di Desa Karya Mukti, Kecamatan Muara Kelingi, dengan jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 2.850 meter dengan total kerugian mencapai Rp 47,025 juta.

Dikatakannya, akibat aksi pencurian jaringan listrik tersebut dapat memengaruhi program yang disusun oleh Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), yang menargetkan pada tahun 2010 nanti seluruh desa yang ada didaerah itu sudah dapat dialiri listrik. Dimana sejak tahun 2007-2009 pihak terkait telah membangun jaringan listrik di 110 desa, termasuk di desa yang dicuri.

“Program Musi Rawas 2010 terang benderang dapat terhambat, karena jaringan yang dibangun pemerintah itu membutuhkan dana yang sangat besar. Namun sementara waktu belum menyala jaringannya sudah dicuri, jadi ini besar kemungkinan akan menjadi penghambatnya,” jelas Zainal, seraya menambahkan kasus pencurian jaringan listrik tersebut, sudah dilaporkan ke Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti. (ME-06)

Peluang 68 Honorer Lolos CPNSD Makin Terbuka

MUSI RAWAS-Penantian 68 honorer Pemkab Mura yang terkatung-katung karena belum bisa dilantik menjadi CPNSD formasi 2008 dan 2009 padahal sudah diumumkan lolos bakal happy ending. Pasalnya peluang bagi honorer tersebut lolos untuk bisa diangkat menjadi CPNSD Mura makin terbuka.

Seperti halnya disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mura, Hj Rita Mardiah dikonfirmasi Musirawas Ekspres. Menurut Rita dari hasil audit yang dilakukan BPK dan BPKP Pusat di BKN (Badan Kepegawaian Negara) Kantor Regional VII Palembang, masih ada peluang honorer tersebut diangkat menjadi CPNSD.

“Pokoknya kita akan memperjuangkannya semakimal mungkin. Hasil dari audit BPK dan BPKP di BKN Kantor Regional VII Palembang peluang 68 honorer Pemkab Mura bisa mendapatkan NIP dan diangkat menjadi CPNSD cukup terbuka. Makanya kami juga sangat bersemangat memperjuangkannya,” kata Rita.

Dan selanjutnya perjuangan BPKP Mura tinggal satu tahapan lagi yakni di BKN. “Setelah audit selesai selanjutnya semua berkas dibawa ke BKN tepatnya ke Bagian Pengendalian NIP. Nah di sini kepastianya akan diketahui, apakah memang 68 honorer Pemkab Mura ini bisa lolos dan mendapatkan NIP untuk bisa diangkat menjadi CPNSD atau tidak. Namun gambarannya peluang sangat terbuka sehingga kita berdoa dan tentunya berusaha untuk berjuang habis-habisan di BKN agar mereka semuanya lolos,” kata Rita yang kemarin sudah berada di Jakarta. 

Sebagai informasi tambahan ada sekitar 68 honorer yakni 24 honorer yang telah diumumkan pada pengangkatan CPNSD formasi 2008 dan 44 honorer untuk formasi 2009 belum bisa diantik karena terganjal dalam proses penerbitan NIP oleh BKN. Makanya ada upaya audit oleh BPK dan BPKP serta BKB Bagian Pengendalian NIP. (ME-02)

Lima Kelurahan Belum Lunas PBB

* DPPKA Dipangil Walikota

LUBUKLINGGAU- Mengejutkan. Walaupun masa jatuh tempo pembayaran pajak sudah, ada lima kelurahan dalam wilayah Kota Lubuklinggau belum melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kelima kelurahan yang belum melunasi PBB tersebut yakni Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kelurahan Permiri Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kelurahan Taba Baru Kecamatan Lubuklinggau Utara I terakhir Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Dampak lima kelurahan tak melunasi PBB, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) dipanggil Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi. 

Benarkah? Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau, Akisropi Ayub, ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres, Rabu (11/11) membenarkan bahwa Kepala DPPKA, Syamsuar Bakrie dipanggil oleh Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi.  

Pemanggilan yang dilangsungkan dengan rapat di op room Dayang Torek itu dilakukan karena DPPKA dianggap bertanggungjawab memberi jawaban mengapa kelima kelurahan belum melunasi PBB serta masalah pajak yang sudah jatuh tempo.

Tapi setelah diadakan rapat, pihak DPPKA berjanji bahwa kelima kelurahan yang belum melunasi PBB tersebut, dalam waktu dekat akan melunasi. 

“ DPPKA yang bertanggung jawab mengenai hal ini mengatakan kelima kelurahan tersebut akan segera melunasi PBB,”terangnya.

Karena jika tidak segera dilunasi maka akan dikenakan denda kepada wajib pajak sebesar 2% sesuai undang-Undang Perpajakan. “ PBB ini merupakan salah satu indikator keberhsilan kinerja Lurah dan Camat,”tegasnya. (CW_01)

Dua PNS Pemkot Ditegur Pol PP

LUBUKLINGGAU-Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terjaring razia yang dilakukan Pol PP Kota Lubuklinggau. Kedua PNS berseragam dinas ini terjaring razia saat sedang keluar dari swalayan saat-saat jam kerja. Kendati terkena razia keduanya hanya diberi teguran. Kepala Kantor Pol PP Kota Lubuklinggau, Alha Warizmi ketika di komfirmasi Musirawas Ekpres Rabu (11/11) membenarkan bahwa anggotanya baru saja memberi peringatan kepada dua PNS yang berbelanja pada jam kerja. 

Diakuinya untuk razia PNS yang keluyuran pada saat jam dinas belum diberlakukan dengan tegas. Karena saat ini untuk melakukan penertiban masih disosialisasikan kepada PNS. 

" Penertiban PNS masih disosialisasi kepada PNS untuk tidak keluyuran pada jam kerja. Karena hal itu akan menganggu konsentrasi kerja sehingga akan menurunkan kinerja.

Dari instansi mana? Alha mengatakan ia tidak bisa memberitahu dari instansi mana kedua PNS tadi. Tapi ia mengatakan bahwa penertiban PNS yang keluyuran pada saat jam kerja akan terus dilakukan. Apabila ditemukan akan dicatat dan akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku. (CW-01)

Tak Masalah Wakil Ketua Dilantik

* Unsur Pimpinan Kolektif 

MUSI RAWAS- Pernyataan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Amsulian bahwa bukan hal yang keliru kalau wakil ketua DPRD Mura dilantik duluan, langsung mendapat respon dari kalangan anggota DPRD Musi Rawas (Mura) yakni calon Wakil ketua DPRD defenitip Suhari dan Ketua Fraksi Bhineka Tunggal Ika, Abastari Ibrahim. 

Baik Suhari maupun Abastari Ibrahim pada dasarnya tidak mempermasalahkan ketua bersama-sama dengan wakil dilantik atau Wakil ketua yang dilantik duluan. Yang terpenting keduanya menginginkan supaya lembaga DPRD Mura tidak dipolitisasi untuk kepentingan-kepentingan kelompok-kelompok tertentu. 

Suhari, kepada Musirawas Ekspres, Rabu (11/11) dihalaman kantor DPRD Mura mengatakan secara pribadi maupun atas nama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak ada masalah kalau wakil ketua duluan dilantik. Karena tugas daripada wakil ketua DPRD Mura dalam kategori pimpinan satu paket. “ Kalau tidak ada ketua wakilpun bisa menjalankan tugas pimpinan,”tegasnya.

Artinya walaupun yang dilantik wakil ketua, wakil ketua akan tetap bisa menjalankan roda pimpinan DPRD Mura. “ Walau tak ada masalah, kami tetap tidak inginkan akhirnya ada gesekan antar fraksi di DPRD, sehingga kami diobok-obok,”tegasnya. 

Ia menambahkan mengenai pernyataan dari Amzulian tergantung cara pandang masing-masing. Kalau kembali ke UU No 27 tahun 2009, yang berhak untuk merekomendasikan calon ketua DPRD adalah partai yang memenangkan pemilu, itu yang harus dipahami.

“Sehingga siapapun yang ditunjuk oleh partai itulah kewenangan partai. Masalah senang atau tidak, itu kalau masyarakat mau menuntut. Menuntutnya ke partai bukan ke DPRD, karena tidak nyambung kalau ke DPRD,”terangnya. 

Apalagi DPRD sekedar memenuhi tuntutan Undang-Undang dan melegalkan dalam rapat paripurna penetapan maupun pelantikan. Kalau masalah kebijakan ketua defenitip yang merubah di partai bersangkutan.

Kalaupun sudah ditetapkan ada reaksi masyarakat. Yang dipertanyakan masyarakat itu siapa, bisa jadi ini adalah rekayasa oknum yang tidak puas. Sehingga ada semacam pressure (Tekanan) yang pada akhirnya terjadi opini seolah-olah timbul permasalahan dalam masalah ini. Yang jelas kalau kami melihat secara procedural pengajuan sudah sah, dari DPP sudah memberi SK, DPC sekedar mengantarkan saja. " Saya pikir sudah tidak ada masalah di DPRD ini,"tegasnya. 

Kalaupun wakil dilantik kata Suhari dikhawatir akan memancing konflik internal DPRD, yang pada akhirnya PDI-Perjuangan menentang. Dari pertentangan itu, timbul prasangka, yang berdampak saling tidak percaya. “Akhirnya menimbulkan kondisi yang tidak kondusif di DPRD, kami tidak ingin permasalahan ini dicampur oleh pihak-pihak luar. Yang akhirnya memecah kesatuan daripada DPRD, makanya kawan-kawan fraksi mengambil sikap. Kalau sudah tidak ada masalah dari sisi hukum ya sudah,”pintanya.

Bila sudah dilantik dilihat kinerja, kalau tidak bagus harus dievaluasi. “Kita kasih kesempatan daripada ada konflik berkepanjangan, hingga mengganggu kinerja DPRD Mura,”tegasnya. 

Terpisah ketua fraksi Bhineka Tunggal Ika, Abastari Ibrahim mengatakan kami melaksanakan mekanisme sesuai dengan kesepakatan. Secara administrasi tidak ada masalah. “ Jadi kami tidak mau lembaga ini di korbankan dengan penundaan-penundaan, tidak jelas,”tegasnya.

Harus diketahui katanya bahwa Soni Rahmad Widodo sangat didukung seluruh akar rumput. Tetapi Undang-Undang menghendaki lain. “ Aspirasi rakyat sudah disampaikan, tetapi DPP PDI-Perjuangan tidak bergeming,”tegasnya.

Jadi kami tidak mau ada penundaan lagi sebab ada agenda besar, agenda APBD yang harus dibahas secara intensip. Apalagi dewan baru, tentunya akan memperjuangkan aspirasi konstituen. Saat ini limit waktu pembahasan 31 Desember, kalau tidak dibahas maka DAU akan kena pinalti atau dipangkas. 

Sekarang ini katanya seolah-olah dikondisikan supaya bola mati di DPRD, padahal bukan kami, itu mekanismenya partai. Kami harus cepat bersikap untuk kepentingan yang lebih besar. Kami sekarang menunggu, DPP PDI-Perjuangan, sampai kapanpun tidak akan bergeming.

Masalah penudaan pelantikan ketua, Abastari menegaskan kalaupun masalah ketua ditunda pelantikannya, sampai kapan kita akan menunda pelantikan ketua defenitip. Karena berbagai upaya sudah dilakukan baik melalui pressure secara lembaga melalui fraksi mendukung Soni Rahmat Widodo, maupun adanya gerakan rakyat. Ternyata mereka maksdunya DPP PDI-Perjuangan tetap tidak bergeming. 

Menyingung isi UU No 32 tahun 2004 tentang Pemda, harus ada harmonisasi eksekutif dan legislative dalam menyelenggarakan pemerintahan, ia mengatakan tidak musti diatur. “Itulah kami ini merasa di zolimi, ketua yang diajukan tidak merupakan aspirasi dewan secara keseluruhan, inilah merasa dizolimi. Hak memilih tidak ada. Mustinya idealnya PDI-Perjuangan mengajukan dua calon, menurut kami idealnya mano, tapi UU seperti itu dan DPP tidak bergeming,”paparnya.

Kalau kita menunggu-menunggu terus, kalau menunggu tiga bulan lagi, apa jadinya lembaga ini. Terus terang kami tidak mau lembaga ini diperalat dan dipolitisir oleh kepentingan tertemtu, apalagi untuk kepentingan pilkada. “Kami sudah terbaca ada sinyal seperti itu. Sinyal moment pemilihan ketua DPRD dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan pilkada, kami tidak mau,”tegasnya. 

Nanti setelah ketua defenitip melaksanakan kerjanya dievaluasi, kalau Srie Hernalini Nita Utama tidak mampu banyak mekanisme untuk menurunkannya, bisa melalui mosi tidak percaya, PAW dari partai. Apalagi PDI-P partai rakyat, pasti sensitip terhadap aspirasi dari rakyat. “Kita harapkan PDI-P sensitip, dengarlah apa aspirasi wong cilik,”pintanya.

Sementara itu ketua fraksi PDI-Perjuangan, Azandri dimintai komentarnya No coment. “ No coment saya belum bisa berkomentar,”ujarnya.

Sebab masalah wakil ketua duluan dilantik akan membaca undang-undang dahulu. “Kami tidak dipojokan itu dinamika demokrasi. komentar intrik orang masuk, PDI-P gerbangnya demokrasi, orang mau bicara apa silahkan. Kami tetap sesuai dengan aturan dan mekanisme,”jelasnya. 

Sedangkan Srie Hernalini Nita Utami, calon ketua DPRD defenitip mengatakan permasalahan ini seluruhnya diserahkan ke partai. “ Saya pasrahkan ke partai,”ujarnya singkat. (ME-07)

Ketua-Wakil Ketua DPRD Linggau Resmi Dilantik


LUBUKLINGGAU-Rabu (11/11) Ketua, wakil ketua I dan II DPRD Kota Lubuklinggau periode 2009-2014 resmi dilantik ketua Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Pelantikan unsure pimpinan ini dilaksanakan melalui rapat paripurna istimewa. 

Acara tersebut dihadiri langsung Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi, Wakil Walikota SN Prana Putra Sohe, seluruh anggota DPRD, para pejabat eselon serta tamu undangan lainnya.

Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi membacakan amanat tertulis Gubernur Sumsel mengatakan dengan telah diambil sumpah jabatan unsur pimpinan DPRD, merupakan bentuk kepercayaan sekaligus memberikan amanat. Dengan dengan harapan membangun Kota Lubuklinggau kedepan lebih baik.

Sebagimana diketahui pelantikan tersebut sesuai dengan keputusan Gubernur Sumsel No. 731/KPTS/II/2009 tanggal 29 Oktober 2009 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Lubuklinggau periode 2009-2014.

Sesuai SK tersebut, pimpinan dewan yang dilantik adalah Hasbi Asadiki dari Fraksi Partai Golkar sebagai ketua, Merismon dari Fraksi PKS sebagai wakil ketua dan Effendi dari Fraksi PAN sebagai wakil ketua.

Didalam pasal 354 ayat 1 huruf (b) UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD disebutkan untuk DPRD kabupaten/kota yang beranggotakan 20 orang sampai 44 orang dipimpin satu orang ketua dan dua orang wakil ketua. (ME-07)

Budidaya Itik Makin Dikembangkan

MUSI RAWAS–Guna meningkatkan produksi daging dan telur di Kabupaten Musi Rawas sehingga dapat mendukung sebagai daerah swasembada daging dan telur, Pemerintah Daerah Kabupaten Mura melalui Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) makin mengembangkan budidaya itik. Ini dilakukan melihat potensi pakan, kondisi alam yang banyak rawa-rawa dan daya dukung lainnya.

”Kami telah melakukan studi ke berbagai daerah di Pulau Jawa, hasilnya peternakan ini memiliki prospek yang cukup besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendukung Mura sebagai Lumbung daging dan telur,” ujar Kepala Disnakan Kabupaten Mura, Heriyanto melalui Kepala Bidang Peternakan, Suprayitno kepada koran ini.

Program pengembangan budidaya itik ini, diakui Suprayitno beberapa tahun lalu telah dilaksanakan, namun kurang berhasil karena diserahkan langsung ke perorangan bukan kelompok masyarakat. Belajar dari hal tersebut, Disnakan tahun depan (2010) akan memberdayakan lembaga adat dan kelompok masyarakat yang ada di desa, sehingga perkembangan program ini dan hasil dari budidaya tersebut dapat terkontrol.

Selain itu, dari hasil survey, masyarakat dan pedagang lebih cenderung mengkonsumsi telur itik dibandingkan ayam. Karena selain memiliki kandungan yang cukup besar bagi perkembangan tubuh juga didasari dengan kurangnya pasokan telur jenis unggas ini di pasaran.

“Selain dijual mentah, telur itik ini juga baik dibuat menjadi kerajinan rumah tangga seperti telur asin dan harganya pun cukup signifikan. Namun saat ini telur asin saja sudah sangat jarang dan kurang di pasaran, namun kekurangan tersebut karena telur-telur tersebut digunakan sebagai bahan pembuat kue atau roti, yang belakangan ini, usaha di bidang tersebut sangat banyak ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (ME-06)

Menyesal, Jusneti Minta Hukuman Ringan




*Kopli dan Herman Batal Divonis 

LUBUKLINGGAU-Sidang kasus pembunuhan terhadap Indah Mayasari alias Sari (21) warga Gg Selamet RT 3 Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. Terdakwa Jusneti alias Jus (31), Rabu (11/11) mengajukan pledoi (pembelaan) terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriansyah.

Dalam pembelaan Jus yang dibacakan kuasa hukumnya Taufan Rasyid, menyatakan ia tidak pernah memberikan uang kepada Kopli sebagai upah melakukan pembunuhan terhadap Sari. Selain itu Jus juga menyatakan ia menyesal sehingga bisa terjadi kasus pembunuhan tersebut.

Karena itu juga ia meminta majelis hakim yang diketuai A Syamuar dengan panitera pengganti Harmen memberikan hukuman seringan-ringannya, apalagi terdakwa memiliki anak-anak yang masih kecil dan butuh bimbingan dan kasih sayang orang tua.

Sementara itu sidang terhadap Herman alias Her (30) warga Jalan Kayu Agung Kelurahan Jogoboyo, Lubuklinggau Utara II dan Kopli (50) warga Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II, juga terdakwa dalam kasus pembunuhan Sari, sudah memasuki tahap vonis. 

Tapi karena majelis hakim tidak lengkap vonis tidak jadi dibacakan. Salah satu majelis hakim dalam sidang kedua terdakwa yakni RA Asri Ningrum kebetulan sedang keluar kota, hingga tidak bisa mengikuti sidang. Sidang vonis keduanya akan dilaksanakan bersamaan dengan sidang vonis terhadap Jus, Rabu (18/11).

Sebelumnya Jusneti warga Kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II bersama terdakwa Herman alias Her (30) warga Jalan Kayu Agung Kelurahan Jogoboyo, Lubuklinggau Utara II dituntut JPU 18 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Kopli (50) juga warga Kelurahan Batu Urip dituntut 17 tahun penjara.

Ketiganya dituntut seberat itu karena dianggap bersalah dan menyakinkan melanggar pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui ketiga orang ini adalah terdakwa kasus pembunuhan terhadap Indah Mayasari, Rabu 20 Mei 2009 sekitar pukul 22.30 WIB lalu. Awalnya Jusneti meminta Kopli membunuh istri muda suaminya (korban Sari, red), kemudian Kopli memerintah Herman dan Na (buron) melakukan eksekusi, dengan imbalan uang jutaan rupiah. (ME-01) 

Terinspirasi Buku Mesum

*Pengakuan ABG Cabul

MUSI RAWAS-Tersangka kasus pencabulan, DH (15) warga Desa Air Lesing Kecamatan Muara Beliti, mengaku melakukan pencabulan karena terinpirasi dari bacaan menjurus mesum. Begitulah pengakuan tersangka saat diperiksa petugas, bahkan ia sama sekali tidak menutup-nutupi tindak pidana yang dilakukannya.

Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruli Pardede didampingi Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Mahyudin kepada Musirawas Ekspres menjelaskan tersangka mengakui perbuatannya. “Dia sudah diperiksa petugas Polsek Muara Beliti setelah penangkapan, dan sudah mengakui perbuatannya,” jelasnya.

Ditambahkannya tersangka berada di Polres Musi Rawas sejak Selasa (10/11) setelah dilimpahkan dari Polsek Muara Beliti. Dilimpahkannya ke Polres, karena baik korban maupun tersangka adalah anak-anak, sehingga harus ditangani Unit PPA.

Sebelumnya diinformasikan pencabulan ini terjadi Sabtu (7/11) sekitar pukul 07.00 WIB di rumah tersangka. Awalnya korban Anggrek (19 bulan) diajak ibunya ke rumah tersangka, karena ibunya bekerja sebagai buruh cuci di kediaman tersangka.

Ketika ibu korban sedang sedang mencuci pakaian, korban yang awalnya bermain bersama tersangka di depan televisi, kemudian digendong oleh tersangka menuju kamar. Di dalam kamar inilah diduga tersangka mengobok-obok kemaluan korban.

Hanya saja aksi bejat DH diketahui salah seorang warga, Dahlan ketika kebetulan melintas di dekat rumah orang tua tersangka. Mendengar suara anak kecil menangis, Dahlan masuk ke dalam rumah. Ternyata saksi melihat tersangka sedang mengobok-obok kemaluan korban sehingga langsung ditegur, sontak tersangka kaget dan kabur. (ME-01) 

11 November 2009

Rm, Is dan Dr Susul Rahma Sebagai Tersangka

*Kasus Dugaan Korupsi Pilgub di KPU Mura

LUBUKLINGGAU-Lama seakan meredup, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau sudah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan di KPU Mura. Tepatnya tiga orang berinisial R,I dan D menyusul mantan Plt Sekretaris KPU Musi Rawas (Mura), Rahma Istiati sebagai tersangka. 

Selain menetapkan tiga tersangka baru tersebut, Kejari Lubuklinggau juga sudah menerima hasil audit dari BPKP Palembang yang menyatakan adanya kerugian negara Rp 1,3 Millyar terhadap dana pemilihan Gubernur 2008 lalu. Kerugian negara mencapai Rp 1.3 M tersebut terdiri dari sembilan item. Diantarannya honor PPK, dana pengadaan logistik, distribusi logistik Pemilu dan sewa tenda serta Polis Asuransi. Demikian dijelaskan Kepala Kejari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra kepada Musirawas Ekspres kemarin (10/11).

“Benar kami telah menetapkan tiga nama baru sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ketiga nama tersangka baru tersebut berinisial Rm, Is dan Dr. Sekarang sedang menjalani pemeriksaan sejauh mana keterlibatan ketiga tersangka ini terhadap kasus ini. Mengenai kerugian negara Rp 1.3 M, sementara tersangka Rahma baru mengembalikan Rp 90 juta kepada negara,” ungkap Taufik.

Mengenai penahanan Rahma, Taufik enggan berkomentar. Padahal sebagaimana diberitakan sebelumnya Taufik pernah mengatakan masalah ditahan atau tidaknya tersangka Rahma menunggu hasil audit BPKP. Nah ketika BPKP sudah mengeluarkan hasil audit dan mengatakan adanya kerugian negara kejaksaan negeri Lubuklinggau hingga sekarang belum juga ada penegasan Rahma ditahan atau tidak.

Sekedar mengutip pernyataan Kejari “Nantilah kita lihat dulu hasil pemeriksaan dan hasil audit BPKP Palembang, untuk menahan tersangka kasus dugaan korupsi, pihak kejaksaan selalu berpatokan kepada hasil audit BPKP terkait berapa besar kerugian Negara,” ungkap Taufik sebelumnya.

 Penelusuran Musirawas Ekspres pihak kejaksaan sudah mengantongi sejumlah bukti surat yang mengarahkan dugaan bahwa tersangka melakukan korupsi dana Bangub Sumsel 2008. Oleh pihak kejaksaan mantan Plt Sekretaris KPU Mura ini ditetapkan sebagai tersangka, namun statusnya belum dipertegas apakah penahanan rumah tahanan negara, tahanan rumah, tahanan kota sesuai dengan Pasal 22 Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana. (ME-05)

Ridwan Mukti : Pembukaan Segel Hasil Tes di Depan Umum

*Bukti Komitmen Tes CPNSD Tanpa Rekayasa

MUSI RAWAS-Bupati Musi Rawas (Mura), H Ridwan Mukti terus mengkampanyekan penerimaan CPNSD formasi 2009 benar-benar dilaksanakan fair tanpa ada rekayasa seperti penafsiran negatif dari beberapa pihak. Setelah mengeluarkan instruksi bahwa tes CPNSD Mura bersih dari Pungli (pungutan liar) atau aksi pemberian uang pelicin dengan mengultimatum jajarannya terkhusus panitia penerimaan, Ridwan Mukti juga menjanjikan hasil tes akan dicek secara terbuka.

Menurut Ridwan Mukti didampingi Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan pembukaan segel hasil tes akan dilakukan di depan umum.

“Pembukaan segel hasil tes CPNSD dari Baliteks Unsri kepada Bupati akan dilakukan di depan Umum. Untuk memastikan semuanya benar-benar fair dan asli langsung akan diphotocopy di tempat pembukaan segel nantinya,” tegas Ridwan Mukti. Dengan demikian tidak ada peluang bagi siapapun untuk merubah hasil tes tersebut. Ini menunjukkan bahwa CPNSD memang benar-benar orang-orang yang lulus tes atau menang dalam kompetisi sebenarnya.

Selain itu Ridwan Mukti juga kembali mengingatkan kepada semua pihak khususnya masyarakat dan jajarannya untuk tidak membuka peluang terjadinya pelanggaran dalam penerimaan CPNSD Mura. Seperti halnya disampaikan Kabag Humas, Rudi Irawan.

“Bupati menghimbau kepada peserta dan keluarga agar tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan dapat membantu meluluskan dengan imbalan sejumlah uang. Jadi jangan mudah terhasut atau terprovokasi,” tegas Rudi.

Selain itu untuk memastikan tes CPNSD Mura benar-benar fair tanpa ada indikasi permainan kotor, Bupati juga meminta masyarakat ikut berpartisipasi. 

“Bupati menghimbau kepada segenap elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan seleksi peneriamaan CPNSD Mura. Kapada masyarakat diminta segera melapor apabila terjadi hal-hal yang menyimpang dari ketentuan dalam pelaksanaan penerimaan CPNSD tersebut. Sehingga semuanya jelas dan oknum yang telah melakukan pelanggaran bisa cepat ditindak,” pungkas Rudi. (ME-02)

Terbukti Narkoba Langsung Dicoret

* Untuk Peserta yang Dinyatakan Lulus Tes tertulis

MUSI RAWAS-Selasa 8 Desember 2009 mendatang merupakan saat yang paling dinantikan sekitar 6.000 lebih pencari kerja. Tepat tanggal tersebut mereka akan mengetahui kepastian apakah lulus menjadi CPNSD Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau atau tidak. Khusus untuk Kabupaten Mura menurut Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Mura, Hj Rita Mardiah, akan diumumkan 382 CPNSD yang dinyatakan lulus. Dengan rincian 202 tenaga guru, 106 tenaga kesehatan dan 74 tenaga teknis.

Hanya saja disampaikan Rita bagi 382 nama yang diumumkan nantinya masih harus melewati satu tahapan penting untuk memastikan apakah bisa dilantik menjadi CPNSD Mura 2009 atau tidak.

“Tepatnya bagi nama-nama yang diumumkan lulus nantinya harus mengikuti satu tahapan penting yakni tes urine untuk memastikan apakah pengguna Narkoba (narkotika dan oat-obatan terlarang) atau tidak,” tegas Rita.

Dan nantinya jika ternyata ada yang terbukti Narkoba maka yang bersangkutan akan dieliminasi.“Terbukti Narkoba langsung dicoret. Selanjutnya diproses untuk digantikan nama peserta lain sesuai dengan jurusan atau formasi berdasarkna perengkingan hasil scanning atau pemeriksaan LJK (lembar jawaban komputer),” katanya.

Ini dilakukan sebagai bentuk komitment Pemkab Mura memerangi Narkoba. Makanya untuk bisa menjadi CPNSD Mura bukan hanya harus lulus tes tapi juga bersih dari Narkoba.

“Untuk tes Narkoba ini nantinya BKPP akan bekerjasama dengan BNK (Badan Narkotika Kabupaten) Mura. Tes dilaksanakan secara maksimal sehingga semua CPNSD yang dinyataan lulus nantinya benar-benar bersih dari Narkoba,” tambahnya.

Selain itu Rita juga mengungkapkan untuk pelaksanaan tes penerimaan CPNSD Mura formasi 2009 jalur ini hanya dilaksanakan dalam satu tahap tidak empat tahap seperti halnya saran dari Pemprov Sumsel. Alasannya tidak lain dari keterbatasan dana. Namun demikian Rita mengungkapkan walau hanya dengan satu tahap, lulusan tes CPNSD Mura ini diharapkan benar-benar mumpuni memiliki SDM yang bisa diandalkan, karena prosesnya dilakukan murni.

“Jadi nantinya yang diumumkan lulus langsung diproses untuk penerbitan NIP oleh BKN. Namun demikian bagi yang dinyatakan lulus tetap harus melengkapi beberapa persyaratan tambahan, diantaranya itu tadi tes Narkoba surat keterangan kelakuan baik, surat keterangan sehat dari dokter dan beberapa kelengkapan berkas lainnya,” pungkasnya. (ME-02)

Bupati : Pemuda Indonesia Harus Ikuti Kemajuan Zaman

MUSI RAWAS- Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti menilai bahwa pemuda Indonesia adalah sumber kekuatan bangsa. Sebab menurutnya pemuda senantiasa bergerak dalam kemajuan zaman.

"Pemuda dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat senantiasa bergerak mengikuti gerak perubahan yang terjadi di tingkat global. Sistem sosial, sistem budaya dan sistem politIk menjadi semakin terbuka dan memungkinkan masuknya nilai-nilai dan budaya luar ke dalam lingkungan pemuda,” kata Bupati Ridwan Mukti, saat membuka Seminar Pemuda Kabupaten Musi Rawas yang digelar di hotel Sempurna Kota Lubuklinggau, Selasa (10/11).

Dikatakannya, dampak yang dirasakan dari perubahan itu sangat jelas terlihat, terutama pada etika dan norma pergaulan sebagian pemuda Indonesia, yang mudah terlarut dalam pola pergaulan modernisasi. Modernisasi oleh kalangan pemuda dapat dipahami hanya sebagai keharusan mengikuti trend mode dan gaya hidup, mereka belum sepenuhnya dapat memahami arti modernisasi secara luas.

"Pemahaman dari arti modernisasi bagi pemuda sangat penting karena pemuda sebagai calon-calon pemimpin bangsa dimasa mendatang dan modernisasi dapat dijadikan jalan menuju kepemimpinan yang diharapkan,” terangnya.

Untuk itu diperlukan kerja keras guna menguatkan kohesivitas pemuda demi masa depan bangsa yang lebih berpengharapan. Karena hal tersebut cara terbaik guna meminimalisir dampak negatif perubahan saat ini, mengingat sebagai elemen bangsa pemuda seringkali mengalami rasa "kegamangan" yang ditandai melemahnya spirit untuk saling bersinergi sebagai akibat dari gesekan kepentingan parsial, adanya benturan egoisme golongan, prasangka ideologi kelompok dan komunalisme sesaat.

"Saya memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan seminar pemuda ini dan saya harapkan nantinya dapat membentuk pemuda Musi Rawas khususnya, yang berkualitas dan secara konsisten merevitalisasi spirit kebangsaan dan kemasyarakatan ditengah-tengah kompetisi global saat ini,” harapnya.

Seminar pemuda Indonesia Kabupaten Musi Rawas dibuka oleh bupati Ridwan Mukti dengan menghadikan pembicara antara lain Firdaus Taufiq Wahid, Rektor Universitas Musi Rawas. Kemudian Hartoyo, dosen STKIP-PGRI Lubuklinggau, Suwarno dosen STIE Musi Rawas, Toyib Rakembang tokoh pemuda Musi Rawas. Acara ini juga dihadiri ratusan pemuda yang berasal dari OKP dan Ormas yang ada di daerah itu.(ME-06)

KB Gratis di Jawa Kiri Diminati Masyarakat

LUBUKLINGGAU- Kegiatan pelayanan KB gratis yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP), disambut positif masyarakat Kelurahan Jawa Kiri Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Buktinya masyarakat disana berbondong-bondong mendatangi tempat pelayanan untuk memasang alat kontrasepsi (Alkon), baik susuk KB, Sunstik. Sementara yang tidak mau memakai susuk, suntik, datang untuk meminta kondom dan pil KB.

Demikian dikatakan Kabid KBKS dan Pemberdayaan Masyarakat, Suprihyatno, kepada Musirawas Ekspres, Selasa ( 10/11), bahwa pelayanan merupakan rangkaian kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas).

“ Pelayanan KB gratis ini merupakan kegiatan rutin yang telah kami lakukan, hanya saja kebetulan kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan BBGRM dan Harganas,”terangnya.
Adapun jenis alat kontrasepsi (Alkon ) yang diberikan meliputi Implant (susuk), pil, suntik, serta kondom. Namun sebelum dilakukan pemasangan Alkon peserta diperiksa terlebih dahulu, untuk menentukan jenis alkon yang sesuai.

“ Untuk keamanan dan kenyamanan peserta KB sebelum dilakukan pemasangan alkon maka terlebih dahulu ditensi (periksa tekanan darah,red), dengan demikian dapat diketahui alkon yang benar- benar cocok,” terangnya.

Pelayanan KB gratis yang dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dan berakhir hingga pukul 13.00 WIB, berhasil melayani 120 peserta meliputi, 45 peserta implant, 20 pil, 30 kondom serta 25 peserta suntik.

“ Semua pelayanan yang diberikan tersebut tidak dipungut biaya,karena memang itu merupakan program pemerintah, supaya masyarakat dapat mengatur angka kelahiran dan juga sebagai upaya mengatasi ledakan penduduk,” terangnya.

Sementara itu camat Lubuklinggau Utara II, Hidayat Zaini melalui sekretaris camat, Ahmad Tofa mengatakan kalau KB sebenarnya bukan hanya urusan wanita, namun laki- laki juga mempunyai kesempatan ber-KB.

“Pemasangan alat kontrasepsi sebenarnya bukan hanya urusan ibu rumah tangga saja, namun juga bagi bapak- bapak berhak ikut KB. Saat ini memang masih minim peran serta laki- laki yang ikut KB, padahal jika ibu rumah tangga tidak bisa memakai alkon, sang suami bisa melakukan dengan kondom maupun steril,” terangnya.

Untuk itu pula ia sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengatur angka kelahiran melalui program KB. “ Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kelahiran melalui program KB,” imbuhnya.

Dikatakan pula meskipun dipusatkan di Kelurahan Jawa Kiri tetapi pelayanan KB gratis tersebut mencakup seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur II diantaranya Kelurahan Mesat Seni, Mesat Jaya, Karya Bakti, Muara Kati, Dempo, Wirakarya.

Terpisah Lurah Jawa Kiri, Siti Fatimah juga mengatakan kalau respon masyarakat sangat bagus dalam mengikuti program KB. Apalagi sebelum dilaksanakan pemasangan alkon dilakukan penyuluhan.

“ Kalau partisipasi masyarakat cukup bagus dalam mengikuti program KB ini. Lagipula sebelum pemasangan alkon masyarakat sudah diberikan dengan pemutaran film tentang manfaat KB sehingga masyarakatpun semakin tahu dan memahami,” pungkasnya.(ME-03)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More