*Muncul Wacana Eksodus ke Musi Rawas
CURUP – Koordinator Rapat Presidium Lembak Ishak Zaidin (19/8) mengungkapkan masyarakat Lembak belum menentukan langkah bakal pembentukan Kabupaten sendiri atau bergabung dengan Musi Rawas - Sumatera Selatan. Sebab, Pemerintah Provinsi Bengkulu menjanjikan akan membentuk tim investigasi mengusut dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh Bupati RL seperti yang dituntut saat demo kemarin.
“Kita belum menentukan langkah sebelum ada keputusan dari Pemprov Bengkulu yang akan menindaklanjuti tuntutan demo kita kemarin. Apapun kesimpulan dari Pemprov masyarakat Lembak baru akan menentukan langkah kedepan ,” jelas Mantan Anggota Dewan Kota Lubuklinggau.
Dikatakannya, langkah ini merupakan kesimpulan rapat akbar masyarakat Lembak terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat tujuh kecamatan. Acara ini dimulai pada pukul 11.30 WIB. Digelar di Desa Tanjung Sanai I Kecamatan Padang Ulak Tanding ini dilaksanakan di dikediaman Heri Hermansyah (Ujang Kades).
Lebih lanjut ia menjelaskan, Senin (23/8) mendatang, pihaknya akan mengutus perwakilan dari Lembak yang akan ke Pemkab Provinsi untuk mengingatkan sekaligus menagih janji pihak Provinsi untuk turun ke Rejang Lebong mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan APBD yang dilakukan Bupati RL, Suherman.
Ia menerangkan, saat demo kemarin pihaknya tidak bisa bertemu dengan Gubernur secara langsung. Namun mereka diterima Karo Pemerintahan Pemkab Provinsi, H Darussalam di ruangannya. Dalam hearing tersebut Pemkab Provinsi sepakat untuk membentuk tim investigasi mengusut dugaan penyelewengan yang dilakukan Bupati RL. Adapun tim investigasi itu yakni, Badan Inspektorat Provinsi, Dinas Kehutanan Provinsi, Asisten II dan Badan Lingkungan Hidup.
“Selain itu, kita juga sepakat, mulai hari ini akan membentuk pos-pos simpatik yang tersebar di 7 kecamatan dalam wilayah Lembak,” tegasnya.
Sementara itu, puluhan wartawan dari berbagai media kecewa. Pasalnya info beredar, rapat yang dilakukan kemarin adalah deklarasi pemisahan diri. Ternyata di lapangan, rapat tersebuit hanya rapat yang biasa dilakukan warga seperti sebelumnya.
Terpisah mengenai rencana memisahkan diri dari Rejang Lebong, Ishak Burmansyah mengatakan, ancaman memisahkan diri dari RL bukan tidak berdasar. Suku Lembak yang tersebar di 7 kecamatan selain mempunyai wilayah yang cukup luas juga memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah, namun faktanya jauh tertinggal dari wilayah lain yang ada di RL. Menurutnya ini merupakan wujud dari diskriminasi Pemda RL tehadap masyarakat Lembak. “Meski katanya Pemda RL sudah mengalokasikan dana Bansos sebesar Rp 600 miliar namun faktanya Lembak masih sangat jauh tertinggal. Ini membuktikan bahwa dana dari Pemerintah,”ungkap Ishak. (CW-01)
20 Agustus 2010
Warga Lembak Belum Tentukan Langkah
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)

0 komentar:
Poskan Komentar