EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


27 Mei 2010

Ridwan Mukti-Hendra Gunawan, Singa Panggung Demokrasi

*Sudah 13 Kecamatan Dikunjungi Tanpa Kendala
MUSI RAWAS-
Dari empat pasangan Cabup-Cawabup Mura yang akan bertarung pada Pemilukada Mura, pasangan nomor urut 2, Ridwan Mukti-Hendra Gunawan (RM-HG) disebut-sebut sebagi Singa Panggung Demokrasi. Dengan kata lain baik RM maupun HG membuktikan diri sebagai orator ulung.

Ini dibuktikan dengan dedikasi dan kondisi fisik yang cukup prima dalam rangkaian kampanye yang kemarin (Rabu, 26/5) sudah memasuki hari kedelapan.
“Hari kedelapan masa kampanye kami sudah mengunjungi 13 kecamatan untuk melakukan kampanye. Sesuai komitment kami, bukti kesungguhan untuk memimpin Musi Rawas lima tahun ke depan kami akan mengunjungi 21 kecamatan di Musi Rawas tanpa terkecuali dalam rangkaian kampanye,” tegas Hendra Gunawan yang kemarin melaksanakan kampanye di Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu.

Walaupun terus mengobarkan semangat dengan pidato politik yang disampaikan dengan berapi-api setiap hari selama delapan hari berturut-turut namun kondisi RM dan HG ternyata tetap prima.

”Alhamdulillah kami bisa tetap prima membaur dengan rakyat Musi Rawas. Semua ini tidak lain berkat dukungan, doa dan kesungguhan rakyat Musi Rawas mendukung kami untuk memimpin Musi Rawas lima tahun ke depan,” tegas Hendra Gunawan.
*Kampanye Rawas Ulu Terlama
Sementara itu kampanye pasangan RH-HG kemarin dilaksanakan di Kecamatan Rawas Ulu dan Ulu Rawas. Kampanye keduanya berjalan lancar dan sangat kondusif serta tetap memecahkan rekor dengan kunjungan masa pendukung yang jumlahnya fantatis mencapai ribuan bahkan puluhan ribu.

Untuk kampanye di Kecamatan Rawas Ulu dipusatkan di lapangan Sepakbola Kelurahan Surulangun. Seperti kampanye sebelumnya di tempat lain, lokasi kampanye di Surulangun kemarin menjadi lautan manusia. Kampanye di Rawas Ulu sendiri menjadi acara yang paling lama dalam hal durasi dan berlangsung cukup meriah dikomandoi tokoh masyarakat yang sangat berpengaruh tidak hanya di Rawas Ulu namun untuk wilayah Muratara yakni HA Karim AR.

Kemeriahan kampanye di Rawas Ulu dengan dekor panggung menggunakan rigging layaknya konser besar dimulai sejak pagi. Iringan Sumatera Musik diwarnai dengan beberapa kebudayaan daerah sangat menghibur massa yang bedesak-desakan di lokasi kampanye.

Dalam orasi politiknya Hendra Gunawan kembali mengingatkan pentingnya pemimpin visioner yang mempunyai kualitas nasional dan internasional dimana mampu menarik dana dari provinsi dan pusat sebanyak mungkin untuk pembangunan.

”Di Kecamatan Rawas Ulu ada 20.715 pemilih. Seluruh pemilih ini bisa dengan mudahnya menjadi Bupati atau Wakil Bupati kalau hanya sekedar mengumbar janji dengan kontrak politiknya. Tapi perlu diingat sangat susah mencari Bupati dan Wakil Bupai yang bisa bahkan mahir mencari uang untuk membangun. Nah sejauh ini baru H Ridwan Mukti yang bisa mendatangkan banyak uang untuk membangun Musi Rawas. Pastinya kalau sekedar membangun dengan uang seadanya tanpa bisa menarik uang sebanyak-banyaknya pembangunan akan jalan di tempat,” tegas Hendra Gunawan dalam orasi politiknya.

Putra terbaik keturunan Desa Teladas, satu daerah terpencil di Mura yang kini menjadi primadona dan terus mendapatkan dukungan untuk memimpin Musi Rawas ima tahun ke depan ini juga mengungkapkan pemimpin yang tepat adalah yang bertanggungjawab dan sudah menghasilkan karya nyata bukan sebatas janji.

”Siapa saja bisa berjanji. Tapi baru satu yang sudah menunjukkan karya nyata bukan sekedar janji dalam membangun Musi Rawas yakni tidak lain Ridwan Mukti. Jadi jangan coba-coba dalam memilih pemimpin, untuk yang belum berkarya tentu belum berhasil,” ungkap Hendra Gunawan yang selama ini menjadi orang nomor satu dibalik kesukseskan Bupati Ridwan Mukti memimpin Musi Rawas dengan ide dan program pembangunan yang telah disusun.

Makanya Hendra Gunawan tidak henti-henti mengajak rakyat Musi Rawas untuk meneruskan pembangunan. Namun Hendra Gunawan juga mengingatkan kepada rakayt Musi Rawas tetap menjaga kesantunan, kondusifnya wilayah, tidak terpecah-pacah dan melanggengkan jalinan silaturahmi.

“Saya Hendra Gunawan bersama Ridwan Mukti tidak akan memutuskan silaturahmi setelah Pemilukada Mura. Sebab jalinan silaturahmi yang paling utama. Urusan Pemilukada Mura 5 Juni 2010 itu nomor 2. Maksunya pilih Cabup-Cawabup nomor urut 2 RM-HG,” pekiknya langsung disambut gemuruh pendukung.

Sementara HA Karim AR yang juga menjadi Jurkam mengingatkan masyarakat Rawas Ulu untuk menepati janji guna mendukung pasangan RM-HG pada Pemilukada Mura 5 Juni 2010.

”Partai besar tentu memilih Cabup-Cawabup yang memang paling hebat dimana pilihan dijatuhkan kepada Ridwan Mukti dan Hendra Gunawan. Makanya saja minta masyarakat Rawas Ulu menepati janji untuk memilik RM-HG pada saat pemilihan nanti,” tegas Karim AR yang langsung mendapatkan sambutan meriah.

Hal serupa disampaikan Jurkam Fauzi Amro. Menurutnya untuk memilih Pemimpin Musi Rawas tidak bisa dengan kesukuan.

“Kita bukan memilik Bupati Muara Kelingi, kita bukan memilik Bupati Rupit, kita bukan memilik Bupati Surulangun, kita bukan memilik Bupati Karang Jaya yang sangat tendensius dengan sukuisme, tapi memilih Bupati Musi Rawas. Makanya hilangkan sukuisme. Selain itu kita sebagai pendukung RM-HG yang santun tidak akan terprovokasi dengan hal apa pun, mari sukseskan Pemilukada Mura dan memenagkan RM-HG,” tegas Fauzi.
*Ketinggalan Kereta
Sementara itu isu pembentukan Muratara yang menjadi topik utama untuk menarik masa menurut Hendra dalam orasi politiknya kemarin terkesan ketinggalan kereta.

”Muratara prosesnya sudah lama dan tentu saja yang berperan dan sudah ada bukti atas proses menuju terwujudnya Kabupaten Muratara dalam pemerintah di bawah kepemimpinan Ridwan Mukti. Mulai dari dukungan, legalitas hingga bantuan pendanaan. Jadi jika ada yang menyebutkan paling berjasa dan bisa menjanjikan lebih hebat lagi ini tentunya sudah ketinggalan kereta. Bahkan mungkin kepikiran untuk mendoakannya saja belum tapi terkesan berada paling depan dalam perjuangan Muratara,” ungkap Hendra Gunawan. (ME-02)

Kasus Pelemparan Mobil Ridwan Mukti Sepakat Damai

MUSI RAWAS-Kasus pelemparan terhadap mobil Mitsubishi Strada yang ditumpangi Calon incumbent Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti dan mobil pick-up yang ditumpangi simpatisan Misi-Agung diselesaikan dengan cara damai. Demikian dijelaskan Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni kepada wartawan, Rabu (26/5) siang.

“Saya sudah mempertemukan Timses semua pasangan dan mengingatkan kembali masing-masing timses dan pasangan tentang komitmen Pemilukada damai. Kemudian dari Timses RM-HG dan Misi-Agung juga sepakat, bahwa masalah yang terjadi di Rupit dan Terawas diselesaikan dengan jalur damai,” jelas Kapolres.

Dengan adanya kesepatan damai ini, maka Kapolres memutuskan kasus tersebut tidak akan diproses hukum. Kendati diakui Kapolres, pihaknya sudah memeriksa saksi-saksi dan sudah ada gambaran pelaku pelemparan baik di Rupit maupun di Terawas.

“Karena sudah sepakat damai, maka proses hukumnya dihentikan. Dan mobil yang kacanya pecah tinggal diganti saja,” ujarnya sambil menjelaskan kedua mobil sementara masih diamankan di Mapolres Musi Rawas karena belum diambil.

Terkait kedua peristiwa itu, Kapolres meminta kepada masing-masing Timses agar jangan sampai lepas kontrol terhadap massanya. Karena Timses bertanggung jawab mengendalikan simpatisan dan harus mengkoordinir di satu komando.

Kemudian Kapolres juga mengingatkan, agar jangan sampai lagi mengulangi kejadian yang serupa. Karena pihaknya tentu akan melakukan tindakan tegas dan tidak ada toleransi lagi, karena masing-masing timses memiliki kewajiban agar Pemilukada aman, tertib dan lancer. Apalagi jika terjadi kekacauan pasti akan menganggau ketertiban umum.

“Karena itu saya minta komitemen dari masing-masing timses dan pasangan, agar dalam segala kegiatan selalu damai dan menahan diri. Jika memang dirasa tidak bisa mengendalikan simpatisan, saya harapkan jangan membawa simpatisan terlalu banyak, karena tentunya tidak menguntungkan,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya pelemparan mobil yang ditumpangi Ridwan Mukti terjadi Selasa (25/5) sekitar pukul 12.00 WIB dilempari beberapa orang di depan Rumah Makan Telago Indah Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit. Sedangkan pelemparan mobil yang ditumpangi simpatisan Misi-Agung terjadi di Kelurahan Terawas Kecamatan STL Ulu Terawas, tidak jauh dari polsek sekitar pukul 17.30 WIB. (ME-01)

Klarifikasi Dishut Bakal Jadi Bumerang

*Herman : Tim Polhut dan Dishut Beda, Ada Apa?
MUSI RAWAS-
Klarifikasi Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mura melalui Kepala Seksi Pengukuhan Hutan Dinas Kehutanan Musi Rawas, M Rodi Zainuri yang memastikan tidak ada perambahan Hutan Produksi Konversi (HPKv) di kawasan hutan Sungai Bakul Kecamatan Muara Lakitan memunculkan polemik. Menurut Koordinator SUU, Herman Sawiran klarifikasi tersebut bakal menjadi bumerang.

Maksudnya, ditegaskan Herman dengan ada klarifikasi yang dianggap mencurigakan tersebut bakal membuka persoalan lain mengenai perambahan hutan di Mura.

”Intinya terserah Dishut mau mengatakan tidak ada perambahan sebab ini bakal menjadi bumerang bagi Dishut sendiri. Sebab muncul persoalan baru dimana data yang akurat dan lengkap termasuk data hasil temuan tim Polhut yang memastikan ada perambahan hutan oleh perkebunan sawit di Hutan Sungai Bakul bisa dimentahkan begitu saja. Nah ini kan menjadi aneh, kok berani menyebutkan tidak ada perambahan sedangkan tim yang memang diisi orang ahli menggunakan alat canggih sudah menetapkan ada perambahan hutan,” kata Herman.

Dari kondisi yang berkembang saat ini aktivis yang dikenal sangat vokal itu mengindikasikan ada semacam skenario.

’Ada permainan apa ini, kok sangat mudah berubah dan berani mengubah hasil temuan Tim Polhut yang notabenenya mendapat perintah dari Dishut,” tegasnya.

Pada intinya SUU lanjut Herman tidak akan mundur sedikitpun untuk mengungkap dugaan perambahan hutan tersebut.

”Selain itu kondisi sekarang ini makin membuat SUU semangat untuk turun ke areal hutan-hutan yang ada di Kabupaten Mura memastikan adanya perambahan. Bahkan SUU akan melihat sawmill yang ada di Mura dimana tampaknya sudah kerjasama dengan perusahaan perkebunan dalam memasok kayu,” ungkap Herman. Semua ini menurutnya bisa saja terjadi karena sampai sekarang kasus-kasus yang menyangkut kehutanan semuanya lempam alias tidak diproses. Makanya SUU dengan tegas mendesak Bupati Mura untuk sesegera mungkin mengganti Kadishut Mura.

Sebab menurutnya banyak alasan yang menunjukkan kurang optimalnya kinerja Dishut Mura. Salah satu ketidaktegasan yakni sampai detik ini Sawmill yang ada di Mura tetap berjalan, padahal Bupati sudah memerintahkan untuk ditutup. Makanya muncul pertanyaan dari mana kayu-kayu yang dipasok ke sawmill dan industri pengelola kayu kalau bukan dari hasil hutan yang dirambah.

”SUU tetap pada pendirian hasil data yang ditemukan Tim Dishut yang menyatakan ada patok di dalam kebun sawit. Yang yang terpenting apapun penjelasan Dishut Mura kasus ini sudah disampaikan ke Satgas Mafia Hukum. Dan saya akan terus memantau perkembangannya sehingga tidak hanya menumpul dalam tumpukan besar kasus saja,” imbuhnya.

Herman juga menambahkan hutan di Mura sebelumnya sangat subur.
”Namun kini jadi mayoritas sudah menjadi gersang oleh sawit. Makanya harus diperjelas lagi apa manfaat kebun sawit milik investor yang selama ini tidak juga membayar retribusi kepada pemerintah daerah, selain sudah membuat gersang hutan di Mura,” kata Herman yang juga meminta penjelasan Dishut mengenai data penerbitan SKAU untuk mengangkut kayu-kayu.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, Kepala Seksi Pengukuhan Hutan Dinas Kehutanan Musi Rawas, M Rodi Zainuri memastikan pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran perambahan Hutan Produksi Konversi (HPKv) di kawasan hutan Sungai Bakul Kecamatan Muara Lakitan.

Menurut Rodi Zainuri, dugaan perambahan HPKv yang dilakukan PT Djuanda Sawit Lestari (DSL) tersebut telah diselesaikan.

“Sebelumnya Dishut Musi Rawas menduga terjadinya perambahan HPKv menjadi areal perkebunan sawit seluas 960 hektar,” katanya. ikatakannya setelah dilakukan pengecekan di lokasi, dipastikan PT DSL melakukan kegiatan bukan di areal HPKv, tetapi di luar kawasan tersebut. Adanya patok pal batas di titik ordinat (melalui GPS) 48 M 0303182 dan UTM 9677610 yang dapat terlihat di dalam kawasan kebun sawit PT DSL sesuai dengan investigasi LSM SUU.

“Pal batas tersebut bukan tanda batas HPKv, tapi tanda batas pelepasan areal untuk perusahaan lain. Kesimpulannya, HPKv di Sungai Bakul tidak dilanggar,” tegasnya.(ME-06/ME-02)

Rp 10 Milyar Untuk Subsidi Pengoperasian Bandara

MUSI RAWAS-Pemkab Mura memastikan telah menyiapkan anggaran Rp 10 milyar untuk subsidi pengoperasian Bandara Silampari yang akan membukan penerbangan bersama Meskapai Penerbangan Riau Airline dengan jenis pesawat Fokker 50.

“Untuk mendukung operasional bandara Silampari Pemkab Musi Rawas saat ini telah menyediakan dana Rp10 miliar untuk subsidi maskapai yang mengoperasionalkan pesawatnya guna melayani penerbangan reguler, terutama untuk membeli kursi yang tidak terjual,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musi Rawas, Ari Narsa JS. Hanya saja, lanjut Ari Narsa hinga akhir Mei 2010 ini pengoperasionalan bandara Silampari Kabupaten Musi Rawas belum dilaksanakan lantaran terbentur beberapa kendala, salah satunya mesin pesawat yang akan melayani penerbangan regional dengan rute Lubuklinggau-Jakarta dalam dalam masa perawatan.

"Saat ini pihak maskapai penerbangan Riau Airlines yang memenangkan tender penerbangan beberapa waktu lalu, masih mengalami kendala tekhnis. Mesin pesawat masih dalam masa perawatan, perbaikan dan penggantian suku cadang,” terangnya.


Dikatakan Ari Narsa pihaknya mendapat informasi penundaan operasional bandara ini maskapai Riau Airlines karena beberapa pesawat yang akan melayani penerbangan di daerah itu masih dalam perawatan dan menunggu suku cadang yang didatangkan dari Singapura.

Sejauh ini operasional bandara tersebut belum diketahui kapan akan dilaksanakan, dan pihaknya sudah meminta kepada pihak Riau Airlines agar proses perawatan dan operasional Bandara Silampari dapat dilakukan dengan cepat, sehingga dapat melayani jasa penerbangan di daerah tersebut.

Ditambahkannya, selama operasi penerbangan, program pengembangan Bandara Silampari untuk menambah panjang landasan pacu dari 1.350 meter menjadi 2.050 meter akan terus dilaksanakan, sehingga pada 2013 bandara ini sudah bisa didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing. (ME-06)

Sistem Rayon Mengganjal Pemkot Tindak Tegas Pangkalan

LUBUKLINGGAU-Sistem rayon yang diberlakukan oleh Pemerintah pusat terhadap operasional pengkalan gas elpiji 3 kg, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Bagian ekonomi tak bisa memberi tindakan tegas kepada pihak pangkalan yang tidak mengurus izin .

Akibatnya jelas hingga saat ini masih banyak pangkalan yang tidak mau mengurus izin dengan berbagai alasan. Seperti saat masih diberlakunya izin pangkalan minyak tanah. Apalagi system yang digunakan pemerintah pusat sistem rayon. Namun demikian system rayon ini ada kelemahannya, apabila Pemkot Lubuklinggau memberi sanksi, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bisa memberikan pasokan ke pangkalan gas elpiji.

Seperti diungkapkan Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau Hidayat Zaini melalui Kasubag Pengelolaan UKM dan Bantuan Modal Widya Antomi kepada Musirawas Ekspres dikantornya, Rabu (26/5).

Dikatakan Tomy hingga saat ini masih banyak pangkalan yang belum mengajukan rekomendasi izin kepada bagian ekonomi. Walaupun masih banyak, tetapi secara berangsur-angsur pemilik pangkalan sudah mengurus izinya.

“Kita tidak bisa bertindak tegas sebab pemerintah pusat memberlakukan sistem rayon jadi antara Pemda Kabupaten dan Kota berhak untuk bertindak, meski Pemda Kabupaten tidak mungkin untuk memberikan tindakan sebab lokasi pangkalan berada di wilayah Kota ,” jelasnya.

Diakui Tomy sejauh ini dari 114 pangkalan gas elpiji 3 kg sudah sekitar 70 pangkalan yang baru mengurus pengalihan izin dari minyak tanah ke gas elpiji dan selebihnya masih menggunakan izin minyak tanah.
Untuk itu pihaknya tetap menghimbau kepada pihak pengkalan untuk segera melaksanakan teguran dan himbauan dari Pemkot Lubuklinggau untuk mengurus izin .himbaunya. (CW-01)

Lurah Bantah Kantor Sering Kosong

Lurah Dinas Luar, Staf Makan Siang
LUBUKLINGGAU-
Lurah Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Herman membantah, Selasa (25/5) kantornya kosong. Sebab saat itu kebetulan saja kantor kosong, karena empat Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada sedang melakukan sensus penduduk.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada Musirawas Ekspres, Rabu (26/5) untuk mengklarifikasi pemberitaan yang menyatakan kantor tersebut sering kosong sehingga banyak masyarakat yang mengeluh kesulitan saat akan melakukan urusan di kantor tersebut.

Sementara empat Tenaga Kerja Sukarela (TKS) saat itu sedang keluar membeli makan siang, sehingga pada jam 10.20 tutup akan tetapi tidak lama kemudian staf kembali ke kantor, jelasnya.

“ Tidak benar kantor kosong. Kebetulan saja saat itu kosong, karena PNS yang ada sedang melakukan sensus penduduk. Sedangkan TKS membeli makanan,”tegasnya.

Mengapa kantor dututup? Herman menjelaskan stafnya khawatir kalau kantor ditinggalkan tanpa dikunci takut barang-barang yang ada didalam kantor hilang.
Apalagi sebelumnya pernah terjadi kehilangan aset inventaris kantor berupa satu unit computer. Selain iu banyak anak-anak yang bermain di halaman kantor. “Makanya khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga kantor ditutup,”ungkapnya.

Lebih lanjut Herman mengatakan bahwa berita yang menyatakan kantor tersebut sering kosong itu tidak benar, seperti yang diungkapkan oleh sejumlah warga setempat.

”Tidak benar kalau kantor sering kosong setiap hari kantor buka, meskipun Lurah tidak ditempat staf selalu ada selalu stan by di kantor,” jelasnya.
Sementara itu dua sumber Mj dan Nh yang semula menjadi sumber pemberitaan sebelumnya juga mengklarifikasi bahwa berita tersebut bukan merupakan laporan darinya, untuk itu mereka minta supaya berita itu diluruskan. (CW-01)

Pemilik Kebun Ganja Terancam Hukuman Mati

MUSI RAWAS-Tersangka pemilik kebun ganja, Casmak (32) warga SP XII Desa Klumpang Jaya Kecamatan Nibung, terancam hukuman mati. Hal ini sesuai dengan pasal 114 ayat (2) Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Demikian dijelaskan Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede, Rabu (26/5) siang.

Dijelaskannya di dalam pasal itu memiliki narkotika dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 Kg atau melebihi lima batang pohon, diancam pidana mati, pidana seumur hidup atau pindana penjara minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun. Sementara tanaman ganja milik tersangka mencapai 140 batang.

Kemudian berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ada dugaan tersangka sudah lama menanam ganja, bahkan sudah diatur sedemikian rupa agar bisa panen secara kontinyu. “Ganja yang ditemukan, ukuran pohon dan umurnya berbeda-beda, ada yang baru 30 CM ada yang sudah 2 meter. Sehingga diduga sengaja diatur sedemikian rupa, agar bisa terus bergantian untuk panen,” jelas Kapolres.

Juga ditemukan sudah ada bekas-bekas panen sebelumnya. “Dugaan tersangka sengaja panen bergantian, karena jika langsung panen dalam jumlah banyak tentunya sulit untuk pemasarannya,” tambah Kapolres.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan, Casmak mengakui ia memang melakukan penanaman ganja itu. Menurutnya setelah cukup lama tak ada pekerjaaan tetap di Banda Aceh, apalagi istri dan anaknya hilang pada saat tsunami 2004 lalu, ia diajak orang tuanya berkebun di Nibung.

Karena itulah, akhir 2009 tersangka langsung menyusul orang tuanya ke Nibung. Diakuinya ia dari Aceh membawa bibit ganja sekotak korek api, namun tidak langsung ditanam. Setelah melihat kondisi barulah Februari 2010 dilakukan penanamn ganja, tapi belum sempat panen sudah ditangkap polisi, karena ganja baru akan dipanen pada usia lima bulan.(ME-01)

26 Mei 2010

Mobil Ridwan Mukti Dilempari

*Juga Mobil Simpatisan Misi-Agung
RUPIT-
Mobil Mitsubishi Strada yang ditumpangi Calon incumbent Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti, Selasa (25/5) sekitar pukul 12.00 WIB dilempari beberapa orang di depan Rumah Makan Telago Indah Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit. Akibatnya kaca mobil yang tepat dekat Ridwan Mukti duduk pecah Adapun orang yang melakukan pelemparan diduga simpatisan dari pasangan Misi-Agung.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, Ridwan Mukti Selasa menghadiri hajatan salah seorang warga Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit. Rombongannya hanya dua mobil jenis Mitsubishi Strada, yang digunakan selama masa kampanye ini. Usai menghadiri hajatan itu, Ridwan Mukti pun langsung meluncur pulang. Sampai di depan Rumah Makan Telago Indah, tiba-tiba ada sekelompok orang yang melakukan pencegatan dan mengarahkan mobil masuk ke halaman rumah makan.

Kemudian mobil yang ditumpangi Ridwan langsung berbalik arah kembali ke arah Karang Anyar, namun saat itu juga warga melempari kedua mobil rombongan Ridwan Mukti. Diinformasikan kaca depan dan belakang mobil ditumpangi Ridwan Mukti pecah, sedangkan mobil dibelakangnya kempot-kempot (rusak, red).

Kapolres Musi Rawas, AKBP Imam Sachroni ketika dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut membenarkannya. Menurut Kapolres, Ridwan Mukti kemudian balik arah langsung ke Polsek Rawas Ulu. Dengan diberikan tumpangan mobil anggota polsek, dia pun diantar.

“Mobil yang kacanya dilempari sudah diamankan di Mapolres, mengenai pelakunya masih dalam penyelidikan. Langkah awal kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” jelasnya kepada Musirawas Ekspres.

Setelah kejadian di Lawang Agung, ternyata sekitar pukul 17.30 WIB juga terjadi peristiwa serupa di Kelurahan Terawas Kecamatan STL Ulu Terawas. Menyebabkan adalah dua orang simpatisan Misi-Agung cidera.

Menurut Kapolres kronologisnya saat itu ada konvoi rombongan Misi-Agung usai kampanye di Rupit. “Kemungkinan rombongan yang menggunakan pick-up ini tertinggal, dan sebelumnya sudah ragu-ragu, karena ada informasi penyerangan,” jelasnya.

Ternyata sampai di dekat simpang empat Terawas ada beberapa orang yang melempari. Diduga panik kedua simpatisan Misi-Agung langsung meloncat dari bak. “Karena meloncat itulah mereka cidera pada kakinya, salah satunya langsung diselamatkan dan diamankan di Polsek, namun seorang lagi sudah menyelematkan diri lebih dahulu,” tambahnya.

Terkait pelemparan ini, Kapolres mengungkapkan pihaknya juga masih melakukan penyelidikan dan akan memeriksa saksi-saksi siapa yang melempari kendaraan simpatisan Misi-Agung.

Terpisah Humas Timses Misi-Agung Firdaus H Anang terkait dugaan simpatisan Misi-Agung melempari mobil yang ditumpangi Ridwan Mukti, menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan melakukan tindakan anarkis. Makanya kejadian itu menurutnya hanyalah reaksi spontan dari simpatisan.

“Hanya reaksi spontan dari simpatisan, karena mereka mendengar Ridwan Mukti muncul di Karang Anyar. Padahal saat itu ia seharusnya melakukan kampanye di Zona II, mengapa dia masuk ke Zona I (termasuk Rupit, red) sedangkan saat itu masa kampanye Misi-Agung,” jelasnya.(ME-01)

Akhirnya Suami Rahma Jadi Tersangka

*Simpan Dugaan Dana Korupsi di Rekening Pribadi
LUBUKLINGGAU-
Junaidi Rasyid (40), suami tersangka dugaan kasus penyimpangan dana Pilgub Sumsel 2008 di KPU Mura, Rahma Istiati akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka. Junaidi menyusul istrinya jadi tersangka karena diduga ikut serta melakukan penyimpangan penyalahgunaan dana Pilgub 2008 tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggaau, Taufik Satya Diputra di ruang kerjanyna Selasa (25/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepada Musirawas Ekspres Taufik mengungkapkan dalam persidangan kasus penyimpangan dana Pilgub 2008 terungkap bahwa dana yang diduga hasil korupsi tersebut mengalir ke rekening pribadi Junaidi Rasyid dengan nilai Rp 1 Milyar dari total kerugian Rp 1,3 Milyar.

Hal tersebut lanjut Taufik jelas melanggar, karena anggarana tersebut merupakan milik KPU Mura namun masuk rekening pribadi. Dan hal tersebut merugikan Negara. Namun jika memang tidak merugikan negara menurut Taufik hal tersebut juga tidak diperbolehkan karena mencari keuntungan dan bunga tersebut yang diketahui Rp 800 ribu per bulan dari dana Rp 1 Milyar tersebut. Menurutnya uang tersebut hanya menginap selama satu bulan selanjutnya sudah dicairkan.

Sebagaimana diketahui dalam keterangan saksi BPKP kerugian Negara mencapai Rp 1,3 Milyar. Namun keseluruhan kerugian negara akibat perbuatan terdakwa lainnya seperti Dirhamsyah dalam kasus asuransi (sudah dieksekusi), Romy Krishna dalam kasus dugaan penyimpangan dana pengangkutann logistik. Makanya Junaidi Rasyid resmi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

“Hanya saja tersangka belum ditahan,” kata Taufik. Tersangka juga lanjutnya masih menjalani pemeriksaan atas beberapa tuduhan.

“Tepatnya diduga kerja sama dengan istrinya terdakwa Rahma Istiati dalam hal menyimpan dana bersama sehingga dapat dikenakan dengan pasal yang sama dengan terdakwa Rahma Istiati,” ungkap Taufik.(CW-02)

Irigasi Lakitan akan Aliri 25.178 Hektar Sawah Baru

MUSI RAWAS–Proyek Irigasi Besar Air Lakitan di Kecamatan Selangit akan berdampak kepada penambahan areal persawahan seluas 25.178 hektar. Hal ini dapat menjadi jaminan dalam mendukung Kabupaten Mura sebagai Lumbung Pangan Provinsi Sumatera Selatan.

Selain itu Irigasi Air Lakitan atau Dam Selangit diprediksi akan meningkatkan hasil panen mencapai 2,5 ton bahkan bisa mencapai 3,5 ton per hektarnya.
”Dibangunnya irigasi Air Lakitan itu sangat menguntungkan masyarakat, karena secara tidak langsung akan memperluas areal, meningkatkan hasil panen, diperkirakan berkisar antara 1.125 hingga 1.125 ton setiap kali panen,” kata Kepala Bidang Program Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Musi Rawas, Mangaratua Sitorus.

Dilanjutkanya, hingga akhir 2008 lalu areal pertanian di Kabupaten Mura baru 20.675 hektar. Rinciannya irigasi teknis seluas 6.952 hektar, irigasi setengah teknis seluas 1.598 hektar dan luas pertanian dengan sistim tadah hujan yakni seluas 12.128 hektar. Letak irigasi teknis yang ada yakni, irigasi sungai Kelingi yang terdapat di kawasan Kecamatan Tugumulyo, Muara Beliti, Purwodadi, Sumber Harta dan Kecamatan Megang Sakti.

Dikatakanya, Irigasi Teknis yang menjadi saluran irigasi utama untuk mengaliri areal persawah yang ada sehingga areal petanian tersebut dalam waktu satu tahun bisa melakukan musim tanam hingga dua atau lima kali musim tanam dalam waktu dua tahun. Sedangkan yang digolongkan dengan irigasi setengah teknis yakni sarana dan prasarananya masih belum memadai. Misalnya, salurannya sudah bagus sementara bagian lainnya masih perlu untuk ditingkatkan atau diperbaiki.

Sementara itu areal sawah tadah hujan yang merupakan areal persawahan yang cukup luas di Kabupaten Mura dan belum ada sama sekali sarana dan prasarana irigasi, pada umumnya hanya mengandalkan hujan turun baru menanam padi. (ME-06)

Jam Dinas Kantor Lurah Batu Urip Taba Kosong

* Camat Terkesan Menutupi
LUBUKLINGGAU-
Meskipun masih jam dinas tepatnya pukul 10.20 Wib Kantor Lurah Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur I yang dipimpin oleh Herman, sudah kosong.

Berdasarkan pantauan Musirawas Ekspres di lapangan pintu kantor sudah tergembok dengan rapat, gorden jendela pun tampak sudah tertutup rapi. Padahal pada jam- jam tersebut biasanya banyak masyarakat yang akan berurusan di kantor lurah seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lain sebagainya.

Melihat kondisi itu tentu warga banyak yang mengeluh karena kesulitan saat akan berurusan di Kantor Lurah itu. Betapa tidak hampir setiap hari Lurah dan stafnya tidak pernah pulang kantor sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni pukul 14.00 WIB. Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari kantor itu, sebut saja NH, yang mengetahui persis aktifitas di kantor itu.

Menurutnya seperti halnya jam dinas pada pukul 07.00 WIB semua pegawai sudah masuk kantor, namun sayangnya sebelum jam pulang seluruh pagawai sudah pulang.
“Biasanya pukul 11.30 seluruh pegawai sudah pulang, tetapi lain lagi kalau pak lurah tidak ada ya seperti kemarin (25/5) pukul 10.00 WIB sudah pulang,”ungkapnya.

Selain itu warga sekitar sering mengeluh dengan sampah yang berserakan. Diakuinya Lurah Herman, pernah mempekerjakan petugas kebersihan ,akan tetapi karena tidak dibayar sehingga petugas tidak mau lagi bekerja.

Terpisah MJ yang juga warga sekitar kantor Lurah itu mengatakan kantor tersebut memang sering kosong, bahkan kemarin sedikitnya ada 6 orang yang hendak berurusan dengan lurah. Tapi niat itu batal setelah mengetahui kantor tutup.

Masih kata MJ, pegawai yang ada di kantor tersebut lima Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk lurah dan empat Tenaga Suka Rela (TKS). Ia juga megakui kantor tersebut tidak pernah tutup sesuai dengan jam dinas pada pukul 14.00 melainkan pada pukul 12.00 sudah tutup.

“Masyarakat Kelurahan yang mengeluh sebab merasa kesulitan apabila hendak berurusan dengan pihak kelurahan, selain lurah yang jarang ngantor stafnya pun “nakal” apabila lurah tidak ada stafnya juga mencari kesempatan untuk pulang secepat mungkin,” ungkapnya.

Terpisah Camat Lubuklinggau Timur I Walyusman saat dihubungi melalui ponselnya mengatakan kemarin pihaknya sedang melakukan kegiatan pembukaan jalan menuju objek wisata gua batu,yang berada di Kelurahan Taba Jemekeh. Sehingga seluruh pegawai Kelurahan dilibatkan dalam kegiatan itu. ia juga meminta supaya berita mengenai kantor salah satu Kelurahan yang ada dibawah pimpinan itu ini tidak di muat.

Namun lain yang diungkapkan Lurah Taba Jemekeh Ahmad Heru pada hari yang sama pembukaan jalan objek wisata tersebut bukan kemarin (25/5) seperti yang diungkapkan camat, melainkan hari sebelumnya, yakni Senin(24/5). Hal itu membuktikan Camat terkesan menutupi mengenai kekosongan kantor lurah yang berada dibawah tanggungjawabnya itu.

Sementara itu Kepala Bagian Pemerintah Setda Kota Lubuklinggau Imam Senen saat di konfirmasi mengatakan pihaknya akan memanggil Lurah dan Camat. Pemanggilan akan dilakukan guna menindak lanjuti dan meminta kejelasan berkenaan dengan kosongnya kantor lurah itu.

Namun demikian sejauh ini pihaknya belum pernah mendapatkan laporan dari masyarakat. “Kami belum pernah mendapatkan laporan mengenai hal itu, tapi tetap akan kami tindak lanjuti , dalam waktu dekat ini akan dipanggil Lurah dan Camat,”tegasnya. (CW-01)

Perampok Bersenpi Keok Dipelor

LUBUKLINGGAU-Karena berusaha merampas senjata api (senpi) milik Tim Buser Polres Lubuklinggau yang melakukan penangkapan, Somad alias Mad alias Nata (24) warga Desa Lubuk Belimbing Kecamatan Kota Padang terpaksa dilumpuhkan dua lubang pada kaki kananya. Tersangka ditangkap Selasa (25/5) sekitar pukul 20.00 WIB ketika sedang berada di kawasan rel kereta api, Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Kronologis penangkapannya, bermula Tim Buser mendapatkan informasi masyarakat bahwa tersangka memiliki sanjata api rakitan. Sehingga langsung melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. Kebetulan tersangka sedang berada di sekitar rel kereta api.

Namun saat di sergap Tim Buser tersangka yang diketahui bekerja sebagai petani berusaha melawan, meskipun sudah di todongkan pistol oleh anggota. Bahkan tetap berusaha merebut senjata, sehingga semapat terjadi perebutan senjata dan pergumulan antara keduanya.

Selanjutnya tersangka berusaha melarikan diri. Sehingga terpaksa ditembak pada kaki kanannya. Setelah sebelumnya diberikan temabakan peringatan dua kali. Setelah dihantam timah panas tersangka belum juga mau menyerah dan masih mencoba melawan dan melarikan diri. Sehingga tersangka untuk kedua kalinya di terjang timah panas di kaki yang sama.

Setelah diterjang timah panas sebnayak dua kali, barulah Somad tidak berdaya. Lalu anggota polisi langsung meringkus tersangka, dan menggeledah ternyata di pinggangnya ditemukan senjara api rakitan.Tersangka pun dibawa ke RS dr Sobirin untuk mendapatkan perawatan terhadap luka di kakinya.

Selanjutnya tersangka berikut senjata Api rakitan laras pendek jenis kecepek yang diselipkannya dipinggang tersebut langsung digelandang ke Mapolres Lubuklinggau untuk diproses lebih lanjut. Setelah diperiksa petugas polisi selanjutnya dalam dompet tersangka ditemukan kunci Liter T yang biasa digunakan untuk aksi Curanmor.

Setelah dikemabang lebih lanjut tersangka mengaku pernah melakukan tindak pidana penodongan di Kelurahan Sidorejo dan di Air Kati. Selain itu diduga juga sering melakukan tindak pidana penodongan lainnya di wilayah hukum Polres Lubuklinggau dan Wilayah Polres Musi Rawas.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap didampingi Kanit Buser Aiptu Dadang Iskandar membenarkan pihaknya menangkap tersangka dan terpaksa melumpuhkan kakinya. (CW-02)

Korban Duel dengan Bandit Bersenpi

LUBUKLINGGAU-Sial dialami Supri (39) warga Dusun III Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti, Selasa (25/5) sekitar pukul 18.00 WIB nyaris tewas ditikam perampok. Kejadiannya di Jl Kenanga II Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Korban Supri menderita dua luka tusuk pada perut, tepatnya pada sisi kanan dan kiri. Ia langsung dilarikan temannya ke RS dr Sobirin untuk menjalani perawatan. Kasus ini sudah dilaporkan korban ke Polres Lubuklinggau.

Kronologisnya, bermula Supri bersama temannya Tamsir (29) juga warga Dusun III Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti, mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan Nopol BG 6076 GP, melintasi Jl Kenanga II. Keduanya hendak pulang dari Lubuklinggau ke Megang Sakti, setelah menyelesaikan urusannya.

Ketika melintas tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, sehingga korban berhenti dan berteduh di pondok dekat simpang tiga Jl Kenanga II. Kemudian tanpa diduga datang dua orang pelaku langsung menodongkan senjata api ke leher korban Supri dan memaksa korban agar menyerahkan sepeda motor.

Namun kedua korban tidak mengindahkan ancaman tersebut dan melakukan perlawanan terhadap pelaku dengan cara memegang senjata api tersebut, bahkan terjadi dual sempat berkelahi satu lawan satu. Hanya saja tersangka lainnya, mecabut pisau lalu menusuk perut Supri mengenai sisi kanan dan kiri.

Sehingga korban sukri tersungkur dengan bersimbah darah. Melihat hal tersebut kedua pelaku, bukannya merampas sepeda motor, justru langsung melarikan diri kearah semak-semak dan meninggalkan satu pucuk senjata api rakitan.

Selanjutnya korban Tamsir langsung membawa korban Supri ke RS dr Sobirin untuk mendapatkan perawatan terhadap luka-lukanya. Juga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Lubuklinggau agar diselidiki.(CW-02)

25 Mei 2010

Jaksa Pertanyakan Pengembalian Uang Rommy

*Bisa untuk BB atau Tidak
LUBUKLINGGAU-
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aka Kurniawan dan Ricky Ramadhan mempertanyakan uang Rp 95 juta yang dikembalikan terdakwa kasus dugaan penyimpangan dana logistik Pilgub Sumsel 2008 di KPU Sumsel, Rommy Krishna. Jaksa intinya meminta kejelasan uang dikembalikan terdakwa yang merupakan mantan Ketua KPU Mura itu apakah bisa menjadi barang bukti (BB) atau tidak.

Pertanyaan ini disampaikan JPU dalam sidang kasus dugaan penyimpangan dana Logistik Pilgub Sumsel 2008 dengan terdakwa Romy Krishna di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau Senn (24/5) dengan agenda mendengar tuntutan JPU kembali ditunda. Sidang yang digelar pukul 11.00 WIB itu sendiri akhirnya ditunda.

Atas pertanyaan JPU, dalam persidangan majelis hakim menyatakan bahwa uang senilai Rp 95 Juta tersebut bukan dikembalikan karena terdakwa belum terbukti bersalah. Namun menurut majelis hakim uang tersebut baru sebatas dititipkan. Jika terbukti baru uang tersebut dinyatakan dikembalikan.

”Namun jika tidak terbukti uang tersebut dapat diambil kembali,” ujar Majelis Hakim, Wahyu Widya, dalam persidangan.

Setelah mendengarkan pernyataan tersebut majelis hakim Wahyu Widya dengan hakim anggota Neva dan Mooris menunda persidangan hingga Selasa (1/6) dengan agenda mendengar tuntutan JPU.

Sementara usai persidangan JPU, Ricky Ramadhan mengungkapkan dalam sidang Senin (17/5) lalu terdakwa Romy Krishna telah menyerahkan pengembalian uang ke Kejari Lubuklinggau. Sehingga dalam persidang tersebut JPU menyampaikannya dan meminta penetapan barang bukti uang tersebut pada majelis hakim. Makanya sidang tersebut ditunda untuk menentukan apakah bisa dijadikan barang bukti atau tidak mengenai pengembalian uang tersebut.

”Mengenai tuntutan JPU sudah sangat siap sebelumnya,” ungkap JPU Ricky Ramadhan dan Aka Kurniawan.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Kristian Lesmana pada Musirawas Ekspres mengungkapkan tuntutan tersebut merupakan wewenang dari kejaksaan sehingga dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada JPU. Selaku penasehat hukum dia tidak akan intervensi dan bekerja sesuai dengan aturan. Setelah mendengarkan tuntutan JPU nantinya mereka akan mengajukan pembelaan.

Mengenai harapan terhadap hasil persidangan tersebut selaku penasehat hukum terdakwa, dirinya tidak terlalu banyak berharap.
“Tidak terlalu berharap banyak dan hanya mengikuti prosedur saja,” ungkapnya. (CW-02)

Hendra : Pilih Pemimpin Berkualitas Nasional dan Internasional

*RM-HG Sapa Ribuan Pendukung dengan Bahasa Jawa
TUGUMULYO-
Untuk memimpin Kabupaten Mura yang luasnya melebihi luas Provinsi Bengkulu diperlukan pemimpin yang sudah berpengalaman. Hal ini ditegaskan pasangan Cabup-Cawabup nomor urut 2, Ridwan Mukti-Hendra Gunawan (RM-HG) dalam orasi politik di hadapan puluhan ribu pendukungnya dalam kampanye monologis di Lapangan Sepakbola G1 Mataram, Tugumulyo dan di Lapangan Sepakbola Kelurahan Muara Beliti Senin (24/5).

”Pilih pemimpin berkualitas nasional dan internasional. Sebab untuk memimpin Kabupaten Mura yang sangat luas melebihi Provinsi Bengkulu tidak bisa dengan orang sembarangan. Makanya memilik Bupati dan Wabup jangan coba-coba, pilih yang telah berkarya dan telah terbukti karya nyatanya, bukan baru berjanji,” pekik Hendra Gunawan menyampaikan orasi politiknya saat kampanye di Tugumuyo dan Muara Beliti. Ditambahkannya, untuk memenuhi harapan dan keinginan masyarakat yang semakin besar diperlukan pemimpin yang mempunyai jaringan luas baik di tingkat provinsi, nasional dan internasional.

”Ini sangat penting agar dapat menarik serta menghimpun dana yang besar untuk membangun Musi Rawas. Dapat kita bayangkan bagaimana pembangunan Musi Rawas ke depan kalau dipimpim oleh orang yang mempunyai kemampuan lokal dan tidak ada jaringan,” tegas Hendra Gunawan didampingi sang Istri, dr Noviar Gunawan yang selalu setia mendampingi di setiap kampanye. Alasannya lanjut Hendra karena sumber dana terbesar untuk membangun Musi Rawas sekitar 95 persen dari pemerintah pusat dan provinsi.

Selain itu disampaikannya, RM-HG memiliki visi dan misi ke depan yang sangat visioner.

”Tepatnya kami memiliki cita-cita yang sangat besar yakni rencana pembangunan Musi Rawas sampai 20 tahun ke depan. Semuanya sudah disusun, tinggal melaksanakan tahapan pembangunannya saja. Intinya dalam mewujudkan Mura Darussalam, Mura Bumi Agropolitan serta Mura sebagai pintu gerbang investasi sektor barat Sumsel,” tegas Hendra.

Selain menyampaikan orasi politik dengan berapi-api, Hendra Gunawan bersama Hj Novi Gunawan mendapat sambutan yang sangat hangat khususnya di Tugumulyo. Pasalnya keduanya bisa membaur dengan ribuan masyarakat karene keduanya menyapa dan berkomunikasi dengan Bahasa Jawa. Ini tentunya sangat mengejutkan masyarakat yang masyoritas keturunan Jawa dan makin memantapkan mereka untuk menentukan pemimpin Mura lima tahun ke depan.

Dengan logat Jawa, Hendra Gunawan mengungkapkan jika masyarakat Tugumulyo di 17 desa/kelurahan dengan 31.578 pemilih memberikan dukungan kepada RM-HG maka pasangan ini akan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
”Tentunya menjalankan pembangunan di Tugumulyo sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat sejalan visi misi yang telah disusun,” ungkap Hendra yang juga menyampaikan hal serupa kepada masyarakat Muara Beliti.(ME-02)

24 Mei 2010

Diancam, Ketua Panwaslucam Terawas Lapor Polisi

*Saat Mengecek Dugaan Pelanggaran Kampanye
TERAWAS-
Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) TSL Ulu Terawas, Fauzan melapor ke Polsek Terawas karena merasa terancam. Pengancaman tersebut dialami Fauzan Sabtu (22/5) sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Kosgoro Kecamatan STL Ulu Terawas saat mengecek adanya dugaan pelanggaran kampanye dimana dilaksanakan kandidat nomor urut tiga pada malam hari padahal jadwalnya hanya sampai sore hari.
Pengancaman menurutnya dilakukan oknum yang mengaku anggota polisi dengen menjelaskan kampanye dialogis malam hari itu sudah mendapakan izin.

Kejadiannya bermula pada hari itu Panwascam mendapat informasi bahwa Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Desa Kosgoro inisial YS mengikuti kampanye salah satu kandidat di rumah salah seorang warga Desa Kosgoro. Selanjutnya Panwaslucam terawas yang langsung dikomandoi, Fauzan sekitar pukul 21.00 WIB langsung mengecek kebenaran informasi tersebut meluncur ke rumah warga yang katanya dijadikan tempat kampanye.

Sesampainya anggota Panwascam Terawas di lokasi mereka melihat KPPS Desa Kosgoro inisla YS tersebut berada ada di rumah Sapuan yang saat itu sedang ada kampanye dialogis. Selain itu Panwascam juga melihat ada kandidat Cabup nomor urut tiga sedang berpidato.
“Hanya saja saya tidak mengatahui mengenai isi pidato tersebut karena saat itu tidak menggunakan pengeras suara,” ungkap Fauzan.

Selain untuk memastikan adanya KPPS yang ikut kampanye, Panwaslucam juga ingin memastikan adanya kampanye itu karena kalau benar maka itu melanggar. Sebab sesuai jadwal yang ditetapkan kampanye dilaksanakan siang hari tidak boleh malam.

Melihat hal tersebut Ketua Panwascam, Fauzan mencoba mengambil barang bukti dengan cara memotret (foto, red) KPPS tersebut. Saat itulah kemudian datang salah seorang dengan menggunakan pakaian bebas mengaku sebagai anggota polisi. Oknum tersebut selanjutnya menegaskan kepada rombongan Panwaslucam Terawas bahwa acara tersebut telah mendapatkan izin dengan nada tinggi.

Kemudian Ketua Panwascam Terawas, Fauzan bersama anggota lainnya ke luar rumah tersebut. Namun saat itu salah seorang yang mengaku anggota polisi tersebut menghampirinya.

“Sewaktu saya ingin pergi dia mengejar sambil berkata ‘jangan berlari, kalian kubunuh,” cerita Fauzan menirukan perkataan oknum tersebut. Bukan hanya membentak menurit Fauzan yang bersangkutan sempat memukul menggunakan buku dan mengenai bahu sebelah kanannya.

Karena merasa dirinya terancam Fauzan kemudian cepat pergi dan kemudian melaporkan kejadiannya ke Polsek Terawas. Hanya saja laporan tersebut belum bisa ditindak lanjuti.

“Saya melaporkan adanya pengancaman dan juga meminta perlindungan,” katanya.
Selain itu selaku Panwaslucam pihaknya juga telah merekomendasikan kejadian tersebut ke PPK serta meneruskan laporan ke Panwaslu Kabupaten Mura.
“Sebab dalam hal ini KPPS diduga telah karena melanggar UU No 31 tahun 2008 tentang Kode Etik Pelaksana Pemilu,” ungkapnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Mura, Hendri Akbar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Memang ada kejadian tersebut. Awalnya yakni ada informasi kalau KPPS Desa Kosgoro alam kampanye salah satu kandidat. Selain itu kampanye dialogis dilakukan pada malam hari suah melewati jadwal yang ditetapkan. Makanya Panwaslucam Terawas melakukan pengecekan,” ungkap Hendri.

Saat itulah menurutnya terjadi sedikit kesalahpahaman.
”Hanya salah paham sedikit. Tapi semuanya sudah bisa diatasi, kita minta agar persoalan ini selesai di tingkat kecamatan. Dan tampaknya sudah ada jalan penyelesaiannya jadi tidak ada masalah lagi,” katanya.

Hendri Akbar juga memastikan bahwasanya selama kampanye dimulai hingga kemarin (Minggu, 23/5) tidak ada masalah baik itu pelanggaran kampanye atau lainnya.
”Kita belum menemukan dan menerima adanya dugaan pelanggaran kampanye. Semuanya berjalan bagus dan sesuai harapan. Kandidat sangat bijak dalam setiap kampanye sehingga menimbulkan suasana yang sangat demokratis. Tidak ada saling hujat atau black campaign. Mudah-mudahan ini akan berlaku sampai akhir kampanye dan pada saat HRI H atau setelahnya,” tegas Hendri Akbar.

Terpisah Kapolsek Terawas, AKP Armansyah saat dikonfirmasi via telepon membenarkan adanya laporan tersebut. Hanya saja ditegaskannya semuanya hanya karena salah paham saja.

”Saat itu ada kampanye ’door to door’ salah satu kandidat. Mungkin saat itu Panwaslucam masuk ketika acara tersebut dan di sana lah terjadi salah paham. Namun tidak sampai adanya kekerasan dan penyelesaiannya sudah diserahkan ke Panwaslu,” tegas Kapolsek.

Sementara Tim Sukses pasangan nomor urut tiga hingga berita ini naik cetak belum berhasil dikonfirmasi. Ketua Tim Sukses, Gabriel H Fuady belum bisa dihubungi karena HP-nya tidak aktif. Begitu juga dengan anggota Timses lainnya Fery FY yang menjadi langganan konfirmasi dan sangat dekat dengan wartawan juga belum bisa dihubungi. Beberapa kali coba dihubungi HP yang bersangkutan tidak aktif.(CW-02)

Wanita Gila Beranak Satu Kabur dari RS Jiwa

*Balik ke Lubuklinggau
LUBUKLINGGAU-
Wanita gila beranak satu yang belum lama ini oleh Dinas Sosial Kota Lubuklinggau dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Palembang kabur dan kemudian kembali ke Kota Lubuklinggau. Hanya saja tampaknya wanita gila tersebut menempati kawasan baru.

Jika sebelumnya biasa berada di emperan toko jalan di Yos Sudarso tepatnya di depan toko Candi Mas, kini dengan anak laki-laki itu dia sering berada di depan Toko Philip berseberangan dengan Hotel Royal Lubuklinggau. Pantauan Musirawas Ekspres, Minggu (23/5) wanita dengan satu anak itu tampak ketakutan setiap ada orang yang mendekat denganya. Namun setelah dia tahu orang tersebut akan memberikan uang padanya barulah wanita tersebut tersenyum.

Salah seorang yang merasa prihatin dengan kondisi anaknya yang sepertinya kurang sehat dan memberikan sejumlah uang kepada wanita gila itu mendapatkan informasi alasan mengapa wanita gila itu kabur. Menurutnya wanita tersebut tidak tahan berada di Rumah Sakit Jiwa Palembang
“Sulit dimengerti apa yang diungkapkan wanita itu tetapi melihat dari cara wanita itu mengeluh dengan cara bicaranya yang tidak nyambung saat diajak bicara menunjukan ketidak betah berada di rumah sakit jiwa,” ungkapnya.

Sementara itu kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau, Edison Jaya mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi berkenaan dengan kembalinya wanita gila itu. Pihaknya juga belum memonitor ke lapangan apakah benar wanita gila itu kembali ke kota ini.

Menurut Edison, sebelumnya Dinas Sosial sudah mengamankan wanita dengan satu anaknya itu di Rumah Sakit Jiwa Palembang.
“Kkembalinya wanita gila itu mungkin saja karena tidak betah, sehingga dia melarikan diri,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya hari ini (Senin, 24/5) akan mengecek ke lapangan guna memastikan keberadaan wanita gila itu. Tujaunnya agar yang bersangkutan bisa ditrtibkan atau kembali diamankan sebab dikawatirkan dengan kehidupanya di ruang tebuka akan memperburuk kondisi kesehatan dan keamanan anaknya. (CW-01)

Debit Air Berkurang, PU Pengairan Salahkan Watervang

*Adanya Pengdangkalan
MUSI RAWAS–Kepala Dinas PU Pengairan Musi Rawas, H Nito Maphelindo mengatakan, berkurangnya pasokan air irigasi di saluran sekunder di Kecamatan Tugumulyo dan sekitarnya bukan disebabkan menjamurnya kolam air deras. Kondisi tersebut lebih disebabkan karena terjadinya pendangkalan BK 0 Watervang.

“Sejak 2006 hingga 2007 permasalah debit air ini mulai muncul, penyebabnya akibat pendangkalan PKO di Dam Watervang. Sistim pengairan di Musi Rawas masih mengandalkan debit air Watervang, namun saat ini karena Watervang bukan milik Musi Rawas maka pemantaun sulit dilakukan,” jelas Nito pada paripurna LKPJ AMJ Bupati Mura minggu lalu.

Untuk itu lanjut Nito Maphelindo pihaknya kembali akan mengaktifkan komisi Pengairan untuk mengatasi permasalahan kekurangan air di beberapa kecamatan penghasil beras.

Terpisah wardi, petani dan pemilik kolam air deras di Kecamatan Tugumulyo sejak tiga tahun terakhir mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup untuk menjalankan usahanya. Wardi petani sawah Desa D Tegal Rejo mengungkapkan akibat berkurangnya debit air ke sawah hasil produktivitas pertanian mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

”Biasanya sekitar tahun 80-90 an, sawah yang kami garap ini bisa panen dalam setahun tiga kali, namun karena pasokan air yang tidak normal sekarang kita kadang tak bisa panen, kadang cuma 1 kali setahun,” ujar Wardi Sabtu (22/05).

Normalnya debit air yang masuk ke saluran induk menurut petani harus berkecepatan 200 kilometer perdetik. saat ini disaluran induk kecepatan air yang ada turun drastis, kondisi ini mengancam keberadaan sawah dan kolam air deras.

“Akibat kekuranga air ini, produktivitas panen petani turun kemudian proses penanaman dan pembibitan juga terkendala. Selain itu pengusaha ikan juga ikut rugi karena ikan mereka sulit berkembang biak dan banyak yang mati. Persoalan ini sudah disampaikan kepada legislatif,” ungkapnya. (ME-06)

Persimura U-18 Siap Tempur

MUSI RAWAS-Penyisihan Piala Suratin U-18 tingkat Provinsi Sumsel dimulai. Persimura U-18 yang kini dimanajeri Budiman, anggota DPRD Mura memulai misi penting mempertahankan tradisi lolos ke kancah nasional. Menghadapi penyisihan yang saat ini menggunakan format baru yang lebih ketat, Persimura U-18 memastikan sudah benar-benar siap tempur.

“Walau pun ada kendala menjelang keberangkatan ke Muba Alhamdulillah sudah bisa terselesaikan. Tim kita pada intinya sudah siap tempur dan berjanji akan mempersembahkan yang terbaik kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Mura,” tegas Andre Rasman, pelatih Persimura U-18 yang berduet dengan Fadli. Diinformasikan Andre, skuad Persimura U-18 rencananya pagi ini bertolek ke Muba menggunakan Bis Persimura mengemban target awal lolos mewakili Sumsel.

Hari ini, pemain langsung akan mengikuti screnning serta malam harinya technical meeting.

“Persimura U-18 ini dijadwalkan akan memulai pertandingan pada Selasa (25/5) nanti. Mudah-mudahan bisa mencapai hasil maksimal. Untuk itu mohon dukungan dari masyarakat Mura agar prestasi yang selama ini sudah dicapai bisa dipertahankan dan kemudian ditingkatkan lagi,” tegas Andre. (ME-02)

Mutasi Pejabat Terus Berlanjut

* Sejumlah Pejabat Secara Perlahan Di Non-jobkan
LUBUKLINGGAU-
Walikota Lubuklinggau H. Riduan Effendi menegaskan mutasi pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau masih terus akan berlanjut.
Mutasi tersebut dilakukan bukan semata-mata ada faktor tidak senang akan tetapi lebih kepada kebutuhan organisasi .

“Sejauh ini masih banyak posisi yang belum menunjukan ketepatan dan kesesuaian antara kebutuhan pemerintah dengan sumber daya manusia yang ada,” Demikian diungkapkan Riduan kepada Musirawas Ekspres seusai melantik sejumlah pejabat struktural Pemkot, Sabtu (22/5) lalu.

Untuk itu ia terus mencari dan melakukan pembenahan-pembenahan birokrasi dengan melakukan perombakan pejabat. Menurutnya pergantian jabatan yang dilakukan bukan karena adanya faktor senang atau tidak senang akan tetapi ia merasa ada yang kurang pas dalam sebuah kepemimpinannya sehingga terpaksa sejumlah pejabat mesti di evaluasi.

Sejauh ini evaluasi terus dilakukan guna menemukan dan mewujudkan aparatur yang mampu melaksanakan tugas dengan penuh inovasi dan tanggungjawab terhadap amanah yang di bebankan kepada setiap aparatur pemerintah.

Sementara itu untuk penjabat pelaksana tugas (Plt) hingga saat ini masih belum didefinitifkan mengingat belum mendapatkan persetujuan dari Gubernur Sumatera Selatan. “ Untuk mendepenitifkan pelaksana tugas (Plt) perlu persetujuan dari gubernur”, ungkapnya.

Dikatakan masih banyak posisi yang kurang pas, menurutnya banyak orang pintar akan tetapi tanggungjawab dan disiplin pegawai mesti perlu di tingkatkan, mutasi dilakukan untuk memaksimalkkan kinerja pemerintahan.

“Sebagai pelayanan masyarakat perlu ada inovasi, kalau tidak bagus dan hanya sekedar mengerjakan yang ada saja semua orang bisa, akan tetapi kita perlu memiliki inovasi dan keberanian untuk bertindak sesuai dengan aturan yang ada”, tegasnya.

Sedangkan mengenai pennon-joban pejabat yang sepertinya juga akan terus berlanjut terbukti hingga Mei 2010 ini beberapa pejabat secara perlahan suadah dinon-jobkan dari jabatanya, seperti mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) , Nobel Nawawi yang sebelumnya ,menjadi staf ahli bidang hukum dan pemerintahan kini digantikan oleh mantan Kepala Dinas Tanaman pangan perkebunan dan kehutanan, Setia Budi. (CW-01)

Juni, Pemkot Tetapkan TKS Berseragam Hitam Putih

LUBUKLINGGAU-Terhitung Juni 2010 mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menetapkan untuk pegawai Tenaga Kerja Sukarela (TKS) harus memakai seragam hitam putih. Penetapan itu sebagai tindaklanjut dari pasal 8 Peraturan Pemerintah (PP) No.48 tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) , Sejak ditetapkan peraturan Pemerintah ini, semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain dilingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Demikian dikatakan Walikota Lulubuklinggau H. Riduan Effendi, Sabtu (22/5) lalu, saat memberikan pengarahan pelatihan dib alai kota.

“ Saya mengintruksikan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) dilingkungan Pemkot Lubuklinggau untuk berani mengeluarkan tenaga honorer gelap yang diangkat di atas tahun 2005. Sebab pengangkatan tenaga honorer tersebut secara jelas telah menyalahi aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan pemerintah itu,”tegasnya.

Untuk mengetahui adanya TKS gelap di setiap SKPD baik Kelurahan maupun Kecamatan, ia meminta kepada kepala SKPD, mulai Juni 2010 mendatang TKS harus memakai seragam hitam putih.

Menurutnya pemerintah secara tegas telah melarang setiap kepala SKPD mengangkat tenaga honorer, bukan hanya karena faktor penyebab terjadinya pungutan liar (Pungli) akan tetapi dengan banyaknya tenaga honorer yang tidak jelas tersebut akan mengurangi kualitas dan merusak tatanan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di dalamnya.

“ Dengan adanya tenaga honorer, bisa saja akan membuat PNS yang ada di dalamnya menjadi malas bekerja sehingga hasil kinerja tidak maksimal”,ungkapnya.

Sementara itu salah seorang TKS yang sejak 2006 lalu bekerja sebagai staf disalah satu SKPD sebut saja KN mengatakan pasrah saja kalau menang ia harus di berhentikan dari pekerjaanya.

Namun demikian ia tetap berharap Walikota tetap memiliki kebijakan dan pertimbangan yang berpihak kepada nasib TKS sehingga tidak akan menambah pengangguran di kota ini.
Ia juga merasa adanya peraturan baru yang mengharuskan TKS memakai seragam yang berbeda dengan PNS menurutnya hal itu sebagai upaya mengetahui keberadaan TKS setelah itu mungkin baru di berhentikan. (CW-01)

Pergoki Suami Selingkuh, Istri Dihajar

LUBUKLINGGAU-Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami Sri Suharti (41) warga RT I Kelurahan Marga Bhakti Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Pasalnya Sri memergoki suaminya Su, berselingkuh dengan tetangganya, namun ia kemudian dipukuli oleh Su.

Imbas pemukulan yang terjadi Sabtu (22/5) sekitar pukul 21.30 WIB di rumah mereka, Sri menderita lebam pada wajah dan sakit di punggungnya. Korban Minggu (23/5) sekitar pukul 13.00 WIB melaporkan kasus ini ke Polres Lubuklinggau dengan tuduhan melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, awalnya korban memergoki suaminya sedang berselingkuh dengan wanita tetangga sebelah rumah mereka. Sontak saja korban kaget dan berteriak histeris, apalagi keduanya berselingkuh di rumah korban.

Namun Su bukannya takut karena kepergok sedang selingkuh, sebaliknya langsung bangkit dan menyeret Sri keluar dari rumah. Bahkan setelah berhasil menyeret korban keluar, Su langsung memukul punggung korban hingga terjrebab ke lantai.

Kendati korban sudah terjerebab tersangka bukannya iba, ia justru semakin emosi dan menginjak-injak punggung istrinya. Kejadian ini akhirnya dilerai oleh warga, sehingga korban berhasil diselamatkan kendati wajahnya lebam dan punggungnya sakit.

Korban merasa tidak senang dengan perbuatan suaminya tersebut, akhirnya melapor ke Polres Lubuklinggau unruk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(CW-02)

Tersangka Motor Dibakar Berhasil Diringkus

MUSI RAWAS-Polisi akhirnya berhasil menangkap satu dari dua tersangka pejambretan di Desa H Wukirsari Kecamatan Tugumulyo, yang pada saat kejadian sepeda motor korban dibakar warga. Tersangka adalah Eko (19) warga Desa Suka Maju Kecamatan Sumber Harta.

Ia ditangkap petugas Satreskrim Polres Musi Rawas, Sabtu (22/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Sedangkan aksi pejambretannya dilakukan Rabu (7/4) sekitar pukul 21.30 WIB lalu dengan korban mahasiswi STKIP PGRI Lubuklinggau, Ajeng (23) warga Desa H Wukirsari, yang kehilangan tas berisi blackberry, SIM, STNK dan uang Rp 150 ribu.

Kapolres Musi Rawas AKBP Imam Sachroni melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede kepada Musirawas Ekspres menjelaskan pihaknya sudah lama mengincar tersangka. Terakhir diketahui ada di dalam rumahnya, makanya langsung diringkus. “Saat digrebek di kediamannya tersangka sedang tidur. Ia berhasil diringkus tanpa perlawanan,” jelas kasat.

Kronologis kasusnya, Rabu (7/4) malam korban Ajeng dalam perjalanan pulang usai kuliah mengendarai sepeda motor Honda Vario meluncur dari Lubuklinggau ke H Wukirsari. Sejak di simpang tiga Desa G Mataram korban diikuti dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha RX King warna hitam.

Sampai di Desa H Wukirsari pelaku langsung memepet korban kemudian menarik tas milik korban yang di letakkan di gantungan tengah sepeda motor. Setelah berhasil merebut tas milik korban, pelaku langsung tancap gas.

Korban menjerit dan minta tolong, sementara itu warga yang kebetulan sudah siap-siapp hendak ronda mendengar teriakan itu langsung mengejar pelaku. Dikejar warga juga mengendarai sepeda motor membuat pelaku grogi dan mencari jalan alternatif, namun mereka justru masuk ke jalan buntu.

Takut ditangkap dan dihakimi masa, pelaku langsung membuang sepeda motornya ke sawah dan melarikan diri dengan membawa tas milik korban Ajeng. Selanjutnya sepeda motor RX King dibawa warga dan diamankan di rumah Kades.

Kendati sudah diamankan di kediaman kades, sekitar 100 orang warga meminta agar sepeda motor tersebut dibakar saja. Karena itulah Kades langsung melapor ke Polsek Tugumulyo untuk meminta bantuan.

Hanya saja kendati sudah diberikan pengertian oleh petugas dan Kades, warga tetap beringas dan mereka pun akhirnya membakar sepeda motor milik kedua tersangka. (ME-01)

22 Mei 2010

Komplotan Curanmor Spesialis Masjid Diringkus

*11 Kasus Curanmor, Termasuk di Kejari Linggau
LUBUKLINGGAU-
Komplotan bandit pencurian sepeda motor (Curanmor) khususnya di Masjid terutama saat Shalat Jumat yang akhir-akhir ini makin meresahkan akhirnya berhasil diungkap anggota Buru Sergab (Buser) Polres Lubuklinggau dengan ditangkapnya tiga bandit Curanmor. Penangkapan ketiganya dilakukan Jumat (21/5) sekitar pukul 13.30 WIB. Ketiga bandit Curanmor yang diringkus yakni Ef (22) warga RT I Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat, Ic (25) warga Jl Fatimura RT 1 Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat dan DD (23) warga Gang Rodiah RT 1 Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat.

Penangkapan tersebut berawal seringnya terjadi Curanmor di Lubuklinggau khususnya di Masjid ketika Shalat Jum’at. Selanjutnya anggota Polres Lubuklinggau mendapatkan informasi jika di lapangan Sukajadi sering dilakukan sebagai tempat untuk membuka Nopol kendaraan hasil curian. Sehingga barang bukti berupa plat sepeda motor itu disita dan dicocokkan dengan laporan polisi yang masuk sebanyak enam pasang plat motor.

Selanjutnya anggota Buser Polres Lubuklinggau melakukan Ploting di masjid pada hari Jumat. Walaupun ada penjagaan namun para bandit ini tetap melancarkan aksinya tepatnya di Masjid Mustakim Jl Depati Said Kelurahan Tapak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat saat orang sedang shalat Jumat berjamaan. Namun sewaktu tersangka Ef dan Ic hendak mengambil sepeda motor tersebut dilihat dua orang anak kecil.

Tahu aksinya kepergok, tersangka sempat mengancamnya anak kecil itu.
“Diam, kubunuh kau,” sambil mengeluarkan pisau. Diancam sedemikian rupa dua anak tersebut lari ketakukan. Sementara tersangka Ic menunggu dimotor Suzuki Shogun SP yang dikendarainya semantara Ef mengambil sepeda motor Honda Fit X Nopol BG 3398 HK milik korban Hanafi (18) warga Desa Lubuk Ngin Kecamatan Selangit yang diparkirkan di halaman Masjid Mustaqim tersebut. Setelah berhasil mengambil motor tersebut kedua tersangka langsung melarikan diri ke arah kelurahan Muara Enim.

Setelah kejadian tersebut korban dan jamaah Masjid melaporkan kejadian tersebut. Kemudian polisi meminta penjelasan mengenai ciri-ciri para bandit yang sempat mengancam dua anak kecil. Setelah mendapatkan ciri-ciri secara detil polisi langsung mengarah ke Ef yang memang sudah dicurigai sejak lama. Sehingga sekitar pukul 14.00 WIB tersangka Ef berhasil dibekuk petugas polisi di kediamannya dengan barang bukti sepeda motor Honda Fit X yang diketahui milik korban Hanafi tersebut. Tidak hanya itu setelah digeledah dipinggangnya ditemukan sebilah pisau.

Selanjutnya dari hasil introgasi tersangka Ef sekitar 30 menit kemudian tersangka Ic juga berhasil diringkus dikediamannya tanpa melakukan perlawanan. Selanjutnya langsung mengarah pada tersangka DD yang bertugas sebagai menyiapkan tempat penitipan motor dan tempat membongkar sepeda motor hasil curian tersebut. Dan saat digeledah dirumahnya ditemukan sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang diketahui milik guru SMP N II, M Subriyanhar yang dicuri pada Kamis (20/5) sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah dicek ternyata Nopol sepeda motor tersebut sudah diganti.

Selanjutnya setelah dikembangkan ternyata ketiga tersangka tersebut sudah pernah melakukan aksi curanmor tersebut di masjid-masjid termasuk di Kejari Lubuklinggau. Menurut catatan kepolisisn tersangka telah melakukan aksi Curanmor tersebut sebanyak 11 kasus. Dalam melakukan aksinya tersebut tersangka menggunkana kunci Liter T. Selanjutnya sepeda motor tersebut dijual di Kabupaten Musi Rawas dan Bengkulu.

Sementara tersangka Ef yang bekerja sebagai tukang ojek mengaku uang hasil curian tersebut digunakan untuk mengirim anaknya sekolah di Nibung. Sedangkan IC ternyata residivis dengan kasus yang sama.(CW-02)

Walikota Pastikan akan Ada Mutasi

*Pejabat di Sekretariat Belum Ada yang Pas
LUBUKLINGGAU-
Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi mengatakan dalam waktu dekat ini akan ada perombakan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Pernyataan teresebut disampaikan Walikota kepada Musiraws Ekspres dikatornya, Jumat (21/5).

Hanya saja belum digambarkan jabatan apa saja yang akan berganti pejabatnya. Pastinya menurut Walikota pergantian dan mutasi jabatan itu perlu dilakukan sebagai bentuk penyegaran organisasi pemerintahan.

”Tidak ada yang perlu di besar-besarkan,” kata Walikota.
Ia juga mengakui sejauh ini masih kesulitan untuk mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi di Sekretariat Pemkot Lubuklinggau. Meski demikian ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini sejumlah pejabat akan digeser dari jabatanya. Mengenai perombakan pejabat di lingkungan Pemkot Lubuklinggau Walikota mengatakan sebagai upaya peningkatan mutu kinerja. Untuk itu dirinya sangat berhati-hati dan selektif dalam memposisikan pejabat untuk posisi tertentu.

Meski dikatakanya di lingkunganya banyak oring yang pintar akan tetapi sejauh ini kepintaran tersebut tidak didukung dengan kinerja dan tanggung jawab yang maksimal. Sementara untuk siapa saja yang akan mengalami rotasi pejabat tersebut Riduan masih belum berkenan untuk menjelaskan.

“Tunggu saja mungkin satu atau dua hari lagi akan ada pelantikan,” tegasnya. (CW-01)

Muara Megang Desak Perbaikan Jalan

*Risak Akibat Truk Sawit
MEGANG SAKTI
–Warga Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti mengelukan jalan poros yang lebarnya 5 hingga 6 meter rusak akibat dilaluinya mobil pengangkut Sawit.

Mawardi warga Desa Muara Megang Kecamatan Megang Sakti mengatakan, jalan sering dilalui mobil truk pengakut sawit sehingga menjadi rusak parah dan susah untuk dilewati. Dikatakannya kondisi jalan seperti itu, membuat masyarakat terutama yang berkendaraan sulit untuk dapat melewati jalan tersebut.

“Apalagi kalau musim hujan, jalan itu tidak dapat dilewati kendaraan sama sekali,” kata Mawardi.

Ditambahkannya, yang menjadi kendala masayarakat yang mau kerja ataupun pergi belanja ke pasar tidak bisa cepat kalau keadaan jalanmya rusak.

”Sebetulnya warga sangat keinginan menyetop mobil sawit tersebut hanya warga takut. Sebenarnya sudah mendapatkan izin atau belum dari pemerintah,” terangnya.

Warga mengharapkan badan jalan segera diperbaiki untuk kenyamanan masyarakat pengguna jalan, dan juga agar lebih maju dalam mengembangkan akses perekonomian desa ini.
“Dan masyarakat Kecamatan Megang sakti,” harapnya.

Masalah ini sering diajukan melalui kepala desa untuk segera mengajukan perbaikan demi kenyaman masyarakat. Dari keluhan masyarakat sebagian desa sudah ada tanggapan pemerintah untuk memperbaiki jalan.

“Hanya belum sampai ke desa ini,” jelasnya. Selanjutnya diharapkan agar pemerintah segera benar-benar dapat memperbaiki jalan bukan hanya Desa Mura Megang tetapi seluruh akses jalan yang rusak di Kecamatan Megang Sakti dan sekitarnya. (ME-06)

Bukit Cogong Banyak Mendatangkan Uang

*Parkir Satu Hari Bisa Rp 4 juta
SUMBER HARTA
-Walaupun belum dikembangkan secara optimal, potensi Objek Wisata Alam Bukit Cogong di Desa Sukakarya Kecamatan Sumber Harta cukup menjanjikan. Bukan hanya menjanjikan objek wisata tersebut sudah cukup banyak mendatangkan uang. Dalam artian peredaran uang atau transaksi di kawasan tersebut sangat besar bahkan warga sekitar sudah mendapatkan imbasnya bisa mengumpulkan uang dari potensi tersebut.

Seperti halnya disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Syahfaz Ratu PN didampingi Muzir Hendres kepada Musirawas Ekspes Jumat (21/5). Menurut Muzir dari informasi yang disampaikan Kades Sukakarya, Suryoto intinya Objek Wisata Bukit Cogong sudah nenjadi tujuan wisata bagi para wisatawan baik dari Musi Rawas, Lubuklinggau bahkan daerah lain.
”Pengunjung Bukit Cogong terus meningkat. Pastinya bukan bertambah sepi tapi sebaliknya selalu ramai. Bahkan bukan hanya terpaku pada hari libur, hari biasa pun pengunjungnya lumayan cukup banyak,” ungkap Muzir.

Kondisi tersebut ternyata menarik perhatian pemerintah desa setempat untuk kemudian dioptimalkan. Maksudnya walaupun belum sesuai standar atau terprogram dengan bagus, namun warga dikoordinir pemerintah desa mencoba mengelolanya sehingga pada kenyataannya bisa membantu masyarakat.

”Menurut Pak Kades sejauh ini ada sekitar 35 anggota Karang Taruna yang diberdayakan untuk ikut mengelola Objek Wisata tersebut,” kata Muzir.

Ke-35 anggota Karang Taruna itu ditugasi untuk beberapa pos. Diantaranya sebagai keamanan, pelayanan guide atau pemandu wisata serta petugas parkir.
”Dengan demikian pengunjung akan benar-benar nyaman dan merasa aman. Sementara para pemuda ini pun mendapatkan pemasukan yang tidak sedikit,” katanya.

Untuk parkir misalnya pendapatan satu hari khususnya Minggu atau hari libur pendapatan bisa mencapi Rp 3 juta bahkan bisa sampai Rp 4 juta. Ini didapatkan karena pengunjung sangat banyak, untuk sepeda motor bisa mencapai ribuan ditambah mobil. Jadi semuanya memang dioptimalkan sehingga bisa menghasilkan uang. Sejauh ini ditambahkan Muzir, Objek Wisata Alam Bukit Cogong yang juga sudah mulai diperhatikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mura benar-benar diminati.

”Pengunjung yang datang tampaknya puas dengan keindahan alamnya. Misalnya pesona air gunung dan bebatuan, tempat rekreasi yang alami dengan pemandangan yang indah ditambah lagi ada beberapa arena bermain dengan mengedepankan uji nyali,” katanya.

Selain pendapatan tersebut warga sekitar juga merasakan dampak besar yang sangat positif akibat ramainya pengunjung di Bukit Cogong tersebut. Diantaanya warga yang membuka warung di sekitar lokasi.

Seperti halnya diungkapkan Yeni, warga sekitar Bukit Cogong. Dikatakan ibu satu anak ini penghasilan dari penjualan makanan ringan seperti goreng-gorengan, snack dan minuman kaleng yang ditekuninya cukup lumayan. Satu hari menurut Yeni penghasilannya bisa mencapai Rp 200 ribu bahkan pernh hingga Rp 600 ribu.
”Lumayan lah msa untungnya cukup untuk menambah pendapatan mencukupi kebutuhan rumah tangga. Ya itung-itung bantu suami mas,” ungkapnya. (ME-02)

Usulkan 35 Milyar untuk Penataan Listrik

LUBUKLINGGAU- Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Pekerjaan Umum Bidang Pertambangan dan Energi telah mengusulkan program penataan listrik perkotaan kepada Kementrian Pertambangan Energi Rp 35 milyar. Demikian diungkapkan Kabid Pertambangan dan Energi Dinas PU, Febriansyah kepada Musirawas Ekspres, Kamis (20/5).
Menurut rencana seluruh aliran listrik yang ada di dalam kota tidak lagi mengunakan kabel gantung akan tetapi akan dialihkan menjadi kabel bawah tanah. Tetapi mengingat angaran Lubuklinggau sangat terbatas untuk kegiatan tersebut, Pemkot Lubuklinggau mengupayakan mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat.

Namun 2010 ini mengusulkan untuk penataan litsrik terutama aliran yang ada di Jl Yos Sudarso, A Yani dan jalan Sudirman maupun di area pasar inpres. Penataan yang rencanya akan dilakukan Pemkot Lubuklinggau yakni mengganti sistem kabel bawah tanah

Menurut Febri kabel aliran listrik yang ada saat ini mempunyai tengangan sangat tinggi, selain itu kapasitas kabel terlalu berat untuk jalur tegangan di atas jalan raya. Akan berbahaya apabila kabel tersebut putus, selain itu tiang yang ada di sisi jalan juga akan mengganggu area parkir di daerah tertib lalu lintas.

Namun demikian program tersebut masih bersifat rencana sebab untuk merealisasikan kegiatan itu butuh dana yang cukup besar, kurang lebih 35 milyar namun itu hukan hanya untuk keperluan penataan listrik saja. Tetapi akan dialokasikan untuk kegiatan lainya yang berhungan dengan kelistrikan di wilayah kota Lubuklinaggau ini.

Disamping penataan listrik di ruang kota, Pemkot Lubuklinggau juga sudah merencanakan sejumlah program pemanfataan energi alterntif seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tanaga air (PLTA). PLTS rencana akan di alokasikan di Kelurahan Jukung sementara untuk PLTA belum pasti sebab pernah di uji coba di Air Temam kondisi air tidak stabil sehingga tenaga yang dihasilkan kurang maksimal. (CW-01)

1,5 Miliar, Bukan 10 Miliar

LUBUKLINGGAU- Rencana Penyempurnaan pengembangan objek wisata hutan bukit sulap yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau diperkirakan membutuhkan dana 10 milyar, namun dan tersebut bukan bantuan dari Pemerintah Provinsi seperti yang diberitakan sebelumnya.

Melainkan anggaran yang baru dirancang dalam Detail Engeenering Design (DED), sedangkan dana kucuran dari propinsi hanya 1,5 milyar dan itu untuk pengembangan objek wisata air terjun temam. Seperti yang diungkapkan Wakil Walikota Lubuklinggau SN. Prana Putra Sohe, Kamis (20/5) lalu.

Dikatakan Prana, Pemkot Lubuklinggau sudah menyiapkan DED (Detail Engineering Design) tiga objek wisata tersebut yakni Bukit Sulap, Watervang, dan Objek Wisata Air Terjun Temam. Pengembangan objek wisata Bukit Sulap yang dirancang dalam DED diperkirakan membutuhkan dana Rp 10 miliar, objek wisata Watervang Rp 5 miliar. Sedangkan objek wisata Air Terjun Temam Rp 4 miliar.

Menurutnya Dalam APBD tahun ini Pemkot kembali menganggarkan dana untuk membiayai penyempurnaan pembanguan selter, sekaligus membangun pelataran parkirnya,”.

Selain itu, lanjut Wawako, peningkatan dan pengembangan jalan akses objek wisata Bukit Sulap. “Mulai dari Jalan Bengawan Solo akan dilebarkan hingga ke Tower Telkom. Disamping itu meningkatkan jalan turunan dari Bukit Sulap tembus ke Kelurahan Kaliserayu. Selama ini jalan tembus itu belum ditingkatkan,” paparnya.

Dalam tahun ini juga Pemkot Lubuklinggau membebaskan lahan untuk pembangunan Plaza, pelataran parkir dan kios pedagang di kaki Bukit Sulap. “Pembangunan plaza, pelataran parkir dan kios akan dibangun tahun depan. Kemudian nantinya akan dibangun hotel,” jelasnya.
“kemungkinan akan dianggarkan melaui APBD Kota Lubuklinggau. namun jika tidak, akan ditawarkan kepada pihak ketiga. DED sudah ada tinggal mencari pihak ketiga yang mampu membangun sekaligus mengelolanya,” ungkapnya.

sementara itu untuk pengembangan wisata tersebut pemkot Lubuklinggau juga sudah membuat kerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) dalam MoU (Memorandum of Understanding) terkait pengembangan objek wisata bukit sulap itu.

Pengembangan objek wisata Bukit Sulap untuk memberdayakan masyarakat setempat yang selama ini mencari nafkah menjadi pengrajin batu lemper. “Dengan dilakukannya pengembangan objek wisata Bukit Sulap diharapkan mereka meninggalkan pekerjaan yang selama ini mereka tekuni mengambil batu Bukit Sulap. Mereka bisa berdagang, menjadi penjaga perkir atau mungkin menjadi Satpam atau bagian keamanan,” ucapnya. (CW-01)

Dana Pigub 2008 Banyak Pemotongan

LUBUKLINGGAU-Dana Pilgub 2008 banyak terjadi pemotongan, demikian terungkap dalam persidangan dalam kasus dugaan penyimpangan dana Pilgub 2008 dengan terdakwa Rahma Istiati, Jumat ( 21/5) sekitar pukul 11.00 WIB di Pengadilan Negeri Lubuklinggau.

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fredy Simanjuntak dan Aka Kurniawan menghadirkan lima orang saksi. Dianataranya Ikhsan (40) Ketua PPK Rawas Ilir, Imam Hanafi Sekretaris PPK Kecamatan Tuah Negeri, Sugiyatno Ketua PPK kecamatan Tugumulyo, A Dedi Supriono Sekretaris PPK Kecamatan Tugumulyo dan Pangidoan Bendahara PPK Tugumulyo.

Dalam keterangannya saksi menerangkan bahwa masing-masing PPK mendapatkan honor hanya selama lima bulan yang seharusnya menerimah enam bulan. Selain itu saksi mengungkapkan tidak pernah melihat Rencana Kerja Anggaran (RKA).

Sedangkan mengenai biaya logistik dari kecamatan ke desa Rp 1,25 juta per desa seharusnya Rp 1,5 juta. Dari Desa menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) Rp 300 ribu seharusnya Rp 370 ribu. Sedangkan Asuransi dipotong Rp 10 ribu/orang.

Petugas Pemuktahiran Data (PPD) honor Rp 200 ribu hanya dibayarkan satu bulan seharusnya dibayarkan dua bulan. Untuk biaya tenda, kursi, meja hanya dibayar Rp 350 ribu per TPS seharusnya Rp 500 ribu dan ATK Ketua Pemunguitan Pemungutan Suara (KPPS) tidak ada. Untuk tenaga operator computer tidak ada dan nama-nama tersebut Fiktif. Serta rata-rata Ketua PPK menandatangani kwitansi kosong yang diserahkan oleh terdakwa.

Setelah mendangarkan keterangan saksi tersebut majelis hakim Agusin dengan hakim Anggota Mooris dan Neva menunda persidangan hingga Kamis (27/5) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(CW-02)

Hakim Diringkus Polisi

LUBUKLINGGAU-Hakim alias Akim (35) warga RT 4 Kelurahan Mesat Jaya Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kamis (20/5) sekitar pukul 10.00 WIB diringkus tim Buru Sergap (Buser) Polres Lubuklinggau. Karena dugaan melakukan pengeroyokan terhadap korban Rizal (42) warga yanga sama.

Saat ditangkap tersangka sedang berada di rumah mertuanya dekat rel Kelurahan Mesat Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Tersangka yang saat itu sedang isrirahat dan dalam posisi duduk itu diringkus Tim Buser Polres Lubuklinggau tanpa melakukan perlawanan.

Selanjutnya tersangka langsung digelandang ke Mapolres Lubuklinggau untuk pengembangan lebih lanjut. Penagkapan tersebut Dipimpin langsung Kanit Buser Aiptu Dadang Iskandar.

Kronologis kasusnya bermula (28/3) sekitar pukul 21.00 WIB di kediaman korban Rizal dan melakukan pelamparan batu yang dilakukan tersangka Akim dan tiga orang lainnya yakni Awaludin, Mustaqim dan Medi. Bahkan lemparan batu mengenai korban yang sedang duduk di depan rumah, hingga luka pada bagian pelipis mata korban.

Hal tersebut dipicu karena sebelumnya antara anak korban dengan anak tersangka terjadi keributan, mengakibatkan anak korban terluka, sehingga keluarga korban merasa tidak terima. Namun keluarga tersangka mengamuk sehingga tersangka Akim dan tiga keluarga lainnya Awaludin, Mustaqim dan Medi mendatangi rumah korban dan langsung melemparkan batu ke rumah korban.

Karena tidak senag dengan perbutan tersangka tersebut. Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lubuklinggau untukdiproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku. Sehingga berdasarkan laporan tersebut anggota Polres Lubuklinggau melakukan penangkapan terhadap tersangka Akim sedangkan tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.(CW-02)

21 Mei 2010

MHP Dituding Rusak Sungai Semangus

MUSI RAWAS-PT Musi Hutan Persada (MHP) dituding Kades Semangus Lama, Husen Rivai menjadi biang pengerusak Sungai Semangus yang membelah desanya. Demikian diungkapkan Husen Rivai, saat rapat pertemuan di Pemkab Musi Rawas, Kamis (20/5).

Dijelaskannya, bahwa lahan yang digunakan MHP untuk penanaman Akasia Mangium adalah kebun warga Semangus Lama. Hanya saja setelah MHP dibuka, maka sama sekali tidak ada kontribusi bagi Desa Semangus Lama.

“Sampai saat ini tidak ada kontribusi. Bahkan kondisi Sungai Semangus terjadi abrasi akibat penggundulan hutan di bagian hulu tepatnya lahan MHP. Kemudian sampai saat ini juga tidak ada program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi desa kami,” katanya.

Kemudian soal kerusahan Sungai Semangus, dikatakannya sebelumnya lebar sungai hanya 65 meter tepatnya pada empat tahun lalu, namun kini saat diukur ulang untuk dibuat jembatan ternyata sudah mencapai 100 meter.
“Jadi kami minta kontribusi dari MHP bagi masyarakat, karena selama ini kendati berada di lahan Semangus Lama, tapi belum ada kontribusinya,” tegasnya.

Terpisah Kepala Divisi CSR PT MHP, Taufan Syarif ketika ditanya Musirawas Ekspres soal tudingan itu, menjelaskan soal abrasi sungai harus dibuktikan secara ilmiah. Pasalnya PT MHP dalam penebangan pohon Akasia Mangium mengacu pada aturan-aturan yang baku.

Sesuai aturan tidak diperbolehkan menembang pohon dalam radius 50 meter dari tepi sungai.

“MHP tidak mungkin merusak sungai, karena tujuannya memelihara hutan bukan merusak hutan,” ujarnya sambil menjelaskan tidak semua lahan MHP adalah lahan produksi, namun juga ada lahan konservasi.

Selanjutnya, mengenai CSR menurutnya sudah dilakukan terus-terusan di daerah sekitar MHP, bahkan dalam waktu dekat akan dibantu perbaikan tiga jembatan.
“Di Semangus Lama ada program CSR, dan kami sering kontak dengan kades terdahulu. Mungkin kades yang baru ini, belum mengetahui adanya program CSR di sana,” tambahnya. (ME-01)

Petugas Sensus Gerilya Tengah Malam

*Temukan 8 Gelandangan, 1 Orgil
LUBUKLINGGAU-
Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 mungkin berbeda dengan sensus sebelumnya. Bukan kerena hanya pertanyaan yang diajukan oleh petugas cukup banyak dan secara detail, akan tetapi dasa wisma (gelandangan-red) dan orang gila pun menjadi sasaran pendataan petugas sensus. Untuk pendataan orang-orang tersebut petugas sensus harus gerilya tengha malam.

Penyebabnya karena sulit apabila harus berurusan dengan orang yang berkelainan mental. Seperti yang dialami oleh para petugas sensus yang ditugasi mendata gelandangan dan orang gila (Orgil) petugas mesti mencari cara dan jurus jitu untuk bisa melakukan pendataan kepada mereka. Misalnya pendataan dasa wisma yang tidak diketahui dimana rumahnya sehingga petugas harus rela tengah malam melakukan pendataan di tempat-tempat yang sering digunakan mangkal para dawa wisma itu .

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau, Helmi Tarmizi kepada Musirawas Ekspres di katornya Kamis (20/5) mengatakan pihaknya membentuk tim khusus yang mendata para dasa wisma dan orang gila tersebut. Ada tujuh orang termasuk dirinya bekerjasama dengan kepolisian, TNI dan Dinas Sosial melakukan penyisiran di area Pasar Inpres, rel kereta api dan emperan pertokoan di atas pukul 01.00 WIB.

Dan hasilnya petugas yang berjumlah tujuh orang itu berhasil mendata delapan orang dasa wisma (tidak memiliki tempat tinggal-red) dan satu orang gila.

Dikatakan Helmi sejauh ini berdasarkan laporan yang masuk dari petugas sensus di lapangan belum ada kesulitan maupun penduduk yang melebihi usia lebih dari 100 tahun.

”Selain itu untuk pendataan di lokalisasi kami juga bekerjasama dengan ketua geng sehingga tidak membuat para PSK takut. Sebab menurutnya ada sejumlah PSK yang hendak didata melarikan diri,” kata Helmi.

Lebih lanjut Helmi mengatakan untuk Sensus Penduduk tahun ini mencakup seluruh komponen dan aspek sosial kemasyarakatan yang didata. Dari bayi hingga orang tua di data. Begitu pun bagi penduduk pendatang seperti warga keturunan Tionghoa menurutnya tidak ada masalah mereka sangat terbuka dengan petugas.

Sedangkan untuk data kependudukan sementara Helmi belum bisa menjelaskannya. Sebab hal itu akan diumumkan langsung oleh presiden setelah semuanya selesai. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat memberikan data secara lengkap dan jujur karena data tersebut untuk program pemerintah dalam pembangunan.

“Dengan memberikan data secara jujur kita akan membantu pemerintah dalam menentukan arah kebijakan secara benar,” jelasnya. (CW-01)

Pegadang Pasar AC Telah Diberi Bantuan Dana Bergulir

*Priscodesi : Untuk Lapak Direncanakan Dibangun 2011
MUSI RAWAS-Adanya keluhan dan pertanyaan dari beberapa pedagang di kawasan Pasar Agropolitan Centre (AC) Muara Beliti mengenai bantuan modal dan pembangunan lapak jualan disikapi bijak Pemkab Mura. Intinya Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Mura akan menindaklanjitinya. Hanya saja menurut Kepala Disperindagsar Mura, EC Proscodesi mengenai bantuan modal bagi pedagang perlu diluruskan.

Maksudnya mengenai bantuan modal bagi pedagang sudah direalisasikan melalui program dana bergulir. Hanya saja memang bertahap dan untuk tahap pertama pada Januari lalu dana bergulir sudah dberikan kepada 30 pedagang di kawasan Agropolitan Centre.

”Pedagang pasar Agropolitan Centre telah diberikan bantuan berupa dana bergulir. Jadi tidak benar kalau disebutkan kita berjanji namun belum direalisasikan,” katanya.

Sementara untuk pembangunan lapak berjualan di kawasan Agropolitan Centre memang sudah direncanakan namun semuanya melalui perencanaan dan juga program berkesinambungan.

” Untuk lapak berjualan direncanakan dibangun 2011 mendatang,” kata Priscodesi menjelaskan.

Kembali disampaikannya, pemberian bantuan melalui program dana bergulir ini merupakan satu solisi yang dilakukan Disperindagsar Mura setelah mengetahui semangat para pedagang mulai menurun. Menurut Priscodesi, setelah berkomunikasi, bertanya langsung kepada pedagang mereka intinya mulai lesu. Salah satu penyebabnya kekurangan modal dan juga pembeli yang berkurang.
“Nah untuk urusan pembeli sudah dipecahkan dengan kembali digelarnya senam pagi setiap Sabtu di kawasan AC. Sedangkan untuk modal pedagang Disperindagsar memberikan dana bergulir,” jelas Priscodesi.

Ide dana bergulir tersebut menurut Priscodesi sebenarnya bermuara dari para pedagang tersebut.

“Semuanya berawal dari para pedagang. Mereka musyawarah, kemudian membentuk asosiasi dan selanjutnya mengajukan bantuan. Mulai dari besarnya pinjaman hingga proses pengembalian sudah mereka bahas dan tetapkan sebelumnya,” ungkap Priscodesi.

Dari sana kemudian pihaknya mulai merespon usulan tersebut dan ditetapkan untuk memberikan bantuan bersifat pinjaman lunak dalam program dana bergulir. Dikatakannya untuk tahap pertama dana bergulir diberikan kepada 30 pedagang di Pasar Agropolitan Center. Ke-30 pedagang tersebut kesemuanya adalah anggota Asosiasi Pedagang Pasar Agropolitan Center yang diketuai, Johan pemilik Rumah Makan Desta.
“Jadi semuanya dikoordinir oleh Asosiasi Pedang Pasar Agropolitan Center, mereka semuanya memiliki kartu anggota dan juga kartu untuk pembayaran pengembalian dana bergulir tersebut. Makanya semuanya berjalan sangat lancar, Disperindag hanya menerima pengembalian, teknisnya dilakukan oleh asosiasi,” katanya.

Dana bergulir tahap satu diberikan pada 25 Januari lalu di Rumah Makan Desta Agropolitan Center, setiap pedagang mendapatkan Rp 1 juta. Jumlah ini menurut Priscodesi sesuai dengan kesepakatan dalam rembug pedagang dimana jika lancar nantinya mereka akan mengajukan pinjaman dalam jumlah yang lebih besar.
“Sebagai bentuk dukungan stimulan bagi para pedagang pinjaman dana bergulir yang kita sampaikan sama sekali tidak ada bunganya atau bunga nol persen. Selain itu pengembaliannya juga tidak memberatkan,” katanya.

Dana Rp 1 juta itu dikembalikan dalam jangka 17 bulan.
“Teknisnya para pedagang ini akan mencicil Rp 15 ribu setiap minggu atau setiap pelaksanaan pasar pagi di Pasar Agropolitan Center, dengan demikian para pedagang tidak akan terbeban. Untuk pengumpulannya dilakukan oleh pihak asosiasi,” kara Priscodesi. (ME-02)

Lurah tak Pernah Terbitkan SK Honorer

MUARA KELINGI-Adanya informasi kurang mengenakkan terkait pendataan honorer di Kantor Camat Muara Kelingi ke dalam database langsung direspon Camat. Kamis (20/5) Camat Muara Kelingi, Ali Sadikin mengumpulkan Lurah dan mantan Lurah untuk membahasnya. Hasilnya ternyata informasi tersebut bohong, karena Lurah maupun mantan Lurah sama sekali tidak pernah menerbitkan SK honorer terlebih kepada tiga orang berinisial TT, Ak dan Me.

”Perlu dipertegas dan diluruskan, sama sekali Lurah Muara Kelingi dan mantan lurah, pejabat sebelumnya tidak pernah menerbitkan SK honorer. Telebih kepada tiga orang berinisial TT, Ak dan Me yang sama sekali tidak diketahui siapa mereka itu,” tegas Ali Sadikin usai rapat dengan Lurah dan mantan Lurah kemarin. Jadi ditegaskan Ali Sadikin informasi tersebut tidak jelas dan terkesan tendensius. Karena memang pada kenyaaannya tidak ada rekomendasi yang diberikan terhadap para honorer dalam pendataan ke data base yang dilakukan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mura.

”Jangankan menyetujui, rekomendasi atau mengetahui SK honorer tersebut, adanya informasi pengajuan tersebut baru saya ketahui ketika ada wartawan konfirmasi. Makanya untuk menyelesaikan dan meluruskannya saya mengundang Lurah dan mantan lurah karena mereka yang mengetahui lebih jelasnya,” papar Ali Sadikin.

Sementara itu Lurah Muara Kelingi Kecamatan Muara Kelingi, Firdaus kepada Musirawas Ekspres via telepon kemarin setelah pertemuan membenarkan apa yang disampaikan Camat. Menurut Firdaus sama sekali dirinya dan juga pihak kelurahan memberikan atau mengeluarkan surat rekomendasi terhadap honorer yang katanya didata untuk masuk database. Terlebih tiga orang yang disebutkan inisialnya tersebut Firdaus memastikan dirinya tidak pernah menerbitkan SK sebagai honorer.

”Pihak kelurahan tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi kepada honorer tertentu. Mmang ada dua yang diajukan tapi jelas-jelas mereka adalah pegawai honor. Kalu katanya ada tiga orang yang diajukan dan telah mendapatkan rekomendasi, saya sama sekali tidak pernah menandatanganinya,” jelas Firdaus.

Hal serupa diungkapkan mantan Lurah Muara Kelingi yang menjabat pertama kali pada 2005, Hasyim Agus. Dipastikan Hasyim, dia tidak pernah menandatangani SK honorer.

”Ketika tahun partama yakni 2005 lalu memang ada dua honorer baru, tapi ketika saya pensiun 2006 mereka tidak lagi bekerja. Yang pasti saya tidak pernah mengeluarkan atau menyetujui rekomendasi SK honorer kelurahan,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, disinyalir ada permainan antara honorer, oknum Lurah, Camat dan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mura. Informasi yang didapatkan wartawan koran ini, diduga telah terjadi kecurangan terhadap proses pendataan data base honorer di Kantor Kelurahan Kelingi. Terbukti sedikitnya tiga orang pegawai yang sama sekali tidak pernah honor masuk ke dalam data base.
Sedangkan pegawai honor yang sudah bekerja sejak puluhan tahun tidak diperbolehkan mengajukan berkas honorer untuk dimasukkan ke dalam data base.

“Ketiga orang itu yakni, TT, Ak dan Me, ketiganya satu hari pun belum pernah honor di Kantor Kelurahan Kelingi, tetapi mereka diminta untuk melengkapi berkas data base. Sedangkan pegawai honor yang sudah lama bekerjasama sekali tidak diberi kesempatan melengkapi berkas data base, kondisi ini mengundang pertanyaan sebagian pihak,” kata sumber koran ini, Rabu (19/5) yang wanti-wanti namanya dirahasiakan. (ME-02)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More