EDISI CETAK

Dapatkan informasi terkini di koran harian Musirawas Ekspres (Mureks), media terbesar dan tersebar di setiap pelosok Musi Rawas. Untuk berlangganan dan Pemasangan Iklan, hubungi (0733) 452552.

BALIHO MURATARA

Baliho selamat datang di Muratara yang terpasang di Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya. Muratara diharapkan terbentuk pada sidang paripurna DPR RI Mei hingga Juni 2013

BELUM MAU TERIMA POLISI

Aksi demo yang diwarnai bentrok masyarakat Muratara dengan pihak kepolisian pada Senin (29/4) malam membuat warga sempat beberapa hari pasca bentrok tidak mau menerima kehadiran polisi

ANCAM TUNTUT PEMERINTAH

Ketua Presidium Muratara Muhammad Ibrahim menegaskan, pihaknya akan menuntut pemerintah jika Muratara tidak dimekarkan menjadi Daerah Otonom Baru (DOB). Hal ini ditegaskannya kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Yani,(10/5).

Musirawas Ekspres Berikan Bantuan Korban Kerusuhan Muratara

Direktur PT Musirawas Media, Solihin didampingi Camat Muara Rupit, Firdaus dan GM Musirawas Ekspres, Panca Riatno serta Pimred Musirawas Ekspres, Endang Kusmadi menyerahkan bantuan ke keluarga Alm Rinto Arianto.

29 Oktober 2008

Dihabisi di Ruang Tengah, Diseret ke Kamar

TRAGEDI pembunuhan dokter gigi (drg) Hj Mansyuro Ibnu yang menggegerkan warga di Simpang Tiga Jalan Kelabat Kelurahan Wira Karya Kecamatan Lubuklinggau Timur II tampaknya sangat tragis. Diduga korban dianiaya dengan sadis hingga meninggal dunia. Gambaran ini terlihat dari lokasi dalam rumah korban dimana Musirawa Ekspres sempat secara eksklusif masuk ke rumah, beberapa saat ketika rumah didobrak.

Awalnya memang tidak banyak yang tahu kondisi sebenarnya rumah dokter gigi senior yang merupakan korban pembubuhan dan dugaan perampokan tersebut. Tepatnya sekitar pukul 15.45 WIB sekitar lima orang warga bersama perawat bernama Noni Wartati yang bisa membantu praktek di rumah korban mendobrak pintu depan. Setelah dua kali mencoba membuka dengan kunci namun tidak terbuka, akhirnya pintu terpaksa didobrak. 

Betapa terkejutnya warga dan perawat itu saat melihat kondisi dalam rumah berantakan dan terdapat darah berceceran. Pantauan Musirawas di pojok rumah tepatnya di ruang tengah berdekatan dengan dapur berceceran darah yang sudah mengering. Tidak hanya itu tampak makanan ringan (roti, red) berserakan yang juga sudah bercampur dengan darah.

Selain itu juga, lantai rumah berceceran darah menuju arah ke kamar korban sebelah kanan tempat ditemukannya korban sudah tergolek meninggal dunia dibalut selimut berlumuran darah. Selain di lantai, bercak darah juga terdapat di dinding, berdekatan dengan genangan darah di lantai.

Masih di ruang tengah tempat ceceran darah, ada sandal milik korban. Dari pemdangan darah yang berceceran tersebut kuat diduga korban diseret pelaku. Tampaknya ruang tengah merupakan tempat pembantaian untuk selanjutnya korban yang sudah tidak bernyawa diseret ke kamar tidur. Di kamar tidur sebelah kiri, tampak lemari yang pintunya terbuka dimana barang-barang ada di sana berserakan di lantai kemungkinan akibat diacak-acak pelaku yang mencari sesuatu. Sementara kondisi ruang tamu dan dapur masih tampak rapi. 

Untuk diketahui, selain perawat sekitar lima orang dewasa ikut masuk ke dalam rumah melihat-lihat kondisi rumah secara langsung termasuk wartawan Musirawas Ekspres. Melihat suasana rumah yang bayak darah, warga mengira telah terjadi perampokan dan pembunuhan sehingga langsung menghubungi kepolisian setempat. Akhirnya polisi datang sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebagai informasi tambahan, asal mulanya dugaan aksi pembunuhan ini diketahui ketika warga mulai penasaran karena pagi (Subuh, red) korban tidak melaksanakan Shalat di masjid. Padahal menurut tetangga sekitar, Hj Mansyuro Ibnu mempunyai kebiasaan melaksanakan Shalat lima waktu di masjid depan rumahnya. “Bu dokter rajin Shalat lima waktu di Masjid,” kata warga.

Karena hingga siang tak juga muncul, akhirnya warga menelpon rumah korban tapi tidak ada jawaban dari rumah yang dituju. Penasaran, akhirnya warga sekitar menelpon perawat yang biasa bertugas di rumah korban. Pada saat datang ke rumah sekitar pukul 15.45, perawat tersebut bingung karena kunci yang dibawanya tidak bisa untuk membuka pintu depan.

Bertambah bingung melihat hal aneh tersebut akhirnya perawat tersebut pergi menemui tetangga depan rumah untuk menanyakan kemana korban dan selanjutnya berinisiatif mendombrak pintu depan untuk memastikan semuanya. (CW-02) 

Ditinggal Rewang, Rumah Terbakar

TUGUMULYO-Sial dialami Suparjo (30), warga Dusun 3 Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo. Saat membantu kerabatnya yang sedang ada hajatan (rewang, red), rumah permanen miliknya dilalap api alias terbakar. Kendati kebakaran tersebut tidak sampai meluluhlantakkan kediaman Suparjo, namun uang Rp 6 juta dan beberapa barang berharga yang tersimpan di dalam rumah dipastikan hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran ini terjadi Selasa (28/10) sekitar pukul 20.30 WIB, saat listrik padam. Berkat kesigapan warga yang bergotong royong, sekitar setengah jam kemudian api berhasil dipadamkan, bahkan bagian atap rumah pun masih utuh kendati sudah dilalap si jago merah.

Dijelaskan paman korban, Suyatno kepada Musirawas Ekspres, rumah tersebut sebenarnya milik mertuanya. Hanya saja belum lama ini Suparjo bersama istri dan kedua anaknya, pindah ke rumah tersebut untuk menemani sang mertua, sementara rumah miliknya yang berada di samping dihuni oleh kerabat lainnya.

Malam naas itu, Suparjo bersama keluarga pergi meninggalkan rumah dalam kondisi kosong tanpa berpenghubi, karena mereka harus rewang di kediaman seorang kerabat. Diduga sebelum pergi dari rumah, korban menyalakan racun nyamuk bakar, kemudian meletakkannya di atas lemari kayu.

“Diperkirakan racun nyamuk habis, kemudian apinya merambat ke lemari. Di dalam lemari ada simpanan uang Rp 6 juta yang hangus tak tersisa termasuk pakaian-pakaian,” jelas Suyatno.

Api kemudian membesar dan mulai membakar bubungan, saat itulah api terlihat oleh warga. “Api terlihat sudah membesar dari bagian dalam rumah. Sontak warga langsung bergotong royong memadamkannya,” terang Suyatno.

Kebetulan saat sebelum kejadiaan hujan cukup deras sehingga got di depan rumah Suparjo masih banyak terisi air. Kendati air itu bercampur dengan lumpur, warga tetap menggunakannya untuk memamkan api. Selain itu warga langsung menjebol pintu rumah. Menggunakan batang pisang mereka memadamkan api dan mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

“Kalau barang-barang lain berhasil kami selamatkan. Namun uang dan pakaian di lemari ludes,” tambah Suyatno, yang saat itu masih berkerumun bersama warga di lokasi kebakaran. (ME-03)

51 Anggota Polres Linggau Dapat Penghargaan

Saat Peringatan Sumpah Pemuda
LUBUKLINGGAU-51 anggota Polres Lubuklinggau menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Piagam penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. 

Penghargaan diberikan karena jajaran Polres Lubuklinggau dinilai berhasil memberantas peredaran narkotika dan psikotropika di wilayah Kota Lubuklinggau. Resminya penghargaan diberikan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Walikota Lubuklinggau, No 165/KPTS/Kesra/2008 tanggal 24 Oktober 2008 tentang pemberian piagam penghargaan dan dana bantuan operasional dalam pengungkapan kasus narkotika. 

Selain piagam penghargaan, Pemkot juga memberi bantuan operasional untuk memberantas narkotika kepada jajaran Polres Lubuklinggau. Masih dalam rangkaian upacara peringatan Sumpah Pemdua ke-80 Pemkot Lubuklinggau juga memberikan penghargaan kepada atlit berprestasi.

Pemberian penghargaan baik kepada anggota Polres Lubuklinggau maupun atlit berprestasi tersebut langsung dilakukan Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe MM, disaksikan Dandim 0406 Mura, Letkol (Inf) Drs Suryana, Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra SH, Ketua PN Lubuklinggau, Encep Yuliadi SH dan Waka Polres Lubuklinggau, Kompol Sonny MBA.

Dalam kesempatan itu Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe, MM mengatakan Sumpah Pemuda merupakan pondasi bernegara. Berdirinya gerakan Budi Utomo merupakan awal munculnya satu tanah air tanah air Indonesia, satu bangsa bangsa Indonesia, satu bahasa, bahasa Indonesia. 

“Peringataan sumpah pemuda ke-80 terasa istimewa karena bertepatan dengan 100 tahun kebangkitan Nasional dan 10 tahun reformasi sehingga jadi momentum perjuangan pemuda,” ungkap Wawako.  

Berdirinya pergerakan Budi Utomo menurut Wawako yang menjadi Irup (Inspektur Upacara) merupakan awal penyemaian tumbuhnya nilai-nilai kebngsaan dan kesadaran untuk memikirkan bangsa ini. 

Sumpah pemuda kata Wawako merupakan moment kebangkitan di tengah hegomonial penjajahan. “Reformasi yang digagas mahasiswa merupakan koreksi terhadap berbagai penyimpangan yang telah terjadi selama era orde baru. Semangat yang terkandung didalam dapat membangkit motivasi, atas dasar itulah peringatan Sumpah Pemuda mengangkat Tema Mewujudkan Pemuda Nasionalis Religius Bangkit Bersatu Munuju Indonesia Sejahtera,” tukas Wawako. 

 Dalam kesempatan itu juga Wawako mengatakan pemberian penghargaan kepada aparat kepolisian merupakan bentyuk motovasi yang diberikan Pemkot Lubuklinggau dalam upaya memberantas Narkoba di Lubuklinggau. Pada saat ini masyarakat sangat berharap bahwa virus yang sangat membahayakan seperti narkotika dapat diberantas. Itu tugas aparat untuk menindak tegas setiap pelakunya. Harapan kita sangat besar, ini bukan tertumpu pada petugas saja tetapi perlu dukungan masyarakat Lubukllinggau. 

Hal yang sama juga dilaksanakan Pemkab Mura dengan leading sektor Dinas Pemuda dan Olahraga. Bertempat di Halaman Pemkab Mura Selasa (28/10) dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-80. Walaupun tidak ada pemberian penghargaan kepada pemuda dan pihak lainnya, namun upacara berlangsung sangat khidmat. Bertindak sebagai Irup, Drs H Komarudin Arya yang merupakan Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Mura. (ME-02)

Warga Diminta Pahami UU Parpol, Ormas dan LSM

PURWODADI-Badan Kesbang Politik dan Linmas (Kesbangpol Linmas) Kabupaten Musi Rawas terus melakukan penyuluhan ke seluruh lapisan masyarakat guna mensosialisasikan Perundang-undangan tentang Parpol dan organisasi masyarakat (Ormas). Kepala Badan Kesbangpol Linmas Mura, H Zainal Arifin AS S.Sos mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan yang diadakan setiap tahunnya ini bertujuan meningkatkan persamaan persepsi tentang pembangunan di Kabupaten Mura untuk setiap tingkatan lapisan masyarakat.

”Karena pembangunan melibatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan bidang dan porsinya masing-masing,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan Bupati Mura pada acara Penyuluhan kepada masyarakat Tentang Parpol, Ormas dan LSM 2008 yang diadakan Oleh Badan Kesbang politik dan Linmas Kabupaten Musi Rawas, selasa (28/10) .

Zainal mengungkapkan bahwa perlu adanya persamaan pemahaman antara pemerintah dengan masyarakat, agar tercipta kondisi yang kondusif dan tidak ada terjadinya benturan antara masyarakat dengan pemerintah. ”Makanya perlu adanya sosialisasi agar tercipta persamaan persepsi dalam membangun Mura. Kita sudah merasakan sendiri pembangunan yang ada sekarang ini, dimana pembangunan infrastruktur dasar telah dilaksanakan sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolir,” ujarnya.

Penyampai materi pada penyuluhan tentang Parpol, Ormas dan LSM yang diadakan di Aula Kecamatan Tugumulyo meliputi utusan Polres, Dinas Sosial dan KPU. Materi yang disampaikan diantaranya Undang Undang No 8 tahun 1985 tentang masalah organisasi kemasyarakatan, undang-undang masalah KPU dan pelaksanaan Pemilu, pembinaan organisasi Sosial Masyarakat dan Kamtibmas

“Acara penyuluhan ini merupakan program tahunan dari Kesbangpol Linmas. Mengingat sebentar lagi Pemilu makanya dalam penyuluhan ini juga disosialisasikan undang-undang tentang Pemilu,” tambahnya. Peserta penyuluhan adalah Kepala Desa, LSM, Partai Politik, Ormas dan perangkat desa.

“Kegiatan penyuluhan ini akan dilaksanakan di 21 kecamatan dan dibagi beberapa gelombang. Untuk gelombang pertama dilaksanakan di Kecamatan Purwodadi dan diikuti oleh tiga Kecamatan yakni Purwodadi, Tugumulyo dan Sumber Harta,” ujar Zainal.(CW-02) 

Kandang Ayam di Air Satan akan Dikaji Ulang

MUSI RAWAS – Keluhan warga terhadap operasional kandang ayam di Dusun IV Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti ditanggapi serius Pemerintahan Desa Air Satan. Direncanakan dalam waktu dekat, akan digelar pertemuan antara pemilik kandang ayam dengan instansi terkait Pemkab Mura serta warga Air Satan.

“Nanti kita akan mengundang Pemkab Mura untuk membicarakan permasalahan yang ditimbulkan akibat kandang dengan jumlah ribuan ekor ayam tersebut,” kata Kades Air Satan, Ghufron kepada Musirawas Ekspres, Selasa (28/10). Dilanjutkan Ghufron, terkait persoalan tersebut, pemerintah desa tidak berhak menghentikan aktivitas peternakan ayam potong di Dusun IV Desa Air Satan itu. “Makanya kita akan mengundang dinas terkait untuk mencari solusi tepat mengenai persoalan ini, sebab kita tidak ingin merugikan pihak investor,” kata Ghufron.

Sementara itu, Camat Muara Beliti, Kgs Effendi Ferry S.STP M.Si mengatakan sejauh ini pihaknya belum mengetahui adanya kandang ayam itu. Makanya pihaknya tetap menunggu laporan tertulis dari Pemerintah Desa Air Satan agar nantinya dapat ditindaklanjuti kebenarannya.

“Setahu saya di Air Satan tidak ada kandang ayam dengan kafasitas besar, jikapun ada artinya tidak mengantongi izin. Namun untuk jelasnya kita menunggu laporan tertulis dari Pemerintah Desa Air Satan, jika memang benar maka kita akan bentuk tim khusus,” pungkas Ferry.

Seperti diinformasikan sebelumnya keberadaan kandang ayam menurut warga Desa Air Satan mengakibatkan munculnya ribuan lalat serta bau yang tidak sedap. “Warga khawatir dengan banyaknya yang berasal dari kandang ayam itu, serta baunya yang tidak sedap mengganggu lingkungan, puncaknya di Hari Raya Idul Fitri lalu,” kata warga. (ME04) 

KTP dan KK Gratis Diserbu Warga

Tahap Pertama Jemput Bola di Dua Kecamatan

MUSI RAWAS-Tampaknya antusiasme masyarakat terhadap program Bupati Musi Rawas, Ridwan Mukti, yakni peningkatan pelayanan publik melalui penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) gratis oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) boleh dikatakan cukup tinggi.

Pasalnya, langkah jemput bola terhadap pemberian KTP dan KK gratis kepada warga yang kurang mampu di Kecamatan Tugumulyo yang dipusatkan di Desa F Trikoyo, Selasa (28/10), diserbu oleh ratusan warga setempat.

Dari pantauan koran ini sekitar pukul 10.45 WIB, tampak warga Desa F Trikoyo dan sekitarnya rela berjemur menunggu panggilan dari petugas Disdukcapil untuk difoto secara langsung dan juga untuk memvalidkan data print out yang dikirimkan oleh Disdukcapil beberapa waktu yang lalu.

Kepala Disdukcapil Musi Rawas, HA Rakhman Achmad S.Sos MM, yang memimpin langsung kegiatan jemput bola di Desa F Trikoyo, kepada koran ini memperkirakan warga yang datang ke lokasi perekaman data untuk pembuatan KTP dan KK gratis tersebut lebih kurang 600 warga.

“Kita sudah mengrimkan teleg kepada Camat untuk memberitahukan kepada warga di wilayahnya bahwa kita akan turun menjemput bola hari ini, (kemarin, red),” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ketika sampai di Balai Desa F Trikoyo sekitar pukul 09.00 WIB, tim jemput bola dari Disdukcapil ternyata telah ditunggu oleh warga yang ingin membuat KTP dan KK gratis.

“Kita sangat bersyukur bahwa program pemberian KTP dan KK gratis ini ternyata disambut sangat antusias masyarakat,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan di Kecamatan Tugumulyo, di Kecamatan Megang Sakti kegiatan jemput bola mengenai pembuatan KTP dan KK gratis yang dilaksanakan di kantor Camat Megang Sakti, tampak lengang.

Pantauan koran ini di Kantor Camat Megang Sakti, diperkirakan warga yang datang untuk membuat KTP dan KK gratis tersebut lebih kurang 60 orang. Program jemput bola tahap pertama ini, terangnya, dilakukan pada dua Kecamatan yang diketahui memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dibandingkan dengan Kecamatan yang lain, yakni Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Megang Sakti.

Kendatipun jemput bola tahap pertama ini dilakukan di dua Kecamatan yang memiliki jumlah penduduk yang banyak, namun pihak Disdukcapil akan siap menjemput bola kedaerah-daerah yang sudah siap untuk melaksanakan penerbitan KTP dan KK gratis tersebut.

“Kalau ada desa yang siap, maka kita akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan data dan juga sekaligu untuk melakukan tahapan penerbitan KTP dan KK gratis di lokasi tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, di Kecamatan Tugumulyo kuota pemberian KTP gratis kepada warga yang kurang mampu adalah sebanyak 9.021 lembar KTP dan kuota KK gratis yakni sebanyak 6.302 lembar KK.

“Kalau di Tugumulyo per Sabtu (25/10) KTP yang sudah tercetak yakni sebanyak 701 lembar KTP gratis dan untuk KK yang sudah tercetak yakni sebanyak 406 lembar KK gratis,” terangnya.

Sedangkan di Kecamatan Megang Sakti, kuota KTP gratis bagi warga yang kurang mampu adalah sebanyak 1.043 lembar dan KK gratis adalah sebanyak 7.015 lembar. “KTP yang sudah di Cetak per Sabtu (25/10) adalah sebanyak 908 lembar sedangkan KK yang sudah tercetak yakni sebanyak 169 lembar,” pungkasnya. (ME04)

Tukang Ojek pun Alih Profesi

Ketika Musim Durian Tiba

Durian salah satu jenis buah andalan yang ada di Lubuklinggau, musimnya satu tahun sekali, semua orang menyukai buah ini tanpa terkecuali, ketika sedang musim buah durian seperti sekarang ini banyak pedagang berjajar di sepanjang jalan untuk menjual buah durian.

Oleh : Eli Susilawati - Ulak Lebar

Indra (23) warga sekitar Jl Depati Said Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dalam kesehariannya biasanya menjadi tukang ojek, tetapi kini harus pindah profesi menjadi penjual durian untuk mencukupi kebutuhan istri dan satu orang anaknya. “Walaupun saya tidak punya pohon durian, jika musim durian seperti sekarang ini saya merasa senang sekali karena saya jadi ikut panen rezeki, dengan berjualan durian, walaupun dari pagi hingga malam saya jalankan “ ungkap Indra.

Menjadi penjual durian musiman sudah dijalani Indra sejak enam tahun yang lalu, disamping pekerjaan sehari- harinya menjadi tukang ojek, tidak sedikit keuntungan yang diperolehnya,. Biasanya ia membeli satu keranjang durian sekitar Rp 90.000 berisi 25 buah, ada yang kecil dan ada yang besar, kemudian dipisahkan dan kemudian untuk dijual dengan harga yang berbeda- beda pula. 

“Karena sekarang sudah musim atau istilahnya banjir durian maka harga sudah termasuk murah, durian ukuran besar saya jual rata- rata Rp.10.000/buah, tetapi kalau yang sedang dan kecil harganya berkisar Rp 4.000 hingga Rp 6.000,” ungkap Indra sambil melayani pembeli.

Selain Indra ada juga Sudirman (38), profesinya juga tidak jauh berbeda disamping kesehariannya menjadi tukang ojek bapak empat anak ini juga mau tidak mau, beralih profesi menjadi penjual durian hingga larut malam, karena menurutnya lebih menguntungkan. Walaupun ada juga kesedihan jika hujan turun.  

“Kalo ari ujan tu na dagangan aku dak laku, tapi kalu dak ujan alhamdulillah bisa bawa berkah “ ungkapnya sambil tersenyum. Dalam sehari paling sedikit 30 buah pasti laku terjual, dan kalau nasib sedang mujur ada pembeli dari luar kota memborong semua durian.

Wajah senang dan gembira menyambut datangnya musim durian juga terlihat dari raut wajah Zainuri, yang biasanya mangkal dikawasan Jalan Depati Said, dengan sabar dan semangat menunggu pembeli yang datang meski harus kepanasan, sebagai tukang ojek menurutnya hasilnya tidak seperti menjual durian, walaupun demikaian kadangkala barang dagangan juga habis terjual tetapi setidaknya keuntungan sudah diperoleh.

Untuk buah durian yang sudah dua hari tidak habis terjual, menurut mereka dibawa pulang dan dibuat tempoyak, jadi menjual durian walaupun tidak habis mereka tidak merasa rugi, sebab masih tetap bisa menghasilkan uang dari hasil penjualan tempoyak.

Bukan hanya tukang ojek yang harus rela dan senang hati beralih profesi jadi penjual durian, Sus warga Kelurahan Lubuk Aman biasanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga berjualan sayur- sayuran keliling, tetapi kini untuk sementara waktu harus melupakan sejenak berkeliling menjajakan sayuran, ia lebih memilih mangkal dipinggir jalan depati Said bersama sekitar 20 orang lainnya dari pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB untuk menjual durian mulai dua mingguan yang lalu. 

“Saya rela melupakan sejenak berjualan sayuran hanya untuk mencari tambahan biaya hidup sehari- hari saya dengan berjualan durian, karena lebih menguntunkan, walupun tidak laku tetapi tidak terbuang sia- sia seperti sayuran, bisanya jika dalam dua hari tidak laku langsung saya bawa pulang kemudian saya buat tempoyak, kemudian saya jual, akhirnya kan jadi uang lumayanlah dari pada saya nganggur dan hanya mengandalkan suami” jelasnya.*  

Dua Balon Legislatif Diperebutkan Parpol

Hasil Konsultasi KPU

LUBUKLINGGAU-Hasil konsultasi KPU Kota Lubuklinggau dengan Ketua dan Sekretaris Partai Politik (Parpol) sejak Senin (27/10) sudah ada beberapa temuan menarik. Salah satunya ada dua kader Parpol yang diperebutkan dua parpol, yakni antara parpol tempat awal bernaung dan parpol yang kini mengusungnya, serta adanya calon yang belum melengkapi surat penguduran diri dari PNS.

Dijelaskan Divisi Tekhnis KPU Kota Lubuklinggau, Aspuda Ferdiansie SP, informasi mengenai bakal calon legislatif yang loncat pagar tersebut berdasarkan laporan dari PDP. Dimana ada dua kadernya, pada pencalonan legislatif pindah ke PPIB dan Pakar Pangan. “Laporan pertama kita terima Senin, dan yang kedua diterima tadi pagi (Selasa, 28/10, red),” jelasnya.

Dalam laporan itu terungkap, keduanya sudah mengundurkan diri dari PDP, hanya saja SK pemberhentian keduanya belum turun dari PDP. Sehingga ketika keduanya tercantum dalam daftar calon sementara (DCS) partai lain, PDP langsung komplain. “Namun dalam masalah ini, kita tidak mau campur tangan. Jadi kami serahkan agar diselesaikan secara internal partai,” jelasnya.

Hanya saja mereka diberi waktu sampai dengan Kamis (30/10), pasalnya jika sampai dengan hari itu persoalan tersebut belum selesai, bisa saja calon bersangkutan akan dicoret, sebab Jumat (31/10) Daftar Calon Tetap (DCT) sudah diumumkan ke masyarakat. “Begitu juga dengan masalah PNS,” jelasnya.

PNS yang diketahui mantan kepala dinas tersebut, menurut Aspuda belum melampirkan surat keterangan dari Kepala Daerah soal pengunduran diri. “Karena dia belum pensiun, alias baru memasuki masa persiapan pensiun (MPP), makanya surat dari kepala daerah harus tetap dilampirkan,” terangnya.

Hari ini Terakhir Konsultasi

Hari ini (Rabu, 29/10) terakhir jadwal konsultasi KPU Kota Lubuklinggau dengan Ketua dan Sekretaris Parpol soal penetapan DCT. Khusus Selasa (28/10) ada 15 parpol yang diajak konsultasi, sedangkan Senin (27/10) juga 15 parpol yang diajak konsultasi oleh KPU. “Sengaja kejar target, sehingga hari terakhir tinggal sedikit parpol yang diajak konsultasi,” tandasnya. (ME-03)

2009, 42 Desa Tertinggal Berubah Status

MUSI RAWAS – Jumlah daerah tertinggal di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terus berkurang. Jika selama ini lebih 150 desa di Bumi Lan Serasan Sekentenan masih tergolong terbelakang, pada tahun ini (2008) dari hasil evaluasi berkurang menjadi 42 desa lagi.

Selanjutnya tahun depan (2009) targetnya 42 desa tersebut berubah status tidak lagi menjadi daerah tertinggal sejalan dengan dihapuskannya status Kabupaten Mura sebagai daerah tertinggal terlebih dengan telah diterimanya ‘Meretas Ketertinggal Award’ oleh Bupati Mura, Ridwan Mukti dari Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal RI.

Harapan ini tidak terlalu muluk sebab langkah untuk merealisasikannya mulai disusun secara seksama. Yang pasti Pemkab Mura telah membentuk tim khusus untuk mengevaluasi 42 desa tertinggal tersebut yang dimantapkan dengan SK Bupati Mura. “Untuk tim sudah dibentuk, selanjutnya tinggal menunggu SK Bupati untuk memulai langkah evaluasi,” jelas Kepala Badan Pusat Statistis (BPS) Kabupaten Mura, Tardjono Sontopawiro.

Evaluasi menurut Tardjono dilakukan dengan melihat langsung koondisi 42 desa tersebut dan menetapkan apa saja yang menjadi prioritas pembangunan agar statusnya bisa meningkat meninggalkan predikat desa tertinggal.

“Jadi dalam menetapkan kategori tertinggal suatu desa ada rumusan dan point-point tertentu. Untuk itu langkah yang paling tepat adalah meningkatkan point tersebut dengan beberapa langkah pembangunan. Nah inilah yang akan dijalankan Tim Evaluasi dimana hasil kerjanya berupa rekomendasi mengenai langkah yang menjadi prioritas. Ini jelas sangat positif sebab pembangunan benar-benar terarah sesuai dengan kondisi dan tututan masyarakat,” katanya.

Diantaranya yang paling pas yakni pembangunan infrastruktur dasar yang sudah dijalankan Bupati Mura selama ini. “Jadi memang tidak bisa dipungkiri untuk sektor pembangunan khususnya infrastruktur dasar yang sudah dijalankan di Kabupaten Mura sangat tepat dan menjadi modal penting melepaskan status tertinggal suatu daerah,” imbuh Tardjono.

Sebab dengan terbangunnya infrastruktur dasar khususnya jalan maka kegiatan perekonomian akan meningkat dan merangsang peningkatan sektor lainnya. “Jadi memang yang paling utama pembangunan jalan aspal di desa-desa sangat tepat. Termasuk terhadap 42 desa yang masih masuk kategori tertinggal pembangunan jalan aspal juga harus menjadi prioritas selain pembangunan lainnya disesuaikan kondisi desa masing-masing,” tukasnya.

Disampaikannya penilaian terhadap desa tertinggal tersebut terdiri dari 15 variabel. Kembali diingatkannya jika setiap desa yang skornya terendah telah memiliki jalan poros (aspal,red) maka 42 desa tersebut tidak bakal dikategorikan desa tertinggal. 

“Skor jalan poros desa merupakan skor tertinggi, jika semua desa sudah memiliki jalan aspal maka semua Kabupaten Mura akan benar-benar terlepas dari desa tertinggal, berdasarkan data yang didapatkan sedikitnya 26 desa belum diaspal,” katanya.

Sebagai informasi tambahan 42 desa yang masih dikategorikan tertinggal di 21 kecamatan dalam Kabupaten Mura kembali akan dievaluasi untuk disahkan Bupati Mura. Setelah benar-benar disyahkan sebagai daerah tertinggal, selanjutnya datanya akan disampaikan ke pemerintah pusat sebagai tolak ukur program pembangunan 2009 mendatang. Semua ini telah dibahas dalam rapat koordinasi tim up dating penilaian Desa/Kelurahan tertinggal 2008 bersama para camat beberapa waktu lalu.

Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memeriksa kembali desa yang dikategorikan tertinggal oleh tim Up Dating, agar nantinya tidak terjadi kesimpangsiuran data. Selanjutnya dengan adanya daftar desa tertinggal maka nantinya dapat menerapkan semua program desa tertinggal dari pemerintah pusat. (ME-01)

Chain Saw Nyasar, Tangan Nyaris Putus

LINGGAU UTARA-Surono (28) warga Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara sekitar pukul 16.00 WIB dibawa ke IGD RS dr Sobirin Kabupaten Mura dengan tubuh penuh darah. Terlihat luka menganga cukup besar di dada kanan sekitar 15 cm dan di leher serta lengan kiri nyaris putus. Luka yang diderita Surono akibat Chain Saw atau gergaji mesin nyasar yang dioperasikan Vina (34) yang tidak lain saudaranya. 

Diceritakan kerabat korban di IGD RS dr Sobirin kepada Musirawas Ekspres kejadian berdarah yang hampir merenggut nyawa itu murni kecelakaan. "Ceritanya mereka (Surono dan Vina) dengan membuka lahan mereka untuk dijadikan kebun. Dan karena ada beberapa pohon besar maka menggunakan chain saw untuk menebangnya," ungkap kerabat korban.

Awalnya semua berjalan lancar tanpa ada insiden apapun. Pohon-pohon besar sudah ditebang menggunakan chain saw. Dan akhirnya terjadi suatu kejadiaan nass tersebut. Seperti biasa Vina yang mengoperasikan Chain Saw menuju salah satu pohon yang sebenarnya tidak besar.

Agar pohon tumbang berlawanan arah dengan Vina yang mengoperasikan Chain Saw, korban mendorong pohon yang ditebang. Namun ternyata pohon yang ditebang dan didorong arahnya malah berbalik ke Vina. Melihat pohon tumbang ke arahnya, Vina terkejut dan langsung menarik Chain Saw.

Nah saat itulah Chain Saw yang masih menyala nyasar mengenai tubuh korbanm. Pisau gergaji yang tajam langsung menghantam bagian dada kanan dan leher korban serta tangan kiri. Kontan darah segar langsung keluar. Melihat itu Vina dan anggota keluarga lainnya langsung membawa korban ke RS dr Sobirin. (ME-01)

Dugaan Korupsi DAK Segera Disidang

LUBUKLINGGAU-Setelah 18 hari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau membuat rencana surat dakwaan, akhirnya Selasa (28/10) berkas kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Mura dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau. 

Berkas kedua tersangka DAK masing-masing Saari Zahri (48) warga Kelurahan Simpang Priuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Zulkipli (42) warga Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, dilimpahkan langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) E Neser Silalahi, SH dan diterima Panitera Pengganti (PP) Z Abidin Kamal, S.Sos. 

Kendati sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Lubuklinggau kedua tersangka tidak ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau, sebab status tahanannya menjadi Tahanan Kota.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Encep Yuliadi, SH kepada Musirawas Ekspres mengakui telah menerima berkas dugaan korupsi DAK yang dilimpahkan dari Kejari Lubuklinggau.

"Benar saya sudah menerima berkas DAK,'jelasnya. Tapi untuk sementara belum bisa berkomentar karena belum membaca isi dari surat dakwaan JPU tersebut.

"Berkas baru akan dibaca hari ini, Rabu (29/10). Setelah dibaca baru akan memberi komentar,"tegasnya. 

Terpisah salah satu penasehat hukum kedua tersangka, Insani, SH mengatakan belum mengetahui kalau berkas kedua kliennya sudah dilimpahkan ke PN Lubuklinggau. Alasannya pelimpahan itu tidak disertai dengan tersangkanya. " Belum monitor, sebab biasanya kita akan melihat diregister pidana, siapa hakimnya dan kapan sidangnya,"kata Insani.

Kendati demikian sebagai penasehat hukum pada persidangan perdana akan mengajukan penangguhan penahanan menjadi tahanan Kota Lubuklinggau. "Pengajuan penangguhan tahanan tetap dilakukan pada sidang perdana. Mengenai dikabulkan atau tidak, seluruhnya kewenangan hakim,"pungkasnya.  

Sekedar informasi dua tersangka kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas (Mura), Drs H Saari Zahri yang juga Kepala Dinas Permuda dan Olahraga (Kadispora) dan Zulkifli ST berikut berkasnya, Kamis (9/10) lalu dilimpahkan Polres Mura ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau. Namun kedua tersangka bisa sedikit lega karena dengan jaminan keluarga dan pengacara mereka tidak harus meringkuk di balik jeruji besi. Status keduanya tahanan kota sehingga bisa tetap pulang ke rumah.(CW-01/ME-02)  

28 Oktober 2008

Waspada Gula Merah Dicampur Deterjen

LUBUKLINGGAU-Hati-hati mengkonsumsi gula merah. Pasalnya diduga telah beredar gula merah dicampur dengan deterjen saat pembuatannya di Kota Lubuklinggau. Informasinya pemakaian deterjen dilakukan untuk mempercepat proses pengerasan (pencetakan) gula merah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Hj Desilina Tjaja SKM, kepada Musirawas Ekspres, Senin (27/10) di Kantor Diklat Lubuklinggau mengatakan sampai saat ini belum menerima adanya laporan bahwa gula merah dicampur deterjen telah beredar di Lubuklinggau. Namun jika benar sampai beredar, siapa saja yang mengkonsumsi gula merah tersebut bisa terkena penyakit diare dan mencret. Yang terpenting akan merusak pencernaan. 

Ditambahkannya saat ini Dinkes tidak bisa mengatakan kalau gula merah yang beredar di Kota Lubuklinggau dicampur deterjen atau tidak. Kalau memang dicampur, Dinkes akan melihat cara pembuatannya. Jika itu terjadi akan diarahkan kalau bisa pembuatan gula merah tersebut jangan sampai dicampur deterjen. “Kita akan tanya mengapa dicampur dengan deterjen. Selanjutnya kita berikan pengertian dan saran untuk memberi campuran bahan yang tidak membahayakan apabila dikonsumsi pada gulan merah jika memang harus ada campurannya,” jelasnya. 

Untuk itu Dinkes Lubuklinggau menghimbau kalau memang gula merah yang diproduksi dicampur deterjen, hendaknya jangan membuat resah masyarakat. Karena jelas gula merah akan dikonsumsi oleh masyarakat. 

Dari hasil penelusuran sementara keberadaan gula merah informasinya diproduksi oleh pengerajin di luar Lubuklinggau tepatnya pasokan dari Curup, Rejang Lebong. Makanya sulit untuk menjalin koordinasi membahas semuanya. Sebab untuk langkah koordinasi sudah harus melalui jalur provinsi karena memang sudah beda provinsi. “Boleh-boleh saja koordinasi, tapi sejauah ini Curup juga tidak koordinasi dengan kita,” kelitnya. 

“Harus diketahui saat ini kita harus berbicara berdasarkan fakta. Kalau faktanya tidak ada untuk apa turun ke lapangan,” tegasnya. 

Terpisah Ketua YLKI Lubuklinggau, Hasran Akwa SH mengatakan kalau memang ada beredar gula merah dicampur deterjen pihaknya mengeluarkan himbayan kepada pemerintah, terkhusus Dinkes Lubuklinggau untuk melakukan uji sampel produk gula merah. Uji sampul itu dilakukan dengan cara pengecekan melalui laboratorium, sebab selama ini gula merah tidak terpantau karena home industri. 

“Kalau ada hal seperti itu harus cepat antisipasi, sebelum mengganggu konsumen,”pintanya. Selain itu juga YLKI menghimbau kepada pelaku usaha untuk tidak melakukan hal itu, karena akan ada konsekuensinya apalagi tdak memenuhi standar kesehatan. “YLKI menghimbau kepada konsumen agar teliti membeli barang, baik produk lokal atau dari perusahaan home industri. Karena khawatir banyak produk yang beredar tidak memenuhi standar kesehatan,” pungkasnya. (ME-02) 

Dampak Gula Merah Campur Deterjen Bagi Kesehatan
1. Mengakibatkan Diare
2. Mencret
3. Merusak pencernaan

Sekwan Mura Diperiksa Selama 5 Jam

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Korpri

LUBUKLINGGAU-Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau terus mengintensifkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan Korpri senilai Rp 1 M hasil audit BPK tahun 2006. Jika sebelumnya mantan Kabag Keuangan dan Kasubag Anggaran Setda Mura yang dimintai keterangan, kemarin (Senin, 27/10) giliran Sekretaris DPRD (Sekwan) Mura, Drs H M Isa Sigit MM yang dimintai keterangan oleh Kejari Lubuklinggau. Bahkan pemeriksaan cukup alot memakan waktu sekitar lima jam.

Isa Sigit yang juga mantan Kepala Dinsos Mura ini datang ke Kejari Lubuklinggau sekitar pukul 10.00 WIB menegenakan Pakaian Dinas Harian (PDH), langsung masuk ke ruang Kasi Intelijen. Di dalam ruang Kasi Intelejen informasinya Isa Sigit dicerca beberapa pertanyaan seputar kasus dugaan korupsi Korpri Rp 1 M hasil audit BPK tahun 2006. Diperkirakan Sekwan dimintai keterangan bukan sebagai saksi, tapi dimintai keterangan untuk pengumpulan data. 

Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra SH, kepada Musirawas Ekspres, Senin (276/10) di ruang kerjanya mengakui Kejari Lubuklinggau meminta keterangan kepada Sekwan, Drs H M Isa Sigit, MM karena kapasitasnya pernah sebagai wakil ketua Korpri Mura. "Benar, Kejari memeriksa Sekwan Mura untuk dimintai keterangan sebagai upaya pengumpulan data. Disamping itu untuk memastikan apakah yang bersangkutan tahu atau tidak masalah aliran dana korpri," jelasnya. 

Selain melakukan pengumpulan data, Kejari Lubuklinggau juga meminta bantuan BPKP untuk melakukan audit seputar dana korpri tersebut. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kerugian negara atau tidak. 

Siapa lagi yang akan diperiksa? Taufik menegaskan untuk pemeriksaan selanjutnya masih akan melihat aliran dananya terhenti dimana. Kalau berdasarkan penyelidikan masih diperlukan pemanggilan, maka akan dilakukan pemanggilan. “Siapa yang akan dipanggil belum diketahui," kelitnya.

Dalam kesempatan itu juga Taufik mengatakan berdasarkan penyelidikan hanya terjadi kesalahan prosedur administrasi, tidak bisa dikatakan korupsi. Makanya penyelidikan dilakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab masalah aliran dana tersebut. "Kalau rekomendasi dari BPK minta diperbaiki belum tentu dikatakan korupsi,” tegasnya. 

Sebagai informasi, awal mula kasus ini mencuat berawal dari laporan sejumlah LSM asal Kabupaten Mura seperti LSM Gelombang Ummat, Persatuan Guru Intelektual Indonesia (PGII), Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat dan Lembaga Misi Reclassering Republik Indonesia, kepada Kejari Lubuklinggau dan bahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. 

Salah satu Ketua LSM yang getol agar kasus ini ditindaklanjuti, Ahmad Jamaluddin didampingi Sekretaris Lembaga Pemantau Pembangunan dan Peduli Rakyat, Mulyadi mengungkapkan berkas kasus ini juga sudah disampaikan ke Kejari Lubuklinggau pada 8 September 2008 lalu dan telah ditindaklajuti pihak Kejari setempat dengan telah memeriksa beberapa saksi. 

Lebih lanjut Ahmad memaparkan, munculnya dugaan kasus korupsi ini berawal dari didapatnya hasil audit BPK RI atas laporan keuangan Pemkab Mura tahun anggaran 2006 di Lubuklinggau dengan nomor surat: 154.a.1/S/XIV.2/07/2007 tanggal 4 Juli 2007. Dimana dari hasil audit itu, lanjut dia, terdapat realisasi bantuan keungan menyalahi ketentuan."Dimana salah satu oraganisasi yang mendapat bantuan tersebut adalah Korpri dengan mendapat kucuran dana segar sebanyak dua kali sebesar Rp 1.085.533.000,-,"ungkapnya. 

Adapun modus operandi korupsi, papar dia, dengan cara, Pemkab Mura pada satuan kerja Sekda mengucurkan dana bantuan kepada Korpri sebagai suatu organisasi kemasyarakatan sebanyak dua kali dan diberikan secara terus menerus sebesar Rp 1.085.533.000,- yang mana menurut hasil audit BPK RI hal tersebut tidak sesuai peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keungan daerah pasal 4 ayat 1 dan Kepmendagri No 29 tahun 2002 pasal 55 ayat 2. 

Serta, sambung dia, lampiran II surat edaran Mendagari No 903/2429/SJ tentang tekhnis penyusunan APBD/perubahan dan APBD tahun 2006 butir A angka 4 huruf d.3b bantuan keuagan 1,2 dan 3. Padahal, kata dia, bahwa Korpri sebagai organisasi yang beranggotakan seluruh PNS di lingkungan kerja Pemkab Mura biaya untuk operasional dan penunjang seluruh kegiatan organisasi telah menarik iuran yang dipotong langsung dari gaji setiap PNS di lingkungan kerja Pemkab Mura dengan besaran Rp 1.000 sampai Rp 15.000 berdasaekan golongan dan jabatan PNS bersangkutan. 

Anehnya lagi, kata Achmad, berdasarkan hasil investigas mereka pada 11 Agustus 2008 lalu ternyata salah satu pengurus inti Korpri Sekda Kabupaten Mura tidak mengetahui adanya dana bantuan Rp1.085.533.000,- tersebut. "Kemungkinan besar bendahara Korpri saat itu juga tidak mengetahui adanya bantuan itu, lantaran dia (bendahara Korpri) sedang berurusan dengan aparat pengak hukum dan terjerat kasus hukum," tandasnya. 

Dari data dan hasil investigasi mereka selama ini, maka dirinya beserta rekan-rekan LSM lain menduga kuat telah terjadi tindakan korupsi di Sekda Mura pada organisasi Korpi tahun 2006 lalu."Kami menduga mantan Sekda Kabupaten Mura saat itu yang juga merangkap sebagai Ketua Korpri Kabupaten Mura telah berusaha untuk memperkaya diri sendiri termasuk keluarga, dan para kroninya dengan sengaja menyalahgunakan wewenang yang ada padanya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 pasal 3 Jo No UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan penyelahgunaan jabatan atau wewenang,"katanya. (ME-02) 

Organisasi Pemuda Sempat Mati Suri

LUBUKLINGGAU-Organisasi kepemudaan di Kota Lubuklinggau menurut Wakil Walikota Lubuklinggau, Drs SN Prana Putra Sohe MM, sempat mati suri. Oleh karena itulah dengan momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Pktober 2008, ia berharap pemuda agar kembali semangat dan kembali aktif di organisasi kepemudaan. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota kepada wartawan di gedung Badan Diklat Kota Lubuklinggau, Senin (27/10). 

“Pemuda kita ini sudah penuh dengan semangat. Tapi semangat itu harus diaktulisasikan, untuk mengaktulisasikannya ada satu kendala yakni dana. Berkaitan dengan pendanaan itu artinya kemandirian pemuda sangat dituntut,” jelas SN Prana Putra Sohe yang bisa dipanggil Nanan.

Selanjutnya Wawako kembali menjelaskan, organisasi pemuda sempat mati suri, karena kebablasan di era reformasi. “Banyak wadah kepemudaan yang sudah pudar, dan hilang sedemikian rupa. Makanya kita ingin semangat pemuda itu kembali ke dalam wadahnya masing-masing,” jelasnya.

Wadah organisasi tersebut, diharapkan bisa menjadi tempat pemuda untuk bisa bernaung untuk meaktulisasikan diri. “Ada IMM, Pemuda Ansror dan lain-lain agar bakit kembali. Artinya jangan hanya tinggal nama saja. Karena kebablasan saat reformasi, dimana beberap organisasi disangka menjadi underbonde dari salah satu parpol atau pemerintah,” jelasnya.

Kemudian ditambahkannya, organisasi sangat penting untuk mengakomodir potensi dari pemuda. Seperti agama mengakomodir di bidang keagamaan dan sebagainya. “Sebenarnya organisasi pemuda di Lubuklinggau cukupa aktif, bahkan lebih baik dari derah lain, namun diharapkan lebih aktif lagi,” tandasnya

Terakhir Nanan juga berharap, dengan aktifnya pemuda di organisansi, maka bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga bisa menjauhkan diri dari narkoba. “Mereka aktif di organisasi kepemudaan masih termasuk aman dari narkoba. Kalau di luar organisasi agak berat,” tambahnya, yang mengaku sumpah pemuda berarti, memberikan semangat hidup untuk bangkit demi pembangunan daerah, dan pemuda bukan hanya sebagai penerus bangsa namun juga sebagai pelurus bangsa. (ME-03)

Tanpa Sentuhan Pembangunan, Tetap Jadi Tujuan Rekreasi Keluarga

Melihat Dari Dekat Bendungan T2 Purwakarta

Sebagai daerah yang luas Kabupaten Mura memiliki banyak potensi wisata yang menjanjikan. Satu satunya yakni Bendungan T2 Purwakarya yang lebih akrab disebut Dam T. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat tempat wisata ini menjadi pilihan keluarga walaupun sejauh ini masih cukup alami belum tersentuh pembangunan.

Oleh : RATIH D LUKITASARI-PURWODADI

Bendungan T2 Purwakarya sesuai namanya terletak di Desa T2 Purwakarya Kecamatan Purwodadi. Bangunan ini merupakan bendungan yang memiliki nilai jual dan nilai wisata yang tinggi terlepas dari fungsinya yang vital dalam mengairi areal persawahan guna mendukung Mura Lumbungan Beras sebagai daerah utama penyokong Lumbung Pangan Nasional.

Bendungan ini mengaliri areal persawahan yang ada disekitarnya, dan merupakan bendungan yang dibuat untuk irigasi sawah. Dengan bendungan ini arus air mengalir begitu deras dan lancar. Selain itu menjadikan satu pemandangan indah untuk dinikmati karena nampak seperti air terjun. Ditambah lagi pada atas bendungan ini dibuat jembatan gantung sehingga semakin memperindah kawasan ini. Kalau saja di sekitar daerah ini dibangun beberapa fasilitan pendukung wisata, bukan tidak mungkin lokasi ini menjadi aset wisata terbesar bagi Kabupaten Mura. Sebab dilihat dari lokasinya sangat tepat dibangun kawasan permainan dan fikni berlatar belakang alami.

Masyarakat yang datang ke Bendungan T2 Purwakarya ini bisa menikmati pemandangan alam disekitar yang masih hijau nan alami. Tumbuhan yang hijau dan areal persawahan disekitar jembatan T2 Purwakarya semakin memperindah pemandangan. Pemandangan ini sangat cocok untuk masyarakat yang ingin berekreasi melepas stress setelah terjebak dalam rutinitas dan kesibukan setiap harinya.

Di sekitar areal Bendungan T2 Purwakarya ini ada tanah lapang yang ditumbuhi ruput hijau. Sangat cocok digunakan untuk keluarga maupun muda-mudi yang ingin piknik di sana. 
Dengan membawa tikar ataupun karpet dan alasa lainnya suasana liburan di Bendungan T 2 makin asyik.

Beralaskan tikar satu keluarga besar atau kelompok pertemanan bisa makan bersama secara lesehan dengan dikelilingi tumbuhan dan suasana pedesaan ditambah lagi air terjun dari bendungan. Pemandangan ini sangat pas untuk melepas stress dan bergembira ria bersama keluarga maupun teman-teman. 

Selain pas digunakan untuk piknik, tanah lapang inipun juga cocok digunakan untuk berkemah. 
“Tempatnya enak buat nongkrong sama teman-teman sambil ngobrol,” ujar Sisilia, salah satu pengunjung dari Kota Lubuklinggau, saat ditemui Musirawas Ekspres, Minggu (26/10). 

Sisilia juga mengungkapkan bahwa Bendungan T2 memiliki pemandangan yang indah dan juga arus yang deras pada bendungan menambah nilai lebih. “Kalo pada hari minggu atau hari besar dan hari libur lainnya Bendungan T2 ini ramai dikunjungi orang. Biasanya dari orang sekitar sini maupun dari oralng luar daerah,” ujar Budi salah satu warga yang tinggal di sekitar Bendungan T2 Purwakarya. *

Aktivitas Warga Air Satan Kembali Normal

Hari Kedua Pasca Angin Puting Beliung

MUARA BELITI – Aktivitas hari kedua pasca Bencana Angin Puting Beliung di Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti pada Sabtu (25/10) pukul 18.00 WIB, beranggsur-angsur normal kembali. Dipastikan hampir seluruh rumah kategori rusak ringan sudah diperbaiki pemiliknya. Hanya saja penerang listrik masih dalam tahap perbaikan. Hal ini juga berkat langkah cepat tanggap Pemkab Mura melalui Tim Tagana yang sudah datang tidak beberapa lama setelah kejadian.

Pantauan Musirawas Ekspres Senin (27/10) di lokasi bencana angin puting beliung, rumah yang sebelumnya mengalami kerusakan ringan (atap,red) sudah diperbaiki. Namun perbaikan tetap dilakukan dua warga pemilik rumah yang mengalami kerusakan total. Selain itu, aktivitas pertanian, di persawahan dan kolam ikan air deras sudah berlangsung seperti biasa dimana sebagian petani tetap melakukan aktivitas pemanenan di area persawahan.

“Sebagian rumah sudah diperbaiki, karena hanya mengalami kerusakan pada atap rumah, sehingga mudah untuk diperbaiki. Hingga hari ini (kemarin, red) warga kembali melanjutkan pekerjaannya, seperti memanen padi, mengurus kolam ikan air desar, dan rapat di pemerintahan desa,” kata Tarjo warga Desa Air Satan ditemui koran ini.

Kades Air Satan, Ghufron membenarkan aktivitas warga Air Satan sudah kembali normal, dimana rumah yang mengalami kerusakan ringan sudah selesai diperbaiki. “Berdasarkan pengecekan ulang, sedikitnya empat rumah mengalami rusak berat lebih sedikit dari pendataan sementara dimana mencapai 49 rumah,” kata Ghufron.

Selain itu, lanjutnya bantuan Sembako dari Dinas Sosial kemarin telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan akibat terkena bencana puting beliung. “Bantuan Sembako kemarin sudah disalurkan, saat ini dua rumah yang kategori rusak total tetap membutuhkan uluran tangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Mul, warga Desa Air Satan, pasca hari kedua angin puting beliung kepada koran ini mengungkapkan, kerusakan yang ditimbulkan tersebut dirasa wajar karena tinggi putaran angin yang ditimbulkan mencapai 10 meter lebih.

“Di saat angin menghantam pohan dan rumah penduduk, saya berada di luar rumah dan dapat menyaksikan langusung bagaimana angin puting beliung itu menumbangkan tiang listrik, pepohonan dan menerbangkan atap perumahan penduduk, bahkan batang karet banyak yang tumbang,” kata Mul.

Diceritakan Mul, putaran angin sangat jelas terlihat olehnya karena meskipun gelap namun angin tersebut terlihat sangat terang, dan mengeluarkan suara yang sangat keras. “Putaran angin saat itu sangat keras, tinggiinya sekitar 10 meter lebih, saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa pasrah disaat rumah saya diterpa angin,” kata Mul.

Sementara itu hari ini (Selasa, 28/10) Bupati Mura, Ridwan Mukti dijadwalkan akan mengunjungi lokasi bencana. Demikian dikatakan Kabag Humas Mura, H Rudi Irawan S.Sos M.Si melalui Kasubag Pemberitaan, Hendri, kepada Musirawas Ekspres.

“Setelah dari Bengkulu, bupati akan langsung menuju lokasi bencana di Desa Air Satan, untuk meninjau langsung kerusakan yang diakibatkan angin puting beliung tersebut,” kata Hendri.

Diinformasikan sebelumnya, akibat terjangan angin putting beliung tersebut sedikitnya dua rumah warga mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat ditempati. 49 rumah dikategorikan rusak berat, dan 10 rumah rusak ringan, serta sedikitnya empat tiang listrik dan 150 pohon ukuran besar roboh serta empat tiang listrik lagi dalam posisi condong. (ME04)

17 Desa akan Laksanakan Pilkades

MUSI RAWAS-Tujuh belas kepala desa (Kades) di wilayah Kabupaten Musi Rawas saat ini sudah habis masa jabatan. Makanya untuk 17 desa tersebut wajib digelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Demikian dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Mura, H Yuzakkir SH M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pemberdayaan Desa dan Kelurahan, Musadik, kepada Musirawas Ekspres. 

“Untuk sementara, terdata 17 Kades dinyatakan telah habis masa jabatan dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pilkades. Pastinya pergantian Kades akan dilakukan sesuai aturan dan mekanismes yang ada,” ungkapnya. Ditambahkan Musadik, dari 17 desa yang akan melaksanakan Pilkades, sembilan desa diantaranya telah memasuki tahap pembentukan Panitia Pilkades dan delapan desa sedang dalam tahap verifikasi berkas calon kepala desa (Cakades).

Sesuai data dari BPMD, delapan desa yang akan melaksanakan Pilkades dan sudah memasuki tahap verifikasi berkas calon meliputi Desa Lubuk Kumbung dengan mepat kandidat, Prabu Menang satu, Napal Melintang satu, Durian Remuk dua, Suka Jaya satu, Suko Worno dua, Yudha Karya tiga, dan Pian Jaya dua, .

“Kita terus mendata para Kades yang habis masa jabatannya agar segera dapat dilaksanakan tahapan Pilkades,” jelasnya. Mengenai berkas Cakades, Musadik menjelaskan semuanya kemungkinan besar tidak tidak terdapat persoalan karena telah melalui beberapa proses tahapan di tingkat Panitia Cakades desa masing-masing.

“Karena selama ini dalam menilai berkas yang ada dilakukan secara teliti, kalau pun ada kemungkinan kesalahan panitia Pilkades di lapangan,” jelasnya. (ME04) 

Pemkab Mura Usulkan OP Beras Kepada Menteri Perdagangan

Priskodesi : Khusus Daerah Bukan Penghasil Beras
MUSI RAWAS – Krisis global atau krisis ekonomi dunia saat ini yang mengakibatkan anjloknya harga buah sawit dan karet dampaknya sangat terasa bagi masyarakat Kabupaten Mura. Pasalnya masyarakat Bumi Lan Serasan Sekentenan ini dominan sebagai petani karet dan sawit yang tentunya sangat tergantung dengan harga jual dua komoditi tersebut.

Alhasil paceklik kecil mulai terbentuk khususnya bagi petani karet dan sawit. Daya beli masyarakat khususnya petani kedua komoditi jauh menurun. Jika sebelumnya saat harga jual karet dan sawit tinggi mereka sangat konsumtif bahkan berlomba-lomba membeli barang lux termasuk kendaraan. Namun kini tidak lagi bahkan mereka siap-siap merelakan kendaraan ditarik pihak dealer karena tidak sanggup membayar angsuran. Bahkan untuk membeli kebutuhan pokok khususnya beras mereka kesulitan. 

Terkait kondisi tersebut Pemkab Mura sudah mengambil langkah guna membantu masyarakat. Menurut Kepala Bagian Ekonomi Setda Mura, Drs EC Priskodesi langkah paling konkret yang akan dilakukan yakni melakukan operasi pasar (OP) beras dengan harga murah. “Rencana OP beras ini merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Mura, Ridwan Mukti menyikapi krisis global saat ini. Dimana yang paling penting pemerintah berupaya membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok khususnya beras yang menjadi kebutuhan pokok setiap hari,” jelas Priskodesi.

Hanya saja OP Beras ini tidak bisa serta merta dilakukan, namun perlu persiapan matang dan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat. “Dalam hal ini karena semuanya terkait dengan krisis global yang terjadi hampir di seluruh dunia maka penanganannya merupakan kebijakan pemerintah pusat. Hanya saja langkah dilakukan berdasarkan usulan dari pemerintah daerah. Untuk itulah kita mengajukan usulan OP Beras tersebut dan meminta persetujuan secara langsung,” katanya.

Lebih tepat dilanjutkan Priskodesi pihaknya sudah melayangkan surat langsung kepada Menteri Perdagangan RI terkait usulan OP Beras. “Untuk saat ini kita tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Perdagangan. Dan biasanya jika disetujui akan langsung diteruskan kepada Bulog untuk teknis pendistribusiannya yang tentunya berkoordinasi langsung dengan Pemkab Mura,” tambahnya.

Sejauh ini memang belum ada jawaban, namun pihaknya berupaya semaksimal mungkin dengan melakukan lobi agar OP Beras bisa dilakukan mengingat hal ini sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan. “Mudah-mudahan, intinya kita berdo’a agar usulan ini bisa dipenuhi. Jika demikian teknisnya akan langsung kita susun. Terutama OP Beras akan dilaksanakan di daerah-daerah penghasil karet dan sawit. Maksudnya daerah yang mayoritas merupakan kebun sawit dan karet bukannya penghasil beras,” katanya.

Mengapa dipilih daerah tersebut, sebab karena tidak ada produksi beras masyarakat setempat tentu kesulitan mendapatkan beras. “Makanya pemerintah daerah berupaya membantu dengan mengadakan OP Beras di daerah yang bukan penghasil beras,” tukasnya.  

Selanjutnya mengenai pendistribusian beras untuk keluarga miskin (Raskin) yang sempat macet akibat banyak tunggakan, menurut Priskodesi saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Kades dan perangkat pemerintahan sudah mulai melunasi tunggakan untuk kemudian mengambil jatah Raskin untuk didistribusikan. “Dengan mulai lancarnya pendistribusian Raskin diharapkan dapat membantu masyarakat di saat krisis global sekarang ini,” pungkasnya.  (ME-01) 


Bantuan untuk Pedagang ‘Kebakaran’ Belum Jelas

LUBUKLINGGAU-Pemkot Lubuklinggau belum memastikan bagaimana bentuk bantuan yang akan diberikan kepada pedagang Blok A dan Blok B Pasar Inpres yang terbakar Kamis (23/10) lalu. Pasalnya masalah ini akan dibahas dahulu antara instansi terkait, yakni Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar dan Dinas Sosial.

Hal ini seperti dijelaskan Wakil Walikota Lubuklinggau Drs SN Prana Putra Sohe MM kepada Musirawas Ekspres usai membuka pelatihan di Badan Diklat Kota Lubuklinggau, Senin (27/10). “Saya sudah meminta data ke Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar mengenai jumlah pedagang yang petaknya terbakar, dan juga bentuk kerusakannya,” jelasnya.

Bentuk kerusakan yang dimaskud, apakah bangunan hingga barang ludes terbakar, atau hanya bangunan saja sementara barang masih bisa diselamatkan. “Berdasarkan kerusahan dan kerugian yang mereka alami itulah, nantinya akan kita rekomendasikan apa bentuk bantuannya,” jelasnya lagi.

Hanya saja ditambahkan Wawako karena permasalahan ini sudah diserahkan ke instansi masing-masing sesuai dengan tupoksinya, maka untuk mengatur segala sesuatu berkaitan pemberian bantuan tersebut adalah kewenangan Dinas Sosial dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar. “Yang jelas dalam waktu dekat, akan kita rapatkan apa bentuk bantuk yang diberikan,” terangnya.


Kamis Komisi II Undang Dinas Pasar 

Sementara itu Komisis II DPRD Kota Lubuklinggau, Senin (27/10) melakukan rapat secara internal membahas langkah-langkah apa yang akan dilakukan berkaitan dengan peristiwa tersebut. Salah satu hasil rekomendasi pertemuan tersebut, yakni melakukan pertemuan dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar.

“Tadi kita sudah melakukan pertemuan internal. Hasilnya Komisi II, Kamis (30/10) pukul 10.00 WIB mengundang Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar, guna mendengarkan informasi lanjutan perihal pasar,” tandas Sekretaris Komisi II DPRD Lubuklinggau, Hasbi Asidiki S.Ag.

Selain itu dalam pembahasan itu, pihaknya juga akan meminta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar agar segera memberikan bantuan kepada pedagang yang menjadi korban kebakaran. “Jangan sampai mereka rugi secara berlarut-larut, apalagi saat ini sedang krisis global,” pungas Hasbi. (ME-03)

Jembatan Gantung Ulak Lebar Memprihatinkan


LUBUKLINGGAU-Kondisi jembatan gantung di RT 6 Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, saat ini sungguh memprihatinkan. Pasalnya papan bagian dasar jembatan banyak yang lapuk bahkan ada yang bolong-bolong.

Hal ini sangat ditakutkan oleh warga, pasalnya jembatan ini sehari-hari digunakan warga sebagai jalur menuju kebun mereka di lereng Bukit Sulap. Bahkan pantauan Musirawas Ekspres, jembatan ini sungguh mengerikan karena lubang menganga dimana-mana.

“Senarnya pembangunan jembatan ini belum genap satu tahun, tetapi kondisinya sudah tidak layak lagi, karena sudah sering orang yang melintas kadang- kadang ada yang sampai terjatuh masuk dalam lubang jembatan yang bolong” ungkap Nuri warga setempat.

Ditambahkannya Nuri, warga sekitar yang hampir setiap hari melintasi jembatan gantung tersebut untuk pergi ke kebun di kawasan Talang Ketua, dan sering merasa khawatir kalau ambruk, karena memang kayunya sudah rapuh semua. “Dahulu gara-gara bolong ada seorang anak jatuh, dan tewas hanyut,” terangnya. (CW-03)

Lubuklinggau Belum Punyai Dokter Spesialis

LUBUKLINGGAU-Hingga saat ini Kota Lubuklinggau masih kekurangan tenaga dokter spesialis, untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat Sebiduk Semare. Kekurangan itu menyebabkan sebagian warga terpaksa mendatangi rumah sakit di Palembang dan Bengkulu untuk mengobati penyakitnya. 

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau Hj Desilina Tjaja SKM, kepada Musirawas Ekspres, Senin (276/10) di kantor Diklat Lubuklinggau. Menurutnya dari 2.500 penduduk Sebiduk Semare seharusnya memiliki satu dokter spesialis. Tapi kenyataan dilapangan, pihaknya kesulitan mendatangkan dokter spesialis yang mau menerapkan ilmunya di Kota Lubuklinggau. 

“Saat ini kita sangat membutuhkan dokter spesialis bedah, anak, kandungan dan penyalit dalam. Tapi kendalanya selama ini, kita belum bisa memasilitasi dengan baik dokter spesialis dengan baik, karena berkait dana yang minim,” ujarnya.  

Bagaimana dengan dokter umum? Desi mengungkapkan untuk dokter umum juga saat ini masih kekurangan, makanya diperlukan penambahan lagi. Sebab, hingga saat ini pihaknya baru memiliki delapan orang dokter umum yang harus melayani 200 ribu lebih penduduk Kota Lubuklinggau. “Ke depan kita akan mengupayakan adanya dokter umum yang praktek disini,” katanya.

Ditambahkannya untuk mencukupi kebutuhan tenaga dokter spesialis, rencananya dinkes bakal menyekolahkan dokter umum yang ada. “Mungkin setelah APBD 2009 nanti, karena saat ini kita belum memerogramkkannya. Tapi Insya Allah itu akan segera kami selenggarakan,” pungkasnya. (ME-02) 

9 Batu Megalit Bukit Botak akan Diteliti

Sebagai Potensi Pariwisata 

MUSI RAWAS – Penggalian terhadap benda bersejarah yang di temukan di Kabupaten Musi Rawas akan dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Musi Rawas. Pastinya dalam waktu dekat sembilan kumpulan batu besar yang ada di kawasan Bukit Botak di Kecamatan STL ULU Terawas akan diteliti dan ditelusuri sebagai langkah pengembangan Agrowisata. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Musi Rawas, Dra Hj Retno Trapsilowati, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Hamam Santoso, membenarkan rencana penelitian terhadap sembilan batu tersebut. ”Dalam waktu dekat kita akan meneliti peninggalan sejarah sembilan batu di bukit botak, hasil dari penelitian ini nantinya akan diserahkan ke Balai Arkeologi Provinsi Jambi,” ungkap Hamam.

 Dilanjutkan Hamam, salah satu penelitian objek wisata tersebut untuk mengetahui sejarah lebih dalam mengenai keberadaan batu. “Tujuannya untuk mengetahui zaman munculnya batu, pernah dipergunakan suku mana dan untuk apa, serta apa kegunaannya. Kemudian apakah keberadaan batu muncul dengan sendirinya atau diletakkan oleh tangan manusia, cepat atau lambat kita akan mengetahui kisah dari sembilan batu bukit botak tersebut,” katanya.

Dilanjutnya Hamam, penelitian tersebut bermaksud untuk segera mengembangkan potensi aset wisata artinya Disbubpar Musi Rawas akan segera mengembangkan potensi alam yang ada, termasuk aset wisata yang belum diketahui oleh masyarakat kabuaten Mura. 

“Kalau kita sudah mengetahui dengan jelas kisah dari sembilan batu bukit botak tersebut akan dilanjutkan dengan penetapan sebagai agro wisata nantinya serta sangat baik jka kisah sembilan batu di bukit botak dibudayakan,” jelasnya.

 Selain melakukan penelitian terhadap sembilan batu di kawasan bukir botak, lanjut Hamam pihaknya akan terus menggali aset wisata alam yang ada di Musi Rawas sebagai aset wisata unggulan dan upaya ini akan terbukti jika Kabupaten Musi Rawas memiliki potensi wisata alam bahkan mempunyai kisah arkeologi unik.

“ Yang jelas kita berharap nantinya kawasan bukit botak akan menjadi kawasan wisata alam andalan, mengenai penelitian sendiri akan diserahkan ke Balai Arkelogi Provinsi Jambi,” tukasnya. (ME04)

Edy-Ali Divonis 14 Bulan Penjara

Kedua Terpidana Banding

LUBUKLINGGAU-Setelah melewati beberapa kali proses persidangan, akhirnya Senin (27/10) sekitar pukul 12.30 WIB, dua oknum LSM Edi Supriyanto alias Edy Gondrong (30) warga Jl Mengkudu No. 82 RT. 4 Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan rekannya Ali Permana (46) warga Jl Pesantren Mazro'illah, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau hukuman selama satu tahun dua bulan penjara. 

Tidak itu saja kedua terpidana dikenai hukuman denda sebesar Rp 150 juta subsidaer masing-masing dua bulan kurungan. Karena telah terbukti bersalah melanggar pasal Pasal 78 (7) UU No. 41 tahun 99 tentang Kehutanan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Vonis majelis hakim lebih ringan Tiga tahun Sepuluh bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Yunus, SH yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman selama Empat tahun enam penjara.

Atas keputusan majelis hakim tersebut kedua terpidana yang didampingi penasehat hukum,Gabriel H Fuady, SH langsung menyatakan banding. Begitu juga dengan JPU M Yunus, SH mengatakan hal yang sama.

Sementara itu, berdasarkan putusan majelis hakim tersebut kedua mobil truck yang digunakan mengangkut kayu berikut kayu serta satu unit mobil Taft BG 1418 HA dirampas oleh Negara.

 "Setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan pengakuan kedua terpidana dipersidangan, maka majelis hakim berkeyakinan keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana mengangkut kayu tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH), Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO) dan Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU), Untuk itu atas perbuatannya kedua terpidana dijatuhi hukuman Satu tahun Dua bulan penjara,"ujar majelis hakim ketua Arman S Saputra SH didampingi hakim anggota Intan Komalasari SH dan Juliarta SH dengan Panitera Pengganti (PP) Harmen SH.

Sebagai pertimbangan hakim hal yang memberatkan perbuatan kedua terpidana bertentangan dengan program pemerintah untuk memberantas illegal logging. Dan hal yang meringankan kedua terpidana belum pernah dihukum, sopan dipersidangan dan mengakui perbuatannya. 

Sebagaimana diketahui perbuatan kedua terpidana yang mengharuskan menjadi warga binaan Lapas lubuklinggau terjadi elasa (24/6) sekitar pukul 01.30 WIB di Desa Sumber Karya, Kecamatan STL Ulu Terawas, keduanya telah mengangkut, menguasai atau memiliki hasil hutan berupa 268 batang kayu dengan cara mengawal menggunakan mobil Taft BG 1418 HA.

Kemudian rincian kayu yang dikawal, dimuat dalam truk BG 8127 H dikemudikan Redi Saputra Ani mengangkut sebanyak 125 batang atau 5,2152 M kubik, dan Truk BG 8202 G mengangkut sebanyak 143 Batang yang dikemudikan M Jahim dengan tujuan Desa G1 Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo. 

Pada saat beriringan kedua truk yang dikawal oleh terpidana Ali Permana dan Edi Gondrong, dihentikan oleh petugas yang kebetulan patroli, setelah diperiksa ternyata truk yang mengangkut kayu tersebut tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH), Faktur Angkutan Kayu Olahan (FAKO) dan Surat Keterangan Asal Usul Kayu (SKAU), makanya langsung digelandang ke Polres Musirawas.(CW-01) 

Mr X Ditemukan Dengan Kepala Penuh Ulat

KARANG JAYA- Warga Desa Bukit Ulu kecamatan Karang Jaya Minggu (26/10) sekitar pukul 21.00 WIB di geger. Pasalnya kepala desa (Kades) menemukan remaja berusia sekitar 15 tahun tanpa identitas (Mr X) dengan kondisi luka dikepala yang sudah dipenuhi ulat. 

Mr X ditemukan sedang duduk disamping SDN Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya. Karena luka sudah berulat, Mr X tadi langsung dibawa ke IGD RS dr Sobirin Musi Rawas (Mura) untuk mendapatkan pertolongan medis. Sekedar memberitahu, ciri-ciri Mr x , kulit sawo matang, rambut lurus, memakai kain sarung warna kotak-kotak merah. Setelah diobati Mr x tadi akan diserahkan ke Dinas Sosial Mura.  

Kapolres Mura AKBP Herry Nixon's Sik melalui Kapolsek Karang Jaya AKP Tony Siagian didampingi Kanit Reskrim Bripka Rofik.M kepada Musirawas Ekspres mengatakan pertama kali menemukan Mr x tersebut Kades Bukit Ulu Rusdi yang kebetulan lewat melihat Mr x sedang duduk disamping SDN Desa Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya.

Pada saat didekati kata Rofik, Rusdi mencium bau yang menyengat, dengan posisi tangan Mr X menutupi luka dibagian kepala.

Setelah diperhatikan ternyata dikepala bagian belakang Mr x sudah dipenuhi dengan ulat belatung. Ketika ditanya Mr x tidak menjawab, dan setiap kali didekati selalu lari. Rusdi yang selaku Kades saat itu juga melaporkan penemuan Mr x ke Polsek Karang Jaya.

Sekitar pukul 22.00 WIB anggota Polsek Karang Jaya dibantu warga setempat berusaha mencari Mr x. Setelah dilakukan pencarian Mr x berhasil ditemukan bersembunyi dibelakang rumah warga sambil merintih mengeluarkan kata-kata "UMAK UBAT LUKO KU" (ibu obati lukaku). 

Dengan dibantu petugas Puskesmas Karang Jaya Mr X tadi dilarikan ke RS Dr Sobirin Mura untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurut informasi Mr X itu dari Selangit dan mengatakan kalau orang tua dari anak tersebut bernama Safarudin. (CW-01) 

27 Oktober 2008

Puting Beliung Hantam 61 Rumah Warga Air Satan

MUARA BELITI–Bencana Angin Putting Beliung yang terjadi Sabtu (25/10) sekitar Pukul 18.00 WIB di Desa Air Satan Kecamatan Muara Beliti ternyata cukup dasyat. Buktinya 61 rumah warga Desa Air Satan rusak akibat terjangan puting beling tersebut. Tidak hanya itu beberapa rumah sama sekali tidak bisa ditempati sehingga ada warga yang terpaksa mendiami tempat tinggal sementara yang mereka bangun secara darurat. 

Kepala Desa (Kades) Air Satan, Ghufron kepada Musirawas Ekspres mengatakan, akibat bencana puting beliung 2 rumah warga mengalami kerusakan total dan tidak dapat ditempati, 49 rumah dikategorikan rusak berat, dan 10 rumah rusak ringan. 

“Sebagian besar hanya mengalami kerusakan pada atap rumah, namun warga sudah memperbaiki rumahnya masing-masing. Yang jelas Almahdulillah tidak ada korban jiwa dalam bencana puting beliung ini,” kata Ghufron. 

Dilanjutkannya, keruskan yang ditimbulkan angin puting beliung selama kurang lebih 15 menit tersebut cukup dahsyat. Bukan hanya rumah, sedikitnya empat tiang listrik dan 150 pohon ukuran besar roboh serta empat tiang listrik lagi dalam posisi condong. 

“Yang pasti atap seng rumah warga banyak yang berterbangan, bahkan pelet (makanan, red) ikan seberat 7 pikul sempat terangkat naik dan terlempar sejauh 3 meter,” kata Ghufron. Dilanjutkannya, hingga pendataan kemarin, kerugian yang dialami akibat Puting Beliung berkisar ratusan juta rupiah. 

 “Sekitar ratusan juta rupiah kerugian yang diderita. Masih beruntung saat kejadian suasana masih sore, sehingga warga masih sempat berlindung saat angin menyerang,” terangnya. Kata Ghufron, hingga kemarin (Minggu, 26/10) Pemkab Mura melalui Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan berupa 30 karung beras, 5 dus sambal botol, 5 dus Sarden, 5 dus kecap, dan 4 buah terpal. 

“Dinas Sosial telah menurunkan tim Taruna Penaggulangan Bencana (Tagana) di lokasi untuk membantu warga,” ungkap Ghufron. Ditambahkannya, pasca Angin Puting Beliung, beberepa sarana dan prasarana desa telah diperbaiki termasuk tiang listrik yang roboh. Dimana PT PLN Ranting Lubukinggau telah memperbaiki empat tiang lisrtik yang roboh dan akan mengganti kabel baru sepanjang 900 meter. 

“Menurut keterangan pihak PLN Ranting Lubuklinggau, Serajudin, perbaikan penerangan listrik akan selesai selama tiga hari. Artinya tempo tiga hari listrik sudah bisa diperbaiki,” tukasnya. Diakui Gufron listrik merupakan sarana penting Desa Air Satan, untuk itu warga mengharapkan kepada PT PLN dapat memperbaiki secepatnya. “Yang paling diutamakan adanya perbaikan penerangan listrik karena warga sangat membutuhkan listrik,” kata Ghufron dan menambahkan, Pemkab Mura melalui Kesbangpolinmas, Dinas Sosial, dan Camat Beliti telah memantau langsung kondisi pasca bencana.

Sementara itu, Camat Muara Beliti, Kgs Effendi Ferry SSTP M.Si mengharapkan kepada Pemkab Mura untuk segera mengambil langkah menyikapi terjadinya bencana tersebut. “ Kerusakan yang dialami tidak terlalu parah, diharapkan diutamakan perbaikan listrik,” pungkasnya. (ME04)

Korban Angin Puting Belingi di Air Satan

1. 2 Rumah Rusak Total
2. 49 Rumah Rusak Berat 
3. 10 Rumah Rusak Ringan
4. 4 Tiang Listrik Roboh
5. 150 Pohon Roboh
6. 4 Tiang Listrik Condong

Amankan Kayu, 3 Anggota Polhut Diserang Warga



Mobil Dirusak, Senjata FN.1.A1 Dirampas

LUBUKLINGGAU-Puluhan warga Ulu Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I menyerang tiga anggota polisi hutan (Polhut) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) wilayah Sumbagsel Irva, Asep dan Ramdani. Penyerangan itu terjadi ketika ketiga anggota Polhut akan mengamankan kayu temuan di dekat Jembatan Sungai Malus, yang diduga milik Sida warga setempat.

Akibat Penyerangan itu ketiganya mengalami luka. Tidak hanya itu senjata sandang jenis FN.1.A1 isi megazine 20 butir kaliber 9 mm produk Pindad dirampas warga. Tidak sampai di situ, mobil dinas jenis pick up rusak parah akibat dilempari batu oleh warga yang sudah kalap. Untungnya, setelah anggota Polres Lubuklinggau diturunkan menghalau warga Ulu Malus setelah kejadian, senjata berhasil diamankan termasuk mobil yang rusak parah sudah dibawa ke Mapolres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Yohannes Soeharmanto SH.SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Edwartu, kepada Musirawas Ekspres, mengungkapkan penyerangan warga terhadap anggota Polhut tersebut terjadi Sabtu ( 25/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Berawal ketika itu Irvan bersama kedua rekannya mendapat laporan masyarakat kalau di wilayah kawasan hutan TNKS ada masyarakat yang mengangkut kayu.

Atas laporan tersebut kemudian mereka bergegas ke TKP menggunakan Mobil dinas untuk menyelidiki dan mengamankan kayu-kayu tersebut. Sesampainya di kawasan hutan Dusun Ulu Malus ternyata benar, ada 59 kayu balok ukuran 7x13 cm dengan panjang 3 meter siap angkut. Kayu tersebut diduga milik seorang warga setempat bernama Sida.

Ketika anggota Polhut ingin mencari tahu keberadaan kayu dan mengamankannya, terjadi adu mulut dilanjutkan dengan baku hantam. Warga yang berjumlah sekitar 30 orang mengepung tiga aparat. Akibatnya dalam insiden tersebut irvan mengalami luka robek di kepala akibat terkena hantaman batu dari warga. Asep dan Ramdani juga terkena lemparan batu dan serangan warga.

Sedangkan dari pihak warga, Abdullah tertembak di kaki kiri. Selain itu warga juga merampas sentaja milik aparat Polhut tersebut. Setelah ketiganya berhasil menyelamatkan diri dari serangan warga kemudian melapor ke Polres Lubuklinggau.

Mendapat laporan tersebut dengan cepat satu pleton anggota Polres Lubuklinggau segera turun ke lapangan dipimpin langsung Wakapolres, Kompol Sonny MBA SIK, Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Ikromi dan Kasat Reskrim, AKP Edwartu. Di TKP anggota berhasil menemukan senjata sandang jenis FN.1.A1 isi 20 butir aklaiber 9 mm milik anggota Polhut yang dirampas. Namun warga yang diduga melakukan perampasan sudah melarikan diri dari rumahnya saat penggerebekan.

Sementara Ir Donal Hutasoid ME, Kepala TNKS Sumsel dan Bengkulu bidang III, menyampaikan terimakasih atas kerjasama aparat kepolisian menindaklanjuti kejadian yang menimpa ketiga anggotanya. Selain itu pihaknya menyayangkan insiden ini bisa terjadi. Jika memang pihaknya dianggap bersalah mereka siap diproses sesuai jalur hukum dan sebaliknya terhadap warga juga khususnya yang nelakukan penyerangan.

“Tetapi yang tepenting senjata yang dirampas warga sudah dapat diamankan sehingga tidak disalahgunakan paska bentrok anggota TNKS dengan Warga,” katanya. (CW-03) 

Sumber Api Masih Misteri

LUBUKLINGGAU-Hingga Minggu (26/10) pihak Polres Lubuklinggau belum bisa memastikan sumber api yang membakar Pasar Inpres. Pasalnya penyidik masih menunggu hasil dari Labotarorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel. Hal ini dijelaskan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Yohannes Soeharmanto saat dihubungi Musirawas Ekspres melalui poselnya, kemarin. 

 “Besok (hari ini, Senin 28/10) mereka baru akan memeriksa sejumlah bukti-bukti yang dibawa. Kemungkinan besar, minggu depan kita baru mengetahui hasilnya,” ujar Yohannes.

Ditambahkan Kapolres ia juga tidak mau menduga-duga penyebab terjadinya kebakaran sebelum adanya hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Sumsel. “Saya tidak berani mengatakan dugaan penyebab kebakaran. Lebih baik kita menunggu hasil pemeriksaan dari pihak yang lebih berkompeten,” pungkasnya. 

Terpisah berkaitan dengan kebakaran ini, anggota Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, HA Haris Elmi SE, menjelaskan pihaknya baru akan melakukan rapat koordinasi internal guna membahas langkah kongkrit yang bakal dilaksanakan kepada pedagang. 

 “Besok, (hari ini), kita akan mengadakan rapat koordiansi internal Komisi II. sesudah itu, barulah kita akan mengundang dinas terkait guna membahas langkah yang akan dilaksanakan kepada para pedagang,” pungkasnya.

Politisi dari PKS ini juga berharap kepada Pemkot Lubuklinggau supaya segera memberikan bantuannya kepada pedagang yang tertimpa musibah. “Meski jumlahnya tidak begitu besar, paling tidak dapat meringankan beban yang mereka rasakan,” katanya.  

Sementara itu pantauan Musirawas Ekspres di lokasi kebakaran, puing-puing kebakaran yang sebelumnya berserakan di mana-mana, kini sudah dibersihkan dan ditumpuk menjadi satu. Dan tumpukan puing sisa kebakaran menggunung di depan Mushola Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Pengelolaan Pasar Lubuklinggau.

Beberapa pedagang yang petaknya terbakar, sudah mulai membangun petak baru. Menggunakan papan, kayu dan bahan-bahan lainnya, mereka mulai membangun tempat berjualan yang layak seperti sebelumnya. Bukan hanya di bawah, pedagang yang berjualan di atas juga mulai membenahi tempatnya.

Berkaitan dengan kebakaran ini, pedagang juga mendesak Pemkot Lubuklinggau peduli terhadap nasib mereka. Sebab, hingga kini belum ada bantuan sepesepun yang mereka terima. “Boro-boro mau jualan lagi, pinjaman koperasi pun belum saya kembalikan,” ujar Ning, Pedagang Pakaian BJ. 

Dirinya mengaku kerugian yang dideritanya mencapai puluhan juta rupiah. “Jangan dikira modal jualan pakian BJ sedikit, oleh karena itu saya kebingungan untuk mencari modal berjualan lagi,” ungkapnya. 

Dirinya bersama pedagang lain, meminta kepada pemerintah setempat peduli terhadap nasib mereka, jangan sampai terkesan menutup mata dan membiarkan musibah yang menimpa pedagang. “Biarpun jumlahnya sedikit, tapi paling tidak ada perhatian dari pemerintah,” pungkasnya. (ME-03) 

BKN Belum Tetapkan 7 Nama Pengganti CPNSD 2008

Kahfi : Tes Jalur Umum Masih Samar

MUSI RAWAS-153 honorer Pemkab Musi Rawas (Mura) yang telah ditetapkan lulus menjadi CPNSD formasi 2008 masih harus menunggu kepastian apakah bisa benar-benar menjadi PNS atau tidak. Pasalnya mereka masih menunggu NIP (Nomor Induk Pegawai) diterbitkan BKN (Badan Kepegawaian Negara). 

Menurut Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mura, Kahfi S.Sos jika semuanya mendapatkan NIP baru bisa dilantik menjadi CPNSD Mura. “Nah sejauh ini kita masih menunggu BKN menerbitkan NIP. Yang pasti berkas 153 honorer yang dinyatakan lulus menjadi CPNSD Mura formasi 2008 sudah kita sampaikan. Dan melihat pengalaman sebelumnya, untuk berkas yang kita sampaikan sudah kita upayakan selengkap mungkin,” tegas Kahfi.

Ini dilakukan agar tidak ada berkas dikembalikan BKN dengan alasan tidak lengkap dimana hal semacam inilah yang mengakibatkan lambatnya penerbitan NIP. “Makanya sejak kita umumkan bagi yang lulus langsung kita arahkan untuk melengkapi berkas. Selanjutnya langsung kita verifikasi dan jika ada berkas yang kurang atau salah langsung kita sampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilengkapi. Dan setelah kita anggap benar-benar lengkap, berkas-berkas tersebut kita sampaikan ke BKN. Selanjutnya tinggal menunggu lagi kapan NIP diterbitkan,” tukasnya. 

Selanjutnya mengenai berkurangnya CPNSD Mura formasi 2008 akibat tujuh nama bermasalah, BKPP Mura menurut Kahfi sudah mengambil langkah cepat. Yakni dengan menyampaikan pengajuan kepada BKN agar kembali menerbitkan atau menetapkan tujuh honorer menjadi CPNSD sebagai penggantinya. “Namun sejauh ini kita belum mendapatkan konfirmasi dari BKN apakah mereka menyetujui menetapkan tujuh nama pengganti atau tidak.

Mudah-mudahan seperti sebelumnya ada nama CPNSD pengganti. Dengan demikian akan mengurangi jumlah honorer Pemkab Mura yang belum lulus dan bisa memastikan 2009 mendatang seluruh honorer yang ada di database lulus menjadi CPNSD,” ungkap Kahfi. 

Mengenai tes CPNSD jalur umum untuk menetepkan 336 CPNSD Kahfi juga mengaku belum bisa memberitahukan kapan pelaksanaanya. “Sebab memang sejauh ini belum ada kepastian dari BKN. Dan ini berlaku bagi seluruh daerah di Indonesia bukan hanya Kabupaten Mura. Jadi istilahnya tes jalur umum masih samar, pokoknya kita tunggu saja,” katanya.  

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, berkas CPNSD yang disampaikan ke BKN untuk memproses penerbitan NIP hanya 153 berkas. Untuk tujuh berkas tidak disampaikan karena bermasalah dimana dari tujuh nama yang berkasnya tidak dikirimkan karena ada yang telah dipecat karena melakukan pelanggaran disiplin, satu orang sudah tercatat sebagai PNS, tiga honorer yang ternyata tercatat sebagai pegawai PDAM dan ada dua orang lagi tidak diketahui kejelasannya. Untuk tujuh nama yang batal itu Pemkab Mura mengusulkan penggantinya kepada BKN. (ME-01) 

Petani di Rupit ‘Mogok’ Menyadap Karet

Harga Karet Rp 2.500/Kg, Petani Alih Profesi

RUPIT–Rendahnya harga karet dan sawit di Kecamatan Rupit mengakibatkan sebagian petani karet enggan atau istilahnya mogok menyadap karet. Alasannya harga jual karet tidak sebanding dengan harga beras saat ini. Tidak hanya mogok, sebagian dari mereka (petani, red) untuk sementara terpaksa beralih profesi. 

Salah seorang petani karet di Kelurahan Rupit, Kecamatan Rupit, Saf kepada Musirawas Ekspres mengatakan penghasilan mereka sejak satu bulan terakhir turun drastis lantaran harga karet saat ini anjlok hingga Rp 2.500/kg.

“Dipastikan hampir sebagian penyadap karet di Rupit enggan untuk berangkat ke kebun, sebab selisih harga selama ini cukup jauh, sehingga ada sebagian penyadap karet memilih beralih profesi dan pulang ke kampung,” terang Saf.

Dikatakan Saf, perbandingannya harga beras saat ini berkisar Rp 6.500/kg, jauh lebih mahal dari harga karet. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan kalangan petani karet, sebab sebagaian petani merupakan penyadap upahan artinya mereka harus membagi dua hasil dengan pemilik lahan.

“Dengan harga karet seperti saat ini banyak penyadap karet yang terkejut. Artinya selama ini harga karet terbilang tinggi sehingga petani berani membayar kredit barang hingga jutaan rupiah per bulan. Namun saat ini petani kewalahan harus menutupi biaya kredit barang mereka lantaaran hasil yang didapatkan dari menjual karet saat ini tidak mencukupi,” kata Saf.

Akibat dari kondisi ini, diakui Saf, tingkat kriminalitas satu bulan terakhir di Kecamatan Rupit meningkat. Terbukti dalam satu Minggu terjadi empat hingga lima kali penodongan sepeda motor.

“Jelasnya saya tidak tahu, tetapi sejak karet murah, penodongan sepeda motor di Rupit dalam satu minggunya hampir tidak berkelang. Tingginya angka kriminalitas ini jelas disebabkan musim paceklik saat ini,” ungkapnya.

Dilanjutkan Saf, saat ini banyak petani karet lebih memilih untuk tidak menyadap karet sembari mencari pekerjaan baru yang dapat menghasilkan uang, mengimbangi harga beras.

“Petani karet sudah malas untuk menyadap karet, mereka lebih memilih berdiam diri sembari mencari pekerjaan baru. Diharapkan kepada pihak terkait agar secara serius menyikapi kondisi ini, khususnya terhadap keamanan masyarakat sebab warga khawatir akan mengalami tindak kriminalitas pada mereka di saat krisis saat ini,”pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Mura, H Zainal Arifi AS S.Sos menginformasikan hal serupa. Bahkan untuk beberapa desa di Kecamatan Muara Rupit harga karet benar-benar najlok hingga Rp 2.000 /kg. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan suah mulai berdampak terhadap masyarakat setempat. (ME04)

Start Buruk Persimura

MUSI RAWAS-Perjuangan Persimura U-18 untuk menapak jalan menuju gelar juara Liga Remaja Piala Suratin 2008 makin berat. Ini tidak lain akibat start buruk yang ditunjukkan tim besutan trio pelatih M Romli TJ, Joko Sutrisno dan Andre Rasman Minggu (26/10).

Pertandingan perdana melawan tuan rumah Persikasi, Bekasi, Nucky Cs dikalahkan tiga gol tanpa balas. Walaupun kalah, peluang tetap terbuka dan yang terpenting penampilan superior pemain Persimura berhasil memikat ratusan penonton yang memadati Stadion Purnawarman, Purwakarta.

Kekalahan Persimura sendiri berkat andil wasit yang terkesan memihak tuan rumah. Bahkan penonton yang simpati terhadap Persimura mengamuk, mengejar wasit dan merusak kursi di stadion. Manajer Persimura, H Rudi Irawan S.Sos MM yang mendampingi pemain mengaku menerima kekalahan dengan sportif. 

“Untuk hasil pertandingan kita terima secara sportif. Namun yang disayangkan kepemimpinan wasit yang kurang adil menjadi pengadil di lapangan. Cukup banyak kita dirugikan. Hanya saja ini sudah diprediksi sebelumnya dan bisa jadi resiko ketika menghadapi tuan tumah khususnya ketika bermain di Pulau Jawa,” kata Rudi kepada Musirawas via telepon. 

Dalam pertandingan yang disaksikan ratusan penonton itu, pemain Persimura sebenarnya menguasai jalannya pertandingan. Bahkan untuk ball position Persimura lebih unggul dibandingkan tuan rumah. Tercatat ada enam peluang gol yang tercipta, dua diantaranya membentur tiang gawang. Termasuk peluang dari Owen melalui heading yang masih bisa diselamatkan penjaga gawang lawan.

Mengawali pertandingan, pemain Persimura yang kelelahan setelah menjalani perjalana jauh terlihat belum on fire. Ada beberapa kesalahan dan blunder yang dilakukan pemain. Bahkan dua gol yang tercipta di babak pertama akibat kurang tenangnya barisan pertahanan serta penjaga gawang, Bayu Andika. Gol pertama terjadi dari tendangan bebas dan gol kedua akibat kesalahan Bayu. Hingga turun minum skor 2-0 untuk keunggulan tuan rumah. 

Babak kedua pemain Persimura benar-benar menguasai jalannya pertandingan dan beberapa kali menciptakan peluang. Hanya saja mental pemain sedikit terganggu akibat kepemimpinan wasit yang jelas-jelas merugikan Nucy Cs. Bahkan pertandingan sempat dihentikan akibat ada protes terhadap wasit. Semuanya bisa ditangani dan pertandingan kembali dilanjutkan. Dalam 45 menit babak kedua tuan rumah berhasil menambah satu gol. 

Dan ternyata setelah pertandingan selesai kembali terjadi keributan. Wasit yang memimpin pertandingan dikejar penonton dan beberapa pemain Persimura. Tidak hanya itu pendukung Persikasi juga lari tunggang langgang dikejar pendukung Persimura yang merupakan warga Purwakarta. Akibat amuk suporter tesebut puluhan kursi di stadion rusak. 

“Wasit benar-benar tidak fair. Mereka memihak tuan rumah dan sangat jelas terlihat. Wajar jika pemain dan penonton kesal. Namun yang pasti dari hasil pertandingan ini Laskar Lanang Niang sudah benar-benar maksimal berjuang membawa nama daerah. Ini perlu kita contoh,” kata Herman Sawiran S.Pd, yang khusus dalang ke Purwakarta naik Bus untuk memberikan semangat kepada Persimura.

Dengan hasil ini, sementara Persimura berada pada juru kunci. Sementara Persikasi berada kokoh di puncak dengan angka enam berkat dua kali kemenangan yang diraih. Untuk persimura, hari ini tidak ada jadwal pertandingan. Baru Selasa (28/10) Nucky Cs kembali bertanding menghadapi Persikab, Pasuruan. Selanjutnya Rabu (29/10) Persimura menghadapi PS Bangka Tengah dan terakhir Jum’at (31/10) menghadapi Aceh Putra. Tiga pertandingan sisa Persimura wajib menang untuk mendapatkan satu tiket ke perempat final. (ME-01)

Sebagian Peminjam Dana Bergulir Mengaku Sudah Mengembalikan Pinjaman

*Terkait Penunggakan Dana Bergulir

MUSI RAWAS - Plt Sekda Musi Rawas, Drs Senen Singadilaga MSi mengatakan dana bergulir yang telah dipinjamkan kepada 38 kelompok di 13 Kecamatan sifatnya tidak habis begitu saja tetapi akan digulirkan kembali kepada pihak yang membutuhkannya dengan tujuan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat.

Hingga Sabtu lalu, jumlah dana bergulir yang telah dikembalikan peminjam mencapai Rp 192.320.500 dari total keseluruhan dana bergulir Rp 950 juta, artinya sudah dikembalikan 32 persen. Hal ini disampaikan Senen pada pertemuan mendengarkan penjelasan terhadap penunggakan dana bergulir dari ketua kelompok dan 13 camat di op room Pemkab Mura, Sabtu (25/10).

Dilanjutkan Senen, sesuai intruksi bupati Nomor. 500/265/IV/2008 tertanggal 28 Juli 2008, peminjam dana bergulir harus membayar pinjaman yang telah diambil mengingat jatuh tempo pengembalian sudah berakhir sejak 30 September 2008. 

Meskipun telah jatuh tempo, lanjut Senen, Pemkab Mura masih memberikan perpanjangan tempo pembayaran hingga 25 November 2008. 

“Pinjaman harus segera dikembalikan 25 November 2008, jika tidak dilakukan maka akan diterapkan sanksi karena dana bergulir disinyalir telah terjadi penyelewengan, sanksi yang akan diterapkan nantinnya tanpa pandang bulu, baik terhadap PNS ataupun swasta murni,”kata Senen.

Selain itu kata Senen, terhadap peminjam yang sudah meninggal dunia nantinya akan menjadi pertanggungjawaban ahli waris sebab dana bergulir yang telah diambil sifatnya hutang yang harus dilunasi. 

Asisten II, H Raidusyahri SH MM, dalam pertemuan itu menambahkan peminjam dana bergulir harus segera diupayakan dapat dilunasi, agar tidak terkena sanksi sebab pasal yang akan diterapkan tetap sama meskipun nominal pinjaman berbeda. “Rp 1 dan Rp 25 juta memiliki kesamaan pasal dan sanksinya pun sama,”kata Raidusyahri.

Di tempat yang sama, Camat Rupit, Alwi Roham SSos mengatakan pihaknya beberapa hari terakhir telah melaksanakan rapat khusus dengan dua kelompok peminjam dana bergulir.

Diakui Alwi Roham, peminjam dana bergulir di Kecamatan Rupit terdiri dari perangkat desa, PNS dan masyarakat murni sepakat akan mengembalikan pinjaman dana bergulir, hanya saja bagi masyaraklat murni untuk saat ini terkendala murahnya harga karet dan sawit sehingga meminta perpanjangan tempo pembayaran.

Ditempat yang sama, Camat Muara Kelingi, Drs Ali Sadikin MSi mengatakan pihaknya telah melakukan rapat dengan dua kelompok peminjam dana bergulir. Dari pengakuan 10 anggota kelompak Pulau Panggung menyatakan, lima diantaranya siap mempertanggungjawabkan pengembalian pinjaman namun lima anggota lainnya hingga saat ini belum bisa dimonitor, (hilang,red).

Lanjut Ali Sadikin, kelompak kelurahan Kelingi mengakui jika anggotanya telah mengemabalikan pinjaman dana bergulir sebesar Rp 25 juta, hanya saja setoran yang terdaftar hanya Rp 7 juta. “Dari kelompok mengaku sudah menyetor lunas, tetapi tidak memiliki surat penyetoran dari Bank BRI, namun hal ini nanti akan dibicarakan kembali di tingkat kecamatan,”katanya.

Camat Jayaloka, Agus Susanto AP, dari pengakuan dua ketua dan anggota kelompok telah mengembalikan pinjaman hingga 15 bulan, masing-masing Rp 18 juta, untuk itu, anggota kelompok meminta agar cicilan lanjutan dimulai hingga Desember 2008. 

Ditempat yang sama, permasalahan yang dihadapi pemimjam dana bergulir di tiga kecamayan tersebut menurut 10 camat lainnya tidak jauh berbeda dengan peminjam dana bergulir yang ada di kecamatan masing-masing, sehingga kedepan kembali akan dilakukan pertemuan.

Subagio, ketua kelompok Desa F Trikoyo menyampaikan lambannya pengemabalian dana bergulir tersebut disebabkan anggota Poktan tidak memiliki nomor rekening BRI sehingga hal ini menylitkan anggota untuk melunasi angsuran mereka.

“Ada sebagian anggota telah mengangsur cicilan kepada petugas Pemkab Mura yang langsung mendatangi anggota kelompok, sebenarnya kami ingin membayar langsung ke rekening bank namun kami tidak mengetahui nomor rekening BRI tersebut, padahal kami sering menanyakan nomor rekening kepada petugas yang sering menagih angsuran,”ungkap Subagio.

Selain itu kata Subagio, terjadi keganjilan terhadap anggota yang telah meminjam dana bergulir, dimana empat diantara peminjam bukan anggota kelompok Desa F Trikoyo. “Kami kebingungan mau menagih kemana, sebab empat orang ini bukan anggota kami, identitas jelas keempatnya tidak jelas,”katanya.

Namun. lanjut Subagio, sesuai dengan surat yang telah dikirimkan pihak kecamatan, anggota kelompoknya sepakat untuk mengembalikan pinjaman dana bergulir. 

Kabag Ekonomi, Drs Ec Priscodesi MSi kepada Musirawas Ekspres seusai petermuan mengatakan bagi peminjam dana bergulir yang ingin mengangsur cicilan dapat memasukkan bank BRI dengan nomor rekening 0129-01-000-201-30-1.

Kembali dikatakan Prisco, sesuai dengan surat bupati No 32/B/kpts/VI/2005 tanggal 9 Desember 2005 menyatakan bahwa apabila pinjaman dana bergulir tidak dikembalikan maka akan dilimpahkan ke kejaksaan atau dituntut di pengadilan. 

“Bupati Mura benar-benar serius menanggapi pengembalian dana bergilir ini, diharapkan kepada anggota kelompok yang meminjam dana bergulir untuk mengembalikan pinjamannya, karena sudah tiga kali jatuh tempo,”katanya dan menambahkan satu anggota kelompok harus mengembalikan Rp 2,5 juta. (ME04) 

Top Reader

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More