EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


16 November 2009

Siswa Berkeliran Kepsek Terancam Dicopot

MUSI RAWAS- Maraknya aksi keluyuran siswa pada jam belajar membuat kepala Dinas Pendidikan Musi Rawas mengambil langkah tegas dengan ancaman pencopotan jabatan Kepala Sekolah (Kepsek).

“Menyikapi maraknya pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah, saya pribadi dituntut untuk turun tangan langsung, artinya jika kedapatan adanya pelajar Musi Rawas berkeliran saya akan memanggil kepala sekolahnya,”kata Kepala Dinas Pendidikan Musi Rawas, Edi Iswanto, Sabtu (14/11) menyusul ditemukanya siswa SMA Jaya Loka yang berkeliaran saat jam belajar. 

Dilanjutkanya jika kondisi terus berlarut-larut maka jabatan kepala sekolah terancam dicopot karena dianggap tidak mampu mengatasi siswa disekolahnya. “Namun tetap akan dilihat tingkat kesalahannya,”kata Edi.

Lanjut Edi, hal ini juga didasar hasil kesepakatan pada pertemuan Dinas Pendidikan Musi Rawas dengan kepada kepala sekolah dan seluruh KUPT (kepala unit pelayanan tekhnis) kecematan dimana seluruh KUPT dan kepala skeolah dapat mengontrol pelajar agar tidak meninggalkan sekolah.

Mengenai maraknya siswa terkena chikungunya akan diberikan dispensasi karena hal ini merupakan musibah jika laporan sudah masuk ke Dinas Pendidikan dalam waktu dekat akan mengadakan sosialisasi ke sekolah.

Sementara Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau hari ini (16/11) akan membagikan kartu izin kepada tenaga pendidik agar digunakan jika hendak keluar pada jam dinas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Muhammad Karsan mengatakan jika nantinya ada seorang guru atau pegawai ketahuan keluar pada jam dinas tidak menggunakan kartu izin dan tertangkap rahazia Pol PP maka diserahkan kepada yang berwajib. “Kami harapkan kepada semua guru dan staf agar dapat menggunakan kartu izin jika ada keperluan keluar pada jam Dinas,”terangnya.

Diharapkan seluruh sekoah dapat memberi himbauan kepada kepada siswa agar tidak berkeliaran pada jam sekolah serta harus ada kartu izin yang dikeluarkan pihak sekolah. (ME06)

NIP CPNSD untuk 68 Honorer Bakal Diterbitkan BKN

MUSI RAWAS- Akhirnya perjuangan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKP) Kabupaten Mura hampir mencapai hasil. Upaya memperjuangkan nasib 68 honorer Pemkab Mura yang terkatung-katung karena belum bisa dilantik menjadi CPNSD formasi 2008 dan 2009 mulai menunjukkan hasil. Kemungkinan besar dalam waktu dekat BKN (Badan Kepegawaian Negara) bakal menerbitkan NIP (Nomor Induk Pegawai) CPNSD bagi para honorer tersebut.

“Hanya saja belum bisa dipastikan apakah 68 honorer secara keseluruhan tersebut bakal mendapatkan NIP. Yang pasti kita memperjuangkan semuanya dan tampaknya sudah menunjukkan lampu hijau,” kata Kepala BKPP Mura, Hj Rita Mardiah yang baru pulang dari BKN di Jakarta kemarin (15/11). Dan menurut Rita dari hasil koordinasi pihaknya dengan BKN, dipastikan NIP akan diterbitkan BKN. Namun itu tadi belum bisa dipastikan secara keseluruhan atau tidak.

“Untuk saat ini kita hanya menunggu dan terus koordinasi untuk memastikan informasinya. Tapi dalam hal ini Pemkab Mura melalui BKPP telah berjuang dengan memberikan penegasan dan bukti-bukti bahwasanya para honorer yang belum mendapatkan NIP itu benar-benar pegawai honor yang bertugas di Pemkab Mura. Dan penegasan inilah yang akan menjadi jaminan bagi BKN untuk menerbitkan NIP. Makanya dari hasil pertemuan terakhir tampaknya BKN sudah benar-benar yakin,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan ada sekitar 68 honorer yakni 24 honorer yang telah diumumkan pada pengangkatan CPNSD formasi 2008 dan 44 honorer untuk formasi 2009 belum bisa diantik karena terganjal dalam proses penerbitan NIP oleh BKN. Makanya ada upaya audit oleh BPK dan BPKP serta BKB Bagian Pengendalian NIP. (ME-02) 

Jembatan Gantung Muatan 20 Ton Siap Dibangun

MUARA BELITI- Jembatan gantung yang mampu menahan beban sebarat 20 ton di Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti siap dibangun. Keberadaan jembatan gantung ini diharapkan mampu menciptakan percepatan perekonomian serta menghidupkan agro wisata di kawasan itu selain sebagai jaminan kokohnya akses penghubung tersebut.

Demikian disampaikan Camat Muara Beliti Indra Bazid di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung Muara Beliti Baru Sabtu (14/11). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, Konsultan PNPM, Forum PNPM, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kades Muara Beliti Baru, dan Fasilitator tehnis.

Dikatakan Indra Bazid, jembatan gantung sepanjang 80 meter diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 257.127.350 dengan rincian 20 persen alokasi APBD dan 80 persen APBN dengan masa pengerjaan selama 3 bulan. Dilanjutkannya, dukungan masyarakat terhadap pembangunan jembatan gantung sangat diharapkan, sebab letak jembatan gantung sangat strategis untuk pengembangan wilayah dan peningkatan perekonomian dari sektor pertanian.

“Informasi yang saya dengar salah seorang warga Muara Beliti Baru, Bainudin siap menghibahkan tanahnya selebar 4 meter untuk dimanfaatkan sebagai jalan menuju kawasan wisata Air Terjun Desa Air Satan. Artinya ke depan jembatan gantung ini dapat dijadikan sarana dan prasarana yang dapat mengtungkan warga setidaknya mampu mendatangkan kontribusi desa,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Indra Bazid kewajiban berupa pembayaran PBB harus dipatuhi warga sebab dari pajak yang dibayarkan nantinya kembali akan diberikan kepada desa untuk dialokasikan terhadap pembangunan infrastruktur desa.

“Tolong kesadarannya untuk membayar PBB, karena pajak PBB yang dibayarkan akan membantu biaya pembangunan di desa. Kita patut bersyukur upaya Bupati Mura mengambil dana bantuan pusat untuk daerah telah menunjukkan hasil, jika hanya mengandalkan pajak PBB, pembangunan di Mura ini tidak akan berhasil,” terangnya.

Sementara itu, fasilitator Tehnis Jembatan Gantung Fatoni mengatakan sling kontruksi jembatan gantung akan mampu menahan beban seberat 15 hingga 20 ton. Selain itu dari bahan yang digunakan mampu bertahan hingga beberapa tahun.

Konsultan PNPM Mura, Habib mengatakan pembangunan jembatan gantung Muara Beliti Baru nantinya akan dijadikan barometer pembangunan PNPM di Mura karena keberhasilan pembangunan akan contoh bagi 20 kecamatan lainnya.

“Yang jelas kami menjamin tidak akan terjadi kebocoran dana, kami minta camat dan seluruh eleman masyarakat turut mengawasi pembangunan ini,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua TPK, Rosidi. Dikatakannya untuk pembangunan jembatan gantung ini pihaknya menerapkan sistem manajeman terbuka, artinya alokasi dana siap untuk diaudit kapan pun karena akan memperdayakan seluruh masyarakat.

“Jembatan ini untuk kepentingan masyarakat, dari dana TPK terkumpul Rp 49.870.000,” terangnya. (ME-06) 

Jalan Santai Peringatan HKN ke 45

LUBUKLINGGAU- Guna memeriahkan Hari Kesehatan (HKN) ke 45 pegawai dilingkungan RS dr Sobirin Musi Rawas (Mura) didalam Kota Lubuklinggau mengelar berbagai kegaiatan.

iantaranya lomba jalan santai, dan lomba memasak nasi goring. Untuk kegiatan jalan santai dan memasak nasi goring,sudah dilaksanakan, Minggu (15/11) dihalaman RS dr Sobirin. 

Ketua panitia pelaksana, Suryadi,ketika dibincangi Musirawas Ekspres, kemarin, usai jalan santai mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali sejak tidak bergabung dengan dinas kesehatan (Dinkes).

“ Biasanya setiap peringatan HKN, antara RS dr Sobirin dengan Dinkes bergabung, baru kali ini terpisah,”jelasnya. 

Nah karena sudah terpisah makanya dilaksanakan berbagai macam lomba. Sementara untu peringatan puncaknya akan dilaksanakan hari ini, Senin (16/11).

Dikatakan Suryadi, untuk jalan santai rutenya dari RS dr Sobirin menuju ke simpang RCA. Dari Simpang RCA menuju ke Kenanga I Lama. Lalu menuju ke lapangan Merdeka, kemudian finish di RS dr Sobirin. 

Untuk jalan santai panitia menyiapkan hadiah doorprize. Dimana setiap peserta jalan santai diberikan kupon untuk memperebutkan 26 hadiah yang sudah disiapkan panitia.

“ Jalan santai kita sediakan 26 hadiah untuk diperebutkan peserta jalan santai,”jelasnya. 

Jalan santai dan lomba nasi goring dikhususkan untuk pegawai dilingkungan RS bersama keluarga. “ Dikhususkan untuk pegawai dan dokter RS dr Sobirin,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga ia mengatakan bahwa pegawai di RS dr Sobirin kurang lebih 200 pegawai. Seluruhnya kemarin mengikuti jalan santai.

Pantauan Musirawas Ekspres dilapangan pengundian doorprize hadiah jalan santai, penarikan kupon dilakukan dr Agus mewakil direktur RS dr Sobirin Hj Miftahullumi. Untuk hadiah-hadiah lainnya pengambilan kupon dilaksanakan seluruh dokter secara bergantian. (ME-07)

Puluhan Lampu Jalan di MM Padam

LUBUKLINGGAU- Lebih dari 20 lampu jalan dikawasan Kelurahan Marga Mulya (MM) Kecamatan Lubuklinggau Selatan II padam. Akibatnya kondisi disepanjang jalan Yos Sudarso kawasan tersebut gelap gulita. 

" Kami merasa tidak nyaman dengan suasana gelap seperti ini, meskipun lampu tidak mati tetapi tetap saja jalanan gelap, karena lampu jalan ditempat kami ini tidak menyala sejak lama,"ungkap Muklis kepada Musirawas Ekspres Jumat (13/11).

Karena lampu jalan padam, masyarakat yang akan melintas didaerah tersebut merasa was- was dan takut. Ketakutan warga sangat beralasan, dengan kondisi gelap sangat rawan kejahatan." Terus terang saja kami merasa sangat cemas jika harus keluar malam hari.

arena kondisi jalan gelap, jarak pandang tidak jelas. Bukan hanya takut kecelakaan tapi juga takut kalau ada orang jahat tiba-tiba muncul sebab keadaan tidak terlihat,"katanya.

Sebagai masyarakat ia sangat berharap supaya pemerintah cepat memperbaiki lampu-lampu yang padam tadi. " Kami hanya bisa berharap kepada pihak yang bertanggung jawab khususnya pemerintah dapat segera mencari jalan keluar sehingga lampu jalan dapat menyala kembali seperti sebelumnya,"papar Muhlis.

Terpisah kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau Hermansyah Unip, ketika dikonfermasi Musirawas Ekspres juga membenarkan pemadaman puluhan lampu tersebut. Tapi padamnya lampu tersebut bukannya karena rusak, tapi lampu tersebut sengaja dipadamkan karena kendala travo.  

" Memang benar lebih dari dua puluh lampu jalan dikawasan tersebut tidak menyala bukan karena rusak,"katanya.

Perlu diketahui untuk perawatan lampu jalan memang menjadi tanggung jawab DKP, tapi kalau pemadaman lampu jalan di Marga Mulya karena terkendala travo.

" Kami sudah mengecek langsung kekawasan tersebut memang tidak ada yang rusak semua lampu jalan dalam kondisi baik dan dapat menyala. Hanya saja sengaja tidak dinyalakan oleh PLN. Kalau dinyalakan tidak kuat beban arusnya, dan akan menagkibatkan lampu rumah warga menjadi padam,"terang Hermansyah Unip.

Untuk itu ia sudah berkoordinasi dengan pihak PLN, supaya lampu jalan dapat menyala.

" Kami sudah berkoordinasi dengan PLN mengenai hal ini, katanya memang sampai saat ini belum bisa menyala karena kekurangan travo. Makanya harus bersabar karena PLN berjanji akan mengupayakan pengadaan travo baru sehingga kuat untuk dipakai menyalakan lampu jalan,"paparnya.

Meskipun dikatakannya belum ada kepastian kapan lampu jalan tersebut dapat menyala kembali.

" Kami juga belum tahu kapan pastinya lampu jalan itu akan menyala kembali, persoalannya hanya menunggu travo dari PLN itu saja,"Pungkasnya.(ME-03)

Mukhlis Pimpin KAHMI Mura

*Elven Asmar Kota Lubuklinggau

MUSI RAWAS- Setelah melalui rapat pleno, akhirnya Mukhlis, hakim Pengadilan Agama (PA) Kota Lubuklinggau secara aklamasi terpilih menjadi ketua I Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Sedangkan Elven Asmar dalam Musyawarah Daerah (Musda), kemarin terpilih menjadi ketua KAHMI Kota Lubuklinggau.

Dikatakan ketua pelaksana Musda KAHMI ke-2, Ngimadudin, kemarin (15/11) melalui ponselnya, kepada Musirawas Ekspres, untuk ketua KAHMI Mura terpilih secara presidium sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) KAHMI. Artinya terpilihnya Mukhlis berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat peserta Musda. 

Sementara itu kalau untuk Kota Lubuklinggau, terpilihnya Elven Asmar sebagai ketua KAHMI Kota Lubuklinggau kemungkinan melalui pemilihan presidensil.

Menurutnya untuk unsure ketua ini ada lima orang, Ketua I, Mukhlis, ketua II Ashari, ketua III, Alhayat, ketua IV, Trisko Depriansyah dan terakhir ketua V, Ngimadudin. 

Setelah pemilihan, saat ini unsure pimpinan terpilih sedang menggodok komposisi pengurus. “ Kita sekarang sedang membahas komposisi kepengerusan KAHMI Mura,”ungkapnya.

Siapa yang menutup Musda? Ngimadudin mengatakan untuk pembukaan Musda di buka langsung Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi. Sedangkan untuk penutupan ditutup Pengurus Daerah KAHMI Mura, Susyanto Tunut.

Saat penutupan kata Ngimadudin, Susyanto mengatakan bahwa keberhasilan Musda KAHMI ke 2 di Hotel Hakmaz Taba Kota Lubuklinggau merupakan awal dari kebangkitan KAHMI dalam rangka akselerasi untuk eksis membantu pembangunan diwilayah Kota Lubuklinggau dan Mura. “ Awal kebangkitan KAHMI untuk eksis membangun daerah,”kata Ngimad mengulangi perkataan Susyanto Tunut. 

Menyinggung masalah pelantikan ketua baru, Ngimadudin mengatakan bahwa saat ini pengurus sudah mengundang tokoh-tokoh KAHMI pusat dan ketua umum, Anas Urbaningrum untuk datang melantik ketua yang baru terpilih. “ Kami sudah mengundang ketua Umum KAHMI pusat untuk melantik ketua terpilih. Tapi kapan pelantikannya belum diketahui,”paparnya.

Terakhir ia mengatakan sebenarnya Musda KAHMI ini adalah Musda yang kedua sejak tahun sebelumnya. Mengapa Musda yang kedua, Ngimadudin tidak menyebutkan secara pasti alasannya. “ Ini musda yang kedua dari sebelumnya,”ucapnya singkat. (ME-07) 

Ngimadudin: Belum Ada Keputusan Pemilukada Serentak

MUSI RAWAS- Ketua KPU Musi Rawas (Mura), Efriansyah melalui devisi sosialisasi, Ngimadudin, menjelaskan hingga saat ini belum ada keputusan final masalah pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) kepala daerah serentak. Untuk pemilukada serentak paling tidak harus ada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai dasar hukum. 

“ Belum ada keputusan final pemilukada serentak, karena belum ada keputusan final sebagai dasar hukum. Itu artinya wacana yang berkembang akan dilaksanakan pemilukada serentak masih sekedar rumor,”jelas Ngimadudin, kepada Musirawas Ekspres, Minggu (15/11) melalui ponselnya. 

Bahkan untuk pemilukada serentak ini lima anggota KPU Mura sudah melakukan koordinasi dengan Mahkamah Konstitusi (MK). Hasilnya pertemuan dengan MK tersebut lebih banyak membicarakan masalah kendala-kendala pemilu legislative dan presiden. Sementara untuk pemilukada serentak belum memberi jawaban, MK hanya memberitahu bahwa ada 249 daerah diseluruh Indonesia akan melaksanakan pemilukada.

Dari 249 tersebut, 3 diantaranya provinsi yang akan melaksanakan pemilukada, selebihnya pemilukada kabupaten/kota diseluruh Indonesia. 

“Provinsi dan kabupaten serta kota yang akan melaksanakan pemilukada masih menunggu aturan hukumnya, termasuk pemilukada Mura,”jelasnya.

Bahkan KPU di daerah-daerah yang melaksanakan pemilukada, setelah dikoordinasi cenderung menginginkan pemilukada tidak serentak. “ KPU didaerah yang melaksanakan pemilukada lebih menginginkan pemilukada sendiri-sendiri, bahkan mereka itu saat ini sudah membuat tahapan-tahapan masing-masing,”terang Ngimadudin. 

Melihat kenyataan itu, aturan belum ada, ada kemungkinan pemilukada di Mura akan dilaksanakan sendiri tidak serentak seperti wacana yang berkembang. “ Pemilukada Mura sangat memungkinkan sendiri tidak serentak,”pungkasnya. (ME-07)

Kajari Selidiki Kasus Upah Guru Ngaji

LUBUKLINGGAU-Dugaan pemotongan insentif 767 guru ngaji di Kabupaten Musi Rawas diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Lubuklinggau. Demikian dijelaskan Kajari Lubuklinggau Taufik Satia Diputra kepada Musirawas Ekspres, Sabtu (14/10).

“Laporan dari PGII dan LP3R memang sudah kami terima. Saat ini kami sedang mengumpulkan data-data kasusnya, guna penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kajari.

Selain itu Kajari berdasarkan hasil penyelidikan sementara, menurut Kajari ada kesimpang siuran informasi pembagian upah tersebut. Salah satunya bahwa dana Rp 460.200.000 dari Pemerintah Propinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), bukannya dibagikan kepada 767 guru ngaji.

Melainkan dibagikan kepada lebih banyak lagi, makanya jumlah yang dibagikan kepada guru ngaji tidak sesuai aturan. “Sementara ada informasi semuag guru ngaji dapat, makanya jumlahnya diterima 767 guru ngaji tersebut tidak sesuai,” jelasnya.

Hanya saja ditambahkan Kajari pihaknya akan terus melakukan penyelidikan, guna memastikan kebenaran informasi tersebut, begitu juga dengan apakah ada indikasi korupsi atau tidak. “Akan terus diselidiki,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Persatuan Guru Intelektual Indonesia (PGII) dan Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat (LP3R) menduga telah terjadi penyunatan (pemotongan) insentif 767 guru ngaji di Kabupaten Musi Rawas. Dugaan itu Selasa (10/11) dilaporkan PGII dan LP3R ke Kejari Lubuklinggau.

Detail kasusnya, untuk 2009 Kabupaten Mura mendapatkan alokasi dana Rp. 460.200.000 dari Pemerintah Propinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel). Sesuai dengan surat dari Pemprov Sumsel tertangga 7 Oktober 2009 dengan No. 900/2597/VII/2009 perihal pemberian bantuan biaya operasional ponpes pesantren dan bantuan insentif ustadz/ustadzah tahun 2009, yang ditujukan kepada Bupati/Walikota.

Dalam surat yang ditandatangani Gubernur melalui Sekda Pemprov Drs. Musrif Suwardi, MM menegaskan,  dalam rangka meningkatkan pendidikan yang berbasis ke Islaman, Pemprov memberikan bantuan kepada 767 Ustazd/Ustadzah sebesar Rp. 460.200.000 kepada Kabupaten Mura.  Namun pada kenyataan dan dari temuan dilapangan, beberapa ustad/ustadzah mengaku hanya menerima Rp 100 ribu dari semestinya yakni Rp 600 ribu.(ME-01)

Balap Liar Makan Korban, 1 Tewas

LUBUKLINGGAU-Akibat balap liar di Lubuklinggau kembali makan korban jiwa. Kali ini terjadi di Jalan Yos Sudarso depan Salon Ipung Kelurahan Taba Jemekah Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Minggu (15/11) sekitar pukul 01.00 WIB. 

Korban tewas adalah pelajar SMP bernama Febri (16) warga Gg Karya Masa Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Febri meninggal dunia setelah beberapa jam menjalani perawatan di ICU RS dr Sobirin.

Febri tewas dengan kondisi menderita pendarahan pada telinga dan hidung, serta patah tulang rahang kiri. Sekitar pukul 10.00 WIB, setelah disemayamkan di rumah duka korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Taba Jemekeh.

Sementara itu juga ada korban lain yakni, Erian (17) warga Gg Aneka RT 4 Kelurahan Taba Koji Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Korban Erian sempat menjalani perawatan di RS dr Sobirin. 

Kemudian Heru Kuswara (23) pegawai Lapas Narkotika Muara Beliti, yang juga menetap di Rumah Dinas Lapas Narkotika. Ia menderita luka gores pada kaki dan mengeluarkan darah dari mulut, korban juga dirawat di RS dr Sobirin.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, awalnya Erian mengendarai sepeda motor Nozomi Nopol BG 6249 HC memboncengkan korban Febri melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Taba Pingin. Begitu juga dengan Heru ia melaju dengan kecepatan tinggi mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU Nopol BG 2478 UG.

Kedua sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi karena diduga sama-sama melakukan balapan liar di jalan raya. Sampai di depan Salon Ipung, diperkirakan mereka terlalu tengah mengambil jalur, sehingga terjadi seprempetan antara kedua sepeda motor.

Karena dalam kecepatan tinggi, tak ayal para korban terpental. Warga sekitar selanjutnya memberikan pertolongan kepada para korban dengan cara membawanya ke RS dr Sobirin. Setelah beberapa jam menjalani perawatan Febri meninggal dunia.

Sementara itu petugas Satlantas Polres Lubuklinggau mendapat laporan kejadian mendatangi lokasi melakukan oleh TKP. Guna kepentingan penyidikan, kedua kendaran yang terlibat lakalantas diamankan di Mapolres Lubuklinggau.

Kondisi kedua kendaraan cukup parah, sepeda motor Satria mengalami pelek depan patah, shock depan bengkok dan lampu pecah. Sedangkan Nozomi mengalami pecah mesin sisi kanan, patah pijakan rem dan knalpot kempot. 

  Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Lantas AKP Ferdinad ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Diakuinya polisi saat ini masih melakukan penyelidikan mencari penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.(ME-01)

14 November 2009

Bali Air Operasionalkan Pesawat ATR Rute Linggau-Jakarta

*Via Bandara Silampari, Mulai 2010

MUSI RAWAS-Akhirnya penantian warga Musi Rawas, Lubuklinggau dan beberapa daerah tetangga terhadap penerbangan langsung rute Lubuklinggau-Palembang via Bandara Silampari bakal kesampaian. Pasalnya sudah hampir bisa dipastikan tahun depan rute penerbangan Lubuklinggau-Jakarta via Bandara Silampari akan dibuka.

“Insya Allah, penerbangan komersil dari Bandara Silampari dengan rute Lubuklinggau Jakarta akan segera dibuka. Dalam waktu dekat ini akan ada ujicoba,” ungkap Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti dikonfirmasi Musirawas Ekspres kemarin (13/11). Menurut Bupati sejauh ini sudah pembicaraan bahkan deal dengan pihak perusahaan penerbangan dalam hal ini Bali Air.

Bali Air rencananya akan mengoperasikan pesawat jenis ATR 72 (Avions de Transport Regional) untuk melayani rute penerbangan Lubukinggau-Jakarta dan sebeliknya Jakarta-Lubuklinggau.

“Untuk saat ini sudah dibentuk tim guna mengkaji kerjasama pengoperasian pesawat jenis ATR tersebut degan Bali Air yang memang sudah memiliki izin operasi,” ungkap Ridwan Mukti.

Sementara itu ditambahkan Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan pesawat ATR yang rencananya akan dioperasikan Bali Air untuk jalur Lubuklinggau-Jakarta dan sebaliknya merupakan merupakan salah satu dari keluarga turboprop kembar, pesawat penumpang dan kargo.

“Pesawat ini bisa menampung 60 penumpang jika dengan kargo, namun tanpa karbo penumpang yang bisa diangkut bisa mencapai 70 orang,” papar Rudi.

Selain itu Rudi juga mengungkapkan alasan memilih Bali Air karena memang perusahaan ini sudah memiliki izin.

“Namun dalam oprasional nantinya di badan pesawat tetap akan dibuat tampilan dengan symbol Musi Rawas. Bisa berupa logo ataupun tampilan lainnya, sebab ini akan menjadi bentuk pengenalan atau promosi Kabuapaten Mura. Dalam hal ini pihak Bali Air tampaknya bisa memenuhinya,” ungkap Rudi seraya menambahkan kemungkinan rutenya nanti Bandara Silampari Musi Rawas, Lubuklinggau-Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Lebih jauh disampaikan Rudi, pengoperasian pesawat ATR untuk penerbangan rute Lubuklinggau-Jakarta ini merupakan bentuk persiapan untuk pengoperasian pesawat 

berbadan besar dalam hal ini Boing 737 200 penumpang.
“Dengan panjang landas pacu Bandara Silampari sepanjang 1.350 untuk sementara bisa untuk take off dan landing pesawat jenis ATR ini. Jadi sembari terus dilakukan penambahan landas pacu agar bisa didarati pesawat berbadan besar Boin 737 200, sementara dioperasikan pesawat jenis ATR ini. Terlebih sejauh ini minat atau permintaan akan penerbangan rute Lubuklinggau-Jakarta sangat besar bukan hanya dari masyaraat Musi Rawas dan Lubuklinggau, tapi dari daerah lain juga seperti Rejang Lebong (Curup), Empat Lawang dan Sarolangun,” ungkap Rudi.

Dalam pengoperasian penerbangan pesawat ATR ini nantinya ada jadwal berkala atau bertahan yang sudah disiapkan. Lama perjalanan memakan waktu sekitar satu jam.

“Rencana penerbangan Via Bandara Silampari mulai dibuka awal 2010 dengan rencana tiga bulan pertama (Januari-Februari-Maret) dibuka tiga kali penerbangan dalam satu minggu PP. Jika memang lancar sesuai dengan harapan maka tiga bulan kedua (April-Mei-Juni) ditambah menjadi lima kali penerbangan dalam satu minggu.

“Selanjutnya setelah itu jika hasil evaluasi memang bena-benar memungkinkan maka penerbangan akan dibuka setiap hari,” tegasnya. Namun itu tadi semua dilakukan bertahap melihat animo masyarakat atau perkembangan selanjutnya saat pengoperasian. (ME-02)

Rencana Penerbangan Bali Air Via Bandara Silampari 2010
1. Tiga Bulan Pertama (Januari-Februari-Maret) tiga kali dalam satu minggu
2. Tiga Bulan Kedua (April-Mei-Juni) lima kali dalam satu minggu
3. Bulan ketujuh dan selanjutnya (Juni hingga Desember) penerbangan setiap hari

Para Tersangka Kasus KPU Sementara Bebas

*Siap Bidik Tersangka Baru

LUBUKLINGGAU-Para tersangka kasus dugaan korupsi di KPU Musi Rawas sementara bisa bernafas lega. Pasalnya Kejari Lubuklinggau yang melakukan penyidikan, memastikan belum akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Demikian dijelaskan Kajari Lubuklinggau Taufik Satia Diputra kepada Musirawas Ekspres, Jumat (13/11).

Menurut Kejari, dalam penyidikan kasus ini, sementara pihaknya tidak menuntut harus melakukan penahanan terhadap para tersangka. Alasannya masih membutuhkan waktu cukup lama guna menuntaskan berkasnya hingga ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, apalagi jumlah saksi-saksi yang diperiksa mencapai 60 orang.

“Sementara belum akan dilakukan penahanan. Salah satunya karena masih dibutuhkan waktu untuk kelengkapan berkas. Apalagi saksinya mencapai 60 orang, kendati nantinya dalam persidangan tidak semua saksi akan diajukan,” jelasnya.

Selain itu ditambahkan Kajari, pihaknya juga sedang mengusahakan agar tersangka lainnya segera mengembalikan kerugian negara yang timbul. Bahkan dua tersangka yakni Dirham dan Darmadi sudah mengembalikan Rp 90 juta. “Harapan kami semua tersangka mengembalikan kerugian negara, yakni totalnya Rp 1,3 Miliar sesuai dengan hasil audit BPKP,” jelasnya.

Hanya saja sampai dengan Jumat, ketiga tersangka lainnya ditambahkan Kajari yakni Rahma, Romy Krishna dan Iskandar belum mengembalikan kerugian negara.

Mengenai para tersangka yang ada saat ini dikatakan Kajari, baru pada dua item kegiatan saja dari beberapa item kegiatan saat Pilgub Sumsel. Romy Krishna menjadi tersangka berkaitan dengan dana penyaluran logistik ke daerah-daerah, sedangkan Darmadi dan Dirhan soal uang Asuransi. Sementara Rahma dan Iskandar pengelola keuangan. 

Karena peran masing-masing berbeda, ditambahkan Kajari maka berkas mereka nantinya akan terpisah. Selain itu mereka akan saling menjadi saksi dalam perkara rekannya. “Berkasnya dipisahkan, apalagi mereka saling menjadi saksi nantinya,” kata Kajari.

Kemungkinan ada tersangka lain, Kejari mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan apakah ada orang lain yang juga terlibat, selain empat tersangka baru (selain Rahma, red). “Akan terus diselidiki, kemungkinan tersangka baru lagi,” tambahnya.

Diakui Kajari sebelum adanya empat tersangka baru, Rahma pernah mengungkapkan mengapa hanya dia saja yang menjadi tersangka. Namun ketika dimintai kesaksiannya siapa saja yang terlibat, Rahma sama sekali tidak mau mengungkapkan nama-nama lain.

“Akhirnya kami lakukan penyelidikan sendiri. Setelah ditelusuri secara bertahap dapatlah keempat tersangka baru. Begitu juga dengan kemungkinan tersangka lainnya, bahkan jika nantinya dalam persidangan terungkap fakta baru, juga akan diselidiki,” jelas Kajari.

Atau bisa juga dari item kegiatan, seperti dijelaskan diatas adanya tersangka baru karena penelusuran dari kegiatan yang dilaksanakan seperti penyaluran logistik. Makanya jika ada orang lain yang terlibat dalam salah satu item kegiatan, kemungkinan bisa menjadi tersangka. “Memang banyak item kegiatannya, seperti pelipatan suara, pemotongan honor PPK, dan lain-lain,” pungkas Kajari.(ME-01)

Penerapan Wawasan Sejarah Lokal Minim

MUARA BELITI-  Kalangan pelajar di Kabupaten Musi Rawas menilai penerapan wawasan sejarah daerah di sekolah sangat minim sehingga mengakibatkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai sejarah kota tempat tinggalnya.

“Selama ini siswa hanya diberikan pelajaran sejarah nasional, sedangkan sejarah untuk daerah kita sendiri sangat minim sehingga tidak banyak siswa yang mengetahui sejarah kota mereka, khususnya Musi Rawas,” kata Desi salah satu siswa SMAN di Kecamatan Muara Beliti, Jumat (13/11).

Dilanjutkan Desi, selama mempelajari sejarah, tenaga pendidik hanya memberikan materi secara singkat mengenai Musi Rawas. “ Beberapa orang siswa mampu menyebutkan bangunan sejarah di Musi Rawas namun disayngkan mereka tidak mampu menjelaskan arti bangunan tersebut,”katanya.

Mengenia pelajaran Sejarah, Desi mengakui hanya 10 persen siswa tertarik mempelajari sejarah. Siswa cendrung berminat menulis peristiwa hangat yang terjadi di masyarakat saat ini. “Tema sejarah kurang diminati siswa sebab siswa butuh waktu lebih lama mencari referensi untuk mendukung tulisan,” terangnya. (ME-04)

IPKN Rutin Gelar Pengajian Jum’at

RUPIT- Semakin menurunnya nilai-nilai keagamaan di Desa Noman, Ikatan Persaudaraan Keluarga Noman (IKPN) Kecematan Muara Rupit menggelar pengajian rutin setelah sholat Jumat. 

“ Pengajian ini kali pertama dilaksanakan, rencananya akan dilaksanakan setiap Jumat,” kata Pembina Ikatan Persaudaraan Keluarga Noman (IPKN), H Hasan Basri Badni, Jumat (13/11). 

Dilanjutkanya kegiatan ini diharapkan dapat membendung hal-hal negatif di sekitar Desa Noman sesuai dengan tujuan utama untuk membina masyarakat Desa Noman dimana kegiatan keagamaan mulai pudar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membina masyarakat untuk menjalan syare’at Islam, kegiatan seperti pengajian sudah mulai ditinggalkan padahal kegiatan ini banyak memiliki manfaat diantaranya mendapatkan ilmu baru dan bersila turrahmi. Pengajian ini disambut positif warga, hal ini dapat dilihat padatnya peserta pengajian di Masjid Al-Husna desa Noman,”katanya dan menambahkan kegiatan juga akan dilaksanakan di Masjid Mustqim Desa Noman Lama dan Masjid Al-Husna Desa Noman Baru.

Selian itu lanjut Hasan BAsri, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Bupati Menuju Musi Rawas Darussalam, direncanakan pada satu Desember mendatang kegiatan ini akan diresmikan langsung oleh bupati Musi Rawas. (ME-04)

Puluhan Petani Dua Desa Ancam Demo

*Tak Kebagian Pasokan Air Irigasi

MUSI RAWAS-Akibat minim pasokan air irigasi untuk persawahan, puluhan petani di Desa Satan Indah dan Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti berencana akan mendatangi gedung DPRD Mura guna mengadukan nasib mereka. Munculnya rencana tersebut menyusul belum adanya solusi dari pemerintah untuk membagi secara adil air irigasi dari saluran tersier maupun sekunder.

Petani dua desa tersebut menilai selama ini air irigasi persawahan di wilayah mereka telah dimonopoli pengusaha kolam air deras yang berdiri di sepanjang saluran irigasi. Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir sehingga mengancam keberadaan 250 hektar sawah di kawasan itu. 

“Saat ini kami sedang menghadapi musim paceklik karena sudah delapan bulan lebih sawah kami tidak digarap,” kata Kepala Desa Satan Indah Jaya, Subandi kepada koran ini, Jumat (13/11). Dilanjutkan Subandi untuk mengatasi krisis air ini, petani Satan Indah Jaya dan Air Satan sepakat untuk melakukan rembuk untuk mencari solusi penyelesaian terhadap pasokan air.

Sementara itu Kepala Desa Air Satan, Ghufron pada pertemuan bersama Kelompok Tani dan Gabungan Petani Pengguna Air serta petani penguna dan pemanfaatan air mengatakan rembuk tersebut merupakan upaya untuk mencari solusi kekurangan air bagi tiga kelompok tani di Air Satan dan Satan Indah Jaya.

“Kami mengundang Dinas PU Perairan kabupaten Musi Rawas untuk membahas serta mencari solusi penyelesaian permasalahan ini,” katanya.

Dilanjutkannya, dalam kesepakatan tersebut jika pemerintah tidak dapat menemukan Solusi dalam mengatasi permasalahan ini dalam dua minggu sejak pertemuan ini, mereka akan bersama- sama untuk mendatangi gedung DPRD Mura untuk mengadukan permasalahan ini.

Sementara itu, Suhaimi Ketua P3A dan kelompok tani, Joko Tirto desa Satan Indah Jaya mempertanyakan kebijakan dinas PU pengairan dalam pembagian air karena sudah sejak 8 bulan ini seluruh areal persawahan mereka tidak mendapatkan air.

“Kami ini sudah tidak bisa menanami areal persawahan kami untuk itu kami memnita pertangung jawaban dari dinas Pu Pengairan terkait permasalahan ini,” katanya.

Sekretaris Dinas Pu Pengairan Musi Rawas, Suprianto menuturkan hasil pertemuan ini nantinya akan di teruskan kepada kepala dinas Pu pengairan untuk mencari solusi penyelesaiaannya.

“Untuk itu kami mengajak kepala desa, serta ketua kelompok tani, P3A untuk mengadap kepala dinas Sabtu, (14/11) dan kita mendengarkan solusi apa yang dapat dilakukan oleh dinas Pu pengairan Terkait hal ini,” katanya.

Selain itu berita acara pertemuan ini akan dilanjutkan kepada Bagian Pembanguan, Bappeda dan juga Asisten bagian pembangunan Kabupaten Mura untuk dicarikan solusi terbaik. Dilanjutkannya permasalahan ini tidak bisa di tunda- tunda pennyelesaiannya karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Selain itu juga dengan tidak berproduksinya areal persawahan di dua desa tersebut juga dapat menganggu program Musi Rawas sebagai Lumbung Pangan Provinsi Sumatera Selatan.(ME-06) 

Pemkab Terus Pantau Persiapan Lokasi MTQ

MUSI RAWAS-Persiapan terus dilakukan Pemkab Mura menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sumsel yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mura 2010 mendatang. Sebagai tuan rumah Pemkab Mura terus mengoptimalkan persiapan khususnya mengenai lokasi atau tempat pelaksanaan MTQ tersebut. 

Seperti halnya disampaikan Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan kepada Musirawas Ekspres kemarin (13/11). 

“Beberapa waktu lalu Bupati meninjau lokasi yang akan dijadikan arena MTQ tingat Sumsel tahun depan,” jelas Rudi. Ini dilakukan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana sehingga nantinya pelaksanaan MTQ tidak terkendala, bisa dilaksanakan sesuai rencana.

Lebih jauh disampaikan Rudi, sesuai rencana arena MTQ nantinya di seputaran lokasi Masjid Raya Musi Rawas di Kecamatan Muara Beliti.

“Sesuai rencana Masjid Raya Musi Rawas akan digunakan saat pelaksanaan MTQ nantinya. Namun memang belum bisa digunakan secara maksimal karena pembangunannya belum rampung. Dan untuk seluruh kegiatan MTQ nantinya dipusatkan di Alun Alun yang berdampingi dengan Masjid Raya tersebut,” ungkap Rudi.

Hanya saja menurut Rudi bupati menginginkan agar masjid tersebut sudah bisa difungsikan khususnya mendukung pelaksanaan MTQ. Minimal bentuknya sudah terlihat dan bisa dimanfaatkan walaupun belum maksimal.

“Akan diupayakan atap sudah selesai, begitu juga dengan lantainya sehingga bisa digunakan,” katanya.

Dan tidak kalah penting lagi dikatakan Rudi, beberapa sarana pendukung misalnya tempat wudhu dan lainnya juga akan diupayakan. Sebab sarana ini sangat penting dalam mendukung kegiatan MTQ khususnya ibadah peserta yang datang dari selutuh kabupaten/kota se-Sumsel.

“Intinya Pemkab Mura berupaya mempersiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan MTQ tingkat Sumsel 2010 mendatang mencapai sukses besar. Tentunya selain sukses penyelenggaraan juga sukses prestasi,” pungkasnya. (ME-02)

PKL Memilih "Kucing-Kucingan" Dengan Petugas Pol PP

LUBUKLINGGAU- Upaya penertiban puluhan pedagang kaki lima (PKL) dikawasan Pasar Inpres Kota Lubuklinggau terus dilakukan Pol PP. Penertiban dilakukan supaya PKL ini tidak menggelar dagangan di kawasan Jalan Jendral Sudirman. Tapi walaupun ditertibkan PKL ini lebih memilih "kucing-kucingan" ( bersembunyi,red) dengan petugas.

" Kami sebagai PKL sangat mendukung upaya pemerintah untuk mengupayakan agar suasana pasar menjadi bersih dan rapi. Tetapi kami juga butuh tempat yang memadai untuk berjualan,"Ungkap MY, salah seorang PKL saat dibincangi Musirawas Ekpres Jumat (13/11) usai penertiban.

Diakuinya sebagai PKL bukan tidak mau mematuhi peraturan yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Karena mematuhi tadi mereka lebih suka main kucing-kucingan dengan petugas saat dilakukan penertiban.

" Bukannya kami tidak takut ataupun melawan pemerintah yang mengatur kami, namun kami lebih memilih bersembunyi saat melihat petugas datang. Karena kami butuh berjualan mencari nafkah demi kebutuhan keluarga. Kalau kami tidak jualan anak-anak mau dikasih makan apa,"tegas MY.

Untuk itulah ia lebih memilih pasrah dengan keadaan daripada harus pindah-pindah tetapi barang dagangan tidak laku.

"Kami lebih suka dan memilih menggelar dagangan di pasar inpres ini,karena disini tempatnya pas. Bahkan sudah bertahun-tahun kami jualan disana. Kalau boleh memilih kami memang lebih mantap jualan disini. Makanya kami cenderung pasrah setiap ada penertiban,dan kami akan menyingkirkan dagangan jika sempat tidak tertangkap petugas. Namun kalau tertangkap petugas apa boleh buat, tentunya dagangan kami diangkut dan diminta perjajian agar tidak mengulangi lagi,"bebernya.

Semantara itu Kepala Sat Pol PP Kota Lubuklinggau Alha Warizmi ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres mengatakan kalau penertiban merupakan agenda rutin.

" Sebenarnya bukan hari ini saja ( kemarin,red),dilakukan penertiban pedagang dikawasan pasar Inpres. Hampir setiap pagi, terutama bagi pedagang yang menggelar dagangan di sepanjang jalan jendral Sudirman. Jelas- jelas mereka mengganggu ketertiban lalulintas dan menyebabkan kemacetan,"jelasnya.

Meskipun pedagang tetap membandel tapi pihaknya terus berupaya menertibkannya.

" Memang sulit menyuruh pedagang pindah bahkan mereka takut kalau ada petugas saja,begitu petugas tidak ada mereka kembali menggelar dagangannya. Untuk itupula petugas kami sengaja berjaga- jaga sejak pagi hingga siang hari supaya kawasan itu tertib,"terang Alha.(ME-03)

Keberadaan Petugas Parkir Mengurangi Pengangguran

LUBUKLINGGAU-Keberadaan lahan parkir tidak saja menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau. Lebih dari itu keberadaan lahan parkir berikut dengan petugasnya disepanjang jalan Yos Sudarso dan di pusat perbelanjaan mengurangi angka pengangguran diwilayah Kota Lubuklinggau.  

Walaupun banyak keuntungannya program Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Perhubungan, Imformasi dan Komunikasi ini masih tetap dikeluhkan warga. Keluhan warga sangat beralasan karena tarif yang ditetapkan petugas parkir itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  

" Kami jelas sangat mengeluh atas tarif yang ditentukan petugas parkir. Karena tarif yang ditarik dari pengendara sepeda motor maupun mobil ditentukan sendiri,"kata Ari warga Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II, kepada Musirawas Ekspres, Jumat (13/11).

Dijelaskannya beberapa waktu lalu, ia mengunjungi keluarga yang sakit di RS Siti Aisyah. Usai membesuk ia lalu balik. Begitu mengambil sepeda motor petugas parkir langsung meminta uang sebesar Rp 2000. " Saya kaget petugas meminta uang Rp 2000 untuk setiap kendaraan. Padahal tarif parkir normal yang diberlakukan Dinas Perhubungan, Imformasi dan Komunikasi hanya Rp. 1000 per kendaraan,"jelasnya. 

Untuk itu dia berharap kepada pemerintah supaya petugas parkir yang menarik uang parkir melebihi ketentuan supaya di beri tindakan. " Saya bukan tidak mendukung program pemerintah. Tapi kalau petugasnya menetapkan tarif sendiri jelas sangat merugikan masyarakat,"pintanya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Imformasi dan Komunikasi kota Lubuklinggau Hermansyah, melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana M.Yunus mengatakan bahwa RS Siti Aisyah itu milik swasta dan belum diserahkankan kepada Pemkot Lubuklinggau. " Oleh karena itu merupakan kewenangan pribadi Rumah sakit tersebut artinya dishub tidak bertanggung jawab mengenai hal itu,"kata Yunus. 

Dikatakannya Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi sesuai aturan yang berlaku pihaknya hanya menertibkan petugas parkir yang ada di jalan umum. Hal ini sesuai dengan Perda NO.09 tahun 2004. Namun menanggapi hal ini pihak dishub akan berkoordinasi dengan Dispenda apakah pihak Siti Aisyah menyetor atau tidak. (cw-01)

UU No 27 Tahun 2009 Isyaratkan Political Reward

MUSI RAWAS-Mengemukannya pandangan dari praktisi hukum dan anggota DPRD Musi Rawas (Mura), mengenai bukan hal yang keliru wakil ketua dilantik duluan sangat disayangkan karena berada dalam rana politik yang keliru. Sebab berdasarkan aturan dalam UU No 27 tahun 2009 sudah tersirat jelas, bahwa peraih suara atau kursi terbanyak dalam pemilu diberikan political reward (Penghargaan politik) berupa posisi kepemimpinan di DPRD Mura. 

Dikatakan Wakil ketua fraksi PDI-Perjuangan, ALiudin melalui press release, Jumat (13/11), secara nyata Srie Hernalini Nita Utama memenuhi kedua unsure tersebut sebagaimana amanat undang-undang. Baik dari segi sebaran suara yang mencapai 5000 dan secara kepartaian didukung penuh oleh DPP PDI-Perjuangan setelah melalui jalur konstitusi dan procedural. 

Menurutnya dalam permasalahan ini fraksi-fraksi yang lain tidak memiliki kewenangan untuk ikut andil atau mencampuri ranah intern partai. Apalagi melakukan perlawanan yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Oleh karena itu didalam situasi kondusif sekarang, seluruh elemen masyarakat dan anggota DPRD Mura diharapkan tidak melontarkan opini yang dalil-dalilnya sumir (tidak jelas). Apalagi secara hukum kata Aliudin tidak ada alas an kuat bagi DPRD untuk melakukan pelantikan wakil ketua terlebih dahulu dan menunda pelantikan ketua defenitip. Sebab seluruh persoalan yang menyangkut ketua defenitip sudah selesai. 

Justru saat ini, akan menjadi prestasi luar biasa katanya bila pimpinan DPRD sementara dan secretariat DPRD Mura melakukan pembahasan ditingkat Badan Musyawarah (Banmus) pelantikan ketua DPRD defenitip Srie Hernalini Nita Utama dan wakil-wakil ketua defenitip, Suhari dan Herman Mawiek dan disampaikan ke Gubernur Sumatera Selatan untuk disahkan.

“Dengan prestari itu, maka public percaya bahwa DPRD Mura 2009-2014 benar-benar dalam kondisi hight quality performance,”ungkapnya.

Berangkat dari optimisme itu dan harapan kinerja DPRD Mura kedepan, maka ia selaku kader PDI-Perjuangan dan juga wakil ketua Fraksi PDI-Perjuangan menyatakan sikap, mendesak pimpinan DPRD sementara untuk mengimplementasikan hasil rapat paripurna intern, Jumat (2/10) lalu yang salah satunya membahas persiapan pembentukan ketua dan wakil-wakil ketua DPRD Mura defenitip. Implementasi itu dituangkan dalam pembahasan di Banmus untuk mengajukan nama-nama ketua dan wakil-wakil ketua defenitip, kepada Gubernur untuk disahkan melalui surat keputusan Gubernur. 

Mendesak secretariat DPRD Mura segera membuat schedule (Jadwal) triwulan akhir tahun 2009 DPRD Mura. sehingga dengan adanya schedule itu, kegiatan anggota dewan terukur dan bekerja dalam target. Apalagi ada tiga agenda besar yang harus diselesaikan yakni pelantikan ketua dan wakil ketua defenitip, pembahasan tata tertib dan pembahasan DAK, pada masa akhir tahun 2009 sekarang.

Terakhir mendesak ketua Pansus I dan ketua Pansus II untuk mengimplentasikan tugas dan kewajibannya melaksanakan amanah keputusan DPRD Mura No 12 tahun 2009 tentang pembentukan panitia khusus (Pansus) membahas Rancangan Tata Tertib dank ode etik DPRD Mura. sebab dengan banyaknya agenda penting DPRD, sejatinya kedua pansus ini bekerja dengan maksimal sehingga benar-benar kredibilitas dewan 2009-2014 teruji dan terbukti. Artinya banyak bekerja sedikit bicara. (ME-07)

KWT Mendapat Pembinaan Panganan Lokal

MUSI RAWAS-Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas (Mura) pada tahun ini akan melakukan pembinaan kepada 45 Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pengelolaan Pangan Lokal. Pembinaan ini dimaksudkan untuk pemberdayaan ibu rumah tangga untuk penambahan pendapatan.
"Pembinaan kelompok wanita tani pangan lokal sebagai pemberdayaan istri petani agar dapat mengolah bahan pangan lokal sebagai komuditas yang dapat dijual dipasaran, sehingga nantinya memberikan pendapatan tambahan keluarga," kata Kepala Seksi Kewaspadaan Pangan dan Gizi pada KantorKetahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas, Edi Junaidi, Kamis (12/11).
Dikatakannya, program pembinaan KWT pangan lokal tersebut bertujuan agar kalangan ini memiliki pengetahuan sehingga dapat meningkatkan pengolahan hasil produksi pangan lokal. Dimana program yang akan dilaksanakan mulai pertengahan November 2009 ini, pada tahap pertama ini akan dilaksanakan pada 3 kecamatan yakni, Desa Selangit, Kecamatan Selangit, Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti dan Desa L Kalibening, Kecamatan Tugumulyo.
Untuk saat ini beberapa KWT yang ada didaerah itu mulai memasarkan produknya di beberapa swalayan yang ada di Kota Lubuklinggau dan beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. Produk rumah tangga tersebut dihasilkan oleh KWT yang ada di Kecamatan Tugumulyo antara lain KWT Desa G1 Mataram, KWT Desa L Kalibening dengan jenis produksi makanan ringan kelanting, keripik melinjo dan keripik ubi mapun keripik pisang.
Sementara itu Fendi Affandi, Kepala Seksi Ketahanan Pangan pada dinas yang sama menambahkan, untuk mendukung program pembinaan KWT pangan lokal dinas terkait juga akan memberikan bantuan peralatan dan bahan baku industri. Sehingga usaha ini nantinya dapat berjalan, karena didukung oleh sarana dan prasarana pendukung usaha.
Peralatan yang diberikan kepada KWT yang ada di daerah itu antara lain, mesin parut kelapa, mesin press melinjo dan beberapa peralatan lainnya. Sedangkan bahan baku untuk industri diberikan dalam bentuk bantuan bibit, seperti bibit melinjo, bibit sukun, bibit pisang serta bibit lainnya yang sifatnya bahan non gandum.
"Nantinya kita akan memanfaatkan lahan yang dimiliki dasa wisma yang ada dimasing-masing dinas, supaya dapat dimanfaatkan untuk tanaman penyuplai bahan baku industri seperti ubi kayu, melinjo, pisang. Sehingga produksi nantinya tidak terkendala bahan baku," katanya.
Ditambahkan Fendy, untuk tahap pengepakan maupun pembuatan label produksi nantinya pihak Badan Ketahanan Pangan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait lainnya agar dapat membantu usaha yang dilakukan oleh KWT yang ada didaerah itu, seperti pembuatan ijin industri, ijin kesehatan dan perijinan lainnya. (ME-06)

Rumah Panitia Kejurnas Mountain Bike Kemalingan

LUBUKLINGGAU-Jika sebelumnya counter handphone (HP) yang dibobol maling, kini giliran rumah dibobol maling. Rumah tersebut adalah milik Budi Martadi (43) warga Jalan Pematang Jaya Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Pencurian itu terjadi Kamis (12/11) sekitar pukul 07.30 WIB namun baru dilaporkan ke Polres Lubuklinggau Jumat (13/11) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Adapun barang-barang yang hilang dari kediaman salah satu panitia Kejurnas Mountain Bike ini, uang tunai Rp 4 juta, HP Nokia 2130 dan catridge printer Canon, hingga kerugian diperkirakan sekitar Rp 5,5 juta.

Informasi dihimpun Musirawas Ekspres, korban pagi itu tidur di dalam rumahnya. Ia diperkirakan kecapekan sebagai panitia pelaksana Kejurnas Mountain Bike di Bukit Sulap, makanya tidur.

Sementara istri korban yakni Susi pergi kerja, sedangkan anggota keluarga lainnya juga beraktivitas masing-masing. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk membobol rumah korban.

Pelaku dengan mudah masuk ke dalam rumah, karena pintu belakang lupa dikunci. Sehingga pelaku dengan mudah mengacak-acak rumah guna mencari benda berharga.

Ketika korban terbangun dari tidurnya, ia melihat rumahnya sudah dalam kondisi acak-acakan dan pintu belakang terbuka. Ketika diperiksa ternyata uang, HP dan catridge sudah hilang.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Pelakunya sedang diselidiki,” jelasnya. (ME-01)

Hendak Bayar Rumah, Justru Diperas

LUBUKLINGGAU-Merasa diperas Sugiarti (39) warga Jalan Yos Sudarso RT 3 Kelurahan Marga Mulya melapor ke Polres Lubuklinggau. Ia melaporkan EE (42) warga Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Dugaan pemerasan tersebut terjadi Rabu (13/11) sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan A Yani. Namun baru dilaporkan ke Polres Lubuklinggau Jumat (13/11) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kronologisnya, bermula korban dan suaminya M Lasmin meminjam uang Rp 60 juta kepada terlapor. Kemudian dibuat perjanjian korban menyerahkan sebuah rumah senilai Rp 120 juta.

Masih dalam perjanjian, uang sisa Rp 60 juta harus dibayarkan oleh terlapor ke Tarmizi karena korban juga memiliki hutang. Hanya saja EE tidak membayar sisa uang ke Tarmizi, sehingga korban terpaksa membayar sendiri.

Karena itulah akhirnya korban meminta rumahnya dikembalikan, serta hutangnya Rp 60 juta akan dikembalikan. Ternyata terlapor tidak bersedia mengembalikan rumah.

Bahkan menurut korban, terlapor meminta ia membayar Rp 60 juta ditambah dengan biaya kontrak rumah Rp 15 juta. Bahkan juga harus membayar Rp 5 juta, sebagai uang pertanggungjawaban, karena uang terlapor dilarikan Maryadi.
Karena itulah korban merasa diperas oleh terlapor hingga Rp 20 juta. Sehingga melaporkan masalah ini ke Polres Lubuklinggau. (ME-01)

13 November 2009

Tokoh Muratara Seleksi 6 Calon Mura 1


UBUKLINGGAU-Pertemuan para tokoh tua dan muda asal Muratara (Musi Rawas Utara) di Hotel Jayakarta Daira Palembang, Sabtu (8/11) lalu sekitar pukul 19.00 WIB mulai membuahkan hasil. Tim Sembilan yang dibentuk dalam pertemuan tersebut, sudah mulai menyeleksi nama-nama yang bakal diusung menjadi Calon Bupati Musi Rawas (Mura 1).

Menurut anggota Tim Sembilan, Gabriel H Fuady, sebelumnya tim ini sudah memilih 18 nama yang akan dicalonkan. Setelah melalui proses seleksi oleh tim, kini sudah mengerucut menjadi enam nama.

Keenam nama itu adalah H Firdaus Taufik Wahid, yang kini menjabat Rektor Universitas Musi Rawas, HA Karim AR (Ketua DPD Golkar Mura), Hatta Wazol (Kadis Pendidikan Kota Palembang-asal Muratara). Kemudian Fauzih H Amro (Ketua DPW PBR Sumsel) dan H Fadil Taufik (Mantan Kadis PU Pengairan Musi Rawas).

“Tim Sembilan yang terdiri dari akademisi, politisi dan praktisi sudah bekerja secara maksimal. Sehingga dari 18 nama yang dicalonkan kini sudah mengerucut menjadi enam nama calon,” jelas Gabriel yang juga juru bicara (Jubir) Tim Sembilan. Ditambahkan Gabriel, keenam nama tersebut terpilih melalui proses penjaringan. Dan mereka semua memiliki kriteria yang ditetapkan, seperti kemampuan financial, ketokohan dan jaringan.

“Dan dari enam nama tersebut nanti akan dipilih atau mengerucut menjadi tiga nama atau mungkin bisa langsung satu nama final. Proses pemilihan sendiri akan dilakukan melalui semi konvensi,” jelas Gabriel.

Keenam calon itu, ditambahkan Gabriel nantinya akan diwawancarai satu persatu, guna mengetahui komitmen, dan langkah-langkah stategis apa saja yang akan mereka ambil.

“Kami sangat serius untuk merebut kursi Mura 1. Untuk itulah kami akan bahu membahu agar tokoh yang akan dimajukan benar-benar orang yang tepat dan dapat mengayomi kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan segelintir orang saja,” ungkapnya.

Berkaitan dengan pencalonan, dikatakan tokoh asal Muratara sudah sepakat dan tidak akan ada perpecahan, sehingga akan mengajukan calon tunggal dari Muratara. “Kami sudah ada nota kesepahaman, makanya setelah terpilih satu nama, kita akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat Muratara agar calon yang didaulat dapat dikenal secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.  Sedangkan lima lainnya, harus legowo.  Karena ini sudah menjadi komitmen bersama untuk saling mendukung,” imbuhnya.

Mengenai perahu yang akan digunakan, dikatakan Gabriel mereka akan menempuh jalur apa saja, baik parpol maupun independen. Tapi menurutnya beberapa Parpol ketuanya berasal dari Muratara, makanya bisa saja melalui jalur Parpol. Terakhir Gabriel mengungkapkan mulai Sabtu (14/11) Tim Sembilan akan bekerja guna menyeleksi nama-nama calon dari enam menjadi tiga bahkan tinggal satu calon.

Terpisah, Firdaus Taufik Wahid salah satu calon yang masuk enam besar, kepada Musirawas Ekspres mengaku siap jika memang dipercaya untuk maju sebagai calon Bupati Mura nantinya.  

“Apapun kehendak masyarakat, tentunya saya siap.  Tentu dukungan seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan. Dan saya percaya dengan kinerja Tim Sembilan,” jelasnya. (ME-01)

Aku Ini Intel Kodim, Apo Salah Aku


*Teriakan Serda Muslim Setelah Ditembak

LUBUKLINGGAU-Dua orang saksi kasus pembunuhan terhadap Serda Muslim, anggota Kodim 0406 Mura, menjelaskan korban sempat menjelaskan identitasnya setelah ditembak. Ini terungkap dalam sidang Kamis (12/11) yang mendudukan Antoni, mantan Kanit Reskrim Polsek Megang Sakti, selaku terdakwa.

Kedua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yunardi Yuda dan Darmadi Edison adalah Heriyanto alias Yanto (32) warga Jalan Pelita Rt 7 Kelurahan Pelita Jaya Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Saksi lainnya Misran (40) warga Taman Islam Kelurahan Bandung Kanan Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Saksi Yanto, awalnya menjelaskan 7 Juni 2009 malam, ia hendak ronda namun tidak ada orang. Karena sepi ia kemudian mengirimkan SMS kepada korban, menanyakan keberadaan korban saat itu.

“Saya mengirimkan SMS tapi tidak dibalas. Kemudian saya telepon, baru yang ketiga kali diangkat. Awalnya saya tanya soal jaga malam, menurutnya belum ada orang. Dan dia (korban, red) saat itu ada di Patok Besi,” jelas Yanto yang sehari-hari berjualan es krim.

 Mengetahui korban ada di Patok Besi, saksi langsung menyusul menggunakan sepeda motor. Sampai di sana mereka bertemu di karaoke depan Café Parti. “Selain alamarhum, juga ada temannya yakni Hendri, Iwan dan istrinya,” jelasnya.

Setelah sempat karaoke dan minum bir, mereka sepertinya tidak puas karena musiknya kurang bagus. Makanya saksi, korban bersama Iwan dan istrinya pindah ke Diskotik Relax’s (Lala),

“Kami duduk di meja bundar. Saya dengan Kak Muslim (korban, red) duduk, sedangkan Iwan dan istrinya joget di ring. Karena nafas saya sesak akibat terlalu banyak asap, saya selanjutnya keluar,” kata Yanto.

Ia kemudian menunggu di pagar luar diskotik. Setelah cukup lama ia menerima SMS dari korban, yang mengajaknya kembali masuk ke dalam diskotik, dengan alasan ada bir. Oleh saksi SMS itu dijawab “ok”.

“Sudah saya balas OK, tiba-tiba terdengar beberapa kali letusan. Selanjutnya banyak orang lari keluar, Kak Muslim juga keluar sambil memegang pistol,” katanya.

Menurutnya Muslim kemudian berjalan ke arah Café Della, dan sempat berkata “Aku ini Intel Kodim, apo salah aku, ya Allah ya Allah. Dan tak lama kemudian korban roboh, diborgol dan dibawa menggunakan mobil.

“Saya hendak mengikuti mobil, tapi Hendri mau ikut pulang. Makanya tidak terkejar, sehingga kami langsung pulang memberi tahu istri Kak Muslim,” katanya.

 Sementara itu saksi Misran menjelaskan, saat kejadian ia sedang berada sekitar 50 meter dari lokalisasi, tepatnya sedang main biliar. “Tiba-tiba saya mendengar dua kali suara letusan,” jelasnya. Ia kemudian langsung mendekati suara letusan. Saat itu ia melihat korban berjalan sepoyongan, sementara terdakwa Antoni bersama rekannya berlari dengan senjata terhunus.

“Antoni pakai pistol sedangkan temannya pakai senjata panjang. Sampai di depan Karaoke Legenda temannya sempat melepaskan tembakan ke atas,” jelasnya.

Tak lama kemudian korban terlihat roboh di depan Café Della. “Dia sempat mengaku intel kodim, dan menyebut Asma Allah. Kemudian Antoni dan temannya mendekat, mereka selanjutnya memborgol korban dan mengangkutnya ke mobil,” tambah Giran, yang juga PNS di Lapas Lubuklinggau.

Berkaitan dengan keterangan saksi-saksi tersebut, terdakwa yang didampingi dua kuasa hukumnya sama sekali tidak membantah.
Usai mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim yang diketuai Encep Yuladi, menunda sidang sampai dengan Senin (23/11) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi-saksi. (ME-01)

Lahan PT DMIL Terbukti Masuk Karang Dapo

* Sengketa Lahan MemperlihatkanTitik Terang

KARANG DAPO - Klaim warga terhadap PT Dendy Marker Indah Lestari (DMIL) dimana lahan perusahaan tersebut masuk wilayah desa Karang Dapo I dan menyerobot Lahan Warga seluas 430 HPH terbukti. Berdasarkan hasil survey yang di lakukan tim gabungan pemkab Musi Rawas, pihak kecamatan, desa dan masyarakat serta Pihak PT DMIL, berdasarkan titik koordinat memang masuk wilayah Desa Karang Dapo I.

“Berdasarkan pengukuran GPS, diyakini lahan perkebunan tersebut masuk wilayah Desa Karang Dapo I,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Mura, Ali Sadikin didampingi Kasudag Tata pemerintahan, Deddy. Namun pihaknya belum bisa menentukan luas lahan yang masuk ke wilayah desa tersebut karena masih akan disesuaikan dengan peta yang ada dan berdasarkan HGU milik PT DMIL yang disesuaikan titik koordinat lahan tersebut.

Dikatakan Ali Sadikin, hasil dari tim ini nantinya akan dilaporkan kepada Bupati Musi Rawas, yang kemudian akan ada pembahasan lanjutan antara masyarakat Karang Dapo dengan PT DMIL. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat secepatnya menyiapkan bukti kepemilikan lahan perkebunan mereka yang masuk ke dalam lahan perkebunan PT DMIL. Ini penting guna disingkronkan antara lahan PT DMIL dan Lahan milik masyarakat.

Ditambahkan Ali Sadikin, sejauh ini pihak PT DMIL secara aktif merespon tuntutan masyarakat dan apapun keputusan yang berdasarkan temuan tim pihak PT DMIL mematuhi segala ketentuan sesuai peraturan yang berlaku. Sedangkan untuk peyelesaian pengklaiman lahan masyarakat nantinya akan diproses sesuai dengan SPH yang dimiliki masyarakat.(ME-06)

Pejabat Punya Jatah CPNSD?

MUSI RAWAS-Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baik di Kabupaten Mura maupun Kota Lubuklinggau terus menimbulkan kekhawatiran. Sejumlah masyarakat khawatir ada yang tak beres dalam proses rekruitmen calon abdi negara itu. Apalagi ada kasak kusuk ataupun memang dihembuskan oknum tertentu yang menyebutkan beberapa pejabat mempunya jatah satu CPNSD.

"Banyak yang bertanya begitu, apakah benar pejabat punya jatah untuk satu CPNS untuk di Kabupaten Mura? Lalu mereka khawatir kalau sampai ada calo CPNSD. Ya saya sampaikan kalau hal itu tidak benar. Sekarang bukan zaman orde baru, reformasi birokrasi sudah berubah signifikan," ujar Koordinator SUU, Herman Sawiran.

Namun dia meminta, agar eksekutif dalam hal ini panitia penerimaan CPNSD bekerja secara profesional tanpa ada embel-embel titipan. Bupati dan anggota dewan bisa meyakinkan masyarakat, maka panitia juga harus bisa meyakinkan masyarakat serta anggota dewan dalam melaksanakan tugasnya. Bahwa rekrutmen ini berlangsung secara terbuka, murni melalui tes dan disesuaikan kemampuan pelamar.

"Penerimaan CPNSD ini bersifat murni melalui tes dan sesuai kemampuan yang ada. Jangan sampai kekhawatiran masyarakat, akan adanya calo atau titipan benar-benar terjadi. Sejauh ini saya belum melihat (ada gelagat persoalan percaloan CPNSD), semoga saja memang tidak ada," harapnya.

Namun menurut Herman Sawiran Pemkab Mura harus melakukan pengawasan di Lembaga Pengadaan Tenaga Kerja Unsri (Baliteks). Pasalnya tidak menutup kemungkinan permainanan CPNS akan terjadi di tingkat provinsi.
Sebelumnya Bupati Mura, H Ridwan Mukti terus mengingatkan instruksinya kepada panitia dan jajarannya untuk melaksanakan tes CPNSD murni, tidak ada istilah Pungli, titipan apalagi jatah. Selain itu kepada masyarakat juga diminta untuk ikut mengawasi dan melapor jika memang diketahui ada dugaan pelanggaran. Termasuk himbauan untuk tidak percaya terhadap oknum yang mengaku bisa memperjuangkan kelulusan CPNSD dengan imbalan tertentu. (ME-06)

3 Siswa Terjaring Razia Pol PP

* 7 Lainnya Melarikan Diri

LUBUKINGGAU-Sedikitnya ada 3 siswa ditangkap Pol PP Kota Lubuklinggau saat berada di Obyek Wisata Watervang Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Ketiganya ditangkap Pol PP karena keluyuran saat jam belajar sedang berlangsung.

Penangkapan ketiga siswa tersebut tidaklah mudah, karena anggota Pol PP harus berjibaku saling kejar dengan siswa yang hendak melarikan diri tersebut. Dari 10 siswa yang kedapatan sedang nongkrong tersebut tiga diantarannya berhasil ditangkap sedangkan 7 lainnya berhasil melarikan diri. Tiga pelajar yang diamankan tersebut yakni Chandra Syaputra siswa kelas VIII. I SMP Negeri 5 Lubuklinggau, Heriansyah siswa kelas I. SMK N 3 terakhir Sukma Fitrianti siswi kelas VIII.3 SMP Negeri 2 Lubuklinggau.  

Kepala Kantor Pol PP Kota Lubuklinggau, Alha Warizmi, ketika dikonfirmasi Musirawas Ekspres, Kamis (12/11) mengakui bahwa anggotanya sudah menangkap tiga pelajar dari sepuluh pelajar yang sedang nongkrong di obyek wisata Watervang.

Selain ketiga pelajar tersebut anggota pol PP juga menemukan barang bukti berupa tiga tas yang yang tidak sempat di bawa oleh pelajar yang melarikan diri karena ketakutan.

" Benar, Candra Syaputra siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 5, Heriyansyah siswa kelas I SMK Negeri 3, dan Sukma fitriyanti siswi kelas VIII.3 SMAN 2 berhasil ditangkap,"jelasnya.

Dikatakannya mengenai ketiga siswa yang terjaring razia itu, Pol PP akan memanggil guru dari masing masing-siswa. "Kita akan memanggil guru mereka masing-masing untuk memberitahu bahwa siswanya terjaring razia,"kata Alha.

Dan selanjutnya masalah dengan orang tua murid akan diserahkan kepada guru yang bersangakutan. Kendati siswa tersebut terkena razia, pihaknya masih memberikan toleransi atau tegoran dan belum melakukan tindakan yang keras karena masih dalam tahap sosialisasi hingga senin (16/11) mendatang. 

" Razia tidak hanya dilakukan di obyek wisata saja, tapi tempat-tempat hiburan seperti play station (PS), bilyar. Pun juga terhadap PNS yang keluyuran,"tegasnya.

Terpisah Walikota lubuklinggau Riduan Effendi menyesalkan adanya siswa yang terjaring razia saat jam pelajaran sedang berlangsung. " Seharusnya tidak terjadi hal-hal buruk seperti ini, sebagai guru harus bisa memberi contoh yang baik kepada siswa. Dan hendaknya pihak sekolah melakukan pertemuan per triwulan dengan orang tua murid mengenai perkembangan anak-anaknya. sehingga baik guru maupun orang tua bisa mengontrol sejauh mana perkembangan anaknya,"pintanya. 

Masih kata Riduan sebagai antisipasi pihaknya akan membuat kartu izin keluar pada setiap instansi sehingga siapapun baik PNS atau pelajar yang keluar akan ada bukti, hal ini demi kedisiplinan.

Sementara Sukma Fitriansyah yang terjaring razia mengatakan alasan tidak masuk sekolah karena suntuk ada masalah keluarga. " Saya lagi suntuk jadi males sekolah," katanya.  

Berbeda dikatakan Candra bahwasanya ia tidak sekolah karena belum mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) PPKn. " Saya takut sekolah karena takut dihukum guru sebab belum mengerjakan PR. Daripada dihukum lebih baik bolos saja,"terangnya.(CW-01)

Pemkot Segera Tentukan Het Elpiji 3 Kg

LUBUKLINGGAU-Keinginan masyarakat mengetahui kepastian Harga Eceran Tertinggi (HET)elpiji 3 kilogram segera terjawab. Karena dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau bakal segera menetapkan HET elpiji.

“Kami akan segera menetapkan HET untuk tabung elpiji kemasan 3 kilogram,”Ungkap kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Lubuklinggau Surya Darma,kepada Musirawas Ekspres Kamis (12/11).

 Dikatakan Surya sebelum menentukan HET pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Palembang sebagai petunjuk tekhnis. “ Untuk menentukan HET ini kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat di Palembang. Dan kalau harga dipusat Rp 12.750, namun untuk harga di disini akan segera kita tetapkan,”imbuh Surya.

Hanya saja sampai saat ini belum dapat diketahui berapa ketentuan HET yang akan ditetapkan. Ketentuan HET-nya akan diketahui setelah rapat Selasa (17/11) mendatang. 

Beberapa pihak yang akan diajak dalam rapat untuk menentukan HET elpiji diantaranya Disperindag, Dishub, Pangakalan dan Agen-agen Elpiji ,PT Hiswana Migas serta Pertamina.
“ Kami berharap masyarakat lebih bersabar, bukannya kami tidak peduli dengan masyarakat untuk tidak menetapkan HET, namun segala ketentuan dan ketetapan harus melalui proses terlebih dahulu sehingga diperoleh keputusan benar-benar tepat,”pungkasnya.(ME-03)

Fraksi PDI-P Tetap Desak Srie Dilantik

MUSI RAWAS-Ketua fraksi PDI-Perjuangan, Azandri menegaskan sesuai dengan surat dari DPP PDI-Perjuangan dan hasil klarifikasi fraksi-fraksi dewan bahwa penetapan Srie Hernalini Nita Utami menjadi calon ketua DPRD Mura periode 2009-2014 sudah tidak ada masalah lagi. Bahkan setelah klarifikasi, unsure pimpinan dan fraksi-fraksi menggelar pertemuan. Hasilnya menyetujui menetapkan Srie Hernalini Nita Utami menjadi ketua DPRD defenitip.

Tidak itu saja usai rapat unsure pimpinan dan fraksi, khusus fraksi PDI-Perjuangan menggelar rapat tertutup. Rapat tertutup tersebut dihadiri 7 anggota DPRD Mura dari PDI-Perjuangan yakni Azandri, Srie Hernalini Nita Utami, Soni Rahmat Widodo, Srie Wahyuni, Mulyadi dan Aliudin. 

Hasil dari rapat tertutup tersebut, Rabu (11/11) lalu, bahwa anggota DPRD Mura dari PDI-Perjuangan sepakat mengamankan dan mengusulkan untuk menetapkan ketua defenitip atas nama Srie Hernalina Nita Utama sesuai dengan surat pengesahan dari DPP. Menugaskan kepada ketua DPRD Mura sementara untuk dapat segera menetapkan ketua defenitip, sesuai dengan hasil rapat pimpinan dan ketua-ketua fraksi dari hasil klarifikasi ke DPD dan DPP PDI-Perjuangan.

Seluruh anggota fraksi PDI-Perjuangan yang ada dalam kelengkapannya untuk selalu berkoordinasi dan memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai dengan platform partai. Terakhir seluruh anggota fraksi PDI-Perjuangan untuk dapat mengamankan seluruh kebijakan partai. 

“ Nah inilah isi dari kesepakatan diadakan kemarin.artinya untuk ketua defenitip dari PDI-Perjuangan sudah tidak ada masala lagi,”jelas Azandri didampingi sekretaris fraksi, Mustopa, Kamis (12/11) saat jumpa pers dengan wartawan diruang fraksi PDI-Perjuangan.

 Dikatakannya menindaklanjuti hasil klarifikasi, sekali lagi enam fraksi dewan sudah sepakat menetapkan Srie Hernalini Nita Utama menjadi ketua. Hal ini dilakukan untuk lebih meluruskan perjuangan. Bahkan kader PDI-Perjuangan yang menjadi anggota dewan juga diberi diberi amanat oleh ketua DPC PDI-Perjuangan Hj Ratnawati Ibnu Amin, untuk menjalankan tugas dan fungsi dari DPRD itu sendiri yaitu memperjuangkan aspirasi-aspirasi rakyat kedepan sampai 2014. 

Perlu diketahui juga bahwa pimpinan disini bukan khusus untuk PDI-Perjuangan tapi sebagai corong untuk memperjuangkan aspirasi dari konstituen dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD. “Kami ditugaskan untuk itu,”ujarnya singkat.

Mengenai ada anggapan di internal PDI-Perjuangan sudah ada perpecahan, Azandri itu tidak benar. Buktinya kami sebagai kader partai yang tergabung dalam fraksi PDI-Perjuangan tunduk dan setia kepada keputusan partai yang tertinggi yaitu DPP. 

Ada indikasi penghambatan? Azandri mengatakan kalau merujuk ke aturan, itu sudah jelas, tidak ada yang menghalang. Kalaupun kemarin ada dinamika terjadi itu wajar mengingat undang-undang No 27 tahun 2009 susunan DPR, DPRD, baru pertama diterapkan. “Jadi itu wajar, sehingga mungkin ada proses adaptasi dalam melaksanakan tugas ini. Pada intinya didalam DPRD tidak yang menghambat dan sepakat menetapkan Srie sesuai dengan hasil klarifikasi,’tegasnya.

Riak-riak empat fraksi menolak? Sekali lagi Azandri mengatakan itu merupakan hal biasa, dan sekarang empat fraksi sudah sepakat mendukung. “Sesuai hasil lobi-lobi dilakukan pengumuman ketua defenitip diumumkan Senin (16/11) mendatang,”ungkapnya.

Sementara untuk pelantikan ketua depenitip menunggu SK gubernur. “Pengajuan ketua defenitip tiga hari setelah diumumkan. Dan Banmus menjadwalkan waktu pelantikan, yang melantik ketua PN. Diprtediksi, proses pelantikan tetap November ini sudah dilantik ketua defenitip,”pungkasnya. (ME-07)

Bandung, Jakarta, Bogor dan Jambi Pastikan Ikut

* Rakhman : Penginapan Peserta dengan Sistem Home Stay

MUSI RAWAS-Musi Rawas Open 2009 Kejurnas Arung Jeram yang akan diselenggarakan Pemkab Mura 9 hingga 12 Desember 2009 mendatang ternyata sangat diminati. Pihak penyelenggaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang menyerahkan secara teknis kepada Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia ( PB FAJI) Indonesia berkeyakinan Kejurnas penutup tahun ini akan mencapai sukses besar.

Informasi terakhir dati panitia pendaftaran PB FAJI Sumsel di Palembang, tim kuat yang menduduki peringkat atas olehraga Arung Jeram Nasional dari Bandung sudah mendaftarkan diri. Selain itu juga tim kuat dari Jakarta, Bogor dan Jambi serta beberapa daerah di Pulau Jawa juga sudah mendaftar untuk memastikan turun mengarungi Sungai Rawas yang terkenal dengan medan yang cukup sulit dengan arus deras dan napal berukuran besar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mura, HA Rakhman Achmad mengungkapkan keyakinannya peserta yang mengikuti event nasional ini sesuai dengan harapan. Sebab memang untuk pesera hanya dibatasi 20 tim se-Indonesia khususnya yang memang sudah memiliki lisensi nasional.

“Jadi karena ini merupakan Kejurnas maka pesertanya juga dibatasi hanya tim yang memang sudah level nasional serta mendapatkan pengakuan dan rekomendasi dri FAJI. Makanya untuk peserta ditangani langsung PB FAJI termasuk teknis pelaksanaan lomba nantinya. Informasi terakhir kuotanya hampir habis dan yang akan turun sudah benar-benar dipastikan tim lisensi nasional,” tegas Rakhman. 

Makanya khusus untuk event kejurnas yang dilaksanakan dalam upaya mempromosikan Visit Rawas River, Musi Rawas, Sumsel ini Rakhman berkeyakinan akan meraih sukses besar. Terlebih karena bertajuk Kejurnas maka persaingan yang terjadi jelas akan super ketat dan mendapatkan perhatian dari penjuru Indonesia.

“Selain sukses event, kita juga berupaya agar dari kegiatan ini akan banyak sukses lain yang dicapai khususnya dalam memprmosikan alam Musi Rawas dalam hal ini asset wisata air,” paparnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut Pemkab Mura memiliki trik tersendiri. Dimana peserta diarahkan untuk bisa membaur dan menikmati suasana di sekitar area lomba termasuk kawasan penduduk. 

“Untuk peserta, mereka akan menginap di rumah-rumah penduduk (Home stay) yang terpilih sebagai pemondokan atlit. Jadi peserta yang datang dari beberapa daerah di Indonesia ini bisa membaur dengan masyarakat sehingga nantinya terbentuk hubungan emosioanl dan pastinya mereka tertarik, betah dan berminat kembali lagi untuk menikmati wisata alam di Ulu Rawas baik Sungai Rawasnya maupun Gua Napalicin,” paparnya.

 Disampaikan pula, dalam kegiatan ini banyak rangkaian kegiatan tambahan yang dilaksanakan. Diantaranya bazar dan wisata kuliner. Teknisnya pada saat penyelenggaraan event ini juga dilaksanakan bazaar yang dikoodinir oleh Panitia, dimana penduduk lokal berjualan makanan, merchandize souvenir bagi atlet dan pengunjung.

  Pada event ini juga dilaksanakan pendidikan dan pelatihan serta Sertifikasi meliputi Pelatihan River Rescue serta Pelatihan Juri dan Manajemen Lomba. “Pendidikan dan Pelatihan yang dilaksanakan sepenuhnya dibawah Supervisi PB FAJI dengan melibatkan unsur-unsur FAJI yang ada di Propinsi Sumatera Selatan dan di Kabupaten Musi Rawas dengan dibantu tenaga-tenaga terlatih dari Pengda terdekat,” informasi Rakhman seraya menambahkan rencananya juga ada pentas seni dan budaya daerah Kabupaten Mura. (ME-02)

Tabrak Lari, Pria Paruh Baya Tewas

RUPIT-Kecelakaan lalu lintas menelan korban jiwa di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali terjadi. Kamis (12/11) sekitar pukul 12.30 WIB terjadi di KM 88-89 Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit. Korban tewas adalah Gani (50) warga Kampung 5 Desa Karang Waru Kecamatan Rupit.

Korban menghembuskan napas terkahirnya sekitar pukul 14.00 WIB dalam perjalanan ke RS dr Sobirin. Luka yang diderita korban tidak terlalu parah, yakni luka pada pergelangan kaki kiri. Sementara itu kendaraan yang menabrak korban diperkirakan Mitsubishi L200 Strada, hanya saja setelah kejadian langsung kabur ke arah Lubuklinggau.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, saat kejadian daerah Karang Anyar dan sekitarnya sedang hujan deras. Korban awalnya mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit melaju dari Karang Anyar menuju tempat tinggalnya di Karang Waru.

Sementara itu dari belakangnya meluncur mobil Mitsubishi L200 Strada. Diduga karena faktor cuaca, pengendara mobil tidak melihat dengan jelas ada sepeda motor dikemudikan korban di depannya. Hingga langsung menabrak korban, menyebabkan pria paru baya itu terpental, sedangkan mobil langsung tabcap gas.

Beberapa warga melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Korban mereka angkut ke RS Rupit guna menjalani pertolongan pertama. Karena kondisinya cukup parah, Gani selanjutnya dirujuk ke RS dr Sobirin, namun begitu sampai ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Setelah divisum korban dibawa pulang ke Karang Waru untuk dikamamkan.
Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon's melalui Kasat Lantas AKP Syukur Kersana didampingi Kanit Laka Bripka Kriman Yanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan tersebut. "Saat kejadian kondisi jalan basah karena hujan," jelasnya.
Mengenai tersangkanya sampai dengan berita ini naik cetak masih dalam penyelidikan. "Kami masih menyelidiki kendaraan yang menabrak, semoga dalam waktu cepat diketahui indentitasnya," pungkasnya. (ME-01)

Mobil Sekretaris Disperindagsar Tabrakan


LUBUKLINGGAU-Tabrakan antara mobil dinas Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Diperindagsar) Musi Rawas H Alfirmansyah, Toyota Kijang Nopol BG 28 G dengan angkot Nopol BG 2394 G memacetkan lalu lintas di atas Jembatan Kelingi Jalan A Yani Kelurahan Ulak Surung Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Kejadiannya Kamis (12/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tidak ada korban luka-luka dalam kecelakaan tersebut, melainkan hanya dua orang siswi yang shock akibat kecelakaan itu. Kedua siswi itu adalah penumpang angkot dengan tujuan Tanjung Raya. Begitu juga dengan mobil dinas tidak ada korban luka-luka.

Informasi diterima Musirawas Ekspres, awalnya angkot membawa tiga orang penumpang meluncur di Jalan A Yani menuju Tanjung Raya. Ketika melintas turunan sebelum jembatan diperkirakan sopir memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. “Memang sopirnya ngebut,” jelas Ayu salah satu penumpang angkot ketika ditemui di RS dr Sobirin.

Karena itulah dipekirakan sopir tidak bisa mengedalikan laju mobil, hingga melintir ke sisi kiri jembatan. Setelah menghantam dinding jembatan mobil kembali ke arah tengah, hanya saja bersamaan itu muncuk mobil dinas Sekretaris Disperindagsar Musi Rawas.

Tabrakan tidak bisa terelakkan, bagian depan sisi kiri mobil dinas beradu dengan sisi kanan depan angkot. Tak ayal tabrakan di tengah jembatan ini memacetkan lalu lintas bahkan polisi sempat kesulitan mengatur lalu lintas.

Setelah berhasil menepikan kedua mobil, barulah kondisi lalu lintas mulai lancar. Kedua mobil tersebut, selanjutnya diamankan Satlantas Porles Lubuklinggau ke Mapolres. (ME-01)

12 November 2009

Polres Usut Putusnya Jembatan Gantung Batu Urip

*Dugaan Pemkot Linggau Lalai 

LUBUKLINGGAU-Satreskrim Polres Lubuklinggau dalam waktu dekat akan memulai melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait putusnya jembatan gantung Kelurahan Batu Urip Taba Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Demikian dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap, Rabu (11/11).

Pemeriksaan tersebut dikatakannya berkaitan dengan laporan Front Perlawanan Rakyat (FPR) ke Polres Lubuklinggau Senin (9/11). 

“Laporan dari FPR akan kami tindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas Jonson.

Apalagi ditambahkan Kasat Reskrim, menurut laporan dari FPR masyarakat sebelumnya sudah meminta kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU). Makanya masalah itulah yang terlebih dahulu akan ditelusuri. “Akan ditelusuri, apakah memang sudah ada permintaan atau belum. Kalau memang sudah, sampai mana pengajuan dari masyarakat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Jika nantinya semua saksi-saksi sudah diperiksa, ditambahkan Kasat Reskrim akan diketahui apakah kasus ini dikarenakan oleh kelalaian pemerintah atau tidak. Sebagaimana dilaporkan FPR, bahwa ada dugaan kelalaian dari pemerintah, hingga jembatan tersebut putus.

Diketahui sebelumnya FPR melalui Ketua Harian Edwar Antoni melaporkan kasus ini ke Polres Lubuklinggau. Dalam laporannya Edo-begitu Edwar Antoni dipanggil-, menjelaskan jembatan gantung Batu Urip sebagai fasilitas public. Makanya sudah kewajiban pemerintah untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dalam hal ini Dinas PU.

Sehingga menurut FPR kasus putusnya tali sling jembatan gantung tersebut serta fakta dan keterangan bahwa tali pengikat jembatan gantung sudah aus. Tali pengikat jembatan yang terbuat dari anyaman logam tersebut sudah terlihat ada yang putus dan berkarat dapat diantisipasi segera.

“Hal ini lah yang merupakan akar permasalahan dari putusnya Jembatan tersebut, padahal rakyat telah mengadukan kerusakanya. Dan jelas-jelas ini adalah kelalaian yang mesti dipertanggung Jawabkan secara hukum,” jelas Edo waktu itu.

Ditambahkannya Edo, karena itulah pihaknya menduga telah terjadi sebuah indikasi kelalaian yang melanggar Undang-undang dan perlu diusut untuk memenuhi rasa keadilan dan penegakkan hukum di negeri ini, dimana kelalaian tersebut menyebabkan jatuhnya korban.
“Kami menuntut pertanggung jawaban hukum Kepala Dinas PU, dan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum dengan harapan terpenuhinya rasa keadilan kepada rakyat,” punkas Edo. (ME-01)

Bupati Minta PLN Percepat Akselerasi Pembangkit Listrik

*Atasi Krisis Listrik Sumsel

MUSI RAWAS- Hari ini (12/11) Bupati Musi Rawas (Mura), H Ridwan Mukti akan menemui General Manager (GM) PT PLN (Persero) WS2JB (Wilayah Sumatera Selatan Jambi Bengkulu), Amir Rosidin di Palembang. Langkah ini dilakukan Bupati untuk meminta PLN mempercepat akselerasi pebangunan pembangkit listrik di Kabupaten Mura. 

Menurut Bupati didampingi Kepala Bagian Humas Setda Mura, H Rudi Irawan permintaan agar PLN merespon percepatan akselerasi pembangunan pembangkit listrik di Kabupaten Mura tidak lain sebagai upaya untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Selatan bahkan Indonesia.

“Sebab Pemkab Mura sendiri sudah menyusun langkah untuk ikut membantu mengatasi krisis listrik Sumatera Selatan yakni dengan merencanakan pembangunan beberapa pembangkit listrik memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Mura khususnya gas,” tegas Bupati.

Namun upaya tersebut sedikit terganjal dimana belum mendapatkan rekomendasi atau persetujuan dari PLN sehingga rencana tersebut belum bisa dilaksanakan secepatnya. Makanya Bupati menemui GM PT PLN (Persero) WS2JB untuk membicarakan hal ini.

Sementara ditambahkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, H Zainal Arifin melalui Kabid Migas, Hendriansyah pertemuan Bupati dengan pihak PLN di Palembang khususnya untuk membahas percepatan rencana pembangunan PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin gas) di Kecamatan Jayaloka.

“Intinya Bupati akan berkoordinasi dengan GM PT PLN (Persero) WS2JB di Palembang untuk meminta percepatan pembangunan PLTMG di Jayaloka sebagai upaya untuk membantu mengatasi krisis listrik di Sumsel,” jelas Hendriansyah.

Sebab untuk PLTMG 4 x 4 MW di Jayaloka yang akan memanfaatkan gas produksi PT Medco sudah benar-benar siap. Terkhusus mengenai pasokan gas sebagai bahan utama pembangkit PLTMG itu nantinya.

“Kontrak pasokan gas dari PT Medco untuk PLTMG 4 x 4 MW di Jayaloka sudah ditandatangani dalam hal ini antara Medco dengan PD Mura Energi. Makanya untuk pasokan tidak ada masalah sehingga secepatnya diharapkan pembangunan pembangkit listrik ini bisa dilakukan. Untuk itulah Pemkab Mura sangat membutuhkan dukungan dari PLN khususnya untuk mempercepat pembangunan PLTMG tersebut,” pungkasnya. (ME-02)

Dispora Gelar LKS Angkatan VII

MUSI RAWAS-Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerjasama dengan PB IKA LKS (Pengurus Bersama Ikatan Alumni Latihan Kepemimpinan Siswa) Musi Rawas menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS) angkatan VII.

Kegiatan dilangsungkan di hotel Hakmaz Taba Lubuklinggau selama empat hari, Kamis-Minggu (12 -15/11 ) diikuti perwakilan siswa SMA, SMK dan MA negeri, swasta di Musi Rawas.  

Ketua pelaksana Yudi Fratama didampingi Pembina Simbolon Hassa dan PPTK Habibullah mengatakan sebagai kader penerus bangsa, pemuda harus memiliki kemampuan fisik, ilmu pengetahuan, iman dan taqwa serta mempunyai semangat jiwa tinggi. Pemuda harus mampu menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia, untuk itu generasi muda harus mampu membina diri sendiri selain mendapatkan pembinaan dan pelatihan.

“Maka dari itu proses pembinaan, pendidikan serta pengembangan generasi muda tidak hanya tanggung jawab orang tua, ini merupakan tanggung jawab pemerintah serta setiap unsur masyarakat dan kegiatan ini harus terus dilakukan guna membantu program pemerintah di bidang pengembangan generasi muda serta pembentukan karakter dan jiwa pemuda itu sendiri,” kata Yudi Fratama.

Sekarang ini, kondisi pemuda semakin terpuruk akibat derasnya peredaran narkoba, pergaulan bebas serta ketidakmampuan anak bangsa mendapatkan pendidikan karena tidak mampu untuk membayar sekolah.

Untuk itu, lanjutnya, kegiatan ini mengambil tema melalui latihan kepemimpinan siswa (LKS) angkatan VII se-kabupaten Musi Rawas kita ciptakan kader-kader calon pemimpinan masa depan yang kritis, modern, bermoral dan religius serta memiliki intelektual tinggi.

Dalam kegiatan ini berdasarkan pancasila sila ke-3, Undang-undang sara 1945 keputuan presiden nomor 3 tahun 1997 tentang badan koordinasi generasi muda serta kerangka dasar latihan kepemimpinan siswa dan keterampilan siswa, keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 04061/VII/1984, keputusan DIRJEn DIKDASMEN no.010/C/kep?1982 18 juli 1982 tentang latihan kepemimpinan siswa dan pembinaan siswa, serta program kerja jangka panjang PB IKA LKS kabupaten Musi Rawas.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatan jiwa kepemimpinan didalam menggerakkan dan mimpin siswa itu sendiri, memperkokoh persatuan dan kesatuan generasi muda, dapat terciptanya persepdi positif, meningkatkan apresiasi, motivasi dan kreatifitas siswa serta membantu program pemerintah dalam pengembangan generasi muda.

Lanjut Yudi dalam kegiatan ini aka diisikan Bupati Musi Rawas, dari Dinas Pendidikan Musi Rawas, Dinas Pemuda dan olaraga, Dinas Kesatuan bangsa dan perlindungan masyarakat, dinas Pariwisata, KNPI, tokoh masyarakat dan pemuda Musi Rawas serta dari PB IKA LKS Provinsi sumsel dan PB IKA LKS Mura.

Pelatihan kepemimpinan itu resmi dibuka bupati Musi Rawas Ridwan mukti. Uniknya, kehadiran Bupati Musi Rawas bukan sekadar membuka materi kepemimpinan itu, namun langsung memberikan materi yakni peran serta pemuda guna mensukseskan pembangunan Musi Rawas sebagai kabupaten Agropolitan center serta pembentukan pemuda yang religius demi mewujudkan Musi Rawas Darussalam. 

“Kesuksesan masa depan sangat ditentukan oleh prinsip dan perilaku masa muda. Ketika kita mampu memanajemen waktu muda dalam mengukir berbagai prestasi, lebih kreatif dan inovatif, maka akan berdampak pada keberhasilan di masa mendatang,”pungkasnya. (ME-04)

Santri Ponpes Mendapat Kesempatan Kuliah Gratis


LUBUKLINGGAU- Tahun ajaran 2010/2011, pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali akan memberikan kesempatan kuliah gratis bagi 21 santri Pondok Pesantren (Ponpes) se Sumsel.

21 santri berprestasi lulusan Pondok pesantren tersebut akan mendapat program beasiswa dari pemerintah berupa kesempatan kuliah gratis di perguruan tinggi khusus kemitraan di Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kasi Pembina SMK dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Aridi Akuan melalui Staf Diknas Lubuklinggau Junaidi mengatakan untuk tahun pertama (2009/2010) telah mempunyai 21 mahasasiswa di fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, dengan rincian program Study pendidikan Dokter sebanyak enam orang, kesehatan masyarakat enam orang, ilmu keperawatan dua orang dan studi farmasi Tujuh orang.,

Lanjut Junaidi, khusus lulusan Ponpes sederajat SLTA di Sumsel, untuk biaya hidup dan biaya pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah Sumsel. ”Selama mereka menjalani pendidikan, seluruh biaya hidup dan biaya pendidikan tanggung jawab pemerintah Sumsel kita harapkan kesempatan ini dapat dimanfaatkan santri sebaik mungkin,”pungkasnya. (ME-04)

Jaringan Listrik Dicuri, Negara Rugi Rp 1,3 Milyar

MUSI RAWAS-Jaringan listrik yang dibangun Pemkab Musi Rawas, dalam dua tahun belakangan hilang dicuri orang tidak dikenal. Jaringan yang dicuri kawanan tersebut hingga akhir Juni 2009 tercatat sepanjang 325 ribu meter atau senilai Rp 1,368 Milliar.

“Jaringan yang hilang baik berupa kabel atau konduktor sehingga menyebabkan negara dirugikan Rp 1.368.550.000. Aksi pencurian jaringan listrik yang dibangun pemerintah tersebut terjadi dalam dua tahun belakangan,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distemben) Kabupaten Mura, Zainal Ariffin.

Dikatakannya, jaringan listrik yang hilang tersebut terdapat di 11 kecamatan dalam daerah itu antara lain, di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti sebanyak 35 gawang (50-80 meter) jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dengan nilai Rp 86,625 juta.

Kemudian di Desa SP-9 Bangun Jaya dan Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu, jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 3 KM dengan total kerugian Rp 148,5 juta. Selanjutnya di Desa Sungai Kijang, Kecamatan Rawas Ulu sepanjang 50 meter dengan jenis konduktor LVTC 3x35+25 Sqmm, dengan kerugian Rp 1,750 juta. 

Sedangkan di Desa Bamasco, Kecamatan Tuah Negeri jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 500 meter dengan kerugian sebesar Rp 24,750 juta. Kemudian di Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, sepanjang 400 meter dengan jenis konduktor AAAC 70 Sqmm kerugian sebanyak Rp6,6 juta. Di Desa Rantau Telang, Kecamatan Karang Jaya sepanjang 2 KM jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dengan total kerugian mencapai Rp 99 juta. Kemudian di Desa Pagar Ayu dan Desa Campur Sari, Kecamatan Megang Sakti, jenis barang yang hilang satu kotak boks panel dan konduktor AAAC 70 Sqmm sepanjang 4,6 KM dengan jumlah kerugian Rp 79,5 juta.

Sedangkan di Kecamatan STL Ulu Terawas merupakan lokasi paling banyak kehilangan jaringan listrik yang menghubungkan dengan Kecamatan Karang Jaya, dan melewati tujuh desa masing-masing Desa Sukakarya, Bandung Raya, Pangkalan, Bukit Ulu, Sukaraja, Suka Menang dan Desa Terusan, dengan total jaringan yang hilang sepanjang 17,5 KM jenis konduktor AAAC 70 Sqmm dan tiang beton 11 hilang dan 200 tiang lainnya patah dengan total kerugian Rp 866,250 juta. Terakhir di Desa Karya Mukti, Kecamatan Muara Kelingi, dengan jenis konduktor AAAC 70 Sqmm, sepanjang 2.850 meter dengan total kerugian mencapai Rp 47,025 juta.

Dikatakannya, akibat aksi pencurian jaringan listrik tersebut dapat memengaruhi program yang disusun oleh Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), yang menargetkan pada tahun 2010 nanti seluruh desa yang ada didaerah itu sudah dapat dialiri listrik. Dimana sejak tahun 2007-2009 pihak terkait telah membangun jaringan listrik di 110 desa, termasuk di desa yang dicuri.

“Program Musi Rawas 2010 terang benderang dapat terhambat, karena jaringan yang dibangun pemerintah itu membutuhkan dana yang sangat besar. Namun sementara waktu belum menyala jaringannya sudah dicuri, jadi ini besar kemungkinan akan menjadi penghambatnya,” jelas Zainal, seraya menambahkan kasus pencurian jaringan listrik tersebut, sudah dilaporkan ke Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti. (ME-06)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More