EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label Warga Pononorogo Tagih Janji Walikota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warga Pononorogo Tagih Janji Walikota. Tampilkan semua postingan

24 Oktober 2008

Warga Pononorogo Tagih Janji Walikota


LUBUKLINGGAU-Sekitar 10 orang warga RT 5 Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kamis (23/10) sekitar pukul 14.00 WIB mendatangi Pemkot Lubuklinggau. Kedatangan mereka itu untuk menagih janji Walikota dan Wakil Walikota terpilih saat masa kampanyenya dahulu.

Mereka datang ke Pemkot menggunakan mobil Misubishi L200 Strada yang dipinjam dari seorang ketua yayasan pondok pesantren. Salah satu janji yang mereka tagih adalah, kapan aliran listrik PLN ditempat tinggalnya dapat dinikmati. Pasalnya sejak 1997 mereka hanya bisa menikmati aliran listrik dari tenaga diesel yang dipasang dari rumah ke rumah.

Kesepuluh orang itu adalah Jhon Hutagalung bersama rekan- rekannnya M Asri, Purwanto, Mis, Abdullah, Iwan, Rahmat, Sahril, dan Rijo. Menurut mereka sekitar 85 rumah dan 100 kepala keluarga tidak dapat menikmati aliran listrik secara layak. “Kami sudah pernah mendatangi komisi III DPRD Lubuklinggau, tetapi pihak DPRD ketika mendengar pengaduan kami menjawab tidak tau menahu atas atas persoalan ini,” ungkap Asri.


Selain itu ditambahkannya, warga yang notabene tinggal di wilayah perkotaan ini, juga belum bisa menikmati siaran televisi swasta karena terbatasnya daya tegangan arus yang dimiliki. Menurut mereka tegangan listrik yang ada untuk penerangan lampu saja redup, kalaupun mereka ingin menonton acara televisi itu diatas pukul 23. 00 WIB menunggu beban pemakaian yang lain berkurang. 

“Padahal dalam masa kampanyenya Walikota dan Wakil Walikota berjanji kalau terpilih maka akan membangun jalan, siring, dan aliran listrik,” ungkap Abdullah, yang juga menjelaskan karena itulah pihaknya minta supaya janji itu segera direalisasikan.

Uniknya lagi ditambahkan Abdullah, sekitar empat bulan lalu tiang beton listrik sudah pernah dipasang, namun tiba- tiba dicabut kembali. “Hinnga sekarang belum dipasang kembali” tukasnya.

Setelah cukup lama menunggu, bahkan sempat bertegangan dengan pihak protokol karena tidak bisa menemui Walikota, akhirnya perwakilan warga berhasil bertemu dengan Wakil Walikota, Drs SN Prana Putra Sohe MM. Dalam pertemuan dengan Wawako, warga mendapatkan penjelasan bahwa masalah ini akan ditindak lajuti oleh Wawako. “Dalam pertemuan dengan Wawako, beliau berjanji akan segera merealisasikan permintaan kami,” jelas perwakilan warga Jhon Hutagalung kepada Musirawas Ekspres. ( CW- 03)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More