EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label Mundur dari Balon Legislatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mundur dari Balon Legislatif. Tampilkan semua postingan

17 Oktober 2008

Mundur dari Balon Legislatif, Pilih Menjadi Ketua RT


*Perjuangan Menuju Kursi Legislatif (2)

  Bermain politik memang asyik, penuh intrik dan teka-teki serta perjuangan yang mendalam, tidak hanya harta yang jadi jaminan mutlak dalam terjun ke dunia politik, tetapi kadangkala sampai nyawapun menjadi tumbalnya. Itulah politik yang hadir sejak zaman kenabian, banyak orang juga menjadi korban permainan politik sehingga mengecam politik itu kejam.

Oleh : Eli Susilawati - Lubuklinggau

  Kejamnya politik tersebut, menerpa Rif'at Achmad. Sosok yang dikenal sebagai jurnalis tersebut, kini kembali menyadari bahwa dunia politik lebih kejam dari dunia jurnalistik sekalipun. Bahkan ia terhempas, hingga harus memilih kembali ke jurnalistik.

  Lelaki kurus berkumis yang berulang tahun ke-46 Juli lalu, awalnya semangat membara ketika menceritakan kisahnya seputar dunia perpolitikan, maklum saja Rif'at telah berkecimpung di dunia politik sejak tahun 1990. Awalnya ia aktif di Partai Golkar, hingga 2008 ini ia terdampar sebagai Daftar Calon Sementara (DCS) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) di KPU Kota Lubuklinggau.

  Belum lagi berperang, Rif'at secara mendadak mengundurkan diri dari bakal calon (balon) legislatif. "Kembali kehabitat awal, itulah yang terlontar dari benak saya, pasalnya kondisi politik semrawut dan kurang kordinasi," jelasnya. 
  Dimana dijelaskan Rif'at, selain itu juga karena rasa kecewa dari berbagai pihak, apalagi nomor urut DCS-nya turun, semula menduduki urutan kedua, tapi tanpa sepengetahuan dan koordinasi menjadikannya nomor urut 4 dalam DCS daerah pemilihan II. "Makanya setelah melalui berbagai pertimbangan dan saran berbagai pihak, saya mengundurkan diri," jelas ayah tiga anak ini.
  Selain kembali ke dunia jurnalitik, Rif'at juga menjelaskan ia akan kembali mengemban tugas lamanya sebagai ketua RT. "Lebih baik saya mengabdi kepada masyarakat sebagai ketua RT, dan memutuskan netral dari partai politik," tambahnya.
  Walaupun telah mengundurkan diri dari dunia partai politik namum Rif'an tetap berharap pada kawan- kawan lain yang masih konsisten, agar dapat terus maju dan memperjuangkan visi dan misi yang diemban untuk kepentingan masyarakat dan harus bekerja sungguh- sungguh, tidak hanya duduk berpangku tangan dalam ruangan. "Saya juga mohon maaf dan mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah mendukung dan memberikan doa, jika telah membuat kecewa atas keputusan yang diambil," pungkasnya.(CW-03)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More