EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label Stok Darah Masih Kosong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stok Darah Masih Kosong. Tampilkan semua postingan

18 Oktober 2008

Stok Darah Masih Kosong

*Pelayanan 24 Jam untuk Donor 
LUBUKLINGGAU- Untuk mengantisipasi stok darah yang kosong unit laboratorium Palang Merah Indonesia (PMI) di RS dr Sobirin melakukan sistem pelayanan 24 jam bagi para pendonor darah yang akan melakukan donor darah.
Sebagaimana dikatakan Kepala Laboratorium PMI RS dr sobirin, Drs Tusan, saat dikonfirmasi Musirawas Ekspres, Jumat (17/10) menjelaskan sistem pelayanan 24 jam ini dilakukan sebagai upaya untuk melayani para donatur darah, baik sukarelawan tetap maupun sukarelawan tidak tetap” katanya.
Sebagaimana diketahui stok darah dirumah sakit umum untuk Oktober sekarang ini kosong, stok darah berbeda jauh ketika sebelum puasa, yakni mencapai 40-50 kantong. Tetapi menurut Tusan, biasanya stok darah diperoleh dari instansi atau lembaga yang memiliki moment acara tertentu, walaupun memang ada juga pendonor sukarelawan sekitar 100 orang biasanya datang langsung, tetapi sudah lebih dari tiga bulan ini para pendonor tidak tampak juga. “Kemungkinan sibuk dengan aktivitas masing- masing, tuturnya, ” jelasnya.
Ditambahkan pula, selama bulan Oktober ini ada permintaan darah sekitar 30 kantong, tetapi barangnya tidak ada, untuk itu pihaknya berharap semoga makin banyak para pendonatur yang terketuk hatinya untuk mendonorkan darahnya. Walaupun tidak ada jaminan uang untuk para pendonor, biasanya dapat obat, susu, dan telur sebagai ucapan terimakasih.
Sedangkan mengenai pendistribusian darah biasanya untuk yang satu kantong darah dikenakan biaya Rp 125 ribu sebagai Service Cost ( biaya pemeriksaan ). Sedangkan pada pihak pemerintah, Tusan berharap supaya tahun ini bisa merealisasikan mobil operasional unit PMI, yang telah diajukan tahun lalu tapi belum juga ada realisasi. (CW-03)  
   

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More