20 Agustus 2010

Tak Diundang Rapat, Anggota Dewan Asal Lembak Protes

CURUP – Setelah mendengar kabar adanya pertemuan yang digelar masyarakat Lembak, beberapa Anggota Dewan asal Lembak protes. Pasalnya, mereka selaku tokoh masyarakat Lembak tidak mendapatkan undangan.

Anggota Dewan asal Kecamatan Kota Padang ini mengaku tidak mengetahui apapun mengenai acara tersebut. Tidak ada satu lembarpun undangan yang diterima.

“Kabarnya yang diundang itu adalah tokoh masyarakat Lembak. Kalau berbicara tokoh, apakah anggota dewan yang nota benenya sebagai wakil rakyat bukan tokoh masyarakat,” protes Yurizal.

Seyogyanya, lanjut Yurizal, panitia yang menggelar acara yang menyangkut masyarakat Lembak tahu mana yang tokoh masyarakat mana yang bukan. Yang banyak malah yang mengaku-ngaku tokoh masyarakat. “Itulah hebatnya warga Lembak. Tokoh atau bukan, mereka semua merasa berkepentingan,” tandas Yurizal.

Senada diungkapkan Arsop Dewana, menurutnya, para panitia acara itu nampaknya tidak bisa membedakan antara tokoh dan bukan tokoh. “Mungkin mereka berpandangan, kami ini bukan tokoh masyarakat. Jadi dinilai tidak begitu penting dengan acara yang mereka buat. Padahal itu kabarnya menyangkut masyarakat Lembak,”ungkap Arsop.

Untuk diketahui, di Wakil Rakyat asal Lembak yang ada di gedung DPRD RL sebanyak 7 orang mereka adalah, Yurizal, Arsop Dewana, Emiyana, Yazid, Sarip, Nang Ibrahim dan Lian Sumarni. Namun tak satupun anggota dewan tersebut yang hadir dalam acara yang digelar di rumah Heri Hermansyah alias Ujang Kades, Desa Tanjung Sanai I Kecamatan Padang Ulak Tanding. (CW-01)

0 komentar:

KELAKAR

KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)