EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.


Tampilkan postingan dengan label Ditinggal Rewang Rumah Terbakar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ditinggal Rewang Rumah Terbakar. Tampilkan semua postingan

29 Oktober 2008

Ditinggal Rewang, Rumah Terbakar

TUGUMULYO-Sial dialami Suparjo (30), warga Dusun 3 Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo. Saat membantu kerabatnya yang sedang ada hajatan (rewang, red), rumah permanen miliknya dilalap api alias terbakar. Kendati kebakaran tersebut tidak sampai meluluhlantakkan kediaman Suparjo, namun uang Rp 6 juta dan beberapa barang berharga yang tersimpan di dalam rumah dipastikan hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran ini terjadi Selasa (28/10) sekitar pukul 20.30 WIB, saat listrik padam. Berkat kesigapan warga yang bergotong royong, sekitar setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan, bahkan bagian atap rumah pun masih utuh kendati sudah dilalap si jago merah.

Dijelaskan paman korban, Suyatno kepada Musirawas Ekspres, rumah tersebut sebenarnya milik mertuanya. Hanya saja belum lama ini Suparjo bersama istri dan kedua anaknya, pindah ke rumah tersebut untuk menemani sang mertua, sementara rumah miliknya yang berada di samping dihuni oleh kerabat lainnya.

Malam naas itu, Suparjo bersama keluarga pergi meninggalkan rumah dalam kondisi kosong tanpa berpenghubi, karena mereka harus rewang di kediaman seorang kerabat. Diduga sebelum pergi dari rumah, korban menyalakan racun nyamuk bakar, kemudian meletakkannya di atas lemari kayu.

“Diperkirakan racun nyamuk habis, kemudian apinya merambat ke lemari. Di dalam lemari ada simpanan uang Rp 6 juta yang hangus tak tersisa termasuk pakaian-pakaian,” jelas Suyatno.

Api kemudian membesar dan mulai membakar bubungan, saat itulah api terlihat oleh warga. “Api terlihat sudah membesar dari bagian dalam rumah. Sontak warga langsung bergotong royong memadamkannya,” terang Suyatno.

Kebetulan saat sebelum kejadiaan hujan cukup deras sehingga got di depan rumah Suparjo masih banyak terisi air. Kendati air itu bercampur dengan lumpur, warga tetap menggunakannya untuk memamkan api. Selain itu warga langsung menjebol pintu rumah. Menggunakan batang pisang mereka memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

“Kalau barang-barang lain berhasil kami selamatkan. Namun uang dan pakaian di lemari ludes,” tambah Suyatno, yang saat itu masih berkerumun bersama warga di lokasi kebakaran. (ME-03)

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More