MUSI RAWAS-Ada yang berbeda pada upacara HUT RI ke-65 di Pemkab Musi Rawas, Selasa (17/8) , baik pada pengibaran dan penurunan bendera. Biasanya Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti didampingi Wakil Bupati (Wabup) Hj Ratnawati Ibnu Amin, namun kali ini wabup tidak terlihat.
Ketidakharian orang nomor dua di Musi Rawas ini, bukan hanya pada upacara saja, namun pada Senin (16/8) saat mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Pidato Presiden Pengantar RAPBN 2010, di gedung DPRD Musi Rawas, Wabup juga tidak terlihat.
Berkaitan dengan ketidakhadiran orang kedua di Musi Rawas ini, didapatkan informasi ia sedang cuti. Makanya tidak menghadiri seluru prosesi, termasuk ziarah ke makam pahlawan dan sebagainya.
Kepala Bidang Protokol Setda Musi Rawas, Herianto menjelaskan, ketidak hadiran Wabup bukan tanpa alasan. Menurutnya bagian Protokol sudah memberikan undangan kepada Wabup untuk menghadiri rangkaian acara peringatan HUT Mura ke–65 tahun. Sayangnya wabup tak kunjung datang.
“Yang jelas undangan sudah kita sampaikan namun faktanya tidak datang, tetapi yang kita tahu wabup sedang cuti,” katanya, sambil menambahkan tidak mengetahui persis berap lama waktu cuti Wabup, namun dalan setiap kegiatan penting atau agenda tertentu bagian protokol selalu mengirimkan undangan resmi kepada wakil bupati.
Sementara itu, sebelumnya Ketua DPRD Musi Rawas Hj Sri Hernalini Nita Utama, ketika ditanya tetang ketidakhadiran mantan Ketua DPC PDIP Musi Rawas ini, mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang ada kegiatan lain atau sedang beristirahat. “Beliau ada dan mungkin sedang menikmati waktu istirahat,” jelasnya singkat
Terkait soal ini, Edwar Antoni dari Front Perlawanan Rakyat, mengatakan sangat menyangkan ketidakhadiran Wabup dalam berberapa kegiatan atau acara penting daerah ini. Padahal Ratnawati masih secara resmi menjabat sebagai Wabup Musi Rawas.
“Kalau kita lihat seperti ini, terkesan ada permasalahan yang terjadi pada kepemimpinan daerah ini, seharusnya hal ini tidak sepantasnya untuk sampai ke masyarakat,” katanya
Ketidakhadiran Wabup dalam berbagai kegiatan penting kedaerahan ini bukan hanya mengisyaratkan ketidakharmonisan pemimpin daerah ini. Tetapi menurutnya memunculkan dugaan bahwa ada persoalan yang ditimbulkan dari proses Pemilukada 5 juni 2010 yang lalu.
Perlu diketahui Hj Ratnawati Ibnu Amin saat ini masih secara resmi menjabat sebagai wakil bupati Musi Rawas mendampingi H Ridwan Mukti untuk periode 2005 – 2010. Masa akhir jabatan duet ini sampai 5 september 2010.
Wako Pimpin Upacara 17 Agustus
Walikota Lubuklinggau H Riduan Effendi memimpin upacara pengibaran bendera di lapangan Merdeka, lubuklinggau, Selasa pagi. Upacara bendera dalam rangka Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-65 itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.
Penjagaan keamanan selama berlangsung upacara peringatan 17 Agustus kali ini tampak ketat dengan banyaknya personil TNI dan Polri yang berjaga di sekitar lokasi upacara. Sehingga upacara pengibaran bendera dipimpin dengan Komandan Upacara Kapten (Inf) Madi Sutikno Danramil 406-06 Tugumulyo dan Perwira Upacara Kapten (Inf) B Hutauruk Danramil 406-04/ Muara Lakitan serta Perwira Keamaanan Kapten Irzal Anwar Kasubden POM Lubuklinggau, berjalan lancar.
Seusai upacara pengibaran bendera rombongan Walikota ,Muspida dan TNI/Polri melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Patria Bukit Sulap, pada pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan pemberian remisi kepada ratusan Napi di Lapas Lubuklinggau Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuklinggau Barat II.
Sore harinya, di tempat yang sama, upacara parade senja, menurunkan duplikat sang saka merah putih, dimulai pukul 17.00. Walikota Lubuklinggau H Riduan Effendi, kembali bertindak sebagai irup dalam upacara parade senja.
Mengingatkan akan besarnya perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahwalan di masa lampu. Delapan puluh pejuang hadir pada upacara di Lubuklinggau. Semangat juang tinggi yang dimiliki oleh para pejuang veteran ini, tidak meluluhkan tekad mereka untuk tetap mengikuti upacara peringatan HUT – RI meskipun momentnya bertepatan dengan bulan Ramadan. (ME-05/ME-06)
18 Agustus 2010
Wabup Absen Upacara HUT RI
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)

0 komentar:
Poskan Komentar