EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label Hasran: Disperindag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hasran: Disperindag. Tampilkan semua postingan

17 Oktober 2008

Hasran: Disperindag, Dinkes Harus Ambil Tindakan

*Jangan Menunggu Perintah
LUBUKLINGGAU-Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) cabang Lubuklinggau meminta instansi terkait pro aktif turun kelapangan untuk melakukan pengecekan jajanan anak-anak yang dijual di sekolah-sekolah yang diduga mengandung zat pewarna patogen. Jangan sampai ada kesan saling lempar tanggung jawab menyikapi permasalahan tersebut.
  Penegasan ini disampaikan Ketua YLKI Lubuklinggau Hasran Akwa, SH didampingi sekretaris YLKI, H Nurulsulhi Nawawi, S.Sos, kepada Musirawas Ekspres, Kamis (16/10). 
  Mengapa YLKI meminta dinas instansi terkait mengambil sikap dalam permasalahan ini, karena berdasarkan survey diseluruh Indonesia hampir 70 persen jajanan anak-anak di sekolah sudah terkontaminasi zat pewarna patogen. "Terhadap hal itu instansi seperti Diknas, Disperindag dan Dinkes Lubuklinggau harus melakukan komunikasi mengatasi permasalahan yang akan timbul,"kata Hasran. 
  Jika permasalahan seperti ini dibiarkan terus maka dampaknya sangat jelas akan berpengaruh pada anak-anak sekolah. Artinya pihak terkait harus turun kelapangan untuk melakukan pengecekan, jangan beralasan belum ada petunjuk dari pusat sepeti BPOM. 
  Dikatakan Hasran, seharusnya Dinkes sudah mengambil sample jajanan anak yang diduga terkontaminasi zat pewarna tersebut untuk diuji. Karena Dinkes sudah mempunyai laboratorium sendiri. Selain itu juga jajanan yang ada disekolah tersebut yang pengusahanya dari warga keturunan bukan industri lagi, karena produksi seharinya sudah melebihi dari kapasitas sebagai home industri. (ME-02)  

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More