EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


15 Juni 2010

Komisi IV Bidik Permasalahan MTQ

MUSI RAWAS-Komisi IV DPRD Kabupaten Musi Rawas berencana dalam minggu ini akan melakukan pemanggilan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), Syahidin terkait pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi ke XXIV beberapa waktu lalu. Hal ini dilakukan Komisi IV DPRD Mura guna menanyakan tentang adanya dugaan pengunaan kalifah datangan yang digunakan oleh kontigen Kabupaten Musi Rawas. Puncaknya Kabupaten Musi Rawas gagal mewakili Provinsi Sumatera Selatan di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional ke-23 di Provinsi Bengkulu, yang digelar 5-12 Juni lalu.

"Kami berencana akan melakukan pemanggilan terhadap Kabag Kesra dan panitia pelaksana MTQ Tingkat provinsi beberapa waktu lalu, hal ini karena banyaknya temuan dan dugaan yang perlu di klarifikasi agar tidak ada kesimpang siuran permasalahan MTQ Tersebut. Kami akan meminta penjelasan tentang adanya peserta MTQ Mura yang didapat dari "ngebon" juga beberapa hal lainnya, rencananya pemanggilan ini akan kita lakukan dalam minggu ini juga jika Kabag Kesra sudah pulang dari Jakarta," ujar Ngadi, Ketua Komisi IV DPRD Mura.

Semua ini dilakukan setelah muncul informasi peserta dari provinsi Sumatera Selatan tidak diwakili satupun dari Kabupaten Musi Rawas selaku Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Pada kenyataannya Sumsel diwakili oleh qori dan qoriah, OKI, Palembang, Muba, OI dan Banyuasin. Hal ini semakin memperjelas bahwa adanya permasalahan yang dalam pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Ke XXIV di Kabupaten Musi Rawas 19-25 April 2010 lalu.

Gagalnya Kabupaten Musi Rawas mewakili kontigen Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan MTQ Tingkat Nasioanl di Bengkulu cukup mengejutkan semua pihak. Selain sebagai Juara Umum pada pelaksaanaan MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke XXIV Kabupaten Musi Rawas pun mendapatkan perolehan emas yang cukup signifikan. Namun anehnya hal tersebut justru saat ini dipertanyakan oleh masyarakat, kenapa juara umum malah tak mewakili satupun qori dan qoriahnya di Bengkulu.(ME-06)

Tim Pemkab Diundang Bahas Muratara

MUSI RAWAS-Proses pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pemekaran dari kabupaten Mura memasuki babak baru. Setelah disampaikan kepada Gubernur Sumatera Selatan, berkas kelengkapan pemekaran Muratara hari ini dibahas. Dlam pembahasannya Tim Pemkab Mura diundang.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Mura, Kgs Effendi Ferry kepada Musirawas Ekspres pembahasan di Pemprov Sumsel sangat penting dan menjadi tahapan terpenting untuk kemudian disampaikan ke pemerintah pusat untuk proses utamanya dalam pengesahan Kabupaten Muaratara.

”Pemkab Mura mendapatkan undangan dari Pemprov Sumsel untuk membahas beberapa hal khususnya mengenai kelengkapan berkas yang sudah dipenuhi dan disampaikan Pemkab Mura,” kata Ferry.

Atas undangan tersebut Pemkab Mura langsung berangkat ke Palembang dipimpin Asisten I Pemerintahan, Anuwar rasyid bersama Kabag Hukum, Tapem dan beberapa anggota tim terkait lainnya.

”Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sehingga pembahasan bisa selesai sesuai rencana untuk kemudian ditindaklanjut untuk proses di tingkat pusat,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak Presedium Muratara melalui Arjuna Jipri juga mengatakan hal yang serupa mengenai perkembangan dari berkas administrasi pemekaran kabupaten Musi Rawas ini.

”Yang akan dibahas di pemerintahan provinsi selain berkas administrasi, juga permasalahan singkronisasi bantuan pendaaan yang akan didapat untuk operasional pembentukan Muratara ini, karena hal ini sangat diperlukan agar tidak ada kesimpangsiuran tentang pengelolaan dana operasional tersebut," ujarnya.

Muratara dalam berkas administrasinya mengusulkan lebih dari 600.000 hektar untuk masuk kawasan pemerintahan mereka, dan mendapatkan bantuan dana operasional sebesar 5 Miliyar untuk penyelenggaraan pemerintahan selama dua tahun berturut-turut. Selain itu untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, di berkas yang dibawa keprovinsi tersebut menganggarakan dana sebesar 5 Miliar untuk penyelenggaraan pilkada pertama kali didaerah ini. Bahkan mereka juga mengusulkan kebutuhan tenaga adaministrasi dan lainnya sebanyak 3.000 orang PNS.(ME-06)

365 Pejabat Pemkot Naik Pangkat

* 213 Terima SK PNS
LUBUKLINGGAU-
Sedikitnya 365 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau diberikan kenaikan pangkat.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat diberikan Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi digedung Kesenian Sebiduk Semare Lubuklinggau Senin (14/6). Hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat dilikungan Pemkot Lubuklinggau.

Bersamaan dengan itu, Walikota Lubuklinggau juga menyerahkan SK pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNSD) formasi tahun 2007/2008 kepada 213 CPNSD menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau Surnadi, untuk kenaikan pangkat pegawai mengacu kepada keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor :557/KPTS/BKD.III/2010 tentang Kenaikan Pangkat PNS Kota Lubuklinggau golongan IV sebanyak 69 orang.

Kemudian Keputusan walikota Lubuklinggau Nomor :823.3/01/BKD/II/2010 tanggal 27 Maret 2010 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil golongan II dan III sebanyak 285 orang.

Dan berdasarkan Keputusan Walikota Nomor 823.3/04/BKD/II/2010 tentang penyesuaian ijazah Pegawai Negeri Sipil sebanyak 11 orang.

Sementara itu berkenaan dengan pengangkatan CPNSD formasi tahun 2007/2008 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2010 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, bahwa CPNSD yang telah menjalani masa percobaan sekurang-kurangnya satu tahun terhitung mulai tanggal melaksanakan tugas secara nyata dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan dan pangkat tertentu dengan keputusan pejabat pembina kepegawaian.

Sedangkan pengangkatan CPNSD menjadi PNS telah ditetapkan dengan memenuhi syarat-syarat yakni setiap unsur Penilaian Prestasi Kerja Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) sekurang-kurangnya bernilai baik.

Yang kedua telah memenuhi syarat kesehatan baik jasmani maupun rohani untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil berdasarkan pemeriksaan dari dokter dan yang ketiga ialah telah lulus pendidikan dan pelatihan prajabatan.

Untuk diketahui jumlah CPNSD yang diangkat menjadi PNS berjumlah 213 orang dengan rincian tenaga guru sebanyak 38 orang. tenaga kesehatan sebanyak 83 orang dan tenaga strategis sebanyak 92 orang. (CW-01)

Saat Bersihkan Mobil Mendadak Dipukul

LUBUKLINGGAU-Kurniawan (26) warga Jl Poros RT 8 Kelurahan Talang Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat II. Senin (14/6) sekitar pukul 11.30 WIB mengalami luka karena dipukul pelaku yang tak dikenalnya.

Akibat kejadian itu korban menderita luka dalam pada lengan sebelah kanan dan punggung belakang. Kronologis kejadiannya sebagaimanan laporan Kurniawan di Mapolres Lubuklinggau bermula ketika korban sedang membersikan mobil di halaman kantor perumahan permata Griya Asri.

Kemudian pelaku datang mengahmpiri korban dengan membawa besi. Lalu pelaku tiba-tiba marah-marah dan memukul korban menggunakan besi yang dibawanya tersebut dan mengenai lengan kanan dan bagian punggung korban.

Kemudian setelah memukul korban tersebut pelaku langsung pergi melarikan diri. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lubuklinggau untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(CW-02)

14 Juni 2010

YLKI Ancam Gugat dan Demo PLN

LUBUKLINGGAU-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau mengancam menggugat dan melakukan demontrasi di kantor PLN. Pasalnya PLN dituding telah merugikan konsumsen terkait seringnya byar pet dan pemadaman listrik di Lubuklinggau dan Musi Rawas.

Ketua YLKI Lubuklinggau, Hasran Akwa kepada Musirawas Ekspres Minggu (13/6) mengatakan pihaknya mendapatkan banyak laporan secara lisan dari konsumen PLN terkait pemadaman dan byar pet. Karena itulah pihaknya akan memperjuangkan hak konsumen untuk mendapatkan fasilitas penerangan dari PLN.

“Kami menyiapkan form pengaduan khusus dari konsumen terkait kerugian yang ditimbulkan akibat pemadaman dan byar pet. Seperti kerusakan alat elektronik, dan kami siap menindaklanjutinya,” jelas Hasran didampingi Sekretaris YLKI H Nurussulhi Nawawi dan pengurus YLKI, Lendri Alpikar.

Hasran juga mengatakan bahwa PLN harus bertanggung jawab akibat kerusakan alat elektornik yang dialami konsumen.


“PLN tidak bisa mengalihkan tanggung jawab ini dengan alasan post major, karena kategori post major adalah bencana alam,” jelasnya.

Sementara itu di Lubuklinggau dan Musi Rawas ditambahkan H Nurussulhi Nawawi baru-baru ini tidak terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, tanah longsor, banjir. Sehingga kejadian ini dikatakannya murni karena kelalaian dari PLN, karena itulah PLN sebagai perusahaan yang bonafit harus bertanggung jawab.

Apalagi sepengetahuan YLKI, di PLN ada Bagian Pemeliharaan (Har), seharusnya tidak ada kerusakan karena terus dilakukan pemeliharaan oleh Bagian Har dalam hal ini dikepalai seorang Kabag. “Mereka ini bekerja mengawasi seluruh jaringan dan terus menerus sesuai dengan prosedur dari PLN. Seharusnya mereka sudah melakukan antisipasi sebelum adanya kerusakan,” tambahnya.

Kemudian diakui Hasran biasanya pihak PLN di Lubuklinggau dan Musi Rawas karena ranting, sehingga harus koordinasi dengan cabang untuk menurunkan tim. “Ini bukan alasan, kalau seperti ini sampai kapan konsumen harus menunggu kondisi listrik membaik, hal ini harus menjadi pertimbangan PLN,” katanya.

Kelalaian yang dilakukan PLN menurut Hasran tidak sesuai dengan kelalaian yang dilakukan konsumsen. Jika konsumen lalali membayar listrik maka didenda, sementara PLN lalai memberikan pelayanan tidak ada sanksinya. “Seharusnya ada konpensasi dari PLN, jangan hanya menuntut hak, tapi PLN harus memenuhi kewajibannya,” tambahnya.

Terakhir Hasran mengatakan pihaknya siap melayangkan gugatan ke PLN, tentunya sesuai dengan laporan dan kerugian yang dialami oleh konsumen. “Bahkan bila perlu kami siap mendapingi konsumen melakukan demo di PLN,” terangnya.

Mengenai laporan H Nurussulhi Nawawi kembali menambahkan sudah ada beberapa laporan lisan, diantaranya dari daerah Wirakarya mereka mengaku lampu bergaransi yang mereka pakai cepat putus akibat byar pet. “Juga ada laporan computer yang rusak,” terangnya. (ME-01)
Datangi PLN, Pertanyakan Layanan Gangguan

YLKI Minggu (13/6) sekitar pukul 14.45 WIB mendatangi Kantor PLN Ranting Lubuklinggau di Jl Yos Sudarso Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Kedatangan YLKI ini mempertanyakan nomor gangguan PLN ternyata tidak bisa dihubungi.

Di pos gangguan PLN, mereka ditemui petugas piket Herman, kepada YLKI Herman mengatakan bahwa ia piket sejak pagi sehingga tidak mengetahui apakah telepon bisa dihubungi atau tidak. Namun saat dicoba ternyata telepon memang tidak bisa dihubungi, ia mengaku adanya kerusakan.

“Telepon ini hanya untuk menerima Pak. Tapi sekarang rusak,” jelas Herman sambil mengatakan kerusakan pada telepon pengaduan itu telah dilaporkan ke Telkom.

Sementara itu H Nurussulhi Nawawi meminta agar nomor pengaduan itu harus diaktifkan dalam kondisi apapun. “Pak jika ada yang memaki-maki karena adanya pemadaman dan gangguan, ya terima saja, jangan sampai telenponya diputus atau dimatikan,” kata Hasran.

Setelah mendengarkan penjelasan dan tidak memuaskan, akhirnya YLKI langsung meluncur ke Telkom Lubuklinggau. Di sana mereka menanyakan apakah ada laporan daro PLN terkait kerusakan nomor layanan gangguan.
Ternyata menurut Sugiono petugas tekhnis dari bagian Main Distribution Frame (MDF) Telkom Lubuklinggau, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan atau gangguan nomor telepon milik PLN. “Kami belum menerima laporannya,” jelas Sugiono sambil memperlihatkan data-data pengaduan pelanggan Telkom. (ME-01)

Jalan Karang Dapo-Rawas Ilir Masih Parah

MUSI RAWAS-Kendati sudah ada upaya perbaikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Rawas (Mura) tapi kondisi jalan dari Kecamatan Karang Dapo menuju Kecamatan Rawas Ilir sampai ke Desa Pauh masih sangat mengkhawatirkan. Pantauan Musirawas Ekspres masih ada beberapa titik kondisi jalan berlubang dan berlumpur.

Diantaranya, jalan di Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir ada dua titik yang kondisinya mengkhawatirkan. Seterusnya kondisi jalan dari PT PP London Sumatera menuju ke Desa Pauh tercatat ada lima titik yang berlumpur. Untuk ke Desa Pauh jika tidak menggunakan mobil double gardan agak sulit karena medan jalan yang sangat parah. Untungnya untuk ke Desa Pauah ada jalan alternatif yakni menempuh jalan sawit, itupun kalau kondisinya tidak hujan. Kalau hujan jalan perkebunan sawit tidak bisa ditempuh pakai kendaraan biasa, terkecuali memakai mobil double gardan.

Kemudian untuk jalan penghubunga Karang Dapo-Rawas Ilir, sudah ada kendaraan greder (alat berat, red) yang meratakan jalan. Tapi perbaikan itu tidak menjanjikan jalan akan baik untuk selamanya alias belum permanen, karena barus sebatas meratakan jalan dengan membuat saluran air seperti langkah yang telah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut salah seorang warga, Rul, kepada Musirawas Ekspres, masyarakat sangat mengharapkan pemerintah lebih serius memperbaiki jalan dari Kecamatan Karang Dapo menuju ke Rawas Ilir dan sekitarnya. Kalau memang pemerintah mau berniat baik memperbaiki jalan, tentunya kondisi tanah dan topografi wilayah setempat sudah mengetahui. Dengan mengetahui kondisi tanah, pemerintah sudah dapat memprediksikan, bahan apa yang baik digunakan supaya jalan tersebut baik dan tidak rusak.

Dicontohnyannya sebelumnya jalan tersebut sudah dikoral. Tapi setelah satu tahun berlalu, kondisi jalan kembali seperti sebelumnya dipenuhi lubang, apalagi jalan dengan konisi tanah merah.

“Kami meminta pemerintah serius untuk memperbaiki jalan, jangan ada tebang pilih, karena kondisi jalan di wilayah setempat selalu saja tidak ada perubahan,” tegasnya.

Sementara itu Dar, warga Rawas Ilir, meminta jalan utama menuju ke Desa Pauh dilebarkan dan diperbaiki dengan maksimal. Sebab sudah sering dilakukan perbaikan tapi kondisinya kembali lagi seperti semula menjadi memprihatinkan. Padahal di sana jarang dilewati mobil pengangkut sawit.

“Jalan menuju ke Pauh tidak pernah dilewati truk sawit, tapi mengapa setelah perbaikan, kondisinya semakin memprihatinkan. Padahal jalan itu merupakan jalan satu-satunya bagi masyarakat mengangkut hasil perkebunan dan Sembako,” paparnya.

Ditambahkannya, jangan sampai terulang kembali masyarakat harus menunggu kemarau baru bisa berangkat menuju ke Lubuklinggau maupun Palembang.

“Harapan ini sudah lama, mudah-mudahan ke depan pemerintah benar-benar peduli dan tidak hanya membuat janji, tapi yang penting realisasinya,” pungkas Dar. (ME-07)

LBH Kesehatan Rakyat Terima Korban Malpraktek

MUSI RAWAS-Korban penanganan atau pelayanan kesehatan yang diduga tidak sesuai prosedur sehingga menimbulkan masalah atau biasa disebut Malpraktek kini bisa menuntut haknya. Maksudnya untuk meminta pertanggungjawaban atas dugaan Malpraktek, korban bisa melakukannya tidak perlu sudah meminta bantuan hukum ke Palembang atau kota-kota lain.

“Bagi korban Malpraktek yang ingin menuntuk haknya dan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang sudah merugikan bisa lapor ke LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Kesehatan Rakyat Kabupaten Mura dan Kota Lubuklinggau,” ungkap Fery FY, Direktur Eksekutif LBH Kesehatan rakyat Kabupaten Mura-Kota Lubuklinggau.

Disampaikan Fery, LBH Kesehatan Rakyat pada intinya akan membantu korban Malpraktek untuk menuntut haknya. Ini sesuai dengan komitment LBH Kesehatan Rakyat untuk membantu masyarakat yang menjadi korban sebagai bentuk perlindungan hukum dan pemenuhan hak konsumen dalam hal ini terhadap pelayanan kesehatan.

“LBH Kesehatan Rakyat akan mendampingi korban malparktek untuk menempuh jalur hukum atau langkah lain guna menuntut hak atas dugaan malpaktek yang merugikan korban. Makanya jika anda korban Malpraktek laporkan ke LBH Kesehatan Rakyat Musi Rawas dan Lubuklinggau Jalan A Yani No 81 Kelurahan Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara II,” katanya. Selain membantu korban Malpraktek, ditambahkan Fery, LBH Kesehatan Rakyat juga menerima pengaduan adanya produk makanan dan minuman yang sudah tidak layak konsumsi dalam hal ini kadaluarsa atau sudah melewati masa berlaku. (ME-02)

Klem Pengikat Patah, Listrik Dua Hari Padam

LUBUKLINGGAU-Padamnya listrik yang terjadi diwilayah Kota Lubuklinggau Sabtu (12/6) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu (12/6) disebabkan klem atau pengikat besi ketiang beton salah satu tiang listrik yang berada di depan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas Kelurahan Puncak Kemuning patah.
Menyebabkan besi lampu menempel ke kabel saluran udara tegangan menengah (SUTM) kabel konduktor. Hingga menyebabkan konsleting listrik. Dampaknya lampu menjadi padam.

Hal itu diketahui setelah pihak PLN ranting Lubuklinggau melakukan analisa, dan mencari titik penyebab padamnya listrik. Demikian diungkapkan maneger ranting PLN ranting Lubuklinggau Suharmanto melalui Supervisor Distribusi Sirajudin Kepada Musirawas Ekspres, kemarin (13/6).

Menurut Sirajudin penyebab padamnya listrik itu bukan adanya unsur kesengajaan dari PLN, tetapi lebih disebabkan adanya penyimpangan jalur yakni besi penyangga listrik bersentuhan dengan kabal konduktor.

“ Setelah dilakukan analisa pihaknya hingga pemotongan kabel di enam titik lokasi. Bahkan kabel yang dipotong itu merupakan kabel induk yang memiliki kualitas bagus, namun demi mengetahui penyebab padamnya listrik itu terpaksa dilakukan,”terangnya.

Dikatakan sirajudin untuk menganalisa penyebab padamnya listrik itu pihaknya cukup kesulitan sebab saat di cek pada gardu induk tidak ada masalah. Pengecekan dilakukan dengan penelusuran dari tiang ketiang disepanjang jalan lintas, juga tidak ditemukan ada kesalahan.

“Penyisiran kami lakukan dari malam minggu pada pukul 21.00 hingga pukul 3.00 dini hari. Akan tetapi tidak ditemukan, kemudian dilanjutkan pada hari minggunya pukul 6.30 hingga pukul 14.00. ternyata bermasalah dengan posisi besi penyangga lampu bersentuhan dengan SUTM,” jelasnya.

Lebih lanjut sirajudin mengatakan penyimpangan jalur listrik itu juga yang menurutnya penyebab byar pet listrik yang terjadi belum lama ini. Namun setelah dilakukan perbaikan pihaknya memastikan tidak ada gangguan lagi. (CW-01)

Ditipu Kasat dan Dokter Gadungan

*Rp 18.150.000 Melayang
LUBUKLINGGAU-Aksi penipuan dengan modus keluarga yang tempat tinggalnya jauh mengalami musibah makan korban. Seorang warga Jl Bukit Sulap RT 1 Kelurahan Wira Karya Kecamatan Lubuklinggau Timur II, harus kehilangan uang Rp 18.150.000 akibat modus ini.

Korbannya adalah Yusuf Phan (49), ia tertiput Kasat Lantas dan dokter gadungan, dengan alasan anak Yusuf yakni Riki, yang tinggal di Bandung kecelakaan. Penipuan itu terjadi Jumat (11/6) sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu 13/6) kasus ini dilaporkan ke Polres Lubuklinggau.

Kronologis kejadiannya bermula anak korban Tia menerima telepon di handphone (HP), si penelpon mengaku Kasat Lantas Polresta Bandung Iptu Gunawan. Kepada Tia, Gunawan menjelaskan kakanya yang Riki dan kini berada di Bandung mengalami kecelakaan.

Selanjutnya Tia memberikan handphone kepada ayahnya, sehingga adanya komunikasi dan dijelaskan kembali bahwa Riki mengalami lakalantas dan dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung. Kemudian kasat lantas gadungan tersebut mengatakan agar korban menghubungi dokter yang menangani yakni dr Asep Gunawan dibagian UGD RS Hasan Sadikin Bandung dengan nomor HP 085268077xxx.

Kemudian korban menghubungi Asep, ternyata ia mengatakan bahwa Riki dalam kondisi kritis dan perlu penanganan cepat. Untuk peralatan operasi, Asep menyuruh korban menghubungi apotik Kimia Farma di Jakarta dengan nomor HP 085267593xxx.

Saat korban menghubungi kemudian tersambung dengan orang mengaku bernama H Ibrahim, kepada korban H Ibrahim meminta korban mentrasfer uang Rp 18.150.000 juta ke nomor rekening 246532695 atas nama Fauzan Setyo Budi.

Korban pun menggunakan ATM BCA di RS dr Sobirin Lubuklinggau mentrasfer uang itu. Usai mentransfer uang korban baru mempunyai ide untuk mencoba menghubungi Riki di Bandung. Ternyata setelah ditelepon, Riki mengaku dalam keadaan sehat dan tidak terjadi apa-apa. Sontak korban tersadar ia telah ditipu, namun uangnya sudah terkirim..(CW-02)

Bocah Ditampar Oknum Dokter

LUBUKLINGGAU-Anggota Polri insiail MA (32) warga Asrama Brimob RT 4 Kelurahan Petanang kecamatan Lubuklinggau Utara I, Sabtu (12/6) sekitar pukul 16.00 WIB melaporkan oknum dokter ZA (50) warga Jl Kesehatan Kelurahan Pasar Pemiri Kecamatan Lubukliunggau Barat. Pasalnya dokter itu diduga melakukan penganiayaan.

Kejadiannya bermula ketika pelapor, MA sedang menemani anaknya FR berobat di klinik dr ZA belakang RS dr Sobirin. Namun menurut pelapor saat sedang berobat tersebut tiba-tiba dokter tersebut bicara kasar dan menampar pipi anaknya tersebut sebanyak satu kali.

Karena tidak senang dengan perbuatan oknum dokter itu. Sabtu (12/6) sekitar pukul 13.00 WIB melaporkan oknum dokter tersebut ke Polres Lubuklinggau untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(CW-02)

12 Juni 2010

Dugaan Penimbunan BBM Dibidik Polisi

*Menyikapi Antrian di SPBU
LUBUKLINGGAU-
Terjadinya antrian BBM di SPBU dalam Kota Lubuklinggau, Polres Lubuklinggau akan melakukan tindakan tegas terhadap orang-orang yang diduga menjadi pemicunya. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis kepada Musirawas Ekspres, Jumat (11/6) pagi. Tepatnya oknum yang diduga melakukan penimbunan BBM khususnya jenis premium kini dibidik polisi.

“Akan diselidiki dan diikuti kendaraan-kendaraan yang diduga berkali-kali masuk ke SPBU dan membeli BBM dalam jumlah banyak. Nantinya setelah itu akan dilakukan penangkapan dan penindakan,” tegas Kapolres. Ditambahkan Kapolres, pihaknya menghimbau kepada pihak SPBU agar melakukan pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan yang membeli BBM, terutama yang berulang-ulang dan membeli dalam jumlah banyak.

“Kalau ada penyimpangan, bukan hanya pelakunya saja yang bisa diproses, namun SPBU juga bisa diproses jika terbukti terlibat,” jelasnya.

Apalagi di Lubuklinggau, menurut Kapolres sama sekali tidak ada daerah yang jauh, sehingga membutuhkan stok BBM dalam jumlah banyak. Makanya BBM yang ada di dalam kota seyogyanya tidak dibawa keluar dalam jumlah banyak, kalaupun dilakukan artinya melanggar aturan distribusi BBM.

Terpisah Ketua YLKI Lubuklinggau Hasran Akwa meminta kepada Pertamina melakukan pengawasan terhadap SPBU-SPBU, dengan alasan adanya antrian biasanya terjadi karena adanya keterlibatan SPBU.

“Harusnya jangan dilayani jika ada kendaraan yang berulang-ulang,” katanya,
Begitu juga jika ada kendaraan yang memili BBM dengan kapasitas yang tidak masuk akal. Sehingga SPBU diminta mengawasi pembeli dan Pertamina mengawasi SPBU.

“Pasalnya banyak pihak yang akan memanfaatkan moment ini, salah satunya pengecer akan menaikkan harga aceran. Dan indikasi melakukan penunpukan pasti ada,” katanya.

Kondisi ini menurut Hasran akan sangat-sangat merugikan konsumen, apalagi rencana pembatasan pembelian BBM untuk sepeda motor baru wacana dan belum ada keputusan tetap dari pemerintah.
“Namun jika untuk menghindari antrian, perlu dilakukan aturan pembatasan,” tambahnya.

Kemudian YLKI juga meminta pihak kepolisian dalam hal ini Polres Lubuklinggau melakukan pengawasan dan penindakan jika mengetahui adanya penyimpangan atau penumpukan BBM hingga merugikan konsumen. (ME-01)

Penumpang Pesawat Linggau-Jakarta Membludak

MUSI RAWAS-Pembukaan jalur penerbangan Lubuklinggau-Jakarta via Bandara Silampari Mura-Bandara Sokarno Hatta Cengkareng Jakarta menuai sukses besar. Sebab ketakutan bakal sepinya penumpang tidak terbukti. Pasalnya dua kali penerbangan, yakni saat penerbangan perdana Rabu (9/6) dan Jumat (11/6) penumpang ternyata membludak hingga ada yang harus mebatalkan keberangkatan karena masuk daftar waiting list.

“Alhamdulillah penumpang ternyata cukup banyak. Khususnya untuk penumpang dari Lubuklinggau ke Jakarta,” ungkap Ari Narsa. Misalnnya untuk penerbangan perdana menurutnya kursi semua terisi termasuk penerbangan kemarin penumpang terbilang cukup banyak.

“Hari ini penumpang Linggau-Jakarta terbilang banyak. Ada 56 penumpang yang berangkat ke Jakarta dari Bandara Silampari di Linggau ini,” ungkap Ari Narsa. Bahkan untuk penerbangan selanjutnya sudah banyak calon penumpang yang memsan tiket.
Untuk penumpang dari Jakarta-Linggau sendiri terbilang banyak untuk penerbangan yang terbilang baru.

“Untuk penerbangan perdana penumpang dari Jakarta cukup banyak yakni rombongan Walikota Lubuklinggau dann Bupati Mura. Sementara di penerbangan kedua murni penumpang umum dengan jumlah yang terbilang banyak yakni lebih 15 orang, padahal banyak yang belum tahu ada penerbangan Jakarta-Linggau,” kata Ari. Dirinya sangat optimis penumpangan dari Jakarta ke Linggau akan semakin benyak seiring seringnya penerbangan.

Ari Narsa kembalio menambahkan Bandara Silampari dikelola PT Komala bersama Aviastar dengan mengoperasikan pesawat jenis Jet BAE 146 200 buatan Inggris dengan kapasitas maksimal 84 penumpang. Mengenai jadwal penerbangan untuk sementara melayani rute Lubuklinggau-Jakarta.

“Untuk rute Lubuklinggau-Palembang masih menunggu kesiapan dan konfirmasi mengenai jadwal penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badarudin II. Jadi sekitar tanggal 20 jalur penerbangan Lubuklinggau-Jakarta dibuka,” katanya.

Untuk jadwal penerbangan Lubuklinggau-Jakarta kembali diinformasikan Ari Narsa ada empat hari dalam satu minggu yakni Senin, Rabu, Sabtu dan Minggu. Yang pasti keberangkatan penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta melalui terminal keberangkatan 1C.

”Dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta (Terminal 1C) keberangkatan dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Tiba di Bandara Silampari Lubuklinggau pada pulkul 10.55 WIB,” papar Ari Narsa.

Selanjutnya setelah tiba di Lubuklinggau langsung persiapan terbang ke Jakarta mengangkut penumpang dari Bandara Silampari. Dari Bandara Silampari di Lubuklinggau jadwal penerbangan pukul 11.30 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 12.25 WIB.

“Selanjutnya bagi masyarakat yang ingin mengunakan jasa penerbangan ini untuk mendapatkan tiket pesawat bisa langsung datang ke Bandara Silampari di Lubuklinggau atau untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor telpon (0733) 451 005,” imbau Ari Narsa sembari menambahkan untuk harga tiket Rp 650 ribu. (ME-02)

Akses Noman Baru-Lama Lancar

RUPIT-Warga Desa Noman Lama Kecamatan Rupit akhirnya bisa beraktivitas dengan maksimal. Khususnya untuk mengangkut hasil pertanian khususnya karet dan juga membawa kebutuhan pokok kini kembali lancer setelah tersendat akibat rusaknya Jembatan Gantung.

“Alhamdulillah kini kami warga Noman Lama sudah bisa beraktivitas dengan lancar. Tidak perlu lagi naik perahu untuk menyeberang karena jembatan gantung sudah kembali bisa dilewati,” ungkap Ina, warga Noman kepada Musirawas Ekspres. Dikatakan Ina, jembatan gantung menurutnya sangat vital, karena menjadi satu-satunya akses yang bisa digunakan untuk menyeberang bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Makanya ketika rusak semuanya jadi serba sulit. Anak-anal yang ingin sekolah terpaksa naik perahu. Begitu juga untuk mengangkut Sembako harus mengeluarkan biaya besar karena diangkut ojek perahu. Namun setelah jembatan sudah diperbaiki semuanya bisa diangkut menggunakan sepeda motor,” katanya. Makanya keberadaan jembatan sangat penting sehingga warga saat ini ikut menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus.

“Sekarang semuanya terus dipantau. Jika ada yang mencurigakan dan berpotensi rusak maka warga akan cepat mengambil langkah untuk memperbaikinya agar tidak menimbulkan bahaya. Maksudnya jangan sampai ada lagi kejadian warga yang jatuh akibat jembatan putus atau rusak,” pungkasnnya. (ME-02)

Perpanjangan Runway Diteruskan

MUSI RAWAS-Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musi Rawas, Ari Narsa JS mengatakan, pada tahun 2010 proyek pengerjaan perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Silampari tetap diteruskan. Perpanjangan landasan menggunakan dana APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp 8 miliar.

“Saat ini panjang landasan baru 1.350 meter dengan lebar 30 meter. Tahun 2010 diperpanjang menjadi 1.665 meter, karena dengan dana sebesar Rp 8 miliar dari APBD Provinsi Sumsel, bisa memperpanjang landasan pacu sepanjang 315 meter,” ujarnya, Kamis (10/6). Dijelaskannya, dengan perpanjangan landasan, maka kapasitas maksimal penumpang untuk pesawat jet BAE 146 seri 200 sebanyak 84 penumpang bisa terpenuhi.

Dengan kondisi landas pacu bandara saat ini yang panjangnya hanya 1.350 meter, maka kapasitas penumpang masih dibatasi, maksimal 60 penumpang.
Disebutkannya pada tahun 2010 ini juga, jika review master plan Bandara Silampari selesai dilakukan, maka perpanjangan runway tak hanya jadi 1.665 meter, tetapi jadi 2.050 meter. Dengan panjang landasan demikian sudah bisa didarati pesawat jenis Boeing berkapasitas penumpang lebih banyak. Yang ada sekarang untuk pesawat Foker. (ME-06)

Bocah Cacat Ditolak Semua Pihak

LUBUKLINGGAU-Miris sekali yang dialami oleh bocah terlantar sebut saja Andi (bukan nama sebenarnya) yang diduga sengaja dibuang orang tuanya, setelah sebelumnya bocah tersebut ditolak oleh panti asuhan, ternyata anak yang informasinya berasal dari Desa Embacang Karang Jaya itu juga ditolak oleh Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas.

Upaya Dinas Sosial Kota Lubuklinggau pun pupus untuk membujuk sejumlah panti asuhan di kota ini untuk menitipkan bocah asal desa embacang itu. Semua panti menolak dengan alasan bocah tersebut kesehatanya terganggu.

Demikian juga dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Mura yang semestinya lebih bertanggung jawab dengan kondisi bocah itu, sebab secara asal usul bocah tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Mura tepatnya desa Embacang Kecamatan Karang Jaya.

Namun hanya dengan alasan bocah itu sakit Dinsos Mura pun menolak dengan tegas kehadiran bocah malang itu. Merasa kawatir kondisi anak tersebut semakin memburuk dinas sosial kota Lubuklinggau berupaya berkoordinasi dengan Panti Gelandangan Terlantar (PTG) di Palembang dan hasilnya mereka setuju anak tersebut di titipkan di panti itu.

Menurut rencana hari ini (Sabtu,12/6) bocah tersebut akan diantar ke Palembang oleh Dinas Sosial Kota Lubuklinggau melalui kasi rehabilitasi anak. Demikian diungkapkan kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau Edison Jaya melalui Kasi Rehabilitasi Anak Agus Suroto kepada Musirawas Ekspres, Jumat (11/6).

Dikatakan Agus besok (hari ini –red) anak tersebut akan diantar ke PGT di Palembang, hal itu mengingat panti yang ada di wilayah kota sebiduk semare ini tidak ada yang menerimanya, sementara di dinas sosisl tidak ada yang menjaganya.

‘Maka itulah kita berupaya menyerahkan anak tersebut di panti gelandangan, di Kenten Laut Palemaang, panti itu memang khusus untuk anak gelandangan,”jelasnya.

Disamping itu dinas social kota Lubuklinggau juga akan membawa wanita stres sebut saja Rika yang belum lama ini melahirkan bayi perempuan ke panti tersebut. “selain bocah itu kami juga akan mambawa wanita stres yang belum lama ini melahirkan bayi perempuan ke panti gelandangan itu,”ungkapnya.(*)

PLN Belum Ketahui Penyebab Listrik Byar Pet

LUBUKLINGGAU-Menejemen PT. PLN Ranting Lubuklinggau hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab listrik byar pet atau padam kemudian sebentar hidup. Meski demikian pihak menejemen tetap mencari penyebab yang mengakibatkan byar pet itu. Demikian diungkapkan menejer PLN Ranting Lubuklinggau Suharmanto melalui suvervisor distribusi Sirajudin saat di hubungi Musirawas Ekspres melalui ponselnya, Jumat (11/6).

Dikatakan Sirajudin berkenaan dengan terjadinya byar pet listrik satu minggu belakangan ini belum diketahui secara jelas penyebabnya, sebab pertistiwa tersebut belum pernah terjadi dengan listrik di Lubuklinggau.

Masalah tersebut pihaknya sudah koordinasi dengan PLN cabang Lahat dan UPTD Bengkulu dan berdasarkan jawaban melaui surat dari cabang lahat mereka akan segera mengecek penyebab byar pet listrik itu.

Menurut Sirajuidn meskipun belum diketahui secara pasti setelah dipelajari melalui ilmu kelistrikan penyebab byar pet itu disebabkan karena bermasah dengan simpatetik trit (lepasnya jaringan listrik-red) yang terjadi di gardu induk Petanang.

Disamping itu petugas dari PLN cabang Lahat dan Bengkulu juga sudah membalas surat melalui faxsimil Kamis (9/6) lalu yang isinya akan segera menganalisa penyabab gangguan listrik itu. “Kita sudah koordinasi dengan pimpinan cabang berkenaan dengan gangguan yang terjadi di Lubuklinggau, dan beliau mengatakan secepatnya akan menganalisa penyebabnya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai devisit daya Sirajudin mengatakan byar pet tersebut menurutnya tidak dipengaruhi oleh daya yang ada sebab berdasarkan perhitungan daya listrik di perkotaan daya masih mencukupi. “Saya kira bukan masalah daya sebab perhitungan kita masih mencukupi jaringan dan pelanggan yang ada,” ungkapnya.(CW-01)

Satu Kasus Money Politics Belum Jelas

MUSI RAWAS-Tiga kasus dugaan money politics yang kini ditangani Panwaslu Musi Rawas, tinggal satu kasus lagi yang prosesnya masih jalan di tempat. Yakni dugaan money politics di Desa Mambang Kecamatan Muara Kelingi.

Ketua Panwaslu Musi Rawas Hendri Akbar kepada Musirawas Ekspres Jumat (11/6) menjelaskan pihaknya terus melakukan pemgusutan dugana money poltics. Bahkan dalam wkatu beberapa hari terakhir, telah diminta klarifikasi dengan para saksi-saksi, pelapor dan terlapor.

Hanya saja dari tiga laporan yang masuk, khusus daru Desa Mambang belum juga diproses, karena semua orang yang diundang untuk diminta klarifikasinya tidak ada yang hadir. “Sudah dua kami layangkan undangan, ternyata sama sekali tidak datang,” katanya.

Makanya Sabtu (12/6) akan diminta klarifikasi lagi dari semua pihak yang ada. “Khusus undangan Sabtu sudah dikirimkan, tinggal melihat datang atau tidak,” kata Hendri sambil menjelaskan, jika semua pihak tidak akan datang pihaknya tidak punya hak paksa menghadirkan.

Sehingga jalan satu-satunya agar kasus ini bisa diselesaikan dengan melimpahkannya ke Polisi, dengan alasan polisi punya hak paksa. “Karena kami yakin tindakan para terlapor adalah pidana, makanya akan diteruskan ke polisi yakni Polres Musi Rawas,” katanya.

Sementara itu dua kasus lainnya, yakni laporan di Desa Q1 Tambah Asri Kecamatan Tugumulyo dan Desa Darma Sakti Kecamatan Tuah Negeri sudah selesai dilaksanakan pemeriksaan terhadap semua pihak. Kini tinggal menunggu hasil pembahasan dari seluruh anggota panwas.

“Akan kami bahas dahulu secara internal, baru kemudian dilimpahkan ke Polres Musi Rawas,” katanya sambil menjelaskan pihaknya memiliki waktu selama tujuh hari untuk melakukan pemeriksaan dan ada waktu perpanjangan selama tujuh hari. (ME-01)

Hendak Kondangan Pasutri Dirampok

LUBUKLINGGAU-Sial dialami pasangan suami istri (pasutri) Fauzi (46) dan Nurdiana (40) warga Jl Begawan Solo RT 10 Kelurahan Ulak Surung. Saat hendak pergi kondangan keduanya dirampok, kejadiannya Kamis (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB di Jl Cereme Dalam Kelurahan Cereme Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Imbas perampokan itu korban kehilangan sepeda motor Honda Supra warna hitam biru Nopol BG 5502 G atau jika dinominalkan korban menderita kerugian sekitar Rp 7 juta.

Kronologis kejadiannya, korban Fauzi berboncengan mengendarai sepeda motor bersama Nurdiana berangkat dari rumahnya dan hendak kondangan di Kelurahan Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Mereka sengaja melalui Jl Cereme Dalam agar lebih cepat sampai di tujuan.

Namun ketika sedang melintas datang dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna putih. Kemudian langsung memepet motor korban dan melintangkan sepeda motornya di depan motor korban.


Jumat (11/6) sekitar pukul 11.00 WIB korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lubuklinggau untuk diselidiki lebih lanjut.(CW-02)

Sehingga korban berhenti, setelah sepeda motor korban berhenti pelaku turun, selanjutnya merampas kunci kontak sepeda motor korban dan merampas sepeda motor dengan paksa. Setelah berhasil merampas sepeda motor milik korban tersebut pelaku langsung melarikan diri dengan membawa sepeda motor milik korban tersebut.

Tembak Teman Siswa SMP Dihukum 1 Tahun

LUBUKLINGGAU-RI (15) warga Desa Sukowono Kecamatan Sukakarya, divonis majelis hakim satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun penjara dan denda Rp 1 juta. Karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap anak dengan korban Angger Novan Kesmara. sehingga mengakibatkan luka berat.

Atau melanggar pasal 80 Ayat (2) UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Demikian terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (10/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darmadi Edison yang menuntut satu tahun enam bulan dan denda Rp 1 juta subsidair dua bulan kurungan. Adapun hal yang meringankan terpidana masih anak-anak, berlaku sopanm dalam persidangan, menyesali perbuatannya, dan belum pernah dihukum.

Kronologis kasusnya Kamis (18/3) ketika terpidana sedang mengaji di Masjid, sebelumnya Dedi menitipkan senjata api (senpi) laras pendek kepada terpidana. Keesokan harinya Jumat (19/3) sekitar pukul 12.00 WIB terppidana bertemu kembali dengan Dedi di masjid pada saat akan sholat Jumat.

Sabtu (20/3), terpidana membawa senpi ke sekolah. Hanya saja korban yang duduk setu bangku dengan terpidana, ingin melihat senpi tersebut. Lalu terpidana mengeluarkan senpi dari dalam tasnya dan diletakkan di atas meja.

Lalu terpidana memegang tangan korban dan memegangkannya ke senpi. Setelah itu terpidana menarik platuk dan menembakkannya ke laci meja, namun tidak meledak. Lalu terpidana menarik kembali platuk dan mengarahkan ke perut korban.

Selanjutnya korban berdiri dan menoleh melihat keluar jendela, lalu terpidana mengarahkan larasnya ke arah paha korban dan menarik pemicunya dan senpi meledak mengenai paha korban. Selanjutnya korban merasa kesakitan dan korban baru menyadari pahanya terkena tembakan terpidanan, sehingga dibawa ke rumah sakit.(CW-02)

11 Juni 2010

Lagi, Pabrik Uang Palsu Digrebek

LUBUKLINGGAU-Untuk kedua kalinya petugas Satreskrim Polres Lubuklinggau menggrebek kediaman yang digunakan sebagai pabrik pembuatan uang palsu. Jika sebelumnya di Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I, kali ini di RT.7 Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Dalam pengrebekan yang dilakukan petugas Kamis (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB, berhasil diringkus Firlandi (30) warga setempat, yang juga tersangka pembuat uang paslu. Serta diamankan barang bukti berupa Printer Canon Type MP 258, HVS 80 serta tinta, juga uang palsu Rp 20 ribu lima lembar, Rp 10 ribu tujuh lembar dan Rp 5 ribu tujuh lembar.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap menjelaskan, penangkapan ini berawal dari informasi warga mengenai peredaran uang palsu tersebut. sehingga tersangka dilakukan pemancingan dengan warga yang hednak menukarkan uang palsu tersebut. Namun saat itu Tim Buser Polres Lubuklinggau yang dipimpin oleh Kanit Buser Aiptu Dadang Sukandar telah mengintaiya.

Sehingga tersangka saat itu langsung dilakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu sedang berada di rumah. Setelah tersangka berhasil diringkus dan dilakuakn penggeledahan ditemukan barang bukti uang palsu yang berada di kantong celana milik korban yang saat itu sedang digantung dalam kamarnya.

Mapolres Lubuklinggau tersangka yang juga ayah dua orang, mengaku telah melakukan aksi percetakan uang tersebut sejak tiga bulan terakhir. Dan telah melakukan pencetakkan uang sebanyak tiga kali yang diedarkan oleh Ag dari daerah Bengkulu. Mengenai pecahan uang palsu tersebut tersangka mencetaknya dengan pecahan Rp 20 Ribuan.

Untuk pencetakan kedua kalinya sebesar Rp 3 Juta dan pencetakan ketiga sekitar Rp 2 Juta dengan pecahan Rp 20 Ribuan. Selain yuang tersebt diedar kan oleh Ag juga ada dua orang temannya yang dari daerah Jambi dengan modus uang Rp 1 Juta uang palsu dituka dengan uang asli Rp 300 Ribu .

Tersangka mengaku uang tersebut dibuat dari kertas HVS dengan cara Discan terlebih dahulu. Tersangka mencetak uang tersebut seseuai dengan pesanan atau ambil dulu baru disetor. Selama tiga bulan menjalankan aksinya tersebut tersangka mengaku setidaknya telah mencetak uang palsu sebenyak Rp 20 Juta dengan uang pecahan mulai dari uang Rp 5 Ribu, Rp 10 Ribu dan Rp 20 Ribu.uniknya uang palsu tersebut tidak ada pecahan Rp 50 Ribuan dan Rp 100 Ribuan.

Ide membuat uang paslu tersebut berawal dari ketika tersangka bekerja di suatu perusahaan selular yang menggunakan system computerisasi sehingga terbentu ide untuk membuat uang paslu tersebut. semnentara uang paslu tersebut diedarkan di daerah Bengkulu dan Jambi.(CW-02)

8 Bandit Bersenpi Rampok Ketua KUD FS

*Bawa Kabur Uang Rp 200 Juta
NIBUNG
-Delapan orang bandit bersenjata api, Kamis (10/6) sekitar pukul 02.00 WIB beraksi di Blok A Desa Klumpang Jaya Kecamatan Nibung. Korbannya adalah Ketua KUD Fajar Sidik (FS), Suripto (46), yang harus kehilangan uang Rp 200 juta untuk gaji anggota kelompok.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, Rabu (9/6) sore korban baru saja mengambil uang dari PT Lonsum untuk gaji anggota kelompok tani dibawah KUD Fajar Sidik. Namun uang ratusan juga itu, tidak langsung dibagikan, karena rencananya baru dibagikan Kamis pagi.

Sebetulnya untuk keamanan di depan rumah Suripto ada beberapa orang yang berjaga-jaga sambil bermain remi. Hanya saja sekitar pukul 02.00 WIB muncul delapan orang menggunakan topeng, tiba-tiba langsung terdengar letusan, diperkirakan berasal dari senjata laras pendek.

Bersamaan itu kedelapan pelaku langsung menyandera semua orang yang sedang berjaga-jaga. Kemudian pelaku masuk ke dalam rumah korban, bahkan langsung merangsek ke dalam kamar. Korban yang tidur bangun gelagapan, bersamaan itu pukulan langsung menghantam kepalanya.

Bukan itu saja pukulan-pukulan juga mengenai tubuh Suripto, hingga ia menderita luka. Dalam kondisi disiksa korban diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang. Karena sudah terdesak korban menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Usai mendapatkan uang, para tersangka langsung mengambil mobil milik korban dan membawanya kabur. Namun di tepi hutan dekat kuburan mobil korban ditinggalkan, dan diperkirakan para pelaku melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor yang sudah disiapkan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kapolsek Nibung AKP H Erlangga ketika dikonfirmasi membenarkan adanya perampokan itu. “Kami sudah memeriksa TKP dan melakukan pencarian terhadap tersangka,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek di depan rumah korban juga ditemukan selongsong peluru jenis FN, yang diduga dari senjata ditembakkan tersangka. “Mobil sudah diamankan, dan diperkirakan tersangka memang sudah menyiapkan sepeda motor untuk melarikan diri,” pungkasnya. (ME-01)

SM Swalayan Dibobol Maling

LUBUKLINGGAU-SM Swalayan Lubuklinggau Jl Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kiri Kecamatan Lubuklinggau Timur. Kamis (10/6) sekitar pukul 03.00 WIB dibobol maling.

Akibat kejadian tersebut SM Swalayan Lubuklinggau tersebut mengalami kerugian uang tunai Rp 2,5 Juta. Kejadian tersebut pertama kali diketahui Security SM Swalayan Jamaluddin (44) warga Jl Kali Serayu Kecamatan Lubuklinggau Utara dan Masrori yang bertugas sebagai penjaga malam SM Swalayan.

Kronologisnya, sewaktu malam hari keduanya sedang mengecek SM Swalayan dan ketika berada di lantai tiga ruang staf kantor SM Swalayan, mereka melihat sudah jebol. Ketika diperiksa diduga pelaku masuk melalui tangga samping SM Swalayan dengan cara menjebol dinding triplek selanjutnyamasuk keruang staf kantor lanta tiga tersbeut.

Lalu menggasak uang tunai yang berada didalam laci senilai Rp 2,5 Juta. Melihat kejadian tersebut Security SM Swalayan, Jamaluddin dan penjaga malam SM melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lubuklinggau untuk diselidiki lebih lanjut.(CW-02)

IRT Simpan Sabu di Atas Kelambu

SUKAKARYA-Petugas Satrekrim Polres Musi Rawas, Rabu (9/6) sekitar pukul 19.30 WIB menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT). Pasalnya IRT yang sudah memiliki seorang anak ini, diduga sebagaia Bandar sabu di Desa Ciptodadi Kecamatan Sukakarya.
Tersangka adalah Suliya (45) warga samping Vihara Desa Ciptodadi. Dari rumah tersangka petugas yang melakukan penggeledahan berhasil menemukan 11 paket sabu-sabu.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede kepada Musirawas Ekspres menjelaskan awalnya didapatkan informasi dari masyarakat, bahwa Suliya adalah bandar sabu-sabu. Sehingga seorang petugas melakukan penyamaran hendak membeli sabu-sabu dari tersangka.

Setelah berhasil kontak melalui telepon, petugas yang menyamar melakukan perjenjian transaksi dengan Suliya. Perjanjian transaksi dilakukan di kediaman tersangka, maka Rabu sore penyamar datang ke kediaman tersangka.

Kepada tersangka penyamar membeli satu paket sabu-sabu seharga Rp 300 ribu. Usai transaksi, petugas lainnya dan sudah bersiap-siap sebelumnya langsung melakukan pengrebekan. “Kediaman tersangka langsung digrebek, ia pun ditangkap tanpa perlawanan,” kata Maruly.

Kemudian petugas melakukan penggeledahan di kediaman Suliya, ternyata di atas kelambu dalam kamar tersangka ditemukan sebuah panci. Di dalam panci itulah polisi mendapatkan 11 paket sabu-sabu siap jual.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ternyata IRT ini mengakui ia cukup lama menjadi bandar sabu-sabu. Tersangka mengakui mengambil sabu-sabu dari Palembang, dengan harga Rp 1,6 juta hingga Rp 1,8 juta per paket besar, kemudian dipecah-pecah menjadi 12 paket.

“Menurut tersangka paket kecil dijual Rp 300 ribu, sehingga setiap paket besar ia mendapatkan keuntungan antara Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta,” kata Maruly sambil menjelaskan tersangka diancam dengan Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (ME-01)

10 Juni 2010

5 September, Ridwan Mukti-Hendra Gunawan Dilantik

*Sebagai Bupati-Wabup Mura Periode 2010-2015
MUSI RAWAS-
H Ridwan Muki-Hendra Gunawan, Calon Bupati-Wakil Bupati terpilih periode 2010-2015 yang ditetapkan KPU Mura akan dilantik 5 September 2010. Pelantikan pasangan ini untuk menjadi Bupati dan Wabup Mura 2010-2015 ini berdasarkan masa berakhirnya Bupati-Wakil Bupati Musi Rawas 2000-2010.

Acara pelantikan tersebut menjadi kewenangan DPRD Kabupaten Mura. Demikian diungkapkan Ketua KPU Mura, Efriansyah, kepada Musirawas Ekspresdi sela rapat pleno penetapan calon terpilih Bupati-Wabup Mura di Gedung Serba Guna Komplek Perkantoran KPU Mura. Dikatakan Efriansyah, sebelum dilaksanakan pelantikan tersebut terlebih dahulu hasil pleno KPU dengan agenda penetapan calih Bupati-Wakil Bupati akan disampaikan ke DPRD Mura.

“Hasil pleno ini akan disampaikan ke DPRD Mura,” jelasnya.

Selain ke DPRD Mura, hasil pleno KPU juga akan disampaikan ke KPU Provinsi Sumatera Selatan. Pastinya keputusan yang sudah dipleno KPU ini merupakan keputusan final dan mengikat. Penyampaian hasil pleno tersebut akan dilaksanakan H+3 setelah pleno KPU Mura dengan agenda penetapan calih bupati-wakil bupati.

Ditambahkannya sebagai penyelenggara pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) ia mengucapkan terima kasih kepada stake holder, Polres, Kodim 0406 Mura serta pihak terkait lainnya, terkhusus masyarakat Mura yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan Pemilukada dengan aman dan tertib.

“Dalam kesempatan ini kami (KPU Mura) mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik keamanan, stake holder dan masyarakat yang telah membantu terlaksananya Pemilukada dengan aman dan tertib tanpa ada kendala,” ungkapnya.

Mengenai pelatikan calon terpilih, Efriansyah menegaskan kembali sesuai dengan agenda akan dilaksanakan 5 September 2010 atau 3 bulan mendatang.
“Untuk pelantikan merupakan agenda DPRD Mura sesuai dengan berakhirnya masa jabatan Bupati-Wakil bupati yang lama,” katanya.

Sekedar mengingatkan kata Efriansyah, dalam rapat pleno Selasa (8/6) pasangan nomor urut satu, Drs M Isa Sigit MM dan Agung Yubi Utama ditetapkkan memperolehan 61.547 suata atau 22,45 persen. Sedangkan pasangan nomor urut dua Ridwan Mukti-Hendra Gunawan meraih 163.137 suara dan ditetapkan menjadi pemenang dan calon terpilih Bupati-Wabup Mura dengan perolehan 59,50 persen suara. Pasangan nomor urut tiga, Senen Singadilaga dan Sudirman Masuli meraih 43.438 suara (15,84 persen). Sementara pasangan nomor urut empat Wazanazi Wahib- Untung Suprianto, meraih 6.071 suara (2,21 persen). (ME-07)

Penerbangan ke Palembang, Jambi, Padang, Batam, Bakal Menyusul

*Launcing Sukses, Penerbangan Linggau-Jakarta akan Setiap Hari
MUSI RAWAS–
Jasa angkutan udara dengan rute penerbangan Lubuklinggau-Jakarta via Bandara Silampari – Terminal C1 Sukarno Hatta Jakarta resmi dibuka (launching) terhitung 9 Juni 2010. Berhasilnya launching penerbangan regular dari Bandara Silampari rute Lubukinggau-Jakara ini kemudian menjadi alasan pihak pengelola bandara untuk membuka jalur perbangan dari Lubuklinggau ke Palembang, Jambi, Padang dan Batam.

Tidak hanya itu, melihat animo masyarakat yang sangat besar untuk menggunakan jasa angkutan udara tersebut, untuk penerbangan rute Lubuklinggau-Jakarta akan dibuka setiap hari meningkat dari sebelumnya yang hanya Senin, Rabu, Jumat dan Minggu. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) Musi Rawas, Ari Narsa JS mengatakan, untuk sementara penerbangan reguler dibuka Senin, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu, dimana dalam satu hari melayani sekali pulang pergi.



“Rute Lubuklinggau - Jakarta harga tiketnya Rp 650 ribu. Pada penerbangan pertama ini, animo masyarakat ternyata cukup tinggi. Pesawat dari Jakarta yang berangkat pukul 10.45 WIB mengangkut sekitar 25 penumpang rombongan orang penting diantaranya Bupati Mura, Ridwan Mukti dan rombongan Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi yang membawa Piala Adipura. Sementara keberangkatan dari Lubuklinggau ke Jakarta pukul 12.00 dengan jumlah kursi terisi penuh lebih 60 penumpang,” ungkap Ari Narsa saat launching pengoperasian Bandara Silampari, Rabu (9/6).

Ari Narsa melanjutkan pembukaan jalur penerbangan regular dari Bandara Silampari merupakan langkah awal pembukaan jalur penerbangan ke Padang, Jambi dan Batam.

”Unutk saat ini kita masih melakukan penjajakan. Yang pasti Bandara Silampari ini sebagai penunjang Musi Rawas sebagai gerbang investasi sektor barat Sumsel,” kata Ari Narsah.

Saat lanching penerbangan regular kemarin animo masyarakat Kabupaten Mura, Lubuklinggau, Empat Lawang dan daerah tetangga di luar dugaan ternyata sangat tinggi. Sebab hari pertama penerbangan sudah diberlakukan ‘waiting list’ (Jatah tunggu) bagi penumpang yang akan terbang ke Bandara Sukarno Hatta Jakarta tepatnya Terminal Kedatangan C1.

"Pesawat BAE 146 bermesin jet milik maskapai Aviastar ini memang berkapasitas 84 penumpang. Namun dengan kondisi runway saat ini yang panjangnya 1.350 meter, kapasitas maksimal penumpang dibatasi 60 penumpang," ujarnya dan menambahkan untuk rute penerbangan Lubuklinggau - Palembang, sementara belum dibuka karena masih mempersiapkan fasilitas pelayanan seperti kantor dan lainnya. Tapi dalam waktu dekat ini, Bandara Silampari akan melayani penerbangan Lubuklinggau – Palembang.

Bupati Musi Rawas, HRidwan Mukti yang ikut dalam penerbangan perdana dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta-Bandara Silampari mengatakan, pengoperasinya Bandara Silampari kemarin merupakan awal dibukanya jalur penerbangan reguler. Disebutkannya, dengan tingginya animo masyarakat menggunakan jasa penerbangan melalui Bandara Silampari, seperti pada penerbangan perdana kemarin, Bupati berharap pihak pengelola bandara cepat tanggap. Pihak penyedia jasa penerbangan yang bekerjasama dengan Bandara Silampari, diminta agar bisa segera mengevaluasi untuk penerbangan reguler setiap hari.

Direktur PT Komala Edwin Wijaya, selaku penyedia jasa penerbangan yang bekerja sama dengan Maskapai Penerbangan Aviastar mengatakan, dua pekan lagi, rute Lubuklinggau-Palembang segera dibuka. Setelah itu akan dijajaki untuk rute penerbangan ke beberapa kota di Indonesia.

“Kita lihat animo masyarakat di sini cukup tinggi, sehingga kemungkinan penerbangan setiap hari bisa cepat terlaksana, tinggal mengatur jadwalnya,” katanya. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat juga akan melayani rute ke kota-kota lain seperti Jambi, Padang, Batam dan lainnya,” pungkasnya.(ME-06)

Puluhan Rumah Penduduk Terancam Digusur

*Perluasan Kawasan Bandara Silampari
MUSI RAWAS-
Setelah beroperasinya Bandara Silampari dngan dibukanya rute penerbangan Lubuklinggau–Jakarta, puluhan rumah penduduk di Kelurahan Rahma Lubuklinggau terancam digusur alias bongkar. Pasalnya kawasan tersebut masih berada di areal landasan pacu Bandara Silampari untuk pelaksanaan rencana pengembangan.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Mura, Ari NArsa JS membenarkan hal itu. Menurutnya lahan yang saat ini ditempati warga Kelurahan Rahma tersebut masuk lahan Negara.
“Lahan yang ditempati warga itu masih milik negara yang telah disertifikasi sejak 2003 lalu. Karena ada rencana perpanjangan dan perluasan Bandara Silampari maka lahan tersebut akan digunakan,” jelas Ari Narsah, Selasa (8/6).

Dilanjutkannya luas lahan yang telah dibebaskan pemerintah sejak pemerintahan Bupati Nang Ali Solihin mencapai 67 hektar yang saat ini sudah dimanfaatkan warga unutk menanam tanam tumbuh dan membangun pemukiman.

“Karena lahan seluas 67 hektar tersebut belum dimanfaatkan, maka warga berinisiatif memanfaatkan lahan tersebut dengan perjanjian jika pemerintah membutuhkan untuk perluasan landasan pacu bandara Silamapri maka harus dikembalikan,” terangnya.

Namun menurut Ari pemerintah tidak serta merta melakukan pemindahan karena tim 9 akan mempersiapkan ganti rugi tanam tumbuh milik warga meskipun sebelumnya sudah dilakukan ganti rugi.

“Saat ini sosialisasi terhadap warga yang berada di kawasan bandara silampari terus dilakukan sebelum lahan tersebut dibangun pemerintah,” katanya.

Ditambahkannya persoalan ini nantinya akan dibahas terlebih dahulu oleh tim 9 mengenai mekanisme ganti rugi dan perelokasian pemukiman warga.

“Pastinya sebelum warga memanfaatkan lahan tersebut warga sudah melakukan perjanjian dengan pemerintah,” pungkasnya. (ME-06)

Komisi Irigasi Rekomendasikan Penyelesaian Masalah Petani

MUSI RAWAS-Banyaknya keluhan petani terkait pendistribusian air dari saluran irigasi yang kurang lancer mendapat tanggapan serius Pemkab Mura. Baik Dinas PU Pengairan maupun Komisi Irigasi mencoba mengakomodir keluhan tersebut dengan harapan semua permasalahan dapat tertangani dan petani bisa beraktivitas dengan lancar yang pada akhirnya bisa meningkatkan produksi panen.

”Sejauh ini, setiap ada laporan kita langsung tindaklanjuti bahkan hingga meninjau lokasi untuk mencari jalan penyelesaian. Tidak itu saja kita juga berupaya mengambil langkah cepat sehingga air irigasi normal sesuai harapan petani,” ungkap Sekretaris Komisi Irigasi Kabupaten Musi Rawas (Mura), Juniwanto. Hanya saja yang menjadi kendala saat ini kebanyakan permasalahan yang muncul tidak disampaikan secara resmi. Bahkan terkadang hanya muncul dalam bentuk keluhan-keluhan sehingga sulit untuk ditindaklanjuti.

”Tapi dalam kenyataannya walaupun lisan atau disampaikan melalui SMS, Komisi Irigasi pasti menurunkan tim untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi. Misalnya ada laporan lisan air tidak mengalir langsung kita tinjau sampai air mengalir,” katanya. Namun menurut Juniwanto alangkah baiknya laporan disampaikan tertulis dengan data-data yang lengkap.

“Bila perlu laporan ditujukan langsung kepada Ketua Komisi Irigasi sehingga laporan bisa ditindaklanjuti secara sistematis. Dibahas berdasarkan data yang ada untuk kemudian analisa lapangan. Jika memang persoalannya termasuk skala besar maka Komisi Irigasi bisa merekomendasikan langkah yang harus dilakukan dinas terkait karena ini sistemnya antar lintas sektoral.
”Misalnya rekomendasi ke Dinas PU Pengairan untuk melakukan perbaikan, pembangunan atau tindakan lain,” paparnya.

Kembali disampaikan Juniwanto, Komisi Irigasi sudah menyiapkan nomor khusus sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan atau pengaduan terkait permasalahan irgasi di Kabupaten Mura. Layanan pengaduan ini dibuka 24 jam dan Komisi Irigasi akan berupaya menindaklanjuti setiap pengaduan dengan cepat.
”Bagi masyarakat Mura jika ada permasalahan yang berkaitan dengan pengairan silahkan lapor atau sampaikan ke nomor 081996114800. Bisa telepon langsung atau SMS,” ungkap Juniwanto.

Secara umum Komisi Irigasi dibentuk untuk membantu petani menyelesaikan setiap masalah terkhusus yang berkaitan dengan pengairan, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan. Teknisnya dengan nomor telepon yang sudah disiapkan Komisi Irigasi diharapkan bisa menampung aspirasi, masukan, saran dan pertanyaan dari masyarakat mengenai semua yang berhubungan dengan irigasi. (ME-02)

YLKI Minta Pihak Sekolah Awasi Makmin

* Dilingkungan Sekolah
LUBUKLINGGAU-
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Lubuklinggau meminta kepada pihak sekolah dan Komite Sekolah, Dewan Guru maupun masyarakat sekitar sekolah untuk mengawassi peredaran makanan dan mimuman (Makmin) yang diperdagangkan di area sekolah.

Untuk mengantisipasi beredarnya makmin mengandung zat yang membahayakan anak-anak sekolah, terutama siswa tingkat Sekolah Dasar. Sehingga dengan pengawasan yang dilakukan tersebut pelaku usaha akan memproduksi dan memperdagangkan makmin yang layak dikonsumsi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekretaris YLKI Kota Lubuklinggau Nurulsulhi Nawawi kepada Musirawas Ekspres, Rabu (9/6).

Dikatakan Nun sapaan pria ini, pengawasan sangat perlu dilakukan karena berkenaan dengan masalah perlindungan kesehatan anak sekolah, yang sering membeli makmin yang diperjual belikan diarea sekolah. “Semua pihak terkait, yakni YLKI, Disperindag, Dinkes dan Masyarakat, selain kantin resmi sekolah juga banyak beredar industri jajanan anak dilingkungan sekolah secara umum di lakukan oleh industri pangan rumah tangga,”jelasnya.

Untuk makmin yang dijual di kantin selama dilakukan pengawasan hasilnya masih cukup terjaga kebersihan dan keamanan syarat sehat serta higienis untuk di konsumsi.

“Namun pengawasan makmin datangan dari luar lingkungan sekolah harus kita akui memang masih sangat kurang dan bisa dikatakan sama sekali tidak dalam pengawasan pihak terkait,”tegasnya.

Untuk itu sebagai wacana melindungi anak sebagai konsumen jajanan anak sekolah YLKI meminta kepada pihak sekolah bersama wali murid yang berada dalam organisasi Komite Sekolah agar mensyaratkan kepada semua pelaku usaha yang menjual makmin di sekolah diminta supaya mempunyai izin berjualan dilingkungan sekolah.

Selain itu juga memberikan informasi kepada pihak sekolah tentang bahan pangan yang digunakan pada makmin yang diperjual belikan kepada anak sekolah. Apabila pihak sekolah curiga terhadap bahan olahan pangan yang dipergunakan makanan itu maka dapat meminta bantuan kepada pihak terkait dalam hal ini YLKI, Diperindag, Dinkes dan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan.

Hal itu bertujuan agar tercipta sebuah kepastian syarat layak, syarat sehat dan syarat aman dari makanan maupun minuman yang diperjualbelikan tersebut. (CW-01)

Pelajar Ikut Porprof Ada Dispensasi Ikuti UUB Susulan

LUBUKLINGGAU- Keikutsertaan pelajar Kota Lubuklinggau dalam lomba Pekan Olahraga Propinsi (Porprof) di Kota Palembang, 20 Juni mendatang tidak akan merugikan atlit yang sebagian besar merupakan pelajar itu.

Karena mengikuti Porprop tersebut akan mendapatkan dispensasi mengikuti Ulangan Umum Bersama (UUB) susulan.

Menurut Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Lubuklinggau Agusni, kepada Musirawas Ekspres, Selasa (8/6) kegiatan itu bersamaan dengan pelaksanaan Ulangan Umum Bersama (IUB).

Artinya pelajar yang mengikuti Porprop itu tidak akan rugi meskipun hal itu bertepatan dengan pelaksanaan UUB . Namun sejauh ini pihaknya belum mengetahui kepastian kapan jadwal pelaksanaan UUB tersebut. Sebab berkenaan dengan halaman itu pihaknya belum mengecek ke Dinas Pendidikan.

“Akan tetapi seandainya Porprof tersebut bertepatan dengan UUB itu, tidak akan rugikan siswa, mereka yang mengikuti porprof tetap punya hak untuk ulangan susulan , karena anak tersebut bukan membawa nama individu, tapi membawa nama Kota Lubuklinggau, jadi pada orang tua tidak perlu ragu-ragu,” tuturnya.

Berkenaan dengan hal tersebut Dispora bersama KONI akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, untuk mengupayakan pelajar yang mengikuti porprof bisa mengikuti ulangan susulan. “ Tahun lalu juga seperti itu, siswa yang mengikuti Porfrop diberikan dispensasi untuk mengikuti UUB susulan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Agusni mengatakan untuk Porprof ini jadwal pembukaan 20 Juni, tapi ada beberapa cabang olahraga yang main di tanggal 16 juni , seperti bola kaki dan voli, sehingga ada kemungkinan ada beberapa atlit yang akan berangkat lebih dulu.

Berapa peserta yang akan diberangkatkan? Agusni mengatakan ada 333 atlit termasuk official yang akan berangkat menuju Palembang untuk mengikuti Porprof tersebut.(CW-01)

Panwaslu Dituding Abaikan Laporan

MUSI RAWAS-Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Musi Rawas (Mura) dituding tidak bekerja maksimal selama pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada). Indikatornya dari beberapa laporan masalah pelanggaran Pemilukada, mulai dari dugaa pemakaian fasilitas mobil dinas sampai dengan dugaan money politic hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya.

Atas semua Panwaslu diduga tidak bekerja maksimal ada unsur kesengajaan menghambat laporan yang sudah dilaporkan tim dari beberapa kandidat yang ikut dalam suksesi lima tahun tersebut. Demikian dikatakan sekretaris tim pemenangan Misi-Agung, Sapran Baijuri, kepada Musirawas Ekspres, kemarin (9/6).

Menurutnya ada dugaan Panwaslu menghambat atau sengaja mengulur-ngulur waktu menindaklanjuti laporan pelanggaran Pemilukada, karena sampai saat ini dari semua laporan tersebut belum ada yang direkomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau aparat penegak hukum.

“Kami bertanya mengapa sampai saat ini belum ada laporan pelanggaran pemilukada yang ditindak lanjuti. Indikasi jelas bahwa Panwaslu mengulur-ulur waktu supaya batas waktu menangani dugaan pelanggaran habis masa waktunya,” kata Sapran.

Seperti sebelumnya, tim mereka melaporkan masalah dugaan money politic yang dilakukan oleh salah satu kandidat melalui tim mereka. Apa jawaban Panwaslu, bahwa laporan mereka belum bisa ditindaklanjuti, karena masih menangani laporan dugaan money politik yang sudah dilaporkan duluan oleh salah satu tim kandidat.

Terpisah Ketua Panwaslu, Hendri Akbar, ketika dibincangi Musirawas Ekspres, di halaman kantor KPU Mura membantah bahwa Panwaslu tidak menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilukada yang sudah dilaporkan.

Dikatakannya saat ini Panwaslu sedang bekerja menangani kasus dugaan pelanggaran money politic yang dilaporkan oleh salah satu tim kandidat. Yakni dugaan money politic di Tugumulyo, Tuah Negeri, Muara Kelingi.

Dikatakannya yang dilaporkan pasangan calon no urut 3, karena dilaporkan pada malam sebelum pencoblosan. Untuk laporan dugaan money politic yang baru saja dilaporkan masih dalam proses. “ Untuk yang baru masih dalam proses, mungkin laporannya masih di staf,”terangnya.

Untuk yang terbaru masalah laporan dugaan money politik belum bisa kita jelaskan, siapa yang dilapor. Karena belum melihat laporan. “ Yang terbaru belum bisa memberitahu siapa yang dilapor, karena masih distaff,”kelitnya.

Yang jelas kata laki-laki bertubuh sedikit tambun ini, untuk sementara memilah kasus-kasus dugaan pelanggaran pemilukada. Untuk sementara masih menangani tiga laporan terdahulu.

Ada kesan agak lambat? Hendri dengan lantangnya mengatakan silahkan pihak-pihak mengatakan penanganan kasus dugaan pelanggaran pemilukada agak lamban ditangani. Karena kasus dugaan pelanggaran yang masuk banyak. Perlu diketahui ada beberapa kasus yang sudah diselesaikan dan direkomendasikan ke KPU. “ Kalau menurut saya penangananan laporan dugaan pelanggaran pemilukada tidak lambat,”tegasnya. (ME-07)

Motor Dinas Digasak Maling

LUBUKLINGGAU-Aksi pencurian sepeda motor di Lubuklinggau masih marak terjadi. Selasa (8/6) sekitar pukul 11.00 WIB dialami Maal Guna (53) warga Jl Waringin RT 7 Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Akibat perbuatan tersebut korban yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalami kerugian sepeda motor dinas Suzuki Shogun 125 Nopol BG 6291 HZ warna hitam atau kerugian sekitar Rp 7 Juta.

Kejadiannya bermula korban berangkat dari rumahnya menuju RPH Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II dengan tujuan hendak menagawasi pegawai kerja. Sesampainya disana korban memarkirkan sepeda motor di halaman parkir. Namun ketika korban hendak mengambil sepeda motornya tersebut ternyata sudah lenyab digasak maling.

Melihat hal tersebut korban terkejut dan sempat mencarinya namun karena belum berhasil menemukannya, sehingga korban Rabu (9/6) sekitar pukul 13.00 WIB korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lubuklinggau agar diselildiki.(CW-02)

Ditinggal Main Remi, Istri Digagahi Tetangga

LUBUKLINGGAU-Nekat dilakukan Selamat (37) warga Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti. Melihat rekannya AN, warga yang sama sibuk main remi, Selamat langsung mendatangi kediaman AN, kemudian mengagahi istri temannya itu, yakni LS.

Perbuatan tidak terpuji itu dilakukan tersangka Jumat (30/4) sekitar pukul 04.00 WIB di dalam kamar rumah korban. Rabu (9/6) sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka dilimpahkan penyidik Polsek Muara Beliti ke Kejari Lubuklinggau. Pelimpahan tersangka dari penyidik diterima Jaksa Sevti di ruangan pidana umum.

Kronologis kasusnya, bermula Jumat (30/4) sekitar pukul 04.00 WIB tersangka melihat suami korban sedang bermain remi di tarup acara hajatan warga. Melihat hal tersebut tersangka langsung mendatangi rumah korban.

Ia selanjutnya memutar kunci pintu rumah korban, berhasil masuk ke dalam rumah tersangka langsung ke dalam kamar rumah korban. Namun ia terlebih dahulu mematikan lampu teplok yang berada di dekat tempat tidur korban.

Kemudian tersangka mendekati korban yang sedang tidur, langsung menarik paksa celana dalam korban. Korban kala itu sempat berontak, tetapi tersangka tidak peduli, bahkan menidih dan (maaf, red) memegangi kemaluan korban.

Bukan itu saja, tersangka kemudian mengagahi korban sambil berkata “diam-diam”. Usai melakukan perbuatan bejatnya, korban menjerit histeris. Sementara Setelah melampiaskan hasratnya tersangka langsung melarikan diri. tidak lama kemudian tersangka berhasil ditangkap polisi.(CW-02)

09 Juni 2010

Ridwan-Hendra Resmi Bupati-Wakil Bupati Terpilih

MUSI RAWAS– Dibawah barikade pengamanan yang ekstra ketat. Rekapitulasi dan pleno penghitungan hasil suara di gedung serbaguna KPU Musi Rawas (Mura), berlangsung aman dan lancar. Tidak terjadi aksi demo ataupun gerombolan massa yang datang untuk menyaksikan penghitungan jumlah suara dari PPK. Bahkan dua saksi wakil dari cakada yakni pasangan Senen-Sudirman dan Wahzanazi-Untung sama sekali tidak terlihat.

Rekapitulasi yang mulai dilaksanakn sekitar pukul 09.00 Wib hignga pukul 11.45 Wib, dihadiri unsure muspida, antara lain Sekda Mura H Sulaiman Kohar, Kapolres Mura AKBP Imam Sachroni, Dandim 0406 Mura Letkol Inf Drs H Suryana, Kajari Taufik Satia Diputra, dan beberapa saksi dari pasangan calon kandidat Ridwan Mukti – Hendra Gunwan (RM-HG) serta Misi Agung. Didalam gedung sederhana berukuran 25 meter x 10 meter tersebut, nampak terlihat hening.

Menyimak hasil rekapitulasi yang dilaksanakan oleh ketua KPU Efriansyah S sos, dan anggotanya Novriansyah, Suherdi, Ngimanuddin serta Kenny S. dan berdasarkan hitung-hitungan yang sudah ada didapatkan jumlah suara untuk pasangan nomor satu yakni pasangan Drs M Isa Sigit dan Agung Yubi Utama dengan perolehan jumlah suara 61.547, sedangkan pasangan nomor urut dua RM-HG meraih seanyak 163.137, pasangan nomor urut 3 yakni pasangan Senen Singadilaga dan Sudirman Masuli meraih suara sebanyak 43.438 dan pasangan nomor urut 4 yakni Wazanazi Wahib- Untung Suprianto, meraih suara 6.071.

Dalam kesempatan kemarin, ada dua saksi dari balon bupati dan wakil bupati dari psangan Senen-Sudirman dan Wazanazi tidak datang untuk menyaksikan rekapitulasi. Sedangkan pasangan nomor urut 1, yang diwakili oleh saksinya menyatakan keberatan dengan adanya penghitungan suara. Sementara itu, dari hasil pleno KPU ditetapkan jumlah suara ash sebanyak 274.193. sedangkan suara yang tidak sah sebanyak 4.922. artinya bila dijumlahkan semua DPT yang hadir di TPS sebanyak 279.115.

Secara otomatis jumlah DPT yang tidak hadir, sama dengan jumlah DPT dikurangi DPT yang hadir atau sebanyak 103.704 golongan putih alias (golput). Terkait dengan banyaknya jumlah pemilih yang tidak hadir atau golput, ketua KPU Efriansyah belum berani berkomentar panjang lebar. Namun menurutnya, bila dibandingkan dengan jumlah partisipan atau pemilih pada beberapa waktu sebelumnya seperti pemilihan legislative dan gubernur, angka ini sendiri mengalami peningkatkan.

Pada kesempatan itu juga, pleno KPU Musi Rawas langsung menetapkan pasangan terpilih yakni H Ridwan Mukti dan H Hendra Gunawan. Terkait adanya saksi yang tidak hadir, dikatakan Efriansyah, tidak membatalkan pleno yang telah dilakukan oleh KPU. “Kalau saksi tidak datang, tentu hal tersebut tidak membatalkan pleno yang telah kita buat,” katanya.

Sementara itu,d ari pantuan Musirawas Ekspres dilapngan jumlah aparat keamanan tersebar di beberapa penjuru pintu masuk gedung serba guna. Bahkan sekeliling komplek gedung penghitungan dan pleno penetapan bupati dan wakil bupati terpilih, dikelilingi dengan pagar kawat berduri. Bahkan juga terlihat beberapa anjing pelacak yang sudah disiapkan oleh anggota Polres Mura untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, KPU sendiri akan memberikan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih ini kepada DPRD Musi Rawas. “Dalam tiga hari diberikan masa sanggah. dan kalupun ada yang menyanggah, boleh mengemukakan sanggahan hingga tingkat MA. Namun tiga hari kedepan penetapan bupati terpilih dan wakil bupati terpilih kita serahkan kepada DPRD Musi Rawas,” kata Efriansyah singkat. (ME-07)

Sampaikan Pembelaan Mantan Ketua KPU Mura Menangis

LUBUKLINGGAU-Dalam menyampaikan Pledoi (pembelaan) Mantan kaetua KPU Mura, Romy Krisna menangis di dalam persidangan dalam kasus dugaan penyimpangan dana logistik KPU Mura dalam Pilgub 2008.

Demikian terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Lubuklinggau. Selasa (8/6) sekitar pukul 14.00 WIB dengan agenda mendengarkan Pledoi (pembelaan) dari terdaka dn kuasa hukumnya Krisian Lesmana.

Dalam pembelaannya kuasa hukum terdakwa Kristian Lesmana meminta pada majelis hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringannya pada terdakwa dan mohon pada majelis hakim untuk mempertimbangkan pengembalian kerugian negara.

Sebagai pertimbangan majelis hakm kuasa hukum erdakwa maenyatakan bahwa terdakwa selalu berlaku sopan dalam prsidangan, telah mengakui perbuatannya dan telah menyesal atas perbuatan yang dilakukan, terdakwa telah mengembalikan kerugian negara Rp 95 Juta yang saat ini telah dititpkan pada Bank Sumsel Cabang Lubuklinggau, terdakwa telah memiliki tanggungan anak yang masih kecil dan menjadi tulang punggung keluarga.

Sementara terdakwa Romy Krisna dalam pembelaannya menyampaikan mengakui bersalah telah menggunkan uang negara secqara tidak prosedural dan tidak ada niat sedikitpun untuk menggunakan uang tersebut yang semestinya adalah unu membantu skretaris KPU Mura Rahma Istiati dalam pendistribusian logistik agar lancar karena waktu yang mendesak.karena telah bersalah dan telah menggunkan uang negara tanpa prosedural tersebut. Sehingga dengan upaya baik melalui bantuan kedua orang tua, Istri, adik serta daoa anak-anak saya. Maka terenuhilah uang Rp 95 Juta tersebut.

Sehingga terdakwa memohon pada majelis hakim hukuman seringan-ringannya mengigat semua kerugian negara Rp 95 Juta sudah dikembalikan pada ngara, saya mesih mempunyai tanggungan keluarga yang berat. Dimana istri saya tidak bekerja yang tetap dan kedua anak saya masih kecil dan kedua orang tua dan saya anak nomor asatu dari emapat saudara yang tentunya menjadi tulang punggung keluarga.

Sehingga dengan alasan tersebut agar kiranya membaerikan hukuman yang seringan-ringannya.

Setealah mendengarkan pembelaan dari kuasa hukum terdakwa, Kristian Lesmana dan pembelan terdakwa Romy Krisna tersebut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aka Kurniawan menyatakan tetap pada tuntutannya.
Sementara majelis hakim Wahyu Widya dan hakim Neva dan Mooris menunda persidangan hingga Kamis (17/6) dengan agenda mendengarkan putusan.(CW-02)

Hari ini, Wako dan Rombongan Bawa Piala Adipura

* Langsung Diarak Keliling Linggau
LUBUKLINGGAU-
setelah seblumnaya walikoata Lubuklinggau H. Riduan effendi menerima pengharaag piala adipur adari presiden susilo bamabang yudoyono di isatan merdeka ( selasa (8/6).

Hari ini symbol kota bersih itu akan dibawa walikoata bermas tim adipuara koata lubuklinggau darai jakarat menjju kota sebiduk semarae dengn menggunakan pesawat jet.

Demiiakn diungkapakn ketau tim adipura kota Lubuklinggau Erwin armeidi kepada musirawa s ekpres meluyi ponse;lnaya saat berad diajakarat seuisa acar penyerahan piala adipuara tersebut.
Dikatakn Erwin penyerahan pengharagaan tersebut berhalan cukup hikmat

hari ini ( rabu,9/6) walikota lubuklinggau H. riduan Effendi bermasatim adipuara kota lubuklinggau baka membawa piala symbol kota bersih ke kota sebiduk semare ini dari istana

Jalan Poros Durian Remuk akan Ditingkatkan

MUSI RAWAS–Jalan poros menuju Desa Durian Remuk Kecamatan Muara Beliti sepanjang 12 kilometer 2010 mulai ditingkatkan dengan pengerasan. Prioritas pembangunan jalan tersebut sebagai langkah awal untuk mendukung pembangunan Terminal Peti Kemas di Kecamatan Muara Beliti.

“Pada dana pengerasan jalan dianggarkan di APBD 2010, setelah pengerasan jalan pembangunan jalan akan dilanjutkan dengan Hotmix di anggaran tahun berikutnya,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga, Krisdanarto kepada wartawan.
Dikatakannya, pembangunan jalan poros menuju Desa Durian Remuk tersebut sebagai akses utama bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas serta mempermudah aktivitas warga menuju kawasan itu.

Terminal Peti Kemas di Kabupaten Mura merupakan akses menuju Pelabuhan Tanjung Api Api, Pelembang dan Pulau Bai Bengkulu. Infrastruktur ini nantionyua akan menunjang perekonomian warga Kecamatan Muara Beliti termasuk masyarakat di daerah tetangga. Salah satunya masyarakat di Kecamatan Kota Padang Kabupaten Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mura khususnya dengan lokasi Terminal Peti Kemas di Desa Durian Remuk.

Sementara itu, Camat Muara Beliti Indra Bazid beberapa waktu lalu mengatakan lokasi Terminal Petikemas sangat berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Kota Padang tepatnya lokasi Transmigrasi Kota Padang.

“Tidak hanya berdekatan, ternyata sudah akses yang bisa menghubungkan Trans Kota Padang dengan lokasi Terminal Petikemas berupa jalan pertamina dimana khusus yang masuk dalam wilayah Kota Padang jalannya sudah lebar,” katanya.

Bahkan warga menggunakan sepeda motor mengangkut karet dari kebun mereka melewati jalan tersebut.

“Jika Terminal Petikemas sudah telah beroperasi, tentu warga di Kota Padang akan terbantu untuk mengangkut serta memasarkan hasil perkebunan,” kata Indra Bazid. Misalnya tidak lagi perlu ke Padang Ulak Tanding atau pusat Kecamatan Kota Padang yang terbilang jauh namun bisa ke Terminal Petikemas yang bisa mengakses ke Agropolitan Center melalui Jalan Poros nantinya.

“Apalagi jika Pabrik Remiling (pengolahan karet, red) di Desa Suro sudah bangun,” pungkasnya. (ME-06)

BKBPP Gelar Kegiatan “After Scholl Program”

* Sosialisasi HIV/AIDS Bagi Pelajar
LUBUKLINGGAU-
Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Lubuklinggau dalam waktu dekat akan menggelar kegiatan sosialisasi “After School Program”, (Masalah bahaya HIV/AIDS) kepada pelajar SMA.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di aula SMA Negeri 3 Lubuklinggau Kamis (10/6) mendatang, dengan peserta kelas XI sebanyak 25 siswa.

Demikian diungkapkan Kepala BKBPP Kota Lubuklinggau, Effendi Abdullah melalui Kabid KBPP Suprihyatno kepada Musirawas Ekspres Senin (7/6) lalu.

Dikatakan Suprih kegiatan tersebut merupakan program Badan KB Propinsi Sumatera Selatan. Sedangkan dalam kegiatan ini BKBPP Kota Lubuklinggau hanya sebagai fasilitator.

Namun demikian kita tetap berupaya dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat dapat memberikan pengetahuan dan pendidikan bagi pelajar tentang bahaya HIV/AIDS tersebut.

Kegiatan itu juga merupakan program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR). Tujuannya untuk lebih memberikan pemahaman akan pentingnya kesehatan reproduksi kepada remaja. Kemudian dalam kegiatan tersebut akan di sosialisasikan masalah bahaya pergaulan bebas, seks bebas dan bahaya penggunaan minuman keras.

Diharapkan dengan adanya pembinaan tersebut akan dapat memberikan informasi tentang dampak bahaya dalam keluarga yang cukup besar yang ditimbulkan dari HIV/AID tersebut.

Menurut Suprih sasaran dalam kegiatan tersebut yakni siswa kelas XI SMA. implementasinya supaya siswa tadi dapat menjadi kader dalam sekolah tersebut sehingga saat mereka kelas XII bisa menyampaikan informasi tersebut kepada siswa kelas dibawahnya. (CW-01)

Akis : Pengrusakan Rumdin Puskesmans Sidorejo Tunjukan Etika Buruk

LUBUKLINGGAU-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuklinggau Akisropi Ayub menyayangkan tindakan pengrusakan Rumah Dinas (Rumdin) Puskesmas Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II yang diduga dilakukan oleh oknum dokter.

Meskipun bangunan tambahan itu merupakan milik pribadi dokter, secara etika Kedinasan seorang Pegawai Negeri Sipil sangat buruk di mata masyarakat dan pimpinan.

“ Meskipun belum memerima laporan dari Dinas Kesehatan berkenaan dengan perihal penghancuran Rumdin itu namun menurutnya tindakan yang dilakukan oleh seorang istri PNS itu mencerminkn etika yang tidak baik,”kata Akis, kepada Musirawas Ekspres, kemarin (8/6).

Akis menambahkan perbuatan yang dilakukan itu akan menjadi pertimbangan dan catatan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Semestinya bisa di musyawarahkan dengan penghuni berikutnya,tidak perlu dihancurkan atas dasar tidak adanya ganti rugi dari pemerintah. “Memang dari Pemkot Lubuklinggau tidak ada ganti rugi dengan kepindahan pejabat lama yang menempati rumah dinas tersebut,”tegasnya.

Mengingat Rumdin tersebut merupakan asset dan inventaris Pemkot Lubuklinggau yang berada dibawah wewenang Dinas Kesehatan, sehingga segala proses tindak lanjutnya mesti melalui Dinas tersebut.

Saat itu juga Akis sempat menyinggung masalah buruknya etika seorang PNS yang tidak memiliki pemikiran yang lebih bijak berkenaan dengan upaya Pemkot Lubuklinggau terhadap eksekusi beberapa waktu lalu.

Menurut Akis eksekusi yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau karena Rumdin tersebut bukan lagi hak pejabat lama. “Apabila sudah ada pejabat yang menggantikan posisinya ya secara otomatis akan berganti penghuni,”ungkapnya.

Eksekusi yang dilakukan itu juga karena sudah beberapa kali diberikan surat peringatan. Tapi surat itu tidak diindahkan sehingga dilakukan eksekusi.

“Masalah penghacuran bangunan Rumdin itu ia menganggap hak pribadi dia,ya kalau saja barang itu bisa di bawa ya mungkin akan dibawa. Namum karena tidak bisa dibawa maka itulah yang mendasari penghuni tersebut menghancurkan yang dianggap miliknya itu,” jelasnya.

Sementara itu mengenai barang inventaris Pemkot Lubuklinggau yang belum diserahkan seperti kendaraan roda dua Honda Supra X 125 ditegaskan Sekda akan di ambil secara paksa,

“PNS yang tidak menjabat lagi mesti mengembalikan inventaris pemerintah yang dibawa, kalau tidak ya akan kita ambil paksa,”tegasnya. (CW-01)

Siswi SMP Tewas Ditabrak Mobil Mogok

TP KEPUNGUT-Kecelakakaan menelan korban jiwa terjadi di tikungan Jl Lintas Tengah Dusun Tanah Genting Desa Simpang Gegas Temuan Kecamatan Tiang Pumpung (TP) Kepungut, Selasa (8/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban tewas adalah Yeni Sartika (15) siswi kelas 2 SMPN Muara Beliti, warga RT.1 Kelurahan Pasar Muara Beliti.

Korban tewas dengan kondisi cidera berat di kepala dan luka gores di tubuh, setelah dilindas mobil mikrolet warna biru Nopol BG 2994 LH yang dikemudikan Marjan Saputra (31) warga RT.4 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti.

Diceritakan salah seorang saksi mata Seli, yang juga teman sekolah korban, hari naas itu selesai mengikuti ulangan di sekolah mereka masing-masing pulang ke rumah. Setelah itu, korban datang main ke rumah saksi, mereka selanjutnya main ke rumah temannya tidak jauh dari rumah saksi.

Usai bermain korban dan saksi pulang menuju rumah saksi. Awalnya mereka menyeberangi jalan, kemudian korban berjalan di sisi jalan sedangkan saksi di sebelahnya. Saat itu bersamaan meluncur mikrolet warna kuning Nopol BG 2484 G dikemudikan Supri alias Lelek (25) warga Pasar Muara Beliti, menarik mikrolet biru dikemudikan Marjan Saputra.

Menurut saksi, korban awalnya diserempet oleh mikrolet kuning, sehingga jatuh dan ditabrak oleh mobil biru dikemudikan Marjan. Korban sempat masuk ke bawah mobil dan terseret sekitar 10 meter, bahkan diperkirakan sempat nyangkut di bawah mobil.

Mobil terus berjalan hingga ke sisi kanan jalan dan terhenti di seberang jalan, sedangkan korban terkapar di sisi kanan jalan tepat di tikungan. Di dekat korban juga ada selang bensin dan saringannya. Korban yang diperkirakan tewas di TKP, kemudian diangkut menggunakan mikorlet kuning menuju Puskesmas Muara Beliti.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Lantas AKP Syukur Kersana didampingi Kanit Laka Ipda Beni Nofiza menjelaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan mengenai kecelakaan ini. “Sementara informasinya tali yang digunakan untuk menarik mobil biru putus, kemudian mobil menabrak korban,” jelasnya.

Mengenai dugaan sebelumnya sempat diserempet mobil kuning, menurut Beni hal itu masih dalam penyelidikan. “Belum bisa dipastikan, akan diperiksa dahulu sasi-saksinya,” kata Kanit Laka.

Sementara itu sopir mikrolet naas, Marjan mengatakan ia mengambil mobilnya dari kompleks Candratex. “Memang mogok sudah dua bulan, remnya karena sudah lama tidak dipakai maka ngocok. Makanya saat itu menabrak,” jelasnya. (ME-01)

08 Juni 2010

Presiden SBY Serahkan Adipura untuk Linggau

*Bakal Diarak Keliling Linggau
LUBUKLINGAU-
Tidak sia-sia perjuangan dan upaya Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk dapat meraih Piala Adipura. Setelah melalui proses penilaian yang cukup panjang Kota Sebiduk Semare ini akhirnya berhasil meraih piala yang memiliki simbol kota bersih itu.

Menurut jadwal hari ini Selasa (8/6) piala tersebut akan diterima Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) di Istana Negara pada pukul 10.0 WIB. Setelah itu pada pukul 13.00 wib Walikota dan rombongan Tim Adipura Kota Lubuklinggau akan bertolak ke Hotel Borobudur Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Dr Gusti M Hatta.

Demikian diinformasikan Ketua Tim Adipura Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi yang berada di Jakarta kepada Musirawas Ekspres malalui ponselnya. Dikatakan Erwin Kota Lubuklinggau sebagai kota sedang di Sumatera Selatan mendapat predikat terbaik nomor empat setelah Banda Aceh, Paya Kumbuh dan Tanjung Pinang.

“Kita cukup berbangga dengan penghargaan yang di berikan oleh tim penilai yang menyatakan kota Lubuklingau jauh lebih baik, sebagai kota sedang yang semakin berkembang Kota Lubuklingau memiliki potensi yang cukup besar untuk terus berkembang dan maju,” ungkapnya.

Keberhasilan Kota Lubuklinggau meraih Piala Adipura tidak terlepas dari peran serta masyarakat serta kerja tim. Lebih lanjut Erwin mengatakan sesuai dengan jadwal piala tersebut nantinya akan di bawa oleh walikota Lubuklinggau berasama tim dari jakarta langsung menuju bandara Silampari Lubuklinggau dengan menggunakan pesawat jet, jesin Poker.

“Kemungkinan akan tiba di Bandara Silampari pada pukul 11.00 WIB,” ungkapnya.

Sebelumnya Asisten II, Hermansyah Unip juga telah mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat persiapan penyambutan Piala Adipura di Lubuklinggau. Berdasarkan hasil rapat tersebut pada Rabu (9/6) pukul 11.00 pihaknya akan melakukan penyambutan di Bandara Silampari. Setelah itu akan diarak ke kantor walikota, kemudian melintasi jalan Depati Said dilanjutkan ke Jalan Kenanga II dan langsung menuju rumah dinas walikota. (CW-01)

Disesalkan, Panwaslu Tidak Buka 24 Jam

MUSI RAWAS-Tim Advokasi Misi-Agung menyesalkan Panwaslu Musi Rawas tidak buka kantor 24 jam, sehingga rencana mereka melaporkan dugaan kecurangan Pemilukada Musi Rawas, Senin (7/6) malam gagal total. Padahal waktu untuk melaporkan kasus dugaan kecurangan hanya 3 x 24 jam setelah pelaksanaan pemungutan suara.

Dijelaskan salah satu tim Advokasi Misi-Agung Alan Kolilan kepada Musirawas Ekspres, mereka datang ke Panwaslu Musi Rawas sekitar pukul 20.38 WIB. Ternyata Panwaslu sudah tutup, padahal sehari sebelumnya mereka juga sudah melapor namun buka hingga malam hari, yakni sekitar pukul 24.00 WIB.
“Kami sebelumnya melapor sekitar pukul 24.00 WIB, Panwaslu masih buka. Sekarang ternyata sudah tutup, padahal selama 3 x 24 jam setelah hari H, diberikan waktu untuk melapor. Kalau seperti ini tidak ada waktu lagi untuk melapor,” jelas Alan Kolilan yang sengaja mendatangi Graha Pena semalam.

Karena itulah mereka sangat menyesalkan hal ini, apalagi setelah ini mereka sama sekali tidak bisa melaporkan dugaan kecurangan yang terjadi. “Ada beberapa hal yang akan dilaporkan, seperti dugaan money politics dan kesalahan DPT,” jelasnya.

Ketua Panwaslu Musi Rawas Hendri Akbar belum berhasil dikonfirmasi mengenai hal ini. Handphonenya saat dihubungi tidak dianggat, begitu juga saat di SMS tidak dibalas. Hanya saja sebelumnya, Hendri mengungkapkan bahwa mereka selama dua malam terakhir tepatnya sejak malam sebelum pelaksanaan hingga dua malam setelahnya tidur di kantor Panwaslu. (ME-01)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More