16 Agustus 2010

Pendaftaran Tender Proyek Nyaris Ricuh

LUBUKLINGGAU-Pendaftaran tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Lubuklinggau, Sabtu (14/8) pagi, nyaris terjadi baku hantam. Kejadian tersebut diduga dipicu adanya saling jegal diantara kontraktor yang menggunakan jasa preman, dengan tujuan jangan sampai paket proyek yang diinginkan ditawar kontraktor lain.
Karena itulah sejak pagi, kantor DPU dijaga petugas dari Polres Lubuklinggau.

Petugas perpakaian seragam lengkap dan menenteng senjata laras panjang tampa terlihat. Selain Polisi berpakaian lengkap petugas polisi berpakaian preman juga disiagakan.

Salah preman tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, dirinya datang ke kantor DPU untuk mengawal salah satu paket proyek yang diinginkan bosnya. “Saya menjaga paket proyek yang diinginkannya bos,” katanya.

Menurut dia, di depan kantor DPU memang sempat terjadi ketegangan antar preman. Namun hanya bertengkar mulut saja tidak sampai adu fisik. Lebih lanjut dia menerangkan, setelah kejadian ribuat mulut semua paket proyek tidak lagi ‘dikuasai’ satu kontraktor, akan tetapi banyak yang menawar. “Mau diapakan lagi saya tidak bisa menjaga paket proyek yang diinginkan,” akunya.

Kepala DPU Kota Lubuklinggau, Rahman Derah melalui ketua panitia lelang, Kodri mengaku tidak tahu soal kawal mengawal paket proyek. “Saya tidak tahu kejadian di luar lingkungan kantor. Panitia menerima sibuk menerima pendataran,” ucapnya.
Namun ia mengaku kalau pihaknya meminta pengamanan petugas Polres Lubuklinggau selama berlangsungnya tender. “Sejak pendataran dan pengambilan dokumen, dari 11 hingga 18 Agustus. Kemudian 19 Agustus kami minta pengamanan,” akunya.

Walikota Lubuklinggau H Riduan Effendi saat dikonfirmasi mengaku belum tahu soal jaga menjaga paket proyek. “Saya belum tahu adanya preman menjaga paket proyek. Nanti akan saya tanyakan dengan Kadis PU,” kata Walikota kepada Musirwas Ekspres di Lapangan Merdeka, Sabtu (14/8).

Yang jelas lanjut Walikota, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh kontraktor yang akan mengikuti tender DPU selalu meminta pengamanan dari Polres Lubuklinggau. “Tentu kita meminta pengamanan dari Polres,” ucap Walikota.

Menurut Walikota, seluruh kontraktor yang memenuhi persyaratan bisa mengikuti proses tender. “Asal memenuhi persyaratan bisa ikut tender,” tegasnya.(ME06)

0 komentar:

KELAKAR

KELAKAR
Kepsek Empat sekawan kembali berkelakar. Kali ini mereka berkelakar di tempat yang berbeda dengan tema kepala sekolah. “Lop, nga la tau lum, ade gossip seru ni,” Mang Ujang buka suaro. “Gosip apo dio kau Jang,” jawab Kulop. “Yo, kini ko dak untuk jadi kepala sekolah sulit nian,” tanyo Kuyung. “Bagus la mak itu, jangan cak selamo ini kalau besak setoran itu yang akan jabat sebagai kepala sekolah,” ujar Wak Yenk. “Emangnyo sulit mano Lop,” Tanya Mang Ujang. “ Yo, para calon kepala sekolah tu harus mengikuti ujian tigo tahap,” terang Kulop lagi. “Tapi nak makmano be pasti ado be deal-deal,” jawab Mang Ujang. “Tapi sulit La Jang, kan dari ujian tahap pertamo kito la tahu yang pintar dan yang wajar jadi kepala sekolah,” terang Wak Yenk. “Jelas adolah, bukti e, aku dapat isu setelah mengikuti tes wawancara mereka akn diamanati oleh pengamat pendidikan, nah kalau dak tek deal-deal dak mungkin lah, ado pulo diamat-amat, cak kebun bae,” jawab Kuyung. “Demlah ah, nguruskan wong bae,” ujar Wak Yenk. (Lia)